1. Musnad Sepuluh Sahabat yang Dijamin Masuk Surga

【1】

Musnad Ahmad 1: Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Numair] dia berkata: telah mengabarkan kepada kami [Isma'il] dari [Qais] dia berkata: [Abu Bakar] berdiri lalu memuji Allah dan mensucikan-Nya kemudian berkata: wahai manusia sesungguhnya kalian membaca ayat ini: {Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu, tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk} (QS. Al Maidah: 105). Dan sesungguhnya kami mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya jika manusia melihat kemungkaran kemudian mereka tidak mengingkarinya, maka hampir saja Allah akan menimpakan siksa kepada mereka semua."

【2】

Musnad Ahmad 2: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Mis'ar] dan [Sufyan] dari [Utsman Bin Al Mughirah Ats Tsaqafi] dari [Ali Bin Rabi'ah Al Walibi] dari [Asma'Bin Al Hakam Al Fazari] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: jika aku mendengar sebuah hadits dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka Allah memberiku manfaat dari padanya menurut yang dikehendak-Nya. dan jika ada orang lain yang menceritakannya kepadaku, maka aku memintanya untuk bersumpah, apabila dia telah bersumpah kepadaku maka aku membenarkannya. sesungguhnya Abu Bakar Telah menceritakan kepadaku, dan benarlah bahwa [Abu Bakar] telah mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "tidaklah seorang lelaki berbuat dosa kemudian dia berwudlu dan membaguskan wudlunya, -Mis'ar berkata:- "Kemudian dia shalat." Sedangkan sufyan berkata: "Kemudian dia shalat dua rakaat dan memohon ampun kepada Allah kecuali pasti Allah akan mengampuni dosanya".

【3】

Musnad Ahmad 3: Telah menceritakan kepada kami ['Amru Bin Muhammad Abu Sa'id yaitu Al 'Anqazi] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Al Barra' Bin 'Azib], dia berkata: Abu Bakar membeli sebuah pelana dari 'Azib seharga tiga belas dirham, Al Barra' berkata: kemudian Abu Bakar berkata kepada Azib: "Suruhlah Al Barro' membawanya ke rumahku." Maka 'Azib menjawab: "Tidak, kecuali jika kamu mau menceritakan kepada kami, tentang apa yang kamu lakukan ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam keluar bersamamu." dia berkata: maka [Abu Bakar] berkata: "kami keluar berjalan di malam hari dan mempercepat jalan di waktu siang dan malam yang kami lalui, ketika kami tiba di waktu dhuhur dan matahari tepat berada di atas, aku memperhatikan sekitar kami apakah ada tempat berteduh untuk kami, sesaat kemudian aku melihat sebuah batu besar dan aku pun mendekatinya dan ternyata ada sedikit rongga (menjorok kedalam) yang tertutupi bayangan batu tersebut, maka aku rapikan tempat itu dan membentangkan jubah dari kulit untuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian aku berkata: "Berbaringlah wahai Rasulullah." lalu beliau berbaring, kemudian aku keluar melihat lihat apakah ada orang yang mencari, tiba-tiba aku melihat seorang penggembala kambing, aku bertanya: "Milik siapa kamu wahai pemuda?" dia menjawab: "Milik seorang lelaki dari Quraisy." lalu dia menyebutkan namanya dan akupun mengenalnya, aku bertanya lagi: "apakah kambingmu mengeluarkan air susu?" dia menjawab: "Ya." aku bertanya lagi: "Apakah kamu mau memerahkan susu untukku?" dia menjawab: "Ya." maka aku perintahkan kepadanya untuk memegang salah satu dari kambingnya dan membersihkan susu kambing tersebut serta kedua telapak tangannya dari debu, aku membawa geriba dari kulit yang di bagian mulutnya ada penutup dari kain, kemudian dia memerahkan sedikit susu untukku dan aku siramkan air ke geriba supaya bawahnya tidak terlalu panas, kemudian aku datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk memberinya minum, dan ternyata beliau sudah terjaga dari tidurnya, aku berkata: "Wahai Rasulullah minumlah." Beliaupun meminumnya hingga aku merasa lega, kemudian aku berkata: "Apakah sudah saatnya kita berangkat?" maka kami berangkat sementara orang-orang mencari dan tidak ada seorangpun dari mereka yang dapat menemukan kami kecuali Suraqah Bin Malik Bin Ju'syum dengan berkuda, aku berkata: "Wahai Rasulullah orang yang memburu (kita ini) akan menyusul kita." maka Nabi menjawab: "Jangan bersedih sesungguhnya Allah bersama kita." sampai ketika Suraqah telah dekat dengan kami kira-kira jarak satu tombak atau dua tombak atau tiga tombak aku berkata: "Wahai Rasulullah orang yang memburu (kita ini) akan menyusul kita." dan aku (saat itu) menangis, Nabi bertanya: "Kenapa kamu menangis?" aku menjawab: "Demi Allah, aku bukan menangis karena khawatir terhadap diriku akan tetapi aku menangis karena khawatir kepada tuan." kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdoa: "Kami serahkan dia (Suraqah) kepada kehendakMu." maka kaki sampai perut kuda Suraqah tergelincir masuk ke tanah yang keras dan dia melompat darinya dan berkata: "Wahai Muhammad aku sudah tahu ini adalah perbuatanmu maka doakanlah kepada Allah agar menyelamatkanku dari apa yang menimpaku, demi Allah aku akan rahasiakan beritamu kepada orang-orang yang mencarimu yang ada di belakangku, dan ini wadah panah dari kulit milikku ambillah sebagian anak panahnya, sesungguhnya kamu akan melalui unta dan kambing milikku di tempat ini dan ini maka ambillah darinya untuk keperluanmu." Abu Bakar melanjutkan, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Aku tidak membutuhkannya." kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mendoakannya maka lepaslah Suraqah (dari bencana yang menimpanya) dan kembali kepada teman temannya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melanjutkan perjalanannya bersamaku, sesampainya kami di Madinah, orang-orang menyambut dan keluar ke jalan-jalan dan di atas atap rumah, para pelayan dan anak-anak keluar bersegera sambil berkata: "Allah maha besar, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah datang, Muhammad telah datang." Orang-orang berselisih, siapakah diantara mereka yang berhak untuk ditempati rumahnya oleh beliau, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: "Malam ini aku akan menginap di rumah Bani Najar paman Abdul Muthalib untuk menghormati mereka." maka ketika pagi esok harinya beliau berangkat sebagaimana yang diperintahkan. Barra' Bin Azib berkata: "Orang muhajirin pertama yang datang kepada kami adalah Mush'ab Bin Umair saudara Bani Abdud Dar kemudian Ibnu Ummi Maktum yang buta saudara Bani Fihri, kemudian Umar Bin Al Khaththab bersama dua puluh orang berkendaraan, maka kami bertanya: "Apa yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" ia menjawab: "Beliau berada di belakangku", kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tiba bersama Abu Bakar. Barro' berkata: "Tidaklah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tiba (di Madinah) kecuali pada saat itu aku telah hafal beberapa surat dari Al Mufashal." Israil berkata: "Barro' adalah sahabat Anshar dari Bani Haritsah."

【4】

Musnad Ahmad 4: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dia berkata: telah berkata [Israil]: telah berkata [Abu Ishaq]: dari [Zaid Bin Yutsai'] dari [Abu Bakar] bahwasannya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengutusnya dengan pernyataan berlepas diri dari penduduk Makkah: "agar tidak seorang musyrik pun pergi menunaikan haji setelah tahun ini, tidak ada yang melakukan thawaf dalam keadaan telanjang dan tidak akan masuk surga kecuali orang muslim, barangsiapa diantara dirinya dan Rasulullah ada perjanjian maka batasnya sampai selesai perjanjian tersebut, dan Allah beserta Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrik." Yazid berkata: maka ia berangkat dengan tiga orang. Kemudian Beliau berkata kepada Ali: "Susul dia dan kembalikan Abu Bakar padaku dan sampaikan pernyataan itu olehmu." maka diapun melakukannya, dia berkata: ketika Abu Bakar datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, ia menangis dan bertanya: "Wahai Rasulullah apakah telah terjadi sesuatu pada diriku?" beliau menjawab: "Tidak ada yang terjadi padamu kecuali kebaikan, akan tetapi aku diperintahkan agar perkara itu tidak disampaikan kecuali olehku atau salah seorang dariku".

【5】

Musnad Ahmad 5: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Yazid Bin Khumair] dari [Sulaim Bin 'Amir] dari [Ausath], dia berkata: [Abu Bakar] berkhutbah kepada kami dan berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri ditempatku ini pada tahun pertama. Lalu Abu Bakar menangis, kemudian berkata: mohonlah kepada Allah Al mu'aafaat (ampunan) atau ia berkata Al 'Aafiyah (keselamatan), karena tidaklah seseorang diberi sesuatu yang lebih utama dari Al 'Aafiyah atau Al mu'aafaat setelah keyakinan, berlaku jujurlah kalian karena kejujuran bersama kebajikan dan keduanya berada di surga, dan jauhilah dusta karena dusta bersama kejahatan dan keduanya berada di neraka, dan janganlah kalian saling dengki, bermusuhan, dan jangan pula saling memutus tali silaturrahim dan saling berpaling, akan tetapi jadilah kalian bersaudara sebagaimana yang Allah Ta'ala perintahkan."

【6】

Musnad Ahmad 6: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman Bin Mahdi] dan [Abu 'Amir] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Zuhair yaitu Ibnu Muhammad] dari [Abdullah yaitu Ibnu Muhammad Bin 'Aqil] dari [Mu'adz Bin Rifa'ah Bin Rafi' Al Anshari] dari bapaknya yaitu [Rifa'ah Bin Rafi'] dia berkata: Aku mendengar [Abu Bakar Ash Shiddiq] berkhutbah di atas mimbar Rasullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian berkata: Aku mendengar Rasullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Dan Abu Bakar menangis ketika menyebut nama Rasullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian dia terdiam dari tangisnya dan berkata: "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata di hari yang terik panas seperti ini pada tahun pertama: "Mohonlah kepada Allah ampunan, keselamatan dan keyakinan di akherat dan dunia."

【7】

Musnad Ahmad 7: Telah menceritakan kepada kami [Abu Kamil], dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Hammad yaitu Ibnu Salamah] dari [Ibnu Abu 'Atiq] dari [bapaknya] dari [Abu Bakar], bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Siwak adalah pembersih mulut dan di ridhai oleh Allah."

【8】

Musnad Ahmad 8: Telah menceritakan kepada kami [Hasyim Bin Al Qasim] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dia berkata: Telah menceritakan kepadaku [Yazid Bin Abu Habib] dari [Abul Khair] dari [Abdullah Bin 'Amru] dari [Abu Bakar Ash Shiddiq] bahwasanya Dia berkata kepada Rasulllah: "Ajarilah aku Do'a yang dengannya aku berdoa didalam shalatku." Beliau menjawab: "Bacalah: Allahumma Innii Zhalamtu Nafsii Zhulman Katsiiro, Walaa Yaghfirudz Dzunuuba Illaa Anta, Faghfirlii maghfiratan Min 'Indika Warhamnii Innaka Antal Ghofuurur Rahiim" (Ya Allah aku telah banyak menzhalimi diriku sendiri, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau maka ampunilah dosaku dengan ampunan dari sisimu dan rahmatilah aku, sesungguhnya engkau maha pengampun lagi maha penyayang)." [Yunus] berkata: "kabiiraa (besar)." Telah menceritakannya kepada kami [Hasan Al Asy yab] dari [Ibnu Lahi'ah] dia berkata: beliau bersabda: "kabiiraa (besar)."

【9】

Musnad Ahmad 9: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari ['Urwah] dari ['Aisyah], bahwasanya Fathimah dan Al Abbas mendatangi Abu Bakar, keduanya menuntut bagian harta warisan mereka dari Rasullah shallallahu 'alaihi wa sallam, ketika itu keduanya meminta tanah beliau pada perang Fadak dan saham beliau dari perang Khaibar, maka [Abu Bakar] berkata kepada mereka: sesungguhnya aku mendengar Rasulullah bersabda: "Kami tidak diwarisi, harta yang kami tinggalkan menjadi sedekah, keluarga Muhammad hanya makan dari harta ini." Maka demi Allah, aku tidak akan meninggalkan suatu perkara yang aku lihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengerjakannya kecuali aku pasti mengerjakanya.

【10】

Musnad Ahmad 10: Telah menceritakan kepada kami [Abu Abdurrahman Al Muqri'] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Haiwah Bin Syuraih] dia berkata: aku mendengar [Abdul Malik Bin Al Harits] berkata: Sesungguhnya [Abu Hurairah] berkata: Aku mendengar [Abu Bakar Ash Shiddiq] radliyallahu 'anhu berkata diatas mimbar ini: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda pada hari ini ditahun pertama, kemudian Abu Bakar hanyut dalam nasehat sehingga menangis kemudian berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah kalian diberi sesuatu (yang kedudukannya lebih tinggi) setelah kalimat ikhlas seperti Al Afiyah (keselamatan), maka mohonlah Al Afiyah kepada Allah."

【11】

Musnad Ahmad 11: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Hammam], dia berkata: telah mengabarkan kepada kami [Tsabit] dari [Anas] bahwasannya [Abu Bakar] telah bercerita kepadanya, dia (Abu Bakar) berkata: Aku berkata kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika berada di dalam goa, -dalam riwayat lain ia berkata: "dan kami berada didalam goa- dan seandainya salah seorang dari mereka melihat kedua kaki beliau, pasti mereka akan melihat kami dari bawah kedua kakinya." Maka Beliau berkata: "Wahai Abu Bakar, apa persangkaanmu terhadap dua orang, bukankah Allah adalah yang ketiga dari keduanya."

【12】

Musnad Ahmad 12: Telah menceritakan kepada kami [Rauh] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abi 'Arubah] dari [Abu At Taiyyah] dari [Al Mughirah Bin Subai'] dari ['Amru Bin Huraits] dari [Abu Bakar Ash Shiddiq], dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bercerita kepada kami bahwasannya Dajjal akan keluar dari bumi bagian timur yang disebut Khurasan, banyak orang yang mengikutinya, seakan akan wajah mereka seperti tameng yang dipalu."

【13】

Musnad Ahmad 13: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] mantan budak Bani Hasyim, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Shadaqah Bin Musa] sahabat Ad Daqiq, dari [Farqad] dari [Murrah Bin Syarahil] dari [Abu Bakar Ash Shiddiq], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak akan masuk surga orang yang bakhil, penipu, pengecut, dan tidak pula orang yang berperangai kasar, dan orang yang pertama kali mengetuk pintu surga adalah para hamba sahaya yang bagus dalam menjalankan apa yang ada diantara mereka dan Allah Azza wa Jalla serta apa yang ada diantara mereka dan tuannya."

【14】

Musnad Ahmad 14: Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Muhammad Bin Abu Syaibah]. Abdullah berkata: dan aku telah mendengarnya dari Abdullah Bin Abu Syaibah, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Fudlail] dari [Al Walid Bin Jumai'] dari [Abu Ath Thufail] dia berkata: Ketika Rasulullah wafat, Fathimah menulis surat kepada Abu Bakar yang berisi: "Apakah kamu atau keluarganya yang mewarisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" Dia menjawab: "Aku tidak mewarisinya, tetapi keluarganyalah yang mewarisinya." Fathimah berkata: "Lalu dimanakah saham Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" Maka [Abu Bakar] berkata: Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya apabila Allah memberi makan seorang Nabi, kemudian mewafatkannya, maka Dia (Allah) menjadikannya untuk orang yang datang setelahnya." Maka aku berniat mengembalikannya kepada kaum Muslimin." kemudian Fathimah berkata: "Kalau demikian, kamu lebih tahu atas apa yang telah kamu dengar dari Rasulullah."

【15】

Musnad Ahmad 15: Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim Bin Ishaq Ath Thalaqani] dia berkata: Telah menceritakan kepadaku [An Nadlar Bin Syumail Al Mazini] dia berkata: Telah menceritakan kepadaku [Abu Na'amah] dia berkata: Telah menceritakan kepadaku [Abu Hunaidah Al Barra' Bin Naufal] dari [Walan Al 'Adawi] dari [Hudzaifah] dari [Abu Bakar Ash Shiddiq] dia berkata: "Di suatu pagi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam shalat shubuh Kemudian duduk, hingga ketika tiba waktu dluha Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tertawa, kemudian duduk di tempat semula hingga beliau shalat Dhuhur, Ashar dan Maghrib, beliau tidak berbicara hingga shalat isya di akhir malam, kemudian pulang ke keluarganya, maka orang-orang berkata kepada Abu Bakar: "Mengapa tidak kamu tanyakan kepada Rasulullah atas apa yang beliau lakukan hari ini, padahal sebelumnya belum pernah melakukannya sama sekali?" ia berkata: kemudian dia bertanya kepada beliau, maka beliau menjawab: "Ya, telah diperlihatkan kepadaku apa yang akan terjadi dari urusan dunia dan akhirat, maka dikumpulkanlah orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang datang di satu tempat, maka manusia ketakutan dengan hal itu, sehingga mereka datang kepada Adam sementara keringat hampir hampir menutupi mereka, mereka berkata: 'Wahai Adam, engkau adalah bapak manusia dan Allah 'azza wa jalla telah memilihmu, maka mintalah syafa'at untuk kami kepada Rabbmu, 'Adam menjawab: 'Aku pun sedang menghadapi seperti apa yang sedang kalian hadapi, pergilah kepada bapak kalian setelah bapak kalian, yaitu Nuh.' Sesungguhnya Allah telah memilih Adam, Nuh, keluarga Ibrahim dan keluarga 'Imran atas segala umat. Maka mereka datang kepada Nuh kemudian berkata: 'Berilah kami syafa'at di hadapan Rabb-Mu, karena Allah telah memilih engkau dan mengabulkan doa-Mu dan Dia tidak menyisakan orang-orang kafir satu rumahpun diatas permukaan bumi.' Maka Nuh berkata: 'Aku tidak bisa memberi kalian syafa'at, maka pergilah menghadap Ibrahim karena sesungguhnya Allah menjadikan dia sebagai kekasihnya.' Kemudian merekapun menghadap Ibrahim, dan Ibrahim berkata: 'Aku tidak bisa memberi kalian syafa'at, pergilah menghadap Musa, karena Allah pernah berbicara kepadanya secara langsung.' Kemudian Musapun menjawab: 'Aku tidak memiliki apa yang kalian minta, maka pergilah menghadap Isa bin Maryam, sesungguhnya dia bisa menyembuhkan orang buta, penyakit belang dan menghidupkan orang mati.' Kemudian Isa menjawab: 'Aku tidak memiliki apa yang kalian minta, akan tetapi pergilah menghadap tuannya anak Adam, karena kuburannya yang pertama kali terbuka pada hari kiamat, pergilah menghadap Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam pasti dia akan memberi kalian syafa'at di hadapan Rabb kalian.' Dia berkata: 'Maka dia pergi, kemudian Jibril menghadap kepada Rabbnya, maka Allah berfirman: 'Izinkan dia (memberi syafa'at) dan berilah kabar gembira berupa Surga.' Dia berkata: Kemudian jibril pergi dengan berita gembira tersebut, maka Muhammad pun tunduk bersujud selama satu jum'at, kemudian Allah berfirman: 'Angkat kepalamu wahai Muhammad, katakanlah kamu akan didengar dan berilah syafa'at kamu diberi izin memberi syafa'at.' dia berkata: maka dia mengangkat kepalanya dan ketika memandang Rabbnya diapun bersujud tunduk selama satu jum'at yang lain, dan Allah berfirman lagi: 'Angkatlah kepalamu dan katakanlah kamu akan didengar, berilah syafa'at kamu diizinkan memberi syafa'at.' dia berkata: dia pun pergi untuk bersujud, dan jibril memegang kedua tangannya, maka membuka doa doa yang belum pernah dibukakan sebelumnya kepada manusia sama sekali, maka beliau berkata: 'Wahai Rabbku engkau telah ciptakan aku menjadi tuan anak Adam dan tidak ada kesombongan, Engkau jadikan aku orang yang pertama kali terbuka kuburannya pada hari Kiamat dan tidak ada kesombongan, sampai Engkau jadikan orang yang datang ke telagaku sebanyak apa yang ada diantara shon'a dan Ailah.' Kemudian dikatakan: 'Panggillah para Shiddiqin agar mereka memberi syafa'at.' Kemudian dikatakan: 'Panggillah para Nabi.' Ia berkata: maka datanglah Nabi bersama sekelompok orang pengikutnya, dan ada Nabi yang bersama lima dan enam orang pengikut, dan ada Nabi yang tidak bersama seorangpun pengikut, kemudian dikatakan: 'Panggillah para syuhada agar mereka memberi syafa'at untuk orang-orang yang mereka inginkan.' Dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melanjutkan: Maka ketika para syuhada telah melakukannya, Nabi berkata: Allah berfirman 'Aku adalah yang paling pengasih dari para pengasih, masukkanlah ke dalam Surgaku orang yang tidak menyekutukanku dengan suatu apapun.' ia berkata: maka merekapun masuk ke dalam surga. Dia berkata: kemudian Allah berfirman: 'Lihatlah ke dalam neraka, apakah kalian menjumpai seseorang yang pernah berbuat satu kebajikkan? 'Dia berkata: maka mereka mendapatkan seorang laki-laki, kemudian Allah bertanya kepadanya: 'Apakah kamu pernah berbuat satu kebajikkan?' laki-laki itu menjawab: 'Tidak, kecuali dulu aku pernah memberikan kemudahan kepada manusia dalam masalah jual beli.' Maka Allah berfirman: 'Mudahkanlah kepada hambaku sebagaimana dia telah memberi kemudahan kepada hamba-hambaku yang lain.' Kemudian mereka mengeluarkan seorang laki-laki dari neraka, dan Allah bertanya kepadanya: 'Apakah kamu pernah melakukan satu amal kebaikkan?' ia menjawab: 'Tidak, kecuali aku pernah menyuruh anakku jika aku mati, bakarlah aku dengan api kemudian tumbuklah aku hingga seperti tepung, kemudian bawalah ke laut lalu tebarkanlah di udara, Maka demi Allah Rabb seluruh alam, tidaklah akan mampu mengembalikanku selama-lamanya.' Maka Allah berfirman: 'Kenapa kamu lakukan hal itu?' dia menjawab: 'Karena takut kepadaMu.' Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melanjutkan: Maka Allah berfirman: 'Lihatlah kerajaan yang paling agung kerajaannya, maka sesungguhnya bagimulah seperti itu bahkan sepuluh kali lipat sepertinya.' Nabi melanjutkan: Hamba tersebut berkata: 'Mengapa Engkau menghinaku sedangkan Engkau adalah raja?'" Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Itulah yang membuatku tertawa di waktu dluha."

【16】

Musnad Ahmad 16: Telah menceritakan kepada kami [Hasyim Bin Al Qasim] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Zuhair yaitu Ibnu Mu'awiyah] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Isma'il Bin Abu Khalid] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Qais], dia berkata: [Abu Bakar] berdiri lalu memuji Allah dan mensucikan-Nya, kemudian dia berkata: Wahai manusia, sesungguhnya kalian membaca ayat ini: {Wahai orang-orang yang beriman, kalian bertanggung jawab atas diri kalian masing-masing, tidak akan membahayakan kalian sedikitpun orang yang tersesat} (sampai akhir ayat), dan kalian menempatkannya tidak pada tempatnya, aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya jika manusia melihat kemungkaran, kemudian tidak merubahnya, maka dikhawatirkan Allah akan meluaskan adzab kepada mereka semua." Dia berkata: Dan aku mendengar Abu Bakar berkata: "Wahai manusia jauhilah dusta Karena sesungguhnya dusta itu menjauhkan kalian dari iman."

【17】

Musnad Ahmad 17: Telah menceritakan kepada kami [Hasyim] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Yazid Bin Khumair] dia berkata: saya mendengar [Sulaim Bin 'Amir] lelaki dari Himyar, bercerita dari [Ausath Bin Isma'il Bin Ausath Al Bajali] yang bercerita dari [Abu Bakar], bahwasannya Dia mendengarnya ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam meninggal, dia berkata: Rasulullah berdiri ditahun pertama pada tempatku ini kemudian menangis lalu bersabda: "Berlaku jujurlah, karena kejujuran bersama kebaikkan dan keduanya berada disurga, dan jauhilah dusta, karena dia bersama dosa dan keduanya berada di neraka, dan mohonlah keselamatan kepada Allah, karena sesungguhnya tidaklah seseorang diberi sesuatu setelah dia beriman yang lebih baik dari keselamatan." Kemudian beliau melanjutkan: "Janganlah kalian saling memutus tali silaturahim, saling menghindar, saling membenci, dan jangan pula saling dengki, akan tetapi jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara."

【18】

Musnad Ahmad 18: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Daud Bin Abdullah Al Audiy] dari [Humaid Bin Abdurrahman] dia berkata: Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam wafat, [Abu Bakar] sedang berada di pinggiran Madinah, dia (Humaid Bin Abdurrahman) berkata: kemudian dia datang dan membuka kain yang menutupi wajah beliau lalu menciumnya seraya berkata: "aku rela bapak dan ibuku sebagai tebusanmu, alangkah indahnya hidup dan matimu, Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam telah meninggal, dan demi Rabb pemilik Ka'bah." lalu dia menyebutkan hadits. Dia berkata: "kemudian Abu Bakar dan Umar berangkat (kepada kaum Anshar) yang sedang saling berbantahan masalah kepemimpinan, sehingga mereka menemui mereka (kaum Anshar), kemudian Abu Bakar berbicara dan tidak meninggalkan sesuatupun yang telah diturunkan kepada kaum Anshar dan tidak juga yang disebutkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang mereka kecuali dia sebutkan semua, dan dia berkata: "sesungguhnya kalian telah mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "seandainya manusia meniti sebuah lembah dan kaum Anshar melewati lembah yang lain, maka aku akan melewati lembah kaum Anshar." dan kamu telah mengetahui wahai Sa'd bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda sementara kamu duduk (tidak melakukan apa-apa), "kaum Quraisy adalah pemegang urusan ini, maka orang yang berbakti dari manusia itu mengikuti orang yang berbakti dari mereka (Quraisy) dan orang yang durhaka mereka mengikuti orang yang durhaka mereka." dia berkata: kemudian [Sa'd] menjawab Abu Bakar: "kamu benar, kami adalah para menteri sedangkan kalian adalah para pemimpin."

【19】

Musnad Ahmad 19: Telah menceritakan kepada kami [Ali Bin 'Ayyasy] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Al 'Aththaf Bin Khalid] dia berkata: Telah menceritakan kepadaku [lelaki] dari penduduk Bashroh, dari [Thalhah Bin Abdullah Bin Abdurrahman Bin Abu Bakar Ash Shiddiq] dia berkata: aku mendengar [ayahku] menyebutkan bahwa [ayahnya] mendengar [Abu Bakar] berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Wahai Rasulullah apakah amalan berdasarkan perkara yang telah ditetapkan atau dengan hal-hal yang baru?" Beliau menjawab: "Akan tetapi berdasarkan perkara yang telah ditetapkan." Dia berkata: aku bertanya: "Maka untuk apa amalan itu wahai Rasulullah?" Beliau bersabda: "Setiap orang dimudahkan beramal sesuai dengan tujuan diciptakannya."

【20】

Musnad Ahmad 20: Telah menceritakan kepada kami [Abul Yaman] dia berkata: telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib] dari [Az Zuhri] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [seorang lelaki ahli fikih dari kaum Anshar], bahwa dia mendengar [Utsman Bin 'Affan] bercerita: bahwa Ada beberapa sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersedih hati ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam wafat, sehingga hampir hampir sebagian dari mereka menjadi was-was, Utsman berkata: "Dan aku termasuk dari mereka, ketika aku sedang duduk di bawah bayangan salah satu tembok, lewatlah Umar dihadapanku kemudian mengucapkan salam kepadaku, akan tetapi aku tidak merasa kalau dia lewat dan memberi salam, maka diapun berlalu hingga menemui Abu Bakar, kemudian dia berkata kepadanya: "Ada sesuatu yang akan mengejutkanmu, sesungguhnya aku lewat di hadapan Utsman dan memberi salam kepadanya, akan tetapi dia tidak menjawab salamku." Maka pada masa pemerintahan Abu Bakar datanglah Umar dan Abu Bakar dan keduanya mengucapkan salam kepadaku, kemudian Abu Bakar berkata: "Saudaramu Umar telah datang kepadaku dan mengatakan bahwa dia lewat dihadapanmu kemudian mengucapkan salam, akan tetapi kamu tidak menjawabnya, maka apa yang menyebabkan kamu melakukan demikian?" dia berkata: aku menjawab: "Aku tidak melakukannya". Maka Umar berkata: "Ya, demi Allah, kamu telah melakukannya, akan tetapi itu karena kesombongan kalian wahai Bani Umayyah." Dia berkata: aku menjawab: "Demi Allah, aku tidak pernah merasa jika kamu lewat dan memberi salam kepadaku." Abu Bakar berkata: "Utsman benar, sungguh kamu telah disibukkan suatu urusan darinya." Maka aku berkata: "Ya." Umar bertanya: "Urusan apakah itu?" maka Utsman berkata: "Allah mewafatkan Nabinya shallallahu 'alaihi wa sallam sebelum kita menanyakannya tentang keselamatan urusan ini." Abu Bakar berkata: "Aku telah menanyakannya tentang urusan itu." Dia berkata: Maka aku berdiri mendekatinya dan berkata kepadanya: "Demi ayah dan ibuku engkau lebih berhak terhadapnya," [Abu Bakar] berkata: aku bertanya: "Wahai Rasulullah bagaimana keselamatan urusan ini?" maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa menerima sebuah kalimat dariku yang pernah aku tawarkan kepada pamanku kemudian dia mengembalikannya kepadaku, maka kalimat itu menjadi keselamatan baginya."

【21】

Musnad Ahmad 21: Telah menceritakan kepada kami [Yazid Bin Abdurrabbih] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Baqiyah Bin Al Walid] dia berkata: Telah menceritakan kepadaku [seorang syaikh dari Quraisy] dari [Raja' Bin Haiwah] dari [Junadah Bin Abu Umaiyah] dari [Yazid bin Abu Sufyan] dia berkata: [Abu Bakar] berkata ketika mengutusku ke syam: "Wahai Yazid sesungguhnya kamu memiliki kerabat, semoga kamu tidak mengedepankan mereka dalam kepemimpinan, dan hal itulah yang paling aku takutkan darimu, karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa memimpin suatu urusan kaum muslimin, kemudian mengangkat seseorang untuk mereka atas dasar kecintaan, maka baginya laknat dari Allah, dan Allah tidak akan menerima amal perbuatan wajibnya dan juga amal perbuatan Nafilah darinya, sampai Dia memasukkannya ke dalam neraka jahannam, dan barangsiapa memberikan kepada seseorang batasan Allah, kemudian melanggar sesuatu di dalam batasan Allah tanpa haknya, maka baginya laknat dari Allah." atau dia berkata: "Terlepaslah darinya jaminan Allah."

【22】

Musnad Ahmad 22: Telah menceritakan kepada kami [Hasyim Bin Al Qasim] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Al Mas'udi] dia berkata: Telah menceritakan kepadaku [Bukair Bin Al Akhnas] dari [seorang lelaki] dari [Abu Bakar Ash Shiddiq] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Aku diberi tujuh puluh ribu orang, mereka semua masuk surga tanpa hisab, wajah mereka bagaikan rembulan di malam bulan purnama dan hati mereka di atas hati satu orang, kemudian aku memohon tambahan dari Rabbku, maka Dia menambahkan, pada setiap seorang tujuh puluh ribu orang." Abu Bakar berkata: "Lalu aku melihat bahwa itu datang pada penduduk desa dan mengenai pinggiran lembah-lembah."

【23】

Musnad Ahmad 23: Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahab Bin 'Atho`] dari [Ziyad Al Jashshas] dari [Ali Bin Zaid] dari [Mujahid] dari [Ibnu Umar] dia berkata: aku mendengar [Abu Bakar] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Barangsiapa berbuat suatu kejahatan, maka Allah akan membalasnya di dunia."

【24】

Musnad Ahmad 24: Telah bercerita kapada kami [Ya'qub] Telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Shalih] dia berkata: [Ibnu Syihab] berkata: telah mengabarkan kepadaku [seorang lelaki dari kalangan Anshar] yang tidak tertuduh, bahwa Dia mendengar [Utsman Bin 'Affan] bercerita, bahwa ada beberapa sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersedih hati ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam wafat, sehingga hampir hampir sebagian dari mereka menjadi was-was." Utsman berkata: "Akupun termasuk diantara mereka." Kemudian dia menyebutkan makna hadits Abul Yaman dari Syu'aib.

【25】

Musnad Ahmad 25: Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Shalih], telah berkata [Ibnu Syihab]: telah mengabarkan kepadaku ['Urwah Bin Az Zubair] bahwa [Aisyah] istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkannya, bahwa Fathimah anak Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam meminta kepada Abu Bakar setelah wafatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam agar membagikan harta warisannya yang ditinggalkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepadanya berupa harta fai` yang Allah berikan kepada beliau, maka [Abu Bakar] berkata kepadanya: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Kami tidak diwarisi dan harta yang kami tinggalkan menjadi harta sedekah." Kemudian Fathimah marah dan tidak mengajak bicara Abu Bakar, dia tetap melakukan perbuatannya itu hingga dia wafat, Urwah berkata: Fathimah hidup selama enam bulan sepeninggal Nabi, dan Fathimah meminta kepada Abu Bakar bagiannya dari harta yang ditinggalkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari perang Khaibar dan Fadak dan sedekahnya ketika di Madinah, akan tetapi Abu Bakar menolak untuk memberikannya, dan dia berkata: "Aku bukan orang yang meninggalkan sesuatu yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, semua yang beliau lakukan pasti akan aku lakukan, dan aku khawatir jika meninggalkan sedikit saja perintah beliau, aku akan menyimpang." Adapun sedekah beliau yang terdapat di Madinah, Umar telah memberikannya kepada Ali dan Abbas, kemudian Ali yang menguasai peninggalan tersebut, sedangkan peninggalan yang berada di Khaibar dan Fadak telah ditangani oleh Umar dan dia berkata: "Keduanya adalah Sedekah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang telah menjadi hak-haknya, yang telah kalian berikan kepadanya dan wakil-wakilnya, dan urusan keduanya ditangani oleh orang yang memimpin urusan." Dan dia berkata: "Dan keduanya terjadi pada hari itu juga."

【26】

Musnad Ahmad 26: Telah menceritakan kepada kami [Hasan Bin Musa] dan ['Affan] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Hammad Bin Salamah] dari [Ali Bin Zaid] dari [Al Qasim bin Muhammad] dari ['Aisyah] radliyallahu 'anha, bahwasannya Dia membaca bait Sya'ir ini ketika Abu Bakar sedang memutuskan perkara: "Dan awan putih membasahi wajahnya, menyayangi para anak yatim dan melindungi para janda." Maka [Abu Bakar] radliyallahu 'anhu berkata: "Demi Allah, itu adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【27】

Musnad Ahmad 27: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Ibnu Juraij] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [bapakku], Bahwa Para Sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak tahu dimana mereka akan memakamkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, sehingga [Abu Bakar] berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Seorang Nabi tidak dimakamkan kecuali di tempat meninggalnya." Maka mereka menyingkirkan ranjangnya dan menggali kuburan untuk beliau di bawah ranjang beliau.

【28】

Musnad Ahmad 28: Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] dia berkata: telah bercerita kapada kami [Laits] dia berkata: Telah menceritakan kepadaku [Yazid Bin Abu Habib] dari [Abul Khair] dari dari [Abdullah Bin 'Amru Bin Al Ash] dari [Abu Bakar Ash Shiddiq], bahwa Dia berkata kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Ajarilah aku satu doa yang dapat aku baca didalam shalatku!" Beliau menjawab: "Bacalah: Allahumma innii dhalamtu nafsii zhulman katsiiraa walaa yaghfirudz dzunuuba illaa anta faghfirlii maghfiratan min 'indika warhamnii innaka antal ghofuurur rahiim (ya Allah sesungguhnya aku telah berbuat banyak kedzaliman pada diriku sendiri, dan tidak ada yang mengampuni dosa selain Engkau, maka berilah aku ampunan dari sisi-Mu dan rahmatilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang)."

【29】

Musnad Ahmad 29: Telah menceritakan kepada kami [Hammad Bin Usamah] dia berkata: telah mengabarkan kepada kami [Isma'il] dari [Qais] dia berkata: [Abu Bakar] berdiri dan memuji kepada Allah dan mensucikannya kemudian berkata: "Wahai manusia sesungguhnya kalian membaca ayat ini: {Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu} (sampai akhir ayat) ketahuilah, sesungguhnya jika manusia melihat seorang zhalim, akan tetapi mereka tidak mencegah kedua tangannya, maka dikhawatirkan Allah akan menyiksa mereka semua secara merata, ketahuilah sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya manusia." di kesempatan lain dia berkata: "Sesungguhnya kami mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【30】

Musnad Ahmad 30: Telah menceritakan kepada kami [Yazid Bin Harun] dia berkata: telah mengabarkan kepada kami [Isma'il Bin Abu Khalid] dari [Qais Bin Abu Hazim] dari [Abu Bakar Ash Shiddiq] radliyallahu 'anhu dia berkata: "Wahai manusia sesungguhnya kalian membaca ayat ini: {Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu, tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudlarat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk.} (QS. Al Maidah: 105), dan sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya apabila manusia melihat seorang dhalim, akan tetapi mereka tidak mencegah kedua tangannya, maka dikhawatirkan Allah akan menyiksa mereka semua."

【31】

Musnad Ahmad 31: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] dia berkata: telah mengabarkan kepada kami [Hammam] dari [Farqad As Sabakhi] dan ['Affan] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Murrah Ath Thayyib] dari [Abu Bakar Ash Shiddiq] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Tidak akan masuk surga orang yang berperangai jelek."

【32】

Musnad Ahmad 32: Telah menceritakan kepada kami [Yazid Bin Harun] telah mengabarkan kepada kami [Shadaqah Bin Musa] dari [Farqad As Sabakhi] dari [Murrah Ath Thayyib] dari [Abu Bakar Ash Shiddiq] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Tidak akan masuk surga seorang penipu, orang yang pelit, orang yang mengungkit-ungkit pemberiannya dan orang yang berperangai jelek, dan yang pertama kali akan masuk surga adalah budak yang taat kepada Rabbnya dan kepada tuannya."

【33】

Musnad Ahmad 33: Telah menceritakan kepada kami [Rauh] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Sa'id Bin Abu Arubah] dari [Abu At Tayyah] dari [Al Mughirah Bin Subai'] dari ['Amru Bin Huraits] bahwa [Abu Bakar] sembuh dari sakitnya, kemudian dia pergi menemui orang-orang dan meminta maaf karena sesuatu dan berkata: "Kami tidak menginginkan kecuali kebaikan." lalu berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda kepada kami, bahwa Dajjal akan muncul dari bumi bagian timur, yang disebut Khurosan, banyak manusia yang mengikutinya, wajah mereka bagaikan tameng yang ditempa."

【34】

Musnad Ahmad 34: Telah menceritakan kepada kami [Rauh] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Yazid Bin Khumair] dia berkata: Aku mendengar [Sulaim Bin 'Amir] lelaki penduduk Himsha dan dia bertemu para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dia berkata: dan dalam riwayat lain dia berkata: aku mendengar [Ausath Al Bajali] dari [Abu Bakar Ash Shiddiq], Ausath berkata: Aku mendengarnya berkhutbah dihadapan manusia." Dan dalam kesempatan lain dia berkata: Ketika dia diangkat menjadi khalifah, dia berkata: "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri di tempatku ini pada tahun pertama." Kemudian Abu Bakar menangis, lalu berkata: "Aku memohon ampunan dan keselamatan kepada Allah, karena sesungguhnya manusia tidak diberi yang lebih baik dari keselamatan setelah beriman, berlaku jujurlah kalian karena dia berada di Surga, dan jauhilah perbuatan dusta karena dusta itu bersama dengan kejahatan, dan keduanya berada di Neraka, janganlah kalian saling memutus tali silaturrahim, saling membenci, saling mendengki, dan jangan pula saling menghindar, akan tetapi jadilah kalian bersaudara sebagaimana yang Allah perintahkan kepada kalian."

【35】

Musnad Ahmad 35: Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Adam] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar yaitu Ibnu 'Ayyasy] dari ['Ashim] dari [Zirr] dari [Abdullah], bahwa [Abu Bakar] dan [Umar] menyampaikan kabar gembira kepadanya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa suka untuk membaca Al Qur'an dengan benar sebagaimana diturunkan, maka hendaknya dia membacanya seperti bacaan Ibnu Ummi Abd." Dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar] dan [Yazid bin Abdul Aziz] dari [Al A'masy] dari [Ibrahim] dari ['Alqamah] dari [Umar Bin Al Khaththab] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam seperti hadits diatas, dia berkata: "lembut Atau lunak."

【36】

Musnad Ahmad 36: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] mantan budak Bani Hasyim, Telah menceritakan kepada kami [Abdul 'Aziz Bin Muhammad] dan [Sa'id Bin Salamah Bin Abul Husam] dari ['Amru Bin Abu 'Amru] dari [Abul Huwairits] dari [Muhammad Bin Jubair Bin Muth'im] bahwa Utsman berkata: Aku berangan-angan bisa bertanya kepada Rasulullah tentang sesuatu yang bisa menyelamatkan kami dari bisikan setan kepada diri kami, maka [Abu Bakar] berkata: Aku bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang hal itu, maka beliau bersabda: "Yang bisa menyelamatkan kalian dari itu adalah, kalian mengucapkan kalimat yang aku perintahkan kepada pamanku untuk mengucapkannya tetapi dia tidak mau mengucapkannya."

【37】

Musnad Ahmad 37: Telah menceritakan kepada kami [Isma'il Bin Ibrahim] dari [Yunus] dari [Al Hasan] bahwa [Abu Bakar berkhutbah] dihadapan manusia, kemudian dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Wahai manusia, sesungguhnya di dunia ini manusia tidak diberi sesuatu yang lebih baik dari keyakinan dan keselamatan, maka mohonlah keduanya kepada Allah."

【38】

Musnad Ahmad 38: Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub Bin Ibrahim] Telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Ibnu Ishaq]. Dia berkata: dan Telah menceritakan kepada kami [Husain Bin Abdullah] dari [Ikrimah] mantan budak Ibnu Abbas dari [Ibnu Abbas], dia berkata: Ketika para sahabat hendak menggali liang lahat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (mereka mempunyai dua pilihan antara:) Abu Ubaidah Bin Al Jarrah (kalau membuat kuburan) yang menggali seperti galian penduduk Makkah, dan Abu Thalhah Zaid Bin Sahl yang menggali seperti galian penduduk Madinah yaitu membuat liang lahat, lalu Al Abbas memanggil dua orang lelaki dan berkata kepada salah satunya: "Pergilah kepada Abu Ubaidah!" Dan berkata kepada yang lain: "Pergilah ke Abu Thalhah! Ya Allah pilihkanlah Untuk Rasul-Mu." Dan ternyata orang yang pergi ke Abu Thalhah mendapatinya dan segera membawanya, kemudian dia membuat lahat untuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【39】

Musnad Ahmad 39: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Abdullah Bin Az Zubair] Telah menceritakan kepada kami [Umar Bin Sa'id] dari [Ibnu Abi Mulaikah] telah mengabarkan kepadaku [Uqbah Bin Al Harits] dia berkata: Aku keluar bersama [Abu Bakar Ash Shiddiq] selesai shalat Ashar beberapa malam setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam wafat, tiba-tiba Ali berjalan lewat disampingnya, kemudian dia melewati Hasan Bin Ali yang sedang bermain bersama anak anak, maka menggendongnya di atas pundaknya, seraya berkata: "Wahai demi bapakku, dia mirip dengan Nabi dan tidak mirip dengan Ali." Uqbah berkata: "Dan Ali tertawa."

【40】

Musnad Ahmad 40: Telah menceritakan kepada kami [Aswad Bin 'Amir] Telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Jabir] dari ['Amir] dari [Abdurrahman Bin Abza] dari [Abu Bakar] dia berkata: Aku duduk disamping Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, tiba tiba datanglah Ma'iz Bin Malik dan mengaku dihadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (telah berzina) untuk yang pertama kalinya namun beliau menolak pengakuannya, kemudian dia datang kepada beliau dan mengaku dihadapan beliau yang kedua kalinya namun beliau menolaknya, kemudian datang kepada beliau dan mengaku yang ketiga kalinya dan beliau pun menolaknya, maka aku berkata kepadanya: "Jika kamu mengaku yang keempat kalinya niscaya beliau akan merajammu." Abu Bakar berkata: "Kemudian dia mengaku yang keempat kalinya maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menahannya, kemudian beliau bertanya tentang dia, maka mereka menjawab: "Kami tidak tahu tentang dia kecuali kebaikan (sehat akalnya bukan orang gila)." Maka Rasulullah memerintahkan untuk merajamnya.

【41】

Musnad Ahmad 41: Telah menceritakan kepada kami [Ali Bin 'Ayyasy] Telah menceritakan kepada kami [Al Walid Bin Muslim] dia berkata: telah mengabarkan kepada kami [Yazid Bin Sa'id Bin Dzi 'Ashwan Al 'Ansi] dari [Abdul Malik Bin Umair Al Lakhmi] dari [Rafi' Ath Tha'i] orang yang mendampingi [Abu Bakar] pada peperangan As Sulasil, dia berkata: Aku bertanya kepadanya tentang ucapan yang mereka katakan pada saat mereka Bai'at, maka dia berkata sambil bercerita kepada Rafi' tentang apa yang di katakan oleh orang Anshar, dan apa yang dikatakannya kepada mereka, serta apa yang dikatakan Umar Bin Al Khaththab kepada orang Anshar dan apa yang dia sampaikan kepada mereka tentang kepemimpinanku kepada mereka atas perintah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika beliau sakit, kemudian mereka membai'atku untuk itu dan akupun menerimanya dari mereka, dan aku khawatir akan terjadi fitnah yang menyebabkan setelahnya terjadi kemurtadan.

【42】

Musnad Ahmad 42: Telah menceritakan kepada kami [Ali Bin 'Ayyasy] Telah menceritakan kepada kami [Al Walid Bin Muslim] Telah menceritakan kepadaku [Wahsyi Bin Harb] dari [bapaknya] dari [kakeknya] Wahsyi Bin Harb, bahwa [Abu Bakar] menunjuk Khalid Bin Walid untuk memerangi orang-orang yang murtad, kemudian berkata: sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sebaik-baik hamba Allah dan saudara untuk bergaul adalah Khalid Bin Al Walid dan salah satu dari pedang-pedang Allah, yang Allah hunuskan kepada orang-orang kafir dan munafiq."

【43】

Musnad Ahmad 43: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman Bin Mahdi] Telah menceritakan kepada kami [Mu'awiyah yaitu Ibnu Shalih] dari [Sulaim Bin 'Amir Al Kula'i] dari [Ausath Bin 'Amru] dia berkata: Aku tiba di Madinah satu tahun setelah wafatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian aku mendapati [Abu Bakar] sedang berkhutbah di hadapan orang-orang lalu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri di hadapan kami pada tahun pertama, beliau merasa tercekik oleh ungkapan tersebut sebanyak tiga kali, kemudian beliau bersabda: "Wahai manusia mohonlah keselamatan kepada Allah, karena sesungguhnya tidaklah seseorang diberi seperti keyakinan setelah keselamatan, dan tidak ada yang lebih dahsyat dari keraguan setelah kekufuran. berlaku jujurlah kalian karena dia membawa kepada kebaikan dan keduanya membawa kepada Surga, dan jauhilah perbuatan dusta karena dia membawa kepada perbuatan dosa dan keduanya akan membawa ke Neraka."

【44】

Musnad Ahmad 44: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Muyassar Abu Sa'd Ash Shaghani Al Makfuf] Telah menceritakan kepada kami [Hisyam Bin 'Urwah] dari [bapaknya] dari [Aisyah] dia berkata: Sesungguhnya ketika ajal [Abu Bakar] tiba, dia bertanya: "Hari apakah ini?" orang-orang menjawab: "Hari senin." dia berkata: "Apabila aku meninggal pada malamku ini, maka janganlah kalian menungguku sampai besok, karena sebaik-baik hari dan malam bagiku adalah yang paling dekat dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【45】

Musnad Ahmad 45: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Sufyan], Telah menceritakan kepada kami ['Amru Bin Murrah] dari [Abu 'Ubaidah] dia berkata: Setelah satu tahun wafatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam [Abu Bakar] berdiri dan berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri di tempatku ini pada tahun pertama kemudian bersabda: "Mohonlah keselamatan kepada Allah karena tidak ada pemberian yang lebih baik bagi hamba melebihi keselamatan, dan berlaku jujurlah kalian karena dia membawa kepada kebajikan dan keduanya menghantarkan ke Surga, dan jauhilah perbuatan dusta dan kejahatan karena keduanya akan menghantarkan ke Neraka."

【46】

Musnad Ahmad 46: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman Bin Mahdi] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Utsman Bin Al Mughirah] dia berkata: aku mendengar [Ali Bin Rabi'ah dari kalangan Bani Asad] bercerita dari [Asma'] atau Ibnu Asma' dari kalangan Bani Fazarah dia berkata: [Ali] berkata: Apabila aku mendengar sesuatu dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka Allah jadikan apa yang aku dengar itu bermanfaat bagiku menurut kehendak-Nya, dan telah menceritakan kepadaku [Abu Bakar] dan benarlah Abu Bakar, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah seorang muslim berbuat dosa kemudian dia berwudlu dan melaksanakan shalat dua rakaat kemudian memohon ampun kepada Allah Ta'ala atas dosa dosanya, melainkan Allah pasti mengampuninya." Lalu dia membaca dua ayat ini {Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, Kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang} {dan orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji atau mendhalimi diri meraka sendiri} (An Nisa': 110-111). Telah bercerita kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami Syu'bah dia berkata: aku mendengar Utsman dari keluarga Abu Uqail Ats Tsaqafi berkata: Syu'bah berkata: dan dia membaca dua ayat ini {Barangsiapa berbuat kejelekan maka ia akan dibalas dengannya} {Dan orang-orang yang apabila melakukan perbuatan keji}.

【47】

Musnad Ahmad 47: Telah menceritakan kepada kami [Bahz Bin Asad] Telah menceritakan kepada kami [Salim Bin Hayyan] dia berkata: aku mendengar [Qatadah] bercerita dari [Humaid Bin Abdurrahman] bahwa [Umar] berkata: sesungguhnya [Abu Bakar] berkhutbah kepada kami kemudian berkata: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri di hadapan kami pada tahun pertama kemudian bersabda: "Ketahuilah sesungguhnya tidak dibagikan di antara manusia sesuatu yang lebih utama dari keselamatan setelah keyakinan, ketahuilah sesungguhnya kejujuran dan kebaikan keduanya menghantarkan ke Surga, ketahuilah sesungguhnya dusta dan perbuatan keji akan menghantarkan ke Neraka."

【48】

Musnad Ahmad 48: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dia berkata: aku mendengar [Abu Ishaq] berkata: aku mendengar [Al Barra'] berkata: Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berjalan dari Makkah menuju Madinah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kehausan, kemudian mereka melewati seorang penggembala kambing, [Abu Bakar Ash Shiddiq] berkata: "Aku ambil sebuah kendi kemudian memerah sedikit susu kedalamnya untuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu aku berikan kepada beliau dan beliau meminumnya sampai aku merasa lega."

【49】

Musnad Ahmad 49: Telah menceritakan kepada kami [Bahz] Telah menceritakan kepada kami [Ya'la Bin 'Atho'] dia berkata: aku mendengar ['Amru Bin 'Ashim] berkata: aku mendengar [Abu Hurairah] berkata: Abu Bakar berkata: "Wahai Rasulullah, ajarilah aku do'a yang dapat aku baca setiap pagiku, soreku dan sebelum aku tidur." Beliau menjawab: "Bacalah: 'ALLAHUMMA FAATHIRAS SAMAAWAATI WAL 'ARDL 'AALIMAL GHAIBI WASY SYAHAADAH' (ya Allah pencipta langit langit dan bumi, yang maha mengetahui hal yang gaib dan yang tampak)." atau beliau bersabda: "ALLAHUMMA 'AALIMAL GHAIBI WASY SYAHAADAH FAATHIRAS SAMAAWAATI WAL'ARDL RABBA KULLA SYAI'IN WAMALIIKAHU, ASYHADU ANLAA ILAAHA ILLA ANTA 'A'UUDZUBIKA MIN SYARRI NAFSII WA SYARRIS SYAITHON WASYIRKIHI (ya Allah pencipta langit langit dan bumi yang maha mengetahui hal yang gaib dan yang tampak, Rabb segala sesuatu dan pemiliknya, aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Engkau, aku berlindung kepada-Mu dari keburukan diriku dan keburukan setan beserta sekutunya)." Telah menceritakan kepada kami ['Affan] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Ya'la Bin Atho'] dia berkata: aku mendengar ['Amru Bin 'Ashim Bin Abdullah], kemudian menyebutkan hadits yang semakna.

【50】

Musnad Ahmad 50: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Isma'il] dia berkata: aku mendengar [Qais Bin Abu Hazim] bercerita dari [Abu Bakar Ash Shiddiq], bahwa Dia berkhutbah kemudian berkata: wahai manusia sesungguhnya kalian membaca ayat ini, akan tetapi kalian tidak menempatkannya sebagaimana yang Allah maksudkan: {Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu, tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudlarat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk.} (Al Maidah: 105) aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya apabila manusia melihat kemungkaran diantara mereka kemudian tidak mengingkarinya, maka dikhawatirkan Allah akan menimpakan siksanya secara merata kepada mereka semua."

【51】

Musnad Ahmad 51: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Taubah Al 'Anbari] dia berkata: aku mendengar [Abu Sawwar Al Qadli] berkata: dari [Abu Barzah Al Aslami] dia berkata: Seorang lelaki bersikap kasar kepada [Abu Bakar As Siddiq], Abu Sawwar berkata: Maka Abu Barzah berkata: "Bolehkah aku memenggal lehernya?" Maka Abu Bakar menghardiknya dan dia menjawab: "(Memberi keputusan untuk hal seperti) Itu tidak boleh dilakukan untuk seseorang setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【52】

Musnad Ahmad 52: Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj Bin Muhammad] Telah menceritakan kepada kami [Laits] Telah menceritakan kepadaku [Uqail] dari [Ibnu Syihab] dari ['Urwah Bin Zubair] dari [Aisyah] istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dia mengabarkan kepadanya, bahwa Fathimah putri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengirim surat kepada Abu Bakar Ash Shiddiq meminta bagian harta warisnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang Allah jadikan harta Fai` bagi beliau di Madinah, Fadaq dan sisa seperlima dari perang Khaibar, maka [Abu Bakar] menjawab: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Kami tidak diwarisi, harta yang kami tinggalkan adalah sebagai sedekah, hanya saja keluarga Muhammad memakan dari harta ini." Dan sungguh demi Allah, aku tidak akan merubah sesuatu yang menjadi sedekah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang sudah ada sejak awal pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan aku akan melaksanakannya sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Kemudian Abu Bakar menolak untuk memberikan sedikitpun darinya kepada Fathimah, sehingga timbul pada diri Fathimah perasaan tidak enak kepada Abu Bakar dalam hal ini, maka Abu Bakar berkata: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh kerabat dekat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lebih aku cintai dari pada menyambung keluarga dekatku, adapun apa yang terjadi diantara aku dengan kalian tentang harta ini maka aku tidak akan berpaling dari Al Haq dalam hal ini, dan aku tidak akan meninggalkan perkara yang aku lihat dilakukan oleh Rasulullah melainkan aku akan mengerjakannya."

【53】

Musnad Ahmad 53: Telah menceritakan kepada kami [Abu Kamil] Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] Telah menceritakan kepada kami [Utsman Bin Abu Zur'ah] dari [Ali Bin Rabi'ah] dari [Asma' Bin Al Hakam Al Fazari] dia berkata: aku mendengar [Ali] berkata: Jika aku mendengar sebuah hadits dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka Allah memberiku manfaat dari padanya menurut yang dikehendaki-Nya. Dan jika ada orang lain yang menceritakannya kepadaku, maka aku memintanya untuk bersumpah, apabila dia telah bersumpah kepadaku maka aku membenarkannya. Sesungguhnya [Abu Bakar] telah menceritakan kepadaku dan benarlah Abu Bakar bahwa dia telah mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah seorang lelaki berbuat dosa kemudian dia berwudlu dan membaguskan wudlunya, kemudian dia melaksanakan shalat dua rakaat dan memohon ampun kepada Allah Ta'ala, kecuali Allah pasti akan mengampuni dosanya." Kemudian beliau membaca: {Dan orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau mendhalimi diri mereka sendiri.}

【54】

Musnad Ahmad 54: Telah menceritakan kepada kami [Abu Kamil] Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim Bin Sa'd] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Syihab] dari ['Ubaid Bin As Sabbaq] dari [Zaid Bin Tsabit] dia berkata: [Abu Bakar] mengutusku ketempat peperangan penduduk Yamamah, kemudian Abu Bakar berkata: "Wahai Zaid Bin Tsabit, kamu adalah pemuda yang cerdas yang tidak kami sangsikan, karena kamu menulis wahyu untuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka telusurilah Al Qur'an dan kumpulkan."

【55】

Musnad Ahmad 55: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] Telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari ['Urwah] dari [Aisyah], bahwa Fathimah dan Al Abbas datang kepada Abu Bakar meminta bagian harta warisnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, pada waktu itu keduanya meminta bagian tanah Rasulullah dari perang Fadaq dan bagian beliau dari perang Khaibar, maka [Abu Bakar] berkata kepada keduanya: Sesunguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Kami tidak diwarisi, apa yang kami tinggalkan adalah sedekah, hanya saja keluarga Muhammad makan dari harta ini." Dan demi Allah, aku tidak akan meninggalkan perkara yang aku lihat dilakukan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, melainkan pasti aku akan melakukannya.

【56】

Musnad Ahmad 56: Telah menceritakan kepada kami [Musa Bin Daud] Telah menceritakan kepada kami [Nafi' yaitu Ibnu Umar] dari [Ibnu Abi Mulaikah] dia berkata: Dikatakan kepada Abu Bakar: "Wahai Khalifatullah." Maka [Abu Bakar] berkata: "Saya adalah khalifah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan saya ridla dengan sebutan ini, dan saya ridla dengan sebutan ini, dan saya ridla dengan sebutan ini."

【57】

Musnad Ahmad 57: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammad Bin Salamah] dari [Muhammad Bin 'Amru] dari [Abu Salamah] bahwa Fathimah berkata kepada Abu Bakar: "Siapa orang yang akan mewarisimu jika kamu meninggal?" Abu Bakar menjawab: "Anakku dan keluargaku." Fathimah bertanya lagi: "Kenapa kami tidak mewarisi dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam?" [Abu Bakar] menjawab: "Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Sesungguhnya Nabi tidak diwarisi.' Akan tetapi aku menanggung orang yang menjadi tanggungan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan menafkahi orang yang dinafkahi oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【58】

Musnad Ahmad 58: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Yazid Bin Zurai'] Telah menceritakan kepada kami [Yunus Bin 'Ubaid] dari [Humaid Bin Hilal] dari [Abdullah Bin Mutharrif Bin Asy Syikhkhir], bahwa dia bercerita kepada mereka dari [Abu Barzah Al Aslami], dia berkata: Ketika kami berada di sisi [Abu Bakar Ash Shiddiq] dalam kerjanya, dia marah kepada seorang lelaki muslim, kemudian semakin bertambah marahnya, setelah aku melihat keadaan itu aku berkata kepadanya: "Wahai khalifah Rasulullah, apakah perlu aku tebas lehernya?" Maka ketika aku sebutkan kata bunuh dia mengalihkan pembicaraan itu kepada pembicaraan lain yang semisalnya, namun setelah kami berpisah Abu bakar memanggilku dan bertanya: "wahai Abu Barzah apa yang telah kamu katakan?" Abu Barzah berkata: Dan aku lupa apa yang telah aku katakan, maka aku menjawab: "Ingatkanlah kepadaku!" Abu bakar bertanya lagi: "Tidakkah kamu ingat apa yang telah kamu katakan?" aku menjawab: "Tidak, demi Allah." maka Abu Bakar berkata: "Bukankah kamu melihat aku sedang marah kepada seorang lelaki kemudian kamu mengatakan: 'Apakah perlu aku tebas lehernya wahai khalifah Rasulullah?' tidakkah kamu ingat hal itu atau bukankah kamu yang melakukan demikian?" aku menjawab: "Ya benar, demi Allah dan sekarang jika engkau perintahkan kepadaku maka akan aku lakukan." Maka Abu Bakar berkata: "Celaka kamu, sesungguhnya yang demikian itu, demi Allah tidak ada yang berhak seorangpun setelah Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam."

【59】

Musnad Ahmad 59: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammad Bin Salamah] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abi 'Athiq] dari [bapaknya] dia berkata: [Abu Bakar Ash Shiddiq] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Siwak adalah pembersih mulut dan di ridlai oleh Allah."

【60】

Musnad Ahmad 60: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Ya'la Bin 'Atho`] dia berkata: aku mendengar ['Amru Bin 'Ashim Bin Abdullah] berkata: aku mendengar [Abu Hurairah] berkata: Abu Bakar berkata: "Wahai Rasulullah, katakan kepadaku sesuatu yang dapat aku ucapkan setiap aku memasuki waktu pagi dan setiap aku memasuki waktu sore!" beliau menjawab: "Bacalah: Allahumma 'Aalimil Ghaibi Wasy Syahaadah Faathiras Samaawaati Wal 'Ardli Rabba Kulla Syai`in Wa Maliikuhu, Asyhadu Anlaa Ilaaha Illa Anta A'uudzubika Min Syarri Nafsii Wamin Syarri asy Syaithooni Wa Syirkihi (ya Allah yang maha mengetahui yang ghaib dan yang nampak, pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan pemiliknya, aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau, aku berlindung kepadaMu dari keburukan jiwaku dan dari kejahatan setan serta sekutunya)." Dan Rasulullah memerintahkan kepadanya agar mengucapkannya setiap pagi, sore dan apabila hendak tidur.

【61】

Musnad Ahmad 61: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Yazid] Telah menceritakan kepada kami [Nafi' Bin Umar Al Jumahi] dari [Abdullah Bin Abu Mulaikah] dia berkata: Dikatakan kepada [Abu Bakar] radliyallahu 'anhu: "Wahai khalifatullah." Maka dia menjawab: "Akan tapi khalifah Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan saya rela dengan panggilan ini."

【62】

Musnad Ahmad 62: Telah menceritakan kepada kami [Musa Bin Daud] Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Al Mu`ammal] dari [Ibnu Abi Mulaikah], dia berkata: Suatu ketika tali kekang kuda terjatuh dari tangan Abu Bakar Ash Shiddiq, kemudian dia memukul lengan depan untanya agar untanya menderum kemudian mengambilnya, maka para sahabat berkata: "Tidakkah kamu perintahkan kepada kami untuk mengambilkannya?" [Abu Bakar] berkata: "Sesungguhnya kekasihku Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar tidak meminta minta apapun kepada manusia."

【63】

Musnad Ahmad 63: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah mengabarkan kepada kami [Sufyan] dari ['Amru Bin Murrah] dari [Abu 'Ubaidah] dari [Abu Bakar], dia berkata: Setelah satu tahun wafatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, Abu Bakar berdiri kemudian berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri dihadapan kami pada tahun pertama lalu beliau bersabda: "Sesungguhnya anak cucu Adam tidak diberi sesuatu yang lebih utama dari keselamatan, maka mohonlah keselamatan kepada Allah, berlaku jujur dan baiklah kalian kerena keduanya berada di Surga, dan jauhilah oleh kalian perbuatan dusta dan kejahatan karena keduanya berada di Neraka."

【64】

Musnad Ahmad 64: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Yazid] dia berkata: telah mengabarkan kepada kami [Sufyan Bin Husain] dari [Az Zuhri] dari [Ubaidullah Bin Abdullah Bin 'Utbah Bin Mas'ud] dari [Abu Hurairah], dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan: 'LAA ILAAHA ILLALLAAH' (tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah), apabila mereka mengucapkannya, maka darah dan harta mereka terlindungi dariku, kecuali atas dasar haq dan perhitungan mereka dikembalikan kepada Allah Ta'la." Abu Hurairah berkata: maka ketika terjadi kemurtadan, [Umar] berkata kepada Abu Bakar: "Apakah kamu memerangi mereka padahal kamu telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda begini dan begini?" Maka [Abu Bakar] menjawab: "Demi Allah aku tidak akan membedakan antara perintah shalat dan zakat, dan saya akan perangi siapa saja yang membedakan keduanya." Abu Hurairah berkata: "Maka kami ikut berperang bersamanya dan kami melihat yang demikian itulah yang benar."

【65】

Musnad Ahmad 65: Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Numair] dia berkata: telah mengabarkan kepada kami [Isma'il] dari [Abu Bakar Bin Abu Zuhair] dia berkata: aku telah [mendapat berita] bahwa [Abu Bakar] berkata: "Wahai Rasulullah, bagaimana akan ada kebaikan setelah ayat ini: {Bukanlah angan-anganmu dan bukan pula angan-angan ahli kitab. Barangsiapa mengerjakan kejahatan niscaya akan dibalas sesuai dengan kejahatan itu} (An Nisa': 23) apakah setiap kejahatan yang kita lakukan akan dibalas?" Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Semoga Allah mengampunimu wahai Abu Bakar, bukankah kamu mengalami sakit, letih, sedih, ditimpa cobaan?" Abu Bakar menjawab: "Ya." Kemudian beliau bersabda: "Maka itu semua adalah balasan bagi kalian."

【66】

Musnad Ahmad 66: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Khalid] dari [Abu Bakar Bin Abu Zuhair] aku mengira sepertinya [Abu Bakar berkata]: "Wahai Rasulullah bagaimana akan ada kebaikan setelah ayat ini." Beliau menjawab: "Semoga Allah merahmatimu wahai Abu Bakar, bukankah kamu mengalami sakit, sedih, ditimpa ujian?" Abu Bakar menjawab: "Ya." Kemudian Nabi bersabda: "Maka sesungguhnya itu semua adalah balasannya." Telah bercerita kepada kami [Ya'la Bin 'Ubaid] telah menceritakan kepada kami [Ismail] dari [Abu Bakar Ats Tsaqafi] dia berkata: [Abu Bakar] berkata: "Wahai Rasulullah bagaimana akan ada kebaikan setelah ayat ini: {Barangsiapa mengerjakan kejahatan niscaya akan dibalas sesuai dengan kejahatan itu.} (QS. An Nisa': 123) kemudian menyebutkan hadits.

【67】

Musnad Ahmad 67: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Khalid] dari [Abu Bakar Bin Abu Zuhair Ats Tsaqafi] dia berkata: Ketika turun ayat: {Bukanlah angan-anganmu dan bukan pula angan-angan ahli kitab. Barangsiapa mengerjakan kejahatan, niscaya akan dibalas sesuai dengan kejahatan itu} (QS. An Nisa': 123), dia berkata: [Abu Bakar] berkata: "Wahai Rasulullah, akankah kita dibalas atas setiap kejahatan yang kita lakukan?" Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Semoga Allah merahmatimu wahai Abu Bakar, bukankah kamu mengalami sakit, sedih, ditimpa ujian? Maka itulah balasan kalian."

【68】

Musnad Ahmad 68: Telah menceritakan kepada kami [Abu Kamil] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Hammad Bin Salamah] dia berkata: aku mengambil surat ini dari [Tsumamah Bin Abdullah Bin Anas] dari [Anas Bin Malik], bahwa [Abu Bakar] menulis surat kepada mereka: "Sesungguhnya ini adalah pembagian zakat yang telah Rasulullah tetapkan kepada kaum muslimin dan yang telah Allah perintahkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka barangsiapa diantara kaum muslimin yang diminta sesuai dengan ketentuannya, hendaklah dia memberikannya, dan barangsiapa diminta melebihi dari ketentuannya maka janganlah memberikannya. Untuk unta yang kurang dari dua puluh lima ekor, dari tiap lima sampai sepuluh unta zakatnya satu kambing, dan jika mencapai dua puluh lima ekor maka zakatnya satu ekor anak unta betina yang umurnya masuk dua tahun, sampai tiga puluh lima ekor, jika tidak ada anak betina unta yang berumur dua tahun maka anak unta laki-laki yang masuk umur tiga tahun, dan jika mencapai jumlah tiga puluh enam maka zakatnya satu ekor anak unta laki-laki yang berumur tiga tahun sampai berjumlah empat puluh lima, dan jika mencapai jumlah empat puluh enam maka zakatnya satu ekor anak unta betina yang masuk umur empat tahun yang sudah seperti unta jantan sampai berjumlah enam puluh ekor, dan jika mencapai jumlah enam puluh satu maka zakatnya satu ekor anak unta betina yang masuk umur lima tahun sampai berjumlah tujuh puluh lima, dan jika mencapai jumlah tujuh puluh enam maka zakatnya dua ekor anak unta betina yang masuk umur tiga tahun sampai berjumlah sembilan puluh, dan jika mencapai jumlah sembilan puluh satu maka zakatnya dua ekor anak unta yang masuk umur empat tahun seperti dua ekor unta jantan sampai berjumlah seratus dua puluh, dan jika lebih dari seratus dua puluh maka setiap empat puluh ekor zakatnya satu ekor anak unta masuk umur tiga tahun, dan setiap lima puluh ekor zakatnya satu ekor anak unta betina masuk umur empat tahun, dan apabila umur unta berbeda-beda dalam kewajiban berzakat maka barangsiapa sudah mencapai wajib zakat anak unta betina yang berumur lima tahun sementara tidak mempunyai anak unta betina yang berumur lima tahun, tetapi mempunyai anak unta betina yang berumur empat tahun, maka itu sudah cukup untuk diterima, akan tetapi ditambah dengan dua ekor kambing jika mudah mendapatkannya atau dua puluh dirham, dan barangsiapa sudah sampai wajib zakat satu ekor anak unta betina yang berumur empat tahun dan dia tidak memiliki kecuali yang berumur lima tahun, maka itu sudah cukup untuk diterima dan diberikan kepada orang yang berzakat dua puluh dirham atau dua ekor kambing. dan barangsiapa sudah mencapai wajib zakat seekor anak unta betina berumur empat tahun sementara dia tidak memilikinya akan tetapi memiliki satu ekor anak unta betina yang berumur tiga tahun, maka itu sudah cukup untuk diterima darinya dan ditambah dengan dua ekor kambing jika mudah mendapatkannya atau dua puluh dirham, dan barangsiapa sudah mencapai wajib zakat satu ekor anak unta betina berumur tiga tahun, akan tetapi tidak memiliki kecuali seekor anak unta betina yang berumur empat tahun, maka itu sudah cukup untuk diterima dan diberikan kepada orang yang berzakat dua puluh dirham atau dua ekor kambing, dan barangsiapa sudah mencapai wajib berzakat satu ekor anak unta betina berumur tiga tahun, akan tetapi tidak memiliki dan memiliki yang berumur dua tahun maka itu sudah cukup untuk diterima darinya dan ditambah dengan dua kambing jika mudah mendapatkannya atau dua puluh dirham, dan barangsiapa sudah mencapai wajib zakat seekor anak unta betina berumur dua tahun, akan tetapi tidak memiliki kecuali seekor anak unta jantan yang berumur tiga tahun, maka itu sudah cukup untuk diterima darinya dan tidak ditambah sesuatu apapun lagi, dan barangsiapa tidak memiliki kecuali empat ekor unta, maka tidak ada zakat baginya kecuali jika pemiliknya menghendaki. Dan dalam zakat kambing yang digembalakan jika jumlahnya mencapai empat puluh ekor, maka zakatnya satu ekor kambing sampai jumlah seratus dua puluh, dan jika lebih dari itu maka zakatnya dua ekor kambing sampai jumlah dua ratus, dan jika lebih satu maka zakatnya tiga ekor kambing sampai jumlah tiga ratus, dan jika lebih maka pada setiap seratus zakatnya satu ekor kambing, dan tidak diambil dalam zakat dari kambing yang belum cukup umur, lemah, ada cacat dan kambing kacang, kecuali jika orang yang berzakat menghendaki, dan tidak boleh dikumpulkan harta yang terpisah (untuk diambil zakatnya) dan juga tidak boleh dipisahkan harta yang berkumpul karena takut dari zakat, dan harta yang bercampur dari dua bagian maka keduanya dikembalikan ke masing masing secara merata, dan jika kambing gembalaan seseorang kurang satu kambing dari empat puluh maka tidak ada zakatnya kecuali jika pemiliknya menghendaki. Dan pada budak zakatnya empat persepuluh dan jika hartanya tidak mencapai kecuali seratus sembilan puluh dirham maka tidak ada zakat kecuali jika pemiliknya menghendaki."

【69】

Musnad Ahmad 69: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] dia berkata: Orang-orang Makkah berkata: "[Ibnu Juraij] mengambil tata cara shalat dari ['Atho'], Atho' mengambilnya dari [Ibnu Az Zubair], Ibnu Az Zubair dari [Abu Bakar] dan Abu Bakar dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, aku tidak melihat orang yang lebih baik shalatnya dari Ibnu Juraij."

【70】

Musnad Ahmad 70: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] dia berkata: telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Salim] dari [Ibnu Umar] dari [Umar] dia berkata: Hafshoh Binti Umar menjanda ditinggal oleh Khunais atau Hudzaifah Bin Hudzafah -Abdurrazzaq ragu- dan dia adalah salah satu sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang menyaksikan peristiwa perang Badar dan meninggal di Madinah, 'Umar berkata: maka aku temui Utsman Bin Affan dan aku tawarkan Hafshah kepadanya, aku berkata: "Jika kamu mau maka aku akan menikahkan kamu dengan Hafshah." Utsman menjawab: "Aku akan pikirkan dahulu hal itu." Berlalu beberapa malam kemudian Utsman menemuiku dan berkata: "Aku belum mempunyai keinginan menikah di hari-hariku ini." Umar berkata: Kemudian aku temui Abu Bakar dan aku katakan kepadanya: "Jika kamu mau aku akan nikahkan kamu dengan Hafshah Binti Umar." Namun dia tidak memberikan jawaban apapun kepadaku, maka dalam hatiku ada perasaan yang melebihi perasaan ketika dengan Utsman, dan berlalu beberapa hari sampai akhirnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam datang kepadaku dan meminang Hafshah, kemudian aku nikahkan Hafshah dengan beliau, Abu Bakar datang menemuiku dan berkata: "Mungkin dalam hatimu ada suatu perasaan kepadaku ketika kamu menawarkan Hafshah kepadaku dan aku tidak memberikan jawaban apapun kepadamu?" Umar berkata: aku menjawab: "Ya." [Abu Bakar] berkata: "Sesungguhnya tidak ada yang menghalangiku untuk kembali kepadamu dengan satu jawaban ketika kamu menawarkan Hafshah kepadaku, akan tetapi aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menyebutnya, dan aku tidak akan menyebarkan rahasia Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, seandainya beliau meninggalkannya pasti aku akan menikahinya."

【71】

Musnad Ahmad 71: Telah menceritakan kepada kami [Ishaq Bin Sulaiman] dia berkata: aku mendengar [Al Mughirah Bin Muslim Abu Salamah] dari [Farqad As Subakhi] dari [Murrah Ath Thayyib] dari [Abu Bakar Ash Shiddiq], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak akan masuk Surga orang yang jelek perangainya." Maka seorang lalaki bertanya: "Wahai Rasulullah bukankah Engkau telah memberitakan bahwa Ummat ini adalah ummat yang paling banyak budak dan yatimnya?" Maka Rasulullah menjawab: "Ya, maka muliakanlah mereka seperti kalian memuliakan anak-anak kalian, berilah mereka makan dari makanan yang kamu makan." Para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah yang dapat bermanfaat bagi kami di dunia?" Beliau menjawab: "Kendaraan yang baik yang kalian tambat untuk berperang di jalan Allah dan budak yang mencukupimu, dan apabila dia shalat maka dia adalah saudaramu."

【72】

Musnad Ahmad 72: Telah menceritakan kepada kami [Utsman Bin Umar] dia berkata: telah mengabarkan kepada kami [Yunus] dari [Az Zuhri] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Ibnu As Sabbaq] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Zaid Bin Tsabit], bahwa [Abu Bakar] radliyallahu anhu mengutus kepadanya ke tempat perang penduduk Yamamah sementara Umar berada di sisinya, maka Abu Bakar berkata: Sesungguhnya Umar telah menemuiku dan dia berkata: "Sesungguhnya korban perang Yamamah banyak berjatuhan, mereka dari para Qori' kaum muslimin, dan saya khawatir akan bertambah banyak para qori' yang terbunuh di medan perang lain sehingga akan hilang sejumlah banyak dari Al Qur'an karena tidak di ketahui, dan sesungguhnya aku berpendapat agar kamu memberikan mandat untuk mengumpulkan Al Qur'an." maka aku berkata kepada Umar: "Bagaimana mungkin aku melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" Maka Umar menjawab: "Demi Allah, itu adalah baik." Kemudian tidak henti-hentinya Umar mendatangiku dan menanyakan tanggapan hal itu, sehingga Allah melapangkan dadaku dan aku sependapat dengan pemikiran Umar." Dia berkata: Sementara Zaid dan Umar duduk di sampingnya tidak mengeluarkan sepatah katapun, maka berkatalah Abu Bakar: "Sesungguhnya kamu adalah seorang pemuda yang cerdas, kami tidak menyangsikan kemampuanmu karena kamu telah menulis wahyu untuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka bukukanlah Al Qur'an!" Zaid berkata: Demi Allah, seandainya mereka membebaniku untuk memindahkan salah satu gunung, hal itu tidak seberat apa yang dia mandatkan kepadaku untuk mengumpulkan Al Qur'an, kemudian aku berkata: "Bagaimana mungkin kalian melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?"

【73】

Musnad Ahmad 73: Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Hammad] Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Al A'masy] dari [Isma'il Bin Raja'] dari [Umair mantan budak Al Abbas] dari [Ibnu Abbas] dia berkata: Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam wafat dan Abu Bakar di angkat menjadi khalifah, Abbas memperkarakan Ali tentang peninggalan yang ditinggalkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka [Abu Bakar] berkata: "Sesuatu yang ditinggalkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan beliau tidak menggerakkannya, aku tidak akan menggerakkannya." Ketika Umar di angkat menjadi khalifah, keduanya mengadukan perkaranya kepada Umar, maka Umar berkata: "Sesuatu yang tidak digerakkan oleh Abu Bakar maka aku tidak akan menggerakkannya." Dan ketika Utsman diangkat menjadi khalifah keduanya mengadukan perkaranya kepada Utsman, maka Utsman terdiam dan menundukkan kepalanya, Ibnu Abbas berkata: "Aku khawatir dia akan mengambilnya, maka aku tepukkan tanganku di tengah-tengah pundak Abbas dan aku katakan: "Wahai bapakku aku bersumpah kepadamu, hendaknya kamu menyerahkannya kepada Ali." Ibnu Abbas berkata: Maka dia menyerahkannya kepada Ali.

【74】

Musnad Ahmad 74: Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Hammad] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari ['Ashim Bin Kulaib] dia berkata: Telah menceritakan kepadaku [seorang syaikh Quraisy dari Bani Taim] dia berkata: Telah menceritakan kepadaku Fulan dan Fulan dan dia berkata: maka dia menyebutkan enam atau tujuh orang semuanya dari Quraisy termasuk di antara mereka adalah [Abdullah Bin Az Zubair], dia berkata: Ketika kami sedang duduk duduk di sisi Umar, tiba tiba Ali dan Abbas datang dengan nada meninggi, maka [Umar] berkata: "Diam wahai Abbas! Aku sudah tahu apa yang akan kamu katakan, kamu mengatakan anak saudaraku dan aku mendapat separuh harta. Dan aku juga sudah tahu apa yang akan kamu katakan wahai Ali, kamu akan mengatakan anak perempuannya berada di bawah asuhanku, maka baginya separuh harta, dan ini yang terjadi pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka kami telah melihat bagaimana beliau memutuskan dalam hal ini, kemudian Abu Bakar melanjutkan setelah Rasulullah dan melakukan apa yang telah dilakukan oleh Rasulullah, kemudian aku lanjutkan sepeninggal Abu Bakar, maka aku bersumpah dengan nama Allah untuk bersungguh sungguh memutuskan hal ini sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasulullah dan Abu Bakar." Kemudian dia berkata: Dan Abu Bakar telah menceritakan kepadaku dan bersumpah bahwa dia jujur telah mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Nabi itu tidak diwarisi hanya saja harta warisnya dibagikan kepada orang-orang fakir dan miskin dari kaum muslimin." Dan [Abu Bakar] telah menceritakan kepadaku dan bersumpah dengan nama Allah bahwa dia jujur, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya seorang Nabi tidak akan meninggal sampai sebagian umatnya menjadikannya imam." Dan (harta) ini pernah ada di kedua tangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan kami telah melihatnya bagaimana beliau melakukannya dalam hal ini, jika kalian kehendaki aku akan berikan kepada kalian berdua supaya kalian memperlakukannya sesuai dengan apa yang dilakukan oleh Rasulullah dan Abu Bakar, sehingga aku berikan kepada kalian berdua." Abdullah bin Zubair berkata: Maka keduanya beranjak pergi, kemudian keduanya datang kembali, Abbas berkata: "Berikanlah kepada Ali karena sesungguhnya jiwa menjadi tentram untuk diberikan kepada Ali."

【75】

Musnad Ahmad 75: Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahab Bin 'Atho`] dia berkata: telah mengabarkan kepada kami [Muhammad Bin 'Amru] dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah] bahwa Fathimah datang kepada Abu Bakar dan Umar radliyallahu 'anhuma, meminta bagian harta warisnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka [Abu Bakar] dan [Umar] berkata: Sesungguhnya kami mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya aku tidak diwarisi."

【76】

Musnad Ahmad 76: Telah menceritakan kepada kami [Hasyim Bin Al Qasim] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Isa yaitu Ibnu Al Musayyab] dari [Qais Bin Abu Hazim] dia berkata: Ketika aku duduk di samping [Abu Bakar] Ash Shiddiq khalifah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebulan setelah wafatnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, Abu Bakar kemudian menceritakan suatu kisah, tiba-tiba dikumandangkan kepada orang-orang: "Sesungguhnya shalat itu berjama'ah." Dan itu merupakan shalat yang pertama kali dilakukan oleh kaum muslimin dengan cara dikumandangkan: "Sesungguhnya shalat itu berjama'ah." Maka berkumpullah orang-orang, kemudian Abu Bakar naik keatas mimbar, tempat yang dibuatkan baginya untuk berkhutbah diatasnya, dan itu merupakan khutbah pertama kali yang dia alami di dalam Islam." Qais berkata: Maka Abu Bakar memuji dan mengagungkan Allah seraya berkata: "Wahai manusia, aku sangat senang apabila orang selainku menggantikan aku dalam masalah ini, dan jika kalian menuntutku dengan sunnah Nabi kalian shallallahu 'alaihi wa sallam, maka aku tidak akan menyanggupinya, karena beliau adalah terjaga dari setan dan wahyu turun dari langit kepadanya."

【77】

Musnad Ahmad 77: Telah menceritakan kepada kami [Hasyim Bin Al Qasim] Telah menceritakan kepada kami [Syaiban] dari [Laits] dari [Mujahid] dia berkata: [Abu Bakar] Ash Shiddiq berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar membaca setiap pagi, sore dan ketika hendak tidur di malam hari: "Allahumma Faathiras Samaawaati Wal Ardli 'Aalimal Ghaibi Wasy Syahaadah Anta Rabba Kulli Syai'in Wa Maalikuhu, Asyhadu Anlaa Ilaaha Illa Anta Wahdaka Laa Syariikalaka Wa Anna Muhammadan 'Abduka Wa Rasuuluka A'uudzubika Min Syarri Nafsii Wa Syarrisy Syaithaani Wa Syirkihi Wa An Aqtarifa 'Ala Nafsii Suu'an Aw Ajurruhu Ilaa Muslimin Aakhar (Ya Allah pencipta langit dan bumi, yang maha tahu terhadap yang ghaib dan yang nampak, Engkaulah Rabb segala sesuatu dan pemiliknya, Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau satu satunya tidak ada sekutu bagiMu, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan jiwaku dan setan beserta sekutunya, dan dari berbuat kejahatan terhadap jiwaku atau mengalihkannya kepada orang muslim yang lain."

【78】

Musnad Ahmad 78: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman Bin Mahdi] dari [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [Haritsah] dia berkata: Sekelompok orang dari syam datang kepada Umar, kemudian mereka berkata: "Sesungguhnya kami mempunyai harta, kuda dan budak, dan kami ingin mengeluarkan zakat dan pensucinya." [Umar] menjawab: "Sebagaimana yang dilakukan oleh kedua sahabatku sebelumku maka aku akan melakukan seperti yang dilakukan mereka berdua." Kemudian dia bermusyawarah dengan para sahabat Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan diantara mereka ada Ali, maka Ali berkata: "Itu adalah baik jika itu bukan pajak rutin yang diambil dari mereka setelah kamu."

【79】

Musnad Ahmad 79: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari [Abu Wa`il] bahwa [Shubay Bin Ma'bad] dahulu adalah seorang Nasrani dari kabilah Taghlib arab, kemudian masuk Islam, lalu dia bertanya: "Amalan apa yang paling utama?" Maka dikatakan padanya: "Jihad di jalan Allah." Kemudian dia ingin berjihad namun dia ditanya: "Apakah kamu sudah haji?" Dia menjawab: "Belum." Maka dikatakan padanya: "Laksanakan haji dan berumrah kemudian berjihad." Maka dia berjalan hingga sampai di suatu tempat yang kering, kemudian dia hendak berniat untuk haji dan umrah, dan ketika itu dilihat oleh Zaid Bin Shuhan dan Salman Bin Rabi'ah, keduanya berkata: "Dia lebih sesat ketimbang untanya." atau "Dia tidak lebih mendapat petunjuk ketimbang untanya." Maka dia datang menemui Umar dan menceritakan kepadanya apa yang dikatakan oleh Zaid dan Salman, maka [Umar] berkata: "Kamu telah sesuai dengan Sunnah Nabimu shallallahu 'alaihi wa sallam." Al Hakam berkata: maka aku bertanya kepada Abu Wa`il: "Apakah Shubay menceritakan kepadamu?" Dia menjawab: "Ya."

【80】

Musnad Ahmad 80: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] dia berkata: aku mendengar ['Amru Bin Maimun] berkata: [Umar] shalat shubuh bersama kami di Muzdalifah kemudian berdiri dan berkata: "Sesungguhnya orang-orang musyrik tidak meninggalkan Muzdalifah sampai matahari terbit dan sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah menyelisihi mereka, sehingga beliau meninggalkan Muzdalifah sebelum matahari terbit."

【81】

Musnad Ahmad 81: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahid Bin Ziyad] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami ['Ashim Bin Kulaib] dia berkata: [bapakku] telah berkata: telah menceritakan kepada kami dengan hadits itu [Ibnu Abbas] dia berkata: Sesuatu yang akan sangat mengherankan kalian adalah, bahwa [Umar] apabila mengundang tetua-tetua dari kalangan sahabat Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, dia juga mengundangku bersama mereka, dan berkata: "Kamu jangan berkata sehingga mereka telah berkata." Maka pada suatu hari atau malam dia mengundang kami dan berkata: "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda tentang lailatul Qadar sebagaimana kalian telah mengetahuinya, maka intailah dia pada malam-malam sepuluh hari terakhir yang ganjil dan di waktu-waktu yang kamu anggap ganjil."

【82】

Musnad Ahmad 82: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dia berkata: aku mendengar ['Ashim Bin 'Amru Al Bajali] bercerita dari [seorang lelaki] di antara sekelompok kaum yang bertanya kepada [Umar bin Al Khaththab]: Kami datang kepadamu hanya untuk menanyakan kepadamu tentang tiga hal: Tentang shalat sunnahnya seorang lelaki di rumah, tentang mandi dari junub dan tentang apa yang diperbolehkan bagi laki-laki dari istrinya yang sedang haid. Maka Umar menjawab: "Apakah kalian tukang sihir, kalian telah menanyakan kepadaku sesuatu yang tidak pernah ditanyakan oleh seorangpun sejak aku menanyakannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" Maka dia berkata: "Shalat sunnahnya seorang lelaki di rumahnya adalah cahaya, maka barangsiapa yang berkehendak terangilah rumahnya." Dan dia menerangkan tentang mandi dari junub: "Hendaknya mencuci kemaluannya kemudian berwudlu kemudian menyiram ke kepalanya sebanyak tiga kali." Dan dia menerangkan tentang istri yang sedang haid: "Baginya adalah apa yang ada di atas kain (selain farji)."

【83】

Musnad Ahmad 83: Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah Bin Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari [Abu An Nadlar] dari [Abu Salamah] dari [Ibnu Umar] bahwa dia berkata: Aku melihat [Sa'd Bin Abi Waqqas] mengusap kedua khuf-nya di Iraq ketika berwudlu, kemudian aku mengingkarinya, maka ketika kami berkumpul di sisi [Umar Bin Al Khaththab] dia berkata: "Tanyakan kepada bapakmu tentang apa yang kamu ingkari dariku tentang mengusap khuf." Maka aku ceritakan kepadanya tentang hal itu, dan dia menjawab: "Jika Sa'd menceritakan sesuatu kepadamu maka jangan kamu bantah karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengusap kedua khuf-nya."

【84】

Musnad Ahmad 84: Telah menceritakan kepada kami [Harun Bin Ma'ruf] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Wahab] dari ['Amru Bin Al Harits] dari [Abu An Nadlar] dari [Abu Salamah Bin Abdurrahman] dari [Abdullah Bin Umar] dari [Sa'd Bin Abi Waqqas] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa Beliau mengusap kedua khuf, dan Abdullah Bin Umar bertanya kepada [Umar] tentang hal itu kemudian dia menjawab: "Ya, jika Sa'd menceritakan sesuatu dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepadamu maka jangan bertanya hal itu kepada selainnya."

【85】

Musnad Ahmad 85: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammam Bin Yahya] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Salim Bin Abul Ja'd Al Ghatafani] dari [Ma'dan Bin Abu Thalhah Al Ya'mari] bahwa [Umar Bin Al Khaththab] berdiri di atas mimbar pada hari Jum'at, kemudian memuji dan mengagungkan Allah lalu menyebutkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan Abu bakar, kemudian berkata: "Aku bermimpi dan aku menganggapnya itu adalah pertanda akan tibanya ajalku, aku bermimpi seakan akan seekor ayam jantan mematukku dua kali." Ma'dan berkata: dia (Umar) menyebutkan bahwa ayamnya berwarna merah, kemudian aku ceritakan kepada Asma' Binti Umais istri Abu Bakar, maka dia berkata: "Seorang lelaki asing/selain arab akan membunuhmu." Umar berkata: "Sesungguhnya orang-orang menyuruhku untuk mengangkat seorang pengganti, dan sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan agama dan kekhilafahanNya, yang telah mengutus Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam dengan mengusungnya, dan jika ajal menjemputku maka urusan ini diserahkan di dalam Syuraa (musyawarah) diantara enam orang yang ketika Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam meninggal beliau ridla kepada mereka, maka siapa saja diantara mereka yang kalian bai'at hendaklah kalian dengar dan taati, dan sesungguhnya aku mengetahui akan ada orang-orang yang akan mengacaukan urusan ini, dan aku adalah yang akan memerangi mereka dengan tanganku atas dasar Islam, mereka itulah musuh musuh Allah, orang-orang kafir lagi sesat, demi Allah, aku tidak akan meninggalkan dari apa-apa yang telah Rabbku janjikan kepadaku kemudian menggantikanku dengan sesuatu yang lebih penting bagiku ketimbang Al Kalalah (seseorang yang meninggal dan tidak meninggalkan bapak serta anak), dan demi Allah, tidak pernah Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam menegaskan sesuatu kepadaku tentang sesuatu sejak aku menemani beliau melebihi ketegasannya kepadaku dalam masalah kalalah sampai beliau menusukkan jarinya ke dadaku dan berkata: "Cukup bagimu ayat tentang shaif yang ada di akhir surat An Nisa'." Sesungguhnya jika aku hidup maka aku akan putuskan masalah itu dengan keputusan yang dapat diketahui oleh orang yang membaca dan orang yang tidak membaca, dan aku bersaksi kepada Allah atas pemimpin pemimpin negri, bahwasannya aku mengutus mereka supaya mereka mengajarkan kepada manusia perihal urusan agama mereka dan agar supaya mereka menjelaskan tentang sunnah Nabi mereka shallallahu 'alaihi wa sallam dan mengadukan kepadaku apa yang tidak mereka ketahui, kemudian sesungguhnya kalian wahai manusia, kalian memakan dua pohon yang tidak aku anggap kecuali keduanya adalah menjijikan, yaitu bawang putih dan bawang merah ini, demi Allah aku telah melihat Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika mencium bau keduanya dari seorang lelaki, beliau menyuruhnya sambil memegang tangannya untuk keluar dari masjid sehingga diletakkan di Baqi', maka barangsiapa memakan keduanya hendaklah memasaknya hingga tidak ada baunya." Ma'dan berkata: "Umar berkhutbah di hadapan manusia pada hari jum'at dan terbunuh pada hari Rabu."

【86】

Musnad Ahmad 86: Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] Telah menceritakan kepada kami [Bapakku] dari [Ibnu Ishaq] dia berkata: Telah menceritakan kepadaku [Nafi' mantan budak Abdullah Bin Umar] Dari [Abdullah Bin Umar], dia berkata: Aku berangkat bersama Zubair dan Miqdad Bin Aswad melihat harta-harta kami di khaibar untuk mengeceknya, ketika kami sampai di sana, kami berpencar ke tanah milik kami masing-masing, ditengah malam ketika sedang tertidur diatas kasurku aku diserang, pergelangan tanganku di bengkokkan dari sikunya, ketika menjelang pagi hari kedua sahabatku berteriak memanggilku, mereka mendatangiku dan bertanya: "Siapa yang telah berbuat demikian kepadamu." Aku menjawab: "Tidak tahu." Dia melanjutkan, maka Zubair dan Miqdad memperbaiki (kembali posisi) tanganku kemudian membawaku ke hadapan Umar, dan [Umar] berkata: "Ini perbuatan orang yahudi." Kemudian dia berdiri dan berkhutbah di hadapan manusia: "Wahai manusia, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mempekerjakan orang-orang yahudi Khaibar, dengan perjanjian kita mengusir mereka jika kita menghendaki, dan mereka telah berbuat aniaya kepada Abdullah bin Umar dengan membelokkan pergelangan tangannya sebagaimana yang telah sampai kepada kalian ditambah dengan permusuhan mereka kepada orang-orang Anshar sebelumnya, kita tidak ragu lagi bahwa mereka adalah teman-teman mereka (yahudi), karena di sana kita tidak mempunyai musuh selain mereka, maka barangsiapa mempunyai harta di Khaibar hendaklah diambil karena aku akan mengeluarkan Yahudi." Kemudian Umar mengusir mereka.

【87】

Musnad Ahmad 87: Telah menceritakan kepada kami [Hasan Bin Musa] dan [Husain Bin Muhammad] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Syaiban] dari [Yahya] dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah] bahwa Ketika Umar Bin Al Khaththab sedang berkhutbah pada hari Jum'at, tiba-tiba datang seorang lelaki, maka Umar bertanya: "Kenapa kalian menunda-nunda dari shalat?" maka laki-laki tersebut menjawab: "Tidak lain kecuali ketika aku mendengar adzan maka aku langsung berwudlu." [Umar] bertanya lagi: "Bukankah kalian telah mendengar bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda: "Jika kalian berangkat untuk shalat Jum'at maka mandilah."

【88】

Musnad Ahmad 88: Telah menceritakan kepada kami [Hasan Bin Musa] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Zuhair] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami ['Ashim Al Ahwal] dari [Abu Utsman] dia berkata: Telah datang kepada kami surat dari [Umar], dan kami pada saat itu berada di Azerbaijan, yang isinya: "Wahai Utbah Bin Farqad, janganlah kalian bersenang-senang dan mengenakan perhiasan orang-orang musyrik, serta memakai pakaian sutra, karena sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang kami memakai sutra, kemudian beliau bersabda: "Kecuali begini." Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengangkat kedua jarinya kepada kami."

【89】

Musnad Ahmad 89: Telah menceritakan kepada kami [Hasan] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Aswad] bahwa dia mendengar [Muhammad Bin Abdurrahman Bin Labibah] bercerita dari [Abu Sinan Ad Dauli], bahwa Dia datang menemui [Umar Bin Al Khaththab], dan di sisinya ada orang-orang Muhajirin pendahulu, kemudian Umar mengeluarkan keranjang yang didatangkan dari sebuah benteng di Iraq yang di dalamnya ada cincin, kemudian cincin itu diambil oleh salah seorang anaknya dan dimasukkan ke dalam mulutnya, maka Umar mengeluarkan dari mulutnya kemudian Umar menangis, orang-orang yang ada di sampingnya bertanya: "Kenapa kamu menangis, bukankah Allah telah menaklukkan bagimu dan memenangkanmu dari musuh musuhmu serta membuat tentram pandanganmu?" Umar menjawab: Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah dunia dibukakan kepada seorang hamba, kecuali Allah akan menjadikan kebencian dan permusuhan diantara mereka pada hari Kiamat." dan saya takut yang demikian itu.

【90】

Musnad Ahmad 90: Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] Telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Ibnu Ishaq] Telah menceritakan kepadaku [Nafi'] dari [Abdullah Bin Umar] dari [bapaknya] dia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang apa yang harus dilakukan oleh seseorang yang junub kemudian ingin tidur sebelum mandi? Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Hendaknya dia berwudlu seperti wudlu untuk shalat kemudian tidur."

【91】

Musnad Ahmad 91: Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] Telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Ibnu Ishaq] Telah menceritakan kepadaku [Az Zuhri] dari [Ubaidullah Bin Abdullah Bin 'Utbah Bin Mas'ud] dari [Abdullah bin Abbas], dia berkata: aku mendengar [Umar Bin Khattab] berkata: Ketika Abdullah Bin Ubay meninggal, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dipanggil untuk menshalatinya, maka beliau bergegas mendatanginya, tatkala beliau berdiri dihadapannya untuk menshalatinya aku menghalanginya sehingga aku berdiri dihadapan beliau dan berkata: "Wahai Rasulullah, Abdullah Bin Ubay adalah dedengkot musuh Allah yang mengatakan pada hari ini dan ini." Dia menyebutkan nama nama harinya, kemudian Umar melanjutkan: Akan tetapi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam hanya tersenyum sampai ketika aku mengulang-ulang perkataanku beliau berkata: "Minggirlah dariku wahai Umar, sesungguhnya aku di beri pilihan maka aku memilih, dan sudah di sebutkan: {Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampunan kepada mereka.} (Al Anfal: 80) Seandainya aku tahu apabila aku menambah permohonanku sampai tujuh puluh kali dia akan mendapat ampunan niscaya aku akan tambah." Umar berkata: kemudian beliau menshalatinya dan mengantarkan jenazahnya lalu berdiri di atas kuburannya sampai selesai dimakamkan." Umar berkata: "Aku heran dengan diriku atas lancangnya diriku kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, padahal Allah dan Rasul-Nya lebih tahu." Umar berkata lagi: "Maka demi Allah tidak lama kemudian turunlah dua ayat ini (At Taubah: 80, 84)." Dan janganlah kamu sekali-kali menshalatkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam setelah itu tidak pernah lagi menshalati orang munafiq dan tidak juga berdiri di atas quburannya.

【92】

Musnad Ahmad 92: Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] Telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Ibnu Ishaq] dia berkata: Telah menceritakan kepadaku [Nafi' mantan budak Abdullah] dari [Abdullah], Nafi' berkata: Abdullah Bin Umar berkata: Jika seorang lelaki tidak memiliki pakaian kecuali satu maka hendaklah menggunakan pakaian tersebut seperti mengenakan sarung kemudian laksanakan shalat, karena sesungguhnya aku pernah mendengar [Umar Bin Al Khaththab] berkata demikian, dan dia berkata: "Janganlah kalian berselimut dengan pakaian jika hanya ada satu pakaian saja, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi." Nafi' berkata: "Seandainya aku katakan kepada kalian bahwa Abdullah Bin Umar telah menyandarkannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka aku berharap bahwa aku tidak dusta."

【93】

Musnad Ahmad 93: Telah menceritakan kepada kami [Mu`ammal] Telah menceritakan kepada kami [Hammad] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Ziyad Bin Mikhraq] dari [Syahr] dari [Uqbah Bin 'Amir] dia berkata: Telah menceritakan kepadaku [Umar], bahwa dia telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa meninggal dunia dalam keadaan beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka akan dikatakan padanya: 'Masuklah ke dalam surga melalui salah satu pintu dari delapan pintu mana saja yang kamu sukai.'"

【94】

Musnad Ahmad 94: Telah menceritakan kepada kami [Aswad Bin 'Amir] dia berkata: telah mengabarkan kepada kami [Ja'far yaitu Al Ahmar] dari [Mutharrif] dari [Al Hakam] dari [Mujahid] dia berkata: Seorang lelaki menebas anaknya dengan pedang sehingga membunuhnya, kemudian perihal tersebut diangkat kepada Umar, maka [Umar] berkata: Seandainya aku tidak mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda: "Seorang bapak tidak diqishash karena membunuh anaknya." Niscaya aku akan membunuhmu sebelum kamu bermalam.

【95】

Musnad Ahmad 95: Telah menceritakan kepada kami [Aswad Bin 'Amir] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Zuhair] dari [Sulaiman Al A'masy] Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim] dari ['Abis Bin Rabi'ah] dia: Aku melihat [Umar] memandang ke arah hajar Aswad seraya berkata: "Demi Allah seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menciummu pasti aku tidak akan menciummu." Kemudian dia menciumnya.

【96】

Musnad Ahmad 96: Telah menceritakan kepada kami [Abul Yaman] dia berkata: telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib] dari [Az Zuhri] dia berkata: telah mengabarkan kepada kami [As Sa`ib Bin Yazid] anak saudara perempuan Namir, bahwa [Huwaithib Bin Abdul 'Uzza] telah mengabarkan kepadanya, bahwa [Abdullah Bin Sa'di] telah mengabarkan kepadanya, bahwa Dia datang kepada Umar Bin Al Khaththab pada saat kekhilafahannya, maka Umar berkata kepadanya: "Belum diceritakan kepadaku (tentang satu perihal), bahwa kamu bertugas mengurusi pekerjaan orang-orang, kemudian apabila kamu diberi upah kamu tidak menyukainya?" Abdullah Bin Sa'di berkata: Maka aku menjawab: "Betul." Umar berkata: "Apa yang kamu kehendaki dari itu?" Dia menjawab: Maka aku menjawab: "Sesungguhnya aku punya beberapa kuda dan budak, dan saya dalam keadaan berkecukupan, aku ingin upahku disedekahkan kepada kaum muslimin." [Umar] berkata: "Jangan kamu lakukan demikian, karena sesungguhnya akupun menghendaki seperti yang kamu kehendaki, akan tetapi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberiku pemberian dan aku katakan: 'Berikanlah itu kepada orang yang lebih fakir dari saya!' sampai pada suatu ketika beliau memberiku harta dan aku katakan: 'Berikanlah kepada orang yang lebih fakir dariku' maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menegurku dan berkata: "Ambillah dan kembangkanlah (infestasikan) harta itu kemudian berinfaqlah dengannya. Apa yang datang kepadamu dari harta ini sedangkan kamu tidak mengharapkannya dan tidak meminta-mintanya maka ambillah, dan apabila tidak seperti demikian maka janganlah kamu mengklaimnya menjadi milikmu."

【97】

Musnad Ahmad 97: Telah menceritakan kepada kami [Sakan Bin Nafi' Al Bahili] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Shalih] dari [Az Zuhri] dia berkata: Telah menceritakan kepadaku [Rabi'ah Bin Darraj] bahwa [Ali Bin Abu Thalib] melaksanakan shalat sunnah dua rakaat setelah Ashar dalam perjalanan menuju Makkah, kemudian hal tersebut terlihat oleh Umar dan dia marah kepadanya, kemudian berkata: "Demi Allah, bukankah kamu telah mengetahuinya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang darinya."

【98】

Musnad Ahmad 98: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Yazid] Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ishaq] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Al 'Ala` Bin Abdurrahman Bin Ya'qub] dari [seorang lelaki Quraisy dari Bani Sahm] dari seorang [lelaki di antara mereka yang disebut Majidah] dia berkata: Aku bertengkar dengan seorang budak lelaki di Makkah, kemudian dia menggigit dan memutuskan telingaku -atau- aku menggigit dan memutuskan telinga, maka ketika Abu Bakar datang kepada kami untuk melaksanakan haji, kami mengajukan perkara itu kepadanya, maka dia menjawab: "Bawalah keduanya kepada Umar Bin Al Khaththab, jika orang yang melukai mencapai untuk dilaksanakan qishash, maka hendaklah dia mengqishashnya." Dia berkata: Maka ketika kami sudah tiba dihadapan [Umar Bin Al Khaththab], dia memandang kami dan berkata: "Ya, sudah sampai batas untuk dilakukan qishash, panggilkanlah untukku tukang bekam." Maka ketika dia menyebut tukang bekam dia berkata: Adapun aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Aku telah memberikan seorang hamba sahaya kepada bibiku dari pihak ibu dengan harapan semoga Allah memberkahinya dengannya, dan aku telah melarangnya agar jangan sampai menjadikannya sebagai tukang bekam, tukang jagal hewan atau tukang emas." Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Ibnu Ishaq] dia berkata: dan telah menceritakan kepada kami [Al 'Ala` Bin Abdurrahman] dari [seorang lelaki dari Bani Sahm] dari [Ibnu Majidah As Sahmi] bahwa dia berkata: "Abu Bakar berangkat haji kepada kami pada masa kekhilafahannya." kemudian dia menyebutkan hadits.

【99】

Musnad Ahmad 99: Telah menceritakan kepada kami ['Ubaidah Bin Humaid] dari [Daud Bin Abu Hind] dari [Abu Nadlrah] dari [Abu Sa'id] dia berkata: [Umar] berkhutbah di hadapan manusia dan berkata: "Sesungguhnya Allah telah memberikan keringanan kepada Nabi-Nya terhadap apa yang dikehendakinya, dan sesungguhnya Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah berlalu kepada jalannya, maka sempurnakanlah haji dan Umrah sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah, dan jagalah kemaluan kaum wanita ini."

【100】

Musnad Ahmad 100: Telah menceritakan kepada kami ['Ubaidah Bin Humaid] Telah menceritakan kepadaku [Ubaidullah Bin Umar] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dari [Umar Bin Al Khaththab], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya: "Apakah boleh seseorang tidur apabila dia junub?" beliau menjawab: "Ya kalau telah berwudlu."

【101】

Musnad Ahmad 101: Telah menceritakan kepada kami [Al Hasan Bin Yahya] dia berkata: telah mengabarkan kepada kami [Ibnul Mubarak] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Rabi'ah Bin Darraj] bahwa Ali shalat dua rakaat setelah Ashar sehingga membuat marah [Umar] dan berkata: "Tidakkah kamu tahu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang kami mengerjakannya."

【102】

Musnad Ahmad 102: Telah menceritakan kepada kami [Abul Mughirah] Telah menceritakan kepada kami [Shafwan] Telah menceritakan kepada kami [Syuraih Bin 'Ubaid] dia berkata: [Umar Bin Al Khaththab] berkata: Aku keluar menghadang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebelum aku masuk Islam, tapi aku dapati beliau telah mendahuluiku di masjid dan aku berdiri di belakangnya, kemudian beliau membuka shalatnya dengan membaca surat Al Haaqqah sehingga aku terkagum-kagum dengan susunan Al Qur'an." Umar melanjutkan: Maka aku berkata: "Demi Allah, orang ini adalah seorang penya'ir sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang Quraisy." Umar melanjutkan: Kemudian beliau mambaca ayat: {Sesungguhnya Al Quran itu adalah benar-benar wahyu Allah yang diturunkan kepada Rasul yang mulia. Dan Al Quran itu bukanlah perkataan seorang penyair, sedikit sekali kamu beriman kepadanya.} (Al Haaqqah: 40-41), Umar berkata: Maka aku berkata: "Penyair." Kemudian beliau membaca: {Dan bukan pula perkataan tukang tenung, sedikit sekali kamu mengambil pelajaran daripadanya. Ia adalah wahyu yang diturunkan dari Tuhan semesta alam. Seandainya dia (Muhammad) mengadakan sebagian perkataan atas (nama) kami, niscaya benar-benar kami pegang dia pada tangan kanannya. Kemudian benar-benar kami potong urat tali jantungnya. Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu.} (Al Haaqqah: 42-47) sampai akhir surat, maka Umar berkata: "Maka Islam benar-benar membenam didalam hatiku."

【103】

Musnad Ahmad 103: Telah menceritakan kepada kami [Abul Mughirah] dan ['Isham Bin Khalid] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Shafwan] dari [Syuraih Bin 'Ubaid] dan [Rasyid Bin Sa'd] dan yang lainnya, mereka berkata: Ketika [Umar] sampai di Saragh, dia mendapat berita bahwa di Syam telah terjadi wabah yang parah, maka dia berkata: "Telah sampai berita kepadaku bahwa telah terjadi wabah yang parah di Syam, maka aku katakan: 'Jika ajal menjemputku sedang Abu Ubaidah Bin Jarrah masih hidup, niscaya aku akan mengangkatnya menjadi penggantiku, dan jika aku ditanya oleh Allah: 'Kenapa kamu mengangkatnya sebagai penggantimu untuk ummat Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam?' aku akan menjawab: 'Sesungguhnya aku mendengar Rasul-Mu shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya pada setiap Nabi itu ada seorang amin (orang yang dipercaya) sedangkan aminku adalah Abu 'Ubaidah Bin Jarrah." Maka orang-orang mengingkarinya dan mengatakan: "Ada apa dengan petinggi Quraisy?" Yang mereka maksud adalah Bani Fihri, kemudian Umar berkata: "Jika ajal menjemputku sedangkan Abu 'Ubaidah telah wafat, maka aku akan mengangkat Mu'adz Bin Jabal, dan jika aku ditanya oleh Allah: 'Kenapa kamu mengangkatnya?' aku akan menjawab: "Aku mendengar Rasul-Mu shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya dia akan dikumpulkan pada hari Kiamat bersama para ulama dalam keadaan sendirian."

【104】

Musnad Ahmad 104: Telah menceritakan kepada kami [Abul Mughirah] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu 'Ayyasy] dia berkata: Telah menceritakan kepadaku [Al Auza'i] dan yang lainnya, dari [Az Zuhri] dari [Sa'id Bin Al Musayyib] dari [Umar Bin Al Khaththab] dia berkata: "Telah lahir seorang anak dari saudara laki-laki Ummu Salamah istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian diberi nama Al Walid, maka Nabi bersabda: "Kalian memberi nama dia dengan nama-nama fir'aun kalian, sungguh akan ada pada ummat ini seorang lelaki yang diberi nama Al Walid, sungguh dia lebih buruk bagi ummat ini ketimbang fir'aun kepada kaumnya."

【105】

Musnad Ahmad 105: Telah menceritakan kepada kami [Bahz] Telah menceritakan kepada kami [Aban] dari [Qatadah] dari [Abul 'Aliyah] dari [Ibnu Abbas] dia berkata: telah bersaksi di sisiku para sahabat yang diridlai, diantara mereka adalah [Umar], dan yang paling aku ridla di sisiku adalah Umar, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Tidak ada shalat setelah shalat ashar sampai tenggelam matahari, dan tidak ada shalat setelah shalat shubuh sampai terbit matahari."

【106】

Musnad Ahmad 106: Telah menceritakan kepada kami [Abul Mughirah] Telah menceritakan kepada kami [Shafwan] Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman Bin Jubair Bin Nufair] dari [Al Harits Bin Mu'awiyah Al Kindi] bahwa Dia mengendarai kendaraan menuju Umar untuk bertanya kepadanya tentang tiga perkara, dia berkata: maka sampailah di Madinah kemudian Umar bertanya kepadanya: "Apa yang membuatmu datang ke sini?" Dia menjawab: "Untuk menanyakan tiga perkara kepadamu." Umar bertanya: "Apa tiga perkara itu?" Dia menjawab: "Bisa saja aku dan seorang wanita berada di suatu bangunan yang sempit, kemudian datang waktu shalat, jika aku dan dia shalat bersama maka dia berada sejajar denganku, dan jika dia shalat di belakangku maka dia keluar dari bangunan?" Maka Umar menjawab: "Buatlah pembatas antara kamu dan dia dengan kain, kemudian dia shalat di sampingmu jika kamu menghendaki." (Dan yang kedua adalah) tentang shalat dua rakaat setelah shalat ashar?" Maka [Umar] menjawab: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarangku dari melaksanakannya." (Dan yang ketiga adalah) tantang kisah (dongeng), mereka menginginkan aku untuk mendongeng." Maka Umar menjawab: "Terserah kamu." Seakan akan dia tidak suka melarangnya, Al Harits berkata: "Aku hanya menginginkan menuntaskan kepada pendapatmu." Umar berkata: "Aku khawatir kamu mendongeng kemudian kamu menjadi tinggi hati atas mereka, kemudian mendongeng dan kamu menjadi tinggi hati, sehingga kamu terbuai bahwa kamu berada di atas mereka seperti kedudukan orang kaya, kemudian Allah meletakkan kamu di bawah telapak kaki mereka pada hari Kiamat sesuai dengan khayalanmu itu."

【107】

Musnad Ahmad 107: Telah menceritakan kepada kami [Bisyr Bin Syu'aib Bin Abu Hamzah] dia berkata: Telah menceritakan kepadaku [bapakku] dari [Az Zuhri] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Salim Bin Abdullah] bahwa [Abddullah Bin Umar] telah mengabarkan kepadanya, bahwa [Umar Bin Al Khaththab] berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah telah melarang kalian dari bersumpah atas nama bapak bapak kalian." Umar berkata: "Maka demi Allah, aku tidak bersumpah dengan sumpah ini sejak aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang darinya, baik dalam keadaan ingat atau tidak ingat."

【108】

Musnad Ahmad 108: Telah menceritakan kepada kami [Abul Yaman] Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar Bin Abdullah] dari [Rasyid Bin Sa'd] dari [Umar Bin Al Khaththab] dan [Hudzaifah Bin Al Yaman], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mengambil zakat dari kuda dan budak.

【109】

Musnad Ahmad 109: Telah menceritakan kepada kami [Ali Bin Ishaq] telah memberitakan kepada kami [Abdullah yaitu Ibnul Mubarak] telah memberitakan kepada kami [Muhammad Bin Suqah] dari [Abdullah Bin Dinar] dari [Ibnu Umar] bahwa [Umar Bin Al Khaththab] berkhutbah di hadapan manusia di Jabiyah (suatu perkampungan di Damaskus) dan berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri di hadapan kami seperti aku berdiri di hadapan kalian, kemudian beliau bersabda: "Pujilah para sahabatku dengan kebaikan, kemudian kepada orang-orang setelah mereka, kemudian kepada orang-orang setelah mereka, kemudian setelah itu akan menyebar kedustaan, sehingga seorang lelaki memulai bersaksi sebelum dia ditanya, maka barangsiapa ingin mencium baunya surga, hendaknya dia berpegang teguh kepada Jama'ah karena sesungguhnya setan beserta orang yang sendirian, sedangkan dari dua orang dia akan menjauh, janganlah salah seorang diantara kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya, maka barangsiapa yang bangga dengan kebaikannya dan sedih dengan keburukannya maka dia adalah seorang yang mukmin."

【110】

Musnad Ahmad 110: Telah menceritakan kepada kami [Abul Yaman] Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar] dari [Hakim Bin 'Umair] dan [Dlamrah Bin Habib] keduanya berkata: [Umar Bin Al Khaththab] berkata: "Barangsiapa ingin melihat petunjuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka lihatlah petunjuk 'Amru Bin Aswad."

【111】

Musnad Ahmad 111: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id mantan budak Bani Hasyim] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Za`idah] Telah menceritakan kepada kami [Simak] dari [Ikrimah] dari [Ibu 'Abbas] dia berkata: [Umar] berkata: Kami bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam sebuah rombongan, kemudian ada seorang lelaki berkata: "Tidak, demi bapakku." Kemudian ada lelaki lain yang menyahut: "Janganlah kalian bersumpah dengan nama bapak kalian!" Ketika aku menoleh ternyata lelaki yang menyahut adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

【112】

Musnad Ahmad 112: Telah menceritakan kepada kami ['Isham Bin Khalid] dan [Abul Yaman] keduanya berkata: telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib Bin Abu Hamzah] dari [Az Zuhri] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah Bin Abdullah Bin 'Utbah Bin Mas'ud], bahwa [Abu Hurairah] berkata: Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam wafat dan digantikan setelahnya oleh Abu Bakar, banyak orang arab yang menjadi kafir, [Umar] berkata: "Wahai Abu Bakar bagaimana engkau memerangi mereka padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: 'Aku diperintah untuk memerangi manusia sampai mengucapkan Laa Ilaaha Illallaah (tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah), maka barangsiapa yang mengucapkan Laa Ilaaha Illallaah berarti telah melindungi harta dan jiwanya dariku, kecuali dengan haqnya dan perhitungannya diserahkan kepada Allah Ta'ala.'" [Abu Bakar] menjawab: "Demi Allah, aku pasti akan memerangi." Abul yaman berkata: "Pasti akan aku bunuh orang yang membedakan antara perintah shalat dan zakat, karena zakat adalah haqnya harta, demi Allah, seandainya mereka menolak menyerahkan zakat kepadaku walau seutas tali yang pernah mereka serahkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, pasti mereka akan aku perangi dikarenakan penolakan mereka." Umar berkata: "Maka demi Allah, tidaklah aku melihat kecuali bahwa Allah telah membuka hati Abu bakar untuk memerangi, dan akupun mengetahui bahwa itulah yang haq."

【113】

Musnad Ahmad 113: Telah menceritakan kepada kami [Abul Mughirah] Telah menceritakan kepada kami [Al Auza'i] Telah menceritakan kepada kami ['Amru Bin Syu'aib] dari [Abdullah Bin 'Amru Bin Al Ash] dari [Umar Bin Al Khaththab], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada shalat setelah shalat shubuh hingga matahari terbit, dan tidak ada shalat setelah shalat ashar hingga matahari terbenam."

【114】

Musnad Ahmad 114: Telah menceritakan kepada kami [Al Hakam Bin Nafi'] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu 'Ayyasy] dari [Abu Saba' 'Utbah Bin Tamim] dari [Al Walid Bin 'Amir Al Yazani] dari ['Urwah Bin Mughits Al Anshari] dari [Umar Bin Al Khaththab], dia berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memutuskan bahwa pemilik hewan lebih berhaq atas dadanya."

【115】

Musnad Ahmad 115: Telah menceritakan kepada kami [Abul Yaman Al Hakam Bin Nafi'] Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar Bin Abdullah] dari [Rasyid Bin Sa'd] dari [Hamzah Bin Abdi Kulal] dia berkata: [Umar Bin Al Khaththab] berjalan menuju Syam setelah perjalanan pertamanya menuju ke sana, ketika dia hampir mendekat, sampailah berita kepadanya dan orang-orang yang bersamanya bahwa penyakit Tha'un sedang mewabah di sana, maka para sahabatnya berkata kepadanya: "Kembalilah dan jangan masuk ke sana, apabila kamu singgah di sana padahal wabah masih ada, maka kami tidak melihat bagimu tempat untuk berlindung darinya." Maka Umar kembali pulang ke Madinah kemudian malam itu beristirahat, dan saya adalah orang yang paling dekat dengannya, ketika dia bangkit aku pun bangkit berjalan dibelakangnya, kemudian aku mendengar dia berkata: "Mereka mengembalikan aku dari Syam setelah aku dekat darinya, karena wabah Tha'un terjadi di sana, ketahuilah bahwa aku kembali dari sana bukan berarti dapat mengakhirkan ajalku dan bukan pula kedatanganku kesana berarti mempercepat ajalku, ketahuilah kalau aku telah tiba di Madinah dan aku telah menyelesaikan kebutuhanku yang harus aku penuhi, aku pasti akan berjalan sehingga masuk ke negri Syam kemudian singgah di Himsha, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Pada hari Kiamat Allah akan membangkitkan darinya tujuh puluh ribu orang tanpa hisab dan tanpa siksa, tempat dibangkitkan mereka adalah diantara pohon Zaitun dan kebunnya di tanah datar yang merah."

【116】

Musnad Ahmad 116: Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Yazid] telah mengabarkan kepada kami [Haiwah] telah mengabarkan kepada kami [Abu 'Aqil] dari [anak pamannya] dari [Uqbah Bin Amir] bahwa Dia keluar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam perang Tabuk, kemudian pada suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam duduk bercerita kepada para sahabatnya, beliau bersabda: "Barangsiapa bangun berdiri ketika matahari naik kemudian berwudlu dan menyempurnakan wudlunya, kemudian melaksanakan shalat dua rakaat, maka kesalahan-kesalahannya akan diampuni sebagaimana ketika ibunya melahirkannya." Uqbah Bin Amir berkata: "Al hamdulillah (segala puji hanya milik Allah) yang telah memberikan rizqi kepadaku sehingga aku bisa mendengar hal ini dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka [Umar Bin Al Khaththab] berkata kepadaku dan dia duduk di hadapanku: "Apakah kamu kagum dengan hal ini, padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda dengan sesuatu yang lebih mengagumkan dari ini sebelum kamu datang." Aku bertanya: "Apa itu, demi bapak dan ibuku aku rela sebagai tebusan?" Maka Umar menjawab: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa berwudlu dan menyempurnakan wudlunya, kemudian mengangkat pandangannya ke langit sambil membaca: 'Asyhadu Anlaa Ilaaha Illallaahu Wahdahulaa Syariikalahu Wa asyhadu Anna Muhammadan 'Abduhu Warasuuluhu' (Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhaq disembah selain Allah yang maha Esa, yang tidak ada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya), maka akan dibukakan baginya delapan pintu Surga dan dia akan masuk dari pintu mana saja yang dia sukai."

【117】

Musnad Ahmad 117: Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman Bin Daud yaitu Abu Daud Ath Thayalisi] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Daud Al 'Audi] dari [Abdurrahman As Sulami] Dari [Asy'ats Bin Qais] dia berkata: Aku bertamu kepada [Umar] kemudian dia memegang istrinya dan memukulnya dan dia berkata: "Wahai Asy'ats jaga dariku tiga hal yang telah aku hafal dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Jangan kamu tanyakan kepada seseorang tentang hal kenapa dia memukul istrinya, jangan kamu tidur kecuali setelah melakukan shalat witir." dan aku lupa hal yang ke tiga."

【118】

Musnad Ahmad 118: Telah menceritakan kepada kami [Abdush Shamad] Telah menceritakan kepada kami [bapakku] Telah menceritakan kepada kami [Yazid yaitu Ar Risyk] dari [Mu'adzah] dari [Ummu 'Amru anak perempuan Abdullah] bahwa dia pernah mendengar [Abdullah Bin Zubair] berkata: aku mendengar [Umar Bin Al Khaththab] berkata dalam khutbahnya: bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa memakai kain sutra di dunia maka tidak akan dikenakan pakaian sutra kepadanya di akhirat."

【119】

Musnad Ahmad 119: Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Ishaq] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Umar Bin Al Khaththab], dia berkata: aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sungguh akan ada seorang pengendara yang berjalan di pinggiran Madinah kemudian berkata: 'Dulu pernah ada di sini banyak penghuni dari kalangan orang-orang mukmin.'" Abdullah bekata: Bapakku Ahmad Bin Hambal berkata: "dan Hasan Al Asy-yab tidak memberikan ijazah dengan hadits ini kepada Jabir."

【120】

Musnad Ahmad 120: Telah menceritakan kepada kami [Harun] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Wahab] Telah menceritakan kepadaku ['Amru Bin Al Harits] bahwa [Umar Bin As Sa`ib] telah bercerita kepadanya, bahwa [Al Qasim Bin Abul Qasim As Saba`i] telah bercerita kepadanya dari [Qaas Al Ajnad] di Kostantinopel (Turki), bahwa dia telah mendengarnya bercerita, bahwa [Umar Bin Al Khaththab] berkata: Wahai manusia, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka janganlah dia duduk di suatu jamuan yang dikelilingi oleh miras, dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir janganlah dia masuk ke dalam kamar mandi (umum) kecuali dengan memakai kain sarung (pakaian), dan barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir maka janganlah masuk ke dalam kamar mandi (umum)."

【121】

Musnad Ahmad 121: Telah menceritakan kepada kami [Abu Salamah Al Khuza'i] telah memberitakan kepada kami [Laits] dari [Yazid Bin Abdullah Bin Usamah Bin Al Had] dari [Al Walid Bin Abul Walid] dari [Utsman Bin Abdullah yaitu Ibnu Suraqah] dari [Umar Bin Al Khaththab], dia berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa menaungi kepala seorang pejuang maka Allah akan menaunginya pada hari Kiamat, barangsiapa menyiapkan perlengkapan seorang pejuang sehingga dia bisa tercukupi, maka baginya seperti pahala pejuang hingga dia meninggal." [Yunus] berkata: "Atau hingga dia kembali, dan barangsiapa membangun sebuah masjid karena Allah yang disebut-sebut di dalamnya nama Allah Ta'ala, maka Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di Surga."

【122】

Musnad Ahmad 122: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Sulaiman Al A'masy] dari [Syaqiq] dari [Salman Bin Rabi'ah] dia berkata: aku mendengar [Umar] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membagi pembagian, maka aku berkata: "Wahai Rasulullah, sungguh orang-orang selain mereka itu lebih berhak, yaitu Ahlush Shuffah!" maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Sesungguhnya kalian memberikan kepadaku dua pilihan; antara kalian meminta kepadaku dengan memaksa dan antara kalian menganggapku kikir, dan aku bukanlah orang kikir."

【123】

Musnad Ahmad 123: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Khalid] dari [Yazid Bin Abu Ziyad] dari ['Ashim Bin 'Ubaidillah] dari [bapaknya] dari [kakeknya] dari [Umar Bin Al Khaththab], dia berkata: "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam setelah berhadats, beliau berwudlu dan mengusap kedua khuf."

【124】

Musnad Ahmad 124: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammad Bin Salamah] dari [Ali Bin Zaid] dari [Abu Rafi'] bahwa Umar bersandar kepada Ibnu Abbas sementara di sisinya ada Ibnu Umar dan Sa'id Bin Zaid, kemudian dia berkata: "Ketahuilah oleh kalian, sesungguhnya aku tidak mengatakan suatu pendapat dalam masalah kalalah, dan aku tidak mengangkat seorang khalifah setelahku, sesungguhnya barangsiapa dari budak arab yang mendapati waktu wafatku maka dia dibebaskan dari harta Allah." Maka Sa'id Bin Zaid berkata: "Seandainya kamu tidak menunjuk salah seorang dari kaum muslimin niscaya orang-orang akan percaya kepadamu, sebagaimana Abu Bakar telah melakukan demikian dan manusia percaya kepadanya?" Maka [Umar] menjawab: "Aku telah melihat ambisi buruk dari para sahabatku, maka aku serahkan urusan ini kepada mereka enam orang yang ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam wafat beliau ridla kepada mereka." Kemudian Umar berkata: "Jika salah seorang dari dua lelaki ini menemuiku kemudian aku serahkan perkara ini kepadanya maka aku percayakan kepadanya: Salim hamba sahaya Abu Hudzaifah dan Abu Ubaidah Bin Jarrah."

【125】

Musnad Ahmad 125: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammam] Telah menceritakan kepada kami [Qatadah] Telah menceritakan kepadaku [Abul 'Aliyah] dari [Ibnu Abbas] dia berkata: "Telah bersaksi dihadapanku para lelaki yang diridlai, diantara mereka adalah [Umar], dan yang paling aku ridlai di sisiku adalah Umar, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada shalat setelah shalat shubuh sampai terbit matahari, dan tidak ada shalat setelah shalat ashar sampai tenggelam matahari."

【126】

Musnad Ahmad 126: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Utsman Bin Khutsaim] dari [Sa'id Bin Jubair] dari [Ibu Abbas] bahwa [Umar Bin Al Khaththab] mencium hajar Aswad kemudian berkata: "Sesungguhnya aku tahu bahwa kamu adalah batu, seandainya aku tidak melihat kekasihku shallallahu 'alaihi wa sallam mencium dan mengusapmu pasti aku tidak akan mengusap dan menciummu, dan sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik."

【127】

Musnad Ahmad 127: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammad] telah memberitakan kepada kami ['Ammar Bin Abu 'Ammar] bahwa [Umar Bin Al Khaththab] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melihat cincin dari emas ditangan seorang laki-laki, kemudian beliau berkata: "Buang (benda) itu!" maka dia membuangnya, kemudian dia memakai cincin yang terbuat dari besi, maka beliau bersabda: "Ini lebih buruk dari yang itu." Kemudian dia memakai cincin yang terbuat dari perak maka beliau mendiamkannya.

【128】

Musnad Ahmad 128: Telah menceritakan kepada kami [Mu'awiyah Bin 'Amru] Telah menceritakan kepada kami [Za`idah] Telah menceritakan kepada kami ['Ashim] dan [Husain Bin Ali], dari [Za`idah] dari ['Ashim] dari [Zirr] dari [Abdullah] dia berkata: ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam wafat, orang-orang Anshar berkata: "Dari kalangan kami ada pemimpin dan dari kalangan kalian ada pemimpin." Maka [Umar] mendatangi mereka dan berkata: "Wahai sekalian kaum Anshar, bukankah kalian mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah memerintahkan Abu Bakar untuk mengimami orang-orang, maka siapakah yang tenang jiwanya untuk mendahului Abu Bakar?" Maka orang-orang Anshar menjawab: "Kami berlindung kepada Allah dari mendahului Abu Bakar."

【129】

Musnad Ahmad 129: Telah menceritakan kepada kami [Musa Bin Daud] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir] bahwa [Umar Bin Al Khaththab] mengabarkan kepadanya, bahwa Dia melihat seorang lelaki berwudlu untuk shalat, kemudian meninggalkan sebesar kuku di atas telapak kakinya, dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melihatnya, beliau bersabda: "Kembalilah dan sempurnakan wudlumu." Maka dia kembali dan berwudlu kemudian shalat.

【130】

Musnad Ahmad 130: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id budak Bani Hasyim] Telah menceritakan kepada kami [Al Haitsam Bin Rafi' Ath Thathari orang Bashrah] Telah menceritakan kepadaku [Abu Yahya seorang lelaki penduduk Makkah] dari [Farrukh hamba sahaya Utsman], bahwa [Umar] pada saat menjadi Amirul Mukminin, dia keluar menuju masjid kemudian melihat makanan berserakan, maka dia bertanya: "Makanan apa ini?" Mereka menjawab: "Makanan yang di datangkan kepada kami." Maka dia berkata: "Semoga Allah memberkahi makanan ini dan orang yang mendatangkannya." Kemudian ada yang berkata: "Wahai Amirul Mukminin, makanan itu telah ditimbun." Umar bertanya: "Siapa yanga telah menimbunnya?" Mereka menjawab: "Farrukh hamba sahaya Utsman dan Fulan hamba sahaya Umar." Maka Umar mengutus utusan untuk memanggil keduanya, kemudian dia berkata: "Apa yang mendorong kalian berdua untuk menimbun makanan kaum muslimin?" Keduanya menjawab: "Wahai Amirul Mukminin, kami membeli dengan harta kami dan menjual." Maka Umar menjawab: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa menimbun harta kaum muslimin maka Allah akan menimpakan kepadanya kebangkrutan atau penyakit kusta." Maka Farrukh ketika itu berkata: "Wahai Amirul Mukminin, aku berjanji kepada Allah dan kepadamu untuk tidak akan mengulangi menimbun makanan selamanya." Adapun hamba sahaya Umar dia berkata: "Hanyasannya kami membeli dengan harta kami dan menjual." Abu yahya berkata: "Maka sungguh aku melihat hamba sahaya Umar terkena penyakit kusta."

【131】

Musnad Ahmad 131: Telah menceritakan kepada kami [Abu Yaman] telah memberitakan kepada kami [Syu'aib] dari [Az Zuhri] Telah menceritakan kepada kami [Salim Bin Abdullah] bahwa [Abdullah Bin Umar] berkata: aku mendengar [Umar] berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberiku sebuah pemberian, maka aku berkata: "Berikan saja kepada orang yang lebih membutuhkan ketimbang aku." Sampai suatu ketika beliau memberiku harta dan aku berkata: "Berikan saja kepada orang yang lebih membutuhkan ketimbang aku." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ambillah dan kembangkanlah (infestasikan) harta itu kemudian berinfaqlah dengannya. Apa yang datang kepadamu dari harta ini sedangkan kamu tidak mengharapkannya dan tidak meminta-mintanya maka ambillah, dan apabila tidak seperti demikian maka janganlah kamu mengklaimnya menjadi milikmu." Telah menceritakan kepada kami [Harun] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Wahab] telah menceritakan kepadaku [Yunus] dari [Ibnu Syihab] dari [Salim] dari [Bapaknya] dia berkata: aku mendengar [Umar] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberiku sebuah pemberian." kemudian dia menyebutkan makna hadits.

【132】

Musnad Ahmad 132: Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] Telah menceritakan kepada kami [Laits] Telah menceritakan kepadaku [Bukair] dari [Abdul Malik Bin Sa'id Al Anshari] dari [Jabir Bin Abdullah] dari [Umar Bin Al Khaththab] dia berkata: Pada suatu hari aku rindu dan hasratku muncul kemudian aku mencium padahal sedang berpuasa, maka aku datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan aku berkata: "Hari ini aku melakukan suatu kesalahan besar, aku telah mencium padahal sedang berpuasa." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya: "Bagaimana pendapatmu jika kamu berpuasa kemudian berkumur-kumur?" Aku menjawab: "Tidak apa-apa hal itu." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Maka dimana masalahnya?"

【133】

Musnad Ahmad 133: Telah menceritakan kepada kami [Yunus Bin Muhammad] Telah menceritakan kepada kami [Daud yaitu Ibnu Abil Furath] dari [Abdullah Bin Buraidah] dari [Abul Aswad] bahwa dia berkata: Aku datang ke Madinah, setibanya aku di sana rupanya sedang terjadi wabah penyakit, orang-orang meninggal dalam keadaan menyedihkan, maka ketika aku duduk di sisi [Umar Bin Al Khaththab], lewatlah jenazah kemudian si mayit dipuji dengan kebaikan, maka Umar berkata: "Wajib." Kemudian jenazah lain lewat dan mayit dipuji dengan kebaikan, maka Umar berkata: "Wajib." Kemudian jenazah ketiga lewat dan mayit tersebut dibeberkan keburukannya, maka Umar berkata: "Wajib." Akhirnya Abul Aswad bertanya: "Apa artinya wajib wahai Amirul Mukminin?" Umar menjawab: Aku berkata sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Orang muslim siapa saja yang disaksikan oleh empat orang dengan kebaikan, maka Allah akan memasukkannya ke dalam Surga." Aku bertanya: "Bagaimana jika tiga orang?" Beliau menjawab: "Juga tiga orang." Aku bertanya lagi: "Bagaiman jika dua orang?" Beliau menjawab: "Juga dua orang." Kemudian kami tidak menanyakannya bagaimana jika satu orang.

【134】

Musnad Ahmad 134: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] Telah menceritakan kepada kami [Bukair] dari [Sa'id Bin Al Musayyib] dari [Umar] dia berkata: "Kami berperang bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada bulan Ramadlan, dan pada penaklukan kota Makkah di bulan Ramadlan, dan kami berbuka pada kedua kejadian itu."

【135】

Musnad Ahmad 135: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id budak Bani Hasyim] Telah menceritakan kepada kami [Al Mutsanna Bin 'Auf Al 'Anazi orang Bashrah] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Al Ghadlban Bin Hanzhalah] bahwa Bapaknya yaitu Handhalah Bin Nu'aim menjadi utusan menghadap kepada Umar, dan [Umar] apabila dikunjungi oleh seorang utusan dia bertanya kepada orang tersebut: "Dari utusan mana dia." Sampai akhirnya tibalah giliran bapakku dan dia bertanya kepadanya: "Dari utusan mana kamu?" Maka dia menjawab: "Dari 'Anazah." Maka dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Kampung dari daerah ini selalu ditolong jika di dhalimi."

【136】

Musnad Ahmad 136: Telah menceritakan kepada kami [Hasan Bin Musa] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Yazid Bin Abu Habib] dari [Ma'mar] bahwa Dia bertanya kepada [Sa'id Bin Musayyib] tentang berpuasa ketika bepergian, maka dia menceritakan kepadanya dari [Umar Bin Al Khaththab], bahwa dia berkata: "Kami berperang bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebanyak dua kali pada bulan Ramadlan, yaitu perang Badar dan penaklukan kota Makkah, kemudian kami berbuka pada perang tersebut."

【137】

Musnad Ahmad 137: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Dailam Bin Ghazwan] seorang abd, Telah menceritakan kepada kami [Maimun Al Kurdi] Telah menceritakan kepadaku [Abu Utsman An Nahdi] dari [Umar Bin Al Khaththab] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya yang paling aku takuti dari ummatku adalah setiap munafiq yang pandai bersilat lidah."

【138】

Musnad Ahmad 138: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz Bin Muhammad] Telah menceritakan kepada kami [Shalih Bin Muhammad Bin Za`idah] dari [Salim Bin Abdullah] bahwa Dia bersama Maslamah Bin Abdul Malik di bumi Romawi, kemudian ditemukan Ghulul (barang curian dari harta rampasan perang) pada harta seorang lelaki, maka Maslamah Bin Abdul Malik bertanya kepada Salim Bin Abdullah, Salim Bin Abdullah menjawab: Telah menceritakan kepadaku [Abdullah] dari [Umar] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Barangsiapa kalian dapati dalam hartanya ada barang Ghulul maka bakarlah." Umar berkata: Aku mengira beliau berkata: "Dan pukullah." Shalih berkata: "Kemudian Maslamah mengeluarkan harta lelaki tersebut ke pasar." Shalih berkata: "Dan dia menemukan Mushaf ada didalamnya, kemudian dia bertanya kepada Salim, dan dia menjawab: "Juallah dan sedekahkan hasilnya."

【139】

Musnad Ahmad 139: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] dan [Husain Bin Muhammad] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari ['Amru Bin Maimun] dari [Umar], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berlindung dari lima hal: "Dari sifat bakhil, pengecut, fitnatush shadr (meninggal sebelum tobat), siksa qubur dan umur yang buruk."

【140】

Musnad Ahmad 140: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dia berkata: aku mendengar ['Atho` Bin Dinar] dari [Abu Yazid Al Khaulani] bahwa dia mendengar [Fadlalah Bin 'Ubaid] berkata: aku mendengar [Umar Bin Al Khaththab] bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Orang yang mati syahid itu ada tiga orang: seorang lelaki mukmin yang bagus keimanannya bertemu dengan musuh kemudian dia berlaku jujur kepada Allah hingga terbunuh, maka pada hari Kiamat orang-orang akan mengangkat lehernya untuk melihat kepadanya." Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga mengangkat lehernya, sampai kopyah beliau terjatuh atau kopyah Umar terjatuh. "Dan seorang lelaki mukmin yang bagus keimanannya bertemu dengan musuh seakan-akan kulitnya dipukul dengan duri pohon, dia tertembus oleh panah yang nyasar kemudian terbunuh, maka dia di surga berada di tingkat ke dua. Dan seorang lelaki mukmin yang bagus keimanannya yang amal shalihnya bercampur dengan amal keburukan dia bertemu dengan musuh kemudian berlaku jujur kepada Allah sampai tebunuh maka dia di surga berada di tingkat ke tiga."

【141】

Musnad Ahmad 141: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Lahi'ah] Telah menceritakan kepada kami ['Amru Bin Syu'aib] dari [bapaknya] dari [kakeknya] dari [Umar], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Seorang bapak tidak di qishash dari anaknya."

【142】

Musnad Ahmad 142: (Masih dari jalur periwayatan yang sama dengan hadits sebelumnya) Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersbada: "Orang yang mewarisi harta dia juga mewarisi wala` (hamba sahaya)."

【143】

Musnad Ahmad 143: Telah menceritakan kepada kami [Hasan] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] Telah menceritakan kepada kami ['Amru Bin Syu'aib] dari [bapaknya] dari [Abdullah Bin 'Amru], dia berkata: [Umar Bin Al Khaththab] berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Anak tidak diqishash dari bapaknya."

【144】

Musnad Ahmad 144: Telah menceritakan kepada kami [Hasan] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] Telah menceritakan kepada kami [Adl Dlahhak Bin Syurahbil] dari [Zaid Bin Aslam] dari [bapaknya] dari [Umar Bin Al Khaththab] bahwa dia berkata: "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwudlu satu kali satu kali."

【145】

Musnad Ahmad 145: Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Ishaq] telah memberitakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari ['Atho` Bin Dinar] dari [Abu Yazid Al Khaulani] dia berkata: aku mendengar [Fadlalah Bin 'Ubaid] berkata: aku mendengar [Umar Bin Al Khaththab] berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Para Syuhada itu ada empat orang: seorang lelaki mukmin yang bagus keimananannya bertemu dengan musuh dan ia berlaku jujur kepada Allah kemudian terbunuh, itulah orang yang dilihat oleh manusia begini." Dan Rasulullah mengangkat kepalanya ke atas hingga kopyah Rasulullah terjatuh atau kopyahnya Umar. "Yang kedua adalah seorang lelaki mukmin bertemu dengan musuh seakan-akan punggungnya dipukul dengan duri pohon, dia tertembus panah yang nyasar kemudian ia terbunuh, itulah orang yang berada di tingkatan kedua, dan yang ketiga seorang lelaki mukmin yang mencampur amal perbuatan shalihnya dengan amal kejelekannya kemudian bertemu dengan musuh dan ia berlaku jujur kepada Allah 'azza wa jalla hingga terbunuh." Rasulullah berkata: "Itulah orang yang berada di tingkatan ketiga, dan yang keempat seorang lelaki mukmin yang telah banyak berbuat dhalim terhadap dirinya sendiri kemudian bertemu dengan musuh dan ia berlaku jujur kepada Allah hingga terbunuh maka itulah orang yang berada di tingkatan keempat."

【146】

Musnad Ahmad 146: Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Ghailan] Telah menceritakan kepada kami [Risydin Bin Sa'd] Telah menceritakan kepadaku [Abu Abdullah Al Ghafiqi] dari [Zaid Bin Aslam] dari [bapaknya] dari [Umar Bin Al Khaththab] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa "Beliau berwudlu pada perang Tabuk satu kali satu kali."

【147】

Musnad Ahmad 147: Telah bercerita kepada kami [Hasan] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] Telah menceritakan kepada kami [Abu Az Zubair] dari [Jabir] bahwa [Umar Bin Al Khaththab] mengabarkan kepadanya, bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Penduduk Makkah akan keluar kemudian tidak melewatinya atau tidak mengetahuinya kecuali hanya orang sedikit, kemudian akan penuh dan di bangun kemudian mereka akan keluar darinya dan tidak akan kembali selamanya."

【148】

Musnad Ahmad 148: Telah menceritakan kepada kami [Al Hasan] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] Telah menceritakan kepada kami [Abu Az Zubair] dari [Jabir] bahwa [Umar Bin Al Khaththab] telah memberitakan kepadanya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melihat seorang lelaki berwudlu untuk shalat dhuhur, kemudian meninggalkan (tidak membasuh) di bagian kakinya sebesar kuku, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melihatnya dan berkata: "Ulangi dan sempurnakan wudlumu!" kemudian orang tersebut mengulangi wudlunya kemudian shalat.

【149】

Musnad Ahmad 149: Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] dia berkata: [Az Zuhri] telah menganggap (meriwayatkan) dari ['Ubaidillah Bin Abdullah Bin 'Utbah Bin Mas'ud] dari [Ibnu Abbas] dari [Umar] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah kalian mengkultuskan aku sebagaimana orang-orang Nashrani mengkultuskan Isa Bin Maryam, aku hanyalah hamba Allah dan Rasul-Nya."

【150】

Musnad Ahmad 150: Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah memberitakan kepada kami [Abu Bisyr] dari [Sa'id Bin Jubair] Dari [Ibnu Abbas] dia berkata: Ayat ini turun ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersembunyi di Makkah: {Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya} (Al Isro': 110), Ibnu Abbas berkata: sebelumnya, apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam shalat mengimami para sahabatnya beliau mengeraskan bacaan Al Qur'an, maka ketika orang-orang musyrik mendengar bacaan itu, mereka mencaci Al Qur'an, Dzat yang menurunkannya dan Nabi yang membawanya, maka Allah berfirman kepada Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam: {Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu.} Maksudnya bacaanmu sehingga terdengar oleh orang-orang musyrik: {Dan janganlah pula merendahkannya} dari para sahabatmu sehingga Al Qur'an tidak terdengar oleh mereka supaya mereka mengambilnya darimu, {dan lakukanlah diantara keduanya.}

【151】

Musnad Ahmad 151: Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah memberitakan kepada kami [Ali Bin Zaid] dari [Yusuf Bin Mihran] dari [Ibnu Abbas] dia berkata: [Umar] berkhutbah -Husyaim berkata: suatu ketika Umar berkhutbah kepada kami- lalu memuji dan mensucikan Allah Ta'ala kemudian menyebutkan hukum rajam, dan berkata: "Janganlah kalian tertipu olehnya, karena sesungguhnya itu adalah salah satu dari hukum Allah Ta'ala, ketahuilah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melaksanakan hukum rajam, maka kamipun melaksanakan hukum rajam setelahnya, seandainya (aku tidak khawatir) orang-orang akan mengatakan bahwa Umar menambah di dalam kitabullah apa yang bukan darinya, pasti aku akan tulis di bagian sudut mushaf, Umar Bin Khaththab telah bersaksi." Di lain kesempatan Husyaim berkata: [Abdurrahman Bin Auf], fulan dan fulan, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaksanakan hukum rajam dan kami melaksanakan hukum rajam setelah Rasulullah, ketahuilah bahwa akan ada setelah kalian suatu kaum yang mengingkari adanya hukum rajam, adanya Dajjal, Syafa'at, adzab Qubur dan adanya kaum yang dikeluarkan dari api neraka setelah mereka menjadi gosong."

【152】

Musnad Ahmad 152: Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah memberitakan kepada kami [Humaid] dari [Anas] dia berkata: [Umar] berkata: Aku telah menepati Rabbku dalam tiga hal: aku berkata: "Wahai Rasulullah seandainya kita menjadikan Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat." Maka turunlah ayat: {Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat} (Al Baqarah: 125) aku berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya istri istrimu didatangi oleh orang-orang baik dan jahat, seandainya Engkau perintahkan kepada mereka supaya memakai hijab." Maka turunlah ayat hijab. Dan terakhir istri-istri Rasulullah serempak bersikap cemburu kepada beliau maka aku katakan kepada mereka: {Jika Nabi menceraikan kalian, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri yang lebih baik daripada kalian.} Dia berkata: "Maka turunlah ayat seperti itu (At Tahrim: 5)."

【153】

Musnad Ahmad 153: Telah menceritakan kepada kami [Abdul A'la Bin Abdul A'la] dari [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari ['Urwah Bin Az Zubair] dari [Al Miswar Bin Makhramah] bahwa [Umar Bin Al Khaththab] berkata: Aku mendengar Hisyam Bin Hakim Bin Hizam membaca surat Al Furqan, kemudian dia membaca dengan bacaan yang tidak pernah dibacakan kepadaku oleh Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka aku ingin menarik kepalanya sementara dia dalam shalat, maka ketika selesai shalat aku bertanya: "Siapa yang membacakan kepadamu bacaan seperti ini?" Dia menjawab: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Aku berkata: "Kamu berdusta, demi Allah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak membacakan seperti ini kepadamu." Kemudian aku memegang tangannya dan aku bawa dia menuju Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan aku katakan kepada beliau: "Wahai Rasulullah sesungguhnya engkau bacakan kepada kami surat Al Furqon dan aku mendengar dia membaca surat Al Furqon dengan bacaan yang tidak engkau bacakan kepada kami." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bacalah wahai Hisyam." Maka dia membaca sebagaimana dia membaca, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Seperti ini dia diturunkan." Kemudian beliau bersabda: "Bacalah wahai Umar." Maka aku membaca, lalu beliau bersabda: "Seperti ini dia diturunkan." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Al Qur'an diturunkan dengan tujuh huruf."

【154】

Musnad Ahmad 154: Telah menceritakan kepada kami ['Amru Bin Al Haitsam] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Simak Bin Harb] dari [An Nu'man Bin Basyir] dari [Umar] dia berkata: "Aku telah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam perutnya melilit karena tidak mendapatkan sesuatu yang dapat mengisi perutnya meski berupa kurma kering."

【155】

Musnad Ahmad 155: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu 'Adi] dari [Humaid] dari [Anas] dia berkata: [Umar] berkata: Aku telah menepati Rabbku atau Rabbku menyepakatiku dalam tiga hal, aku berkata: "Wahai Rasulullah, seandainya engkau menjadikan Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat, maka Allah menurunkan ayat: {Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat} (Al Baqoroh: 125) Aku berkata: "Wahai Rasulullah seandainya engkau pakaikan hijab kepada para Ummahatul mukminin (istri-istri Rasulullah), karena orang yang datang kepadamu ada yang baik dan ada yang jahat." Maka turunlah ayat hijab. Dia berkata: "Dan terakhir telah sampai kepadaku berita dari Ummahatul Mukminin bahwa istri-istri Rasulullah serempak bersikap cemburu kepada beliau, maka aku katakan kepada mereka: "Berhentilah kalian dari cemburu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, atau Allah benar-benar akan mengganti kalian dengan para istri muslimah yang lebih baik dari kalian." Sehingga aku menemui salah seorang ummahatul Mukminin, lalu dia berkata: "Wahai Umar, tidak adakah nasehat dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk para istrinya sampai kamu menasehati mereka?" Maka akupun berhenti, kemudian Allah menurunkan ayat: {Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri yang lebih baik daripada kamu yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat.} (At Tahrim: 5)

【156】

Musnad Ahmad 156: Telah menceritakan kepada kami [Al Walid Bin Muslim] Telah menceritakan kepada kami [Al Auza'i] bahwa [Yahya Bin Abi Katsir] telah bercerita kepadanya dari [Ikrimah budak Ibnu Abbas] dia berkata: aku mendengar [Ibnu Abbas] berkata: aku mendengar [Umar Bin Al Khaththab] berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda ketika berada di lembah Aqiq: "Tadi malam aku didatangi seseorang yang datang dari Rabbku dan berkata: 'Shalatlah di lembah yang diberkahi ini, dan ucapkanlah: Umrah untuk haji'" Walid berkata: "Yaitu Dzul Hulaifah."

【157】

Musnad Ahmad 157: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az Zuhri] dia mendengar [Malik Bin Aus Bin Al Hadatsan] telah mendengar [Umar Bin Al Khaththab] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: -di kesempatan lain Sufyan berkata: Umar mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:- "Emas (ditukar) dengan perak itu riba kecuali dengan tunai (kontan), gandum (ditukar) dengan gandum adalah riba kecuali dengan tunai, kurma (ditukar) dengan kurma adalah riba kecuali dengan tunai."

【158】

Musnad Ahmad 158: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az Zuhri] dia mendengar [Abu Ubaid] berkata: aku menghadiri shalat 'Aid bersama [Umar], kemudian dia memulai dengan shalat sebelum khutbah dan berkata: "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang berpuasa pada dua hari ini, adapun hari Aidul fitri adalah hari berbukanya kalian dari berpuasa, adapun hari Aidul Adlha makanlah daging kurban kalian."

【159】

Musnad Ahmad 159: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az Zuhri] dari [Ubaidullah Bin Abdullah Bin 'Utbah] dari [Ibnu Abbas] dari [Umar] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah kalian mengkultuskan aku sebagaimana orang-orang Nashrani mengkultuskan Isa putra Maryam, aku hanyalah seorang hamba, maka katakanlah hamba dan Rasul-Nya."

【160】

Musnad Ahmad 160: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abdullah Bin Dinar] dari [Ibnu Umar] dari [Umar] bahwa Dia bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: "Apakah salah seorang diantara kami boleh tidur padahal dia junub?" Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Berwudlu kemudian tidur jika dia menghendaki." Di kesempatan lain Sufyan berkata: "Supaya berwudlu kemudian tidur."

【161】

Musnad Ahmad 161: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Zaid Bin Aslam] dari [bapaknya] bahwa Umar menggunakan kuda di jalan Allah, kemudian dia melihatnya atau sebagian hasilnya, maka dia ingin membelinya, kemudian dia bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang hal itu, namun Nabi menjawab: "Tinggalkan kuda tersebut, niscaya akan cukup bagimu atau kamu serahkan semuanya." Umar bertanya dua kali dan Nabi melarangnya dan beliau berkata: "Janganlah kamu membelinya dan jangan kamu ambil kembali sedekahmu."

【162】

Musnad Ahmad 162: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Ashim Bin 'Ubaidillah] dari [Abdullah Bin 'Amir Bin Rabi'ah] dia bercerita dari [Umar] yang di sandarkan kepada Nabi, dan Sufyan dalam kesempatan lain mengatakan: dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Iringilah antara haji dan Umrah, karena mengikuti keduanya akan menghilangkan kefakiran dan dosa, sebagaimana pandai besi membersihkan kotoran dari besi."

【163】

Musnad Ahmad 163: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Yahya] dari [Muhammad Bin Ibrahim At Taimi] dari ['Alqamah Bin Waqqash] dia berkata: aku mendengar [Umar] berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Perbuatan itu hanya tergantung pada niat, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang dia niatkan, barangsiapa Hijrahnya kepada Allah azza wa jalla, maka hijrahnya akan menuju kepada apa yang di niatkannya, dan barangsiapa Hijrahnya untuk mendapatkan keduniaan atau untuk seorang wanita yang akan dinikahinya, maka Hijrahnya akan mendapatkan apa yang dia niatkan."

【164】

Musnad Ahmad 164: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Abdah Bin Abu Lubabah] dari [Abu Wa`il] dia berkata: [Shubay Bin Ma'bad] berkata: Dulu aku adalah seorang Nashrani kemudian masuk Islam, lalu aku berniat melaksanakan haji dan Umrah, maka Zaid Bin Shuhan dan Salman Bin Rabi'ah mendengarku ketika aku sedang berniat untuk Haji dan Umrah, keduanya berkata: "Orang ini lebih sesat dari unta keluarganya." Maka seakan-akan aku memikul gunung akibat perkataan keduanya, kemudian aku datang kepada Umar dan menceritakan hal itu, lalu [Umar] mendatangi keduanya dan memarahi mereka, kemudian menemuiku dan berkata: "Kamu telah mendapat petunjuk terhadap sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, kamu telah mendapat petunjuk terhadap sunnah Nabimu." Abdah berkata: Abu Wa`il berkata: "Aku dan Masruq sering datang kepada Shubay menanyakan tentang hal itu."

【165】

Musnad Ahmad 165: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Amru] dari [Thawus] dari [Ibnu Abbas] disebutkan kepada [Umar] bahwa Samurah -dalam kesempatan lain dia berkata:- telah sampai kepada Umar bahwa Samurah menjual khamr, maka Umar berkata: Semoga Allah membinasakan Samurah, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Allah melaknat Yahudi, karena Allah telah mengharamkan lemak babi kepada mereka, kemudian mereka menjadikannya minyak dan menjualnya."

【166】

Musnad Ahmad 166: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Amru] dan [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Malik Bin Aus Bin Al Hadatsan] dari [Umar Bin Al Khaththab] dia berkata: "Harta-harta Bani Nadlir yang Allah jadikan Harta Fai` bagi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan tidak ditaklukkan oleh kaum Muslimin dengan kuda dan unta, maka menjadi milik murni bagian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang beliau nafkahkan untuk keluarganya selama satu tahun." Dalam kesempatan lain berkata: "Untuk kebutuhan pokok setahun dan sisanya beliau gunakan untuk (membeli) kuda dan persenjataan sebagai persiapan jihad di jalan Allah."

【167】

Musnad Ahmad 167: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Amru] dari [Az Zuhri] dari [Malik Bin Aus] dia berkata: Aku mendengar [Umar] berkata kepada [Abdurrahman Bin Auf], [Thalhah], [Zubair] dan [Sa'ad]: Aku bersumpah kepada kalian dengan nama Allah yang telah menegakkan langit dan bumi, apakah kalian mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Sesungguhnya kami tidak diwarisi dan harta yang kami tinggalkan menjadi sedekah." Mereka menjawab: "Demi Allah, benar."

【168】

Musnad Ahmad 168: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ibnu Abu Yazid] dari [bapaknya] dari [Umar Bin Al Khaththab] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Anak adalah milik orang yang memiliki tempat tidur (suami)."

【169】

Musnad Ahmad 169: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Idris] telah memberitakan kepada kami [Ibnu Juraij] dari [Ibnu Abi 'Ammar] dari [Abdullah Bin Babaih] dari [Ya'la Bin Umaiyah] dia berkata: Aku bertanya kepada Umar Bin Al Khaththab, aku bacakan firman Allah: {Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, Maka tidaklah Mengapa kamu meng-qashar shalat (mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu} (QS. An Nisa': 101) Bukankah Allah telah menjadikan manusia dalam keadaan aman?" [Umar] berkata kepadaku: "Aku pun merasa heran sebagaimana kamu merasa heran, maka aku tanyakan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang hal itu, kemudian beliau bersabda: "Itu adalah sedekah dari Allah untuk kalian maka terimalah sedekah-Nya."

【170】

Musnad Ahmad 170: Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Ibrahim] dari ['Alqamah] dia berkata: Seorang lelaki datang menemui [Umar] radliyallahu 'anhu ketika berada di Arafah. [Abu Mu'awiyah] berkata: Dan telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Khaitsamah] dari [Qais Bin Marwan] bahwa Dia datang menemui [Umar] kemudian berkata: "Wahai Amirul Mukminin, aku datang dari Kufah dan aku tinggalkan di sana seorang lelaki yang mendiktekan Mushaf (dengan hafalan)." Kemudian Umar marah dengan nada tinggi sehingga seakan-akan memuncak disemua wajahnya, kemudian dia bertanya: "Celaka kamu, siapakah dia?" Dia (Qais) menjawab: "Abdullah Bin Mas'ud." Maka sepontanitas marahnya reda dan merasa senang sehingga keadaannya kembali seperti semula, lalu dia berkata: "Celaka kamu, demi Allah aku tidak tahu ada orang (dari sahabat) yang masih hidup yang lebih berhak dalam hal itu dari pada dia, saya akan ceritakan kepadamu tentang hal itu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam senantiasa berjaga (tidak tidur) di malam hari di sisi Abu Bakar membicarakan urusan kaum muslimin, dan pernah pada suatu malam beliau berjaga di sisinya dan aku bersamanya, kemudian Rasulullah keluar dan kami pun keluar bersamanya, tiba-tiba ada seorang lelaki yang berdiri melaksanakan shalat di masjid, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bangkit dan mendengarkan bacaannya, dan ketika kami hampir mengetahuinya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa senang membaca Al Qur`an dengan lembut sebagaimana diturunkannya, maka hendaknya dia membacanya sebagaimana bacaan Ibnu Ummi 'Abd." Umar melanjutkan: "Kemudian laki-laki tersebut duduk dan berdo'a, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepadanya: "Memohonlah pasti di diberi, memohonlah pasti diberi." Umar berkata: aku berkata: "Demi Allah, pasti aku akan datang pagi pagi kepadanya dan memberikan kabar gembira kepadanya." Dia berkata: Kemudian aku pergi pagi-pagi kepadanya untuk memberikan kabar gembira kepadanya, akan tetapi aku mendapati Abu Bakar telah mendahuluiku datang kepadanya dan memberitakan kabar gembira kepadanya, demi Allah tidaklah aku berlomba dengannya kepada kebaikan sama sekali kecuali pasti dia mendahuluiku.

【171】

Musnad Ahmad 171: Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Ibrahim] dari ['Abis Bin Rabi'ah] dia berkata: Aku melihat [Umar] mencium hajar aswad seraya berkata: "Sesungguhnya aku menciummu, dan aku tahu sesungguhnya kamu hanyalah sebuah batu, seandainya aku tidak melihat Rasulullah menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu."

【172】

Musnad Ahmad 172: Telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Abdul Malik Bin 'Umair] dari [Jabir Bin Samurah] dia berkata: [Umar berkhutbah] di hadapan manusia di Jabiyah (suatu perkampungan di Damaskus) dan berkata: "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri di tempat seperti tempatku ini kemudian beliau bersabda: "Pujilah oleh kalian para sahabatku dengan kebaikan, kemudian kepada orang-orang setelah mereka, kemudian kepada orang-orang setelah mereka, kemudian akan datang suatu kaum, salah seorang diantara mereka bersumpah sebelum diminta bersumpah dan bersaksi di atas persaksian sebelum diminta untuk bersaksi, barangsiapa diantara kalian yang ingin mendapatkan baunya surga hendaklah dia berpegang teguh kepada Jama'ah, karena setan bersama orang yang sendirian sedangkan kepada dua orang akan menjauh, dan janganlah salah seorang diantara kalian berduaan dengan wanita (yang bukan mahram) karena sesungguhnya orang yang ketiga darinya adalah setan, barangsiapa kebaikannya membuatnya senang dan kesalahannya membuat dia bersedih maka dia adalah seorang mukmin."

【173】

Musnad Ahmad 173: Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Ibrahim] dari ['Alqamah] dari [Umar], dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bermusyawarah semalaman dengan Abu Bakar tentang urusan kaum muslimin, dan aku bersamanya."

【174】

Musnad Ahmad 174: Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] dari [Sa'id Bin Abu 'Arubah] dari [Qatadah] dari [Salim Bin Abul Ja'd] dari [Ma'dan Bin Abu Thalhah] dia berkata: [Umar] berkata: Aku tidak pernah bertanya banyak tentang sesuatu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melebihi ketika bertanya tentang Kalalah, sehingga beliau menusukkan jemarinya ke arah dadaku seraya beliau bersabda: "Cukup bagimu ayat Ash Shaif yang terdapat pada akhir surat An Nisa`."

【175】

Musnad Ahmad 175: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] Telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Sa'id Bin Al Musayyib] dari [Ibnu Umar] dari [Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Seorang mayit akan disiksa di kuburnya akibat dari niyahah (ratapan) kepadanya."

【176】

Musnad Ahmad 176: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Abdul Malik] Telah menceritakan kepada kami [Abdullah budak Asma'] dia berkata: 'Asma' mengutusku kepada [Ibnu Umar] (untuk menyampaikan) bahwa telah sampai kepadanya bahwa kamu mengharamkan tiga hal: gambar pada pakaian, pelana dari sutera berwarna merah dan puasa di seluruh bulan Rajab." Maka Ibnu Umar berkata: "Adapun yang kamu sebutkan tentang puasa Rajab, maka bagaimana dengan orang yang berpuasa sepanjang masa, dan adapun yang kamu sebutkan tentang gambar pada pakaian, maka aku mendengar [Umar] berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa memakai sutra di dunia, maka tidak akan memakainya di akhirat nanti."

【177】

Musnad Ahmad 177: Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Sa'id] dan aku telah bertanya kepadanya, Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman Bin Al Mughirah] Telah menceritakan kepada kami [Tsabit] dari [Anas] dia berkata: Kami bersama [Umar] berada diantara Makkah dan Madinah kemudian kami berdua saling melihat hilal (bulan sabit), dan penglihatanku lebih tajam sehingga aku dapat melihat Hilal, maka aku katakan kepada Umar: "Tidakkah kamu mau melihatnya?" Dia menjawab: "Saya akan melihatnya ketika saya berbaring di tempat tidurku." Kemudian dia mulai menceritakan kepada kami tentang Ahli Badar, dia berkata: "Adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memperlihatkan kepada kami tempat tempat mereka (orang-orang kafir) yang terbunuh kemarin (sebelum berperang), lalu beliau bersabda: "Ini tempatnya fulan besok insya Allah Ta'ala, dan ini tempatnya fulan besok insya' Allah Ta'ala." Umar berkata: "Kemudian mereka terbunuh di tempat tempat tersebut, aku bertanya: "Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan membawa agama yang haq, mereka tidak salah dalam hal itu, mereka terbunuh di sana." Kemudian di perintahkan untuk melemparkan mayat-mayat mereka ke dalam sumur, kemudian beliau berjalan ke arah mereka (mayat orang-orang kafir) dan bertanya: "Wahai fulan dan fulan bukankah kalian telah mendapatkan apa yang Allah janjikan itu pasti benar? Maka aku telah mendapatkan apa yang telah dijanjikan oleh Allah kepadaku itu benar." Umar berkata: "Wahai Rasulullah apakah engkau berbicara kepada suatu kaum padahal mereka telah menjadi bangkai?" Beliau menjawab: "Kalian tidak lebih mendengar dari pada mereka terhadap apa yang aku katakan, akan tetapi mereka tidak dapat menjawab."

【178】

Musnad Ahmad 178: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] Telah menceritakan kepada kami [Husain Al Mu'allim] Telah menceritakan kepada kami ['Amru Bin Syu'aib] dari [Bapaknya] dari [Kakeknya] dia berkata: Ketika 'Amru pulang maka datanglah anak-anak Ma'mar Bin Habib memperkarakan dirinya tentang wala' (nasab dan warits) saudara perempuan mereka kepada Umar Bin Al Khaththab, maka [Umar] berkata: "Aku putuskan perkara diantara kalian dengan apa yang telah aku dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda: "Apa yang diperoleh anak atau bapak maka itu milik Ashabahnya siapapun dia." Maka dia memutuskan untuk kami dengannya."

【179】

Musnad Ahmad 179: Ahmad Bin Hambal berkata: aku membacakan kepada [Yahya Bin Sa'id] dari ['Utsman Bin Ghiyats] Telah menceritakan kepadaku [Abdullah Bin Buraidah] dari [Yahya Bin Ya'mar] dan [Humaid Bin Abdurrahman Al Himyari] keduanya berkata: Kami bertemu [Abdullah Bin Umar] kemudian kami sebutkan tentang taqdir dan apa yang mereka katakan tentang taqdir, maka dia menjawab: "Jika kalian kembali kepada mereka, maka sampaikanlah bahwa Ibnu Umar berlepas diri dari kalian dan kalian berlepas diri darinya (sebanyak tiga kali)." Kemudian dia berkata: "Telah menceritakan kepadaku [Umar Bin Al Khaththab], bahwa ketika mereka sedang duduk di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tiba-tiba beliau didatangi oleh seorang lelaki yang berjalan kaki, yang berwajah tampan, berambut indah dan berpakaian serba putih, maka orang-orang saling pandang, kami tidak mengetahui kalau dia adalah seorang musafir, kemudian dia berkata: "Wahai Rasulullah saya datang kepadamu." Nabi menjawab: "Ya." maka dia datang dan meletakkan kedua lututnya menempel di kedua lutut beliau dan kedua tangannya di atas kedua paha beliau, kemudian dia bertanya: "Apakah Islam itu?" Nabi menjawab: "Bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhaq disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, dan kamu menegakkan shalat, membayar zakat, berpuasa di bulan Ramadlan dan melaksanakan haji." Dia bertanya lagi: "Apakah iman itu?" Nabi menjawab: "Hendaknya kamu beriman kepada Allah, Malaikat-Nya, Surga dan Neraka, kebangkitan setelah mati dan kepada semua Taqdir." Dia bertanya: "Apakah ihsan itu?" Nabi menjawab: "Hendaknya kamu beramal karena Allah seakan akan kamu melihat Allah, dan jika kamu tidak dapat melihatnya maka sesungguhnya Dia melihatmu." Dia bertanya: "Dan kapan terjadi kiamat?" Nabi menjawab: "Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari penanya." Dia bertanya: "Maka apa tanda-tandanya?" Nabi menjawab: "Apabila orang yang tidak memiliki pakaian, tidak memiliki alas kaki dan orang yang miskin mereka berlomba-lomba meninggikan bangunan, dan para budak wanita melahirkan tuannya." Umar berkata: kemudian beliau bersabda: "Hadapkanlah lelaki tadi kepadaku!" Kemudian mereka mencarinya, namun mereka tidak melihatnya sama sekali, maka setelah berselang dua atau tiga hari kemudian beliau berkata: "Wahai Ibnul Khaththab tahukah kamu siapa yang bertanya tentang ini dan ini?" Umar menjawab: "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Nabi berkata: "Itu adalah Jibril datang kepada kalian untuk mengajarkan kepada kalian tentang perkara Dien (agama) kalian." Umar berkata: "Dan beliau ditanya oleh seorang lelaki dari Juhainah atau Muzainah dia berkata: "Wahai Rasulullah yang mana yang kami lakukan, apakah sesuatu yang sudah selesai atau berlalu atau apakah sesuatu yang baru sekarang?" Nabi menjawab: "Sesuatu yang sudah berlalu (sudah ada)." Maka berkatalah seorang lelaki atau sebagian orang: "Wahai Rasulullah lalu untuk apa kami beramal?" Maka Nabi menjawab: "Calon penghuni Surga mereka dimudahkan untuk berbuat amalan penghuni Surga, dan calon penghuni Neraka dimudahkan berbuat amalan penghuni Neraka." Yahya berkata: "Demikianlah sebagaimana kamu membacakannya kepada saya."

【180】

Musnad Ahmad 180: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Syu'bah] Telah menceritakan kepadaku [Salamah Bin Kuhail] dia berkata: aku mendengar [Abul Hakam] berkata: Aku bertanya kepada [Ibnu Abbas] tentang air anggur yang terdapat di Al Jarr (kendi yang terbuat dari tanah liat) dan Ad Dubbaa` (kendi yang terbuat dari kulit buah labu). Maka dia menjawab: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang dari air anggur dalam Al Jarr dan Ad Dubbaa` dan beliau bersabda: "Barangsiapa ingin mengharamkan apa yang telah Allah Ta'ala dan Rasul-Nya haramkan, maka haramkanlah air anggur yang sudah menjadi khamer." [Abul Hakam] berkata: dan aku bertanya kepada [Ibnu Zubair], maka dia menjawab: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang dari Ad Dubbaa` dan Al Jarr." [Abul Hakam] berkata: dan aku bertanya kepada [Ibnu Umar], maka dia menceritakan dari [Umar] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang Al Jarr dan Al Muzaffaat (kendi yang dicet dengan ter). [Abul Hakam] berkata: dan telah menceritakan kepadaku [saudaraku] dari [Abu Sa'id] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang dari Al Jarr, Ad Dubbaa` dan Al Muzaffaat serta kurma mentah dan kurma matang (dimaksudkan untuk membuat tuak)."

【181】

Musnad Ahmad 181: Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Sa'id] saya bertanya kepadanya, Telah menceritakan kepada kami [Hisyam] Telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Salim Bin Abul Ja'd] dari [Ma'dan Bin Abu Thalhah Al Ya'mari] bahwa [Umar Bin Al Khaththab] berdiri di atas mimbar pada hari Jum'at, kemudian memuji dan mengagungkan Allah lalu menyebutkan nama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan Abu bakar kemudian berkata: "Aku bermimpi dan aku menganggapnya itu adalah pertanda akan tibanya ajalku, aku bermimpi seakan-akan seekor ayam jantan mematukku dua kali." -Ma'dan berkata: dia (Umar) menyebutkan bahwa ayamnya berwarna merah.- kemudian aku ceritakan kepada Asma' binti Umais istri Abu Bakar maka dia berkata: "Seorang lelaki Ajam (asing/selain arab) akan membunuhmu." Umar berkata: "Dan sesungguhnya manusia menyuruhku untuk mengangkat seorang pengganti, dan sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan agama dan kepemimpinanNya, yang dengannya Dia telah mengutus Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam, jika ajal mendahuluiku maka urusan ini kuserahkan untuk dimusyawarahkan diantara enam orang yang ketika Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam meninggal beliau ridla kepada mereka, maka siapa saja diantara mereka yang kalian bai'at hendaklah kalian dengar dan taati, dan sesungguhnya aku mengetahui ada orang-orang yang akan mengacaukan urusan ini dan aku akan memerangi mereka dengan tanganku atas dasar Islam, mereka itulah musuh-musuh Allah, orang-orang kafir lagi sesat, demi Allah aku tidak akan meninggalkan dari apa yang telah Rabbku janjikan kepadaku, kemudian menggantikanku dengan sesuatu yang lebih penting bagiku ketimbang Al kalalah (seseorang yang meninggal dan tidak meninggalkan bapak dan anak), dan demi Allah tidak pernah Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam menegaskan tentang sesuatu kepadaku sejak dahulu melebihi ketegasannya kepadaku dalam masalah Al kalalah, sampai beliau menusukkan jemarinya ke dadaku dan berkata: "Cukup bagimu ayat ash Shoif yang ada di akhir surat An Nisa`." Dan sesungguhnya jika aku hidup maka aku akan putuskan masalah itu dengan keputusan yang dapat diketahui oleh orang yang membaca dan orang yang tidak membaca, dan aku bersaksi kepada Allah atas pemimpin-pemimpin negri, aku mengutus mereka hanya supaya mereka mengajarkan kepada manusia perihal urusan agama mereka dan agar supaya mereka menjelaskan tentang sunnah Nabi mereka shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian mengadukan kepadaku apa yang mereka tidak tahu, sesungguhnya kalian wahai manusia memakan dua pohon yang tidak aku anggap kecuali keduanya adalah kotor yaitu bawang putih dan bawang merah ini, demi Allah aku telah melihat Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam mencium baunya dari seorang lelaki, kemudian beliau menyuruhnya dan memegang tangannya kemudian dikeluarkan dari masjid sehingga sampai ke Baqi', maka barangsiapa memakan keduanya hendaklah memasaknya hingga tidak ada baunya."

【182】

Musnad Ahmad 182: Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Numair] dari [Mujalid] dari ['Amir] dari [Jabir Bin Abdullah] dia berkata: Aku mendengar [Umar Bin Al Khaththab] berkata kepada Thalhah Bin Ubaidillah: "Kenapa aku melihat rambutmu acak-acakan dan kumal berdebu sepeninggal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, mungkin kepemimpinan anak pamanmu telah membuat kamu sengsara wahai Thalhah?" Dia menjawab: "Aku berlindung kepada Allah, sesungguhnya aku lebih patut dari kalian untuk tidak melakukan demikian, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah telah bersabda: "Sesungguhnya aku tahu satu kalimat yang apabila seseorang mengucapkannya ketika sedang menghadapi kematian pasti akan mendapati ruhnya dalam keadaan mudah ketika keluar dari jasadnya dan pada hari Kiamat mempunyai cahaya." Akan tetapi aku belum sempat menanyakannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan beliau belum memberitahukannya kepadaku, itulah yang membuat aku seperti ini." Umar berkata: "Aku mengetahuinya, maka segala puji hanya milik Allah tidak lain yang beliau katakan adalah kalimat yang beliau katakan kepada pamannya, yaitu "Laa Ilaaha Illallaah." [Thalhah] berkata: "Kamu benar."

【183】

Musnad Ahmad 183: Telah menceritakan kepada kami [Ja'far Bin 'Aun] telah memberitakan kepada kami [Abu 'Umais] dari [Qais Bin Muslim] dari [Thariq Bin Syihab] dia berkata: Seorang lelaki Yahudi datang kepada [Umar] dan berkata: "Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya kalian telah membaca sebuah ayat dalam kitab kalian, yang seandainya diturunkan kepada kami orang-orang Yahudi pasti hari itu akan kami jadikan hari raya." Umar bertanya: "Ayat apa itu?" Dia menjawab: "firman Allah: {Pada hari ini telah aku sempurnakan untuk kalian agama kalian dan telah aku sempurnakan untuk kalian nikmatKu.} (Al Ma'idah: 3) Maka Umar berkata: "Sesungguhnya aku tentu mengetahui hari apa dan kapan ayat ini diturunkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu pada hari Arafah Jum'at sore."

【184】

Musnad Ahmad 184: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abdurrahman Bin Al Harits Bin 'Ayyasy Bin Abu Rabi'ah] dari [Hakim Bin Hakim Bin 'Abbad Bin Hunaif] dari [Abu Umamah Bin Sahl Bin Hunaif] bahwa Seorang lelaki membidik lelaki lain dengan panah sampai mati, sementara dia (mayit) tidak punya ahli waris kecuali paman dari ibunya, maka dalam hal itu Abu Ubaidah Bin Jarrah menulis surat kepada [Umar] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Allah dan Rasul-Nya adalah wali bagi orang yang tidak punya wali dan paman dari ibu adalah wali bagi orang yang tidak punya wali."

【185】

Musnad Ahmad 185: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Ya'fur Al 'Abdi] dia berkata: aku mendengar [seorang syaikh di Makkah] pada masa pemerintahan Al Hajjaj bercerita dari [Umar Bin Al Khaththab] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadanya: "Wahai Umar kamu adalah lelaki yang kuat, maka janganlah berdesakan di Hajar Aswad, karena akan menyakiti orang yang lemah, jika kamu mendapatkan (hajar aswad) kosong maka ciumlah dia, dan jika tidak maka menghadaplah kearahnya sambil bertahlil dan bertakbir."

【186】

Musnad Ahmad 186: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Kahmas] dari [Ibnu Buraidah] dari [Yahya Bin Ya'mar] dari [Ibnu Umar] bahwa Jibril bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: "Apakah iman itu?" Maka beliau menjawab: "Hendaknya engkau beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab-kitabNya, para Rasul-Nya, Hari Akhir dan kepada Taqdir yang baik dan yang buruk." Kemudian Jibril berkata kepada beliau: "Kamu benar." Dia (Ibnu Umar) berkata: "Maka kami merasa heran kepadanya karena dia bertanya kemudian membenarkannya." Dia berkata: kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Itu adalah Jibril datang kepada kalian untuk mengajari kalian perkara Dien kalian."

【187】

Musnad Ahmad 187: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Hisyam Bin 'Urwah] dari [bapaknya 'Urwah] dari ['Ashim Bin Umar] dari [bapaknya] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika malam tiba." Dalam kesempatan lain berkata: "Malam datang dari sini dan siang pergi dari sini, maka orang yang berpuasa sudah waktunya untuk berbuka." Yang beliau maksud adalah timur dan barat.

【188】

Musnad Ahmad 188: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Israil Bin Yunus] dari [Abdul A'la Ats Tsa`labi] dari [Abdurrahman Bin Abu Laila] dia berkata: Aku sedang bersama [Umar], tiba-tiba datanglah seseorang kepadanya lalu berkata: "Sesungguhnya aku telah melihat bulan sabit pertanda bulan Syawal." Maka Umar berkata: "Wahai orang-orang berbukalah kalian." Lalu dia berdiri menuju sebuah cawan yang berisi air, kemudian berwudlu dan mengusap kedua khuf-nya, maka laki-laki tersebut berkata: "Demi Allah, ya Amirul Mukminin, tidaklah aku datang kepadamu kecuali untuk menanyakan kepadamu tentang hal ini, apakah kamu melihat ada selain kamu yang melakukan hal ini?" Umar menjawab: "Ya ada, yaitu orang yang lebih baik dariku dan dia sebaik baik ummat, aku melihat Abul Qasim shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan seperti yang aku lakukan, dan beliau mengenakan Jubah Syamiyah yang sempit dua lubang tangannya, kemudian beliau mengeluarkan tangannya dari bawah jubah." Lalu Umar melaksanakan shalat Maghrib.

【189】

Musnad Ahmad 189: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Sulaiman] dari [Jabir Bin Abdullah] bahwa [Umar Bin Al Khaththab] berkata: "Sesungguhnya Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mengharamkan biawak akan tetapi beliau merasa jijik darinya." Dan selain Muhammad berkata: dari Sulaiman Al Yasykuri.

【190】

Musnad Ahmad 190: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Ashim Bin 'Ubaidillah] dari [Salim] dari [Abdullah Bin Umar] dari [Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa Dia meminta izin kepada beliau untuk melaksanakan Umrah, kemudian beliau mengizinkannya, beliau berkata: "Wahai saudaraku jangan lupakan kami dalam doamu." Dan berkata ketika di Madinah: "Wahai saudaraku sertakan kami dalam do'amu." Maka Umar berkata: "Alangkah aku sangat menyukainya selagi matahari terbit karena perkataan beliau: 'Wahai saudaraku.'"

【191】

Musnad Ahmad 191: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dan [Hajjaj] dia berkata: aku mendengar [Syu'bah] dari ['Ashim Bin 'Ubaidillah] dari [Salim] dari [Ibnu Umar] dari [Umar] bahwa Dia bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: "Bagaimana pendapatmu apakah yang kami lakukan adalah perkara yang sudah ditetapkan atau perkara yang baru atau diadakan?" Beliau menjawab: "Perkara yang telah ditetapkan." Kemudian Umar bertanya: "Tidakkah kami nanti akan bergantung dengannya?" maka beliau menjawab: "Berbuatlah wahai Ibnul Khaththab, karena setiap orang akan dimudahkan, adapun orang yang termasuk dari pemilik kebahagiaan maka dia akan berbuat untuk kebahagiaan, sedangkan orang yang termasuk dari pemilik kesengsaraan maka dia akan berbuat untuk kesengsaraan."

【192】

Musnad Ahmad 192: Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] Telah menceritakan kepada kami [Az Zuhri] dari ['Ubaidillah Bin 'Utbah Bin Mas'ud] telah mengabarkan kepadaku [Abdullah Bin Abbas] Telah menceritakan kepadaku [Abdurrahman Bin 'Auf] bahwa [Umar Bin Al Khaththab] berkhutbah di hadapan orang-orang dan dia (Abdurrahman) mendengarnya berkata: "Ketahuilah, sesungguhnya orang-orang mengatakan apakah ada hukum rajam? Padahal di dalam kitabullah hanya ada hukum dera. Sungguh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melakukan hukum rajam dan kami pun melakukan hukum rajam setelah beliau, seandainya orang-orang tidak akan mengatakan atau berbicara, bahwa Umar menambah sesuatu dalam kitabullah yang bukan darinya, niscaya aku akan menetapkannya sebagaimana diturunkannya."

【193】

Musnad Ahmad 193: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dia berkata: aku mendengar [Yazid Bin Khumair] bercerita dari [Habib Bin 'Ubaid] dari [Jubair Bin Nufair] dari [Ibnu Simthi] bahwa Dia datang di sebuah tempat bernama Daumain di Himsha jaraknya delapan belas mil, kemudian dia shalat dua rakaat, maka aku bertanya padanya: "Apakah kamu shalat dua rakaat?" Kemudian dia menjawab: "Aku melihat [Umar Bin Al Khaththab] di Dzul Hulaifah melaksanakan shalat dua rakaat, kemudian aku menanyakannya, dia menjawab: "Hanyasannya aku melakukan seperti apa yang aku lihat dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." atau dia berkata: "Apa yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【194】

Musnad Ahmad 194: Telah menceritakan kepada kami Abu Abdurrahman Telah menceritakan kepada kami Ahmad Bin Hanbal: aku membacakan kepada [Abdurrahman Bin Mahdi] yang berbunyi, [Malik] dari [Ibnu Syihab] dari [Salim Bin Abdullah] dari [Ibnu Umar] dia berkata: Salah seorang dari sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam masuk masjid pada hari jum'at, sementara [Umar Bin Al Khaththab] sedang berkhutbah di hadapan manusia, maka Umar bertanya: "Jam berapa ini?" Maka dia menjawab: "Wahai Amirul Mukminin aku kembali dari pasar kemudian aku mendengar suara adzan dan aku tidak melakukan apa-apa kecuali aku langsung berwudlu." Maka Umar radliyallahu 'anhu bertanya: "Dan hanya berwudlu? Padahal kamu telah mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan agar mandi."

【195】

Musnad Ahmad 195: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari ['Amru Bin Maimun] dari [Umar Bin Al Khaththab] dia berkata: "Orang-orang musyrik tidak meninggalkan Mudzdalifah sampai terbit matahari dari Tsabir, maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyelisihi mereka dan meninggalkan Mudzdalifah sebelum matahari terbit."

【196】

Musnad Ahmad 196: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ibnu Juraij] Telah menceritakan kepadaku [Abu Az Zubair] bahwa dia mendengar [Jabir Bin Abdullah] berkata: Telah menceritakan kepadaku [Umar Bin Al Khaththab], bahwa dia telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sungguh aku akan mengeluarkan orang-orang Yahudi dan Nashrani dari Jazirah Arab, sehingga aku tidak tinggalkan di dalamnya kecuali orang muslim."

【197】

Musnad Ahmad 197: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] Telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Salim] dari [bapaknya] bahwa Ketika [Umar Bin Al Khaththab] berdiri untuk berkhutbah pada hari Jum'at, tiba tiba masuklah salah seorang sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian Umar memanggilnya: "Jam berapa ini?" Maka dia menjawab: "Hari ini aku sibuk dan aku tidak kembali kepada keluargaku sampai aku mendengar adzan, kemudian aku tidak menambah kecuali aku langsung berwudlu." Maka Umar radliyallahu 'anhu bertanya: "Hanya berwudlu? Bukankah kalian telah mengetahui." -Dalam riwayat lain: "Bukankah kamu telah mengetahui"- bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah memerintahkan untuk mandi."

【198】

Musnad Ahmad 198: Telah menceritakan kepada kami [Hasyim Bin Al Qasim] Telah menceritakan kepada kami [Ikrimah yaitu Ibnu 'Ammar] Telah menceritakan kepadaku [Simak Al Hanafi Abu Zamil] dia berkata: Telah menceritakan kepadaku [Abdullah Bin Abbas] Telah menceritakan kepadaku [Umar Bin Al Khaththab] dia berkata: Ketika terjadi perang Khaibar sekelompok dari sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam datang kepada beliau sambil berkata: "Si Fulan syahid si Fulan syahid." sehingga mereka melewati seorang lelaki dan mereka berkata: "Fulan syahid." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak, sesungguhnya aku melihatnya masuk nereka karena kain atau mantel yang dia curi." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Wahai Ibnul Khaththab pergilah dan sampaikan kepada orang-orang bahwa tidak akan masuk surga kecuali orang-orang beriman." Umar berkata: maka aku keluar dan menyeru kepada orang-orang: "Ketahuilah bahwa tidak akan masuk Surga kecuali orang-orang beriman."

【199】

Musnad Ahmad 199: Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Yazid] Telah menceritakan kepada kami [Daud yaitu Ibnu Abil Furath] Telah menceritakan kepadaku [Abdullah Bin Buraidah] dari [Abul Aswad Ad Daili] dia berkata: Ketika aku datang ke Madinah, di sana sedang terjadi wabah penyakit, banyak dari mereka meninggal dengan mengenaskan, kemudian aku duduk di sisi Umar, tiba-tiba lewatlah jenazah di hadapannya, dan mayit tersebut dipuji dengan kebaikan, Umar berkata: "Wajib." kemudian lewatlah jenazah yang lain dan mayit tersebut dipuji dengan kebaikan dan dia berkata: "Wajib." kemudian lewat jenazah yang ketiga dan mayit tersebut disebutkan keburukannya, [Umar] berkata: "Wajib." Maka aku bertanya: "Apa artinya wajib wahai Amirul Mukminin?" Dia menjawab: aku berkata sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: "Bahwasannya seorang muslim apabila disaksikan oleh empat orang dengan kebaikan, maka Allah akan memasukkannya ke dalam Surga." Kami bertanya: "Bagaimana jika tiga?" Beliau menjawab: "Atau tiga?" Kami bertanya lagi: "Bagaimana jika dua?" Beliau menjawab: "Atau dua." Kemudian kami tidak menanyakan jika satu.

【200】

Musnad Ahmad 200: Telah menceritakan kepada kami [Abu Abdurrahman] Telah menceritakan kepada kami [Haiwah] telah mengabarkan kepadaku [Bakar Bin 'Amru] bahwa dia mendengar [Abdullah Bin Hubairah] berkata: bahwa dia mendengar [Abu Tamim Al Jaisyani] berkata: bahwa dia mendengar [Umar Bin Al Khaththab] menerangkan bahwa dia mendengar Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakkal, niscaya Dia akan memberikan rizqi kepada kalian, sebagaimana Dia telah memberikan rizqi kepada burung yang berangkat di pagi hari dalam keadaan kosong dan kembali dalam keadaan kenyang."

【201】

Musnad Ahmad 201: Telah menceritakan kepada kami [Abu Abdurrahman] Telah menceritakan kepadaku [Sa'id Bin Abu Ayyub] Telah menceritakan kepadaku ['Atho` Bin Dinar] dari [Hakim Bin Syarik Al Hudzali] dari [Yahya Bin Maimun Al Khadrami] dari [Rabi'ah Al Jurasyi] dari [Abu Hurairah], dari [Umar Bin Al Khaththab], dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Janganlah kalian duduk dengan orang yang tidak percaya dengan taqdir, dan janganlah kalian membuka pembicaraan dengan mereka." Abu Abdurrahman dalam riwayat lain berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

【202】

Musnad Ahmad 202: Telah menceritakan kepada kami [Hasyim Bin Al Qasim] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Yazid Bin Khumair Al Hamdani Abu Umar] dia berkata: aku mendengar [Habib Bin 'Ubaid] bercerita dari [Jubair Bin Nufair] dari [Ibnu As Simth] bahwa Dia keluar bersama [Umar] menuju Dzul Hulaifah kemudian shalat dua rakaat, maka aku bertanya kepadanya tentang hal itu, dia menjawab: "Aku melakukannya sebagaimana aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【203】

Musnad Ahmad 203: Telah menceritakan kepada kami [Abu Nuh Quradl] telah memberitakan kepada kami [Ikrimah Bin 'Ammar] Telah menceritakan kepada kami [Simak Al Hanafi Abu Zumail] Telah menceritakan kepadaku [Ibnu Abbas] Telah menceritakan kepadaku [Umar Bin Al Khaththab], dia berkata: "Ketika terjadi perang Badar." Umar berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memandang kepada para sahabatnya dan mereka berjumlah tiga ratus lima puluh orang, kemudian melihat kepada orang-orang Musyrik dan jumlah mereka seribu lebih, maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menghadap Qiblat kemudian mengangkat kedua tangannya dan beliau mengenakan kain selendang dan sarungnya kemudian beliau berdoa: "Ya Allah manakah yang telah Engkau janjikan kepadaku, ya Allah tunjukkan apa yang telah Engkau janjikan kepadaku, ya Allah sesungguhnya jika Engkau binasakan kelompok kecil dari orang-orang Islam ini, maka Engkau tidak akan disembah di bumi ini untuk selamanya." Umar berkata: "Maka Nabi tidak henti-hentinya memohon pertolongan kepada Rabbnya dan berdoa kepada-Nya hingga selendangnya terjatuh, maka Abu Bakar mendatanginya dan mengambil selendang beliau dan mengembalikannya kemudian mendampinginya dari belakangnya dan berkata: "Wahai Nabiyullah sudah cukup pengaduanmu kepada Rabbmu, karena Dia akan mengabulkan apa yang dijanjikan kepadamu." Maka Allah menurunkan: {(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.} (Al Anfal: 9) Maka ketika terjadi hari itu dan bertemulah dua pasukan, Allah menghancurkan orang-orang musyrik sehingga terbunuhlah dari mereka tujuh puluh orang tentara dan tertawan tujuh puluh orang tentara, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bermusyawarah dengan Abu Bakar, Ali dan Umar. Abu Bakar berkata: "Wahai Nabiyullah mereka adalah anak-anak paman, kerabat dekat dan masih saudara, maka saya berpendapat hendaknya Engkau mengambil dari mereka harta tebusan, dan apa yang kita ambil dari mereka menjadi kekuatan kita mengahadapi orang-orang kafir, semoga Allah akan memberikan hidayah kepada mereka sehingga mereka menjadi pendukung kita." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya: "Apa pendapat kamu wahai Ibnul Khaththab?" Umar menjawab: Aku berkata: "Demi Allah aku tidak berpendapat seperti pendapat Abu Bakar, akan tetapi aku berpendapat Engkau serahkan fulan kerabat Umar kepadaku untuk aku penggal lehernya, dan Engkau serahkan Aqil kepada Ali untuk dia penggal lehernya, dan Engkau serahkan fulan saudara Hamzah kepada Hamzah untuk dia penggal lehernya, sehingga Allah mengetahui bahwa tidak ada kasih sayang dalam hati kita kepada orang-orang musyrik, mereka adalah para pembesar, para tetua dan para pemimpin mereka." Namun Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam condong kepada pendapat Abu Bakar dan tidak kepada pendapatku. Kemudian beliau mengambil tebusan dari mereka, maka pada hari esoknya Umar berkata: Pagi-pagi aku datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tiba-tiba beliau dan Abu Bakar duduk dan keduanya menangis, maka aku bertanya: "Wahai Rasulullah beritahukan kepadaku apa yang membuat Engkau dan sahabatmu menangis, jika aku bisa menangis, aku akan menangis dan jika aku tidak bisa menangis aku akan menangis-nangiskan diri karena kalian berdua menangis." Umar berkata: "Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Pendapat yang diajukan sahabatmu berupa tebusan, sungguh telah ditampakkan kepadaku siksa kalian lebih dekat ketimbang pohon yang paling dekat." Dan Allah menurunkan firman-Nya: {Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum dia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi.} (Al Anfal: 67) sampai firman-Nya: {Niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar Karena tebusan yang kamu ambil.} (Al Anfal: 68) yaitu tebusan, kemudian dihalalkan bagi mereka harta ghanimah (rampasan perang), maka ketika terjadi perang Uhud di tahun berikutnya mereka dihukum akibat apa yang mereka lakukan pada perang Badar berupa mengambil tebusan, sehingga diantara mereka gugur tujuh puluh orang, dan pada saat peperangan para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lari dari beliau, sehingga kedua gigi geraham beliau pecah, kening kepala beliau sobek dan mengalir darah di muka beliau, kemudian Allah menurunkan firman-Nya: {Dan Mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar)} (Ali Imran: 165) sampai firman-Nya: {Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.} (Ali Imran: 165) disebabkan kalian mengambil tebusan.

【204】

Musnad Ahmad 204: Telah menceritakan kepada kami [Abu Nuh] Telah menceritakan kepada kami [Malik Bin Anas] dari [Zaid Bin Aslam] dari [bapaknya] dari [Umar Bin Al Khaththab] dia berkata: Kami bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam suatu perjalanan, kemudian aku bertanya kepadanya tentang sesuatu sebanyak tiga kali dan beliau tidak menjawabku, maka aku berkata dalam hatiku: "Alangkah malangnya kamu wahai Ibnul Khaththab, kamu berusaha keras kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebanyak tiga kali tapi dia tidak menjawabmu." Umar berkata: Maka aku naiki kendaraanku dan aku maju karena khawatir akan turun sesuatu tentangku. Umar berkata: Tiba-tiba ada orang yang memanggilku: "Wahai Umar, di mana Umar?" Umar berkata: "Maka aku datangi karena saya mengira telah turun sesuatu tentang aku, kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersbda: "Tadi malam telah turun kepadaku sebuah surat yang lebih aku sukai ketimbang dunia beserta isinya: {Sungguh kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata. Agar Allah memberikan apunan kepadamu atas dosamu yang telah lalu dan yang akan datang}" (Al Fath: 1 - 2)

【205】

Musnad Ahmad 205: Telah menceritakan kepada kami [Abu An Nadlar] Telah menceritakan kepada kami [Al Mas'udi] dari [Hakim Bin Jubair] dari [Musa Bin Thalhah] dari [Ibnul Hautakiyah] dia berkata: [Umar Bin Al Khaththab] diberi makanan kemudian dia memanggil seorang lelaki akan tetapi dia berkata: "Aku sedang berpuasa." Umar bertanya: "Puasa apa yang kamu lakukan? Seandainya tidak khawatir akan menambah atau mengurangi pasti aku ceritakan kepada kalian sebuah hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika datang kepadanya seorang Arab badui dengan membawa seekor kelinci, akan tetapi susullah Ammar." Maka ketika Ammar datang, Umar berkata: "Apakah kamu melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada hari beliau kedatangan seorang arab badui dengan membawa seekor kelinci?" Ammar menjawab: "Ya." [Ammar] melanjutkan: Aku melihat ada darahnya, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Makanlah oleh kalian." Ammar berkata: "Aku sedang puasa." Nabi bertanya: "Puasa apa yang kamu kerjakan?" Ammar menjawab: "Puasa di awal dan akhir bulan." Kemudian Nabi bersabda: "Jika kamu ingin berpuasa maka puasalah pada tanggal tiga belas, empat belas dan lima belas."

【206】

Musnad Ahmad 206: Telah menceritakan kepada kami [Abu An Nadlar] Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Aqil] Telah menceritakan kepada kami [Mujalid Bin Sa'id] telah mengabarkan kepada kami ['Amir] dari [Masruq Bin Al Ajda'] dia berkata: Aku bertemu dengan [Umar Bin Al Khaththab] kemudian dia berkata kepadaku: "Siapa kamu?" Aku menjawab: "Masruq Bin Ajda." Maka Umar berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ajda' itu nama setan." Akan tetapi kamu adalah Masruq Bin Abdurrahman. Amir berkata: "Maka aku melihatnya di dalam catatan dokumen tertulis Masruq Bin Abdurrahman, aku bertanya: "Apa ini?" Maka dia menjawab: "Demikianlah Umar menamakanku."

【207】

Musnad Ahmad 207: Telah menceritakan kepada kami [Ishaq Bin Isa] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari [Ja'far Bin Rabi'ah] dari [Az Zuhri] dari [Muharrar Bin Abu Hurairah] dari [bapaknya] dari [Umar Bin Al Khaththab] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang dari perbuatan 'Azl (mengeluarkan air mani di luar liang vagina istri) dari seorang istri kecuali atas izin darinya."

【208】

Musnad Ahmad 208: Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Amir Abdul Malik Bin 'Amru] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Hisyam maksudnya Ibnu Sa'd] dari [Zaid Bin Aslam] dari [bapaknya] dia berkata: aku mendengar [Umar] berkata: "Jika aku hidup sampai tahun depan maka tidak ada satu kampung yang ditaklukkan, kecuali aku akan membaginya diantara mereka sebagaimana Rasulullah telah membaginya pada perang Khaibar."

【209】

Musnad Ahmad 209: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Abdullah Az Zabiri] Telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Simak] dari [Ikrimah] dari [Ibnu Abbas] dari [Umar] dia berkata: Aku bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam suatu peperangan kemudian aku bersumpah: "Tidak, demi bapakku." Maka seseorang menegurku dari belakang dan berkata: "Jangan kalian bersumpah dengan bapak-bapak kalian." Ternyata dia adalah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

【210】

Musnad Ahmad 210: Telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad Az Zubairi] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir] dari [Umar] dia berkata: "Jika aku hidup aku pasti akan mengeluarkan orang-orang yahudi dan Nasrani dari Jazirah Arab."

【211】

Musnad Ahmad 211: Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman Bin Daud Abu Daud] Telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari ['Ashim] dari [bapaknya] dari [Umar] dia berkata: "Aku melihat Rasulullah mengusap kedua khuf."

【212】

Musnad Ahmad 212: Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman Bin Daud Abu Daud] Telah menceritakan kepada kami [Sallam yaitu Abul Ahwas] dari [Simak Bin Harb] dari [Sayyar Bin Al Ma'rur] dia berkata: aku mendengar [Umar] berkhutbah dan berkata: "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membangun masjid ini, dan kami dari Muhajirin maupun Anshar bersama beliau, ketika masjid menjadi penuh sesak sampai-sampai seseorang dari kalian sujud di atas punggung saudaranya dan beliau melihat orang-orang shalat di jalanan, maka beliau bersabda: "Shalatlah kalian di dalam masjid."

【213】

Musnad Ahmad 213: Dia (Ahmd Bin Hambal) berkata: aku membacakan kepada [Yahya Bin Sa'id] dari [Zuhair] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Abu Ishaq] dari [Haritsah Bin Mudlarrab] bahwa Dia melaksanakan haji bersama [Umar Bin Al Khaththab], kemudian pemuka-pemuka penduduk Syam mendatanginya dan berkata: "Wahai Amirul Mukminin, kami memiliki harta, budak dan hewan ternak, maka ambillah dari harta kami sebagai zakat yang dapat mensucikan kami." Kemudian Umar menjawab: "Ini adalah sesuatu yang belum dilakukan oleh dua orang sebelumku akan tetapi tunggulah sampai aku bertanya kepada kaum muslimin."

【214】

Musnad Ahmad 214: Telah menceritakan kepada kami [Rauh] dan [Mu`ammal] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan Ats Tsauri] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir Bin Abdullah] bahwa [Umar Bin Al Khaththab] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jka aku hidup, pasti aku akan mengeluarkan orang-orang Yahudi dan Nashrani dari Jazirah Arab sampai tidak aku tinggalkan di dalamnya kecuali muslim."

【215】

Musnad Ahmad 215: Telah menceritakan kepada kami ['Attab Bin Ziyad] Telah menceritakan kepada kami [Abdullah yaitu Ibnul Mubarak] telah mengabarkan kepada kami [Yunus] dari [Az Zuhri] dari [As Sa`ib Bin Yazid] dan [Ubaidullah Bin Abdullah Bin 'Utbah] dari [Abdurrahman Bin 'Abd] dari [Umar Bin Al Khaththab], -Abdullah berkata: Bapakku telah menyandarkannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam- bahwa beliau bersabda: "Barangsiapa tertinggal sesuatu dari wiridnya." atau beliau bersabda: "Dari sebagiannya pada malam hari kemudian dia membacanya diantara shalat Fajar sampai Dhuhur, maka seakan-akan dia membacanya di malam harinya."

【216】

Musnad Ahmad 216: Telah menceritakan kepada kami [Abu Nuh Qurad] Telah menceritakan kepada kami [Ikrimah Bin 'Ammar] Telah menceritakan kepada kami [Simak Al Hanafi Abu Zumail] Telah menceritakan kepadaku [Ibnu Abbas] Telah menceritakan kepadaku [Umar] dia berkata: Ketika hari perang Badar, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melihat kepada sahabat sahabatnya yang berjumlah tiga ratus lima puluh dan beliau melihat kepada orang-orang musyrik yang berjumlah seribu lebih, maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menghadap ke arah Qiblat dan menengadahkan tangan sedang beliau mengenakan selendang dan sarung, kemudian beliau berdoa: "Ya Allah manakah yang telah Engkau janjikan kepadaku, tunjukkan apa yang telah Engaku janjikan kepadaku, ya Allah jika Engkau binasakan kelompok kecil dari ummat Islam ini, niscaya Engkau tidak akan disembah di bumi ini untuk selamanya." Umar berkata: "Maka beliau tidak henti hentinya memohon pertolongan dan berdoa kepada Rabbnya sampai-sampai selendangnya terjatuh, kemudian Abu Bakar mendatanginya dan mengembalikan selendang beliau dan mendampinginya dari belakang kemudian berkata: "Wahai Nabiyullah sudah cukup pengaduanmu kepada Rabbmu karena Dia pasti akan memenuhi janji-Nya kepadamu." Maka Allah Ta'ala menurunkan: {(ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu: "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kamu dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut.} (Al Anfal: 9) maka pada hari itu bertemulah dua pasukan dan Allah menghancurkan orang-orang musyrik, diantara mereka yang terbunuh berjumlah tujuh puluh orang dan tertawan tujuh puluh orang, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bermusyawarah dengan Abu Bakar, Ali dan Umar, Abu Bakar berkata: "Wahai Nabiyullah mereka adalah anak paman, keluarga dekat dan saudara-saudara kita, maka saya berpendapat engkau ambil dari mereka uang tebusan, sehingga apa yang kita ambil dari mereka menjadi kekuatan bagi kita atas orang-orang kafir, dan mudah-mudahan Allah akan memberi hidayah kepada mereka, sehingga mereka bisa menjadi penguat bagi kita." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya: "Apa pendapatmu wahai Ibnul Khaththab?" Maka Umar berkata: Aku berkata: "Demi Allah, aku tidak berpendapat seperti pendapat Abu Bakar, akan tetapi aku berpendapat Engkau serahkan kepadaku fulan saudara Umar untuk aku penggal lehernya, dan Engkau serahkan 'Aqil kepada Ali kemudian dia penggal lehernya, dan Engkau serahkan fulan saudara Hamzah kepadanya kemudian dia penggal lehernya, sehingga Allah mengetahui bahwa tidak ada kasih sayang dalam hati kita kepada orang-orang musyrik, mereka adalah para pembesar, para tetua dan para pemimpin mereka." Namun Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam condong kepada pendapat Abu Bakar dan tidak kepada pendapatku." Kemudian beliau mengambil tebusan dari mereka, maka pada esok harinya Umar berkata: Pagi-pagi aku datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, tiba-tiba beliau dan Abu Bakar duduk dan keduanya menangis, maka aku bertanya: "Wahai Rasulullah beritahukan kepadaku apa yang membuat engkau dan sahabatmu menangis? Jika aku bisa menangis, aku akan menangis dan jika aku tidak bisa menangis aku akan menangis-nangiskan diri karena kalian berdua menangis." Umar berkata: Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Pendapat yang diajukan sahabatmu berupa tebusan, sungguh telah ditampakkan kepadaku siksa kalian lebih dekat ketimbang pohon yang paling dekat." Dan Allah menurunkan firman-Nya: {Tidak patut, bagi seorang Nabi mempunyai tawanan sebelum dia dapat melumpuhkan musuhnya di muka bumi} (Al Anfal: 67) sampai firman-Nya: {Niscaya kamu ditimpa siksaan yang besar Karena tebusan yang kamu ambil} (Al Anfal: 68) yaitu tebusan, kemudian dihalalkan bagi mereka harta ghanimah (rampasan perang), maka ketika terjadi perang Uhud di tahun berikutnya mereka dihukum akibat apa yang mereka lakukan pada perang Badar berupa mengambil tebusan, sehingga diantara mereka gugur tujuh puluh orang, dan pada saat peperangan para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lari dari beliau, sehingga kedua gigi geraham beliau pecah, kening kepala beliau sobek dan mengalir darah di muka beliau, kemudian Allah menurunkan firman-Nya: {Dan Mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar)} (Ali Imran: 165) sampai firman-Nya: {Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.} (Ali Imran: 165) disebabkan kalian mengambil tebusan.

【217】

Musnad Ahmad 217: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari ['Ubaidillah Bin Abdullah Bin Abu Tsaur] dari [Ibnu Abbas] dia berkata: Tak henti-hentinya aku bertanya kepada [Umar Bin Al Khaththab] tentang dua orang istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang dimaksud dalam firman Allah Ta'ala: {Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, Maka sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan)} (At Tahrim: 4) sampai-sampai ketika Umar melaksanakan haji akupun melaksanakan haji bersamanya, ketika di tengah perjalanan, Umar menepi dengan membawa bejana dan akupun menepi bersamanya, kemudian dia membuang hajat besar dan setelah itu dia mendatangiku lalu aku tuangkan ke atas kedua tangannya kemudian dia berwudlu, aku bertanya: "Wahai Amirul Mukminin siapakah dua orang istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang dimaksud dalam firman Allah: {Jika kamu berdua bertaubat kepada Allah, Maka Sesungguhnya hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebaikan)} (At Tahrim: 4)?" Maka Umar menjawab: "Sungguh mengherankan kamu ini wahai Ibnu Abbas." -Az Zuhri berkata: demi Allah, Umar tidak suka terhadap apa yang ditanyakan Ibnu Abbas kepadanya dan dia tidak merahasiakannya- Umar menjawab: "Dia adalah Hafshah dan Aisyah." Ibnu Abbas berkata: Kemudian Umar mulai menyebutkan hadits, dia berkata: "Kita wahai orang-orang Quraisy adalah suatu kaum yang berkuasa terhadap istri, kemudian ketika kita sampai di Madinah, kita mendapati suatu kaum yang para istrinya berkuasa terhadap suaminya, dan hampir-hampir saja istri-istri kita meniru istri-istri mereka." Umar berkata: "Ketika itu rumahku di daerah Awali perkampungan Bani Umayyah Bin Zaid, pada suatu hari aku marah kepada istriku, namun ternyata dia melawanku, maka aku mengingkari perlawanannya sehingga dia bertanya: "Kenapa kamu mengingkari perlawananku kepadamu, demi Allah istri-istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam saja melakukan perlawanan kepadanya, bahkan salah seorang dari mereka pada suatu hari menjauhinya sampai malam hari." Umar berkata: kemudian aku pergi dan mendatangi Hafshah dan bertanya: "Apakah kamu melakukan perlawanan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" Dia menjawab: "Ya." aku bertanya lagi: "Dan salah seorang dari kalian menjauhinya dari siang hari sampai malam hari?" Dia menjawab: "Ya." aku berkata: "Sungguh telah sia-sia dan merugi siapa saja diantara kalian yang melakukan demikian, apakah salah seorang dari kalian akan merasa aman dari kemurkaan Allah disebabkan kemarahan RasulNya kepada kalian, maka sebenarnya dia telah binasa, janganlah melawan Rasulullah dan jangan pula menuntut sedikitpun kepadanya, dan mintalah kepadaku apa yang kamu butuhkan, janganlah kamu cemburu jika tetanggamu lebih cantik darimu dan lebih dicintai oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Yang dia maksudkan Aisyah, Umar berkata: "Aku mempunyai seorang tetangga dari kaum Anshar dan kami biasa saling bergantian mengunjungi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, satu hari dia hadir dan satu hari saya yang hadir, kemudian datang kepadaku dengan membawa khabar turunnya wahyu dan masalah yang lain, dan aku mendatanginya seperti itu juga." Umar berkata: "Dan kami memperbincangkan tentang Ghassan bahwa mereka sudah mempersiapkan pasukan berkuda untuk memerangi kami. Suatu hari sahabatku yang mengunjungi (Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam) datang kepadaku di waktu Isya dan mengetuk pintuku, lalu dia memanggilku akupun keluar menemuinya, kemudian dia berkata: "Telah terjadi peristiwa yang sangat besar." Aku bertanya: "Apa yang kamu bawa, tentang berita Ghassan?" Dia menjawab: "Tidak, bahkan beritanya lebih besar dan lebih panjang dari itu, yaitu berita bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mentalak istri-istrinya." Maka aku berkata: "Telah sia-sia dan merugi Hafshah dan sebelumnya saya sudah menduga hal ini akan terjadi." Setelah selesai shalat shubuh aku kencangkan bajuku kemudian pergi menemui Hafshah dan ternyata dia sedang menangis, maka aku bertanya: "Apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mentalak kalian?" Dia menjawab: "Aku tidak tahu, beliau sekarang sedang menyendiri di tempat minum." Maka aku temui pelayan Rasulullah yang berkulit hitam dan aku berkata: "Mintakan izin untuk Umar." Maka masuklah pelayan kemudian keluar kembali dan berkata: "Aku telah melaporkan kamu kepada beliau namun beliau diam saja." Kemudian aku pergi menuju mimbar dan ternyata di sekelilingnya banyak orang yang sedang duduk dan sebagian mereka menangis, maka aku duduk sebentar, namun apa yang sedang aku alami mengalahkanku sehingga aku menemui pelayan Rasulullah dan aku berkata: "Mintakan izin untuk Umar." Kemudian dia masuk dan keluar kembali menemuiku dan berkata: "Aku telah melaporkan kamu kepada beliau namun beliau diam saja." Lalu aku keluar dan duduk di mimbar namun apa yang aku alami mengalahkanku sehingga aku menemui pelayan lagi dan aku berkata: "Mintakan izin untuk Umar." Kemudian dia masuk dan keluar kembali kepadaku dan berkata: "Aku telah laporkan kamu kepada beliau namun beliau diam saja." Akhirnya aku pergi meninggalkannya, akan tetapi tiba-tiba pelayan memanggilku dan berkata: "Masuklah beliau telah mengizinkanmu." Maka aku masuk dan mengucapkan salam kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, ketika itu beliau sedang bersandar di sebuah tikar sulaman." Dan telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] dari hadits [Shalih] dia berkata: "Bahwa Nabi bersandar di tikar anyaman sehingga membekas di bagian samping tubuh beliau." Maka aku (Umar) bertanya: "Wahai Rasulullah apakah engkau telah menceraikan istri-istrimu?" Beliau mengangkat kepalanya kepadaku dan berkata: "Tidak." Maka aku mengucapkan takbir "Allahu Akbar" (Allah maha besar), "Jika engkau wahai Rasulullah melihat kami, dan kami orang-orang Quraisy adalah kaum berkuasa terhadap para istri, akan tetapi setelah kami datang ke Madinah kami dapatkan suatu kaum yang istri-istri mereka berkuasa terhadap suami mereka, dan hampir-hampir istri-istri kita meniru istri-istri mereka, maka pada suatu hari aku marah kepada istriku, namun ternyata dia melawanku, aku ingkari perlawanannya kepadaku sehingga dia bertanya: "Kenapa kamu mengingkari perlawananku kepadamu, demi Allah istri-istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam saja melakukan perlawanan kepadanya, bahkan salah seorang dari mereka pada suatu hari menjauhinya sampai malam hari. Maka aku berkata: 'Sungguh telah sia-sia dan merugi siapa saja diantara mereka yang melakukan demikian, apakah salah seorang dari mereka akan merasa aman dari kemurkaan Allah disebabkan kemarahan RasulNya, maka sebenarnya dia telah binasa.'" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tersenyum, aku berkata: "Wahai Rasulullah aku telah menemui Hafshah dan aku katakan: 'Jangan kamu cemburu jika tetanggamu lebih cantik dari kamu dan lebih dicintai oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.'" Beliau tersenyum lagi, dan aku berkata: "Izinkan aku wahai Rasulullah." Nabi menjawab: "Ya." Kemudian aku duduk dan mengangkat kepalaku ke atas rumah, maka demi Allah, aku tidak melihat sesuatu yang dapat mengalihkan pandangan kecuali tiga buah kulit, maka aku berkata: "Berdoalah wahai Rasulullah untuk kelapangan ummatmu karena orang-orang persia dan Romawi telah dilapangkan bagi mereka, padahal mereka tidak menyembah kepada Allah." Beliau meluruskan duduknya dan bersabda: "Apakah ada keraguan pada dirimu wahai Ibnul Khaththab, mereka itu adalah kaum yang disegerakan kesenangan mereka dalam kehidupan dunia." Aku berkata: "Mohonkanlah ampun untukku wahai Rasulullah." Dan beliau telah bersumpah untuk tidak mendatangi istrinya selama sebulan karena dia sangat marah kepada mereka sehingga Allah menegurnya.

【218】

Musnad Ahmad 218: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah mengabarkan kepadaku [Yunus Bin Sulaim] dia berkata: telah mendiktekan kepadaku [Yunus Bin Yazid Al Aili] dari [Ibnu syihab] dari ['Urwah Bin Az Zubair] dari [Abdurrahman Bin Abdul Qari] dia berkata: aku mendengar [Umar Bin Al Khaththab] berkata: Apabila turun wahyu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam maka terdengar di sisi wajahnya suara gemuruh seperti suara gemuruh tawon, maka kami berhenti menunggu sesaat, kemudian beliau menghadap Qiblat dan mengangkat kedua tangannya sambil berdoa: "ALLAHUMMA ZIDNAA WALAA TANQUSHNAA WA AKRIMNAA WALAA TUHINNAA WA A'THINAA WALAA TAHRIMNAA WA AATSIRNAA WALAA TU'TSIR 'ALAINAA WARDLA 'ANNAA WA ARDLINAA (ya Allah tambahkan kepada kami dan jangan Engkau kurangi, muliakanlah kami dan jangan Engkau hinakan, berilah kami dan jangan Engkau tahan, menangkanlah kami dan jangan Engkau menangkan musuh musuh atas kami, ridlailah dari kami dan jadikan kami ridla) kemudian beliau bersabda: "Telah turun kepadaku sepuluh ayat, barangsiapa melaksanakannya maka dia akan masuk Surga." Kemudian beliau membacakan kepada kami: {Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman} sampai ayat yang ke sepuluh. (Al Mukminun: 1-10)

【219】

Musnad Ahmad 219: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Abu 'Ubaid budak Abdurrahman Bin Auf] bahwa dia menghadiri shalat 'Ied bersama [Umar Bin Al Khaththab], lalu Umar melaksanakan shalat sebelum berkhutbah dengan tanpa adzan dan iqamat, kemudian dia berkhutbah dan berkata: "Wahai manusia, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang dari berpuasa pada dua hari ini, adapun salah satunya adalah karena dia hari berbukanya kalian dari berpuasa dan hari raya kalian, sedangkan yang lain adalah karena hari kalian memakan (daging) sembelihan kalian." Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Muhammad Bin Ishaq] telah menceritakan kepada kami [Az Zuhri] dari [Sa'd Bin Abu 'Ubaid budak Abdurrahman Bin Azhar] dia berkata: "Aku menghadiri shalat 'Ied bersama Umar Bin Al Khaththab." kemudian dia menyebutkan hadits diatas.

【220】

Musnad Ahmad 220: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Umar] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] bahwa [Umar] mencium Hajar Aswad, kemudian berkata: "Sungguh aku mengetahui bahwa kamu hanyalah sebuah batu, seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menciummu pasti aku tidak akan menciummu."

【221】

Musnad Ahmad 221: Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah mengabarkan kepadaku [Sayyar] dari [Abu Wa`il] bahwa Seorang lelaki Nasrani yang bernama Ash shubay Bin Ma'bad masuk Islam, lalu dia hendak berangkat berjihad, maka dikatakan padanya: "Mulailah dahulu dengan melaksanakan haji." Kemudian datang Al Asy'ari dan memerintahkannya untuk berniat haji dan Umrah sekaligus, lalu dia melakukannya, ketika dia sedang bertalbiyah (membaca lafadz "labbaika") tiba-tiba datanglah Yazid Bin Shuhan dan Salman Bin Rabi'ah, lalu salah satu dari keduanya berkata kepada temannya: "Sungguh orang ini lebih sesat dari unta piaraannya." Terdengarlah oleh Shubay sehingga menjadi masalah baginya, kemudian dia datang menemui [Umar] dan menceritakan kejadian tersebut kepadanya, lalu Umar berkata kepadanya: "Kamu telah ditunjukkan kepada sunnah Nabimu." Abu Wa`il berkata: dan dalam kesempatan lain saya mendengar dia berkata: "Kamu telah sesuai dengan sunnah Nabimu."

【222】

Musnad Ahmad 222: Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Ibrahim] dari ['Alqamah] dari [Umar] dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam selalu tidak tidur malam hari (bermusyawarah) bersama Abu Bakar tentang urusan kaum Muslimin, dan saya bersama beliau."

【223】

Musnad Ahmad 223: Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] Telah menceritakan kepada kami ['Ashim Al Ahwal] dari [Abdullah Bin Sirjis] dia berkata: Aku melihat Al Ushaili' -maksudnya [Umar]- mencium hajar Aswad sambil berkata: "Sesungguhnya aku menciummu, dan aku tahu kamu hanya sebuah batu yang tidak memberikan manfaat dan bahaya, seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menciummu pasti aku tidak akan menciummu."

【224】

Musnad Ahmad 224: Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Numair] Telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dari [Umar], Aku bertanya: "Wahai Rasulullah apakah seseorang boleh tidur, sementara dia dalam keadaan junub?" Beliau menjawab: "Ya, apabila sudah berwudlu."

【225】

Musnad Ahmad 225: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] telah mengabarkan kepada kami [Hisyam] dari [bapaknya] dari ['Ashim] dari [Umar Bin Al Khaththab] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apabila malam tiba, dan siang telah berlalu dan Matahari terbenam, maka tiba saatnya kamu berbuka."

【226】

Musnad Ahmad 226: Telah menceritakan kepada kami [Abu Kamil] Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim Bin Sa'd] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Syihab] dan Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] secara makna dari [Abu Ath Thufail 'Amir Bin Watsilah] bahwa Nafi' Bin Abdul Harits bertemu dengan [Umar Bin Al Khaththab] di Usfan, dan Umar mengangkatnya sebagai gubernur Makkah, kemudian Umar berkata kepadanya: "Siapa yang kamu angkat menjadi pemimpin untuk penduduk lembah?" Dia menjawab: "Aku angkat untuk mereka Ibnu Abza." Umar bertanya: "Siapa Ibnu Abza?" Dia menjawab: "Dia adalah salah seorang dari hamba sahaya kami." Umar berkata: "Kamu angkat untuk mereka seorang budak?" Dia menjawab: "Sesungguhnya dia seorang yang hafal terhadap Kitabullah, paham dalam masalah pembagian fara`idl dan seorang Qadli." Maka Umar berkata: Adapun sesungguhnya Nabi kalian shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Sesungguhnya Allah mengangkat suatu kaum dengan Kitab ini dan merendahkan kaum yang lain dengannya."

【227】

Musnad Ahmad 227: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Fudlail] Telah menceritakan kepada kami [Isma'il Bin Sumai'] dari [Muslim Al Bathin] dari [Abul Bakhtari] dia berkata: [Umar] berkata kepada 'Ubaidah Bin Al Jarrah: "Bentangkan tanganmu sehingga aku dapat membai'atmu, karena aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Kamu Amiin (kepercayaan) Ummat ini.'" Abu 'Ubaidah menjawab: "Aku tidak akan maju (mendahului) dihadapan seorang lelaki yang telah diperintahkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk memimpin kami, kemudian memimpin kami sehingga wafat."

【228】

Musnad Ahmad 228: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Sufyan] dari [Al A'masy] dari [Syaqiq Bin Salamah] dari [Salman Bin Rabi'ah] dari [Umar] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membagikan pembagian (harta ghanimah), kemudian aku berkata: "Wahai Rasulullah, selain mereka ada yang lebih berhak dari mereka." Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Sesungguhnya mereka memaksaku menentukan dua pilihan, antara mereka memaksaku dengan keji atau mereka akan menganggapku kikir, padahal aku bukanlah orang yang kikir."

【229】

Musnad Ahmad 229: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ubaidullah Bin Umar] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] bahwa Umar bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: "Apakah salah seorang dari kami boleh tidur sementara dia dalam keadaan junub?" Beliau menjawab: "Ya, dan berwudlu dulu seperti wudlu untuk shalat." Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Ayub] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] bahwa Umar bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pertanyaan yang semisalnya.

【230】

Musnad Ahmad 230: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ubaidullah Bin Umar] dari [Nafi'] dia berkata: bahwa Ibnu Umar melihat Sa'd Bin Malik mengusap kedua khuf (sepatu dari kulit), [Ibnu Umar] berkata: "Apakah kalian biasa melakukan hal ini?" Sa'd menjawab: "Ya." Lalu keduanya bertemu di sisi Umar, dan Sa'd berkata: "Wahai Amirul Mukminin, berilah fatwa anak saudaraku tentang mengusap kedua khuf!" Ibnu Umar bertanya: "Dan jika datang sehabis buang air besar dan buang air kecil?" [Umar] menjawab: "Ya, walaupun sehabis buang air besar atau buang air kecil." Nafi' berkata: "Setelah itu Ibnu Umar selalu mengusap kedua khuf-nya, selama dia tidak melepaskannya, dan masih dalam batas waktu yang ditentukan untuk mengusapnya. Maka telah bercerita kepadaku [Ma'mar], dia berkata: Telah menceritakan kepadaku [Ayyub] dari [Nafi'] dengan hadits yang semisalnya.

【231】

Musnad Ahmad 231: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] telah mengabarkan kepadaku [Malik Bin Aus Bin Al Hadatsan] dia berkata: Aku menukarkan perak dengan emas kepada Thalhah Bin 'Ubaidillah, Thalhah berkata: "Tunggu saya, sehingga bendahara kami datang dari hutan." Malik berkata: kemudian peristiwa itu terdengar oleh [Umar Bin Al Khaththab], dia berkata: "Tidak, demi Allah, kamu jangan berpisah darinya sehingga kamu terima pertukaran darinya dengan sempurna, karena aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "(Menukar) emas dengan perak adalah riba kecuali dengan cara kontan."

【232】

Musnad Ahmad 232: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] Telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari ['Ubaidillah Bin Abdullah Bin 'Utbah] dia berkata: Ketika orang-orang banyak yang murtad pada masa kepemimpinan Abu Bakar, [Umar] bertanya: "Bagaimana mungkin kamu memerangi manusia wahai Abu bakar, padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka mengucapkan: 'laa ilaaha illallah' (tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah) apabila mereka telah mengucapkan 'laa ilaaha illallah' maka mereka telah menjaga darah dan harta mereka dariku, kecuali dengan haknya, dan perhitungannya diserahkan kepada Allah." Maka [Abu Bakar] menjawab: "Demi Allah, aku akan memerangi siapa saja yang membedakan antara kewajiban shalat dan zakat, karena zakat adalah haknya harta, demi Allah, seandainya mereka menolak menyerahkan seekor anak kambing yang dahulu mereka bayarkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, niscaya aku akan perangi mereka." Umar berkata: "Demi Allah, tidak lain yang disampaikan Abu Bakar melainkan aku melihatnya bahwa Allah telah membukakan dada Abu Bakar untuk memerangi mereka, dan aku mengakui bahwa itu adalah yang benar."

【233】

Musnad Ahmad 233: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Israil] dari [Simak] dari [Ikrimah] dari [Ibnu Abbas] dia berkata: [Umar] berkata: "Ketika aku bersama rombongan berjalan menuju suatu peperangan bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, aku bersumpah dengan mengatakan: "Tidak, demi bapakku." Tiba tiba ada seseorang yang menegurku dari belakang dan berkata: "Janganlah kalian bersumpah dengan nama bapak-bapak kalian!" Maka aku menoleh, dan ternyata saya bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【234】

Musnad Ahmad 234: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] Telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Salim] dari [bapaknya] dari [Umar] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mendengar saya ketika saya mengucapkan sumpah dengan bapakku, lalu beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah melarang kalian bersumpah dengan bapak-bapak kalian!" Umar berkata: "Maka demi Allah, setelah itu aku tidak pernah lagi bersumpah dengannya, baik dalam keadaan ingat atau tidak ingat."

【235】

Musnad Ahmad 235: Telah menceritakan kepada kami [Khalaf Bin Al Walid] Telah menceritakan kepada kami [Khalid] dari [Khalid] dari [Abu Utsman] dari [Umar] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan keringanan dalam masalah sutera seukuran dua jari.

【236】

Musnad Ahmad 236: Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [At Taimi] dari [Abu Utsman] dia berkata: Ketika kami bersama 'Utbah Bin Farqad, [Umar] menulis surat kepadanya yang berisikan sesuatu yang dia ceritakan dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dan diantara yang dia tulis kepadanya adalah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak memakai sutera di dunia, kecuali orang yang tidak akan memakainya sedikitpun di akhirat kecuali hanya segini." Dan dia berkata: "Beliau menunjukkan dengan kedua jarinya yaitu jari telunjuk dan tengah." Abu Utsman berkata: "Aku melihat bahwa itu adalah pakaian kasar yang bergaris garis ketika kami melihat pakaian kasar yang bergaris garis."

【237】

Musnad Ahmad 237: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ibnu Juraij] Telah menceritakan kepadaku [Abdurrahman Bin Abdullah Bin Abu 'Ammar] dari [Abdullah Bin Babaih] dari [Ya'la Bin Umaiyah] dia berkata: Aku berkata kepada [Umar Bin Al Khaththab]: "Bolehkah orang-orang mengqhashar shalatnya saat ini, padahal Allah hanya berfirman: {Maka tidaklah Mengapa kamu men-qashar shalat (mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir} (QS. An Nisa': 101), sementara sekarang hal itu sudah tidak ada lagi?" Umar menjawab: "Aku pernah merasa heran seperti apa yang kamu herankan, dan aku pernah menanyakan hal itu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu beliau menjawab: "Itu adalah sedekah yang Allah berikan kepada kalian, maka terimalah oleh kalian sedekah-Nya." Telah menceritakan kepada kami ['Abdurrozzaq] memberitakan kepada kami [Ibnu Juraij] aku mendengar [Abdurrahman bin 'Abdullaoh bin Abi 'Amar] menceritakan hadits tersebut.

【238】

Musnad Ahmad 238: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ibnu Abi 'Arubah] Telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Sa'id Bin Al Musayyib] dia berkata: [Umar] berkata: "Sesungguhnya ayat dari Al Qur'an yang terakhir turun adalah ayat riba dan sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah wafat dan beliau tidak menafsirkannya maka tinggalkanlah riba oleh kalian."

【239】

Musnad Ahmad 239: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] Telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Sa'id Bin Al Musayyib] dari [Ibnu Umar] dari [Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Seorang mayit akan disiksa di dalam kuburnya karena niyahah (ratapan) kepadanya."

【240】

Musnad Ahmad 240: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari ['Ubaidillah] telah mengabarkan kepada kami [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dari [Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Seorang mayit akan disiksa karena ditangisi oleh keluarganya."

【241】

Musnad Ahmad 241: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Yahya] dia berkata: aku mendengar [Sa'id Bin Al Musayyib], bahwa [Umar] berkata: "Janganlah kalian binasa disebabkan ayat yang menerangkan tentang hukum rajam, dengan mengatakan: 'Kami tidak dapatkan dua hukum (rajam dan dera) dalam Kitabullah." Maka aku pernah melihat Nabi melaksanakan hukum rajam, dan kami pun melaksanakan hukum rajam."

【242】

Musnad Ahmad 242: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] Telah menceritakan kepada kami [Humaid] dari [Anas] dia berkata: bahwa [Umar] berkata: "Aku menepati Rabbku dalam tiga hal dan Rabbku menyepakati aku dalam tiga hal: aku berkata: 'Wahai Rasulullah seandainya engkau menjadikan Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat.' maka Allah menurunkan ayat: {Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat} aku berkata: 'Wahai Rasulullah sesungguhnya orang yang datang kepadamu ada yang baik dan ada yang jahat, seandainya para Ummahatul mukminin (istri istri Rasulullah) engkau perintahkan supaya memakai hijab.' maka turunlah ayat tentang hijab. Dan telah sampai berita kepadaku tentang kemarahan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kepada beberapa orang istri beliau." dia berkata: "Maka aku mengusut Ummahatul Mukminin, aku mengunjungi mereka dan aku mengusut mereka satu persatu: "Demi Allah, berhentilah kalian (dari tindakan kalian kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam), atau jika tidak, maka Allah pasti akan mengganti kalian untuk Rasul-Nya dengan yang lebih baik dari kalian." Dia berkata: "Sehingga aku menemui salah seorang istri beliau, lalu dia berkata: "Wahai Umar, tidak adakah nasehat dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk para istrinya sampai kamu menasehati mereka?" Kemudian Allah menurunkan ayat: {Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan isteri yang lebih baik daripada kamu yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertaubat} (At Tahrim: 5)

【243】

Musnad Ahmad 243: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Syu'bah] Telah menceritakan kepadaku [Abu Dzibyan] aku mendengar [Abdullah Bin Az Zubair] berkata: Janganlah kalian memakaikan kain sutera kepada istri-istri kalian, karena aku pernah mendengar [Umar] bercerita, dia berkata dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda: "Barangsiapa memakai sutera di dunia, maka tidak akan memakainya di akhirat." Dan Abdullah Bin Az Zubair berkata menurut dirinya: "Dan barangsiapa tidak memakainya di akhirat, maka tidak akan masuk surga, sebab Allah Ta'ala berfirman: {Dan pakaian mereka di sana (akhirat) adalah sutera.} (Al Hajj: 23)

【244】

Musnad Ahmad 244: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Isma'il] Telah menceritakan kepada kami ['Amir] dan Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin 'Ubaid] Telah menceritakan kepada kami [Isma'il Bin Abu Khalid] dari [seorang lelaki] dari [Asy Sya'bi] dia berkata: Umar melewati Thalhah. Kemudian Sya'bi menyebutkan makna hadits ini, Sya'bi berkata: Umar melewati Thalhah kemudian dia melihatnya dengan penuh perhatian, maka [Umar] berkata: "Bisa jadi kepemimpinan anak pamanmu telah berbuat aniaya kepadamu?" -Dia berkata: Maksudnya Abu Bakar- Lalu dia [(Thalhah)] menjawab: "Tidak, akan tetapi aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Sesungguhnya aku mengetahui suatu kalimat, yang tidaklah seseorang mengucapkannya menjelang wafatnya, kecuali akan ada baginya cahaya dalam lembarannya, atau akan mendapatkan kemudahan menjelang wafat.'" Umar berkata: "Aku akan memberitahukan kalimat itu kepadamu, yaitu kalimat yang beliau kehendaki pada pamannya, persaksian bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah." Thalhah berkata: "Seakan akan sebuah penutup disingkap dariku." Umar berkata: "Kamu benar, seandainya beliau mengetahui sebuah kalimat yang lebih baik darinya, niscaya beliau akan memerintahkan (mengucapkan) kalimat itu."

【245】

Musnad Ahmad 245: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ibnu Juraij] Telah menceritakan kepadaku [Sulaiman Bin 'Atiq] dari [Abdullah Bin Babaih] dari [Ya'la Bin Umaiyah] dia berkata: Aku thawaf bersama [Umar Bin Al Khaththab], dan ketika aku berada di rukun (sudut) yang menyambung ke pintu (Ka'bah), yang menyambung ke Hajar (Aswad), aku menarik tangannya untuk menyentuhnya, akan tetapi dia berkata: "Tidak pernahkah kamu thawaf bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" Aku menjawab: "Ya (pernah)." Umar berkata: "Lalu apakah kamu melihat beliau menyentuhnya (sudut)?" Aku menjawab: "Tidak." Umar berkata: "Maka praktekkan olehmu, karena sesungguhnya pada diri Rasulullah terdapat teladan yang baik bagimu."

【246】

Musnad Ahmad 246: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Al A'masy] Telah menceritakan kepada kami [Syaqiq] Telah menceritakan kepadaku [Ash Shubay Bin Ma'bad] dia adalah seorang lelaki yang berasal dari Bani Taghlib, dia berkata: Dahulu aku adalah seorang yang beragama Nashrani kemudian masuk Islam, kemudian aku berijtihad dan aku tidak menyimpang, lalu aku berniat melaksanakan Umrah dan haji, aku melewati Salman Bin Rabi'ah dan Zaid Bin Shuhan di Udzaib, salah seorang dari keduanya berkata: "Apakah dia mengerjakan keduanya (Umrah dan Haji) secara sekaligus?" Temannya kemudian menjawab: "Biarkan dia, karena sesungguhnya dia lebih sesat dari untanya." Shubay berkata: "Seolah-olah untaku berada di atas tengkukku, maka aku datang menemui [Umar] dan menceritakan peristiwa tersebut kepadanya." Umar kemudian berkata kepadaku: "Sesungguhnya mereka berdua tidak mengatakan apapun, engkau telah ditunjukkan kepada Sunnah Nabimu shallallahu 'alaihi wa sallam."

【247】

Musnad Ahmad 247: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari ['Ubaidillah] Telah menceritakan kepadaku [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dari [Umar] bahwa Dia berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku pernah bernadzar pada waktu jahiliyyah untuk beri'tikaf di masjidil haram satu malam." Beliau menjawab: "Penuhilah nadzarmu." Telah menceritakan kepada kami 'Abdurrazzaq dia berkata: telah memberitakan kepada kami Sufyan dari Mansur dari Abu Wa`il dari Shubay Bin Ma'bad At Taghlibi dia berkata: "Aku baru berpindah dari nashrani ke Islam, kemudian aku ingin berjihad atau melaksanakan haji, maka aku mendatangi salah seorang dari kaumku yang di dipanggil dengan nama Hudaim, aku bertanya kepadanya dan dia menyuruhku untuk melaksanakan haji, aku gabungkan antara haji dan Umrah." Kemudian dia menyebutkannya.

【248】

Musnad Ahmad 248: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dan [Abdurrahman] dari [Sufyan] dari [Zubaid Al Iyami] dari [Abdurrahman Bin Abul Laila] dari [Umar] dia berkata: "Shalat dalam bepergian itu dua rakaat, shalat Idul Adlha itu dua rakaat, shalat Idul Fitri itu dua rakaat dan shalat Jum'at itu dua rakaat genap tanpa qashar (diringkas) berdasarkan lisan Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam." Sufyan berkata: Dan suatu ketika Zubaid berkata: Aku melihatnya dari Umar. Abdurrahman berkata: "Tanpa ada keraguan." Dan [Yazid Bin Harun] berkata: Ibnu Abu laila berkata: "Aku mendengar Umar."

【249】

Musnad Ahmad 249: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Hisyam Bin Sa'd] dari [Zaid Bin Aslam] dari [bapaknya] dari [Umar] bahwa Dia mendapatkan kuda yang pernah digunakan berperang di jalan Allah dijual di pasar, kemudian Umar berkeinginan untuk membelinya, dia bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan beliau melarangnya seraya bersabda: "Janganlah kamu mengambil kembali sedekahmu."

【250】

Musnad Ahmad 250: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Ibnu Abu Khalid] dari [Qais] dia berkata: Aku melihat [Umar] yang sedang memegang pelepah kurma, dia mengumpulkan orang-orang dan berkata: "Dengarkanlah kepada perkataan khalifah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Maka datanglah budak Abu Bakar yang dipanggil Syadid dengan membawa surat dan dia membacakannya kepada orang-orang, dia berkata: Abu Bakar berkata: "Dengarkan dan taatilah apa yang ada dalam surat ini, maka demi Allah tidaklah aku menyesatkan kalian." Qais berkata: "Aku melihat Umar setelah itu berada di atas mimbar."

【251】

Musnad Ahmad 251: Telah menceritakan kepada kami [Al Mu`ammal] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Salamah] dari [Imran As Sulami] dia berkata: Aku bertanya kepada [Ibnu Abbas] tentang perasan anggur, lalu dia menjawab Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang dari perasaan anggur (yang disimpan) di Al Jarr dan Ad Dubbaa`. Kemudian aku menemui [Ibnu Umar] dan bertanya kepadanya maka dia menceritakan kepadaku, seingat saya dia menceritakannya dari [Umar] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang dari perasan anggur dalam Al Jarr dan Ad Dubbaa`. - Sufyan ragu - lalu dia (Imran) berkata: "Kemudian aku bertemu dengan [Ibnu Az Zubair] dan bertanya kepadanya maka dia menjawab: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang dari perasan anggur dalam Al Jarr dan Ad Dubbaa`."

【252】

Musnad Ahmad 252: Telah menceritakan kepada kami [Aswad Bin 'Amir] Telah menceritakan kepada kami [Hammad Bin Salamah] dari [Abu Sinan] dari ['Ubaid Bin Adam] dan [Abu Maryam] dan [Abu Syu'aib] bahwa Ketika [Umar Bin Khaththab] di Jabiyah, dia menyebutkan pembebasan kota Baitul Maqdis. [Aswad] berkata: [Abu Salamah] berkata: telah menceritakan kepadaku [Abu Sinan] dari ['Ubaid Bin Adam] dia berkata: aku mendengar [Umar Bin Al Khaththab] bertanya kepada Ka'ab: "Di mana menurutmu aku melaksanakan shalat?" Ka'ab menjawab: "Jika kamu menerima pendapatku shalatlah kamu di belakang batu besar, maka Al Quds semuanya akan berada di hadapanmu." Umar berkata: "Kamu menyerupai orang-orang Yahudi, tidak, akan tetapi aku akan shalat seperti Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam shalat." Dia maju dan menghadap ke arah Qiblat dan melaksanakan shalat, dia bentangkan selendangnya dan menyapu dengan selendangnya, kemudian orang-orang pun mengikuti menyapu juga."

【253】

Musnad Ahmad 253: Telah menceritakan kepada kami [Abu Nu'aim] Telah menceritakan kepada kami [Malik -Ibnu Mighwal-] dia berkata: aku mendengar [Al Fudlail Bin 'Amru] dari [Ibrahim An Nakha`i] dari [Umar], dia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang Kalalah, lalu beliau menjawab: "Cukup bagimu ayat Ash Shaif." Kemudian Umar berkata: "Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang Kalalah itu lebih baik bagiku dari pada aku memiliki seribu unta."

【254】

Musnad Ahmad 254: Telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad Muhammad Bin Abdullah] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abdullah Bin Dinar] dari [Ibnu Umar] dari [Umar], bahwa Dia datang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lalu berkata: "Sungguh aku mengalami junub." Maka beliau menyuruhnya agar mencuci kemaluannya dan berwudlu sebagaimana wudlu untuk shalat.

【255】

Musnad Ahmad 255: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammam] dari [Qatadah] dari [Qaza'ah] dia berkata: Aku bertanya kepada [Ibnu Umar]: "Apakah Allah mengazab mayit ini karena tangisan keluarganya yang masih hidup?" Maka dia menjawab: "Telah menceritakan kepadaku [Umar] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan aku tidak berdusta kepada Umar demikian juga Umar tidak berdusta kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【256】

Musnad Ahmad 256: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahid Bin Ziyad] Telah menceritakan kepada kami [Al Hasan Bin 'Ubaidillah] Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim] dari ['Alqamah] dari [Al Qartsa'] dari [Qais] atau Ibnu Qais seorang lelaki berasal dari Ju'fi, dari [Umar Bin Al Khaththab] dia berkata: Rasulullah dan Abu Bakar sedang bersamaku, kemudian kami melewati Abdullah Ibnu Mas'ud yang sedang membaca (Al Qur'an), lalu beliau berdiri dan mendengarkan bacaannya, kemudian Abdullah ruku' dan sujud, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: "Mintalah niscaya kamu akan diberi, mintalah niscaya kamu akan diberi." Umar berkata: Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berlalu seraya bersabda: "Barangsiapa ingin membaca Al Qur'an dengan segar sebagaimana diturunkannya, maka bacalah seperti bacaan Ibnu Ummi 'Abd." Umar berkata: "Kemudian aku bermaksud menemui Abdullah Bin Mas'ud untuk memberikan kabar gembira kepadanya atas apa yang telah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam katakan, Umar berkata: "Ketika aku mengetuk pintu." atau Umar berkata: "Ketika dia mendengar suaraku, dia bertanya: "Apa gerangan yang membuatmu datang pada waktu begini?" Aku menjawab: "Aku datang untuk memberikan kabar gembira kepadamu atas apa yang dikatakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." dia berkata: "Kamu telah di dahului oleh Abu Bakar." Aku berkata: "Jika dia melakukannya maka pantas, karena dia adalah orang yang selalu terdepan dalam kebaikan, tidaklah kami berlomba dalam kebaikan dengannya melainkan pasti Abu Bakar telah mendahului kami."

【257】

Musnad Ahmad 257: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammad Bin Salamah] dari [Sa'id Al jurairi] dari [Abu Nadlrah] dari [Usair Bin Jabir] dia berkata: Ketika orang-orang Yaman datang, Umar menyelidiki rombongan dan bertanya, apakah ada diantara kalian yang berasal dari Qaran (salah satu dari kabilah Murad)?" Kemudian dia mendatangi orang-orang yang berasal dari Qaran dan bertanya: "Siapa kalian?" Mereka menjawab: "Orang-orang Qaran." Kemudian tali kekang Umar atau Uwais terjatuh dan salah seorang dari keduanya (Umar atau Uwais) mengambilkan untuk yang lainnya sehingga dia mengenalnya, Umar bertanya: "Siapa namamu?" Dia menjawab: "Saya Uwais." Umar bertanya: "Apakah kamu mempunyai seorang ibu?" Dia menjawab: "Ya." Umar bertanya lagi: "Apakah kamu pernah mengalami penyakit belang?" Dia menjawab: "Ya, dan aku memohon kepada Allah 'azza wa jalla, kemudian Allah menghilangkannya dariku, kecuali masih tersisa sebesar uang dirham di bagian pusarku sebagai pengingat kepada Rabbku." Kemudian Umar berkata kepadanya: "Mohonkan ampun untukku." Namun dia menjawab: "Kamu orang yang lebih patut memohonkan ampun untukku karena kamu telah menyertai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Maka [Umar] berkata: "Sesungguhya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya orang yang paling baik dari generasi tabi'in adalah seorang lelaki yang dipanggil dengan nama Uwais, mempunyai seorang ibu dan pernah mengalami penyakit belang kemudian dia memohon kepada Allah, dan Allah menyembuhkannya kecuali masih tersisa sebesar uang dirham di bagian pusarnya." Akhirnya dia memohonkan ampun untuk Umar, kemudian masuk ke dalam kerumunan orang sehingga tidak terlihat lagi di mana posisinya." Usair berkata: "Kemudian dia tiba di Kufah, ketika kami sedang berkumpul dan berdzikir kepada Allah dia duduk bersama kami, dan apabila dia berbicara maka kata-katanya mengena pada hati kami yang tidak seperti bicaranya orang lain." Kemudian Usair menyebutkan hadits. Telah menceritakan kepada kami Abdul Malik Bin Abu Asy Syawarib dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Abdul Wahid Bin Ziyad dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Al Hasan Bin 'Ubaidillah dari Ibrahim dari Qartsa' dari Qais atau Ibnu Qais seorang lelaki dari Ju'fi dari Umar Bin Al Khaththab, kemudian dia menyebutkan hadits yang semakna dengan hadits Affan.

【258】

Musnad Ahmad 258: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammad Bin Salamah] Telah menceritakan kepada kami [Tsabit] dari [Anas] bahwa [Umar Bin Al Khaththab] berkata kepada Hafshah ketika Hafshah menangisinya dengan tersedu-sedu: "Wahai Hafshah, tidakkah kamu mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Orang yang diratapi itu akan disiksa.'" Dia berkata: dan Shuhaib juga meratap, maka Umar berkata: "Wahai Shuhaib, tidakkah kamu tahu bahwa orang yang diratapi akan disiksa?"

【259】

Musnad Ahmad 259: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahid] Telah menceritakan kepada kami [Yazid Ar Risyk] dari [Mu'adzah] dari [Ummu 'Amru] anak perempuan Abdullah, bahwa dia mendengar [Abdullah Bin Az Zubair] bercerita, bahwa dia mendengar [Umar] berkhutbah dan berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Barangsiapa memakai kain sutera di dunia, tidak akan dikenakan pakaian sutra kepadanya di akhirat."

【260】

Musnad Ahmad 260: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammam] Telah menceritakan kepada kami [Qatadah] Telah menceritakan kepada kami [Abul 'Aliyah] dari [Ibnu Abbas], Telah menceritakan kepadaku beberapa orang sahabat yang diridlai, diantara mereka adalah Umar. Di kesempatan lain 'Affan berkata: telah bersaksi dihadapanku beberapa orang yang diridlai, dan yang paling aku ridlai adalah [Umar], dia bersaksi bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Tidak ada shalat setelah dua shalat, yaitu setelah shalat Shubuh sampai matahari terbit dan setelah shalat Ashar sampai matahari terbenam." Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Aban] Telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Abul 'Aliyah] dari [Ibnu Abbas] dengan hadits seperti ini: "Telah bersaksi di hadapanku beberapa orang yang diridlai."

【261】

Musnad Ahmad 261: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Qais Bin Muslim] dari [Thariq Bin Syihab] bahwa Orang-orang Yahudi mengatakan kepada Umar: "Sesungguhnya kalian membaca satu ayat, seandainya ayat itu diturunkan kepada kami, maka hari turunnya ayat tersebut pasti akan kami jadikan hari raya." Lalu [Umar] menjawab: "Sesungguhnya aku sangat tahu dimana ayat tersebut diturunkan, pada hari apa diturunkan, dan tahu di mana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berada ketika ayat tersebut diturunkan, bahwa ayat tersebut diturunkan pada hari Arafah dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika itu sedang melaksanakan wukuf di Arafah." Sufyan berkata: aku ragu tentang: "Hari Jum'at atau bukan." Yaitu ayat: {Pada hari Ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridlai Islam itu jadi agama bagimu} (QS. Al Ma'idah: 3).

【262】

Musnad Ahmad 262: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Qais Bin Muslim] dari [Thariq Bin Syihab] dari [Abu Musa] dia berkata: Aku datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika beliau berada di Bathha' kemudian beliau bertanya: "Dengan apa kamu berihlal (berniat memulai Haji/Umrah)?" Aku menjawab: "Dengan niat sebagaimana Nabi berniat." Beliau bertanya: "Apakah kamu membawa hewan sembelihan?" Aku menjawab: "Tidak." beliau berkata: "Lakukanlah thawaf di Ka'bah, shafa dan Marwah kemudian kamu tahallul (menyudahi Umrah/Haji)." Maka aku melakukan thawaf di Ka'bah dan sa'i antara shafa dan Marwah, kemudian aku datang kepada isteriku dari kaumku dan dia menyisirkan rambutku dan membasuh kepalaku. Maka aku memfatwakan kepada orang-orang seperti itu atas perintah dari Abu Bakar dan Umar, dan ketika aku sedang bertugas pada musim haji datanglah seorang lelaki kemudian berkata: "Sesungguhnya kamu tidak tahu apa yang dilakukan Amirul Mukminin dalam masalah manasik Haji." Aku menjawab: "Wahai orang-orang, barangsiapa telah kami beri fatwa maka inilah [Amirul Mukminin] datang kepada kalian dan ikutilah dia oleh kalian." Maka ketika dia datang aku bertanya kepadanya: "Apa yang telah kamu perbuat dalam masalah manasik haji ini?" Dia menjawab: "Tidak lain kami hanya mengambil dari Kitabullah Ta'ala, karena Allah Ta'ala telah berfirman: {Dan sempurnakanlah ibadah Haji dan 'Umrah Karena Allah} (Al Baqarah: 196) dan jika kita mengambil Sunnah Nabi kita, maka beliau tidak bertahallul kecuali setelah memotong hewan sembelihan."

【263】

Musnad Ahmad 263: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Sufyan] dari [Ibrahim Bin Abdul A'la] dari [Suwaid Bin Ghafalah] dia berkata: Aku melihat [Umar] mencium hajar (Aswad) seraya berkata: "Sesungguhnya aku tahu kamu hanyalah batu, yang tidak bisa mendatangkan bahaya dan tidak juga manfaat, akan tetapi karena aku melihat Abul Qasim shallallahu 'alaihi wa sallam (mencium) mu secara hati hati."

【264】

Musnad Ahmad 264: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Sufyan] dan [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari ['Amru Bin Maimun] dia berkata: [Umar] berkata: -Abdurrazzaq berkata aku mendengar Umar berkata:- "Bahwa orang-orang Musyrik tidak meninggalkan Muzdalifah sampai matahari terbit di atas Tsabiir." Abdurrazzaq berkata: dan mereka mengatakan: "Terbitlah (Matahari di atas) Tsabiir agar kami dapat segera pergi." Maksudnya: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian menyelisihi mereka dan beliau bertolak meninggalkan Muzdalifah sebelum matahari terbit."

【265】

Musnad Ahmad 265: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] Telah menceritakan kepada kami [Malik] dari [Az Zuhri] dari ['Ubaidillah Bin Abdullah] dari [Ibnu Abbas] dia berkata: [Umar] berkata: "Sesungguhnya Allah Ta'ala telah mengutus Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan telah menurunkan Al Kitab (Al Qur'an) kepadanya. dan diantara ayat yang diturunkan kepadanya adalah ayat tentang hukum rajam. Kita telah membacanya, mengerti dan memahami ayat tersebut, maka aku khawatir jika dalam waktu yang lama manusia akan mengatakan: "Sesungguhnya kami tidak menemukan ayat tentang hukum rajam." Kemudian sebuah kewajiban yang telah Allah Ta'ala turunkan ditinggalkan. Sesungguhnya hukum rajam adalah hak (benar adanya) dalam Kitabullah Ta'ala kepada siapa saja yang berbuat zina baik laki-laki maupun perempuan, jika dia telah Muhshon apabila ada bukti, atau hamil atau dengan pengakuan."

【266】

Musnad Ahmad 266: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Malik] dari [Az Zuhri] dari ['Urwah] dari [Abdurrahman Bin 'Abd] dari [Umar Bin Al Khaththab] dia berkata: "Aku mendengar Hisyam Bin Hakim membaca surat Al Furqon di dalam shalat tidak seperti yang aku baca, padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah membacakannya kepadaku, maka aku menarik bajunya dan membawanya kehadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian aku berkata: "Wahai Rasulullah sesungguhnya aku mendengar dia membaca surat Al Furqon tidak seperti yang aku baca." Maka beliau bersabda: "Bacalah (wahai Hisyam)!" Hisyam kemudian membaca bacaan yang tadi aku dengar darinya, kemudian beliau bersabda: "Demikianlah surat itu diturunkan." Lalu beliau berkata lagi: "Bacalah (wahai Umar)!" Dan aku membacanya, kemudian beliau bersabda: "Demikianlah surat itu diturunkan, sesungguhnya Al Qur'an ini diturunkan dengan tujuh huruf (tujuh dialek), maka bacalah dengan bacaan yang mudah." Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari ['Urwah] dari [Al Miswar Bin Makhramah] dan [Abdurrahman Bin Abdul Qori] bahwa keduanya mendengar Umar berkata: "Aku melewati Hisyam Bin Hakim Bin Hizam dan dia sedang membaca surat Al Furqon." Kemudian dia menyebutkan makna hadits.

【267】

Musnad Ahmad 267: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Al Mubarak] dari [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [As Sa`ib Bin Yazid] dari [Abdullah Bin As Sa'di] dia berkata: [Umar] berkata kepadaku: "Belumkah diceritakan kepadaku (tentang satu perihal) bahwa kamu bertugas mengurusi pekerjaan orang-orang, kemudian apabila kamu diberi upah kamu tidak menerimanya?" Abdullah Bin Sa'di menjawab: "Ya" Umar bertanya: "Lalu apa yang kamu inginkan dari itu?" Dia menjawab: "Aku sudah berkecukupan, aku mempunyai beberapa budak dan beberapa kuda, maka aku ingin pekerjaanku ini menjadi sedekah bagi kaum muslimin." Umar berkata: "Jangan kamu lakukan, karena aku telah melakukan seperti yang kamu lakukan, dahulu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan (upah kerja) kepadaku, lalu aku berkata: "Berikanlah upah itu kepada orang yang lebih fakir dariku." Kemudian beliau bersabda: "Ambillah, bisa kamu kembangkan (infestasikan) atau mensedekahkannya, apa yang Allah berikan kepadamu dari harta ini, sedangkan kamu tidak mengharapkannya dan tidak meminta-mintanya maka ambillah, dan apabila tidak seperti demikian maka janganlah kamu mengklaimnya menjadi milikmu." Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [As Sa`ib Bin Yazid] dia berkata: [Umar] bertemu dengan Abdullah Bin As Sa'di. kemudian As Sa`ib menyebutkan makna hadits, akan tetapi dia mengatakan, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bersedekahlah dengannya." dan beliau mengatakan: "Maka janganlah kamu mengklaimnya menjadi milikmu."

【268】

Musnad Ahmad 268: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Malik] dari [Zaid Bin Aslam] dari [bapaknya] dari [Umar Bin Al Khaththab], dia berkata: aku pernah menggunakan seekor kuda untuk (berjihad) di jalan Allah, kemudian pemilik kuda tersebut menelantarkannya, maka aku ingin membeli kuda tersebut, dan aku mengira dia akan menjualnya dengan harga yang murah, aku berkata: "Tunggu sampai aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." maka beliau bersabda: "Jangan membelinya sekalipun dia memberikan dirham kepadamu, karena perumpamaan orang yang mengambil kembali sedekah (pemberiannya) adalah seperti seekor anjing yang menelan kembali muntahnya."

【269】

Musnad Ahmad 269: (Ahmad Bin Hambal) berkata: aku membacakan kepada [Abdurrahman] dari [Malik] dari [Ibnu Syihab] dari [Abu 'Ubaid mantan budak Ibnu Azhar] bahwa dia berkata: Aku menghadiri shalat Id bersama [Umar Bin Al Khaththab], kemudian dia melaksanakan shalat, selesai shalat dia bergegas berkhutbah kepada orang-orang seraya berkata: "Sesungguhnya pada kedua hari ini Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang untuk berpuasa, karena (Idul Fithri) adalah hari berbukanya kalian dari puasa kalian, dan yang kedua (Idul Adlha) adalah karena hari kalian memakan (daging sembelihan) kurban kalian."

【270】

Musnad Ahmad 270: Telah menceritakan kepada kami [Isma'il Bin Ibrahim] dari [Yahya Bin Abu Ishaq] dari [Salim Bin Abdullah] dia berkata: [Umar] adalah seorang yang cemburuan, apabila dia keluar untuk melaksanakan shalat, 'Atikah anak perempuan Zaid mengikutinya, padahal dia tidak suka kalau 'Atikah keluar dan tidak suka juga untuk melarangnya, dan dia bercerita, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Apabila istri-istri kalian meminta izin kepada kalian untuk melaksanakan shalat maka janganlah kalian melarang mereka."

【271】

Musnad Ahmad 271: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Malik] dari [Zaid Bin Aslam] dari [bapaknya] dari [Umar] dia berkata: "Seandainya bukan karena kaum muslimin yang terakhir, sungguh tidaklah ditaklukkan sebuah kampung kecuali aku akan membagikannya sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membagi-bagikan tanah Khaibar."

【272】

Musnad Ahmad 272: Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] Telah menceritakan kepada kami [Salamah Bin 'Alqamah] dari [Muhammad Bin Sirin] dia berkata: telah [diberitakan kepadaku] dari [Abul Ajfa' As Sulami] dia berkata: aku mendengar [Umar] berkata: "Ketahuilah, janganlah kalian berlebih-lebihan dalam masalah mahar wanita, ketahuilah, janganlah kalian berlebih-lebihan dalam masalah mahar wanita, karena jika perbuatan itu terhormat di dunia atau merupakan ketaqwaan kepada Allah, maka orang yang lebih patut dalam hal itu adalah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, sementara Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak memberikan mahar kepada istri-istrinya dan juga tidak meminta mahar untuk anak-anak perempuannya melebihi dari dua belas uqiyah, sesungguhnya seorang lelaki pasti akan diuji dengan mahar istrinya." Dalam kesempatan lain dia berkata: "Sesungguhnya seorang lelaki pasti akan memberikan mahar yang tinggi kepada istrinya sampai menjadi musuh bagi dirinya dan sampai berkata: 'Aku terbebani untuk mengalungi qirbah (bejana dari kulit) ini karena kamu.'" Abul 'Auja` berkata: "Saat itu aku seorang anak badui yang masih bau kencur, dan tidak tahu apa itu mengalungi bejana." Umar berkata: "Dan yang lain adalah ketika ada orang yang terbunuh dalam peperangan kemudian dia meninggal, lalu kalian mengatakan: 'Si fulan syahid.' padahal mungkin dia telah membawa hewan tunggangannya atau pelana kudanya dengan berisi emas atau perak dengan tujuan berdagang, maka janganlah kalian mengatakan demikian, akan tetapi katakanlah sebagaimana yang dikatakan oleh Nabi atau Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam: "Barangsiapa terbunuh atau mati di jalan Allah maka dia masuk surga."

【273】

Musnad Ahmad 273: Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah memberitakan kepada kami [Al Jurairi Sa'id] dari [Abu Nadlrah] dari [Abu Firos] dia berkata: [Umar Bin Al Khaththab] berkhutbah, dia berkata: "Wahai orang-orang, ketahuilah, bahwasanya kami mengetahui kalian ketika di tengah-tengah kita ada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan turun wahyu dan Allah memberitahukan kepada kita perihal kalian, ketahuilah sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah berlalu dan wahyu telah terputus, dan bahwasannya kami mengetahui kalian dengan apa yang kami katakan kepada kalian. Barangsiapa diantara kalian yang dhahirnya tampak baik maka kami menganggapnya orang baik dan kami mencintainya, dan barangsiapa diantara kalian yang dhahirnya tampak jahat maka kami menganggapnya jahat dan kami akan membencinya, urusan rahasia kalian adalah antara kalian dengan Rabb kalian, ketahuilah, pernah suatu ketika datang kepadaku kesempatan dan aku mengira bahwa barangsiapa membaca Al Qur'an dengan mengharap ridla dari Allah dan apa yang ada di sisiNya, sehingga aku berkhayal tentang akhirat, ketahuilah, sungguh orang-orang telah membacanya dengan mengharap apa yang ada pada manusia, maka berharaplah kalian kepada Allah dengan bacaan bacaan kalian, dan berharaplah kepada Allah dengan amal perbuatan kalian, ketahuilah sesungguhnya aku, demi Allah, tidaklah mengutus pegawai pegawaiku kepada kalian untuk memukuli kulit kulit kalian dan tidak juga untuk mengambil harta harta kalian, akan tetapi aku mengutus mereka kepada kalian untuk mengajarkan kepada kalian persoalan agama dan sunnah kalian, maka barangsiapa di perlakukan selain dari tujuan itu hendaklah dia mengadukannya kepadaku, maka demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, pasti aku akan mengqishasnya." Maka bangkitlah 'Amru Bin Al 'Ash seraya berkata: "Wahai Amirul Mukminin, bagaimana jika salah seorang lelaki dari kaum muslimin memimpin rakyatnya, kemudian dia menyiksa sebagian rakyatnya, apakah kamu akan mengqishasnya?" Umar menjawab: "Ya, demi Dzat yang jiwa Umar ada di tangannya, pasti aku akan mengqishasnya, dan aku telah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melakukan qishas kepada dirinya, maka janganlah kalian memukul kaum muslimin sampai merendahkan mereka, janganlah kalian memaksa mereka sehingga membuat mereka tersiksa, janganlah kalian menahan hak hak mereka sehingga membuat mereka kafir dan janganlah kalian membiarkan mereka dalam kekurangan sehingga mereka tersia-siakan." Telah menceritakan kepada kami Isma'il dalam kesempatan lain dia berkata: telah mengabarkan kepada kami Salamah Bin 'Alqamah dari Muhammad Bin Sirin dia berkata: telah diberitakan kepadaku dari Abul 'Auja' dia berkata: aku mendengar Umar berkata: "ketahuilah, janganlah kalian berlebih lebihan dalam masalah mahar wanita." kemudian dia menyebutkan hadits, Isma'il berkata: dan dia menyebutkan Ayyub, Hisyam dan Ibnu 'Aun dari Muhammad dari Abul 'Ajfa' dari Umar semakna dengan hadits Salamah, mereka berkata: "tetapi Muhammad tidak berkata: telah diberitakan kepadaku dari Abul 'Ajfa'.

【274】

Musnad Ahmad 274: Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] Telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari [Abdullah Bin Abi Mulaikah] dia berkata: "Ketika aku berada di sisi [Abdullah Bin Umar] sedang menunggu datangnya jenazah Ummu Aban putri Utsman Bin Affan, dan di dekat Abdullah Bin Umar ada 'Amru Bin Utsman, kemudian Ibnu Abbas datang dengan dituntun oleh seorang penuntun." Abdullah Bin Abi Mulaikah berkata: "Aku melihat orang yang menuntun Ibnu Abbas memberitahukan kepadanya akan posisi Ibnu Umar, kemudian Ibnu Abbas datang dan duduk di sampingku, maka aku berada diantara mereka berdua, tiba-tiba ada suara dari dalam rumah, Ibnu Umar kemudian berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya si mayit akan disiksa karena tangisan keluarganya terhadap dirinya." Kemudian Abdullah Bin Umar menyebutkan lafadz hadits tersebut secara umum (tanpa ada perincian). Kemudian [Ibnu Abbas] berkata: "Kami pernah bersama Amirul Mukminin Umar, hingga ketika kami berada di tanah lapang, tiba-tiba dia bertemu dengan seorang lelaki yang mampir di bawah naungan sebatang pohon, Umar berkata kepadaku: "Pergilah, dan cari tahu siapa dia itu!" Kemudian aku pergi, dan ternyata lelaki tersebut adalah Shuhaib. kemudian aku kembali kepada Umar dan mengatakan: "Sesungguhnya kamu telah memerintahku untuk mencari tahu tentang orang itu dan dia adalah Shuhaib." Umar berkata: "Suruhlah dia agar menyusul bersama kita!" Aku berkata: "Sesungguhnya dia bersama keluarganya." Umar berkata: "Walaupun dia bersama keluarganya." Dalam kesempatan lain, barangkali Ayyub menyebutkan: "Maka hendaklah dia menyusul kita." Ketika kami telah sampai di Madinah, tidak lama kemudian Amirul Mukminin mendapat musibah. Kemudian Shuhaib datang dan berkata: "Aduhai saudaraku, aduhai sahabatku." Maka [Umar] berkata: "Belum tahukah kamu, atau belum pernahkah kamu mendengar bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda: "Sesungguhnya si mayit akan disiksa karena sebagian tangisan keluarganya terhadap dirinya." Adapun Abdullah Bin Umar, dia menyebutkan lafadz hadits tersebut secara umum, sedangkan Umar menyebutkan lafadz: "Karena sebagian tangisan." Aku (Ibnu Abbas) kemudian menemui Aisyah dan menyebutkan perkataan Umar kepadanya, lalu [Aisyah] menjawab: "Tidak, demi Allah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah mengatakan bahwa si mayit akan disiksa karena tangisan seseorang, akan tetapi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda: "Sesungguhnya Allah akan menambahkan siksaan kepada orang kafir karena tangisan keluarganya, dan sesungguhnya Allahlah yang menjadikan orang tertawa dan menangis: {Bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain}" (QS. An Najm: 38). [Ayyub] berkata: [Ibnu Abi Mulaikah] berkata: Telah menceritakan kepada kami Al Qasim: dia berkata: ketika perkataan Umar dan Ibnu Umar sampai kepada Aisyah, [Aisyah] berkata: "Sesungguhnya kalian telah menceritakan kepadaku dari dua orang yang bukan pendusta dan bukan pula didustakan, akan tetapi pendengaranlah yang (terkadang) salah." Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ibnu Juraij] telah mengabarkan kepadaku [Abdullah Bin Abi Mulaikah] maka dia menyebutkan makna hadits Ayyub, tetapi dia berkata: Maka berkata Ibnu Umar kepada 'Amru Bin Utsman sambil menghadap kepadanya: kenapa kamu tidak berhenti menangis, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Sesungguhnya mayit akan disiksa karena tangisan keluarganya kepadanya." Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ibnu Juraij] telah mengabarkan kepadaku [Abdullah Bin Abi Mulaikah], dia berkata: "Meninggal anak perempuan Utsman Bin 'Affan di Makkah, maka Ibnu Umar dan Ibnu Abbas menghadiri pemakamannya, dan sesungguhnya aku duduk diantara keduanya, berkatalah Ibnu Umar kepada 'Amru Bin Utsman sambil menghadap kepadanya: Kenapa kamu tidak berhenti menangis? sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Sesungguhnya mayit akan disiksa karena tangisan keluarganya kepadanya." Maka dia menyebutkan hadits Isma'il dari Ayyub dari Ibnu Abi Mulaikah.

【275】

Musnad Ahmad 275: Telah menceritakan kepada kami [Husain Bin Muhammad] Telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Simak] dari [Ikrimah] dari [Ibnu Abbas] dia berkata: [Umar] berkata: Aku bersama rombongan yang sedang berjalan menuju peperangan bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian aku bersumpah dengan mengucapkan: "Tidak, demi bapakku." Tiba-tiba ada seseorang yang membisikiku dari belakang: "Janganlah kalian bersumpah dengan (nama) bapak-bapak kalian." Kemudian aku menoleh dan ternyata dia adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【276】

Musnad Ahmad 276: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Muyassar Abu Sa'id Ash Shaghani] Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ishaq] dari [Muhammad Bin 'Amru Bin 'Atho`] dari [Malik Bin Aus Bin Al Hadatsan] dia berkata: [Umar] pernah bersumpah dengan tiga sumpah, dia berkata: "Demi Allah, tidak ada seorangpun yang berhaq dari yang lain termasuk aku terhadap harta ini. Demi Allah, tidaklah seorang muslim melainkan dia memiliki bagian dari harta ini kecuali hamba sahaya, akan tetapi di rumah kita ada Kitabullah Ta'ala dan pembagian kita dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka seorang lelaki berdasarkan pengorbanannya terhadap Islam, seorang lelaki berdasarkan terdahulunya dalam memasuki Islam, seorang lelaki berdasarkan kekayaannya dalam Islam dan seorang lelaki berdasarkan kebutuhannya, dan demi Allah, jika aku sisakan untuk mereka, pasti akan datang kepada seorang penggembala dari gunung Shan'a` bagiannya sementara dia sedang menggembala di tempatnya."

【277】

Musnad Ahmad 277: Telah menceritakan kepada kami [Abdul Quddus Bin Al Hajjaj] Telah menceritakan kepada kami [Shafwan] Telah menceritakan kepadaku [Abul Mukharik Zuhair Bin Salim] bahwa Umair Bin Sa'd Al Anshari diangkat oleh [Umar] untuk memimpin daerah Himsha, kemudian dia menyebutkan hadits. Umar berkata kepada Ka'ab: "Sesungguhnya aku bertanya kepadamu tentang suatu perkara maka janganlah kamu sembunyikan kepadaku." Ka'ab menjawab: "Demi Allah aku tidak akan menyembunyikan sesuatu yang aku ketahui." Umar bertanya: "Apakah yang paling kamu takuti dari ummat Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam?" Ka'ab menjawab: "Para pemimpin yang menyesatkan." Umar berkata: "Tepat kamu, hal itu telah aku sembunyikan pada diri saya, dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah memberitahukannya kepadaku."

【278】

Musnad Ahmad 278: Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] Telah menceritakan kepada kami [Bapakku] dari [Shalih] telah berkata [Ibnu Syihab]: [Salim] berkata: aku mendengar [Abdullah Bin Umar] berkata: [Umar] berkata: "Kirimlah aku kepada seorang dokter agar dia dapat memeriksa lukaku ini." Abdullah Bin Umar berkata: kemudian mereka mengirim Umar kepada seorang tabib dari kalangan Arab, dan tabib itu memberikan minum dengan perasan air anggur kepadanya, kemudian perasan anggur itu menyerupai darah saat keluar dari (lubang) tusukan yang ada di bawah pusar." Abdullah Bin Umar berkata: kemudian aku memanggil tabib yang lain dari kaum Anshar dari Bani Mu'awiyah. lalu tabib itu meminumkan air susu kepada Umar, dan susu itu keluar dari (lubang) tusukan berwarna putih bening. tabib itu berkata kepada Umar: "Wahai Amirul Mukminin berjanjilah!" Umar menjawab: "Saudaraku Bani Umaiyah telah membenarkanku, seandainya kamu mengatakan selain itu, maka sesungguhnya aku telah berdusta kepadamu." Abdullah Bin Umar berkata: "Kemudian ketika mereka mendengar perkataan itu orang-orang menangisi Umar." Maka Umar berkata: "Janganlah kalian menangisiku, barangsiapa menangis maka keluarlah! tidakkah kalian mendengar apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Seorang mayit akan disiksa karena tangisan keluarganya terhadapnya." Oleh karena itulah Abdullah tidak membenarkan adanya ratapan di sampingnya terhadap seseorang yang telah meninggal dunia, baik dari anak-anaknya maupun yang lainnya."

【279】

Musnad Ahmad 279: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ats Tsauri] dari [Abu Ishaq] dari ['Amru Bin Maimun] dia berkata: aku mendengar [Umar Bin Al Khaththab] berkata: Dahulu orang-orang Jahiliyyah tidak meninggalkan Jam'un (Muzdalifah) sampai mereka melihat matahari berada di atas Tsabiir dan mereka mengatakan: 'Terbitlah matahari di atas Tsabiir agar kami dapat segera pergi.' kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertolak meninggalkan Jam'un (Muzdalifah) sebelum matahari terbit."

【280】

Musnad Ahmad 280: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari ['Urwah] dari [Al Miswar Bin Makhramah] dan [Abdurrahman Bin Abdul Qari] bahwa keduanya mendengar [Umar] berkata: Aku melewati Hisyam Bin Hakim yang sedang membaca surat Al Furqon pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam masih hidup, kemudian aku mendengarkan bacaannya, dan ternyata dia membaca dengan banyak huruf (dialek) yang belum pernah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bacakan kepadaku, aku hampir-hampir saja menegur saat sedang shalat, kemudian aku menunggu sampai dia salam, setelah dia mengucapkan salam, aku menarik selendangnya sambil aku mengatakan: "Siapa yang membacakan surat yang kamu baca itu?" Dia menjawab: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang telah membacakannya kepadaku." Aku berkata kepadanya: "Kamu dusta, demi Allah, sesungguhnya Nabi pernah membacakan surat yang kamu baca itu kepadaku." Kemudian aku membawanya menghadap kepada Nabi, aku berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mendengar orang ini membaca surat Al Furqon dengan beberapa huruf yang belum pernah engkau bacakan kepadaku, padahal engkau pernah membacakan surat Al Furqon kepadaku." Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Lepaskan dia wahai Umar! Bacalah wahai Hisyam! Kemudian Hisyam membacakan kepada beliau dengan bacaan yang tadi aku dengar darinya. kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Demikianlah surat itu diturunkan." Lalu beliau bersabda: "Bacalah (wahai Umar)!" Kemudian aku membaca dengan bacaan yang pernah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bacakan kepadaku, beliau kemudian bersabda: "Demikianlah surat itu diturunkan." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Al Qur'an diturunkan dengan tujuh huruf, maka bacalah dengan bacaan yang mudah." Telah menceritakan kepada kami [Al Hakam Bin Nafi'] telah memberitakan kepada kami [Syu'aib] dari [Az Zuhri] telah bercerita kepadaku ['Urwah] tentang hadits [Al Miswar Bin Makhramah] dan [Abdurrahman Bin Abdul Qori] bahwa keduanya telah mendengar [Umar Bin Al Khaththab] berkata: "Aku mendengar Hisyam bin Hakim Bin Hizam membaca surat Al Furqon pada masa Nabi Sallallahu Alaihi Wa sallam, maka aku mengamati bacaannya, dan ternyata dia membaca dengan banyak huruf (dialek) yang belum pernah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bacakan kepada saya, maka hampir-hampir saja saya menyela (bacaannya) ketika dalam shalat, namun aku memperhatikannya sampai dia selesai dari shalat, maka setelah dia salam." Lalu dia menyebutkan hadits yang semakna.

【281】

Musnad Ahmad 281: Telah menceritakan kepada kami [Husain Bin Ali] dari [Zaidah] dari ['Ashim] dari [bapaknya] dari [Ibnu Abbas] dia berkata: [Umar] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa di antara kalian yang mencari malam Lailatul Qodar, maka hendaklah dia mencarinya pada sepuluh malam terakhir (bulan Ramadlan), yaitu pada malam yang ganjil."

【282】

Musnad Ahmad 282: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Bisyr] Telah menceritakan kepada kami [Hisyam Bin 'Urwah] dari [Bapaknya] dari [Ibnu Umar] bahwa Umar ditanya: "Apakah kamu tidak akan mengangkat khalifah (pengganti)?" [Umar] menjawab: "Jika aku meninggalkannya, maka sesungguhnya orang yang lebih baik dariku telah meninggalkannya, yaitu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. dan jika aku mengangkat seorang khalifah (pengganti), maka sesungguhnya orang yang lebih baik dariku, yaitu Abu Bakar telah mengangkat seorang khalifah."

【283】

Musnad Ahmad 283: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Yahya Bin Sa'id] bahwa [Muhammad Bin Ibrahim] telah mengabarkan kepadanya, bahwa dia mendengar ['Alqamah Bin Waqqas Al Laitsi] berkata: bahwa dia mendengar [Umar Bin Al Khaththab] berkhutbah di hadapan manusia dan berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Perbuatan itu hanya tergantung pada niat, dan setiap orang akan mendapatkan apa yang dia niatkan, barangsiapa Hijrahnya kepada Allah dan RasulNya, maka hijrahnya akan menuju kepada Allah dan RasulNya, dan barangsiapa Hijrahnya untuk mendapatkan keduniaan atau untuk seorang wanita yang akan dinikahinya, maka Hijrahnya akan mendapatkan apa yang dia niatkan."

【284】

Musnad Ahmad 284: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] Telah menceritakan kepada kami ['Ashim] dari [Abu Utsman An Nahdi] dari [Umar Bin Al Khaththab] bahwa dia berkata: "Pakailah sarung, selendang dan sandal, dan buanglah sepatu kulit dan celana panjang, janganlah meminta tolong kepada pengendara kuda, melompatlah kalian (ke atas kuda) dengan sekali hentakan, jauhilah pakaian dan penghidupan yang kasar, dan buanglah target, tinggalkanlah bersenang-senang, pakaian bangsa asing, dan janganlah kalian memakai sutera, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang hal itu, dan beliau bersabda: "Janganlah kalian memakai sutera, kecuali hanya sebesar ini." dan beliau memberi isyarat dengan kedua jarinya."

【285】

Musnad Ahmad 285: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Yahya] dari [Sa'id Bin Al Musayyib] bahwa [Umar Bin Al Khaththab] berkata: "Janganlah kalian binasa karena ayat tentang rajam, sehingga seseorang mengatakan: 'Kami tidak menemukan dua hukuman dalam kitabullah Ta'ala', karena sesungguhnya aku pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam merajam, dan kamipun melaksanakan hukum rajam setelah beliau."

【286】

Musnad Ahmad 286: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Al 'Awwam] Telah menceritakan kepadaku [Syeikh] yang ribath (menjaga perbatasan di daerah pantai) dia berkata: aku telah bertemu dengan [Abu Shalih] mantan hamba sahaya Umar Bin Al Khaththab, dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Umar Bin Khaththab] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau telah bersabda: "Tiada satu malam kecuali laut pasang ke daratan sampai tiga kali, memohon kepada Allah untuk menampakkan kekuatannya kepada mereka (manusia), akan tetapi mencegahnya."

【287】

Musnad Ahmad 287: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah mengabarkan kepada kami [Abdul Malik] dari [Anas Bin Sirin] dia berkata: Aku berkata kepada [Ibnu Umar]: "Ceritakanlah kepadaku tentang talakmu kepada istrimu!" Ibnu Umar berkata: "Aku mentalaknya dalam keadaan haid, kemudian aku menceritakan hal itu kepada Umar Bin Al Khaththab, lalu Umar menceritakannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Perintahkanlah kepadanya agar dia merujuknya, jika dia telah suci, maka hendaklah dia mentalaknya pada masa sucinya.'" Anas berkata: aku berkata kepada Ibnu Umar: "Apakah kamu melaksanakan masa 'iddah kepada istrimu yang kamu talak pada saat haid?" Ibnu Umar menjawab: "Kenapa aku tidak ber'iddah dengannya? meskipun aku tidak mampu dan melakukan suatu kebodohan."

【288】

Musnad Ahmad 288: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Ashbagh] dari [Abul 'Ala` Asy Syami] dia berkata: [Abu Umamah] mengenakan pakaian baru, ketika sampai ke tengkuknya dia membaca: "Alhamdulillaahilladzii kasaanii maa uwaarii bihi 'auratii wa atajammalu bihii fi hayaatii (segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian kepadaku yang dapat menutup auratku dan dapat berhias dengannya dalam hidupku)" kemudian dia berkata: aku mendengar [Umar Bin Al Khaththab] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa memiliki pakain baru kemudian mengenakannya dan ketika sampai di tengkuknya dia membaca: 'Alhamdulillaahilladzii kasaanii maa uwaarii bihi 'auratii wa atajammalu bihii fi hayaatii (segala puji bagi Allah yang telah memberikan pakaian kepadaku yang dapat menutup auratku dan dapat berhias dengannya dalam hidupku)' kemudian dia berniat dengan pakaian yang sudah usang atau yang sudah tidak dikenakan untuk diinfaqkan, maka dia berada dalam jaminan Allah Ta'ala dan berada di sisi Allah serta berada dalam lindungan Allah baik hidup maupun mati, baik hidup maupun mati dan baik hidup maupun mati."

【289】

Musnad Ahmad 289: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Muhammad Bin Ishaq] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dari [Umar Bin Al Khaththab] dia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Wahai Rasulullah, apabila salah seorang dari kami hendak tidur sementara dia dalam keadaan junub, apa yang harus dilakukan sebelum mandi?" Beliau menjawab: "Hendaknya berwudlu sebagaimana wudlu untuk shalat kemudian tidur."

【290】

Musnad Ahmad 290: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Warqa` bin 'Umar] dan [Abu An Nadlar] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Warqa`] dari [Abdul A'la Ats Tsa`labi] dari [Abdurrahman Bin Abu Laila] dia berkata: Aku pernah bersama Al Barra' bin 'Azib dan [Umar Bin Al Khaththab] di pemakaman Baqi' untuk melihat hilal (bulan sabit), kemudian seorang pengendara datang, Umar menemuinya dan bertanya: "Dari mana kamu datang?" Pengendara itu menjawab: "Dari orang Arab badui." Umar bertanya: "Apakah kamu telah melihat hilal?" Dia menjawab: "Ya." Umar berkata: "Allah maha besar, sesungguhnya seorang cukup untuk kaum muslimin." Kemudian Umar berdiri, berwudlu dan mengusap kedua khuf-nya, kemudian shalat Maghrib, lalu dia berkata: "Demikianlah aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan." Abu An Nadlar berkata: "Beliau memakai jubah yang kedua lengannya sempit, dan mengeluarkan tangannya dari bagian bawah jubah itu lalu mengusap khuf-nya."

【291】

Musnad Ahmad 291: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah mengabarkan kepada kami [Jarir] telah memberitakan kepada kami [Az Zubair Bin Al Khirrit] dari [Abu Lubaid] dia berkata: Seorang lelaki keluar dari Thahiyah untuk berhijrah, namanya Bairah Bin Asad, kemudian dia datang ke Madinah beberapa hari setelah wafatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan dilihat oleh Umar, lalu [Umar] mengetahui bahwa dia adalah orang asing, maka Umar bertanya kepadanya: "Siapa anda?" Dia menjawab: "Aku berasal dari penduduk Oman." Umar berkata: "Ya." Abu Lubaid berkata: Umar menggandeng tangannya dan membawanya menemui Abu Bakar, Umar berkata: "Dia berasal dari penduduk suatu negri yang aku mendengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda: "Sesungguhnya aku mengetahui suatu negeri yang dinamakan Oman, yang di tepi-tepinya mengalir air laut, disana ada perkampungan dari kalangan arab, jika utusanku datang kepada mereka niscaya mereka tidak akan melemparnya baik dengan panah maupun batu."

【292】

Musnad Ahmad 292: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami ['Ashim Bin Muhammad] dari [Bapaknya] dari [Ibnu Umar] dari [Umar], -dia berkata: aku tidak mengetahuinya kecuali dimarfu'kan (sampai kepada Nabi)- Umar berkata: Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman: {Barangsiapa merendah kepadaKu} begini! -Umar merendahkan telapak tangannya ke tanah hingga hampir menyentuh ke tanah- {Maka aku akan mengangkatnya} begini!" -Dan Umar menjadikan telapak tangannya menghadap ke langit kemudian mengangkatnya ke arah langit.-

【293】

Musnad Ahmad 293: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Dailam Bin Ghazwan Al 'Abdi] Telah menceritakan kepada kami [Maimun Al Kurdi] dari [Abu Utsman An Nahdi] dia berkata: Aku sedang duduk di bawah mimbar [Umar] dan dia sedang menyampaikan khutbah kepada orang-orang, dia berkata dalam khutbahnya: aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya yang paling aku takuti dari ummatku adalah setiap munafiq yang pandai bersilat lidah."

【294】

Musnad Ahmad 294: Telah menceritakan kepada kami [Rauh] Telah menceritakan kepada kami [Malik]. Dan Telah menceritakan kepada kami [Ishaq] telah mengabarkan kepadaku [Malik] telah berkata Abu Abdurrahman Abdullah Bin Ahmad: Telah menceritakan kepada kami [Mush'ab Az Zubairi] Telah menceritakan kepadaku [Malik] dari [Zaid Bin Abi Unaisah] bahwa [Abdul Hamid Bin Abdurrahman Bin Zaid Bin Al Khaththab] telah mengabarkan kepadanya dari [Muslim Bin Yasar Al Juhani] bahwa [Umar Bin Al Khaththab] ditanya tentang ayat ini: {Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka} (Al A'rof: 172) Maka Umar menjawab: "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah ditanya tentang ayat tersebut, kemudian beliau menjawab: "Sesungguhnya Allah menciptakan Adam, kemudian mengusap sulbinya, lalu dari sulbinya (Adam) Allah mengeluarkan keturunan Adam seraya berfirman: 'Aku ciptakan mereka untuk masuk ke dalam surga dan mereka beramal dengan amalan penghuni surga.' Kemudian Allah mengusap sulbi Adam dan darinya Allah mengeluarkan keturunannya, seraya berfirman: 'Aku ciptakan mereka untuk masuk ke dalam neraka dan mereka beramal dengan amalan penghuni neraka.'" Maka bertanyalah seorang sahabat: "Wahai Rasulullah lalu untuk apa beramal?" Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Sesungguhnya Allah apabila menciptakan seorang hamba untuk masuk ke dalam surga, maka akan menjadikannya beramal dengan amalan penghuni surga, sehingga ketika dia meninggal berada di atas amalan penghuni surga, kemudian memasukkannya ke dalam surga. Dan apabila menciptakan hamba untuk masuk ke dalam neraka, maka akan menjadikannya beramal dengan amalan penghuni neraka, sehingga ketika dia meninggal berada di atas amalan penghuni neraka, kemudian memasukkannya ke dalam neraka."

【295】

Musnad Ahmad 295: Telah menceritakan kepada kami [Rauh] Telah menceritakan kepada kami [Malik Bin Anas] dari [Ibnu Syihab] dari [Salim Bin Abdullah Bin Umar] dari [bapaknya], bahwa Salah seorang lelaki dari sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memasuki masjid pada hari Jum'at, sementara [Umar Bin Al Khaththab] dalam keadaan berdiri sedang berkhutbah, maka Umar bertanya: "Jam berapa sekarang?" Lelaki tersebut menjawab: "Wahai Amirul Mukminin, aku kembali dari pasar dan mendengar panggilan suara adzan, kemudian aku tidak lebih kecuali langsung berwudlu dan menuju (masjid)." Lalu Umar berkata: "Berwudlu juga, padahal kamu telah mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah memerintahkan kepada kita untuk mandi."

【296】

Musnad Ahmad 296: Telah menceritakan kepada kami [Rauh] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Juraij] telah mengabarkan kepadaku [Sulaiman Bin 'Athiq] dari [Abdullah Bin Babaih] dari [beberapa orang keturunan Bani Ya'la] dari [Ya'la Bin Umaiyah] dia berkata: Aku melakukan thawaf dengan [Umar Bin Al Khaththab] kemudian dia mengusap rukun, Ya'la berkata: Dan aku berada persis di sisi Ka'bah, maka ketika aku sampai di rukun barat yang bersebelahan dengan Hajar Aswad aku menjulurkan tangan untuk mengusapnya, maka umar bertanya: "Apa yang kamu lakukan?" Aku menjawab: "Tidakkah kamu mengusapnya?" Dia berkata: "Apakah kamu belum pernah melakukan thawaf bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" Maka aku menjawab: "Ya." Umar bertanya lagi: "Apakah kamu melihatnya mengusap kedua rukun di bagian barat ini?" Aku menjawab: "Tidak." Umar berkata: "Bukankah kamu mempunyai suritauladan yang baik pada diri beliau dalam hal ini?" Aku menjawab: "Ya." Kemudian Umar berkata: "Maka laksanakanlah untukmu (yang ada contohnya)."

【297】

Musnad Ahmad 297: Telah menceritakan kepada kami [Utsman Bin Umar] dan [Abu 'Amir] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Malik] dari [Az Zuhri] dari [Malik Bin Aus Bin Al Hadatsan] dia berkata: Aku datang dengan membawa beberapa uang dinarku yang hendak aku bagi-bagikan, kemudian aku bertemu dengan Thalhah Bin 'Ubaidillah, lalu dia menukar dan mengambil dinar-dinar itu, dia berkata: "Sampai datang Salmun bendaharaku." Abu 'Amir berkata: "Dari hutan." Thalhah mengatakan semua itu secara tunai, Malik Bin Aus berkata: Kemudian aku bertanya kepada [Umar Bin Al Khaththab] tentang hal itu, Umar menjawab: aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Emas (ditukar) dengan perak adalah riba kecuali dengan tunai, gandum (ditukar) dengan gandum adalah riba keculai dengan tunai, jejawat (ditukar) dengan jejawat adalah riba kecuali dengan tunai dan kurma (ditukar) dengan kurma adalah riba kecuali dengan tunai."

【298】

Musnad Ahmad 298: Telah menceritakan kepada kami [Utsman Bin Umar] telah mengabarkan kepada kami [Yunus] dari [Az Zuhri] dari [Sa'id Bin Al Musayyib] bahwa [Umar] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Sesungguhnya mayit akan disiksa karena tangisan keluarganya kepadanya."

【299】

Musnad Ahmad 299: Telah menceritakan kepada kami [Bakar Bin Isa] Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Al Mughirah] dari [Asy Sya'bi] dari ['Adi Bin Hatim] dia berkata "Aku datang kepada [Umar Bin Al Khaththab] ketika dia berada di tengah-tengah sekelompok orang dari kaumku, kemudian dia memberikan bagian dua puluh ribu kepada seseorang dari Bani Thayyi' dan berpaling dariku." 'Adi berkata: "Maka aku mendatanginya namun dia berpaling dariku, kemudian aku menemuinya dari arah wajahnya namun dia tetap berpaling dariku." 'Adi melanjutkan: Maka aku bertanya kepadnya: "Wahai Amirul Mukminin bukankah kamu mengenaliku?" 'Adi berkata: "Kemudian dia tertawa sampai mendongak kemudian berkata: "Ya, demi Allah, sungguh aku mengenalimu, kamu adalah orang yang beriman pada saat orang-orang menjadi kafir, kamu adalah orang yang maju ke garis depan pada saat orang-orang mundur ke belakang, dan kamu adalah orang yang menepati janji ketika semua orang berkhianat, dan sesungguhnya sedekah yang pertama kali membuat wajah Rasulullah dan wajah para sahabatnya berseri adalah sedekahnya Bani Thayyi' yang kamu bawa ke hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Kemudian dia meminta maaf dan berkata: "Bahwasannya sedekah itu diberikan kepada kaum yang sedang dilanda kekurangan dan mereka adalah pemimpin-pemimpin keluarga mereka, karena yang mereka tanggung adalah hak."

【300】

Musnad Ahmad 300: Telah menceritakan kepada kami [Abdul Malik Bin 'Amru] Telah menceritakan kepada kami [Hisyam Bin Sa'd] dari [Zaid Bin Aslam] dari [bapaknya] dia berkata: aku mendengar [Umar Bin Al Khaththab] berkata: "Untuk apa Raml (lari-lari kecil ketika thawaf dan Sa'i) pada saat ini dan membuka pundak, padahal Allah telah mengokohkan Islam dan menghilangkan kekufuran beserta pemeluknya, namun meski demikian kami tidak akan meninggalkan sesuatu yang pernah kami lakukan di masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【301】

Musnad Ahmad 301: Telah menceritakan kepada kami [Abdush Shamad] dan ['Affan] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Daud Bin Abul Furath] Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Buraidah] telah berkata ['Affan] dari [Ibnu Buraidah] dari [Abul Aswad Ad Dili] dia berkata: Ketika aku tiba di Madinah, di sana sedang terjadi wabah penyakit -[Abdush Shamad] berkata: "Mereka mati secara mengerikan"- kemudian aku duduk di sisi [Umar Bin Al Khaththab], tiba tiba lewatlah (usungan) jenazah, dan mayit tersebut disanjung dengan kebaikan seraya Umar berkata: "Wajib." Kemudian jenazah kedua lewat dan mayit tersebut disanjung dengan kebaikan seraya dia berkata: "Wajib." Kemudian lewatlah jenazah ketiga, namun mayit tersebut dibeberkan keburukannya, maka Umar berkata: "Wajib." Abul Aswad berkata: aku bertanya kepadanya: "Wahai Amirul Mukminin, apa maksudnya wajib?" Umar menjawab: "Aku mengatakan sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa: "Seorang muslim siapa saja yang disaksikan dengan kebaikan oleh empat orang, maka Allah akan memasukkannya ke surga." Umar berkata: kami bertanya: "Jika (disaksikan) oleh tiga orang?" Beliau menjawab: "Juga oleh tiga orang." Kami bertanya lagi: "Jika dua orang?" Beliau menjawab: "Juga oleh dua orang." Umar berkata: "Kemudian kami tidak menanyakannya jika satu orang."

【302】

Musnad Ahmad 302: Telah menceritakan kepada kami [Abdush Shamad] Telah menceritakan kepada kami [Harb maksudnya Ibnu Syaddad] Telah menceritakan kepada kami [Yahya] Telah menceritakan kepada kami [Abu Salamah] Telah menceritakan kepada kami [Abu Hurairah] dia berkata: Ketika [Umar Bin Al Khaththab] sedang berkhutbah, tiba-tiba datanglah seorang lelaki lalu duduk, kemudian Umar bertanya: "Kenapa kalian terlambat dari menghadiri shalat Jum'at?" maka lelaki tersebut menjawab: "Wahai Amirul Mukminin, aku tidak lain ketika mendengar Adzan dikumandangkan langsung berwudlu kemudian menuju masjid." Lalu Umar berkata: "Dan juga (hanya berwudlu)? apakah kalian belum pernah mendengar bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apabila salah seorang dari kalian hendak berangkat menuju shalat Jum'at, maka hendaklah mandi." Telah menceritakan kepada kami [Abdush Shamad] telah menceritakan kepadaku [bapakku] telah menceritakan kepada kami [Al Husain Al Mu'allim] telah menceritakan kepada kami [Yahya] telah mengabarkan kepadaku [Abu Salamah] bahwa [Abu Hurairah] telah mengabarkan kepadanya, bahwa ketika [Umar] sedang berkhutbah. Kemudian dia menyebutkan hadits diatas.

【303】

Musnad Ahmad 303: Telah menceritakan kepada kami [Abdush Shamad] Telah menceritakan kepada kami [Harb] Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Imran Bin Hiththan] menurut perkiraan Harb bahwa Dia bertanya kepada Ibnu Abbas tentang memakai sutra, dia menjawab: "Tanyakan hal itu kepada Aisyah!" lalu dia bertanya kepada Aisyah, dan Aisyah menjawab: "Tanyakanlah kepada Ibnu Umar!" lalu dia bertanya kepada [Ibnu Umar], dan dia menjawab: Telah menceritakan kepadaku [Abu Hafsh] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Barangsiapa memakai kain sutera di dunia, maka tidak akan mendapat bagian darinya pada hari akhir."

【304】

Musnad Ahmad 304: Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Hammad] dan ['Affan] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Daud Bin Abdullah Al Audi] dari [Humaid Bin Abdurrahman Al Himyari] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abbas] di Bashrah dia berkata: Aku adalah orang yang pertama datang menemui [Umar] ketika dia terkena tusuk, lalu dia berkata: "Ingatlah tiga hal dariku, sebab aku khawatir orang-orang tidak menemuiku, sebenarnya aku tidak memutuskan suatu keputusan tentang Kalalah, dan aku tidak mengangkat seorang khalifah (pengganti) untuk orang-orang (setelahku), dan setiap budak ada orang yang memerdekakannya." Kemudian orang-orang berkata kepadanya: "Angkatlah seorang khalifah!" Umar menjawab: "Apapun yang aku kerjakan dari hal itu, maka sesungguhnya orang yang lebih baik dariku telah mengerjakannya, jika aku tinggalkan urusan mereka (kekhalifahan) kepada orang-orang (setelahku), maka sesungguhnya Nabiyullah 'Alahish Shalatu Wassalam telah meninggalkannya. Dan jika aku mengangkat seorang khalifah, maka sesungguhnya orang yang lebih baik dariku, yaitu Abu Bakar telah mengangkat (seorang khalifah)." Kemudian aku berkata kepadanya: "Berbahagialah kamu dengan surga, kamu telah menyertai Rasulullah dalam waktu yang cukup lama, kamu telah mengemban urusan kaum mukminin dan kamu sanggup serta kamu telah melaksanakan amanah." Dia berkata: "Adapun kabar gembiramu terhadapku dengan surga, demi Allah andai saja Surga itu untukku." -Affan berkata:- "Maka sekali-kali tidak, demi Allah yang tidak ada tuhan kecuali Dia, seandainya dunia dan seisinya diperuntukkan bagiku, niscaya aku akan menebus bencana yang ada di hadapanku dengannya, sebelum aku mengetahui apa yang terjadi, adapun perkataanmu tentang urusan kaum mukminin, demi Allah, sesungguhnya aku menginginkan bahwa hal itu merupakan sekedarnya yang tidak menguntungkan dan merugikanku. Adapun yang kamu sebutkan tentang menyertai Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam memang itu (benar adanya)."

【305】

Musnad Ahmad 305: Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Adam] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abdurrahman Bin 'Ayyasy] dari [Hakim Bin Hakim] dari [Abu Umamah Bin Sahal] dia berkata: [Umar] menulis surat kepada Abu 'Ubaidah Bin Al Jarrah (yang berisi): "Ajarkanlah kepada anak-anak kalian berenang dan cara berperang kalian dengan menggunakan panah, sebab mereka akan melaksanakan berbagai tujuan." Lalu ada panah nyasar mengenai seorang anak hingga membunuhnya, akan tetapi tidak ditemukan orang tuanya, sementara dia berada dalam asuhan pamannya (dari pihak ibu), kemudian Abu 'Ubaidah menulis surat kepada Umar tentang hal itu (yang berisi): "Kepada siapa aku memberikan diyatnya?" Lalu Umar menulis surat kepadanya: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda: "Allah dan Rasul-Nya adalah wali bagi orang yang tidak ada walinya, dan paman (dari pihak ibu) adalah pewaris bagi orang yang tidak memiliki ahli waris."

【306】

Musnad Ahmad 306: Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Zaid] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari ['Amru Bin Syu'aib] dari [bapaknya] dari [kakeknya] dari [Umar Bin Khaththab] dia berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Yang mewarisi wala' adalah orang yang mewarisi harta baik dari bapak maupun anak."

【307】

Musnad Ahmad 307: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin 'Ubaid] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Ibrahim] dari ['Abis Bin Rabi'ah] dia berkata: Aku melihat [Umar] mendekati Hajar (Aswad) kemudian berkata: "Demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar mengetahui bahwa kamu hanyalah batu yang tidak bisa memberikan bahaya dan tidak juga manfaat, seandainya aku tidak melihat Rasulullah menciummu niscaya aku tidak akan menciummu." Lalu dia mendekatinya dan menciumnya.

【308】

Musnad Ahmad 308: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Dujain Abul Ghushni] orang Bashrah dia berkata: Aku datang ke Madinah kemudian bertemu dengan [Aslam] hamba sahaya Umar Bin Al Khaththab, aku berkata kepadanya: "Ceritakan kepadaku sebuah hadits dari [Umar]." Dia menjawab: "Aku tidak bisa, aku takut akan menambah atau mengurangi, kami apabila berkata kepada Umar, ceritakanlah kepada kami hadits dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dia menjawab: "Aku takut akan menambah atau mengurangi satu kalimat, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Barangsiapa berdusta kepadaku maka ia di neraka."

【309】

Musnad Ahmad 309: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Hammad Bin Zaid] dari ['Amru Bin Dinar] mantan budak keluarga Az Zubair dari [Salim] dari [bapaknya] dari [Umar] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa membaca ketika berada di pasar: 'Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalahu lahul mulku walhul hamdu biyadihil khairu yuhyii wayumiitu whuwa 'alaa kulli sya'in qodiir' (tidak ada tuhan yang berhak untuk disembah kecuali Allah yang maha Esa tidak ada sekutu bagiNya, milikNya-lah segala kerajaan dan segala pujian, di tanganNya-lah segala kebaikan, Dialah yang menghidupkan dan mematikan dan Dia maha berkuasa atas segala sesuatu) maka Allah akan mencatat untuknya satu juta kebaikan, menghapus darinya satu juta keburukan dan membangunkan baginya sebuah rumah di Surga."

【310】

Musnad Ahmad 310: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Ikrimah Bin 'Ammar] Telah menceritakan kepada kami [Abu Zumail] Telah menceritakan kepadaku [Ibnu Abbas] Telah menceritakan kepadaku [Umar Bin Al Khaththab] dia berkata: Ketika terjadi perangan Khaibar, datanglah sekelompok orang dari para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, mereka mengatakan: "Si fulan mati syahid dan si fulan mati syahid." Sampai mereka melewati seorang lelaki, mereka mengatakan: "si fulan mati syahid." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sekali kali tidak, sesungguhnya aku melihat dia diseret ke dalam api neraka karena sebuah jubah yang dia ambil, wahai Umar, pergilah, dan serukan kepada orang-orang bahwa tidak akan masuk ke dalam surga kecuali orang-orang yang beriman." Maka aku pun pergi menyerukan bahwa tidak akan masuk surga kecuali orang-orang yang beriman.

【311】

Musnad Ahmad 311: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Israil] Telah menceritakan kepada kami [Sa'id Bin Masruq] dari [Sa'd Bin 'Ubaidah] dari [Ibnu Umar] dari [Umar] bahwa dia berkata: "Tidak, demi bapakku." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Diamlah kamu, sesungguhnya barangsiapa bersumpah dengan sesuatu selain Allah, maka dia telah musyrik."

【312】

Musnad Ahmad 312: Telah menceritakan kepada kami [Hammad Al Khayyat] Telah menceritakan kepada kami [Abdullah] dari [Nafi'] dia berkata: bahwa [Umar] memperluas ruangan masjid dari tiang-tiang hingga ke kamar-kamar kecil dan Utsman juga menambah, kemudian Umar berkata: seandainya aku tidak mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Kami ingin memperluas ruangan dalam masjid." Niscaya aku tidak akan menambah.

【313】

Musnad Ahmad 313: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] Telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari ['Ubaidillah Bin Abdullah Bin 'Utbah Bin Mas'ud] dari [Ibnu Abbas] dari [Umar] bahwa dia berkata: "Sesungguhnya Allah telah mengutus Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dengan membawa kebenaran, dan menurunkan Al Kitab (Al Qur'an) kepadanya, diantara ayat yang diturunkan kepadanya adalah ayat tentang hukum rajam, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaksanakan hukum rajam, dan kamipun melaksanakan hukum rajam sepeninggal beliau." Kemudian dia berkata: "Sungguh kita telah membaca: "Janganlah kalian membenci bapak bapak kalian, karena bisa menjadikan kalian kafir." atau: "Sesungguhnya kalian bisa menjadi kafir karena membenci bapak-bapak kalian." Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah kalian mengkultuskan aku sebagaimana Ibnu Isa telah dikultuskan, aku hanyalah seorang hamba, maka katakanlah: 'Hamba-Nya dan Rasul-Nya'." Bisa saja Ma'mar berkata: "Sebagaimana orang-orang Nasrani mengkultuskan Ibnu Maryam."

【314】

Musnad Ahmad 314: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] Telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Salim] dari [Ibnu Umar], bahwa dia berkata kepada [Umar]: "Sesungguhnya aku mendengar orang-orang mengatakan suatu perkataan, akan tetapi aku enggan mengatakannya kepadamu, mereka mengira kamu tidak mengangkat seorang khalifah." Lalu Umar menundukkan kepalanya sejenak kemudian mengangkatnya seraya berkata: "Sesungguhnya Allah akan memelihara Agama-Nya, jika aku tidak mengangkat seorang khalifah, maka sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun tidak mengangkat seorang khalifah, dan jika aku mengangkat seorang khalifah, maka sesungguhnya Abu Bakar telah mengangkat seorang khalifah." Ibnu Umar berkata: "Demi Allah, tidak lain hal itu kecuali dia (Umar) mengingat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan Abu Bakar, maka aku tahu bahwa tidak ada seorangpun yang menyamai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan beliau tidak mengangkat seorang khalifah."

【315】

Musnad Ahmad 315: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] Telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Malik Bin Aus Bin Al Hadatsan] dia berkata: [Umar] mengirim surat kepadaku, kemudian dia menyebutkan sebuah hadits: Maka aku berkata kepada kalian berdua, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda: "Sesungguhnya kami tidak diwarisi, harta yang kami tinggalkan adalah menjadi sedekah."

【316】

Musnad Ahmad 316: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] Telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Ibnul Musayyib] dia berkata: Ketika Abu Bakar wafat dia ditangisi, maka [Umar] berkata: sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda: "Sesungguhnya seorang mayit akan disiksa karena ditangisi oleh orang yang masih hidup."

【317】

Musnad Ahmad 317: Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim Bin Khalid] Telah menceritakan kepada kami [Rabah] dari [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari ['Ubaidillah Bin Abdullah Bin 'Utbah] dari [Abu Hurairah], dia berkata: Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam wafat sebagian orang menjadi kafir, -Abu Hurairah melanjutkan ceritanya:- Maka [Umar Bin Al Khaththab] berkata: "Wahai Abu Bakar, bagaimana mungkin kamu memerangi manusia, padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sehingga mereka mengucapkan "laa ilaaha illallah" dan barangsiapa telah mengucapkan "laa ilaaha illallah" maka mereka telah melindungi darah dan hartanya dariku, sedangkan perhitungannya diserahkan kepada Allah." [Abu Bakar] menjawab: "Aku akan memerangi orang yang membedakan antara (kewajiban) shalat dan zakat, karena sesungguhnya zakat adalah haknya harta, demi Allah seandainya mereka menolak memberikan seekor unta yang dahulu mereka serahkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam niscaya aku akan memerangi mereka karena penolakannya." Kemudian Umar berkata: "Demi Allah, tidak lain kecuali aku melihat bahwa Allah telah membukakan hati Abu Bakar untuk memerangi, dan aku tahu bahwa itulah yang benar."

【318】

Musnad Ahmad 318: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Amru] dari [Az Zuhri] dari [Malik Bin Aus] dari [Umar], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya kami tidak diwarisi, dan harta yang kami tinggalkan adalah menjadi sedekah."

【319】

Musnad Ahmad 319: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Amru] dari [Az Zuhri] dari [Malik Bin Aus] dia berkata: [Umar] mengirim surat kepadaku, -kemudian dia menyebutkan hadits- dan dia berkata: "Sesungguhnya harta Bani Nadlir adalah diantara harta yang Allah jadikan harta Fai` untuk Rasulullah yang diperoleh tanpa jerih payah dari kaum muslimin dengan kuda atau kendaraan lainnya, beliau membelanjakan harta tersebut untuk keluarganya selama satu tahun, dan sisanya beliau jadikan untuk membeli hewan tunggangan dan senjata sebagai persiapan (untuk perang) di jalan Allah."

【320】

Musnad Ahmad 320: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Hisyam] dari [bapaknya] dari ['Ashim Bin Umar] dari [bapaknya], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda: "Apabila malam tiba, siang menghilang dan matahari terbenam, maka orang yang berpuasa telah tiba saatnya berbuka."

【321】

Musnad Ahmad 321: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Yahya] maksudnya Ibnu Sa'id dari ['Ubaid Bin Hunain] dari [Ibnu Abbas] dia berkata: Aku ingin bertanya kepada [Umar], namun aku tidak mendapatkan kesempatan, maka aku menunggu sampai dua tahun, ketika kami sampai di Marr Adh Dhahran dan Umar pergi untuk membuang hajat, setelah dia selesai membuang hajatnya, aku menghampirinya untuk memberikan air kepadanya, lalu aku berkata: "Wahai Amirul Mukminin, siapakah dua orang wanita yang telah melakukan keburukan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" Umar menjawab: "Aisyah dan Hafshah."

【322】

Musnad Ahmad 322: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ayyub] dari [Ibnu Sirin] dia telah mendengarnya dari [Abul 'Ajfa'] aku mendengar [Umar] berkata: "Janganlah kalian berlebihan (dalam memberikan) mahar kepada wanita. karena jika mahar itu merupakan penghormatan di dunia, atau ketakwaan kepada hari akhir, niscaya orang yang lebih baik dari kalian yaitu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah melakukannya, beliau tidak pernah menikahkan seorangpun dari putri-putrinya dan juga tidak pernah (menikahi) istri-istrinya (dengan mahar) di atas dua belas uqiyah. dan yang lain (janganlah kalian berlebih lebihan) mengatakan dalam medan tempur kalian: 'si fulan mati syahid, si fulan mati syahid' padahal bisa jadi dia telah membebankan suatu beban berat di belakang kendaraannya atau pelana kendaraannya yaitu berupa emas atau perak, yang dimaksudkan untuk perniagaan. Janganlah kalian mengatakan demikian, akan tetapi katakanlah sebagaimana yang dikatakan oleh Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam: "Barangsiapa terbunuh (karena berperang) di jalan Allah, maka dia masuk Surga."

【323】

Musnad Ahmad 323: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Sa'id Bin Abi Arubah] dia mendiktekannya kepadaku dari [Qatadah] dari [Salim Bin Abil Ja'd Al Ghathafani] dari [Ma'dan Bin Abu Thalhah Al Ya'mari] bahwa [Umar] menyampaikan khutbah, dia memuji Allah dan menyanjung-Nya, kemudian dia teringat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan Abu Bakar, lalu berkata: "Sesungguhnya aku bermimpi seolah-olah ayam jantan mematukku dua kali. Aku tidak memahami hal itu kecuali (tanda) akan datangnya ajalku. Sesungguhnya ada beberapa orang yang memerintahkanku untuk mencari pengganti khalifah, dan sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan Agama dan kekhilafahan-Nya, yang telah mengutus kepada Nabi-Nya untuk membawanya. Jika ajalku segera menjemputku, maka kekhilafahan akan dimusyawarahkan oleh enam orang yang diridlai Nabiyullah saat beliau wafat. Siapapun dari kalian yang kalian bai'at, maka kalian harus mendengar dan mentaatinya, sesungguhnya aku tahu ada beberapa orang yang akan menghujatku dalam hal ini, dan aku akan memerangi mereka dengan kedua tanganku ini atas nama Islam. Jika mereka melakukannya, maka mereka adalah musuh-musuh Allah yang kafir dan sesat. Sesungguhnya aku, demi Allah, tidak akan meninggalkan sesuatu yang lebih penting bagiku dari pada persoalan kalalah. Sesungguhnya aku pernah bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang hal itu, dan beliau tidak pernah menekankan sesuatu kepadaku seperti yang beliau tekankan dalam hal ini, sehingga beliau menusukkan kedua jarinya ke dadaku atau lambungku. Kemudian beliau bersabda: "Wahai Umar, cukup bagimu ayat shaif yang termaktub di akhir surat An Nisa`." Sesungguhnya aku, jika masih dapat hidup, maka aku akan memutuskan dalam persoalan itu dengan keputusan yang akan diputuskan oleh orang yang dapat membaca (Al Qur'an) atau yang tidak bisa membaca Al Qur'an." Kemudian Umar berkata: "Ya Allah, sesungguhnya aku mempersaksikan para pemimpin negri itu kepada Engkau, sesungguhnya aku mengutus mereka agar mereka mengajarkan kepada manusia tentang agama dan sunnah Nabi mereka. Membagikan harta Fai`nya kepada mereka, berbuat adil kepada mereka, dan mengadukan kepadaku sesuatu yang tidak jelas bagi mereka dari persoalan orang-orang itu." Kemudian Umar berkata: "Wahai manusia, sesungguhnya kalian telah memakan dari dua pohon yang menurutku keduanya adalah menjijikkan, pohon itu adalah bawang putih dan bawang merah. Aku pernah melihat seorang lelaki pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang tercium baun pohon itu darinya, maka tangannya di pegang, hingga dia dikeluarkan ke Baqi'. Barangsiapa yang hendak memakan keduanya, maka hendaknya dia memasak keduanya sampai hilang (bau) keduanya." Ma'dan berkata: "Umar berkhutbah pada hari Jum'at, dan dia terbunuh pada hari Rabu, empat hari menjelang bulan Dzul Hijjah berakhir."

【324】

Musnad Ahmad 324: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] dia berkata: dan telah mengabarkan kepadaku [Husyaim] dari [Al Hajjaj Bin Arthah] dari [Al Hakam Bin 'Utaibah] dari ['Umarah] dari [Abu Burdah] dari [Abu Musa] bahwa [Umar] berkata: "Itu adalah sunnah Rasulullah, -yaitu Mut'ah (haji)- akan tetapi aku khawatir mereka akan singgah untuk beristirahat dengan istri-istri mereka di bawah pohon Arak, kemudia mereka pergi dengan membawa istri-istri mereka untuk melaksanakan haji."

【325】

Musnad Ahmad 325: Telah menceritakan kepada kami ['Ali Bin 'Ashim] telah memberitakan kepada kami [Yazid Bin Abu Ziyad] dari ['Ashim Bin 'Ubaidillah] dari [bapaknya] atau [kakeknya] -keraguan berasal dari Yazid- dari [Umar] dia berkata: "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwudlu setelah berhadats, kemudian mengusap kedua khuf-nya lalu beliau melaksanakan shalat."

【326】

Musnad Ahmad 326: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Simak] dia berkata: aku mendengar ['Iyadl Al Asy'ari] berkata: Aku menyaksikan perang Yarmuk dan bersama kami lima komandan pasukan: Abu Ubaidah Bin Al Jarrah, Yazid Bin Abu Sufyan, Ibnu Hasanah, Khalid Bin Al Walid dan 'Iyadl, -namun 'Iyadl yang ini adalah bukan 'Iyadl yang menceritakan kepada Simak- 'Iyadl berkata: [Umar] berkata: "Apabila terjadi perang maka hendaknya kalian bersama Abu Ubaidah." 'Iyadl berkata: "Maka kami menulis surat kepadanya bahwasannya telah berguguran korban dipihak kami, maka kami meminta bala bantuan pasukan kepadanya, kemudian dia menulis surat balasan kepada kami bahwa: "Telah sampai kepadaku surat kalian yang berisi permintaan bala bantuan dan sesungguhnya aku tunjukkan kalian kepada yang lebih perkasa dalam kemenangan dan lebih siap pasukannya, yaitu Allah, maka mohonlah kemenangan kepadaNya, karena sesungguhnya Muhammad telah dimenangkan pada peperangan Badar padahal perlengkapan mereka lebih sedikit dari kalian, dan jika suratku ini sampai kepada kalian maka perangilah mereka dan jangan kalian kembali kepadaku." 'Iyadl berkata: "Maka kami memerangi mereka, menghancurkan mereka dan membunuh mereka sampai jarak empat farsakh." 'Iyadl berkata: "Kami mendapatkan harta ghanimah kemudian bermusyawarah, maka 'Iyadl mengusulkan kepada kami agar kami memberikan bagian sepuluh kepada tiap pemimpin." 'Iyadl berkata: dan berkatalah Abu Ubaidah: "Siapa yang akan menggadaikan kepadaku?" maka berkatalah seorang pemuda: "Saya, jika kamu tidak marah." 'Iyadl berkata: "Maka pemuda tersebut mendahuluinya dan aku melihat kedua ikatan rambut Abu Ubaidah terjurai dan dia dibelakang pemuda itu di atas kuda arab."

【327】

Musnad Ahmad 327: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Bakar] telah memberitakan kepada kami ['Uyainah] dari [Ali Bin Zaid] dia berkata: Aku tiba di Madinah, kemudian aku menemui [Salim Bin Abdullah], dan aku memakai jubah yang terbuat dari bahan katun dan sutera, kemudian Salim berkata kepadaku: Bahan apa yang kamu buat untuk baju ini? aku pernah mendengar [bapakku] bercerita dari [Umar Bin Al Khaththab] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bahwasannya yang memakai kain sutera adalah orang yang tidak akan mendapatkan bagiannya (kelak di akhirat)."

【328】

Musnad Ahmad 328: Telah menceritakan kepada kami [Abul MundZirr yaitu Isma'il Bin Umar], menurutku hadits itu bersumber dari [Hajjaj] dari ['Amru Bin Syu'aib] dari [bapaknya] dari [kakeknya] dia berkata: Seorang lelaki membunuh anaknya dengan sengaja, kemudian hal itu di adukan kepada [Umar Bin Al Khaththab], lalu Umar membebankan denda seratus ekor unta: tiga puluh ekor unta Hiqqoh (yang memasuki usia empat tahun), tiga puluh ekor unta Jadza'ah (unta betina yang memasuki usia lima tahun) dan empat puluh unta Tsaniyah (yang memasuki usia enam tahun). Umar berkata: "Pembunuh tidak dapat mewarisi. Seandainya aku tidak pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Seorang ayah tidak dibunuh (diqishas) karena (membunuh) anaknya." Niscaya aku akan membunuhmu."

【329】

Musnad Ahmad 329: Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] dan [Yazid] dari [Yahya Bin Sa'id] dari ['Amru Bin Syu'aib] dia berkata: [Umar] berkata: Seandainya aku tidak mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Orang yang membunuh tidak mendapatkan apa apa." pasti aku akan mewariskanmu." Amru berkata: kemudian Umar memanggil paman orang yang terbunuh dari jalur bapaknya dan memberinya seekor unta." Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Ibnu Ishaq] dia berkata: telah bercerita kepadaku [Abdullah Bin Abi Najih] dan ['Amru Bin Syu'aib] keduanya dari [Mujahid Bin Jabr] kemudian dia menyebutkan hadits, dan dia berkata: "Umar mengambil unta betina yang berumur empat tahun sebanyak tiga puluh ekor, yang berumur lima tahun sebanyak tiga puluh ekor, dan yang berumur enam sampai sembilan tahun sebanyak empat puluh ekor dan kesemuanya adalah masih mengandung." 'Amru berkata: "Kemudian Umar memanggil saudara laki-laki orang yang terbunuh dan memberikan kepadanya tanpa bapaknya dan Umar berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Orang yang membunuh tidak mendapatkan apa-apa."

【330】

Musnad Ahmad 330: Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] Telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari [Ikrimah Bin Khalid] dari [Malik Bin Aus Bin Al Hadatsan] dia berkata: Al Abbas dan Ali datang kepada [Umar] dengan saling memperkarakan, Abbas berkata: "Putuskanlah antara aku dan orang ini dengan ini dan ini." Kemudian orang-orang berkata: "Bagilah di antara keduanya, bagilah di antara keduanya." Umar berkata: "Tidak ada pembagian di antara keduanya sebab keduanya telah mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: 'Kami tidak diwarisi, harta yang kami tinggalkan adalah menjadi sedekah.'"

【331】

Musnad Ahmad 331: Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] dari [Ibnu Abi Arubah] dari [Qatadah] dari [Ibnul Musayyib] bahwa [Umar] berkata: "Sesungguhnya di antara ayat yang terakhir kali diturunkan adalah tentang Riba, dan sesungguhnya Rasulullah telah wafat akan tetapi beliau tidak menafsirkan ayat tersebut, maka tinggalkanlah oleh kalian riba dan keraguan."

【332】

Musnad Ahmad 332: Telah menceritakan kepada kami [Abu Abdullah yaitu Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari ['Umarah Bin 'Umair] dari [Ibrahim Bin Abu Musa] dari [Abu Musa] bahwa Dia pernah berfatwa dengan Mut'ah (melaksanakan ibadah haji dengan Tamatu'). Seorang lelaki berkata kepadanya: "Hati-hati dengan sebagian fatwamu, sebab kamu tidak tahu hadits yang diceritakan oleh Amirul Mukminin tentang Ibadah haji dan Umrah setelahmu." Maka Abu Musa bertemu dengan Amirul Mukminin setelah itu, kemudian dia bertanya kepadanya, [Umar] menjawab: "Sesungguhnya aku tahu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya pernah mengerjakan itu (melaksanakan haji dengan Tamatu'). Akan tetapi aku tidak suka bila mereka bersama dengan istri-istri mereka singgah untuk beristirahat di bawah pohon Arak, kemudian mereka pergi untuk melaksanakan ibadah haji sedang kepala mereka menitikkan air."

【333】

Musnad Ahmad 333: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] dan [Hajjaj] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Sa'd Bin Ibrahim] dia berkata: aku mendengar ['Ubaidillah Bin Abdullah Bin 'Utbah] bercerita dari [Ibnu Abbas] dari [Abdurrahman Bin 'Auf] dia berkata: [Umar Bin Al Khaththab] melaksanakan ibadah haji kemudian dia ingin berkhutbah di hadapan orang-orang, kemudian Abdurrahman Bin Auf berkata: "Sesungguhnya telah berkumpul di sisimu orang-orang dari kalangan bawah, maka tangguhkanlah hal itu hingga kamu tiba di Madinah." Ketika Umar tiba di Madinah, aku mendekatinya di dekat mimbar, lalu aku mendengar dia berkata: "Sesungguhnya orang-orang mengatakan: 'kenapa ada hukuman rajam, sedangkan di dalam kitab Allah (Al Qur'an) itu hanya ada hukuman dera?' Padahal Rasulullah pernah merajam, dan kamipun melaksanakan hukum rajam sepeninggal beliau, seandainya aku tidak khawatir mereka akan mengatakan: 'Umar menetapkan di dalam Kitab Allah sesuatu yang bukan darinya.' Niscaya aku akan menetapkan hukuman rajam itu sebagaimana hukuman dera diturunkan."

【334】

Musnad Ahmad 334: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] dan [Hajjaj] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Simak Bin Harb] dia berkata: aku mendengar [An Nu'man yaitu Ibnu Basyir] berkhutbah, dia berkata: [Umar] menyebutkan kenikmatan dunia yang dialami orang-orang, maka dia berkata: "Sesungguhnya aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam seharian penuh perutnya melilit kosong karena tidak menemukan sebiji kurma buruk pun yang dapat mengisi perut beliau."

【335】

Musnad Ahmad 335: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dan [Hajjaj] dia berkata: Telah menceritakan kepadaku [Syu'bah] dia berkata: aku mendengar [Qatadah] bercerita dari [Sa'id Bin Al Musayyib] dari [Ibnu Umar] dari [bapaknya] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Seorang mayit akan di siksa di dalam kuburnya karena diratapi." Dan Hajjaj berkata: "Karena niyahah kepadanya."

【336】

Musnad Ahmad 336: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dan [Qatadah] dia berkata: aku mendengar [Rufai' Abul 'Aliyah] bercerita dari [Ibnu Abbas] telah menceritakan kepadaku para lelaki, -Syu'bah berkata: aku mengiranya dia mengatakan: dari para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam- dia berkata: Dan yang paling mengagumkan dari mereka adalah [Umar Bin Al Khaththab], adalah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang dari melaksanakan shalat pada dua waktu, setelah shalat Ashar sampai matahari terbenam dan setelah shalat Shubuh sampai matahari terbit.

【337】

Musnad Ahmad 337: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dan [Hajjaj] dia berkata: Telah menceritakan kepadaku [Syu'bah] dari [Qatadah] dia berkata: aku mendengar [Abu Utsman An Nahdi] berkata: Telah sampai surat [Umar] kepada kami, ketika itu kami sedang berada di Azerbaijan bersama 'Utbah Bin Farqad, atau kami sedang berada di Syam, (yang berisi): "Amma ba'du, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang sutera, kecuali hanya (sebesar) ini, dua jari." Abu Utsman berkata: "Kami tidak lamban memahami apa yang Umar maksud dan kehendaki, bahwa dia bermaksud gambar-gambar yang ada di baju." Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah], [Hajjaj] dan [Abu Daud] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Qatadah] dia berkata: aku mendengar [Abu Utsman An Nahdi] berkata: "Telah sampai kepada kami surat Umar."

【338】

Musnad Ahmad 338: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dan [Abu Daud] dari [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] dari ['Amru Bin Maimun] dia berkata: [Umar] melaksanakan shalat Shubuh ketika berada di Jam'un (Muzdalifah)." Abu Daud berkata: "Ketika kami bersama Umar di Jam'un, Umar berkata: "Sesungguhnya orang-orang Musyrik tidak meninggalkan Jam'un sehingga matahari terbit, dan mereka mengatakan: "Terbitlah (diatas) Tsabir." Dan sesungguhnya Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyelisihi mereka lalu beliau meninggalkan Jam'un sebelum matahari terbit."

【339】

Musnad Ahmad 339: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abdullah Bin Dinar] dia berkata: aku mendengar [Ibnu Umar] berkata: Umar bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Tadi malam aku junub lalu apa yang harus aku lakukan?" Beliau menjawab: "Cucilah kemaluanmu kemudian berwudlulah lalu tidur."

【340】

Musnad Ahmad 340: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Salamah Bin Kuhail] dia berkata: aku mendengar [Abul Hakam] berkata: Aku bertanya kepada [Ibnu Umar] tentang Al Jarr, maka dia bercerita kepada kami dari [Umar] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang dari (perasan anggur yang terdapat di) Al Jarr, Ad Dubbaa` dan Al Muzaffaat.

【341】

Musnad Ahmad 341: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Ashim Al Ahwal] dari [Abdullah Bin Sirjis] dia berkata: Aku melihat Al Ushaili' maksudnya [Umar Bin Al Khaththab] mencium Hajar (Aswad) seraya berkata: "Sesungguhnya aku mengetahui kamu hanyalah sebuah batu, akan tetapi aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menciummu."

【342】

Musnad Ahmad 342: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dia berkata: aku mendengar [Abu Hamzah Adl Dluba'i] bercerita dari [Juwairiyah Bin Qudamah] dia berkata: Aku melaksanakan ibadah haji, kemudian pada tahun [Umar] mendapat musibah aku datang ke Madinah. Juwairiyah berkata: Umar berkhutbah dan berkata: "Sesungguhnya aku bermimpi seakan-akan ayam jantan merah mematukku dengan satu atau dua patukan." -Syu'bah seakan ragu- dan ternyata perkaranya adalah dia ditikam, kemudian dia mengizinkan kepada orang-orang untuk menemuinya, dan orang yang pertama kali menemuinya adalah para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian penduduk Madinah, penduduk Syam, dan memberikan izin juga kepada penduduk Irak untuk menemuinya, dan aku menemuinya bersama orang-orang yang menemuinya." Dia melanjutkan ceritanya: "Setiap orang yang datang menemuinya, mereka memujinya dan menangis." Dia berkata: Ketika kami menemuinya, dia membalut perutnya dengan surban hitam akan tetapi darahnya tetap mengalir." Juwairiyah berkata: kemudian kami berkata: "Berilah kami wasiat!" dan tidak ada seorangpun yang meminta wasiat kepadanya selain kami, lalu dia berkata: "Berpegang teguhlah kepada kitab Allah (Al Qur'an), sebab kalian tidak akan tersesat selama kalian mengikutinya." Lalu kami berkata: "Berilah kami wasiat!" Dia berkata: "Aku wasiatkan kepada kalian kaum Muhajirin, karena manusia akan semakin banyak dan mereka akan menjadi sedikit, dan aku wasiatkan kepada kalian kaum Anshar, karena mereka adalah masyarakat Islam tempat kembalinya Islam, dan aku wasiatkan kepada kalian bangsa Arab, karena mereka adalah asal usul dan bagian dari kalian, kemudian aku wasiatkan kepada kalian Ahlu Dzimmah, karena mereka memiliki perjanjian dengan Nabi Kalian dan menjadi sumber rizqi keluarga kalian, bangkitlah kalian dariku!" Juwairiyah berkata: "Dan dia tidak menambahkan kepada kami selain kalimat wasiat tersebut." Muhammad Bin Ja'far berkata: Syu'bah berkata: "Kemudian aku menanyakannya setelah itu, maka dia berkata tentang orang-orang Arab: "Aku juga mewasiatkan bangsa Arab kepada kalian, karena mereka adalah saudara-saudara kalian dan musuh mereka adalah musuh kalian juga." Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] telah memberitakan kepada kami [Syu'bah] aku mendengar [Abu Hamzah Adl Dluba'i] bercerita dari [Juwairiyah Bin Qudamah] dia berkata: "Aku melaksanakan ibadah haji, kemudian pada tahun Umar mendapat musibah aku datang ke Madinah." Dia melanjutkan: Umar berkhutbah dan berkata: "Sesungguhnya aku bermimpi seakan akan ayam jantan merah mematukku dengan satu atau dua patukan." -Syu'bah seakan akan ragu- dan tidaklah selang beberapa waktu kecuali jum'at dia ditusuk. Kemudian dia menyebutkan hadits seperti diatas, kecuali bahwasanya [Umar] berkata: "Aku wasiatkan kepada kalian ahlu dzimmah kalian, sesungguhnya mereka mendapat jaminan dari Nabi kalian." Syu'bah berkata: kemudian aku tanyakan kepadanya setelah itu, maka dia menjawab tentang orang-orang arab: "Dan aku wasiatkan kepada kalian orang-orang arab, mereka adalah saudara kalian dan musuhnya adalah musuh kalian."

【343】

Musnad Ahmad 343: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Sa'id] dan [Abdul Wahab] dari [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Abul 'Aliyah] dari [Ibnu Abbas], bahwa dia berkata: Telah bersaksi di sisiku para lelaki yang di ridlai, di antara mereka adalah [Umar], dan menurutku yang paling di ridlai di antara mereka adalah Umar, (mereka bersaksi) bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang dari melaksanakan shalat setelah shalat Shubuh sampai matahari terbit dan setelah shalat Ashar sampai matahari terbenam.

【344】

Musnad Ahmad 344: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Asy Sya'bi] dari [Suwaid Bin Ghafalah] bahwa [Umar] menyampaikan khutbah kepada orang-orang di Jabiyah lalu dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang dari memakai kain sutera kecuali hanya sebesar ukuran dua jari atau tiga jari atau empat jari, dan dia menunjukkan ke arah telapak tangannya."

【345】

Musnad Ahmad 345: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Sa'id Bin Al Musayyib] dari [Ibnu Umar] dari [Umar] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Seorang mayit akan disiksa di dalam kuburnya karena niyahah (ratapan) kepadanya."

【346】

Musnad Ahmad 346: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Kahmas] dari [Ibnu Buraidah]. Dan telah menceritakan kepada kami [Yazid Bin Harun] Telah menceritakan kepada kami [Kahmas] dari [Ibnu Buraidah] dari [Yahya Bin Ya'mar] yang telah mendengar [Ibnu Umar] berkata: Telah menceritakan kepadaku [Umar Bin Khaththab], dia berkata: "Suatu hari ketika kami sedang berada di samping Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam, tiba-tiba muncul seorang lelaki di hadapan kami, pakaiannya sangat putih dan rambutnya sangat hitam." -[Yazid] berkata:- "Kami tidak melihatnya ada tanda-tanda sedang dalam perjalanan dan tidak ada seorangpun dari kami yang mengenalnya. Kemudian dia duduk dihadapan Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan menempelkan kedua lututnya kepada lutut beliau, dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua paha beliau, kemudian dia berkata: "Wahai Muhammad, beritahukanlah kepadaku apakah Islam itu!" Beliau menjawab: "Islam adalah kamu bersaksi bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, kemudian menegakkan shalat, membayar zakat, puasa di Bulan Ramadlan dan melaksanakan ibadah Haji jika kamu mampu." Dia (lelaki) berkata: "Kamu benar." Dia (Umar) berkata: "Maka kami merasa heran dengannya, dia bertanya tapi kemudian membenarkannya." Umar berkata: kemudian dia berkata: "Beritahukanlah kepadaku apakah Iman itu?" Beliau menjawab: "Iman adalah kamu beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab Kitab-Nya, para Rasul-Nya, Hari akhir dan kepada Taqdir yang baik dan yang buruk." Dia berkata: "Kamu benar." dia berkata: "Lalu beritahukanlah kepadaku apakah Ihsan itu?" Yazid berkata: beliau menjawab: "Kamu beribadah kepada Allah seakan-akan melihat-Nya dan jika tidak bisa melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu." Dia berkata: "Lalu beritahukanlah kepadaku tentang kiamat!" Beliau menjawab: "Orang yang ditanya tidak lebih tahu dari penanya." dia berkata: "Kalau begitu beritahukanlah kepadaku tentang tanda tandanya!" Beliau menjawab: "Apabila budak-budak perempuan melahirkan tuannya, apabila kamu melihat orang-orang yang telanjang kakinya (tidak bersandal atau sepatu) dan tidak berpakaian dan para penggembala kambing saling berlomba-lomba meninggikan gedung (bermegah megahan)." Umar berkata: "Kemudian lelaki tersebut pergi." Umar berkata: "Tidak berselang lama." Yazid berkata: "Tiga hari." kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya kepadaku: "Wahai Umar, tahukah kamu siapakah penanya tersebut?" Umar menjawab: Aku berkata: "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Beliau berkata: "Itu adalah Jibril, dia datang kepada kalian untuk mengajarkan kepada kalian tentang Dien (agama) kalian." Telah menceritakan kepada kami Abdullah bin Yazid telah menceritakan kepada kami Kahmas dari Abdullah bin Buraidah dari Yahya bin Ya'mar, ia mendengar Ibnu Umar berkata: telah menceritakan kepada kami Umar radliyallahu 'anhu, ia berkata: "Suatu ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Kemudian ia mengisahkan hadits tersebut. hanya saja padanya ia berkata: "Dan tidak terlihat padanya tanda-tanda sedang dalam perjalanan." Perawi berkata: Umar radliyallahu 'anhu berkata: "Kemudian berlalu tiga hari setelah itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepadaku: 'Wahai Umar...'"

【347】

Musnad Ahmad 347: Telah menceritakan kepada kami [Bahz] dia berkata: dan Telah menceritakan kepada kami ['Affan] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Hammam] Telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Abu Nadlrah] dia berkata: aku berkata kepada [Jabir Bin Abdullah]: bahwa Ibnu Az Zubair melarang menikah muth'ah sedangkan Ibnu Abbas memerintahkannya, dia (Abu Nadlrah) berkata: kemudian Jabir Bin Abdullah berkata kepadaku sesuai dengan alur pembicaraanku: "Kami pernah melakukan nikah Mut'ah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." 'Affan berkata: "Dan bersama Abu Bakar." Kemudian ketika [Umar] diangkat menjadi Khalifah, dia berkhutbah di hadapan orang-orang seraya berkata: "Sesungguhnya Al Qur'an adalah Al Qur'an, dan sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah Rasul, dan sesungguhnya kedua Mut'ah telah terjadi pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, yang satu adalah Mut'ah Haji (haji Tamattu') yang kedua adalah Mut'ah wanita (nikah Mut'ah)."

【348】

Musnad Ahmad 348: Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] telah memberitakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari [Abdullah Bin Hubairah] dari [Abu Tamim] bahwa dia mendengar [Umar Bin Al Khaththab] berkata: aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebaik baiknya, niscaya kalian akan diberi rizqi, sebagaimana seekor burung diberi rizqi, dia terbang di pagi hari dalam keadaan kosong dan kembali dalam keadaan kenyang."

【349】

Musnad Ahmad 349: Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] Telah menceritakan kepada kami [Laits] Telah menceritakan kepadaku [Bukair Bin Abdullah] dari [Busr Bin Sa'id] dari [Ibnu As Sa'idi] Al Maliki bahwa dia berkata: [Umar Bin Al Khaththab] menugaskanku sebagai pemungut zakat, setelah aku selesai melaksanakannya aku serahkan (Zakat) kepadanya, lalu Umar memerintahkanku untuk mengambil uang (upah), maka aku berkata kepadanya: "Aku bekerja hanya untuk Allah dan balasanku hanya dari Allah." Umar menjawab: "Ambillah apa yang diberikan kepadamu, karena aku pernah mengalaminya pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau menugaskanku (untuk memungut zakat) lalu aku mengatakan seperti perkataanmu, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepadaku: "Apabila kamu diberi sesuatu tanpa kamu memintanya, maka makanlah dan bersedekahlah."

【350】

Musnad Ahmad 350: Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] Telah menceritakan kepada kami [Laits] Telah menceritakan kepadaku [Bukair] dari [Abdul Malik Bin Sa'id Al Anshari] dari [Jabir Bin Abdullah] dari [Umar Bin Al Khaththab] bahwa dia berkata: "Pada suatu hari hasratku (syahwatku) bergejolak, kemudian mencium (istri) padahal aku sedang berpuasa, maka aku datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan mengatakan: "Hari ini aku melakukan suatu perbuatan (kesalahan) yang besar, aku mencium (istri) padahal sedang berpuasa." Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Apa pendapatmu apabila kamu berkumur-kumur dengan air padahal kamu sedang berpuasa?" Aku menjawab: "Hal itu tidak mengapa (tidak membatalkan puasa)." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Lalu dimana masalahnya?"

【351】

Musnad Ahmad 351: Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Ishaq] telah memberitakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Hubairah] dia berkata: aku mendengar [Abu Tamim Al Jaisyani] berkata: aku mendengar [Umar Bin Al Khaththab] berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebaik baiknya, niscaya kalian akan diberi rizqi, sebagaimana seekor burung diberi rizqi, tidakkah kalian melihat bahwa dia terbang di pagi hari dalam keadaan kosong dan kembali dalam keadaan kenyang."

【352】

Musnad Ahmad 352: Telah menceritakan kepada kami [Abu Nu'aim] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Alqamah Bin Martsad] dari [Sulaiman Bin Buraidah] dari [Ibnu Ya'mar] dia berkata: Aku berkata kepada [Ibnu Umar]: "Kami bepergian keseluruh penjuru bumi, kemudian kami bertemu dengan suatu kaum yang mengatakan tidak ada takdir." Ibnu Umar berkata: "Apabila kalian bertemu dengan mereka, maka beritahukan kepada mereka bahwa Abdullah Bin Umar berlepas diri dari mereka, dan merekapun berlepas diri darinya." Sebanyak tiga kali. Lalu dia menceritakan sebuah hadits: Ketika kami sedang berada di dekat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, tiba tiba seorang lelaki datang -Ibnu Umar menyebutkan ciri cirinya- Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian bersabda: "Mendekatlah!" lalu lelaki tersebut mendekat, kemudian Rasulullah bersabda lagi: "Mendekatlah!" Maka lelaki tersebut semakin mendekat, sehingga kedua lutunya hampir saling bersentuhan. Lalu dia berkata: "Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku apakah Iman itu?" Atau "Beritahukanlah kepadaku tentang Iman?" Beliau menjawab: "Kamu beriman kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab kitab-Nya, para Rasul-Nya, Hari Akhir dan beriman kepada Taqdir." Sufyan berkata: saya mengiranya beliau menyebutkan: "Yang baik dan yang buruk." Lelaki tersebut bertanya: "Apakah Islam Itu?" Beliau menjawab: "Menegakkan shalat, menunaikan zakat, melaksanakan haji, puasa di bulan Ramadlan dan mandi dari Junub." Semua jawaban beliau dikomentari: "Benar kamu, benar kamu." Para sahabat berkata: "Kami tidak pernah melihat seorang lelaki yang memuliakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melebihi lelaki ini, sepertinya dia mengetahui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Kemudian dia berkata: "Wahai Rasulullah beritahukanlah kepadaku tentang Ihsan!" Beliau menjawab: "Kamu beribadah kepada Allah atau beribadah kepada-Nya seakan akan kamu melihat-Nya, apabila kamu tidak dapat melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu." Kami semuanya mengatakannya: kami tidak pernah melihat seorang lelaki yang memuliakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melebihi lelaki ini, lalu dia berkata: "Benar kamu, benar kamu." Dia berkata: "Beritahukanlah kepadaku tentang Kiamat!" Beliau menjawab: "Tidaklah orang yang ditanya lebih mengetahuinya dari penanya." Dia berkata: lalu lelaki tersebut berkata: "Benar kamu." Dia selalu mengatakan demikian, dan kami tidak pernah melihat seorang lelaki yang memuliakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melebihi lelaki ini, lalu lelaki tersebut pergi." -Sufyan berkata:- "Kemudian sampai berita kepadaku bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Carilah dia!" Akan tetapi mereka tidak menemukannya, beliau berkata: "Lelaki ini adalah Jibril, dia datang kepada kalian untuk mengajarkan kepada kalian tentang dien kalian, tidak pernah dia menemuiku dengan menyerupai sesuatu kecuali aku mengenalnya selain kali ini." Telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Alqamah Bin Martsad] dari [Sulaiman Bin Buraidah] dari [Ibnu Ya'mar] dia berkata: aku bertanya kepada [Ibnu Umar] atau dia (Ibnu Umar) ditanya oleh seorang lelaki: "Sesungguhnya kami pernah mengembara di muka bumi ini dan bertemu dengan suatu kaum yang mengatakan tidak ada takdir." kemudian Ibnu Umar menjawab: "Jika kamu bertemu dengan mereka, sampaikan kepada mereka bahwa Ibnu Umar berlepas diri dari mereka, dan mereka berlepas diri dari Ibnu Umar." dia mengatakannya tiga kali, kemudian dia menceritakan kepada kami dan berkata: ketika kami sedang berada di dekat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, tiba tiba seorang lelaki datang dan berkata: "Wahai Rasulullah, apakah aku boleh mendekat?" Beliau menjawab: "Mendekatlah!" Kemudian dia mendekat selangkah, lalu dia berkata: "Wahai Rasulullah, apakah aku boleh mendekat?" Beliau menjawab: "Mendekatlah!" Kemudian dia mendekat selangkah dan berkata lagi: "Wahai Rasulullah, apakah aku boleh mendekat?" Beliau menjawab: "Mendekatlah!" Kemudian dia mendekat selangkah sehingga kedua lututnya hampir menyentuh lutut Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian dia berkata: "Wahai Rasulullah apakah Iman itu?" Kemudian Ibnu Umar menyebutkan hadits di atas secara makna.

【353】

Musnad Ahmad 353: Telah menceritakan kepada kami [Hasan Bin Musa Al Asy-yab] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] Telah menceritakan kepada kami [Al Walid Bin Abul Walid] dari [Utsman Bin Abdullah Bin Suraqah Al 'Adawi] dari [Umar Bin Al Khaththab] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa menaungi kepala seorang pejuang maka Allah akan menaunginya pada hari Kiamat, barangsiapa menyiapkan perlengkapan seorang pejuang sehingga dia bisa tercukupi, maka baginya seperti pahala pejuang. Dan barangsiapa membangun sebuah masjid yang di dalamnya disebut sebut nama Allah, niscaya Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di Surga."

【354】

Musnad Ahmad 354: Telah menceritakan kepada kami ['Attab yaitu Ibnu Ziyad] Telah menceritakan kepada kami [Abdullah yaitu Ibnul Mubarak] telah memberitakan kepada kami [Yunus] dari [Az Zuhri] dari [As Sa`ib Bin Yazid] dan [Ubaidullah Bin Abdullah Bin 'Utbah] dari [Abdurrahman Bin 'Abd] dari [Umar Bin Al Khaththab], -Abdullah berkata: bapakku telah menyandarkannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam- bahwa beliau bersabda: "Barangsiapa tertinggal sesuatu dari wiridnya." atau beliau bersabda: "Dari sebagiannya pada malam hari kemudian dia membacanya diantara shalat fajar sampai Dhuhur, maka seakan akan dia membacanya di malam harinya."

【355】

Musnad Ahmad 355: Telah menceritakan kepada kami [Khalaf Bin Al Walid] Telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Abu Maisarah] dari [Umar Bin Al Khaththab] dia berkata: Ketika turun pengharaman khamr Umar berkata: "Ya Allah jelaskan kepada kami dalam masalah khamr dengan penjelasan yang memuaskan." Maka turunlah ayat ini, yang terdapat dalam surat Al Baqarah: {Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya terdapat dosa yang besar} (Al Baqarah: 219) Abu Maisarah berkata: maka dipanggillah Umar kemudian dibacakan kepadanya dan dia berkata: "Ya Allah jelaskan kepada kami dalam masalah khamr dengan penjelasan yang memuaskan." Maka turunlah ayat yang ada dalam surat An Nisa {Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk} (An Nisa': 43) penyeru Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam apabila ditegakkan shalat, maka dia berseru: "Supaya orang-orang yang mabuk tidak mendatangi shalat." Maka dipanggillah Umar dan dibacakan kepadanya, kemudian dia berkata: "Ya Allah jelaskan kepada kami dalam masalah ini dengan penjelasan yang memuaskan." Maka turunlah ayat yang ada dalam surat Al Ma'idah, kemudian Umar dipanggil dan dibacakanlah kepadanya, maka ketika sampai ayat {Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu} (Al Ma'idah: 91) Abu Maisarah berkata: maka Umar berkata: "Kami berhenti, kami berhenti."

【356】

Musnad Ahmad 356: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari [Abu Wa`il] dari [Shubay Bin Ma'bad] bahwa Dahulu dia adalah seorang Nasrani dari Taghlib, kemudian dia memeluk agama Islam, lalu bertanya: "Amalan apakah yang lebih utama?" Maka dijawab: "Jihad di jalan Allah." Kemudian dia hendak berangkat berjihad, lalu dikatakan kepadanya: "Apakah kamu sudah pernah melaksanakan haji?" Dia menjawab: "Belum." lalu dikatakan kepadanya: "Berhaji dan berumrah dahulu kemudian berjihad." Lalu dia berniat untuk masuk melaksanakan Haji dan Umrah secara bersamaan, kemudian bertemu dengan Zaid Bin Shuhan dan Salman Bin Rabi'ah, maka keduanya berkata: "Dia lebih sesat dari untanya." atau: "Dia tidaklah lebih mendapat petunjuk ketimbang untanya." Maka dia pergi menemui Umar dan menceritakan perkataan mereka berdua, maka [Umar] berkata: "Kamu telah mendapat petunjuk terhadap sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam -atau- terhadap sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【357】

Musnad Ahmad 357: Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Sa'id] dari [Hisyam] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [bapakku] bahwa [Umar] berkata kepada Hajar (aswad): "Kamu hanyalah sebuah batu, dan seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah menciummu niscaya aku tidak akan menciummu." Kemudian dia (Umar) menciumnya.

【358】

Musnad Ahmad 358: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Hisyam] dari [bapaknya] bahwa [Umar] mendekati Hajar (Aswad) kemudian berkata: "Sesungguhnya aku tahu bahwa kamu hanyalah sebuah batu yang tidak dapat mendatangkan bahaya dan tidak juga manfaat, seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu." Dia berkata: "Kemudian Umar menciumnya (Hajar Aswad)."

【359】

Musnad Ahmad 359: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ibrahim Bin Abdul A'la] dari [Suwaid Bin Ghafalah] bahwa [Umar] mencium dan memegangnya (Hajar Aswad), kemudian berkata: "Aku melihat Abul Qasim shallallahu 'alaihi wa sallam (mencium) mu dengan lembut." Yaitu Hajar (Aswad).

【360】

Musnad Ahmad 360: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Hisyam Bin 'Urwah] dari [bapaknya] dari ['Ashim Bin Umar] dari [bapaknya], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apabila malam tiba dari sini dan siang hilang dari sini, maka tiba saatnya berbuka bagi orang yang berpuasa."

【361】

Musnad Ahmad 361: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Hisyam Bin Sa'd] dari [Zaid Bin Aslam] dari [bapaknya] dari [Umar], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Perumpamaan orang yang menarik kembali sedekahnya adalah seperti orang yang menelan kembali muntahnya."

【362】

Musnad Ahmad 362: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari ['Amru Bin Maimun] dari [Umar], dia berkata: "Dahulu orang-orang Jahiliyyah tidak bertolak meninggalkan Jam'un (Muzdalifah) sehingga mereka mengatakan: 'terbitlah (diatas) Tsabiir, sehingga kami segera bertolak berangkat.' ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam datang, beliau menyelisihi mereka dan bertolak meniggalkan jam'un kira-kira waktu shalatnya orang-orang yang musfir (orang yang shalat ketika langit timur sudah terang) pada waktu shalat shubuh sebelum matahari terbit."

【363】

Musnad Ahmad 363: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Rabah Bin Abu Ma'ruf] dari [Ibnu Abi Mulaikah] dia telah mendengar [Ibnu Abbas] berkata: [Umar] berkata kepadaku: aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya mayit akan disiksa karena tangisan keluarganya terhadapnya."

【364】

Musnad Ahmad 364: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Hasan Bin Shalih] dari ['Ashim Bin 'Ubaidillah] dari [Salim] dari [Ibnu Umar] dia berkata: [Umar] berkata: "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengusap kedua khuf-nya ketika safar (bepergian)."

【365】

Musnad Ahmad 365: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Israil] dari [Abu Ishaq] dari ['Amru Bin Maimun] dari [Umar], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berlindung dari sifat bakhil, pengecut, dari siksa Qubur, dari umur yang hina dan fitnah hati." Waki' berkata: "Fitnah hati yaitu seseorang yang meninggal." dan Waki' menyebutkan maksud Al fitnah yaitu sebelum bertobat.

【366】

Musnad Ahmad 366: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Umar Bin Walid Asy Syanni] dari [Abdullah Bin Buraidah] dia berkata: Suatu ketika Umar duduk ditempat yang dahulu pernah diduduki oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika dilewatkan iring-iringan jenazah, Abdullah berkata: maka ketika iring-iringan jenazah lewat merekapun memujinya dengan kebaikan, maka [Umar] berkata: "Wajib" kemudian lewatlah iring-iringan jenazah kedua dan mereka memujinya dengan kebaikan, maka seraya Umar berkata: "Wajib" kemudian lewatlah jenazah yang ketiga dan mereka berkata: "Orang ini adalah manusia yang paling pembohong." maka Umar seraya berkata: "Wajib." Lalu Umar berkata: "Sesungguhnya orang yang paling dusta adalah orang yang paling dusta kepada Allah, kemudian berikutnya setelah mereka adalah orang yang berdusta terhadap ruh dalam jasadnya." Abdullah berkata: mereka bertanya: "Bagaimana pendapatmu apabila yang bersaksi jumlahnya empat orang?" Dia menjawab: "Wajib." Mereka bertanya lagi: "Atau jumlahnya tiga orang?" Dia menjawab: "Tiga orang juga wajib." Mereka bertanya lagi: "Dan jika dua orang?" Dia menjawab: "Wajib, dan seandainya aku mengatakan satu orang, itu lebih aku sukai dari pada unta merah." Dia berkata: kemudian ditanyakan kepada Umar: "Apakah yang kamu katakan ini berasal dari pendapatmu atau sesuatu yang kamu dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" Dia menjawab: "Tidak, akan tetapi aku mendengarnya langsung dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【367】

Musnad Ahmad 367: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [bapaknya] dari ['Abayah Bin Rifa'ah] dia berkata: Telah sampai berita kepada [Umar] bahwa ketika Sa'd membangun istana, dia berkata: "Terputuslah suara (komunikasi)." Maka diutuslah Muhammad Bin Maslamah kepadanya, ketika dia datang dia mengeluarkan lengan tangannya dan menyalakan api kemudian membeli kayu bakar dengan dirham, kemudian dikatakanlah kepada Sa'd: "Sesungguhnya seseorang telah melakukan begini dan begini." Lalu dia menjawab: "Dia adalah Muhammad Bin Maslamah." Kemudian dia keluar menemuinya dan bersumpah kepada Allah bahwa dia tidak mengatakannya, lalu dia berkata: "Kami akan melaksanakan -darimu- apa yang kamu katakan, dan kami melaksanakan apa yang diperintahkan kepada kami." Maka dia membakar pintu, kemudian dia menghadap kepadanya kemudian Sa'd menawarkan memberi bekal namun dia menolak. Kemudian Muhammad Bin Maslamah berangkat kembali kepada Umar, dan dia berjalan pulang menuju kepadanya selama sembilan belas hari, kemudian Umar berkata: "Seandainya bukan karena baik sangka kepadamu maka kami akan berkesimpulan bahwa kamu belum melaksanakan keinginan kami." dia menjawab: "Ya, dia mengirim salam dan meminta maaf serta bersumpah kepada Allah bahwa dia tidak mengucapkannya." Kemudian Umar bertanya: "Apakah dia membekalimu?" Dia menjawab: "Tidak" Umar berkata: "Apa yang menghalangimu untuk membekaliku?" Dia menjawab: "Aku tidak suka menyuruh kepadamu, kamu menjadi dingin sementara aku menjadi panas, dan di sekitarku adalah orang-orang Madinah yang mati kelaparan, padahal aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah seseorang menjadi kenyang sementara tetangganya kelaparan." Hadits terakhir dari musnad Umar Bin Al Khaththab adalah hadits tentang Saqifah

【368】

Musnad Ahmad 368: Telah menceritakan kepada kami [Ishaq Bin Isa Ath Thabba'] Telah menceritakan kepada kami [Malik Bin Anas] Telah menceritakan kepadaku [Ibnu Syihab] dari ['Ubaidillah Bin Abdullah Bin 'Utbah Bin Mas'ud] bahwa [Ibnu Abbas] telah mengabarkan kepadanya, bahwa [Abdurrahman Bin Auf] kembali ke kendaraannya. Ibnu Abbas berkata: "Aku akan bertamu kepada Abdurrahman Bin Auf, dan dia menjumpaiku ketika aku menunggunya. Peristiwa itu terjadi di Mina pada musim haji terakhir yang dilaksanakan oleh Umar Bin Al Khaththab. Abdurrahman berkata: "Sesungguhnya seorang lelaki mendatangi Umar Bin Al Khaththab kemudian berkata: "Seandaianya Umar telah meniggal dunia, maka aku akan membai'at si fulan." Umar menjawab: "Aku masih hidup di tengah orang-orang, maka aku peringatkan mereka yang hendak merebut kepemimpinan orang-orang." Abdurrahman Bin Auf berkata: aku berkata: "Wahai Amirul Mukminin, jangan kamu lakukan hal itu! karena musim haji ini telah berkumpul kalangan bawah dan kaum bodoh dari mereka, dan sesungguhnya merekalah yang mendominasi di majlismu, jika kamu berdiri di tengah orang-orang, aku khawatir kamu akan mengatakan suatu perkataan yang karenanya mereka akan lalai, sehingga mereka tidak dapat memahaminya dan tidak pula menempatkannya pada tempatnya, akan tetapi (tangguhkanlah apa yang hendak kamu katakan) itu sampai tiba di Madinah, sesungguhnya Madinah adalah tempat Hijrah dan Sunnah, dan kamu dapat menyelesaikan (masalah ini) dengan para ulama dan orang-orang terhormat mereka, sehingga kamu dapat mengatakan apa yang akan kamu katakan dengan tenang, kemudian mereka memahami perkataanmu dan menempatkannya sesuai pada tempatnya." Kemudian Umar berkata: "Apabila aku tiba di Madinah dalam keadaan selamat dan sehat, pasti akan aku sampaikan hal itu kepada orang-orang di tempat pertama kali aku menginjakkan kakiku." Maka ketika kami sampai di Madinah menjelang bulan Dzul Hijjah dan bertepatan dengan hari Jum'at, aku (Abdurrahman) segera pergi Shakkatul A'ma", -aku bertanya kepada Malik: "Apa maksudnya Shakkatul A'ma?" Dia menjawab: "Maksudnya dia tidak perduli pada waktu apa pergi, tidak perduli waktu panas atau dingin dan yang semisalnya."- kemudian aku mendapati Sa'id Bin Zaid telah mendahuluiku berada di sisi kanan mimbar, lalu aku duduk dihadapannya sambil menempelkan lututku kepada lututnya, tidak lama kemudian Umar muncul, ketika aku melihatnya aku berkata: "Sore ini pasti akan disampaikan di atas mimbar ini suatu perkataan yang belum pernah sebelumnya seorangpun mengatakannya." Abdurrahman Bin Auf berkata: "Sa'id Bin Zaid mengingkari (perkataanku) itu, lalu dia berkata: "Apa? Kamu berharap dia mengatakan suatu perkataan yang tidak pernah dikatakan oleh seorangpun?" Kemudian Umar duduk di atas mimbar, dan setelah Mu'adzin diam (selesai mengumandangkan adzan), dia [(Umar)] berdiri lalu memuji Allah dengan pujian yang layak bagi-Nya, kemudian berkata: "Amma ba'du, wahai manusia, sesungguhnya aku akan mengatakan suatu perkataan yang aku telah ditakdirkan untuk mengatakannya, aku tidak tahu, boleh jadi itu karena ajalku telah berada di hadapanku, barangsiapa memahami dan mengerti perkataan itu, hendaknya dia menceritakannya ke tempat manapun kendaraanya sampai. Barangsiapa yang tidak memahaminya, maka aku tidak menghalalkannya untuk berdusta kepadaku, sesungguhnya Allah Tabaraka Wa ta'ala telah mengutus Muhammad dengan membawa kebenaran, dan Dia telah menurunkan Al Kitab kepada beliau, diantara ayat yang diturunkan kepada beliau adalah ayat tentang hukum rajam, kemudian kami membacanya dan memahaminya, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menerapkan hukum rajam dan kamipun menerapkannya sepeninggal beliau. Aku khawatir dalam waktu yang lama nanti manusia akan mengatakan: 'Sesungguhnya kami tidak menemukan ayat (tentang hukum) rajam.' Lalu sebuah kewajiban yang telah Allah turunkan akan ditinggalkan. Sesungguhnya hukum rajam adalah hak dalam Kitab Allah bagi siapa saja yang melakukan perbuatan zina jika dia telah Muhshon (pernah menikah) baik laki-laki maupun perempuan, apabila ada bukti, hamil atau ada pengakuan. Ketahuilah sesungguhnya kita pernah membaca: "Janganlah kalian membenci bapak bapak kalian, karena hal tersebut dapat membuat kalian kafir", katahuilah sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda: "Janganlah kalian mengkultuskan aku sebagaimana dikultuskannya Isa Bin Maryam, sesungguhnya aku hanyalah seorang hamba, maka katakanlah: 'hambaNya dan utusanNya.'" Sesungguhnya telah sampai kepadaku bahwa ada seseorang diantara kalian yang mengatakan: 'seandainya umar meninggal, maka aku akan membai'at si fulan.' Janganlah seseorang menjadi tertipu dengan mengatakan: 'sesungguhnya pembai'atan Abu Bakar itu terjadi dengan sekonyong-konyong.' Ketahuilah bahwa pembai'atan itu memang terjadi demikian. Ketahuilah bahwa Allah telah menjaga keburukan pembai'atan itu, dan hari ini tidak ada diantara kalian orang yang telah lebih dahulu dari kalian, yang keutamaannya tidak dapat disaingi oleh seseorangpun yang seperti Abu Bakar, ketahuilah bahwa diantara berita yang (sampai kepada) kami ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam wafat adalah bahwa Ali, Zubair dan orang-orang yang bersama keduanya, berselisih di rumah Fathimah Binti Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, juga semua kaum Anshar berselisih dengan kami di Tsaqifah Bani Sa'idah, kemudian kaum Muhajirin berkumpul dengan Abu Bakar dan aku berkata kepadanya: "Wahai Abu Bakar, berangkatlah bersama kami menuju saudara-saudara kita, yaitu kaum Anshar." Kemudian kami pergi hingga bertemu dengan dua orang lelaki Shalih, dan keduanya menceritakan kepada kami tentang apa yang orang-orang (kaum Anshar) lakukan. Kedua orang tersebut bertanya: "Hendak kemana kalian wahai kaum Muhajirin?" Aku menjawab: "Kami hendak pergi kepada saudara-saudara kami yaitu kaum Anshar." Keduanya berkata: "Janganlah kalian mendekati mereka, putuskanlah urusan kalian wahai kaum Muhajirin." Aku berkata: "Demi Allah, sesungguhnya kami akan mendatangi mereka." Kemudian kami pergi hingga berjumpa dengan mereka di Tsaqifah Bani Sa'idah dan mereka sedang berkumpul, di tengah-tengah mereka ada seorang lelaki yang sedang berselimut, aku bertanya: "Siapakah orang ini?" mereka (kaum Anshar) menjawab: "Sa'd Bin Ubadah." Aku bertanya: "Kenapa dia?" Mereka menjawab: "Sakit." Setelah kami duduk, penceramah mereka (kaum Anshar) berdiri lalu memuji Allah dengan pujian yang layak untuk Allah, dan berkata: "Amma ba'du, kami adalah Ansharullah (penolong agama Allah) dan pasukan Islam, sedangkan kalian wahai kaum Muhajirin adalah kelompok dari kami, sesungguhnya telah datang sekelompok orang dari kalian -yang berjalan dengan perlahan- yang akan memotong kami dari pangkal kami, dan akan mengusir kami dari wilayah kami." Ketika penceramah tersebut diam aku hendak angkat bicara dan telah menyiapkan suatu perkataan yang mengagetkan, aku hendak mengatakan perkataan itu dihadapan Abu Bakar, dan menghindari kemarahan terhadapnya, dan dia orangnya lebih lembut dan lebih tenang dari pada aku, kemudian Abu Bakar berkata: "Pelan pelan!" Aku benci bila harus marah kepadanya, karena dia orangnya lebih lembut dan lebih tenang dari pada aku. Demi Allah, jika dia tidak meninggalkan satu kalimatpun yang mengagumkanku dalam perkataan yang telah aku persiapkan itu kecuali dia mengucapkannya secara spontan dengan lebih baik, sehingga akhirnya dia diam. Kemudian dia berkata: "Amma ba'du, apa yang telah kalian sebutkan tentang kebaikan, kalian adalah ahlinya. Akan tetapi bangsa Arab tidak mengenal hal ini kecuali untuk penduduk Quraisy. Mereka adalah bangsa arab yang paling pertengahan garis keturunan dan tempat tinggalnya. Sesungguhnya aku telah meridlai salah satu dari kedua orang ini untuk kalian, mana diantara keduanya yang akan kalian kehendaki." Abu Bakar memegang tanganku dan tangan Abu Ubaidah Bin Al Jarrah, sehingga aku tidak dapat memaksa dia mengatakan selain itu. Demi Allah, seharusnya aku maju kemudian leherku dipenggal, itu adalah lebih aku sukai, sebab hal itu tidak dapat mendekatkan aku kepada dosa, dari pada aku menjadi pemimpin suatu kaum sementara diantara mereka ada Abu Bakar, kecuali jika itu merubah diriku saat (aku) mati. Kemudian salah seorang dari kaum Anshar berkata: "Anaa judzailuha al muhakkak (aku adalah kayu unta yang berkudis itu agar dia dapat berjalan dengan cepat)" wa 'udzaikuha al murojjab (pohon kurma yang ditopang oleh pohon atau kayu karena dikhawatirkan roboh karena sangat tinggi dan buahnya lebat), dari kami ada pemimpin dan dari kalian ada pemimpin wahai sekalian kaum Quraisy." -aku (Ishaq Bin 'Isa Ath Thabba') berkata kepada Malik: "Apa makna "Anaa judzailuha al muhakkak wa 'udzaikuha al murojjab?" Malik menjawab: "Seolah dia mengatakan akulah malapetakanya."- Umar berkata: "Suara suara yang tidak dapat difahami semakin banyak dan semakin meninggi, sehingga aku khawatir terjadi perselisihan, kemudian aku berkata: "Bukalah tanganmu wahai Abu Bakar!" Lalu dia membuka tangannya dan aku membai'atnya, kaum Muhajirin membai'atnya lalu kaum Ansharpun membai'atnya. Kemudian kami melompat kepada Sa'd Bin Ubadah, dan salah seorang dari mereka (kaum Anshar) berkata: "Kalian telah membunuh Sa'd." Aku menjawab: "Allah yang telah membunuh Sa'd." Umar berkata: "Demi Allah, kami tidak menemukan hal yang lebih kuat dari pada membai'at Abu Bakar dalam pertemuan kami, kami khawatir jika orang-orang itu telah terpisah dari kami, sementara bai'at belum ada, maka mereka akan membuat sebuah pembai'atan setelah kami. Dengan demikian, boleh jadi kami akan mengikuti mereka pada sesuatu yang tidak kami ridlai atau berseberangan dengan mereka, sehingga akan terjadi kehancuran. Maka barangsiapa membai'at seorang pemimpin tanpa musyawarah kaum muslimin, sesungguhnya bai'atnya tidak sah, dan tidak ada hak membai'at bagi orang yang membai'atnya, dikhawatirkan keduanya (orang yang membai'at dan dibai'at) akan dibunuh." Malik berkata: dan telah mengabarkan kepada kami Ibnu Syihab dari Urwah Bin Az Zubair: bahwa kedua orang lelaki yang ditemuinya adalah Uwaimir Bin Sa'idah dan Ma'n Bin Adi. Ibnu Syihab berkata: "Sa'id Bin Al Musayyib telah mengabarkan kepadaku bahwa orang yang mengatakan: "anaa judzailuha al muhakkak wa 'udzaikuha al murojjab" adalah Al Hubab Bin Al Mundzir."

【369】

Musnad Ahmad 369: Telah menceritakan kepada kami [Ishaq Bin Isa] telah mengkhabarka kepadaku [Malik] dari [Yahya Bin Sa'id] bahwa dia mendengar [Anas Bin Malik] berkata: Rasulullah bersabda: "Ketahuilah, aku beritahukan kepada kalian sebaik-baik rumah kaum Anshar adalah Bani Najjar, kemudian Bani Abdul Asyhal, kemudian Balharits Bin Khazraj kemudian Bani Sa'idah". Dan beliau bersabda: "Setiap rumah kaum Anshar adalah baik."

【370】

Musnad Ahmad 370: Telah menceritakan kepada kami [Ishaq Bin Isa] Telah menceritakan kepada kami [Malik] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Penjual dan pembeli masing masing punya hak pilih, selama mereka belum berpisah, atau jual beli adalah pilihan."

【371】

Musnad Ahmad 371: Telah menceritakan kepada kami [Ishaq Bin Isa] telah memberitakan kepada kami [Malik] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dia berkata: bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang dari jual beli Habalul Habalah (jual beli janin unta yang diperkirakan betina).

【372】

Musnad Ahmad 372: Telah menceritakan kepada kami [Ishaq Bin Isa] telah memberitakan kepada kami [Malik] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dia berkata: "Kami melakukan transaksi jual beli makanan pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian beliau mengutus orang kepada kami agar kami memindahkan barang yang kami beli dari tempatnya ke tempat lain sebelum menjualnya lagi."

【373】

Musnad Ahmad 373: Telah menceritakan kepada kami [Ishaq Bin Isa] telah mengabarkan kepada kami [Malik] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa membeli makanan, maka janganlah dia menjualnya sehingga dia menerimanya dengan utuh."

【374】

Musnad Ahmad 374: Telah menceritakan kepada kami [Ishaq Bin Isa] telah memberitakan kepada kami [Malik] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa memerdekakan budak yang menjadi hak milik bersama, maka dia memiliki tanggungan sesuai dengan seberapa besar harga budak, kemudian dia membagi dengan rata, lalu memberikan kepada sekutu yang lain hak mereka, setelah itu baru dia memerdekakan budaknya, jika tidak maka dia sudah memerdekakan budak yang telah dia merdekakan."

【375】

Musnad Ahmad 375: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ayyub] dari [Sa'id] dia berkata: Aku berkata kepada [Ibnu Umar], bahwa ada seorang suami yang meli'an istrinya, maka dia berkata: "Rasulullah memisahkan keduanya (suami istri)." kemudian dia menyebutkan hadits.

【376】

Musnad Ahmad 376: Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Sa'id] Telah menceritakan kepada kami ['Auf] Telah menceritakan kepada kami [Yazid yaitu Al Farisi]. Telah berkata bapakku Ahmad Bin Hanbal: dan Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin ja'far] Telah menceritakan kepada kami ['Auf] dari [Yazid] dia berkata [Ibnu Abbas] berkata kepada kami: Aku bertanya kepada Utsman Bin Affan: "Apa yang menyebabkan kalian sengaja meletakkan surat Al Anfal padahal dia termasuk dari Al Matsani (surat yang ayatnya kurang dari seratus) dan surat Bara'ah (At Taubah) padahal dia termasuk dari mi`in (surat yang ayatnya sampai seratus) kemudian kalian gabungkan antara keduanya dan tidak kalian tulis." -Ibnu ja'far berkata- "dan belum kalian tulis antara keduanya dengan batas "bismillaahir rahmaanir rahiim" dan kalian letakkan pada surat-surat yang termasuk tujuh surat panjang, apa yang menyebabkan kalian melakukan hal itu?" [Utsman] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, ketika suatu masa datang kepada beliau dan turunlah kepadanya surat-surat yang mempunyai jumlah ayat banyak, dan apabila diturunkan kepadanya wahyu beliau memanggil beberapa orang yang menuliskan di sisinya, kemudian beliau berkata: "Letakkan oleh kalian ini dalam surat yang disebutkan di dalamnya begini dan begini." Dan ketika turun beberapa ayat kepadanya, beliau berkata: "Letakkanlah ayat ini dan ayat ini ke dalam surat yang disebutkan di dalamnya begini dan begini." Dan ketika turun suatu ayat kepadanya, beliau berkata: "Letakkanlah ayat ini ke dalam surat yang disebutkan di dalamnya begini dan begini." Dan surat Al Anfal adalah termasuk surat yang pertama diturunkan di Madinah, sedangkan Bara'ah (At Taubah) adalah termasuk surat yang terakhir diturunkan di Madinah, dan kandungannya adalah mirip dengan kandungan yang ada dalam surat Al Anfal, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam wafat, sementara belum menjelaskan kepada kami bahwa dia (Bara'ah) termasuk surat dari surat Al Anfal, maka aku menganggapnya dia termasuk darinya sehingga aku menggabungkan antara keduanya dan tidak menulis pembatas antara keduanya dengan "Bismillaahir rahmaanir rahiim" -Ibnu ja'far berkata:- "dan aku letakkan pada kelompok tujuh surat panjang."

【377】

Musnad Ahmad 377: Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Sa'id] dari [Hisyam Bin 'Urwah] telah mengabarkan kepadaku [bapakku] bahwa [Humran] telah mengabarkan kepadanya, dia berkata: ['Utsman] berwudlu di atas lantai kemudian dia berkata: "Sungguh aku akan ceritakan kepada kalian sebuah hadits yang telah aku dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, seandainya bukan karena sebuah ayat dalam Kitabullah, tentu aku tidak akan menceritakannya kepada kalian, aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa berwudlu dan membaguskan wudlunya kemudian dia masuk masjid dan melaksanakan shalat, niscaya akan diampuni dosanya antara wudlunya dengan shalat yang lain yang dia laksanakan."

【378】

Musnad Ahmad 378: Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Sa'id] dari [Malik] Telah menceritakan kepadaku [Nafi'] dari [Nubaih Bin Wahab] dari [Aban Bin Utsman] dari [bapaknya], dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Orang yang sedang melaksanakan ihram tidak boleh menikah, tidak boleh menikahkan dan tidak boleh mengkhitbah."

【379】

Musnad Ahmad 379: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ibnu Harmalah] dia berkata: aku mendengar [Sa'id yaitu Ibnul Musayyib] berkata: "[Utsman Bin Affan] keluar untuk melaksanakan haji dan ketika sampai di tengah perjalanan, dikatakan kepada Ali bahwa dia (Utsman) telah melarang dari tamattu' dalam Umrah sampai haji, maka [Ali] berkata kepada para sahabatnya: "Jika dia berjalan maka berjalanlah kalian." Kemudian Ali dan para sahabatnya memulai niat Umrah, dan Utsman tidak menyampaikan kepadanya, maka Ali berkata kepadanya: "Aku tidak diberitahu bahwa kamu telah melarang dari Tamattu' dalam Umrah." -Said Bin Al Musayyib berkata- maka Utsman menjawab: "Ya." Ali berkata: "Tidakkah kamu mendengar bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan tamattu'?" Utsman menjawab: "Ya."

【380】

Musnad Ahmad 380: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Israil] dari ['Amir Bin Syaqiq] dari [Abu Wa`il] dari [Utsman Bin Affan], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwudlu tiga kali tiga kali.

【381】

Musnad Ahmad 381: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu An Nadlar] dari [Abu Anas] bahwa [Utsman] berwudlu sambil duduk dibangku tiga kali tiga kali, sementara di sampingnya [para sahabat] Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dia (Utsman) bertanya: "Bukankah kalian melihat Rasulullah berwudlu seperti ini?" Para sahabat menjawab: "Ya."

【382】

Musnad Ahmad 382: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dan [Abdurrahman] dari [Sufyan] dari ['Alqamah Bin Martsad] dari [Abu Abdurrahman] dari [Utsman], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Orang yang paling utama diantara kalian adalah yang mempelajari Al Qur'an dan mengajarkannya."

【383】

Musnad Ahmad 383: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman Bin Mahdi] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Jami' Bin Syaddad] dia berkata: aku mendengar [Humran Bin Aban] bercerita dari [Utsman], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa menyempurnakan wudlu sebagaimana yang Allah perintahkan, maka shalat wajib dengan shalat wajib yang lain adalah sebagai penghapus dosa."

【384】

Musnad Ahmad 384: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Isma'il Bin Abu Khalid] dia berkata: [Qais] berkata: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sahlah] bahwa [Utsman] berkata pada saat dikepung di rumahnya: "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mewasiatkan kepadaku sebuah wasiat maka aku bersabar dengannya." Qais berkata: "Kemudian mereka melihatnya hari itu."

【385】

Musnad Ahmad 385: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dan [Abdurrazzaq] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Utsman Bin Hakim] dari [Abdurrahman Bin Abu 'Amrah] dari [Utsman Bin Affan] dia berkata: -Abdurrazzaq berkata: "Utsman berkata dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam- bahwa beliau bersabda: "Barangsiapa melaksanakan shalat Isya dan shubuh dengan berjama'ah maka baginya seperti shalat malam." -Dan Abdurrahman berkata:- "Barangsiapa shalat Isya dengan berjamaah maka baginya seperti shalat separuh malam, dan barangsiapa shalat shubuh dengan berjama'ah maka baginya seperti shalat satu malam."

【386】

Musnad Ahmad 386: Telah menceritakan kepada kami [Abdul Malik Bin 'Amru] Telah menceritakan kepada kami ['Ali Bin Al Mubarak] dari [Yahya yaitu Ibnu Abi Katsir] dari [Muhammad Bin Ibrahim] dari [Utsman Bin Affan], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa melaksanakan shalat Isya berjama'ah, maka pahalanya sebagaimana dia melaksanakan shalat separuh malam, dan barangsiapa melaksanakan shalat Shubuh berjama'ah, maka pahalanya sebagaimana dia melaksanakan shalat sepanjang malam."

【387】

Musnad Ahmad 387: Telah menceritakan kepada kami [Isma'il Bin Ibrahim] Telah menceritakan kepada kami [Yunus yaitu Ibnu 'Ubaid] Telah menceritakan kepadaku ['Atho` Bin Farrukh] mantan budak orang-orang Quraisy, dia berkata: bahwa [Utsman] telah membeli tanah dari seorang lelaki, kemudian pembayarannya terlambat, maka utsman menemuinya dan bertanya kepadanya: "Apa yang menghalangimu dari menerima uangmu?" Dia menjawab: "Sungguh kamu telah menipuku, maka tidaklah aku bertemu seseorang kecuali dia pasti mencelaku." Utsman berkata: "Apakah hal itu yang telah menghalangimu (dari menerima uang)?" Dia menjawab: "Ya" kemudian Utsman berkata: "Silahkan kamu pilih antara tanahmu atau uangmu." Kemudian Utsman berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Allah akan memasukkan ke dalam Surga seseorang yang mempermudah ketika membeli maupun menjual, dan ketika harus membayar hutang maupun menagih hutang."

【388】

Musnad Ahmad 388: Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] Telah menceritakan kepada kami [Yunus Bin 'Ubaid] dari [Abu Ma'syar] dari [Ibrahim] dari ['Alqamah] dia berkata: Aku bersama Ibnu Mas'ud di sisi Utsman, kemudian Utsman bertanya kepadanya: "Apa yang kamu sisakan untuk istrimu?" 'Alqamah berkata: maka ketika disebut istri, Ibnu Mas'ud berkata: "Mendekatlah wahai 'Alqamah" dia berkata: dan saya ketika itu masih bujang. maka [Utsman] berkata kepadanya: "Suatu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam keluar menemui sekelompok pemuda Muhajirin dan berkata: "Barangsiapa diantara kalian memiliki kemampuan maka menikahlah, karena dengan menikah dapat lebih menjaga pandangan dan dapat lebih menjaga kemaluan (menahan gejolak syahwat), dan barangsiapa belum mampu maka puasa adalah sebagai benteng baginya."

【389】

Musnad Ahmad 389: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far], [Bahz] dan [Hajjaj] mereka berkata: Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah], dia berkata: aku mendengar ['Alqamah Bin Martsad] bercerita dari [Sa'd Bin 'Ubaidah] dari [Abu Abdurrahman As Sulami] dari [Utsman Bin Affan], dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda: "Sesungguhnya sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur'an atau mengajarkanya." Muhammad Bin Ja'far dan Hajjaj Berkata: Abu Abdurrahman berkata: "Itulah yang membuat aku duduk ditempat duduk ini." Hajjaj berkata: Syu'bah berkata: "Abu Abdurrahman tidak mendengar dari Utsman radliyallahu 'anhu dan juga tidak dari Abdullah, akan tetapi dia mendengar dari Ali radliyallahu 'anhu." Bapakku berkata: dan Bahz berkata: dari Syu'bah, dia berkata: 'Alqamah Bin Martsad telah mengabarkan kepadaku: Dan beliau bersabda: "Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur`an dan mengajarkannya." Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] telah mengabarkan kepada kami ['Alqamah Bin Martsad] dan di hadits ini, dia berkata: "Orang yang mempelajari Al Qur`an atau mengajarkannya."

【390】

Musnad Ahmad 390: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] dan [Hajjaj] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Amru Bin Dinar] dia berkata: aku mendengar [seorang lelaki] yang bercerita dari [Utsman Bin Affan], dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda: "Seorang lelaki yang bersikap pemurah (mudah) ketika menjadi penjual, pembeli, seorang penagih hutang dan seorang yang berhutang, maka dia masuk surga."

【391】

Musnad Ahmad 391: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Muslim Bin Yasar] dari [Humran Bin Aban] dari [Utsman Bin Affan], bahwa Dia meminta diambilkan air, kemudian dia berwudlu, berkumur-kumur dan Istinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung dan mengeluarkannya), kemudian dia membasuh wajahnya tiga kali dan kedua lengannya tiga kali, kemudian mengusap kepalanya dan membasuh kedua kakinya, lalu dia tertawa, kemudian dia berkata kepada para sahabatnya: "Tidakkah kalian menanyakan tentang sesuatu yang membuatku tertawa?" lalu mereka bertanya: "Apakah yang membuatmu tertawa wahai Amirul Mukminin?" Dia menjawab: "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam meminta air wudlu di dekat tempat ini, kemudian beliau berwudlu sebagaimana wudluku, kemudian beliau tertawa, lalu beliau berkata: "Tidakkah kalian bertanya kepadaku tentang apa yang membuatku tertawa?" Lalu mereka menjawab: "Apa yang membuat engkau tertawa wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Sesungguhnya apabila seorang hamba meminta air wudlu, kemudian membasuh wajahnya, maka Allah akan menghapuskan setiap kesalahannya dengan air wudlu yang mengenai wajahnya, apabila membasuh kedua tangannya maka akan seperti demikian juga, dan jika mengusap kepalanya maka akan seperti demikian juga dan apabila mensucikan kedua telapak kakinya maka akan seperti demikian juga."

【392】

Musnad Ahmad 392: Telah menceritakan kepada kami [Bahz] telah mengabarkan kepada kami [Mahdi Bin Maimun] Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Abdullah Bin Abi Ya'qub] dari [Al Hasan Bin Sa'd] mantan budak Hasan Bin Ali, dari [Rabah] dia berkata: "Keluargaku menikahkan aku dengan seorang budak perempuan Romawi milik mereka, kemudian aku menggaulinya dan dia melahirkan seorang anak lelaki hitam sepertiku, aku memberinya nama Abdullah, kemudian aku menggaulinya lagi dan lahirlah seorang anak lelaki hitam sepertiku, aku memberinya nama Ubaidullah, kemudian dia dirusak (digauli) oleh seorang budak lelaki Romawi milik keluargaku yang bernama Yohannas dan berbicara dengannya dengan bahasanya (Romawi)." Berkata: "Kemudian dia (budak wanita) melahirkan seorang anak laki-laki seperti seekor tokek, kemudian aku bertanya kepadanya: "Apa ini?" Dia (budak wanita) menjawab: "Ini hasil dari Yohannas." Rabah berkata: "Maka hal ini kami ajukan kepada Amirul Mukminin Utsman." -Mahdi berkata: aku mengiranya dia (Muhammad Bin Abdullah) berkata:- Utsman bertanya kepada keduanya dan keduanya mengakui kemudian [Utsman] bertanya: "Apakah kalian berdua rela aku putuskan perkaranya dengan keputusan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" Utsman berkata: "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah memutuskan bahwa anak bagi pemilik tempat tidur dan bagi pezina adalah batu (hukum rajam)." -Mahdi berkata: dan aku mengiranya dia (Muhammad Bin Abdullah) berkata:- kemudian Utsman mendera keduanya (budak wanita dan budak romawi) dan keduanya adalah budak." Telah menceritakan kepada kami [Syaiban Abu Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Mahdi Bin Maimun] telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Abdullah Bin Abu Ya'qub] dari [Al Hasan bin Sa'd] dari [Rabah], kemudian dia menyebutkan hadits diatas, dan Rabah berkata: "Kemudian keduanya (budak wanita dan budak lelaki romawi) kami ajukan kepada Amirul Mukminin Utsman Bin Affan, lalu Utsman berkata: "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah memutuskan bahwa anak bagi pemilik kasur dan bagi pezina adalah batu (hukuman rajam)." Kemudian dia menyebutkan hadits yang serupa.

【393】

Musnad Ahmad 393: Telah menceritakan kepada kami [Abu Kamil] Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim yaitu Ibnu Sa'd] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Syihab] dari ['Atho` Bin Yazid] dari [Humran] dia berkata: [Utsman] meminta air sementara dia berada di atas tempat duduk, kemudian dia menuangkan air tersebut ke tangan kanannya dan membasuhnya, kemudian memasukkan tangan kanannya ke dalam bejana dan membasuh kedua telapak tangannya tiga kali, lalu membasuh mukanya tiga kali, dan berkumur-kumur serta istintsar (mengeluarkan air dari dalam hidung), lalu membasuh kedua tangannya sampai siku sebanyak tiga kali, lalu mengusap kepalanya, lalu membasuh kedua kakinya sampai mata kaki sebanyak tiga kali, kemudian dia berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa berwudlu seperti wudluku ini, kemudian melaksanakan shalat dua rakaat dan tidak berhadats selama dua rakaat tersebut, melainkan akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim] dari ['Atho` Bin Yazid] dari [Humran mantan budak Utsman] bahwa dia melihat [Utsman] meminta air satu bejana, lalu dia menyebutkan hadits yang semakna.

【394】

Musnad Ahmad 394: Telah menceritakan kepada kami [Abu Qhatan] Telah menceritakan kepada kami [Yunus yaitu Ibnu Abu Ishaq] dari [bapaknya] dari [Abu Salamah Bin Abdurrahman] dia berkata: [Utsman] keluar dari rumahnya ketika dikepung, dan berkata: "Aku bersumpah kepada Allah terhadap orang yang melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada hari saat di atas gunung, ketika gunung bergetar kemudian beliau menjejakkan telapak kakinya sambil berkata: "Tenanglah wahai gunung, tidak ada diatasmu kecuali seorang Nabi atau Ash Shiddiq, atau Asy Syahid." Ketika itu aku bersamanya." maka orang-orang bersumpah kepadanya. Utsman berkata lagi: "Aku bersumpah kepada Allah terhadap orang yang melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada hari Bai'atur Ridlwan, ketika itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengutusku kepada orang-orang musyrik yang ada di Makkah dan beliau berkata: "Ini tanganku dan tangannya Utsman." Kemudian orang-orang membai'atku, maka orang-orang bersumpah kepadanya. Utsman berkata lagi: "Aku bersumpah kepada Allah terhadap orang yang melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: "Barangsiapa memperluas rumah kami di masjid ini maka Allah akan menggantinya dengan sebidang rumah di Surga?" Maka aku membeli tanahnya dengan hartaku sehingga masjid menjadi luas." Kemudian orang-orang bersumpah kepadanya. Dan Utsman berkata: "Aku besumpah kepada Allah terhadap orang yang melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada hari pasukan Usrah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya: "Siapakah hari ini yang ingin berinfaq dengan infaq yang langsung diterima oleh Allah?" Maka aku persiapkan separuh pasukan dengan hartaku." Dan orang-orang bersumpah kepadanya, Utsman bertanya lagi: "Aku bersumpah kepada Allah terhadap orang yang melihat sumur "Ruumah" airnya dijual kepada Ibnu Sabil (musafir), maka aku membelinya dengan hartaku dan aku persilahkan kepada Ibnu Sabil (musafir)" dan orang-orang bersumpah kepadanya.

【395】

Musnad Ahmad 395: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari ['Atho` Bin Yazid Al Laitsi] dari [Humran Bin Aban] dia berkata: Aku melihat [Utsman Bin Affan] berwudlu, kemudian dia menuangkan (air) ke atas kedua tangannya sebanyak tiga kali dan membasuhnya, kemudian dia berkumur-kumur dan istintsar (mengeluarkan air dari hidung), lalu dia membasuh wajahnya sebanyak tiga kali, kemudian membasuh tangan kanannya sampai siku sebanyak tiga kali dan tangan kirinya seperti tangan kanannya, kemudian mengusap kepalanya, lalu membasuh kaki kanannya sebanyak tiga kali dan kaki kirinya seperti kaki kanannya, lalu dia berkata: Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwudlu seperti wudluku ini kemudian beliau bersabda: "Barangsiapa berwudlu seperti wudluku ini kemudian melaksanakan shalat dua rakaat dan tidak berhadats di antara keduanya, melainkan akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu."

【396】

Musnad Ahmad 396: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Ayyub] dari [Nafi'] dari [Nubaih Bin Wahab] dia berkata: Umar Bin Ubaidullah mengirim surat kepada [Aban Bin Utsman] menanyakan: "Apakah boleh orang yang sedang ihram kedua matanya diberi celak, atau dengan apa kedua mata orang yang muhrim boleh diberi celak?" Maka Aban membalas suratnya: "Agar mengolesi kedua matanya dengan Shabiri (perasan air pohon yang pahit), karena aku mendengar [Utsman Bin Affan] menceritakan demikian dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【397】

Musnad Ahmad 397: Telah menceritakan kepada kami Abdullah dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah Bin Umar] telah menceritakan kepada kami [Utsman Bin Umar] telah menceritakan kepada kami [Imran Bin Hudair] dari [Abdul Malik Bin 'Ubaid] dari [Humran Bin Aban] dari [Utsman Bin Affan], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mengetahui bahwa shalat itu haq dan wajib maka dia masuk Surga."

【398】

Musnad Ahmad 398: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Abu Bakar Al Muqaddami] telah menceritakan kepadaku [Abu Ma'syar] yaitu Al Barra' dan namanya Yusuf Bin Yazid, telah menceritakan kepada kami [Ibnu Harmalah] dari [Sa'id Bin Al Musayyib] dia berkata: Utsman berangkat melaksanakan haji, ketika sampai di pertengahan jalan, sampailah berita kepada Ali bahwa Utsman melarang para sahabatnya dari melaksanakan haji Tamattu' dengan Umrah dan Haji, maka [Ali] berkata kepada para sahabatnya: "Apabila dia berangkat, maka berangkatlah kalian." Kemudian Ali dan para sahabatnya berniat dengan Umrah, maka Utsman tidak berbicara dengan mereka, lalu Ali berkata: "Bukankah telah diberitakan bahwa kamu melarang dari melaksanakan haji Tamattu'? Bukankah Rasulullah melaksanakan haji tamattu'?" Sa'id Bin Al Musayyib berkata: "Dan aku tidak tahu apa jawaban Utsman."

【399】

Musnad Ahmad 399: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] Telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Malik Bin Aus Al Hadatsan] dia berkata: "Umar mengutusku, dan ketika aku dalam keadaan demikian, tiba-tiba budaknya datang memanggilnya. Budak tersebut berkata: "Ini [Utsman], [Abdurrahman], [Sa'd] dan [Zubair Bin Al Awwam] -aku tidak tahu apakah dia menyebut [Thalhah] atau tidak- mereka meminta izin untuk menghadap kepadamu." Umar berkata: "Izinkan mereka masuk." Kemudian diam sejenak, dan setelah itu dia datang dan berkata: "Ini [Al Abbas] dan [Ali] meminta izin kepadamu." Umar berkata: "Izinkan keduanya." Ketika Abbas masuk, dia berkata: "Wahai Amirul Mukminin, putuskanlah diantara aku dan orang ini (Ali)." Saat itu keduanya saling menuntut mengenai harta yang Allah berikan (harta Fai`) kepada Rasul-Nya, yaitu harta Bani Nadhir, kemudian orang-orang berkata: "Putuskanlah diantara keduanya wahai Amirul Mukminin, dan tenangkanlah masing-masing pihak dari sahabatnya, sesungguhnya persengketaan mereka telah berlangsung dalam waktu yang lama!" [Umar] berkata: "Aku sumpah kalian atas nama Allah yang atas izin-Nya tegaklah langit dan bumi, apakah kalian tahu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda: "Kami tidak diwarisi, apa yang kami tinggalkan adalah sedekah." Mereka menjawab: "Beliau mengatakan demikian." Kemudian Umar mengatakan demikian kepada keduanya, lalu keduanya berkata: "Ya." Umar berkata: "Sesungguhnya aku akan mengabarkan kepada kalian tentang pemberian (harta fai`) ini, sesungguhnya Allah telah mengkhususkan sesuatu kepada Nabi-Nya yang tidak diberikan kepada yang lainnya. Allah berfirman: {Dan apa saja harta rampasan (fai`) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) mereka, maka untuk mendapatkan itu kamu tidak mengerahkan seekor kudapun dan tidak pula seekor untapun} (QS. Al Hasyr: 6). Harta ini khusus untuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan Allah tidak memberikannya kepada yang lain, juga tidak pula mengutamakannya untuk kalian. Sesungguhnya Allah telah membagikan harta ini diantara kalian dan juga menyebarkannya untuk kalian, sehingga masih tersisa dari harta ini. Dahulu beliau membelanjakan harta itu untuk keluarganya selama satu tahun, kemudian menjadikan sisanya sebagai harta Allah, ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam wafat, Abu Bakar berkata: "Aku adalah penerus Rasulullah sepeninggal beliau, aku akan menggunakan harta tersebut dengan cara yang pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【400】

Musnad Ahmad 400: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami [Isma'il Abu Ma'mar] Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Sulaim Ath Tha`ifi] dari [Isma'il Bin Umaiyah] dari [Musa Bin Imran Bin Mannah] dari [Aban Bin Utsman] dari [Utsman], bahwa Dia melihat jenazah, lalu berdiri seraya berkata: "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika melihat jenazah beliau berdiri."

【401】

Musnad Ahmad 401: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Abu Bakar] Telah menceritakan kepada kami [Khalid Bin Al Harits] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abi Dzi`b] dari [Sa'id Bin Abdullah Bin Qaridz] dari [Abu 'Ubaid] dia berkata: Aku melihat [Ali] dan Utsman melaksanakan shalat pada hari Idul Fithri dan Idul Adlha, kemudian selesai shalat keduanya memberikan nasihat kepada orang-orang, aku mendengar keduanya berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang dari berpuasa pada dua hari ini." Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Bakr telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah menceritakan kepadaku Ibnu Syihab dari 'Atho` Bin Yazid Al Junda'i bahwa dia mendengar Humran mantan hamba sahaya Utsman Bin Affan berkata: aku telah melihat Amirul Mukminin Utsman berwudlu, kemudian dia menuangkan air ke atas tangannya tiga kali, kemudian beristintsar (Mengeluarkan air dari hidung) tiga kali dan berkumur-kumur tiga kali." kemudian dia menyebutkan hadits yang semakna dengan haditsnya Ma'mar.

【402】

Musnad Ahmad 402: Telah menceritakan kepada kami [Yazid Bin Harun] telah memberitakan kepada kami [Al Jurairi] dari ['Urwah Bin Qabishah] dari [seorang lelaki berasal dari Anshar] dari bapaknya bahwa [Utsman] berkata: "Ketahuilah, maukah aku perlihatkan kepada kalian bagaimana wudlu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" Para sahabat menjawab: "Ya." Lalu dia mengambil air, kemudian berkumur-kumur tiga kali dan istintsar (mengeluarkan air dari hidung) tiga kali, kemudian membasuh wajahnya dan kedua tangannya tiga kali, kemudian mengusap kepalanya dan membasuh kedua kakinya tiga kali, lalu berkata: "Dan ketahuilah oleh kalian, sesungguhnya kedua telinga adalah bagian dari kepala." Lalu dia berkata: "Aku telah jelaskan dengan rinci kepada kalian tata cara wudlu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【403】

Musnad Ahmad 403: Telah menceritakan kepada kami [Ishaq Bin Yusuf] Telah menceritakan kepada kami ['Auf Al A'rabi] dari [Ma'bad Al Juhani] dari [Humran Bin Aban] dia berkata: Ketika kami berada di sisi [Utsman Bin 'Affan], dia mengambil air dan berwudlu, ketika selesai berwudlu dia tersenyum, kemudian bertanya: "Apakah kalian tahu kenapa aku tertawa?" Dia berkata: Utsman berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berwudlu seperti wudluku kemudian beliau tersenyum, lalu beliau bertanya: "Apakah kalian tahu kenapa aku tertawa?" Utsman berkata: Maka kami menjawab: "Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu." Beliau bersabda: "Sesungguhnya, apabila seorang hamba berwudlu dan menyempurnakan wudlunya, kemudian melaksanakan shalat dan menyempurnakan shalatnya, maka dia selesai dari shalatnya sebagiamana ketika keluar dari perut ibunya yaitu bersih dari dosa."

【404】

Musnad Ahmad 404: Telah menceritakan kepada kami [Rauh] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Qatadah] dia berkata: aku mendengar [Abdullah Bin Syaqiq] berkata: bahwa [Utsman] melarang dari haji tamattu', akan tetapi Ali berfatwa membolehkannya, maka Utsman mengatakan sesuatu kepadanya, kemudian [Ali] menjawabnya: "Bukankah kamu telah mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukannya?" Utsman menjawab: "Betul, akan tetapi ketika itu kita dalam kondisi takut." Syu'bah berkata: aku berkata kepada Qatadah: "Apa yang mereka takutkan?" Dia menjawab: "Tidak tahu."

【405】

Musnad Ahmad 405: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [SyU'bah] dari [Qatadah] dia berkata: [Abdullah Bin Syaqiq] berkata: bahwa [Utsman] melarang Haji Tamattu', akan tetapi Ali berfatwa membolehkannya, maka Utsman mengatakan sesuatu kepadanya, kemudian [Ali] menjawab: "Bukankah kamu telah mengetahui bahwa kita pernah melakukan tamattu' ketika bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" Utsman menjawab: "Betul, akan tetapi ketika itu kita dalam kondisi takut."

【406】

Musnad Ahmad 406: Telah menceritakan kepada kami [Rauh] Telah menceritakan kepada kami [Kahmas] dari [Mush'ab Bin Tsabit] dari [Abdullah Bin Az Zubair] dia berkata: [Utsman Bin Affan] berkata ketika berkhutbah di atas mimbarnya: "Sesungguhnya aku ingin menceritakan kepada kalian sebuah hadits yang telah aku dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan tidak ada yang menghalangiku untuk menceritakannya kepada kalian kecuali keraguan kepada kalian, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Berjaga semalam di jalan Allah Ta'ala lebih utama dari pada seribu malam, yang malamnya digunakan shalat dan siangnya digunakan untuk berpuasa."

【407】

Musnad Ahmad 407: Telah menceritakan kepada kami [Abdul Kabir Bin Abdul Majid Abu Bakar Al Hanafi] Telah menceritakan kepada kami [Abdul Hamid] yaitu Ibnu Ja'far, dari [bapaknya] dari [Mahmud Bin Labid] dari [Utsman Bin Affan] dia berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan untuknya rumah yang semisalnya di Surga."

【408】

Musnad Ahmad 408: Telah menceritakan kepada kami [Utsman Bin Umar] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abi Dzi'b] dari [Sa'id Bin Khalid Bin Abdullah Bin Qaridz] dari [Abu 'Ubaid] mantan budak Abdurrahman Bin Azhar, dia berkata: Aku melihat [Ali] dan [Utsman] melaksanakan shalat pada hari Idul Fithri dan Idul Adlha, kemudian keduanya bergegas memberikan nasehat kepada orang-orang." Abu 'Ubaid berkata: dan aku mendengar keduanya berkata: "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang berpuasa pada dua hari ini."

【409】

Musnad Ahmad 409: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperri hadits sebelumnya dari [Ali bin Abi Thalib]: dia berkata: dan aku mendengar Ali berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang kalian menyisakan daging kurban kalian melebihi tiga hari."

【410】

Musnad Ahmad 410: Telah menceritakan kepada kami [Shafwan Bin Isa] dari [Muhammad Bin Abdullah Bin Abu Maryam] dia berkata: Aku pergi menemui [Ibnu Darah] mantan budak Utsman, dia (Muhammad) berkata: dia mendengarku sedang berkumur-kumur. Muhammad berkata: maka dia berkata: "Wahai Muhammad." Muhammad berkata: aku menjawab: "Labbaika (aku penuhi panggilanmu)." Ibnu Darah berkata: "Maukah aku beritahukan kepadamu tentang tata cara wudlu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa sallam?" Dia melanjutkan: aku melihat [Utsman] duduk di sebuah bangku meminta diambilkan air wudlu, kemudian dia berkumur-kumur tiga kali dan berisytinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung) tiga kali, kemudian membasuh wajahnya tiga kali dan kedua tangannya tiga kali, kemudian mengusap kepalanya tiga kali, kemudian membasuh kedua telapak kakinya, lalu berkata: "Barangsiapa ingin melihat bagaimana wudlu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka inilah wudlu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【411】

Musnad Ahmad 411: Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman Bin Harb] dan ['Affan] secara makna, keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Hammad Bin Zaid] Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Sa'id] dari [Abu Umamah Bin Sahl] dia berkata: Ketika kami terkepung di dalam rumah bersama Utsman, kemudian dia masuk lewat sebuah pintu yang apabila dia memasukinya maka orang-orang yang ada di atas lantai akan mendengar perkataannya. Abu Umamah melanjutkan: Maka dia masuk melewati pintu itu lalu keluar menemui kami seraya berkata: "Sesungguhnya tadi mereka mengancam akan membunuhku." Maka kami berkata: "Cukup Allah yang melindungimu dari mereka wahai Amirul Mukminin." [Utsman] berkata: "Kenapa mereka hendak membunuhku, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak halal darah seorang muslim kecuali karena salah satu dari tiga hal: seseorang yang kafir setelah memeluk Islam (murtad), atau berbuat zina setelah dia menikah, atau membunuh seseorang maka dia harus dibunuh karenanya." Demi Allah aku tidak ingin ada Dien (agama) selain Islam sejak Allah memberikan hidayah kepadaku, aku tidak pernah sama sekali berbuat zina baik dimasa jahiliyyah maupun di masa Islamku, dan aku tidak pernah membunuh seseorang, maka kenapa mereka hendak membunuhku?" Telah bercerita kepada kami [Ubaidullah Bin Umar Al Qawariri] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Hammad Bin Zaid] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Sa'id] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Abu Umamah Bin Sahl Bin Hunaif] dia berkata: "Sungguh aku bersama [Utsman] di rumah ketika dia dalam kondisi terkepung." Dan Abu Umamah berkata: "Dan kami masuk melalui sebuah pintu." Kemudian dia menyebutkan hadits yang semisalnya dan berkata: "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda. Kemudian dia menyebutkan hadits yang semisalnya atau yang semakna dengannya.

【412】

Musnad Ahmad 412: Telah menceritakan kepada kami [Abdush Shamad] Telah menceritakan kepada kami [Al Qasim yaitu Ibnu Al Fadlal] Telah menceritakan kepada kami ['Amru Bin Murrah] dari [Salim Bin Abul Ja'd] dia berkata: Utsman memanggil salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan diantara mereka Amar Bin Yasir, kemudian [Utsman] berkata: "Sesungguhnya aku bertanya kepada kalian, dan sesungguhnya aku suka kalian jujur kepadaku, aku bersumpah kepada kalian dengan nama Allah, apakah kalian tahu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lebih mengutamakan orang-orang Quraisy dari semua orang dan lebih mengutamakan Bani Hasyim dari seluruh orang Quraisy?" Maka para sahabat terdiam, kemudian Utsman berkata: "Seandainya kunci Surga di tanganku maka pasti akan aku berikan kepada Bani Umayyah sampai orang yang paling terakhir dari mereka memasukinya." Maka di utuslah kepada Thalhah dan Zubair, kemudian Utsman berkata kepada keduanya: "Maukah aku ceritakan kepada kalian berdua tentang dia yaitu Ammar, suatu ketika aku datang bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sambil beliau memegang tanganku dan kami jalan-jalan di Bathha`, ketika kami sampai kepada bapak dan ibunya dan keduanya sedang disiksa, maka bapak Ammar berkata: "Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sepanjang masa begini?" Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Sabarlah!" Kemudian beliau bedoa: "Ya Allah ampunilah keluarga Yasir, dan aku telah berbuat."

【413】

Musnad Ahmad 413: Telah menceritakan kepada kami [Abdush Shamad] Telah menceritakan kepada kami [Huraits Bin As Sa`ib] dia berkata: aku mendengar [Al Hasan] berkata: Telah menceritakan kepadaku [Humran] dari [Utsman Bin Affan], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Segala sesuatu selain atap rumah, roti yang tidak ada lauknya, pakaian yang menutupi aurat dan air, maka yang lebih dari ini semua, tidak ada haq bagi anak Adam."

【414】

Musnad Ahmad 414: Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Bakr] Telah menceritakan kepada kami [Humaid Ath Thawil] dari [Syaikh] orang Tsaqif, Humaid telah menceritakan kebaikannya, -dia menyebutkan bahwa pamannya telah mengabarkan kepadanya, bahwa Dia melihat [Utsman Bin Affan] duduk di pintu kedua dari masjid Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian dia meminta diambilkan daging bagian punggung dan memakannya, lalu dia berdiri melaksanakan shalat dan tidak berwudlu, kemudian dia berkata: "Aku duduk di tempat duduk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, memakan apa yang dimakan oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi wa sallam, dan aku mengerjakan apa yang dikerjakan oleh Nabi Shallallahu 'Alaihi wa sallam."

【415】

Musnad Ahmad 415: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] mantan budak Bani Hasyim, Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] Telah menceritakan kepada kami [Zuhrah Bin Ma'bad] dari [Abu Shalih] mantan budak Utsman, bahwa dia bercerita kepadanya, dia berkata: Aku mendengar [Utsman] berkata ketika berada di Mina: "Wahai orang-orang, sesungguhnya aku hendak menceritakan kepada kalian suatu hadits yang telah aku dengar dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda: "Ribath sehari di jalan Allah, adalah lebih utama dari seribu hari yang lain, maka hendaknya setiap orang melakukan ribath menurut yang dia kehendaki, apakah saya telah menyampaikan?" Para sahabat menjawab: "Ya." Beliau berkata: "Ya Allah saksikanlah."

【416】

Musnad Ahmad 416: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] mantan hamba sahaya Bani Hasyim, Telah menceritakan kepada kami ['Ikrimah Bin Ibrahim Al Bahili] Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Abdurrahman Bin Abu Dzubab] dari [bapaknya] bahwa [Utsman Bin Affan] shalat di Mina empat rakaat, maka orang-orang mengingkarinya, kemudian dia berkata: "Wahai manusia, sesungguhnya aku memulai ihram di Makkah sejak kedatanganku, dan sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa memulai ihram di negri (Makkah) maka shalatlah seperti shalatnya orang yang mukim (menetap)."

【417】

Musnad Ahmad 417: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] mantan budak Bani Hasyim, Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Lahi'ah] Telah menceritakan kepada kami [Musa Bin Wardan] dia berkata: aku mendengar [Sa'id Bin Al Musayyib] berkata: aku mendengar [Utsman] berkhutbah di atas mimbar dan berkata: "Aku membeli kurma dari salah satu Qabilah Yahudi yang dinamakan Banu Qoinuqo' kemudian aku menjualnya dengan mendapat keuntungan, kemudian hal itu sampai kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka beliau berkata: "Wahai Utsman, jika kamu membeli maka takarlah dan jika kamu menjual maka takarlah." Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Ishaq] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] Telah menceritakan kepada kami [Musa Bin Wardan] dari [Sa'id Bin Al Musayyib] dari [Utsman Bin Affan], kemudian dia menyebutkan hadits yang semisal dengannya.

【418】

Musnad Ahmad 418: Telah menceritakan kepada kami ['Ubaid Bin Abu Qurrah] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abi Az Zinad] dari [bapaknya] dari [Aban Bin Utsman] dari [bapaknya], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa membaca: 'Bismillaahil ladzii la yadlurru ma'asmihi syai'un fil ardli walaa fis samaa'i wa huwas samii'ul aliim' (dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tidak akan berbahaya sesuatu apapun baik di bumi maupun di langit, dan Dia maha mendengar lagi maha mengetahui) maka tidak ada sesuatu yang akan membahayakannya."

【419】

Musnad Ahmad 419: Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahab Al Khaffaf] Telah menceritakan kepada kami [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Muslim Bin Yasar] dari [Humran Bin Aban] bahwa [Utsman Bin Affan] berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sungguh aku mengetahui sebuah kalimat yang tidaklah seorang hamba mengucapkannya dengan hati yang ikhlas, kecuali pasti akan di haramkan neraka untuknya." Maka [Umar Bin Al Khaththab] berkata kepadanya: "Saya akan menceritakannya kepadamu kalimat apa itu, yaitu kalimat ikhlas yang dengannya Allah Tabaraka wa Ta'ala memuliakan Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya, yaitu kalimat Taqwa yang telah Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam baca berulang ulang kepada pamannya Abu Thalib menjelang wafatnya, yaitu persaksian bahwa tidak ada tuhan yang berhak di sembah selain Allah."

【420】

Musnad Ahmad 420: Telah menceritakan kepada kami [Abdush Shamad] telah bercerita kepadaku [Bapakku] Telah menceritakan kepada kami [Al Husain yaitu Al Mu'allim] dari [Yahya yaitu Ibnu Abi Katsir] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Abu Salamah] bahwa ['Atho` Bin Yasar] telah mengabarkan kepadanya, bahwa [Zaid Bin Khalid Al Juhani] telah mengabarkan kepadanya, bahwa dia telah bertanya kepada [Utsman Bin Affan], Aku bertanya: "Bagaimana pendapatmu jika seseorang menggauli istrinya akan tetapi tidak keluar mani?" Utsman menjawab: "Dia harus berwudlu seperti wudlu untuk shalat kemudian mencuci kemaluannya." Dan Utsman berkata: "Aku telah mendengarnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian aku tanyakan hal itu kepada [Ali Bin Abu Thalib], [Zubair Bin Awwam], [Thalhah Bin Ubaidillah] dan kepada [Ubay Bin Ka'ab], dan mereka semuanya memerintahkan seperti itu."

【421】

Musnad Ahmad 421: Telah menceritakan kepada kami ['Ubaid Bin Abu Qurrah] dia berkata: aku mendengar [Malik Bin Anas] berkata Tentang ayat {Kami tinggikan siapa yang kami kehendaki beberapa derajat} (QS. Al An'am: 83) maka dia berkata: "Yaitu dengan Ilmu." Aku bertanya: "Siapa yang telah menceritakan kepadamu?" Dia menjawab: "[Zaid Bin Aslam] mengira demikian."

【422】

Musnad Ahmad 422: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Abdullah Bin Az Zubair] Telah menceritakan kepada kami [Masarrah Bin Ma'bad] dari [Yazid Bin Abu Kabsyah] dari [Utsman Bin Affan] dia berkata: Seorang lelaki datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian bertanya: "Wahai Rasulullah, aku telah melaksanakan shalat tapi aku tidak tahu apakah aku shalat dengan genap atau ganjil?" Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Hindarilah agar setan tidak mempermainkan shalat kalian, maka barangsiapa diantara kalian yang melaksanakan shalat, kemudian dia lupa apakah sudah shalat dengan genap atau ganjil, maka lakukanlah sujud dua kali karena itu dapat melengkapi shalatnya." Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Ma'in] dan [Ziyad Bin Ayyub] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Sawwar Abu Umarah Ar Ramli] dari [Maisarah Bin Ma'bad] dia berkata: [Yazid Bin Abu Kabsyah] shalat Ashar mengimami kami, kemudian dia menghadap kepada kami setelah shalatnya dan berkata: "Sungguh aku shalat dengan [Marwan Bin Hakam] kemudian dia sujud seperti dua sujud ini, kemudian dia menghadap kepada kami, maka tahulah kami bahwa dia shalat bersama [Utsman] dan menceritakan dari Nabi Shallallahu 'Alaihi wa sallam." Kemudian dia menyebutkan yang serupa dan semakna dengannya.

【423】

Musnad Ahmad 423: Telah menceritakan kepada kami [Ishaq Bin Sulaiman] dia berkata: aku mendengar [Mughirah Bin Muslim] Abu Salamah, menyebutkan dari [Mathor] dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] bahwa [Utsman] muncul dihadapan para sahabatnya ketika dalam kondisi terkepung, lalu dia berkata: "Atas dasar apa kalian membunuhku, karena aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak halal darah seorang muslim, kecuali dengan salah satu dari tiga sebab: seorang lelaki yang berbuat zina setelah muhshon (pernah menikah dan bersetubuh dengan istrinya), maka dia harus dihukum rajam. atau seseorang yang membunuh dengan sengaja, maka dia harus dihukum Qishas, atau seseorang yang murtad (kembali kafir) setelah masuk Islam, maka dia harus dibunuh." Maka demi Allah, aku tidak pernah berbuat zina sejak masa jahiliyyah sampai memeluk Islam, dan aku tidak pernah membunuh seseorang sehingga aku dihukum qishas, dan aku juga tidak pernah murtad sejak aku memeluk Islam, sesungguhnya aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya."

【424】

Musnad Ahmad 424: Telah menceritakan kepada kami [Hasan Bin Musa] Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Lahi'ah] Telah menceritakan kepada kami [Abu Qabil] dia berkata: aku mendengar [Malik Bin Abdullah Al Bardadi] bercerita dari [Abu Dzar], bahwa Dia datang untuk meminta izin kepada Utsman Bin Affan, kemudian Utsman mengizinkannya sementara di tangannya ada sebuah tongkat, kemudian [Utsman] berkata: "Wahai Ka'b sesungguhnya Abdurrahman telah wafat dan meninggalkan harta, maka apa pendapatmu dengan hal ini?" Ka'b menjawab: "Jika hartanya mencapai pada hak Allah maka tidak apa-apa atasnya." Kemudian Abu Dzar mengangkat tongkatnya dan memukulkannya kepada Ka'b dan berkata: "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Aku tidak menyukai jika aku memiliki gunung emas ini kemudian aku infaqkan dan infaqku diterima, dan aku tinggalkan enam uqiyah (satu uqiyah empat puluh dirham perak) di belakangku." Aku bersumpah kepada Allah wahai Utsman, apakah kamu telah mendengarnya?" Tiga kali. maka Utsman menjawab: "Ya."

【425】

Musnad Ahmad 425: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Ma'in] Telah menceritakan kepada kami [Hisyam Bin Yusuf] Telah menceritakan kepadaku [Abdullah Bin Bahir Al Qash] dari [Hani'] mantan hamba sahaya Utsman, dia berkata: Ketika Utsman berdiri di sebuah kuburan dia menangis sampai jenggotnya basah, kemudian dikatakan kepadanya: "Kamu menyebutkan Surga dan Neraka sementara kamu tidak menangis tapi justru kamu menangis dengan ini?" Kemudian dia menjawab: "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Kuburan adalah tempat pertama dari tempat tempat akhirat, jika seseorang selamat darinya maka apa yang ada setelahnya adalah lebih ringan darinya, dan jika tidak selamat darinya maka apa yang ada setelahnya adalah lebih berat darinya." [Utsman] berkata: "Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Demi Allah, aku tidak melihat tempat yang lebih mengerikan sama sekali kecuali kuburan adalah tempat yang paling mengerikan."

【426】

Musnad Ahmad 426: Telah menceritakan kepada kami [Zakaria Bin 'Adi] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Ali Bin Mushir] dari [Hisyam Bin 'Urwah] dari [Bapaknya] dari [Marwan] -dan kami tidak menganggapnya tertuduh- Marwan berkata: Utsman terkena mimisan pada musim penyakit mimisan, sehingga dia tertinggal dari melaksanakan Haji, dan dia memberikan nasihat, kemudian datanglah seseorang dari Quraisy kepadanya dan berkata: "Angkatlah penggantimu!" Marwan berkata: dan orang-orang mengatakan demikian, maka Utsman menjawab: "Ya." Orang Quraisy tadi bertanya: "Siapa?" Marwan berkata: tetapi Utsman diam, kemudian datang orang yang lainnya dan mengatakan seperti yang dikatakan oleh orang pertama, dan Utsman pun menjawab seperti jawaban dia semula, kemudian Utsman berkata: "Mereka meminta Zubair sebagai pengganti." Dia berkata: "Ya." Maka [Utsman] berkata: "Demi Dzat yang jiwaku ada di tangannya, jika dia adalah orang yang paling baik diantara mereka dan paling dicintai oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa sallam (bisa jadi), tetapi aku tidak mengetahuinya." Telah menceritakannya kepada kami [Suwaid bin Sa'id] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Ali Bin Mushir] dengan sanad yang semisalnya.

【427】

Musnad Ahmad 427: Telah menceritakan kepada kami [Zakaria Bin Abu Zakaria] Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Sulaim] Telah menceritakan kepada kami [Isma'il Bin Umaiyah] dari [Musa Bin Imran Bin Mannah] dia berkata: [Aban Bin Utsman] melihat jenazah lewat, kemudian dia berdiri sambil berkata: "[Utsman] melihat jenazah lewat lalu dia berdiri, kemudian dia bercerita, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melihat jenazah lewat lalu beliau berdiri."

【428】

Musnad Ahmad 428: Telah menceritakan kepada kami [Hasan Bin Musa] Telah menceritakan kepada kami [Syaiban] dari [Yahya Bin Abi Katsir] dari [Abu Salamah] bahwa ['Atho` Bin Yasar] telah mengabarkan kepadanya dari [Zaid Bin Khalid Al Juhani], bahwa dia telah mengabarkan kepadanya, bahwa dia bertanya kepada [Utsman Bin 'Affan], Zaid berkata: Aku bertanya: "Bagaimana pendapatmu apabila seseorang bersetubuh dengan isterinya akan tetapi tidak mengeluarkan mani?" Maka Utsman menjawab: "Hendaknya dia berwudlu seperti wudlu untuk shalat dan mencuci kemaluannya." Dia berkata: dan Utsman berkata: "Aku telah mendengarnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu aku menanyakan hal itu kepada [Ali Bin Abu Thalib], [Az Zubair], [Thalhah] dan [Ubay Bin Ka'ab], mereka semunya menyuruh demikian."

【429】

Musnad Ahmad 429: Telah menceritakan kepada kami [Hasan Bin Musa] Telah menceritakan kepada kami [Syaiban] dari [Yahya] dari [Muhammad Bin Ibrahim Bin Al Harits At Taimi] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Mu'adz Bin Abdurrahman] bahwa [Humran Bin Aban] telah mengabarkan kepadanya, dia berkata: Aku datang menemui [Utsman Bin Affan], ketika itu dia sedang duduk di sebuah bangku, lalu dia berwudlu dan menyempurnakan wudlunya, kemudian dia berkata: Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berada di tempat duduk ini sambil berwudlu, lalu beliau menyempurnakan wudlunya, kemudian beliau bersabda: "Barangsiapa berwudlu seperti wudluku ini, kemudian datang ke masjid dan melaksanakan shalat dua raka'at, maka akan diampuni dosa dosanya yang telah lalu." Dan dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Dan janganlah kalian terpedaya."

【430】

Musnad Ahmad 430: Telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah Bin Muhammad Bin Hafs Bin Umar At Taimi] dia berkata: aku mendengar [bapakku] berkata: aku mendengar pamanku [Ubaidullah Bin Umar Bin Musa] berkata: Ketika aku sedang di sisi Sulaiman Bin Ali, datanglah seorang lelaki yang sudah tua dari Quraisy, maka berkatalah Sulaiman: "Lihatlah kepada orang tua itu dan dudukkan dia di kursi yang bagus, karena bagi orang Quraisy ada haq." Maka aku berkata kepadanya: telah disampaikan kepadaku bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa menghinakan orang Quraisy maka Allah akan menghinakannya." Sulaiman berkata: "Subhaanallahu, alangkah bagusnya hadits ini, siapakah yang menceritakannya kepadamu?" Aku menjawab: telah menceritakan kepadaku [Rabi'ah Bin Abu Abdurrahman] dari [Sa'id Bin Musayyib] dari ['Amru Bin Utsman Bin Affan] dia berkata: [bapakku] berkata kepadaku: "Wahai anakku, jika kamu diangkat untuk mengurusi urusan manusia maka muliakanlah orang-orang Quraisy, karena aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa menghinakan orang Quraisy maka Allah akan menghinakannya."

【431】

Musnad Ahmad 431: Telah menceritakan kepada kami [Isma'il Bin Aban Al Warraq] Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] dari [Ja'far Bin Abu Al Mughirah] dari [Ibnu Abza] dari [Utsman Bin Affan], dia berkata: Ketika terkepung Abdullah Bin Zubair berkata kepadanya: "Sesungguhnya aku mempunyai hewan hewan pilihan yang sudah aku persiapkan untukmu, maka apakah kamu mau berpindah ke Makkah sehingga akan datang kepadamu orang yang ingin datang kepadamu?" Utsman menjawab: "Tidak, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Akan dikebumikan di Makkah seekor kambing kibas dari Quraisy namanya Abdullah yang membawa di atasnya seperti separuh dosa dosa manusia."

【432】

Musnad Ahmad 432: Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Bakr] dan [Muhammad Bin Ja'far] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Sa'id] dari [Muthor] dan [Ya'la Bin Hakim] dari [Nafi'] dari [Nubaih Bin Wahab] dari [Aban Bin Utsman Bin Affan] dari [Utsman Bin Affan], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Orang yang sedang ihram tidak boleh menikah, tidak boleh menikahkan dan tidak boleh mengkhitbah."

【433】

Musnad Ahmad 433: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Kahmas] Telah menceritakan kepada kami [Mush'ab Bin Tsabit] dari [Abdullah Bin Az Zubair] dia berkata: [Utsman] berkata ketika sedang berkhutbah di atas mimbarnya: "Sesungguhnya aku akan menceritakan kepada kalian sebuah hadits yang telah aku dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, akan tetapi tidak ada yang menghalangiku untuk menceritakannya kepada kalian kecuali karena keraguan kepada kalian, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Berjaga semalam di jalan Allah adalah lebih utama dari pada seribu malam, yang malamnya digunakan untuk shalat dan siangnya digunakan untuk berpuasa."

【434】

Musnad Ahmad 434: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dia berkata: aku mendengar [Khalid] dari [Abu Bisyr Al 'Anbari] dari [Humran Bin Aban] dari [Utsman Bin Affan] dari Nabi Salallahu 'Alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Barangsiapa meninggal dan dia mengetahui bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, maka dia masuk Surga."

【435】

Musnad Ahmad 435: Telah menceritakan kepada kami [Affan] Telah menceritakan kepada kami [Abdul Warits] Telah menceritakan kepada kami [Ayyub Bin Musa] Telah menceritakan kepadaku [Nubaih Bin Wahab] bahwa Kedua mata Umar Bin 'Ubaidillah Bin Ma'mar kemasukan pasir sedangkan dia dalam keadaan ihram, ketika dia hendak memberi celak kedua matanya, dia dilarang oleh [Aban Bin Utsman], dan memerintahkannya agar memberikan celak dengan Ash Shobir (perasan air pepohonan rasanya pahit digunakan untuk obat termasuk jenis celak), dia mengaku bahwa [Utsman] bercerita dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau melakukan demikian.

【436】

Musnad Ahmad 436: Telah menceritakan kepada kami [Affan] Telah menceritakan kepada kami [Abdul Warits] Telah menceritakan kepada kami [Ayyub Bin Musa] dari [Nubaih Bin Wahab] bahwa Umar Bin 'Ubaidillah hendak menikahkan anak lelakinya padahal dia sedang ihram, akan tetapi dilarang oleh [Aban], dan dia menganggap bahwa [Utsman] bercerita dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda: "Orang yang sedang ihram tidak boleh menikah dan tidak boleh menikahkan."

【437】

Musnad Ahmad 437: Telah menceritakan kepada kami [Affan] Telah menceritakan kepada kami [Jarir Bin Hazim] dia berkata: aku mendengar [Muhammad Bin Abdullah Bin Abu Ya'qub] bercerita dari [Rabah], dia berkata: "Keluargaku menikahkan aku dengan seorang budak perempuan Romawi milik mereka, dia melahirkan seorang anak lelaki hitam sepertiku, kemudian dia dirusak (digauli) oleh seorang budak lelaki Romawi yang bernama Yohannas, dia berbicara kepadanya dengan bahasanya (Romawi), kemudian dia (budak wanita) hamil, dahulu dia melahirkan seorang anak lelaki hitam sepertiku, kemudian dia datang dengan membawa seorang anak lelaki seperti seekor tokek, kemudian aku bertanya kepadanya: "Apa ini?" Budak wanita itu menjawab: "Ini anak dari Yohannas." Kemudian aku tanyakan kepada Yohannas, dan Yohannas mengakuinya, maka aku menemui [Utsman Bin Affan] dan menceritakan kejadian tersebut kepadanya, lalu keduanya dibawa kehadapan Utsman, dan Utsman bertanya kepada keduanya, kemudian berkata: "Aku akan putuskan perkara kalian dengan keputusan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa anak bagi pemilik tempat tidur dan bagi pezina adalah batu (hukum rajam)." Kemudian dia mempertemukannya denganku, dia berkata: lalu Utsman mendera keduanya, setelah itu dia melahirkan untukku seorang anak lelaki hitam."

【438】

Musnad Ahmad 438: Telah menceritakan kepada kami [Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammad Bin Zaid] Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Sa'id] dari [Abu Umamah Bin Sahl] dia berkata: Ketika aku bersama [Utsman] terkepung di dalam rumah, -Abu Umamah berkata:- Dan kami masuk melalui sebuah pintu yang jika kami memasukinya niscaya kami dapat mendengar pembicaraan orang-orang yang berada di atas loteng." -dia berkata:- "Maka pada suatu hari masuklah Utsman untuk suatu keperluan, lalu keluar menemui kami dengan wajah berwarna pucat seraya berkata: "Sesungguhnya tadi mereka mengancam hendak membunuhku." Dia berkata: Maka kami menjawab: "Cukuplah Allah sebagai pelindung bagimu dari mereka wahai Amirul Mukminin." dia berkata: Lalu Utsman bertanya: "Lalu atas kesalahan apa mereka hendak membunuhku? Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak halal darah seorang muslim, kecuali karena salah satu dari tiga hal: seseorang yang kafir setelah memeluk Islam (murtad), atau berbuat zina dan dia adalah Muhshon, atau membunuh orang lain tanpa dasar yang hak." Demi Allah, aku tidak pernah berzina sejak masa jahiliyyah sampai masuk Islam, dan aku tidak pernah berangan angan mengganti agamaku sejak Allah memberikan hidayah kepadaku, dan aku tidak pernah membunuh seseorang, maka mengapa mereka hendak membunuhku?"

【439】

Musnad Ahmad 439: Telah menceritakan kepada kami [Ishaq Bin Isa] Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman Bin Abu Zinad], dan Telah menceritakan kepada kami [Suraij] dan [Husain] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Az Zinad] dari [bapaknya] dari ['Amir Bin Sa'd], [Husain Bin Abi Waqqs] berkata: aku mendengar [Utsman Bin Affan] berkata: "Tidak ada yang menghalangiku untuk menceritakan hadits dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melainkan karena aku bukan orang yang paling hafal dari para sahabatnya, akan tetapi aku bersaksi bahwa aku mendengar beliau bersabda: "Barangsiapa berkata atas namaku padahal aku tidak mengatakannya maka siapkanlah tempat duduknya di neraka." Dan Husain berkata: "Orang yang paling hafal dari para sahabatnya."

【440】

Musnad Ahmad 440: Telah menceritakan kepada kami [Hasyim] Telah menceritakan kepada kami [Laits] Telah menceritakan kepadaku [Zuhrah Bin Ma'bad Al Qurasyi] dari [Abu Shalih] mantan budak Utsman Bin Affan, dia berkata: aku mendengar [Utsman Bin Affan] berkata di atas mimbar: "Wahai orang-orang, sesungguhnya aku menyembunyikan dari kalian sebuah hadits yang pernah aku dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, karena khawatir kalian akan berpisah dariku, akan tetapi kemudian tampak bagiku untuk menceritakannya kepada kalian, hendaklah setiap orang memilih untuk dirinya menurut yang sesuai baginya, aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ribath sehari di jalan Allah Ta'ala adalah lebih baik dari pada seribu hari di tempat lain."

【441】

Musnad Ahmad 441: Telah menceritakan kepada kami [Hasyim] Telah menceritakan kepada kami [Abu Ja'far Ar Razi] dari [Abdul Aziz Bin Umar] dari [Shalih Bin Kaisan] dari [seorang lelaki] dari [Utsman Bin Affan], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah seorang muslim keluar dari rumahnya untuk bepergian atau yang lainnya, kemudian ketika keluar dia membaca: 'BISMILLAAHI AAMANTU BILLAAHI I'TASHAMTU BILLAAHI TAWAKKALTU 'ALALLAHI LAA HAULAA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAAHI' (dengan Nama Allah, aku beriman kepada Allah, berpegang teguh kepada Allah, bertawakkal kepada Allah, tidak ada daya dan upaya kecuali dari Allah), niscaya diberi rizqi lebih baik dari tempat keluarnya dan dihindarkan dari keburukan selama keluarnya."

【442】

Musnad Ahmad 442: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Muhammad Bin Abu Bakar Al Muqaddami] Telah menceritakan kepada kami [Hammad Bin Zaid] dari [Al Hajjaj] dari ['Atho`] dari [Utsman] dia berkata: "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwudlu kemudian membasuh wajahnya tiga kali dan kedua tangannya tiga kali, kemudian mengusap kepalanya dan membasuh kedua kakinya satu kali."

【443】

Musnad Ahmad 443: Telah menceritakan kepada kami [Hasyim] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Abu Shakhrah] yaitu Jami' Bin Syaddad, dia berkata: aku mendengar [Humran Bin Aban] bercerita kepada Abu Burdah di sebuah Masjid di `Bashrah, ketika itu aku berdiri bersamanya, bahwa dia mendengar [Utsman Bin Affan] bercerita dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda: "Barangsiapa menyempurnakan wudlunya sebagaimana yang Allah perintahkan, maka Shalat lima waktu adalah penghapus dosa diantara satu Shalat dengan Shalat yang lainnya."

【444】

Musnad Ahmad 444: Telah menceritakan kepada kami [Suraij] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Zinad] dari [bapaknya] dari [Aban Bin Utsman] dia berkata: aku mendengar [Utsman Bin Affan] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa di permulaan siang atau permulaan malamnya membaca: 'BISMILLAAHIL LADZII LAA YADLURRU MA'AS MIHI SYAI'UN FIL 'ARDLI WALA FIS SAMAA'I WA HUWAS SAMII'UL 'ALIIM' (dengan nama Allah, dengan nama-Nya tidak akan berbahaya sesuatu yang ada di bumi maupun yang ada di langit, dan Dia maha mendengar lagi maha mengetahui) sebanyak tiga kali, maka tidak akan ada sesuatupun yang membahayakan pada hari atau malam itu."

【445】

Musnad Ahmad 445: Telah menceritakan kepada kami [Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammad Bin Salamah] telah memberitakan kepada kami [Abu Sinan] dari [Yazid Bin Mauhab] bahwa Utsman berkata kepada [Ibnu Umar]: "Hendaklah kamu menjadi qodli di antara orang-orang!" Ibnu Umar menjawab: "Tidak, aku tidak akan menjadi qodli di antara dua orang dan aku tidak akan memimpin dua orang lelaki, tidakkah kamu mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda: "Barangsiapa berlindung kepada Allah, maka dia telah berlindung dengan perlindungan yang benar." [Utsman] berkata: "Tentu." Lalu dia berkata: "Sesungguhnya aku berlindung kepada Allah agar kamu tidak mengangkatku menjadi pegawai." Maka dia memaafkannya dan berkata: "Jangan kamu ceritakan perkara ini kepada seorangpun."

【446】

Musnad Ahmad 446: Telah menceritakan kepada kami [Affan] Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahid Bin Ziyad] dari [Utsman Bin Hakim] Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Al Munkadir] dari [Humran] dari [Utsman Bin Afan] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa berwudlu dan menyempurnakan wudlunya, maka dosa dosanya akan keluar dari tubuhnya sampai keluar dari bawah kuku kukunya."

【447】

Musnad Ahmad 447: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakannya kepada kami [Suwaid Bin Sa'id] pada tahun ke dua puluh enam (Hijriyah), Telah menceritakan kepada kami [Risydin Bin Sa'd] dari [Zuhrah Bin Ma'bad] dari [Abu Shalih] mantan budak Utsman, bahwa [Utsman] berkata: "Wahai manusia, berhijrahlah, sesungguhnya aku akan berhijrah." Maka merekapun berhijrah. kemudian berkata: "Wahai manusia, aku akan menyampaikan sebuah hadits yang tidak pernah aku katakan sebelumnya sejak aku mendengarnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sampai sekarang. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya ribath satu hari di jalan Allah lebih utama dari pada seribu hari yang lainnya." Maka setiap orang hendaklah ribath semampunya, apakah aku telah menyampaikan kepada kalian?" Mereka menjawab "Ya." Dia berkata: "Ya Allah persaksikanlah."

【448】

Musnad Ahmad 448: Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Mughirah] Telah menceritakan kepada kami [Al Auza'i] Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Abu Katsir] dari [Muhammad Bin Ibrahim At Taimi] Telah menceritakan kepadaku [Syaqiq Bin Salamah] dari [Humran] dia berkata: [Utsman] duduk di bangku dan meminta dibawakan air wudlu, kemudian berwudlu dan berkata: "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwudlu di bangku ini kemudian beliau bersabda: "Barangsiapa berwudlu seperti wudluku ini, kemudian berdiri melaksanakan Shalat dua rakaat, niscaya dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni." Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah kalian terpedaya."

【449】

Musnad Ahmad 449: Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Mughirah] Telah menceritakan kepada kami [Arthah] yaitu Ibnul Mundzir, telah mengabarkan kepadaku [Abu 'Aun Al Anshari] bahwa [Utsman Bin Affan] bertanya kepada Ibnu Mas'ud: "Apakah kamu bisa berhenti dari tindakanmu yang telah sampai kepadaku?" Maka Ibnu Mas'ud meminta maaf dengan beberapa alasan, dan berkatalah Utsman: "Celaka kamu, sesungguhnya aku mendengar dan menghafalnya dan bukan seperti yang kamu dengar, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Seorang Amir (pemimpin) akan terbunuh, seorang pelompat akan melompat." Dan sesungguhnya akulah orang yang akan terbunuh dan bukan Umar, karena yang membunuh umar adalah satu orang sedangkan yang membunuhku adalah orang banyak."

【450】

Musnad Ahmad 450: Telah menceritakan kepada kami [Bisyr Bin Syu'aib] Telah menceritakan kepadaku [bapakku] dari [Az Zuhri] Telah menceritakan kepadaku ['Urwah Bin Az Zubair], bahwa [Ubaidullah Bin 'Adi Bin Al Khiyar] telah mengabarkan kepadanya, bahwa [Utsman Bin Affan] berkata kepadanya: "Wahai anak saudaraku, apakah kamu bertemu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" Ubaidullah berkata: maka aku menjawab kepadanya: "Tidak, akan tetapi pengetahuan tentang beliau telah sampai kepadaku dan keyakinanku telah mantap, seperti sampainya berita tersebut kepada seorang gadis dalam kamarnya." Ubaidullah berkata: kemudian Utsman bersaksi dan berkata: "'Amma ba'du, sesungguhnya Allah telah mengutus Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dengan membawa kebenaran, dan aku termasuk orang yang memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya serta beriman kepada apa yang dibawa oleh Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian aku berhijrah dua kali sebagaimana aku katakan, aku telah menjadi menantu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan aku membai'at Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Maka demi Allah aku tidak pernah bermaksiat dan tidak pernah membohongi beliau sampai Allah mewafatkan beliau."

【451】

Musnad Ahmad 451: Telah menceritakan kepada kami [Ali Bin 'Ayyasy] Telah menceritakan kepada kami [Al Walid Bin Muslim] dia berkata: dan telah mengabarkan kepadaku [Al Auza'i] dari [Muhammad Bin Abdul Malik Bin Marwan] bahwa dia telah menceritakannya dari [Al Mughirah Bin Syu'bah] bahwa Dia menemui Utsman yang sedang terkepung, lalu dia berkata: "Sesungguhnya kamu adalah pemimpin manusia, akan tetapi telah terjadi (peristiwa) seperti yang kamu lihat, aku akan menawarkan kepadamu tiga pilihan, maka pilihlah salah satunya: kamu keluar dan memerangi mereka, sesungguhnya kamu memiliki banyak pendukung dan kekuatan, kamu berada di pihak yang benar sedangkan mereka berada di pihak yang batil, atau kami siapkan untukmu sebuah pintu (keluar) yang lain yang tidak dijaga oleh mereka, lalu kamu duduk di kendaraanmu dan pergi ke Makkah, sehingga mereka tidak dapat membunuhmu karena kamu berada di Makkah, atau kamu pergi ke Syam, sesungguhnya mereka adalah penduduk Syam dan di sana ada Mu'awiyah." [Utsman] menjawab: "Apabila aku keluar dan berperang, sungguh aku tidak ingin menjadi khalifah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pertama yang membuat pertumpahan darah dikalangan ummatnya, apabila aku keluar ke Makkah pasti mereka tidak akan membunuhku di sana, akan tetapi aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Seorang Quraisy akan menjadi kufur di Makkah dan dia akan ditimpakan separuh adzab dunia." Aku tidak ingin menjadi orang seperti itu. Adapun apabila aku pergi ke Syam, sesungguhnya mereka adalah penduduk Syam dan di Syam ada Mu'awiyah, sungguh aku tidak ingin berpisah dari negeri tempatku berhijrah dan bertetangga dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Telah menceritakan kepadanya [Ali bin Ishaq] dari [Ibnu Al Mubarak] kemudian ia menyebutkan hadits tersebut dan berkata: "Menjadi kafir."

【452】

Musnad Ahmad 452: Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] dan [Yunus], keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Laits] telah berkata [Hajjaj] Telah menceritakan kepadaku [Yazid Bin Abu Habib] dari [Abdullah Bin Abu Salamah] dan [Nafi' Bin Jubair Bin Muth'im] dari [Mu'adz Bin Abdurrahman At Taimi] dari [Humran] mantan budak Utsman, dari [Utsman] dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa berwudlu dan menyempurnakan wudlunya, kemudian berjalan menuju (untuk melaksanakan) Shalat wajib kemudian melaksanakannya niscaya dosanya diampuni."

【453】

Musnad Ahmad 453: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari ['Ashim] dari [Al Musayyib] dari [Musa Bin Thalhah] dari [Humran] dia berkata: [Utsman] biasa mandi sekali dalam sehari sejak dia masuk Islam, pada suatu hari aku menyiapkan air wudlu untuknya untuk melaksanakan Shalat, setelah berwudlu dia berkata: "Aku ingin menceritakan kepada kalian sebuah hadits yang aku dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Kemudian dia melanjutkan: "Kemudian nyata olehku untuk tidak menceritakannya kepada kalian." Maka berkatalah Al Hakam Bin Abil 'Ash: "Wahai Amirul Mukminin, jika hal itu baik akan kami ambil akan tetapi jika buruk akan kami jauhi." Utsman menjawab: "Maka aku akan menceritakannya kepada kalian, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwudlu seperti wudluku ini kemudian beliau bersabda: "Barangsiapa berwudlu seperti wudlu ini dan membaguskan wudlunya, kemudian berdiri melaksanakan Shalat dan menyempurnakan ruku' serta sujudnya, niscaya akan diampuni dosanya (yang dilakukan) diantara Shalatnya dengan Shalat yang lain selama tidak melakukan Maqtalah yaitu dosa besar."

【454】

Musnad Ahmad 454: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammad Bin Salamah] dari [Yunus] dari ['Atho' Bin Farrukh] dari [Utsman Bin 'Affan] dia berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Allah akan memasukkan ke dalam Surga seorang lelaki yang bersikap mudah saat memberi hutang dan menagihnya, saat menjual dan membeli."

【455】

Musnad Ahmad 455: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Ibrahim Bin Al Muhajir] dari [Ikrimah Bin Khalid] Telah menceritakan kepadaku [seorang lelaki] dari penduduk Madinah, bahwa Seorang mu'adzin telah mengumandangkan adzan untuk Shalat Ashar, dia (Ikrimah) berkata: kemudian Utsman meminta air untuk bersuci lalu dia bersuci, kemudian [Utsman] berkata: "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa bersuci sesuai yang diperintahkan, dan melaksanakan Shalat sesuai yang diperintahkan, niscaya dosa-dosanya akan diampuni." Kemudian Utsman meminta untuk disaksikan oleh empat orang sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu mereka bersaksi untuknya dengan hadits itu atas Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

【456】

Musnad Ahmad 456: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Al Asyja'i] Telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Sufyan] dari [Salim Bin Abu An Nadlr] dari [Busr Bin Sa'id] dia berkata: [Utsman] datang ke tempat duduk lalu dia meminta air wudlu, kemudian berkumur-kumur, beristinsyaq (menghirup air ke hidung), kemudian membasuh wajah tiga kali, kedua tangan tiga kali tiga kali, lalu mengusap kepala dan (membasuh) kaki tiga kali tiga kali. Setelah itu dia berkata: "Aku telah melihat Rasulullah melakukan wudlu seperti ini, wahai saudara-saudara apakah seperti ini?" Mereka menjawab: "Ya." Utsman berkata kepada beberapa sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang ada di sisinya.

【457】

Musnad Ahmad 457: Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Al Walid] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] Telah menceritakan kepadaku [Salim Abu An Nadlr] dari [Busr Bin Sa'id] dari [Utsman bin Affan] bahwa Ia meminta air kemudian berwudlu di samping tempat duduk, dia berwudlu tiga kali tiga kali kemudian berkata kepada para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: "Apakah kalian melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan ini?" Mereka menjawab: "Ya". Bapakku menerangkan: "Orang Al 'Adani ini dahulu di Makkah sebagai orang yang mendiktekan kepada Ibnu 'Uyainah."

【458】

Musnad Ahmad 458: Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] Telah menceritakan kepada kami [Bapakku] dari [Ibnu Ishaq] Telah menceritakan kepadaku [Muhammad Bin Ibrahim Bin Al Harits At Taimi] dari [Mu'adz Bin Abdurrahman At Taimi] dari [Humran Bin Abban] mantan budak Utsman Bin Affan, dia berkata: Aku melihat [Utsman Bin Affan] meminta dibawakan air wudlu dan dia berada di pintu masjid, kemudian mencuci kedua tangannya dan berkumur-kumur lalu memasukkan air ke dalam hidungnya dan mengeluarkannya, kemudian membasuh wajahnya tiga kali, kemudian membasuh kedua tangannya hingga kedua sikunya tiga kali, kemudian mengusap kepalanya dan melewatkan kedua tangannya di permukaan telinganya kemudian melewatkan keduanya ke jenggotnya, kemudian membasuh kedua kakinya hingga kedua mata kakinya tiga kali, kemudian berdiri melaksanakan Shalat dua rakaat, setelah selesai dia berkata: "Aku berwudlu untuk kalian seperti aku melihat Rasulullah berwudlu, kemudian aku Shalat dua rakaat seperti aku melihat beliau ruku'." Kemudian Utsman berkata: "Setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam selesai dari dua rakaat beliau bersabda: "Barangsiapa berwudlu seperti wudluku, kemudian Shalat dua rakaat dan selama itu tidak membatalkan dirinya, niscaya akan diampuni dosanya (yang dilakukan) diantara Shalat dua rakaatnya dengan Shalat Shalatnya yang lalu."

【459】

Musnad Ahmad 459: Telah menceritakan kepada kami [Mu'awiyah Bin 'Amru] Telah menceritakan kepada kami [Zaidah] dari ['Ashim] dari [Syaqiq] dia berkata: Abdurrahman Bin Auf bertemu dengan Al Walid Bin Uqbah, kemudian Al Walid berkata kepadanya: "Mengapa aku melihatmu berbuat kasar kepada Amirul Mukminin Utsman?" Abdurrahman menjawabnya: "Sampaikan kepadanya bahwa aku tidak lari pada hari Ainain." 'Ashim berkata: Abdurrahman melanjutkan: "(tidak lari) pada hari Uhud, aku tidak tertinggal dari perang Badar dan aku tidak akan meninggalkan sunnah Umar." Dia berkata: Maka berlalulah Al Walid dan menyampaikannya kepada Utsman, kemudian [Utsman] berkata: "Adapun perkataannya, sesungguhnya aku tidak lari pada hari 'Ainain maka bagaimana dia menjelek-jelekkanku karena sebuah kesalahan padahal Allah telah memaafkannya dan berfirman: {Sesungguhnya orang-orang yang berpaling pada hari bertemunya dua pasukan, hanyasannya mereka telah digelincirkan oleh Setan akibat dari sebagian apa yang mereka lakukan, dan Allah telah memaafkan mereka} (QS. Ali Imran: 155). Dan adapun perkataannya, sesungguhnya aku tertinggal pada perang Badar, maka sesungguhnya aku mengobati Ruqayyah putri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada saat wafatnya, dan Rasulullah telah membidikkan panahku untukku, dan apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membidikkan panahnya untuknya berarti beliau telah bersaksi, dan adapun perkataannya, sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan sunnahnya Umar, maka sesunguhnya aku tidak mampu melakukannya begitu juga dia, maka datangilah dia dan sampaikan itu kepadanya."

【460】

Musnad Ahmad 460: Telah menceritakan kepada kami [Ishak Bin Yusuf] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Sahl yaitu Utsman Bin Hakim] Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman Bin Abu 'Amrah] dari [Utsman Bin Affan], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa melaksanakan Shalat Isya berjama'ah, maka sama (pahalanya) seperti bangun (untuk Shalat) separuh malam, dan barangsiapa melaksanakan Shalat Isya dan Shubuh dengan berjama'ah, maka sama (pahalanya) seperti melaksanakan Shalat sepanjang malam."

【461】

Musnad Ahmad 461: Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] Telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari [Nafi'] dari [Nubaih Bin Wahab] dia berkata: Ibnu Ma'mar hendak menikahkan anak lelakinya dengan putri Syaibah Bin Jubair, kemudian dia mengutusku menemui [Aban Bin Utsman] yang ketika itu dia sebagai pemimpin jama'ah haji. Aku menemuinya dan mengatakan kepadanya: "Saudaramu hendak menikahkan anak lelakinya, dan dia ingin kamu menjadi saksi pernikahan itu." Dia menjawab: "Ketahuilah, aku melihatnya dia seorang Irak yang kasar." Sesungguhnya orang yang sedang melakukan ihram tidak boleh menikah dan tidak juga menikahkan." Kemudian dia menceritakan hadits yang semisal dengannya dari [Utsman] secara marfu'.

【462】

Musnad Ahmad 462: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan Bin 'Uyainah] dari [Hisyam] dari [Bapaknya] dari [Humran] mantan budak Utsman Bin Affan, bahwa [Utsman] berwudlu sambil duduk dibangku, kemudian membasuh tiga kali tiga kali, lalu dia berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa berwudlu seperti wudluku ini, kemudian melaksanakan Shalat, maka dosa-dosanya akan berguguran." Yaitu dari wajah, kedua tangan, kedua kaki dan kepalanya.

【463】

Musnad Ahmad 463: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan Bin 'Uyainah] dari [Ayyub Bin Musa] dari [Nubaih Bin Wahab] dia berkata: Umar Bin Ubaidillah Bin Ma'mar menderita sakit mata, lalu dia pergi kepada [Aban Bin Utsman], -Sufyan berkata:- "Dan Aban Bin Utsman adalah pemimpin jama'ah haji." Nubaih Bin Wahab berkata: "Apa yang harus dilakukan dengan kedua matanya?" Aban menjawab: "Berilah celak kedua matanya dengan shobir, karena aku mendengar [Utsman] menceritakan hal itu dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【464】

Musnad Ahmad 464: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Al Hakam Bin Musa Abu Shalih] Telah menceritakan kepada kami [Sa'id Bin Maslamah] dari [Isma'il Bin Umaiyah] dari [Musa Bin Imran Bin Mannah] dari [Aban Bin Utsman] bahwa Dia melihat jenazah datang, ketika melihatnya dia berdiri dan berkata: "Aku melihat [Utsman] melakukan demikian dan menceritakan kepadaku bahwa dia melihat Nabi melakukannya."

【465】

Musnad Ahmad 465: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ayyub Bin Musa] dari [Nubaih Bin Wahab] dari [Aban Bin Utsman] dari [Utsman], dan sanadnya sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Orang yang sedang melaksanakan Ihram tidak boleh menikah dan (tidak juga) melamar."

【466】

Musnad Ahmad 466: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ayyub Bin Musa Bin 'Amru Bin Sa'id] dari [Nubaih Bin Wahab] seorang lelaki dari Hajabah, dari [Aban Bin Utsman], dia meriwayatkan dari [Utsman], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan Rukhsoh (keringanan hukum), atau beliau berkata tentang orang yang sedang melakukan Ihram: "Apabila dia mengeluh sakit mata, maka hendaknya dia memberinya celak dengan shobir."

【467】

Musnad Ahmad 467: Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] dari [Khalid Al Hadzdza'] dari [Al Walid Abu Bisyr] dari [Humran] dari [Utsman] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa meninggal dunia dan dia mengetahui bahwa tidak ada ilah (yang berhak disembah) selian Allah, niscaya dia akan masuk Surga."

【468】

Musnad Ahmad 468: Telah menceritakan kepada kami [Isma'il Bin Ibrahim] Telah menceritakan kepada kami ['Auf Bin Abu Jamilah] Telah menceritakan kepadaku [Yazid Al Farisi] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abbas] dia berkata: Aku bertanya kepada [Utsman]: "Apa yang mendorong kalian menyandarkan surat Al Anfal yang merupakan surat Al Matsani (surat yang terdiri dari puluhan ayat) kepada surat Bara'ah (surat At Taubah) yang termasuk surat Al Mi`in (surat yang terdiri dari ratusan ayat), kemudian kalian membaca keduanya dan tidak menulis pemisah diantara keduanya dengan Bismillahirrahmanirrahim, lalu kalian meletakkannya termasuk ke dalam As Sab'u Ath Thiwal (tujuh surat yang panjang), apa alasan yang mendorong kalian melakukan demikian?" Utsman menjawab: "Pada suatu waktu turunlah surat yang memiliki banyak ayat kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan kebiasaan beliau apabila diturunkan wahyu kepadanya beliau memanggil sebagian sahabat juru tulisnya, lalu beliau bersabda: "Letakkan ayat ini dalam surat yang di dalamnya disebutkan begini dan begini." Dan apabila turun beberapa ayat kepadanya beliau bersabda: "Letakkanlah ayat ayat ini dalam surat yang di dalamnya disebutkan begini dan begini." Apabila turun satu ayat kepadanya, maka beliau bersabda: "Letakkanlah ayat ini dalam surat yang disebutkan di dalamnya begini dan begini." Surat Al Anfal merupakan salah satu surat yang pertama kali diturunkan di Madinah, sedangkan surat Bara'ah merupakan salah satu surat Al Qur'an yang terakhir kali diturunkan." Utsman berkata: "Cerita yang terdapat di akhir surat Al Anfal mirip dengan cerita yang ada di awal surat Bara'ah, kami mengira bahwa dia (surat Al Anfal) adalah bagian darinya (surat Bara'ah). Hingga Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam wafat dan beliau belum menjelaskan kepada kami bahwa dia (surat Al Anfal) adalah bagian darinya (surat Bara'ah), oleh karena itu, aku menyertakan antara keduanya dan tidak menulis: "Bismillahirrahmanirrahim" sebagai pemisah antara keduanya dan aku meletakkannya termasuk ke dalam As Sab'u Ath Thiwal."

【469】

Musnad Ahmad 469: Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Sa'id] dari [Sufyan] dan [Syu'bah], dari ['Alqamah Bin Martsad] dari [Sa'd Bin 'Ubaidah] dari [Abu Abdurrahman] dari [Utsman] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, -Sufyan berkata:- "Yang paling utama diantara kalian", -sementara Syu'bah berkata:- "Orang yang paling baik diantara kalian" adalah yang mempelajari dan mengajarkan Al qur'an."

【470】

Musnad Ahmad 470: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Isma'il Bin Abu Khalid] dia berkata: [Qais] berkata: Telah menceritakan kepadaku [Abu Sahlah] bahwa [Utsman] berkata pada hari pengepungan rumahnya: "Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjanjikan sesuatu kepadaku dan aku harus bersabar dengannya." Qais berkata: "Orang-orang melihat (terjadinya janji Rasulullah) pada hari itu."

【471】

Musnad Ahmad 471: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Mahdi Bin Maimun] dari [Muhammad Bin Abdullah Bin Abu Ya'qub] dari [Al Hasan Bin Sa'd] dia berkata: Telah menceritakan kepadaku [Rabah], dia berkata: "Majikanku menikahkanku dengan seorang budak wanita keturunan Romawi, kemudian aku menggaulinya dan melahirkan seorang anak laki-laki hitam sepertiku yang aku beri nama Abdullah. Kemudian aku menggaulinya lagi dan melahirkan anak laki-laki hitam sepertiku yang aku beri nama Ubaidillah, kemudian datanglah padaku seorang lelaki Romawi." -Al Hasan Bin Sa'd berkata: aku mengiranya dia berkata:- "Kepada keluargaku orang Romawi dia di panggil dengan nama Yohannas, kemudian berbicara dengan bahasanya yang tidak difahami yaitu "bahasa Romawi" kemudian bersetubuh dengannya dan lahirlah seorang anak laki-laki berkulit merah seperti seekor tokek, maka aku bertanya kepadanya: "Apa ini?" Dia menjawab: "Ini anak dari Yohannas." Kemudian kami adukan kepada Utsman Bin Affan dan keduanya mengakui, lalu [Utsman] berkata: "Jika kalian menghendaki, aku akan putuskan perkara kalian dengan keputusan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah memutuskan bahwa anak adalah bagi pemilik ranjang." Perawi berkata: aku mengiranya berkata: "Dan Utsman lalu menjilid keduanya."

【472】

Musnad Ahmad 472: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Jami' Bin Syaddad] dia berkata: aku mendengar [Humran Bin Aban] bercerita kepada Abu Burdah di sebuah masjid, bahwa dia mendengar [Utsman Bin Affan] yang bercerita dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda: "Barangsiapa menyempurnakan wudlu seperti yang Allah perintahkan, maka Shalat-Shalat wajib (yang dikerjakan) adalah sebagai penghapus dosa antara satu Shalat dengan yang lainnya."

【473】

Musnad Ahmad 473: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Simak Bin Harb] dia berkata: aku mendengar ['Abbad Bin Zahir Abu Ruwa'] berkata: Aku mendengar [Utsman] berkhutbah, lalu dia berkata: "Demi Allah, sesungguhnya kami telah menyertai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, baik ketika bepergian ataupun ketika bermukim, dan kebiasaan beliau adalah menjenguk orang-orang yang sakit di antara kami, mengantar jenazah kami, berperang bersama kami, dan membantu kami dengan sesuatu yang sedikit atau banyak. Sesungguhnya para sahabat memberitahuku tentang beliau seakan-akan di antara mereka tidak ada yang pernah melihat beliau sama sekali."

【474】

Musnad Ahmad 474: Telah menceritakan kepada kami [Al Walid Bin Muslim] Telah menceritakan kepadaku [Syu'aib Abu Syaibah], dia berkata: aku mendengar ['Atho' Al Khurasani] berkata: aku mendengar [Sa'id Bin Al Musayyib] berkata: Aku melihat [Utsman] duduk di atas bangku meminta makanan yang dibakar lalu memakannya, kemudian dia berdiri melaksanakan Shalat, lalu Utsman berkata: "Aku duduk di bangku Rasulullah lalu memakan makanan Rasulullah dan Shalat seperti Shalatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【475】

Musnad Ahmad 475: Telah menceritakan kepada kami [Adl Dlahak Bin Makhlad] Telah menceritakan kepada kami [Abdul Hamid Bin Ja'far] Telah menceritakan kepadaku [bapakku] dari [Mahmud Bin Labid], bahwa [Utsman] hendak memugar masjid Madinah, akan tetapi orang-orang tidak setuju, mereka lebih senang membiarkan keadaan masjid seperti semula, Utsman berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangunkan sebuah rumah yang sama untuknya di Surga."

【476】

Musnad Ahmad 476: Telah menceritakan kepada kami [Abdul Kabir Bin Abdul Majid Abu Bakar Al Hanafi] Telah menceritakan kepada kami [Abdul Hamid Bin Ja'far] dari [bapaknya] dari [Mahmud Bin Labid] dari [Utsman Bin Affan], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa sengaja berbohong atas namaku maka siapkanlah rumah di neraka."

【477】

Musnad Ahmad 477: Telah menceritakan kepada kami [Isam'il] Telah menceritakan kepada kami [Yunus] telah bercerita kapada kami ['Atho' Bin Farrukh] mantan budak orang-orang Quraisy, dari [Utsman Bin Affan], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Allah akan memasukkan seseorang ke dalam Surga lantaran dia berlaku mudah saat membeli dan menjual serta saat berhutang dan menagih hutang."

【478】

Musnad Ahmad 478: Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman Bin Harb] Telah menceritakan kepada kami [Hammad Bin Zaid] dari [Yahya Bin Sa'id] dari [Abu Umamah Bin Sahl Bin Hunaif] dia berkata: Ketika kami bersama Utsman yang sedang terkepung di dalam rumahnya, [Utsman] bertanya: "Mengapa mereka hendak membunuhku? Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Darah seorang muslim tidak halal kecuali karena salah satu dari tiga hal: seseorang yang menjadi kafir setelah memeluk Islam, atau berbuat zina setelah muhshon (sudah menikah) atau karena membunuh jiwa maka harus dibunuh karenanya."

【479】

Musnad Ahmad 479: Telah menceritakan kepada kami [Utsman Bin Umar] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abi Dzi'b] dari [Sa'id Bin Abu Khalid Bin Abdullah Bin Qaridz] dari [Abu 'Ubaid] mantan budak Abdurrahman Bin Azhar, dia berkata: Aku melihat [Ali] dan [Utsman] melaksanakan Shalat pada hari Idul Fithri dan Idul Adlha, kemudian keduanya bergegas memberikan nasihat kepada orang-orang. Abu 'Ubaid berkata: dan aku mendengar keduanya berkata: "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang berpuasa pada dua hari ini."

【480】

Musnad Ahmad 480: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya, dari [Ali bin Abi Thalib]: dia berkata: dan aku mendengar Ali berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang kalian menyisakan sedikit dari hewan qurban setelah tiga hari."

【481】

Musnad Ahmad 481: Telah menceritakan kepada kami [Bahz] Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] Telah menceritakan kepada kami [Hushain] dari ['Amru Bin Jawan] dia berkata: [Al Ahnaf] berkata: Kami pergi melaksanakan haji dan melewati Madinah, ketika kami berada di rumah kami, tiba-tiba datanglah seseorang lalu mengatakan bahwa orang-orang yang ada di masjid ketakutan, maka aku dan sahabatku pergi (menuju ke arahnya) dan ternyata orang-orang sedang berkumpul mengerumuni seseorang di masjid, kemudian aku menorobos mereka sehingga aku berdiri di hadapan mereka, dan ternyata di sana ada [Ali Bin Abu Thalib], [Zubair], [Thalhah] dan [Sa'd Bin Abi Waqash], tidak lama kemudian muncullah [Utsman] datang dengan berjalan, lalu dia bertanya: "Apakah di sini ada Ali?" Orang-orang menjawab: "Ya." Dia bertanya lagi: "Apakah di sini ada Zubair?" Mereka menjawab: "Ya." Lalu dia bertanya lagi: "Apakah di sini ada Thalhah?" Mereka menjawab: "Ya." Dia bertanya lagi: "Apakah di sini ada Sa'd?" Mereka menjawab: "Ya." Kemudian dia berkata: "Aku bersumpah kepada Allah yang tidak ada Ilah kecuali Dia, tahukah kalian bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Siapakah yang mau membeli mirbad (tempat berkumpulnya unta) milik bani Fulan, niscaya Allah akan mengampuninya." Maka aku membelinya, kemudian aku datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan aku katakan bahwa aku telah membelinya, maka beliau berkata: "Jadikan tempat itu milik masjid kita sedangkan pahalanya untukmu." Para sahabat menjawab: "Ya." Kemudian Utsman berkata: "Aku bersumpah kepada Allah yang tidak ada Ilah kecuali Dia, tahukah kalian bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda: "Siapakah yang mau membeli sumur Rumah?" Kemudian aku membelinya dengan harga segini dan segini, lalu aku datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan aku katakan bahwa aku telah membelinya (yaitu sumur Rumah), kemudian beliau bersabda: "Jadikan dia sebagai sumber air minum milik kaum muslimin sedangkan pahalanya untukmu." Para sahabat menjawab: "Ya." Dia (Utsman) berkata lagi: "Aku bersumpah kepada Allah yang tidak ada Ilah kecuali Dia, tahukah kalian bahwa pada hari perang Jaisyul Usrah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melihat ke arah wajah orang-orang (mencari), kemudian beliau bertanya: "Siapa yang dapat menyiapkan (keperluan perang) untuk mereka, niscaya Allah akan mengampuninya." Lalu aku menyiapkan untuk mereka, sampai-sampai sabuk dan talipun tidak terluputkan dari mereka." Kemudian para sahabat menjawab: "Demi Allah ya." Lalu dia berkata: "Ya Allah saksikanlah, ya Allah saksikanlah, ya Allah saksikanlah." Kemudian dia pergi.

【482】

Musnad Ahmad 482: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Bakar] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Juraij] telah mengabarkan kepadaku [Sulaiman Bin 'Atiq] dari [Abdullah Bin Babaih] dari [salah seorang Bani Ya'la Bin Umaiyah], dia berkata: [Ya'la] berkata: "Aku melaksanakan thawaf bersama [Utsman], kemudian kami mengusap rukun (hajar Aswad)." Ya'la berkata: Ketika aku berada di sisi Ka'bah, dan ketika kami sampai pada rukun gharbi (barat) yang terletak setelah hajar Aswad, aku menjulurkan tangan untuk mengusapnya, namun Utsman berkata: "Apa apaan kamu ini?" Aku menjawab: "Tidakkah kamu mengusapnya?" Ya'la berkata: lalu dia (Utsman) balik bertanya: "Sudah pernahkah kamu melaksanakan thawaf bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" Aku menjawab: "Ya." Lalu dia bertanya lagi: "Apakah kamu melihat beliau mengusap kedua rukun Gharbi ini?" Aku menjawab: "Tidak." Utsman berkata: "Bukankah pada diri beliau itu adalah suri tauladan yang baik?" Aku menjawab: "Ya." Dia berkata: "Kalau begitu, laksanakanlah untukmu."

【483】

Musnad Ahmad 483: Telah menceritakan kepada kami [Abu Abdurrahman Al Muqri'] Telah menceritakan kepada kami [Haiwah] telah memberitakan kepada kami [Abu 'Aqil] bahwa dia mendengar [Al Harits] mantan budak Utsman berkata: Pada suatu hari [Utsman] duduk dan kami pun duduk bersamanya, kemudian datang seorang Mu'adzin membawakan air wudlu dalam bejana, aku mengiranya sebanyak satu mud, kemudian dia berwudlu dan berkata: "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwudlu seperti wudluku ini dan beliau bersabda: "Barangsiapa berwudlu seperti wudluku, kemudian berdiri melaksanakan Shalat dzuhur, niscaya akan diampuni dosanya (yang dilakukan) diantara Dhuhur dan shubuh, kemudian melaksanakan Shalat Ashar, niscaya akan diampuni dosanya diantara Ashar dan Dhuhur, kemudian melaksanakan Shalat Maghrib, nsicaya akan diampuni dosanya diantara Maghrib dan Shalat Ashar, kemudian melaksanakan Shalat Isya, niscaya akan diampuni dosanya antara Isya dan Maghrib, dan mugkin dia berjaga di malam harinya, jika dia bangun dan berwudlu kemudian melaksanakan Shalat Shubuh, niscaya akan diampuni dosanya diantara shubuh dan Shalat Isya, itulah al hasanaat (kabaikan yang banyak) yang akan manghapus As sayyi'at (dosa yang banyak)." para sahabat bertanya: "Kalau ini adalah Al Hasanat maka apa itu Al Baqiyat wahai Utsman?" Dia menjawab: "Itu adalah kalimat Laa ilaaha illallah (tidak ada tuhan yang berhak di sembah selain Allah), Subhaanallah (maha suci Allah), Al hamdulillaah (segala puji bagi Allah), Allahu akbar (Allah maha besar) dan Walaa haula walaa quwwata illa billaah (tidak ada daya dan upaya kecuali dari Allah).

【484】

Musnad Ahmad 484: Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] Telah menceritakan kepada kami [Laits] telah menceritakan kepadaku ['Uqail] dari [Ibnu Syihab] dari [Yahya Bin Sa'id Bin Al Ash] bahwa [Sa'id Bin Al Ash] telah mengabarkan kepadanya, bahwa [Aisyah] istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan [Utsman] keduanya telah bercerita kepadanya, bahwa Abu Bakar meminta izin masuk kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika beliau sedang berbaring di tempat tidurnya dengan mengenakan mirth (jenis pakaian terbuat dari wol) milik Aisyah, kemudian beliau mengizinkan Abu Bakar dan beliau tetap dalam kondisi seperti itu, maka Abu Bakar menyelesaikan keperluannya dengan beliau lalu pergi. Kemudian datanglah Umar meminta izin masuk dan beliau mengizinkannya sementara beliau masih tetap pada kondisinya semula, maka Umar menyelesaikan keperluannya dengan beliau lalu pergi. Utsman berkata: kemudian aku datang meminta izin masuk kemudian beliau duduk dan berkata kepada Aisyah: "Kumpulkanlah olehmu pakaianmu." Lalu beliau menyelesaikan keperluanku dan akupun lalu pergi." Aisyah berkata: "Wahai Rasulullah, mengapa aku tidak melihat engkau terkejut terhadap Abu Bakar dan Umar sebagaimana engkau terkejut kepada Utsman?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Sesungguhnya Utsman adalah seorang lelaki pemalu, dan aku khawatir dia tidak akan menyampaikan keperluannya kepadaku, jika aku mengizinkannya sementara aku masih dalam kondisi seperti itu." Laits berkata: "Kebanyakan para perawi mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada Aisyah: "Tidak malukah kamu kepada orang yang para Malaikat pun malu kepadanya?" Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] Telah menceritakan kepada kami [Bapakku] dari [Shalih], [Ibnu Syihab] berkata: Telah mengabarkan kepadaku [Yahya Bin Sa'id Bin Al Ash Shunabihi] bahwa [Sa'id Bin Al Ash Shunabihi] telah mengabarkan kepadanya, bahwa [Utsman] dan [Aisyah] keduanya telah bercerita kepadanya, bahwa Abu Bakar meminta izin masuk kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sementara beliau dalam keadaan berbaring di tempat tidurnya dengan mengenakan kain mirth milik Aisyah, kemudian dia menyebutkan hadits yang semakna dengan hadits 'Uqail.

【485】

Musnad Ahmad 485: Telah menceritakan kepada kami [Yunus] Telah menceritakan kepada kami [Laits] dari [Yazid Bin Abu Habib] dari [Abdullah Ibnu Abi Salamah] dan [Nafi' Bin Jubair Bin Muth'im] dari [Mu'adz Bin Abdurrahman At Taimi] dari [Humran] mantan budak Utsman Bin Affan, dari [Utsman Bin Affan], dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa berwudlu dan membaguskan wudlunya, kemudian berjalan menuju (melaksanakan) Shalat wajib lalu melaksanakannya, niscaya dosanya akan diampuni."

【486】

Musnad Ahmad 486: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Abdullah Bin Az Zubair] Telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah Ibnu Abdurrahman Bin Mauhab] telah mengabarkan kepadaku pamanku [Ubaidullah Bin Abdullah Bin Mauhab] dari [Abu Hurairah], dia berkata: Ketika [Utsman] pergi menuju Makkah untuk melaksanakan haji, datanglah istri Muhammad Bin Ja'far Bin Abu Thalib kepada Muhammad Bin Ja'far Bin Abu Thalib dan bermalam bersamanya hingga waktu shubuh, di pagi hari masih melekat bekas minyak wangi dan pakaian mu'ashfar (yang dilebur warna kuning) padanya, kemudian dia menjumpai orang-orang pada jenuh sebelum mereka berangkat, dan ketika Utsman melihatnya dia langsung menggerutu dan menghardiknya sambil berkata: "Apakah kamu memakai pakaian mu'ashfar? Padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarangnya." Maka [Ali Bin Abu Thalib] berkata kepadanya: "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak melarangnya dan tidak juga padamu, akan tetapi beliau hanya melarangku."

【487】

Musnad Ahmad 487: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami Bapakku dan [Abu Khaitsamah] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub]. Bapakku berkata di dalam (meriwayatkan) haditsnya, dia berkata: telah mengabarkan kepada kami anak saudaraku [Ibnu Syihab]. Dan [Abu Khaitsamah] berkata: telah menceritakan kepadaku dari [Pamannya], dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Shalih Bin Abdullah Bin Abu Farwah] bahwa ['Amir Bin Sa'id Bin Abu Waqqash] telah mengabarkan kepadanya, bahwa dia mendengar [Aban Bin Utsman] berkata: [Utsman] telah berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bagaimana pendapatmu apabila di halaman salah seorang dari kalian ada sebuah sungai yang airnya mengalir, kemudian setiap hari dia mandi di dalamnya sebanyak lima kali, maka bukankah tidak akan tersisa kotoran padanya." Para sahabat menjawab: "Tidak tersisa sedikitpun." Kemudian beliau bersabda: "Sesungguhnya Shalat-Shalat (wajib) itu dapat menghapuskan dosa dosa seperti air menghilangkan kotoran."

【488】

Musnad Ahmad 488: Abu Abdurrahman berkata: aku mendapatkan di dalam kitab bapakku tertera: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Bisyr] telah menceritakan kepadaku [Abdullah Bin Abdullah Bin Al Aswad] dari [Hushain Bin Umar] dari [Mukharik Bin Abdullah Bin Jabir Al Ahmasi] dari [Thariq Bin Syihab] dari [Utsman Bin Affan], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa menipu orang Arab, maka tidak akan masuk dalam Syafa'atku dan tidak pula mendapatkan kasih sayangku."

【489】

Musnad Ahmad 489: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Abbas Bin Muhammad] dan [Abu Yahya Al Bazzaz], keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj Bin Nushair] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al 'Awwam Bin Muzahim] salah seorang Bani Qais Bin Tsa'labah, dari [Abu Utsman An Nahdi] dari [Utsman], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Al Jammaa` (binatang yang tidak bertanduk) pasti akan melakukan qishash terhadap Al Qarna' (binatang yang bertanduk) kelak pada hari Kiamat."

【490】

Musnad Ahmad 490: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami [Syaiban Bin Abu Syaibah] Telah menceritakan kepada kami [Mubarak Bin Fadhalah] Telah menceritakan kepada kami [Al Hasan] dia berkata: "Aku menghadiri khutbah yang disampaikan oleh [Utsman], dia memerintahkan dalam khutbahnya agar membunuh anjing dan menyembelih burung merpati."

【491】

Musnad Ahmad 491: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Utsman Bin Abi Syaibah] Telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Al Mughirah] dari [Ummu Musa] dia berkata: "[Utsman] adalah orang yang paling tampan."

【492】

Musnad Ahmad 492: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami [Suwaid Bin Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim Bin Sa'd] telah menceritakan kepadaku [bapakku] dari [bapaknya] dia berkata: Ketika aku sedang Shalat, tiba-tiba lewatlah seorang lelaki di hadapanku, kemudian aku menahannya akan tetapi dia melawan (menorobos), maka aku bertanya kepada [Utsman Bin Affan], dan dia menjawab: "Wahai anak saudaraku, itu tidak akan merusakmu (Shalatmu)."

【493】

Musnad Ahmad 493: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami [Suwaid] Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim Bin Sa'd] telah menceritakan kepadaku [bapakku] dari [bapaknya] dia berkata: [Utsman] berkata: "Jika kalian dapati di dalam kitabullah 'azza wa jalla perintah agar kalian meletakkan kakiku ke dalam tali, maka letakkanlah oleh kalian."

【494】

Musnad Ahmad 494: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami [Ahmad Bin 'Abdah Al Bashri] Telah menceritakan kepada kami [Al Mughirah Bin Abdurrahman Bin Al Harits Al Makhzumi] telah menceritakan kepadaku [bapakku Abdurrahman Bin Al Harits] dari [Zaid Bin Ali Bin Husain] dari [bapaknya Ali Bin Husain] dari [Ubaidillah Bin Abi Rafi'] mantan budak Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari [Ali Bin Abu Thalib], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaksanakan wuquf di Arafah sambil membonceng Usamah Bin Zaid kemudian beliau bersabda: "Ini adalah tempat wuquf, dan semua Arafah adalah tempat wuquf." Kemudian beliau berjalan agak cepat dan para sahabat saling dorong ke kanan dan ke kiri, maka beliau menoleh seraya berkata: "Tenanglah wahai orang-orang, tenanglah wahai orang-orang." Setelah sampai di Muzdalifah beliau menjama' dua Shalat (Maghrib dan Isya) dan berhenti di Muzdalifah, kemudian beliau berdiri di atas bukit Quzah dengan membonceng Fadlal Bin Abbas lalu beliau bersabda: "Ini adalah tempat berhenti dan Muzdalifah seluruhnya tempat berhenti." Kemudian beliau berjalan bergeser sedikit sementara para shahabat saling dorong ke kanan dan ke kiri, maka beliau menoleh seraya berkata: "Tenanglah wahai orang-orang, tenanglah!." Kemudian Ali menyebutkan hadits yang panjang.

【495】

Musnad Ahmad 495: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami [Utsman Bin Abi Syaibah] Telah menceritakan kepada kami [Yunus Bin Abi Al Ya'fur Al 'Abdi] dari [Bapaknya] dari [Muslim Abu Sa'id] mantan budak Utsman Bin Affan, bahwa [Utsman Bin Affan] membebaskan dua puluh orang budak, ketika dia meminta sebuah celana kemudian dia membentangkannya, akan tetapi dia tidak memakainya baik ketika masa jahiliyyah ataupun setelah masuk Islam, dan dia berkata: "Sesungguhnya tadi malam aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam mimpi, dan aku juga melihat Abu Bakar dan Umar, dan mereka semuanya mengatakan kepadaku: "Bersabarlah, karena sesungguhnya besok malam kamu akan berbuka bersama kami." Kemudian dia meminta mushaf dan dibukakan di hadapannya, kemudian dia terbunuh sedangkan Al Qur'an berada di hadapannya.

【496】

Musnad Ahmad 496: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Muhammad Bin Abu Bakar Al Muqaddami] dan [Abu Ar Rabi' Az Zahrani] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Hammad Bin Zaid] dari [Al Hajjaj] dari ['Atho'] dari [Utsman], dia berkata: "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwudlu, kemudian beliau membasuh wajahnya tiga kali, kedua tangannya tiga kali dan membasuh kedua lengannya tiga kali tiga kali, kemudian mengusap kepalanya dan membasuh kedua kakinya dengan satu basuhan."

【497】

Musnad Ahmad 497: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Muhammad Bin Ishaq Al Musayyabi] Telah menceritakan kepada kami [Anas Bin 'Iyadl] dari [Abu Maudud] dari [Muhammad Bin Ka'b] dari [Aban Bin Utsman] dari [Utsman] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa membaca 'BISMILLAAHIL LADZII LAA YADLURRU MA'AS MIHI SYAI'UN FIL ARDLI WALA FIS SAMAA'I WA HUWAS SAMII'UL 'ALIIM' (dengan nama Allah, dengan nama-Nya tidak akan berbahaya sesuatu yang ada di bumi maupun yang ada di langit, dan Dia maha mendengar lagi maha mengetahui) sebanyak tiga kali, maka tidak akan dikejutkan oleh suatu kejutan berupa penyakit hingga malam hari, dan barangsiapa membacanya di waktu sore maka tidak akan dikejutkan oleh suatu kejutan berupa penyakit hingga pagi hari jika Allah menghendaki."

【498】

Musnad Ahmad 498: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami [Al Hakam Bin Musa] Telah menceritakan kepada kami [Sa'id Bin Maslamah] dari [Isma'il Bin Umaiyah] dari [Musa Bin Imran Bin Mannah] dari [Aban Bin Utsman] bahwa Dia melihat kedatangan jenazah yang di usung, ketika melihatnya dia langsung berdiri sambil berkata: "Aku melihat [Utsman] melakukan hal demikian, dan dia telah mengabarkan kepadaku, bahwa dia melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan demikian."

【499】

Musnad Ahmad 499: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami [Abu Ibrahim At Turjumani] Telah menceritakan kepada kami [Isma'il Bin 'Ayyasy] dari [Ibnu Abi Farwah] dari [Muhammad Bin Yusuf] dari ['Amru Bin Utsman Bin Affan] dari [bapaknya] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidur pagi dapat menolak rizqi."

【500】

Musnad Ahmad 500: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Suraij Bin Yunus] Telah menceritakan kepada kami [Mahbub Bin Muhriz] dari [Ibrahim Bin Abdullah Bin Farrukh] dari [bapaknya], dia berkata: "Aku melihat [Utsman Bin Affan] dimakamkan masih dengan mengenakan pakaiannya dan dengan darahnya dan tidak dimandikan."

【501】

Musnad Ahmad 501: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Abu Yahya Al Bazzaz Muhammad Bin Abdurrahim] Telah menceritakan kepada kami [Al Hasan Bin Bisyr Bin Salm Al Kufi] Telah menceritakan kepada kami [Al Abbas Bin Al Fadlal Al Anshari] dari [Hisyam Bin Ziyad Al Qurasyi] dari [Bapaknya] dari [Mihjan] mantan budak Utsman, dari [Utsman] dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Allah akan menaungi dalam naungan-Nya pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya seorang hamba yang menangguhkan kepada orang yang kesusahan atau meninggalkan orang yang berhutang."

【502】

Musnad Ahmad 502: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Yahya Bin Utsman Al Harbi Abu Zakaria] Telah menceritakan kepada kami [Isma'il Bin 'Ayyasy] dari [seorang lelaki] yang telah dinamainya, dari [Muhammad Bin Yusuf] dari ['Amru Bin Utsman Bin Affan] dari [bapaknya] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidur pagi dapat menolak rizki."

【503】

Musnad Ahmad 503: Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Sa'id] dari [Malik], telah menceritakan kepadaku [Nafi'] dari [Nubaih Bin Wahab] dari [Aban Bin Utsman] dari [bapaknya], dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Orang yang sedang Ihram tidak boleh menikah, tidak boleh menikahkan dan tidak boleh melamar."

【504】

Musnad Ahmad 504: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Muhammad Bin Abu Bakar Al Muqaddami] Telah menceritakan kepada kami [Hammad Bin Zaid] dari [Ayyub] dari [Nafi'], telah menceritakan kepadaku [Nubaih Bin Wahab], dia berkata: "Umar Bin Ubaidillah Bin Ma'mar mengutusku karena dia sedang melamar putri Syaibah Bin Utsman untuk putranya, kemudian diutuslah kepada [Aban Bin Utsman], sementara dia (Aban) masih di musim haji, maka dia berkata: "Ketahuilah, aku menganggapnya dia seorang badui, sesungguhnya orang yang sedang Ihram tidak boleh menikah dan tidak boleh menikahkan, sebagaimana [Utsman] telah menceritakannya kepadaku dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam." Dan [Nubaih] telah menceritakan kepadaku dari [Bapaknya] dengan hadits yang semakna.

【505】

Musnad Ahmad 505: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Muhammad Bin Abu Bakar] Telah menceritakan kepada kami [Zuhair Bin Ishaq] Telah menceritakan kepada kami [Daud Bin Abu Hind] dari [Ziyad Bin Abdullah] dari [Ummu Hilal putri Waki'] dari [Na`ilah Binti Al Farafishah] istri Utsman Bin Affan, dia berkata: Amirul Mukminin [Utsman] mengantuk lalu tertidur nyenyak kemudian terjaga dan berkata: "Suatu kaum benar-benar akan membunuhku." Aku berkata: "Sekali-kali tidak, jika Allah mengizinkan hal itu tidak akan terjadi, sesungguhnya rakyatmu telah meminta dengan kerelaanmu." Kemudian Utsman berkata: "Sesungguhnya aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam tidurku bersama Abu Bakar dan Umar, kemudian mereka berkata: "Malam ini kamu makan bersama kami."

【506】

Musnad Ahmad 506: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Ziyad Bin Ayyub] Telah menceritakan kepada kami [Husyaim], dia berkata: [Abu Al Miqdam] menganggapnya dari [Al Hasan Bin Abu Al Hasan] dia berkata: Aku masuk masjid, dan ternyata [Utsman Bin Affan] sedang bersandar di kain selendangnya, kemudian datanglah dua orang pemberi minum berselisih di hadapannya, maka dia memutuskan perkara keduanya, lalu aku mendatangi dan melihatnya, ternyata dia adalah seorang yang bagus wajahnya dengan bintik-bintik cacar di pipinya dan rambutnya menutupi kedua lengannya."

【507】

Musnad Ahmad 507: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepadaku [Ummu ghurab] dari [Bunanah], dia berkata: "[Utsman] tidak pernah sama sekali memakai khidlob (pewarna rambut)."

【508】

Musnad Ahmad 508: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Ubaidullah Bin Umar Al Qawariri] Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Qasim Bin Abu Az Zinad] telah menceritakan kepadaku [Waqid Bin Abdullah At Tamimi] dari [orang] yang melihat [Utsman Bin Affan], bahwa Dia menambal gigi-giginya dengan emas.

【509】

Musnad Ahmad 509: Telah menceritakan kepada kami [Husyaim Bin Basyir] secara imla' (dengan cara mendiktekan), dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Muhammad Bin Qais Al Asadi] dari [Musa Bin Thalhah] dia berkata: Aku mendengar [Utsman Bin Affan] ketika berada di atas mimbar, sementara mu'adzin mengumandangkan Iqamat untuk Shalat, dan dia mencari orang-orang menanyakan kepada mereka tentang berita mereka dan tentang harga (barang dagangan) mereka.

【510】

Musnad Ahmad 510: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Suwaid Bin Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim Bin Sa'd] dari [Ibnu Syihab] dari [As Sa`ib Bin Yazid] bahwa [Utsman] sujud ketika membaca surat Shaad.

【511】

Musnad Ahmad 511: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Suraij Bin Yunus] Telah menceritakan kepada kami [Mahbub Bin Muhrij] penjual botol dan seorang penduduk Kufah yang tsiqah, demikianlah Suraij mengatakannya, dari [Ibrahim Bin Abdullah Ibnu Farrukh] dari [Bapaknya] dia berkata: "Aku melaksanakan shalat Id di belakang [Utsman] radliyallahu 'anhu, dan dia bertakbir tujuh kali dan lima kali."

【512】

Musnad Ahmad 512: Telah menceritakan kepada kami [Abdus Shamad] Telah menceritakan kepada kami [Salim Abu Jumai'] Telah menceritakan kepada kami [Al Hasan] Dia menceritakan tentang [Utsman] dan sifat malunya yang tinggi, kemudian dia berkata: "Ketika dia sedang berada di dalam rumah, walaupun pintu rumahnya tertutup, dia tidak melepaskan pakaiannya untuk mengguyurkan air pada (tubuh) nya, karena dia tertahan oleh malunya jika tulang punggungnya terlihat."

【513】

Musnad Ahmad 513: Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim Bin Khalid Ash Shan'ani] telah menceritakan kepadaku [Umaiyah Bin Syibl] dan yang lainnya, mereka berkata: "Utsman menjabat (kekhilafahan) selama dua belas tahun sementara fitnah bercokol selama lima tahun."

【514】

Musnad Ahmad 514: Telah menceritakan kepada kami [Ishaq Bin Isa Bin Ath Thabba'] dari [Abu Ma'syar] dia berkata: "Utsman terbunuh pada hari Jum'at tanggal delapan belas bulan Dzulhijah tahun ke tiga puluh lima Hijriyah, dan kekhilafahan (kepemimpinan) beliau selama dua belas tahun kurang dua belas hari."

【515】

Musnad Ahmad 515: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Ubaidullah Bin Mu'adz] Telah menceritakan kepada kami [Mu'tamir Bin Sulaiman] dia berkata: [Bapakku] berkata: Telah menceritakan kepada kami [Abu Utsman] bahwa [Utsman] terbunuh pada pertengahan hari-hari tasyrik.

【516】

Musnad Ahmad 516: Telah menceritakan kepada kami [Hasan Bin Musa] Telah menceritakan kepada kami [Abu Hilal] Telah menceritakan kepada kami [Qatadah], bahwa Utsman terbunuh pada usia sembilan puluh atau delapan puluh delapan tahun.

【517】

Musnad Ahmad 517: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Ja'far Bin Muhammad Bin Fudlail] Telah menceritakan kepada kami [Abul Nu'aim] dari [Abu Khaldah] dari [Abul 'Aliyah] dia berkata: "Kami berada di pintu rumah [Utsman] pada tanggal sepuluh bulan Dzulhijah."

【518】

Musnad Ahmad 518: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] Telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Qatadah] dia berkata: "[Zubair] menshalati [Utsman] kemudian memakamkannya, dan dia pernah berwasiat kepadanya."

【519】

Musnad Ahmad 519: Telah menceritakan kepada kami [Zakaria Bin 'Adi] dari [Ubaidullah Bin 'Amru] dari [Abdullah Bin Muhammad Bin Aqil] dia berkata: "Utsman terbunuh pada tahun ke tiga puluh lima, dan fitnah terjadi selama lima tahun, diantaranya empat bulan pada waktu Hasan radliyallahu 'anhu."

【520】

Musnad Ahmad 520: Telah menceritakan kepada kami [Abu Nu'aim] Telah menceritakan kepada kami [Abu Khaldah] dari [Abul 'Aliyah] dia berkata: "Kami berada di pintu rumah [Utsman] pada tanggal sepuluh bulan Dzulhijah."

【521】

Musnad Ahmad 521: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Ubaidullah Bin Umar Al Qawariri] telah menceritakan kepadaku [Al Qasim bin Al Hakam Bin Aus Al Anshari] telah menceritakan kepadaku [Abu 'Ubadah Az Zuraqi Al Anshari] salah seorang penduduk Madinah, dari [Zaid bin Aslam] dari [Bapaknya] dia berkata: "Aku menyaksikan [Utsman] radliyallahu 'anhu pada hari ketika dia dikepung berada di tempat jenazah, seandainya sebuah batu dijatuhkan pasti tidak akan terjatuh kecuali mengenai kepala seseorang, aku melihat Utsman muncul dari pintu yang berada di sisi pintu maqam Jibril 'Alaihis Salam kemudian berkata: "Wahai manusia apakah ada Thalhah diantara kalian?" Mereka diam, Utsman bertanya lagi: "Wahai manusia apakah ada Thalhah diantara kalian?" Mereka diam lagi, kemudian Utsman bertanya lagi: "Wahai manusia apakah ada Thalhah diantara kalian?" Maka berdirilah Thalhah bin Ubaidillah, lalu Utsman berkata kepadanya: "Ketahuilah aku melihatmu ada di sini, aku tidak menyangka jika kamu berada dalam kerumunan ini dan mendengar panggilanku di akhir ketiga kalinya kemudian tidak menjawabku, aku bersumpah dengan nama Allah kepadamu, wahai Thalhah ingatkah kamu suatu hari ketika aku dan kamu bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di tempat ini dan ini yang tidak ada seorangpun dari sahabatnya bersamanya kecuali aku dan kamu?" Thalhah menjawab: "Ya." (Utsman melanjutkan) "Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadamu: "Wahai Thalhah sesungguhnya tidaklah ada seorang Nabi kecuali pasti bersamanya ada seorang pengawal dari sahabatnya dari kalangan umatnya di Surga, dan sesungguhnya Utsman bin Affan ini -bermaksud kepadaku- adalah pengawal bersamaku di Surga." [Thalhah] berkata: "Demi Allah, ya benar." Kemudian dia berlalu.

【522】

Musnad Ahmad 522: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Al Abbas Bin Al Walid An Narsi] Telah menceritakan kepada kami [Yazid Bin Zurai'] Telah menceritakan kepada kami [Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Muslim Bin Yasar] dari [Humran Bin Aban] bahwa Pada suatu hari dia melihat [Utsman] berwudlu, dia berkumur-kumur dan beristinsyaq, kemudian membasuh mukanya tiga kali. Dan dia menceritakan hadits dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang semakna dengan Ibnu Ja'far dari Sa'id.

【523】

Musnad Ahmad 523: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Wahab Bin Baqiyyah Al Wasithi] telah memberitakan kepada kami [Khalid] yaitu Ibnu Abdullah, dari [Al Jurairi] dari [Urwah Bin Qabishah] dari [seorang lelaki Anshar] dari bapaknya dia berkata: Ketika aku berdiri di samping [Utsman Bin Affan], dia berkata: "Maukah aku beritahukan kepada kalian (tata cara) bagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwudlu?" Kami menjawab: "Tentu mau." Kemudian dia meminta air dan membasuh wajahnya tiga kali, lalu berkumur-kumur dan beristinsyaq tiga kali, lalu membasuh kedua tangannya hingga kedua sikutnya tiga kali, lalu mengusap kepalanya dan kedua telinganya, lalu membasuh kedua kakinya tiga kali, kemudian dia berkata: "Demikianlah tata cara wudlu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【524】

Musnad Ahmad 524: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Muhammad Bin Abu Bakar Bin Ali Al Muqaddami] Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Abdullah Al Anshari] Telah menceritakan kepada kami [Hilal Bin Haq] dari [Al Jurairi] dari [Tsumamah Bin Hazn Al Qusyairi] dia berkata: Aku hadir ditempat kejadian hari terbunuhnya Utsman, dia mengintip ke arah orang-orang, seraya berkata: "Panggilkan ke hadapanku dua sahabat kalian yang mengobarkan (perlawanan) kepadaku!" Kemudian keduanya dipanggil, dan Utsman berkata: "Aku bersumpah dengan nama Allah kepada kalian, apakah kalian berdua tahu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tiba di Madinah dan kondisi masjid sempit (tidak mampu lagi menampung) orang, kemudian beliau bertanya: "Siapakah yang mau membeli tanah ini dengan uangnya sendiri kemudian diserahkan menjadi milik kaum muslimin, maka baginya lebih baik darinya di Surga?" Dan aku membelinya dengan murni uangku sendiri, lalu aku berikan kepada kaum muslimin, kemudian kalian melarangku melaksanakan shalat dua raka'at di dalamnya." Kemudian [Utsman] berkata: "Aku bersumpah dengan nama Allah kepada kalian, apakah kalian tahu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tiba di Madinah dan di sana belum ada sumur yang air tawarnya bisa diambil kecuali sumur rumah, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya: "Siapakah yang mau membelinya dengan uang murni miliknya sendiri, kemudian ember miliknya sama seperti ember yang dimiliki kaum muslimin, maka baginya lebih baik darinya berupa Surga?" Dan aku membelinya dengan murni uangku sendiri, kemudian kalian melarangku meminum air darinya." Kemudian dia berkata lagi: "Apakah kalian tahu bahwa aku adalah termasuk salah satu pasukan Jaisyul Usroh?" Mereka menjawab: "Allahumma, Ya."

【525】

Musnad Ahmad 525: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku bapakku dan [Abu Khaitsamah] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Mu'awiyah Bin 'Amru] Telah menceritakan kepada kami [Zaidah] dari ['Ashim] dari [Syaqiq] dia berkata: "Abdurrahman Bin Auf bertemu dengan Al Walid Bin 'Uqbah, kemudian Al Walid berkata kepadanya: "Ada apa gerangan, aku melihat kamu bersikap kasar kepada Amirul Mukminin [Utsman]?" Abdurrahman menjawab: "Sampaikan kepadanya." Kemudian dia menyebutkan hadits. "Adapun perkataannya, sesungguhnya aku tertinggal dari perang Badar, karena aku merawat Ruqayyah putri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang sedang sakit sampai dia meninggal, dan sungguh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah membidikkan panahku untukku padahal barangsiapa panahnya dibidikkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuknya berarti beliau telah bersaksi." Kemudian dia menyebutkan hadits yang panjang sampai selesai.

【526】

Musnad Ahmad 526: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Sufyan Bin Waki'] telah menceritakan kepadaku [Qabishah] dari [Abu Bakar Bin 'Ayyasy] dari ['Ashim] dari [Abu Wa'il] dia berkata: Aku bertanya kepada [Abdurrahman Bin Auf]: "Bagaimana kamu membai'at Utsman dan meninggalkan Ali?" Dia menjawab: "Apa dosaku, aku telah memulainya kepada Ali dan aku katakan: 'Aku berbai'at kepadamu berdasarkan Kitabullah, Sunnah Rasul-Nya, jejak Abu Bakar dan Umar.'" Abdurrahman berkata: "Tetapi Ali menjawab: "Dalam hal yang aku mampu." Abdurrahman berkata: "Kemudian Aku tawarkan kepada Utsman dan dia menerimanya."

【527】

Musnad Ahmad 527: Telah menceritakan kepada kami [Hasyim Bin Al Qasim] Telah menceritakan kepada kami [Laits] Telah menceritakan kepada kami [Zuhrah Bin Ma'bad Al Qurasyi] dari [Abu Shalih] mantan budak 'Utsman radliyallahu 'anhu, dia berkata: Aku mendengar ['Utsman] berkata ketika di atas mimbar: "Wahai manusia, sesungguhnya aku telah menyembunyikan dari kalian sebuah hadits yang pernah aku dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, karena aku khawatir kalian akan berpisah dariku, namun kemudian tampaklah bagiku untuk menceritakannya kepada kalian. Hendaknya setiap orang memilih sendiri yang sesuai baginya, aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ribath satu hari di jalan Allah lebih baik dari pada seribu hari di tempat lain." Telah menceritakan kepada kami Abu Sa'id mantan budak Bani Hasyim, Telah menceritakan kepada kami Ikrimah Bin Ibrahim Bahili Telah menceritakan kepada kami Abdullah Bin Abdurrahman Bin Abu Dzubab, dan dia menyebutkan haditsnya.

【528】

Musnad Ahmad 528: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] telah mengabarkan kepada kami [Musa Bin Wardan] dia berkata: aku mendengar [Sa'id Bin Al Musayyib] berkata: Aku mendengar [Utsman] berkhutbah di atas mimbar seraya berkata: "Aku membeli kurma dari satu kabilah orang-orang Yahudi yaitu Banu Qainuqa', kemudian aku menjualnya dengan keuntungan satu Sha', hal tersebut sampai (beritanya) kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, maka beliau bersabda: "Wahai Utsman, apabila kamu membeli maka takarlah dan jika kamu menjual maka takarlah."

【529】

Musnad Ahmad 529: Telah menceritakan kepada kami [Bisyr Bin Syu'aib Bin Abu Hamzah] telah menceritakan kepadaku [bapakku] dari [Az Zuhri] telah menceritakan kepadaku ['Urwah Bin Az Zubair] bahwa [Ubaidullah Bin 'Adi Bin Al Khiyar] telah mengabarkan kepadanya, bahwa [Utsman] berkata kepadanya: Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadanya: "Sesungguhnya Allah telah mengutus Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dengan Al Haq. Dan aku adalah termasuk orang yang memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya serta beriman dengan apa yang dibawa oleh Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian aku berhijrah dua kali, dan aku memperoleh kekerabatan (tali persaudaraan melalui jalur pernikahan), kemudian aku berbai'at kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka demi Allah, aku tidak pernah bermaksiat kepadanya dan tidak pula menipu beliau sampai Allah mewafatkan beliau."

【530】

Musnad Ahmad 530: Telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad Muhammad Bin Abdullah Bin Az Zubair] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abdurrahman Bin Al Harits Bin 'Ayyasy Bin Abu Rabi'ah] dari [Zaid Bin Ali] dari [bapaknya] dari [Ubaidullah Bin Abu Rafi'] dari [Ali Bin Abu Thalib], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaksanakan wuquf di Arafah lalu bersabda: "Ini adalah tempat wuquf, dan semua Arafah adalah tempat wuquf." Lalu beliau bertolak (meninggalkan Arafah) ketika matahari terbenam, kemudian beliau membonceng Usamah dan menjalankan untanya dengan perlahan sementara orang-orang berdesak-desakan ke kanan dan ke kiri, lalu beliau menoleh ke arah orang-orang seraya bersabda: "Wahai orang-orang, tenanglah." Kemudian beliau tiba di Jam'un (Muzdalifah) dan melaksanakan dua Shalat bersama mereka yaitu Maghrib dan Isya, lalu beliau bermalam hingga shubuh, kemudian beliau pergi ke arah Quzah dan berdiri di atasnya seraya bersabda: "Ini adalah tempat berhenti dan semua muzdalifah adalah tempat berhenti." Lalu beliau melanjutkan perjalanannya hingga sampai di lembah Muhassir dan berhenti di sana, kemudian beliau menarik (tali kekang untanya) secara perlahan dan untanyapun menurut hingga melewati lembah lalu beliau mengikatnya, kemudian beliau membonceng Al Fadlal dan berjalan hingga sampai di Jamarat (lokasi lempar jumrah), kemudian beliau melempar. Lalu beliau pergi ke Manhar (tempat penyembelihan hewan) dan beliau bersabda: "Ini adalah Manhar (tempat penyembelihan hewan) dan mina semuanya adalah Manhar." Ali berkata kemudian ada seorang gadis dari Khats'am datang meminta fatwa kepada beliau dan bekata: "Sesungguhnya bapakku sudah lanjut usia sementara kewajiban dari Allah berupa haji telah wajib baginya, maka apakah sah baginya jika aku yang menggantikan hajinya?" Beliau menjawab: "Ya, maka kerjakanlah untuk bapakmu." Ali berkata: dan beliau memalingkan leher Al Fadlal, sehingga Al Abbas berkata kepada beliau: "Wahai Rasulullah, engkau telah palingkan leher anak pamanmu." Beliau menjawab: "Karena aku melihat ada pemuda dan pemudi, maka keduanya tidak akan selamat dari Setan." Ali berkata: kemudian datanglah seorang lelaki dan bertanya: "Wahai Rasulullah sesungguhnya aku telah mencukur sebelum menyembelih hewan?" Beliau menjawab: "Sembelihlah dan tidak mengapa." Kemudian datang yang lain dan bertanya: "Wahai Rasulullah sesungguhnya aku melakukan Thawaf Ifadlah sebelum mencukur?" Beliau menjawab: "Cukurlah atau pendekkanlah dan tidak mengapa." Kemudian beliau menuju Ka'bah dan melaksanakan thawaf, lalu menuju air Zamzam kemudian beliau bersabda: "Wahai Bani Abdul Muththalib, kalaulah bukan karena aku khawatir orang-orang akan mengalahkan kalian (berebut untuk memberikan minum dengan air zamzam), niscaya aku akan mengambilnya (sendiri)."

【531】

Musnad Ahmad 531: Telah menceritakan kepada kami [Abdush Shamad Bin Abdul Warits] Telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [Qatadah] dari [Abu Harb Bin Abul Aswad] dari [bapaknya] dari [Ali], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Air kencing bayi laki-laki (cara membersihkannya) cukup diperciki air, sedangkan air kencing bayi perempuan di cuci." Qatadah berkata: "Cara seperti ini apabila keduanya (bayi laki-laki dan perempuan) belum makan makanan (selain Asi), akan tetapi apabila telah makan, maka air kencing keduanya harus dicuci."

【532】

Musnad Ahmad 532: Telah menceritakan kepada kami Abdullah Bin Ahmad, dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Ahmad Bin 'Abdah Al Bashri] Telah menceritakan kepada kami [Al Mughirah Bin Abdurrahman Bin Al Harits Al Makhzumi] telah menceritakan kepadaku [bapakku Abdurrahman Bin Al Harits] dari [Zaid Bin Ali Bin Husain Bin Ali] dari [bapaknya Ali Bin Husain] dari [Ubaidullah Bin Abu Rafi'] mantan budak Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dari [Ali Bin Abu Thalib], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melaksanakan wuquf di Arafah sambil membonceng Usamah Bin Zaid, lalu beliau bersabda: "Ini adalah tempat wuquf, dan semua Arafah adalah tempat wuquf." Lalu beliau bertolak (meninggalkan Arafah) menjalankan untanya dengan perlahan sementara orang-orang berdesak-desakan ke kanan dan ke kiri, lalu beliau menoleh ke arah orang-orang seraya bersabda: "Wahai orang-orang tenanglah, wahai orang-orang tenanglah." Sehingga beliau tiba di Muzdalifah dan menjama' dua Shalat, lalu beliau bermalam di Muzdalifah, dan beliau berdiri di atas Quzah sambil membonceng Al Fadlal Bin Abbas seraya bersabda: "Ini adalah tempat berhenti dan semua muzdalifah adalah tempat berhenti." Lalu beliau melanjutkan perjalanannya secara perlahan sementara orang-orang berdesak-desakan ke kanan dan ke kiri, lalu beliau menoleh ke arah orang-orang seraya bersabda: "Wahai orang-orang tenanglah." Hingga sampai di lembah Muhassir dan berhenti di sana, kemudian beliau menarik (tali kekang untanya) secara perlahan dan untanyapun menurut hingga melewati lembah, lalu beliau kembali berjalan seperti semula, hingga beliau melempar jumrah. Lalu beliau pergi ke Manhar (tempat penyembelihan hewan) dan beliau bersabda: "Ini adalah Manhar (tempat penyembelihan hewan) dan mina semuanya adalah Manhar." Kemudian datanglah seorang gadis dari Khats'am dan bekata: "Sesungguhnya bapakku sudah lanjut usia sementara kewajiban dari Allah berupa haji telah wajib baginya dan dia tidak mampu melaksanakannya, maka apakah sah baginya jika aku yang menggantikan hajinya?" beliau menjawab: "Ya." Dan beliau memalingkan muka Al Fadlal Bin Al Abbas dari gadis tersebut. Kemudian datanglah seorang lelaki kepada beliau dan berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah melempar jumrah dan menyelesaikan thawaf ifadlah kemudian memakai pakaian, akan tetapi aku belum mencukur rambut." Beliau menjawab: "Tidak mengapa cukurlah." Kemudian datanglah laki-laki lain dan berkata: "Sesungguhnya aku telah melempar jumrah dan mencukur, kemudian memakai pakaian akan tetapi belum menyembelih (hewan)." Maka beliau menjawab: "Tidak mengapa sembelihlah." Kemudian beliau melaksanakan thawaf ifadlah, lalu meminta segayung air Zamzam dan beliau meminumnya kemudian berwudlu dan bersabda: "Ciduklah wahai Bani Abdul Muththalib, kalaulah bukan karena aku khawatir orang-orang akan mengalahkan kalian (berebut untuk memberikan minum dengan air zamzam), niscaya aku akan mengambilnya (sendiri)." Kemudian Al Abbas bertanya: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku melihat engkau memalingkan muka anak saudaramu?" Beliau menjawab: "Karena aku melihat ada pemuda dan pemudi, maka aku khawatir Setan akan menggoda keduanya."

【533】

Musnad Ahmad 533: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] mantan budak Bani Hasyim, Telah menceritakan kepada kami [Israil] Telah menceritakan kepada kami [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali], dia berkata: Apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memohonkan perlindungan untuk orang yang sedang sakit, beliau membaca: "ADZHIBIL BASA RABBAN NAAS, ISYFI ANTASY SYAAFI LAA SYIFAA'A ILLAA SYIFAA`UKA SYIFAA`AN LAA YUGHAADIRU SAQAMAA (hilangkanlah rasa sakit wahai Rabb manusia, sembuhkanlah, Engkau maha menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak menyisakan sakit)."

【534】

Musnad Ahmad 534: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Israil] Telah menceritakan kepada kami [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Seandainya aku mengangkat seseorang tanpa musyawarah dari kaum mukminin, niscaya aku telah mengangkat Ibnu Ummi 'Abd."

【535】

Musnad Ahmad 535: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Sa'id Bin Salamah Bin Abu Al Husam] seorang penduduk Madinah mantan budak keluarga Umar, Telah menceritakan kepada kami [Yazid Bin Abdullah] dari [Abdullah Bin Abu Salamah] dari ['Amru Bin Sulaim] dari [Ibunya] dia berkata: Ketika kami sedang berada di Mina, tiba-tiba [Ali Bin Abu Thalib] berkata: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya pada saat ini adalah hari-hari makan dan minum, maka tidak boleh seorangpun berpuasa." Kemudian dia mengikuti orang-orang dengan menunggang untanya sambil mengucapkan hal tersebut.

【536】

Musnad Ahmad 536: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Israil] Telah menceritakan kepada kami [Abdul A'la] dari [Abu Abdurrahman] dari [Ali] -dan dia memarfu'kannya (sampai kepada Nabi)- dia berkata: "Barangsiapa berbohong dengan mimpinya, maka akan dibebankan untuk menghitung biji gandum pada hari Kiamat."

【537】

Musnad Ahmad 537: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] dan [Husain Bin Muhammad] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali], dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaksanakan Shalat sunnah dua raka'at fajar ketika Iqamah."

【538】

Musnad Ahmad 538: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahid Bin Ziyad Ats Tsaqafi] Telah menceritakan kepada kami [Umarah Bin Al Qa'qa'] dari [Al Harits Bin Yazid Al 'Ukli] dari [Abu Zur'ah] dari [Abdullah Bin Nujai] dia berkata: [Ali] berkata: "Aku mempunyai waktu pada saat sahur untuk menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, apabila beliau sedang berdiri melakukan Shalat beliau bertasbih (membaca Subanallah) kepadaku, maka itu pertanda beliau mengizinkanku, dan apabila tidak sedang Shalat beliau langsung mengizinkanku."

【539】

Musnad Ahmad 539: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami [Isma'il Bin Ubaid Bin Abu Karimah Al Harrani] Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Salamah] dari [Abu Abdurrahim] dari [Zaid Bin Abi Unaisah] dari [Az Zuhri] dari [Ali Bin Husain] dari [bapaknya] dia berkata: aku mendengar [Ali] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menemuiku sementara aku dan Fathimah sedang tertidur, di waktu sahur, sampai beliau berdiri di depan pintu, kemudian beliau berkata: "Tidak Shalatkah kalian?" Maka aku menjawabnya: "Wahai Rasulullah, hanyasannya jiwa kami berada di tangan Allah, jika Dia menghendaki niscaya akan membangunkan kami." Ali berkata: Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pulang dan tidak mengulangi perkataannya, namun ketika pergi aku mendengar beliau membaca sambil menepukkan tangannya ke pahanya: {Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.} (Al Kahfi: 54)

【540】

Musnad Ahmad 540: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Israil] Telah menceritakan kepada kami [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali] dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mandi dengan istrinya dalam satu bejana."

【541】

Musnad Ahmad 541: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Israil] Telah menceritakan kepada kami [Simak] dari [Hanasy] dari [Ali], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengutusku ke Yaman, setelah kami sampai pada suatu kaum yang sedang membuat lubang perlindung dari singa, ketika sedang demikian mereka saling mendorong, maka terjatuhlah salah seorang dan menggantung kepada yang lain dan yang lain menggantung kepada yang lainnya juga, hingga mereka menjadi empat yang bergelantungan, dan singa melukai mereka, kemudian seorang melempar singa dengan tombaknya hingga mati, sedangkan empat orang itu meninggal semuanya karena terluka, kemudian wali orang pertama datang kepada wali yang lain dan mengeluarkan senjata untuk saling bunuh, maka pada waktu itu datanglah Ali kepada mereka dan berkata: "Apakah kalian akan berperang sementara Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam masih hidup? Sesungguhnya aku akan memutuskan perkara diantara kalian jika kalian ridla, dan itu merupakan sebaik-baik keputusan, dan jika tidak maka persiapkanlah oleh sebagian kalian dengan sebagian yang lain, lalu datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan dia yang akan memutuskan perkara kalian, dan barangsiapa melampaui batas setelah itu maka tidak ada hak baginya, kumpulkanlah seperempat diyat, sepertiga diyat, setengah diyat dan diyat penuh dari kabilah-kabilah orang yang menggali lubang." Maka orang pertama mendapatkan bagian seperempat diyat karena dia yang menyebabkan binasanya orang yang ada di atasnya, orang kedua mendapatkan bagian sepertiga diyat, dan orang ketiga mendapatkan bagian setengah diyat, namun mereka menolak tidak ridla, dan mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sementara beliau berada di Maqam Ibrahim, kemudian mereka menceritakan kepadanya, dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Aku akan memutuskan perkaranya diantara kalian." Dan beliau duduk mendekap lututnya, maka salah seorang dari mereka berkata: "Sesungguhnya Ali telah memutuskan perkara kami." Dan dia menceritakan kisahnya dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyetujuinya. Telah menceritakan kepada kami [Bahz] telah menceritakan kepada kami [Hammad] telah mencertikan kepada kami [simak] dari [Hanasy] bahwa [Ali] berkata: "Dan untuk orang keempat mendapatkan bagian diyah penuh."

【542】

Musnad Ahmad 542: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, dia berkata: [Qutaibah Bin Sa'id] menulis surat kepadaku yang berisi: Aku tulis surat kepadamu dengan tulisanku sendiri, dan aku setempel suratnya dengan setempelku sendiri. Dia menyebutkan bahwa [Laits Bin Sa'd] telah bercerita kepada mereka dari [Uqail] dari [Az Zuhri] dari [Ali Bin Al Husain] bahwa [Al Husain Bin Ali] bercerita kepadanya dari [Ali Bin Abu Thalib], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengetuk pintu (membangunkan) dia dan Fathimah radliyallahu 'anhuma, kemudian beliau bersabda: "Tidakkah kalian Shalat?" Maka aku menjawab: "Wahai Rasulullah hanyasannya jiwa kami berada di tangan Allah, jika Dia menghendaki membangunkan kami pasti akan membangunkan kami." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pergi ketika aku katakan demikian kepada beliau, namun aku mendengar beliau memukul pahanya ketika berlalu sambil membaca: {Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.} (Al Kahfi: 54)

【543】

Musnad Ahmad 543: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Nashr Bin Ali Al Azdi] telah mengabarkan kepadaku [Ali Bin Ja'far Bin Muhammad Bin Ali Bin Al Husain Bin Ali] telah menceritakan kepadaku saudaraku [Musa Bin Ja'far] dari [Bapaknya Ja'far Bin Muhammad] dari [Bapaknya] dari [Ali Bin Husain] dari [Bapaknya] dari [Kakeknya], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memegang tangan Hasan dan Husain kemudian bersabda: "Barangsiapa mencintaiku dan mencintai kedua anak ini dan bapaknya serta ibunya, maka dia akan bersamaku di tingkatanku pada hari Kiamat."

【544】

Musnad Ahmad 544: Telah menceritakan kepada kami [Hasan Bin Musa] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Hubairah As Saba`i] dari [Abdullah Bin Zurair Al Ghafiqi] dari [Ali], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah menikahi wanita bersama dengan bibinya (dari bapak) dan juga bibi (dari ibu)."

【545】

Musnad Ahmad 545: Telah menceritakan kepada kami [Hasan] dan [Abu Sa'id] mantan budak Bani Hasyim, keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Lahi'ah] telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Hubairah] dari [Abdullah Bin Zurair] bahwa dia berkata: Aku menemui [Ali Bin Abu Thalib], -[Hasan] berkata:- pada hari Idul Adlha, kemudian daging disuguhkan kepada kami, lalu aku berkata: "Semoga Allah memperbaikimu, seandainya yang kamu suguhkan kepada kami dari daging bebek ini yaitu Al Wazz, karena sesungguhnya Allah azza wa jalla telah memperbanyak kebaikan (telah membuat makmur)." Kemudian dia berkata: "Wahai Ibnu Zurair, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak dihalalkan bagi seorang khalifah dari harta Allah kecuali hanya dua piring, satu piring untuk dia makan bersama keluarganya dan satu piring lagi diberikan kepada orang lain."

【546】

Musnad Ahmad 546: Telah menceritakan kepada kami [Mu'tamir Bin Sulaiman] dari [bapaknya] dari [Mughirah] dari [Ummu Musa] dari [Ali], dia berkata: "Aku tidak pernah lagi terkena sakit mata sejak Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam meludahi kepada ke dua mataku."

【547】

Musnad Ahmad 547: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Fudlail] Telah menceritakan kepada kami [Mutharrif] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim] dari [Ali], dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengerjakan Shalat witir di permulaan malam, di pertengahan malam dan di akhir malam, kemudian ditetapkanlah bahwa beliau witir di akhir malam."

【548】

Musnad Ahmad 548: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Ibrahim At Turjumani] Telah menceritakan kepada kami [Al Faraj Bin Fadlalah] dari [Muhammad Bin Abdullah Bin 'Amru Bin Utsman], dari ibunya [Fatimah Bin Husain] dari [Husain] dari [Bapaknya], dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Janganlah kalian berlama-lama memandang orang yang terkena penyakit kusta, dan jika berbicara dengan mereka maka hendaknya ada jarak antara kalian dengan mereka seukuran tombak."

【549】

Musnad Ahmad 549: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Muhammad Bin Abu Bakar Al Muqaddami] Telah menceritakan kepada kami [Harun Bin Muslim] Telah menceritakan kepada kami [Al Qasim Bin Abdurrahman] dari [Muhammad Bin Ali] dari [bapaknya] dari [Ali] dia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepadaku: "Wahai Ali sempurnakanlah wudlu sekalipun berat bagimu, janganlah memakan dari sedekah (zakat), janganlah mengawinkan keledai dengan kuda dan janganlah duduk-duduk dengan para ahli nujum."

【550】

Musnad Ahmad 550: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Fudlail] dari [Al A'masy] dari [Abdul Malik Bin Maisarah] dari [An Nazal Bin Sabrah] dia berkata: [Ali] diberi segayung air dan ketika itu dia sedang berada di teras, kemudian dia mengambil air dengan tangannya lalu berkumur-kumur dan beristinsyaq, kemudian mengusap wajahnya, kedua lengannya dan kepalanya, lalu dia minum sambil berdiri, setelah itu berkata: "Inilah (tata cara) wudlunya orang yang belum berhadats (batal), demikianlah aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan."

【551】

Musnad Ahmad 551: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Fudlail] dari [Al A'masy] dari [Habib] dari [Tsa'labah] dari [Ali], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa dengan sengaja berdusta kepadaku, maka bersiap-siaplah tempat duduknya di neraka."

【552】

Musnad Ahmad 552: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Fudlail] Telah menceritakan kepada kami [Al Mughirah] dari [Ummu Musa] dari [Ali], dia berkata: Kata-kata terakhir (wasiat) Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah: "Shalat, Shalat, bertakwalah kepada Allah dalam hal budak-budak yang kalian miliki."

【553】

Musnad Ahmad 553: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Fudlail] dari ['Ashim Bin Kulaib] dari [Abu Burdah Bin Abu Musa] dari [Abu Musa] dari [Ali], dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarangku memakai cincinku di jari telunjuk atau sebelahnya."

【554】

Musnad Ahmad 554: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] telah memberitakan kepada kami [Az Zuhri] dari [Abu 'Ubaid] mantan budak Abdurrahman Bin Auf, dia berkata: "Kemudian aku melihat [Ali Bin Abu Thalib] setelah itu pada hari Id, dia memulai dengan Shalat sebelum berkhutbah, dan Shalat tanpa adzan dan Iqamah kemudian dia berkata: "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang seseorang menyimpan daging hewan kurbannya melebihi tiga hari."

【555】

Musnad Ahmad 555: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Suraij Bin Yunus] Telah menceritakan kepada kami [Ali Bin Hasyim] yaitu Ibnu Al Barid, dari [Muhammad Bin Ubaidillah Bin Abu Rafi'] dari [Umar Bin Ali Bin Husain] dari [bapaknya] dari [Ali], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan pilihan kepada para istrinya dengan dunia dan akhirat dan tidak memberikan pilihan Talak (cerai) kepada mereka." Telah menceritakan kepada kami Abdullah, dia berkata: dan telah menceritakannya kepada kami [Yahya Bin Ayyub] Telah menceritakan kepada kami [Ali Bin Hasyim Bin Al Barid] kemudian dia menyebutkan hadits yang semisalnya, dan berkata: "Beliau memberikan pilihan kepada para istrinya antara dunia dan akhirat dan tidak memberikan pilihan talak kepada mereka."

【556】

Musnad Ahmad 556: Telah menceritakan kepada kami [Abu Yusuf Al Mu'addib Ya'qub] tetangga kami, Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim Bin Sa'd] dari [Abdul Aziz Bin Al Muthallib] dari [Abdurrahman Bin Al Harits] dari [Zaid Bin Ali Bin Al Husain] dari [bapaknya] dari [kakeknya] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa terbunuh karena mempertahankan hartanya maka dia mati syahid."

【557】

Musnad Ahmad 557: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Abu 'Adi] dari [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Abu Hassan] dari ['Abidah] dari [Ali] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda pada hari perang Ahzab (khandak): "Semoga Allah memenuhi rumah-rumah dan kuburan-kuburan mereka (orang-orang kafir) dengan api, sebagaimana mereka telah menyibukkan kami dari melaksanakan Shalat Ashar sampai matahari terbenam."

【558】

Musnad Ahmad 558: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az Zuhri] dari [Al Hasan] dan [Abdullah], keduanya putra [Muhammad Bin Ali], dari salah satu dari keduanya, sedangkan Hasan adalah yang paling kami sukai dalam hati kami, bahwa [Ali] berkata kepada Ibnu Abbas: "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang nikah mut'ah dan daging keledai jinak pada perang Khaibar."

【559】

Musnad Ahmad 559: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abdul Karim] dari [Mujahid] dari [Ibnu Abu Laila] dari [Ali], dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku untuk membagi-bagikan daging untanya, kulitnya dan pelananya dengan rata. Dan memerintahkan kepadaku agar tidak memberi penjagalnya sedikitpun dan beliau berkata: "Kita memberinya dari kita sendiri."

【560】

Musnad Ahmad 560: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [Zaid Bin Utsai'] seorang lelaki berasal dari Hamdan, Kami bertanya kepada [Ali] berkaitan dengan penugasannya, yaitu pada hari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengutusnya bersama Abu Bakar pada musim haji? dia menjawab: "Aku diutus dengan membawa empat hal: tidak akan masuk Surga kecuali jiwa yang mukmin, tidak boleh melakukan thawaf tanpa busana (telanjang), barangsiapa ada perjanjian antara dia dengan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam maka batasnya sampai waktu yang dijanjikan, dan orang-orang musyrik tidak boleh mengerjakan haji bersama kaum muslimin setelah tahun ini."

【561】

Musnad Ahmad 561: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali] radliyallahu 'anhu: Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam memutuskan bahwa hutang (dilunasi) sebelum (melaksanakan) wasiat, sedangkan kalian membaca wasiat sebelum hutang, dan (beliau memutuskan) bahwa a'yan satu ibu (saudara laki-laki dan perempuan sekandung) adalah saling mewarisi, sedangkan saudara bani 'Allat (saudara sebapak) tidak saling mewaritsi."

【562】

Musnad Ahmad 562: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Atho' Bin As Sa`ib] dari [bapaknya] dari [Ali], dia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Aku tidak akan memberi kalian, sementara ahli suffah aku biarkan perut mereka bungkuk karena lapar." Dan dalam riwayat lain beliau bersabda: "Aku tidak akan melayani kalian berdua sementara aku membiarkan ahli suffah kelaparan."

【563】

Musnad Ahmad 563: Telah menceritakan kepada kami [Abu Abdurrahman Abdullah Bin Abu Ziyad Al Quthwani] Telah menceritakan kepada kami [Zaid Bin Al Hubab] telah mengabarkan kepadaku [Harb Abu Sufyan Al Minqari] Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ali Abu Ja'far] telah menceritakan kepadaku [pamanku] dari [bapaknya] bahwa Dia melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan sa'i antara shafwa dan marwa, di tempat sa'i beliau menyingsingkan pakaiannya hingga sampai pada kedua lututnya.

【564】

Musnad Ahmad 564: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Kuraib Muhammad Bin Al 'Atho'] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Al Mubarak] dari [Yahya Bin Ayyub] dari [Ubaidullah Bin Zahr] dari [Ali Bin Yazid] dari [Al Qasim] dari [Abu Umamah] dia berkata: [Ali] berkata: "Aku datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian aku meminta izin, apabila beliau sedang dalam Shalat beliau bertasbih (membaca subhanallah) dan jika sedang tidak Shalat beliau langsung mengizinkanku."

【565】

Musnad Ahmad 565: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Mutharrif] dari [Asy Sya'bi] dari [Abu Juhaifah] dia berkata: Kami bertanya kepada [Ali]: "Apakah kamu memiliki sesuatu dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam setelah Al Qur'an?" Dia menjawab: "Tidak, demi Dzat yang membelah biji dan menghidupkan jiwa, kecuali pemahaman yang Allah Azza Wa Jalla berikan kepada seorang lelaki dalam Al Qur'an atau apa yang ada dalam Shahifah ini." Aku bertanya: "Lalu apa yang terdapat di dalam shahifah ini?" Dia menjawab: "Denda, pemerdekaan tawanan dan seorang muslim tidak dibunuh karena orang kafir."

【566】

Musnad Ahmad 566: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Amru] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Hasan Bin Muhammad Bin Ali], telah mengabarkan kepadaku [Ubaidullah Bin Abu Rafi'], dan dalam riwayat lain mengatakan: sesungguhnya Ubaidullah Bin Abu Rafi' telah mengabarkan kepadanya, bahwa dia mendengar [Ali] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengutus aku, Zubair dan Miqdad, kemudian beliau bersabda: "Berangkatlah kalian hingga sampai di Raudlah Khah, kalian akan menjumpai seorang wanita (musafir) yang membawa surat, maka ambillah surat tersebut darinya." Kemudian kamipun berangkat dan kuda kami semakin menjauh sehingga kami sampai di Raudlah, dan kami menjumpai seorang wanita, lalu kami berkata kepadanya: "Keluarkan suratnya!" Akan tetapi dia menjawab: "Aku tidak membawa surat." Lalu kami berkata: "Kamu keluarkan suratnya atau jika tidak kami akan memeriksa bajumu!" Ali berkata: "Kemudian dia mengeluarkan suratnya dari kondenya, dan kami mengambil surat tersebut lalu kami bawa kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan ternyata isi tulisannya: dari Hatib Bin Abi Balta'ah kepada orang-orang musyrik di Makkah, memberitakan kepada mereka tentang beberapa rencana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya: "Wahai Hatib, apa-apaan ini?" Dia menjawab: "Jangan tergesa gesa (menuduh) kepada saya, sesungguhnya aku adalah seseorang yang mempunyai tetangga dari Quraisy dan aku bukan termasuk dari kerabatnya, sedangkan orang-orang Muhajirin yang berhijrah bersama engkau mereka memiliki kerabat yang dapat melindungi keluarganya di Makkah, maka aku ingin walaupun aku bukan kerabat denganya, agar kerabatku bisa melindunginya, dan aku tidak melakukan hal demikian karena kekafiran atau karena murtad dari agamaku, demikian juga bukan karena ridla dengan kekafiran setelah berIslam." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya dia telah berkata jujur kepada kalian." Namun Umar berkata: "Biarkan aku yang menebas leher munafiq ini!" Maka beliau menjawab: "Sesungguhnya dia telah turut serta dalam perang Badar, siapa yang bisa menyangka bahwa Allah telah melihat ahli badar, kemudian Allah berfirman: "Berbuatlah kalian sekehendak kalian, karena aku telah mengampuni kalian."

【567】

Musnad Ahmad 567: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Hajjaj Bin Yusuf] seorang penyair, Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Hammad] Telah menceritakan kepada kami [Abu Awanah] dari ['Atho' Bin As Sa`ib] dari [Musa Bin Salim Abu Jahdlam] bahwa [Abu Ja'far] telah bercerita kepadanya, dari [bapaknya], bahwa [Ali] telah bercerita kepada mereka Bahwa "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarangku dari tiga hal" -dia berkata: dan aku tidak tahu apakah itu khusus baginya atau untuk semua orang secara umum- "Beliau melarangku dari Al Qasiy (pakaian terbuat dari bahan campuran antara katun dan sutra), Al Mitaroh (kain penutup pelana terbuat dari sutra) dan melarang aku membaca (ayat) ketika sedang ruku'."

【568】

Musnad Ahmad 568: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Wahab Bin Baqiyyah Al Wasithi] Telah menceritakan kepada kami [Umar Bin Yunus] yaitu Al Yamami, dari [Abdullah Bin Umar Al Yamami] dari [Al Hasan Bin Zaid Bin Hasan] telah menceritakan kepadaku [bapakku] dari [bapaknya] dari [Ali], dia berkata: Ketika aku berada di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian muncullah Abu Bakar dan Umar, lalu beliau bersabda: "Wahai Ali, dua orang ini adalah pemimpin penduduk surga yang sebaya (berumur tiga puluh sampai lima puluh) setelah para Nabi dan para Rasul."

【569】

Musnad Ahmad 569: Telah memberitakan kepada kami [Sufyan] dari [Ibnu Abi Najih] dari [bapaknya] dari [seorang lelaki] yang mendengar [Ali], dia berkata: Aku hendak melamar putri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu aku berkata: "Aku tidak memiliki sesuatu apapun maka bagimana?" Kemudian aku menyebutkan hubungan beliau dan kebaikan beliau hingga aku melamarnya, maka beliau bertanya: "Apakah kamu memiliki sesuatu?" Aku menjawab: "Tidak." Beliau bertanya: "Lalu di mana lembing Al Huthamiyyah milikmu yang aku berikan kepadamu pada hari begini dan begini?" Dia menjawab: "Ada padaku." Kemudian beliau berkata: "Kalau begitu berikan padanya."

【570】

Musnad Ahmad 570: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ubaidillah Bin Abu Yazid] dari [Mujahid] dari [Ibnu Abi Laila] dari [Ali], bahwa Fathimah datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam untuk meminta budak kepada beliau, kemudian beliau berkata: "Maukah aku tunjukkan kepadamu yang lebih baik dari itu? Yaitu kamu bertasbih (membaca subhanallah) tiga puluh tiga kali, bertakbir (membaca Allahu Akbar) tiga puluh tiga kali dan bertahmid (membaca Al Hamdulillah) tiga puluh tiga kali, salah satunya (dari bacaan tersebut) tiga puluh empat."

【571】

Musnad Ahmad 571: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abdul A'la Bin Hammad An Narsi] Telah menceritakan kepada kami [Daud Bin Abdurrahman] Telah menceritakan kepada kami [Abu Abdullah Maslamah Ar Razi] dari [Abu 'Amru Al Bajali] dari [Abdul Malik Bin Sufyan Ats Tsaqafi] dari [Abu Ja'far Muhammad Bin Ali] dari [Muhammad Bin Al Hanafiyah] dari [bapaknya], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang mukmin yang terfitnah dan selalu bertaubat."

【572】

Musnad Ahmad 572: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Muhammad Bin Abdullah Bin Numair] Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Al Mundzir] dari [Muhammad Bin Ali] dari [Ali], dia berkata: "Aku adalah seorang lelaki yang sering keluar air madzi, maka aku malu untuk bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam karena posisi putrinya, kemudian aku perintahkan Miqdad, dan dia menanyakan kepada beliau, kemudian beliau menjawab: "Mencuci dzakarnya kemudian berwudlu."

【573】

Musnad Ahmad 573: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Uqbah Bin Mukarram Al Kufi] Telah menceritakan kepada kami [Yunus Bin Bukair] Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ishaq] dari [Sa'id Bin Abu Sa'id Al Maqburi] dari [Abu Hurairah], dan dari [Ubaidullah Bin Abu Rafi'] dari [bapaknya] dari [Ali], keduanya berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Seandainya tidak akan memberatkan pada ummatku, niscaya aku perintahkan kepada mereka agar bersiwak setiap kali melaksanakan Shalat."

【574】

Musnad Ahmad 574: Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar Bin 'Ayyasy] Telah menceritakan kepada kami [Mughirah Bin Miqsam] Telah menceritakan kepada kami [Al Harits Al 'Ukli] dari [Abdullah Bin Nujai], dia berkata: [Ali] berkata: "Dahulu aku punya dua waktu dalam sehari semalam untuk bertemu dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, apabila aku menemuinya dan beliau sedang Shalat, maka beliau berdehem. Pada suatu malam aku menemui beliau, lalu beliau berkata: "Apakah kamu tahu apa yang dilakukan oleh para Malaikat pada malam ini? Aku melaksanakan Shalat kemudian mendengar suara orang berjalan di rumah, maka aku keluar dan ternyata Malaikat Jibril, dan dia berkata: "Malam ini aku masih menunggumu, sesungguhnya di rumahmu ada seekor anjing sehingga aku tidak bisa masuk, dan sesungguhnya kami tidak akan masuk ke dalam rumah yang ada anjingnya, ada orang junub dan juga patung."

【575】

Musnad Ahmad 575: Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar Bin 'Ayyasy] telah menceritakan kepada kami [Abu Ishaq] dari [Syuraih Bin An Nu'man Al Hamdani] dari [Ali Bin Abu Thalib], dia berkata: "Rasulullah melarangku berkurban dengan hewan yang terpotong bagian depan dan belakang telinganya, telinganya sobek, telinganya bolong, yang terpotong salah satu anggota tubuhnya."

【576】

Musnad Ahmad 576: Telah menceritakan kepada kami [Jarir Bin Abdul Hamid] dari [Manshur] dari [Hilal] dari [Wahab Bin Al Ajda'] dari [Ali], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak boleh Shalat setelah Ashar kecuali apabila matahari masih berwarna putih di atas."

【577】

Musnad Ahmad 577: Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Sa'id] dari [Ibnu 'Ajlan] telah menceritakan kepadaku [Ibrahim Bin Abdullah Bin Hunain] dari [bapaknya] dari [Ibnu Abbas] dari [Ali], dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarangku membaca (surat) ketika sedang ruku', dan melarangku dari (memakai) cincin dari emas dan dari Al Qoshi (pakaian yang terbuat dari bahan sutera) serta Al Mu'ashfar (pakaian yang dilebur warna kuning)."

【578】

Musnad Ahmad 578: Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Al Hakam Bin 'Utaibah] dari [Abdurrahman Bin Abu Laila] dia berkata: Abu Musa datang kepada Al Hasan Bin Ali dalam rangka menjenguknya, kemudian [Ali] bertanya kepadanya: "Apakah kamu datang dalam rangka menjenguk atau dalam rangka bahagia?" Dia menjawab: "Tidak, akan tetapi dalam rangka menjenguk." Dia berkata: kemudian Ali berkata kepadanya: Jika kamu datang dalam rangka menjenguk, maka sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apabila seseorang menjenguk saudaranya sesama muslim, maka dia berjalan di tepi surga sampai dia duduk, apabila telah duduk maka dia diliputi oleh rahmat, apabila di waktu pagi hari, maka tujuh puluh ribu Malaikat memberikan shalawat kepadanya hingga tiba waktu sore, dan jika di waktu sore maka tujuh puluh ribu Malaikat memberikan shalawat kepadanya sampai tiba waktu pagi."

【579】

Musnad Ahmad 579: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami [Suwaid Bin Sa'id] pada tahun dua ratus dua puluh enam, Telah menceritakan kepada kami [Muslim Bin Khalid Az Zanji], -Abu Abdurrahman berkata: aku bertanya kepada Suwaid: "Kenapa dinamakan Az Zanji?" Dia menjawab: "Karena terlalu hitam"- dari [Abdurrahman Bin Al Harits] dari [Zaid Bin Ali Bin Al Husain] dari [bapaknya] dari [Ubaidullah Bin Rafi'] dari [Ali Bin Abu Thalib], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaksanakan wuquf di Arafah dengan membonceng Usamah Bin Zaid, lalu beliau bersabda: "Ini adalah tempat wuquf dan semua Arafah adalah tempat wuquf." Kemudian beliau bertolak dan berjalan secara perlahan sementara orang-orang berdesakan ke kanan dan ke kiri, maka beliau menoleh seraya berkata: "Tenanglah wahai manusia tenanglah wahai manusia." Sampai tiba di Muzdalifah, beliau menjama' dua Shalat, kemudian berdiam di Muzdalifah dan membonceng Al Fadlal Bin Abbas, lalu beliau berdiri di Quzah seraya berkata: "Ini adalah tempat berhenti dan semua muzdalifah adalah tempat berhenti." Kemudian beliau bertolak dan berjalan secara perlahan sementara orang-orang berdesakan ke kanan dan ke kiri, maka beliau menoleh dan bersabda: " Tenanglah wahai orang-orang tenanglah wahai orang-orang." Maka ketika berhenti di lembah Muhassir beliau menarik kekang untanya dan untanya menurut sampai keluar dari lembah, kemudian beliau melanjutkan perjalanannya sampai tiba di Jamarat (tempat melempar), lalu beliau mendatangi Al Manhar (tempat penyembelihan hewan) dan beliau bersabda: "Ini adalah Manhar dan semua Mina adalah Manhar." Kemudian dia menyebutkan hadits yang semisal dengan hadits Ahmad Bin 'Abdah dari Al Mughirah Bin Abdurrahman baik yang semakna atau yang semisal.

【580】

Musnad Ahmad 580: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Isma'il Abu Ma'mar] Telah menceritakan kepada kami [Isma'il Bin 'Ayyasy] dari [Zaid Bin Jabirah] dari [Daud Bin Al Husain] dari [Ubaidillah Bin Abu Rafi'] dari [Ali], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada orang yang membenci orang arab kecuali seorang munafiq."

【581】

Musnad Ahmad 581: Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Ibrahim At Taimi] dari [bapaknya] dia berkata: [Ali] berkhutbah kepada kami kemudian berkata: Barangsiapa menyangka bahwa kami memiliki sesuatu yang kami baca kecuali kitabullah dan shahifah ini, yang di dalamnya ada gigi gigi unta dan sesuatu dari luka-luka, maka dia telah berbohong, di dalamnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Kota Madinah itu adalah tanah haram antara bukit 'Air dan gunung Tsaur, maka barangsiapa berbuat kerusakan di dalamnya atau melindungi orang yang berbuat kerusakan maka baginya laknat Allah, Malaikat dan Manusia seluruhnya, dan Allah tidak akan menerima darinya pada hari Kiamat amal ibadah wajib dan sunnahnya, perlindungan kaum muslimin itu satu, dan berlaku bagi orang yang paling rendah dari mereka."

【582】

Musnad Ahmad 582: Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Khaitsamah] dari [Suwaid Bin Ghafalah] dia berkata: [Ali] berkata: Apabila aku menceritakan kepada kalian sebuah hadits dari Rasulullah, maka lebih baik aku dijatuhkan dari langit dari pada aku berdusta kepada beliau, namun apabila aku menceritakan kepada kalian dari selain beliau, maka sesungguhnya aku adalah seorang ahli perang dan perang adalah tipu daya, aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Di akhir zaman nanti akan keluar suatu kaum yang usianya masih muda, pemikiran mereka sangat dangkal, mereka berkata dengan perkataan sebaik-baik makhluq dan iman mereka tidak melebihi tenggorokan mereka, maka di manapun kalian jumpai mereka maka bunuhlah mereka, karena membunuh mereka adalah berpahala bagi orang yang dapat membunuhnya kelak pada hari Kiamat."

【583】

Musnad Ahmad 583: Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Muslim] dari [Syutair Bin Syakl] dari [Ali], dia berkata: Ketika terjadi perang Ahzab Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Mereka telah menyibukkan kita dari Shalat Wustha yaitu Shalat Ashar, semoga Allah menjadikan kuburan dan rumah mereka penuh dengan api." Kemudian beliau melakukannya diantara dua Isya yaitu Maghrib dan Isya.

【584】

Musnad Ahmad 584: Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Al MundZirr Abu Ya'la] dari [Muhammad Bin Al Hanafiyah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu dia berkata: Dia adalah seorang lelaki yang sering keluar air madzi, kemudian dia malu untuk bertanya tentang madzi kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, Ali berkata: maka dia berkata kepada Al Miqdad: "Tanyakan untukku tentang madzi kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam" Ali berkata: kemudian dia bertanya kepada beliau, Ali berkata: lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Dalam hal ini harus berwudlu."

【585】

Musnad Ahmad 585: Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Numair] Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] dari [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang seseorang membaca (ayat Al Qur'an) ketika sedang ruku' atau sujud."

【586】

Musnad Ahmad 586: Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] dari [Al A'masy] dari [Sa'd Bin Ubaidah] dari [Abu Abdurrahman As Sulami] dari [Ali], dia berkata: Aku bertanya: "Wahai Rasulullah mengapa engkau terlalu cendrung kepada Quraisy dan mengabaikan kami?" Beliau menjawab: "Apakah kalian punya sesuatu?" Ali berkata: aku menjawab: "Ya, putrinya Hamzah." Kemudian beliau berkata: "Sesungguhnya dia tidak halal bagiku, karena dia putri saudaraku sepersusuan."

【587】

Musnad Ahmad 587: Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Sa'd Bin Ubaidah] dari [Abu Abdurrahman As Sulami] dari [Ali], dia berkata: "Pada suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah duduk sambil memegang kayu yang beliau pukul-pukulkan." Ali berkata: kemudian beliau mengangkat kepalanya seraya bersabda: "Tidaklah setiap jiwa dari kalian melainkan telah diketahui tempatnya di Surga dan di Neraka." Ali berkata: lalu para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah lantas untuk apa kita beramal?" beliau menjawab: "Beramalah kalian, karena setiap orang akan dimudahkan menurut takdir yang telah ditentukan baginya." -Kemudian beliau membaca:- {Adapun orang-orang yang suka memberi dan bertaqwa serta membenarkan kebaikan, maka akan kami mudahkan kepada kebaikan, dan adapun orang-orang yang kikir dan sombong serta mendustakan kebenaran, maka akan kami mudahkan kepada keburukan.} (Al Lail: 5-10)

【588】

Musnad Ahmad 588: Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Sa'd Bin Ubaidah] dari [Abu Abdurrahman As Sulami] dari [Ali], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengutus pasukan ekspedisi dan mengangkat seorang lelaki Anshar sebagai komandan mereka, ketika mereka keluar, dia menemukan sesuatu pada diri mereka dan ia bertanya kepada mereka: "Bukankah Rasulullah telah memerintahkan kalian supaya taat kepadaku?" Mereka menjawab: "Ya benar." Kemudian dia berkata: "Kumpulkanlah kayu bakar kemudian cari api dan nyalakan kayunya." Kemudian berkata: "Aku haruskan kepada kalian supaya masuk ke dalamnya." Maka para anggota pasukan hampir saja memasukinya, kemudian salah seorang pemuda dari mereka berkata: "Bahwasanya kalian lari kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk menghindar dari api, maka janganlah kalian tergesa-gesa sampai bertemu dengan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, jika dia memerintahkan kalian untuk memasukinya maka masuklah." Maka mereka pulang menuju Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan menceritakan kejadiannya, kemudian beliau bersabda: "Jika kalian memasukinya niscaya kalian tidak akan keluar darinya untuk selamanya, bahwasanya keta'atan itu hanya dalam hal yang ma'ruf (benar)."

【589】

Musnad Ahmad 589: Telah menceritakan kepada kami [Isma'il Bin Ibrahim] dari [Muhammad Bin 'Amru] dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Waqid Bin 'Amru Bin Sa'd Bin Mu'adz] dia berkata: Aku melihat jenazah di Bani Salamah kemudian aku berdiri, maka [Nafi' Bin Jubair] berkata kepadaku: "Duduklah! karena akan aku beritakan kepadamu tentang hal ini dengan yakin, telah menceritakan kepadaku [Mas'ud Bin Al Hakam Az Zuraqi] bahwa dia mendengar [Ali Bin Abu Thalib] ketika berada di Rahabah Kufah berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kami agar berdiri ketika melihat jenazah, akan tetapi kemudian setelah itu beliau duduk dan memerintahkan kami agar duduk."

【590】

Musnad Ahmad 590: Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] dari [Sa'id Bin Abu Arubah] dari [Abdullah Ad Danaj] dari [Hudlain Abu Sasan Ar Raqqasyi] bahwa Sekelompok orang dari penduduk Kufah datang kepada Utsman, mereka menceritakan apa yang terjadi pada Al Walid, yaitu dia meminum Khamr, kemudian Ali menasehati perbuatannya, lalu Utsman berkata kepadanya (Ali): "Tangkaplah anak pamanmu, tegakkan hukum had baginya!" Kemudian [Ali] berkata: "Wahai Hasan, berdirilah dan jilid dia!" Utsman berkata: "Kamu tidak mampu melakukannya, serahkan saja kepada selainmu." Utsman berkata: "Bahkan kamu lemah, rendah dan tidak mampu, bangunlah wahai Abdullah Bin Ja'far!" Maka Abdullah menjilidnya sedangkan Ali yang menghitungnya hingga hitungan ke empat puluh, lalu dia (Utsman) berkata: "Tahan." Atau dia berkata: "Cukuplah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjilid sebanyak empat puluh kali, dan Abu Bakar menjilid sebanyak empat puluh kemudian Umar menggenapkannya menjadi delapan puluh, dan semuanya adalah sunnah."

【591】

Musnad Ahmad 591: Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ishaq] telah menceritakan kepadaku [Muhammad Bin Thalhah Bin Yazid Bin Rukanah] dari [Ubaidillah Al Khaulani] dari [Ibnu Abbas], dia berkata: Ali masuk ke dalam rumahku dan meminta air untuk berwudlu, kemudian aku membawakan satu bejana untuknya. [Ali] mengambil (airnya) satu mud atau kurang lebih dari itu, sampai kemudian di letakkan diantara kedua tangannya sementara dia selesai buang air kecil. Kemudian dia berkata: "Wahai Ibnu Abbas, maukah aku berwudlu untuk mengajarimu (tata cara) wudlu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" Aku menjawab: "Ya, bapak dan ibuku sebagai tebusannya." Ibnu Abbas berkata: "Kemudian bejana di letakkan kepadanya (Ali) dan dia membasuh kedua tangannya, kemudian berkumur-kumur, ber-istinsyaq dan ber-istintsar, kemudian mengambil air dengan kedua tangannya dan membasuh wajahnya, lalu meletakkan ibu jarinya dibelakang daun telinganya, dan dia mengulanginya tiga kali. Lalu mengambil segenggam air dengan tangan kanannya dan menuangkannya diatas ubun-ubunnya dan membiarkannya mengalir diatas mukanya, kemudian membasuh tangan kanannya sampai siku sebanyak tiga kali, kemudian tangan kirinya seperti itu, kemudian mengusap kepalanya dan kedua telinganya dari luarnya, kemudian mengambil air dengan kedua tangannya dan menuangkannya kepada kedua kakinya yang masih mengenakan sandal, kemudian membalikkan kaki kanannya, dan begitu juga dengan kaki yang lain seperti itu." Dia berkata: maka aku berkata: "Dengan memakai sandal?" Ali menjawab: "Ya, dengan memakai sandal." Aku bertanya lagi: "Dengan memakai sandal?" Dia menjawab: "Ya dengan memakai sandal." Aku bertanya lagi: "Dengan memakai sandal?" Dia menjawab: "Dengan memakai sandal."

【592】

Musnad Ahmad 592: Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] Telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari [Muhammad] dari ['Abidah] dari [Ali], dia berkata: Ketika disebut khawarij maka Ali berkata: "Diantara mereka ada seorang yang hilang atau kecil atau besar tangannya, seandainya bukan karena nanti kalian akan melampaui batas, pasti aku ceritakan kepada kalian apa yang Allah janjikan bagi orang-orang yang memerangi mereka atas dasar sabda Muhammad." Aku bertanya: "Apakah kamu mendengarnya langsung dari Muhammad?" Dia menjawab: "Ya demi Rabb pemilik ka'bah, ya demi Rabb pemilik Ka'bah, ya demi Rabb pemilik Ka'bah."

【593】

Musnad Ahmad 593: Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Amru Bin Murrah] dari [Abdullah Bin Salamah] dari [Ali] dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membacakan Al Qur'an kepada kami selama tidak junub."

【594】

Musnad Ahmad 594: Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Sa'id] dari [Sufyan] Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Umar Bin Ali Bin Abu Thalib] dari [Ali] dia berkata: Aku bertanya: "Wahai Rasulullah, apabila engkau mengutusku, apakah aku seperti kepingan uang dirham yang dipanaskan atau seperti orang yang hadir yang menyaksikan apa yang tidak disaksikan oleh orang yang ghaib (tidak hadir)?" Beliau menjawab: "Seperti orang yang hadir yang menyaksikan apa yang tidak disaksikan oleh orang yang tidak hadir."

【595】

Musnad Ahmad 595: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Syu'bah] Telah menceritakan kepada kami [Manshur] dia berkata: aku mendengar [Rib'i] berkata: aku mendengar [Ali] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah kalian berdusta atas namaku, karena barangsiapa berdusta atas namaku dia akan masuk Neraka."

【596】

Musnad Ahmad 596: Telah menceritakan kepada kami [Husain] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Manshur] dari [Rib'i Bin Hirasy], dia berkata: aku mendengar [Ali] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah kalian berdusta atas namaku, karena barangsiapa berdusta atas namaku maka ia akan masuk Neraka."

【597】

Musnad Ahmad 597: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Syu'bah] Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Al Munkadir] dari [Mas'ud Bin Al Hakam] dari [Ali], dia berkata: "Kami melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri dan kamipun berdiri kemudian beliau duduk maka kamipun duduk."

【598】

Musnad Ahmad 598: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Syu'bah] telah menceritakan kepadaku [Ali Bin Mudrik] dari [Abu Zur'ah] dari [Ibnu Nujai] dari [bapaknya] dari [Ali], dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: "Malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya terdapat orang yang junub, gambar dan anjing."

【599】

Musnad Ahmad 599: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Hisyam] Telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Jurai Bin Kulaib] dari [Ali], dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang berkurban dengan hewan yang tanduknya pecah dan telinganya sobek."

【600】

Musnad Ahmad 600: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Sufyan], telah menceritakan kepadaku [Sulaiman] dari [Ibrahim At Taimi] dari [Al Harits Bin Suwaid] dari [Ali], dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang dari Ad Dubba' dan Al Muzaffat." Abu Abdurrahman berkata: aku mendengar bapakku berkata: "Tidak ada hadits dari Ali yang lebih shahih di Kufah dari pada hadits ini."

【601】

Musnad Ahmad 601: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Mujalid] telah menceritakan kepadaku ['Amir] dari [Al Harits] dari [Ali] dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaknat sepuluh orang: pemakan riba, pemberi makannya, penulisnya, kedua saksinya, muhallil dan muhallal lahu, orang yang menolak membayar zakat, pembuat tato dan yang di tato."

【602】

Musnad Ahmad 602: Telah menceritakan kepadaku [Yahya] dari [Al A'masy] dari ['Amru Bin Murrah] dari [Abul Bakhtari] dari [Ali], dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengutusku ke Yaman ketika aku masih berusia muda." Ali berkata: kemudian aku berkata: "Engkau mengutusku kepada suatu kaum yang banyak permasalahan timbul diantara mereka, sementara aku tidak memiliki ilmu tentang perkara hukum." Maka beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah akan meluruskan lisanmu dan menetapkan hatimu." Ali berkata: "Maka setelah itu aku tidak merasa ragu untuk memutuskan perkara yang terjadi di antara dua orang."

【603】

Musnad Ahmad 603: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Syu'bah] Telah menceritakan kepada kami ['Amru Bin Murrah] dari [Abdullah Bin Salamah] dari [Ali], dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melewatiku, sedang aku dalam keadaan sakit, kemudian aku berdoa: "Ya Allah, jika ajalku telah tiba maka istirahatkanlah aku, akan tetapi apabila masih lama maka berilah aku kekuatan, dan jika ini merupakan suatu ujian maka berilah aku kesabaran." Ali berkata: maka beliau bertanya: "Apa yang kamu ucapkan?" Lalu aku mengulanginya kepada beliau, dan beliau memukulku dengan kakinya seraya mengulangi pertanyaannya: "Apa yang kamu ucapkan?" Lalu aku mengulanginya lagi, dan beliau membaca: "Ya Allah ampunilah dia." atau beliau bersabda: "Sembuhkanlah dia." Ali berkata: "Setelah itu aku tidak mengeluh kesakitan lagi." Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Amru Bin Murrah] dia berkata: aku mendengar [Abdullah Bin Maslamah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Aku mengeluh (sakit), kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melewatiku." Lalu dia menyebutkan makna hadits, akan tetapi dia mengatakan: "Ya Allah ampunilah dia ya Allah sembuhkanlah dia." maka aku tidak mengeluhkan sakit lagi setelah itu.

【604】

Musnad Ahmad 604: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Syu'bah] telah menceritakan kepadaku ['Amru Bin Murrah] dari [Abdullah Bin Salamah], dia berkata: Aku bersama dua orang laki-laki datang menemui Ali, kemudian dia berkata: "Pernah Rasulullah membuang hajat, kemudian beliau keluar dan membaca Al Qur'an, makan daging bersama kami dan tidak ada yang menghalanginya." Sepertinya [Ali] mengatakan: "(tidak ada) sesuatu yang menghalangi beliau dari membaca Al Qur'an kecuali junub."

【605】

Musnad Ahmad 605: Ahmad Bin Hambal berkata: Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Numair] Telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [Bapaknya] dari [Abdullah Bin Ja'far] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sebaik-baik wanita dunia dalah Maryam Binti Imran dan sebaik baik wanita dunia adalah Khadijah."

【606】

Musnad Ahmad 606: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] Telah menceritakan kepada kami [Abdul Malik] dari [Abu Abdurrahim Al Kindi] dari [Zadzan Abu Umar] dia berkata: Aku mendengar [Ali] meminta kesaksian orang-orang di halaman, dia berkata: "Siapakah yang menyaksikan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada hari Ghodir Khum dan beliau mengatakan apa yang beliau katakan?" Kemudian bangkitlah tiga belas orang laki-laki dan bersaksi bahwa mereka mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa menjadikan diriku sebagai walinya, maka Ali adalah walinya."

【607】

Musnad Ahmad 607: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari ['Adi Bin Tsabit] dari [Zirr Bin Hubaisy], dia berkata: [Ali] berkata: "Bahwa diantara apa yang dipesankan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepadaku adalah bahwa tidaklah ada orang yang membenciku kecuali dia seorang munafiq dan tidaklah ada yang mencintaiku kecuali dia seorang mukmin."

【608】

Musnad Ahmad 608: Telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] telah memberitakan kepada kami [Zaidah] Telah menceritakan kepada kami ['Atho' Bin As Sa`ib] dari [Bapaknya] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyiapkan (membekali) Fathimah berupa kain tebal, geriba, bantal dari kulit yang isinya dedaunan pohon idzkhir."

【609】

Musnad Ahmad 609: Telah menceritakan kepada kami [Asbath Bin Muhammad] Telah menceritakan kepada kami [Nu'aim Bin Hakim Al Mada`ini] dari [Abu Maryam] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Aku dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berjalan sehingga kami tiba di Ka'bah, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepadaku: "Duduklah!" Lalu beliau naik ke atas pundakku dan aku berdiri untuk menggendong beliau, namun ketika beliau melihat aku lemah (tidak kuat) beliau turun, dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mendudukkan dirinya untukku seraya berkata: "Silahkan naik ke atas pundakku!" Ali berkata: "Maka aku menaiki pundak beliau." Ali berkata: "Kemudian beliau berdiri menggendongku." Ali berkata: "Terbayang di pikiranku seandainya aku mau niscaya aku sampai ke atap langit, kemudian aku naik ke atas ka'bah dan di atasnya terdapat patung berwarna kuning atau tembaga, maka aku menghancurkan patung-patung yang ada disebelah kanannya, sebelah kirinya, dihadapannya dan dibelakangnya, sehingga ketika aku merobohkannya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadaku: "Lemparkan dia." Kemudian aku melemparkannya sehingga pecah seperti botol-botol yang pecah, lalu aku turun dan berjalan bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan tergesa-gesa sampai kami menghilang di perumahan karena khawatir bertemu dengan seseorang (melihat perbuatan kami)."

【610】

Musnad Ahmad 610: Telah menceritakan kepada kami [Fadlal Bin Dukain] Telah menceritakan kepada kami [Yasin Al 'Ijli] dari [Ibrahim Bin Muhammad Bin Al Hanafiyah] dari [bapaknya] dari [Ali] radliallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Al Mahdi adalah dari kami yaitu ahlul bait, Allah memperbaikinya dalam satu malam."

【611】

Musnad Ahmad 611: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin 'Ubaid] Telah menceritakan kepada kami [Hasyim Bin Al Barid] dari [Husain Bin Maimun] dari [Abdullah Bin Abdullah] seorang qadli daerah Ray, dari [Abdurrahman Bin Abu Laila], dia berkata: aku mendengar amirul mukminin [Ali] berkata: "Aku dan Fathimah berkumpul bersama Al 'Abbas serta Zaid Bin Haritsah di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian Al 'Abbas berkata: "Wahai Rasulullah usiaku semakin tua, tulang belulangku semakin rapuh dan beban hidupku semakin banyak, apabila engkau wahai Rasulullah hendak memerintahkanku dengan ini dan itu, mengumpulkan satu wasaq makanan, maka lakukanlah." Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Kami akan melakukannya." Kemudian Fathimah berkata: "Wahai Rasulullah, jika engkau hendak memerintahkanku sebagaimana yang engkau perintahkan kepada pamanmu, maka lakukanlah." Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Kami akan melakukan demikian." Kemudian Zaid Bin Haritsah berkata: "Wahai Rasulullah, dahulu engkau pernah memberiku sebidang tanah sebagai sumber penghasilan bagiku, kemudian engkau tarik kembali, seandainya engkau melihat hendak mengembalikannya kepadaku, maka lakukanlah." Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Kami akan lakukan demikian." kemudian Fathimah berkata: "Wahai Rasulullah, jika engkau melihat hendak memerintahkan kepadaku sebagaimana yang engkau perintahkan kepada pamanmu, maka lakukanlah." Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Kami akan lakukan demikian." Ali berkata: maka aku berkata: "Saya wahai Rasulullah, jika engkau melihat hendak menyerahkan Al Hak ini kepadaku, yang telah Allah jadikan bagi kami dalam Kitab-Nya (Al Qur'an) berupa harta Al humus (seperlima harta ghanimah), maka bagikanlah semasa engkau hidup, agar tidak ada seorangpun yang mempersengketakannya kepadaku sepeninggal engkau." Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Kami akan lakukan demikian." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyerahkannya kepadaku, kemudian aku membagikannya semasa hidup beliau, kemudian Abu Bakar menyerahkannya kepadaku, lalu aku membagikannya semasa Abu Bakar hidup. Kemudian Umar menyerahkannya kepadaku, lalu aku membagikannya semasa dia hidup, hingga tahun terakhir dari masa Umar di mana harta berdatangan semakin banyak."

【612】

Musnad Ahmad 612: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin 'Ubaid] Telah menceritakan kepada kami [Syurahbil Bin Mudrik Al Ju'fi] dari [Abdullah Bin Nujai Al Hadlrami] dari [bapaknya] dia berkata: [Ali] berkata kepadaku: "Dahulu aku punya kesempatan di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang tidak dimiliki oleh seorangpun dari makhluq, aku biasa mendatangi beliau di waktu sahur, kemudian mengucapkan salam kepada beliau sehingga beliau berdehem. pada suatu malam aku datang kepada beliau dan mengucapkan salam kepada beliau, aku mengucapkan: 'ASSALAAMU 'ALAIKA YA NABIYALLAH' kemudian beliau menjawab: "Tetap di tempatmu wahai Abu Hasan, sampai aku keluar menemuimu." Ketika beliau keluar menemuiku, aku bertanya: "Wahai Nabiyullah apakah ada seseorang yang membuatmu marah?" Beliau menjawab: "Tidak." aku bertanya: "Lalu mengapa pada malam-malam yang telah lalu engkau tidak berbicara kepadaku kemudian malam ini engkau berbicara kepadaku?" Beliau menjawab: "Aku mendengar ada gerakan di dalam kamar, kemudian aku bertanya: 'Siapa ini?' dia menjawab: 'Saya Jibril', aku berkata: 'Masuklah!' Namun dia menjawab: 'Tidak, akan tetapi keluarlah kamu (menemui) ku', ketika aku keluar, dia berkata: 'Sesungguhnya di dalam rumahmu ada sesuatu, yang membuat Malaikat tidak memasukinya selama masih ada di dalam rumah', aku bertanya: 'Aku tidak mengetahuinya wahai Jibril?' Dia menjawab: 'Pergilah dan lihatlah!' Lalu aku membuka (masuk) ke dalam rumah, akan tetapi aku tidak menemukan sesuatu di dalam rumah selain anak anjing yang biasa dimainkan oleh Al Hasan, aku berkata: 'Aku tidak dapatkan sesuatu selain anak anjing.' Dia berkata: 'Sesungguhnya ada tiga hal yang membuat para Malaikat tidak akan mungkin memasukinya selama masih ada di dalamnya, salah satunya adalah anjing atau junub atau gambar yang bernyawa.'"

【613】

Musnad Ahmad 613: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ubaid] Telah menceritakan kepada kami [Syurahbil Bin Mudrik] dari [Abdullah Bin Nujai] dari [Bapaknya] bahwa Dia berjalan bersama [Ali] radliyallahu 'anhu, dan dia adalah pembela Ali, ketika sampai di Niwaya dan dia sedang menuju ke Shifin, Ali menyeru: "Sabarlah wahai Abu Abdullah, sabarlah Abu Abdullah di tepi sungai Eufrat." Maka aku berkata: "Ada apa?" Dia berkata: Ali menjawab: "Aku berkunjung kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam suatu hari dan aku dapati kedua matanya berlinang air mata, maka aku bertanya: "Wahai Nabiyullah, tidak ada seorangpun yang membuat engkau marah, kenapa kedua matamu berlinang air mata?" Beliau menjawab: "Akan tetapi Jibril bergegas berdiri dari sisiku tadi, dia menceritakan kepadaku bahwa Al Husain akan terbunuh di tepi sungai Eufrat." Ali berkata: maka beliau bersabda: "Apakah kamu ingin mencium bau tanahnya?" Maka aku menjawab: "Iya." Maka beliau mengulurkan tangannya dan menggenggam segenggam tanah, kemudian memberikannya kepadaku, maka aku tidak kuasa untuk menahan kedua mataku berderai air mata."

【614】

Musnad Ahmad 614: Telah menceritakan kepada kami [Marwan Bin Mu'awiyah Al Fazari] telah memberitakan kepada kami [Al Azhar Bin Rasyid Al Kahili] dari [Al Khadir Bin Al Qawwas] dari [Abu Sukhailah] dia berkata: [Ali] berkata: "Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang ayat yang paling utama dalam kitabullah Ta'ala, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah menceritakannya kepada kami, (yaitu ayat): {Apa apa yang menimpa kalian berupa musibah, maka itu disebabkan oleh perbuatan tangan-tangan kalian dan Allah memaafkan kebanyakannya} (Asy Syura: 30), dan saya akan menafsirkannya kepadamu wahai Ali, {apa-apa yang menimpa kalian} berupa sakit, siksaan atau cobaan di dunia, {maka itu disebabkan oleh perbuatan tangan-tangan kalian} dan Allah Ta'ala maha pemurah dari hendak mengadzab dua kali kepada mereka ketika di akhirat, sedangkan apa-apa yang Allah maafkan di dunia, maka Allah Ta'ala maha lembut dari hendak kembali setelah memaafkannya."

【615】

Musnad Ahmad 615: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dan [Israil] dan [bapakku], dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim Bin Dlamrah] dia berkata: Kami bertanya kepada [Ali] tentang Shalat sunnah yang dilakukan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di siang hari, maka dia menjawab: "Kalian tidak akan mampu mengerjakannya." 'Ashim berkata: "Beritahukan saja kepada kami Shalat sunnah beliau, kami akan mengambil yang kami mampu." Ali berkata: "Kebiasaan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam apabila hendak melaksanakan Shalat fajar (shubuh), beliau menundanya sehingga apabila matahari terbit dari arah sini yaitu dari arah timur, ukurannya seperti Shalat Ashar ketika matahari dari arah sini yaitu dari arah barat, maka beliau melaksanakan Shalat dua rakaat. Kemudian beliau menunda sehingga apabila matahari terbit dari arah sini yaitu dari arah timur, ukurannya jika dari Shalat Dzuhur dari arah sini yaitu dari arah barat, kemudian beliau melaksanakan Shalat sunnah empat rakaat, dan empat rakaat sebelum dzuhur apabila matahari telah tergelincir, dan shalat dua rakaat setelah Shalat dzuhur, kemudian beliau melaksanakan Shalat sunnah sebelum Shalat Ashar empat rakaat pada setiap dua rakaat dipisah dengan salam kepada para Malaikat, para Nabi serta orang-orang yang mengikuti mereka dari kaum mukminin dan muslimin." Ashim berkata: Ali berkata: "Itulah enam belas rakaat Shalat sunnahnya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di siang hari dan sangat sedikit orang mampu menekuninya." Telah menceritakan kepada kami Waki' dari bapaknya dia berkata: Habib Bin Abu Tsabit berkata kepada Abu Ishaq ketika bercerita kepadanya: "Wahai Abu Ishaq haditsmu ini sama saja dengan memenuhi masjidmu dengan emas."

【616】

Musnad Ahmad 616: Telah menceritakan kepada kami [Aswad Bin Amir] dan [Husain] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali], dia berkata: "Pada setiap malam Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan witir baik di permulaan, pertengahan atau akhir malam, kemudian witir ditetapkan diakhir malam."

【617】

Musnad Ahmad 617: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim Bin Dlamrah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Witir bukan wajib seperti shalat wajib, akan tetapi dia merupakan sunnah yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sunnahkan."

【618】

Musnad Ahmad 618: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim Bin Dlamrah] dari [Ali], dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan Shalat witir di permulaan malam, akhir malam dan pertengahan malam, kemudian berakhir witirnya sampai waktu sahur."

【619】

Musnad Ahmad 619: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Haritsah Bin Mudlarrib] dari [Ali], dia berkata: "Sungguh aku melihat kami pada hari perang Badar, dan kami berlindung kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, sementara beliau berada paling dekat dengan musuh, dan beliau hari itu adalah orang yang paling pemberani."

【620】

Musnad Ahmad 620: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Abdul Malik Bin Muslim Al Hanafi] dari [bapaknya] dari [Ali], dia berkata: Seorang arab badui datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian berkata: "Wahai Rasulullah sesungguhnya kami berada di daerah pedalaman, lalu salah seorang dari kami mengeluarkan bau (kentut)." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla tidak malu dari kebenaran, apabila salah seorang melakukan itu, maka hendaknya dia berwudlu, dan janganlah kalian menggauli istri-istri kalian di belakang-belakang mereka." Dan kesempatan lain beliau bersabda: "Di dubur-dubur mereka"

【621】

Musnad Ahmad 621: Telah menceritakan kepada kami [Ishaq Bin Isa Ath Thabba'] telah menceritakan kepadaku [Yahya Bin Sulaim] dari [Abdullah Bin Utsman Bin Khutsaim] dari [Ubaidillah Bin Iyadl Bin 'Amru Al Qari] dia berkata: [Abdullah Bin Syaddad] datang kemudian menemui Aisyah, sementara kami sedang duduk-duduk di sisinya sepulangnya dari Iraq pada hari-hari terbunuhnya Ali, kemudian Aisyah bertanya kepadanya: "Wahai Abdullah Bin Syaddad, apakah kamu jujur kepadaku tentang apa yang aku tanyakan kepadamu, kamu menceritakan kepadaku tentang suatu kaum yang diperangi oleh Ali?" Abdullah menjawab: "Mengapa aku tidak jujur kepadamu?" Aisyah berkata: "Maka ceritkanlah kepadaku tentang cerita mereka!" Abdullah berkata: "Sesungguhnya ketika Ali mengadakan perjanjian dengan Mu'awiyah, dan dua orang sebagai hakim telah memutuskan, maka keluarlah dari Ali delapan ribu orang dari para Qori', dan mereka menetap di suatu tempat bernama Harura' terletak di sebelah Kufah, mereka mencela Ali dengan mengatakan: "Kamu telah melepas pakaian yang Allah Ta'ala pakaikan kepadamu, dan dari nama yang telah Allah Ta'ala berikan kepadamu, kemudian kamu bergegas menghukumi dengan atas agama Allah, padahal tidak ada hukum kecuali hukum Allah Ta'ala." Maka ketika berita tentang celaan mereka sampai kepada Ali dan mereka memisahkan diri darinya, maka [Ali] memerintahkan seseorang untuk menyerukan, agar tidak masuk ke Amirul Mukminin kecuali seseorang yang membawa Al Qur'an, dan ketika ruangan telah dipenuhi oleh para Qori' Al Qur'an, Ali meminta sebuah mushaf Imam besar, kemudian dia letakkan di kedua tangannya dan menekannya dengan tangannya seraya berkata: "Wahai Mushaf beritakan kepada orang-orang." Maka orang-orangpun menyerunya, mereka mengatakan: "Wahai Amirul Mukminin, mengapa kamu bertanya kepadanya, padahal dia hanyalah sebuah tulisan tinta pada lembaran kertas, dan kami berbicara berdasarkan apa yang diriwayatkan darinya kepada kami, lalu apa yang engkau maksud?" Ali menjawab: "Sahabat-sahabat kalian, yaitu mereka orang-orang yang keluar dariku, padahal diantara aku dan mereka ada kitabullah, Allah Ta'ala telah berfirman dalam kitab-Nya tentang seorang wanita dan laki laki: {Dan jika kalian khawatir akan terjadi perpecahan diantara keduanya, maka kirimkanlah seorang penengah dari keluarga laki-laki dan dari keluarga wanita, jika keduanya menghendaki islah (perdamaian) niscaya Allah akan mendamaikan keduanya}. Sedangkan darah Ummat Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam lebih besar dan lebih terhormat daripada hanya sekedar seorang lelaki dan seorang wanita, dan mereka dendam kepadaku karena aku mengadakan perjanjian dengan Mu'awiyah. Ali Bin Abu Thalib telah menulis perjanjian ketika datang kepada kami Suhail Bin 'Amru, dan kami pada saat itu bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di Hudaibiyah ketika beliau mengadakan perjanjian damai dengan kaumnya dari Quraisy, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menulis: "Bismillaahir rahmaanir rahiim." Maka Suhail berkata: "Jangan kamu tulis "Bismillaahir rahmaanir rahiim." Maka beliau bertanya: "Lalu apa yang kami tulis?" Suhail berkata: "Tulislah: bismika allahumma." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: "Tulislah Muhammad Rasulullah!" Maka Suhail berkata: "Seandainya aku tahu bahwa kamu adalah Rasulullah, niscaya saya tidak akan menyelisihimu." Kemudian beliau menulis: "Ini adalah perdamaian Muhammad Bin Abdullah dengan orang Quraisy." Allah Ta'ala berfirman dalam kitab-Nya: {Telah ada pada diri Rasulullah contoh teladan bagi kalian, bagi siapa yang berharap kepada Allah dan hari akhir.} Maka Ali mengutus Abdullah Bin Abbas kepada mereka (orang-orang khawarij), aku keluar bersama Abdullah Bin Abbas, ketika kami telah berada di tengah-tengah pasukan mereka, bangkitlah Ibnul Kawaa' dan berkhutbah di hadapan mereka dengan mengatakan: "Wahai para pembawa Al Qur'an, sesungguhnya ini adalah Abdullah Bin Abbas, barangsiapa belum mengenalnya, maka saya akan memperkenalkan dia dari kitabullah sehingga dapat mengenalnya, inilah diantara ayat yang diturunkan tentang dia dan kaumnya (suatu kaum yang berselisih) maka kembalikanlah kepada ahlinya dan janganlah kalian menguji dia tentang kitabullah." Kemudian para ahli khutbah mereka berdiri dan mengatakan: "Demi Allah, kami pasti akan menguji dia dengan kitabullah, jika dia datang dengan membawa Al Haq, maka kami mengenalnya dan pasti kami akan mengikutinya, akan tetapi apabila dia datang dengan membawa kebatilan, maka kami akan mencelanya atas kebatilannya." Kemudian mereka menguji Abdullah dengan Al Qur'an selama tiga hari, lalu empat ribu orang dari mereka kembali (kepada Al Haq), mereka semuanya bertaubat dan diantara mereka adalah Ibnul Kawwa' sehingga mengembalikan mereka kepada Ali di Kufah, kemudian Ali mengutusnya kepada sisanya (yang masih keluar dari Ali), maka Abdullah berkata: "Kalian telah saksikan perkara yang terjadi diantara kita dan orang-orang, maka berhentilah jika kalian menghendaki sehingga Ummat Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam bersatu, diantara kami dan kalian jangan saling menumpahkan darah yang haram, janganlah kalian menyamun atau mendhalimi orang yang ada ikatan perjanjian, sesunggunya jika kalian melakukannya, maka kami lakukan peperangan dengan kalian secara adil, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang khianat." Kemudian Aisyah bertanya: "Wahai Ibnu Syaddad, sungguh dia telah memerangi mereka?" Kemudian Abdullah Bin Syaddad menjawab: "Demi Allah, Ali tidak mengutus kepada mereka sehingga mereka menyamun, menumpahkan darah dan menghalalkan ahli Dzimmah." Kemudian Aisyah berkata: "Demi Allah?" Abdullah menjawab: "Demi Allah, yang tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Dia, itulah yang terjadi." Aisyah bertanya: "Lalu apa yang sampai kepadaku tentang ahli dzimmah? Mereka memperbincangkannya, mereka mengatakan: 'Pemilik buah dada pemilik buah dada.'" Abdullah berkata: "Sungguh aku melihatnya dan aku berdiri bersama Ali ketika berada di antara para korban, kemudian Ali memanggil orang-orang seraya berkata: "Apakah kalian mengenal orang ini? Alangkah banyaknya apa yang dia datangkan." Abdullah berkata: "Sungguh aku sering melihat dia melaksanakan Shalat di masjid fulan dan di masjid fulan." Dan orang-orang tidak mendatangkan sesuatu yang pasti yang dapat mengenalinya kecuali hanya itu." Lalu Aisyah bertanya: "Lalu apa yang dikatakan oleh Ali ketika dia berdiri di hadapannya sebagaimana anggapan penduduk Iraq?" Abdullah menjawab: aku mendengar dia mengatakan: "Maha benar Allah dan Rasul-Nya." Aisyah berkata: "Apakah kamu mendengar dia mengatakan sesuatu yang lain?" Abdullah menjawab: "Allahumma (demi Allah) tidak." Aisyah berkata: "Benar, maha benar Allah dan Rasul-Nya, semoga Allah merahmati Ali, sesungguhnya diantara ucapannya bahwa dia tidak melihat sesuatu yang membuat dia ta'ajub kecuali dia mengucapkan: "Maha benar Allah dan Rasul-Nya." Namun penduduk Iraq mendustakannya dan menambah nambahi kata katanya."

【622】

Musnad Ahmad 622: Telah menceritakan kepada kami [Mu'awiyah] Telah menceritakan kepada kami [Abu Ishaq] dari [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari [Abu Muhammad Al Hudzali] dari [Ali], dia berkata: Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di sisi jenazah, beliau bersabda: "Siapakah diantara kalian yang mau pergi ke Madinah, maka jangan meninggalkan patung kecuali menghancurkannya, jangan meninggalkan kuburan kecuali meratakannya dan jangan meninggalkan gambar melainkan melumurinya." Kemudian salah seorang lelaki berkata: "Saya wahai Rasulullah." Maka berangkatlah dia, akan tetapi dia takut terhadap penduduk Madinah dan kembali pulang. Kemudian Ali berkata: "Saya yang pergi wahai Rasulullah." Lalu beliau bersabda: "Berangkatlah!" Maka berangkatlah Ali lalu kembali pulang sambil berkata: "Wahai Rasulullah saya tidak meninggalkan patung kecuali menghancurkannya, tidak meninggalkan kuburan kecuali meratakannya dan tidak meninggalkan gambar melainkan melumurinya." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa kembali membuat sesuatu ini (patung, meninggikan kuburan dan membuat gambar), maka dia telah kafir terhadap wahyu yang telah diturunkan kepada Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam." Kemudian melanjutkan: "Janganlah kalian menjadi pembuat fitnah, angkuh dan juga pedagang kecuali pedagang yang baik, karena mereka adalah orang-orang yang tertinggal dalam masalah amal." Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari seorang lelaki penduduk `Bashrah -dan penduduk Bashrah memberinya kuniyah [Abu Muwarri'], Al Hakam berkata: "Sedangkan penduduk Kufah memberinya kuniyah Abu Muhammad- dia berkata: ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berada di sisi jenazah. kemudian dia menyebutkan hadits, akan tetapi dia tidak mengatakan dari Ali, dan beliau bersabda: "Jangan meninggalkan gambar melainkan melumurinya." Maka Ali berkata: "Aku tidak akan kembali kepadamu wahai Rasulullah sampai aku tidak meninggalkan gambar kecuali aku melumurinya." Kemudian beliau menjawab: "Janganlah kamu menjadi pembuat fitnah dan orang yang sombong."

【623】

Musnad Ahmad 623: Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim Bin Abu Al Abbas] Telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali], dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, Ali berkata: "Beliau mengerjakan shalat witir ketika adzan hendak dikumandangkan dan mengerjakan shalat sunnah dua rakaat (shalat sunnah fajar) ketika iqamah hendak dikumandangkan."

【624】

Musnad Ahmad 624: Telah menceritakan kepada kami [Khalaf Bin Al Walid] Telah menceritakan kepada kami [Abu Ja'far yaitu Ar Razi] dari [Hushain Bin Abdurrahman] dari [Asy Sya'bi] dari [Al Harits] dari salah seorang lelaki sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dia berkata: "Tidak ragu lagi bahwa dia adalah [Ali]." dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaknat pemakan riba, pemberinya, kedua saksinya dan penulisnya, dan melaknat pembuat tato dan yang minta dibuatkan, melaknat pelaku nikah muhallil dan muhallal lahu serta melaknat orang yang menolak berzakat, dan beliau melarang berbuat niyahah (meratapi mayit)."

【625】

Musnad Ahmad 625: Telah menceritakan kepada kami [Khalaf] Telah menceritakan kepada kami [Qais] dari [Al Asy'ats Bin Sawwar] dari ['Adi Bin Tsabit] dari [Abu zhabyan] dari [Ali], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Wahai Ali, jika kamu memerintah (memimpin) sepeninggalku, maka keluarkanlah penduduk Najran dari Jazirah Arab."

【626】

Musnad Ahmad 626: Telah menceritakan kepada kami [Khalaf] Telah menceritakan kepada kami [Abu Ja'far yaitu Ar Razi] dan [Khalid yaitu Ath Thahhan] dari [Yazid Bin Abu Ziyad] dari [Abdurrahman Bin Abu Laila] dari [Ali Bin Abu Thalib], dia berkata: "Aku adalah seorang yang sering keluar madzi, kemudian aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: maka beliau menjawab: "Adapun tentang mani maka harus mandi, sedangkan tentang madzi maka harus berwudlu."

【627】

Musnad Ahmad 627: Telah menceritakan kepada kami [Khalaf] Telah menceritakan kepada kami [Khalid] dari [Mutharrif] dari [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang seseorang meninggikan suaranya ketika membaca Al Qur'an baik sebelum maupun sesudah Isya, dikhawatirkan akan membuat salah teman-temannya yang sedang Shalat.

【628】

Musnad Ahmad 628: Telah menceritakan kepada kami [Khalaf] Telah menceritakan kepada kami [Khalid] dari ['Ashim Bin Kulaib] dari [Abu Burdah Bin Abu Musa] bahwa [Ali] berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Mohonlah petunjuk dan ketepatan kepada Allah Ta'ala, sebutlah petunjuk seperti petunjukmu jalan yang lurus dan sebutlah ketepatan seperti ketepatanmu melepas anak panah."

【629】

Musnad Ahmad 629: Telah menceritakan kepada kami Muhammad Bin Ash Shabbah, Abdullah berkata: dan Aku mendengarnya dari [Muhammad Bin Ash Shabbah] Telah menceritakan kepada kami [Isma'il Bin Zakaria] dari [Katsir An Nawwa'] dari [Abdullah Bin Mulail], dia berkata: aku mendengar [Ali] berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah seorang Nabi sebelumku kecuali telah diberi tujuh wakil, menteri dan dermawan. Dan sesungguhnya aku telah diberi empat belas menteri, wakil dan dermawan, tujuh dari Quraisy dan tujuh dari Muhajirin."

【630】

Musnad Ahmad 630: Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Adam] Telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Haritsah Bin Mudlarrib] dari [Ali], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengutusku ke Yaman, kemudian aku berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau mengutusku kepada suatu kaum yang lebih tua dariku untuk memutuskan perkara diantara mereka." Beliau menjawab: "Berangkatlah, karena Allah Ta'ala akan meneguhkan lisanmu dan menunjuki hatimu."

【631】

Musnad Ahmad 631: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Abdullah Bin Az Zubair] Telah menceritakan kepada kami [Aban yaitu Ibnu Abdullah] telah menceritakan kepadaku ['Amru Bin Ghuzai] telah menceritakan kepadaku [pamanku Ilba'] dari [Ali], dia berkata: "Seekor unta zakat berlalu melewati Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Ali berkata: Kemudian beliau menangkap dengan tangannya rambut dari samping unta, kemudian beliau berkata: "Aku tidaklah lebih berhaq dengan rambut ini dari seorang lelaki muslim."

【632】

Musnad Ahmad 632: Telah menceritakan kepada kami [Hasan Bin Musa] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] Telah menceritakan kepada kami [Al Harits Bin Yazid] dari [Abdullah Bin Jurair Al Ghafiqi] dari [Ali Bin Abu Thalib], dia berkata: "Ketika kami sedang melaksanakan Shalat bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, tiba-tiba beliau keluar (dari Shalatnya) sementara kami masih berdiri, kemudian beliau kembali dengan kepala meneteskan (air) dan beliau memimpin Shalat bersama kami kembali, lalu beliau bersabda: "Sesungguhnya aku teringat bahwa aku mengalami junub ketika aku berdiri melaksanakan Shalat sedangkan aku belum mandi, maka barangsiapa mengeluarkan angin dari perutnya (kentut) atau mengalami seperti yang aku alami, maka keluarlah (dari Shalat) sehingga selesai dari hajatnya atau mandinya kemudian kembali kepada Shalatnya." Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Ishaq] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari [Al Harits Bin Yazid] dari [Abdullah Bin Zurair] dari [Ali]. Kemudian dia menyebutkan hadits yang semisal dengannya.

【633】

Musnad Ahmad 633: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Abdullah] Telah menceritakan kepada kami [Ar Rabi' yaitu Ibnu Abu Shalih Al Aslami] telah menceritakan kepadaku [Ziyad Bin Abu Ziyad] Aku mendengar [Ali Bin Abu Thalib] bersaksi kepada orang-orang seraya mengatakan: "Aku bersaksi kepada Allah terhadap seorang lelaki muslim yang telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda pada hari Ghadir Khum tentang apa yang beliau sabdakan." Ziyad berkata: "Maka berdirilah dua belas orang ahli badar, mereka semuanya bersaksi."

【634】

Musnad Ahmad 634: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Abdullah] Telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali], dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaknat pelaku riba, pemakannya, penulisnya, kedua saksinya, dan pelaku muhallil dan muhallalah."

【635】

Musnad Ahmad 635: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id mantan budak Bani Hasyim] Telah menceritakan kepada kami [Isma'il Bin Muslim Al 'Abdi] Telah menceritakan kepada kami [Abu Katsir mantan budak Anshar] dia berkata: Pada waktu orang-orang Nahrawan terbunuh, aku bersama majikanku Ali Bin Abu Thalib, maka seakan-akan mereka marah karena terbunuhnya orang-orang mereka, maka [Ali] berkata: "Wahai manusia, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah menceritakan kepada kami suatu kaum yang keluar dari Islam, sebagaimana panah keluar dari busurnya, kemudian mereka tidak kembali kepada Islam selamanya sehingga panah kembali kepada busurnya, dan tanda-tandanya adalah diantara mereka ada seorang lelaki hitam, cacat tangannya dan salah satunya seperti payudara wanita yang memiliki mata seperti mata buah dada wanita, di sekitarnya ada rambut rambut kecil, maka carilah dia karena aku melihatnya ada diantara mereka." Kemudian mereka mencarinya dan mendapatkannya di tepi sungai di bawah tumpukan mayat, lalu mereka mengeluarkannya, maka bertakbirlah Ali seraya berkata: "Allah maha besar, maha benar Allah dan Rasul-Nya." dan sesungguhnya orang itu dalam keadaan menyelendangkan busurnya yang buatan arab, kemudian Ali mengambil busurnya dengan tangannya dan menusukkan ke tangannya yang cacat, maka Ali berkata: "Maha benar Allah dan Rasul-Nya." Maka orang-orang pun bertakbir ketika melihatnya dan bergembira serta hilanglah kemarahan yang ada dalam hati mereka.

【636】

Musnad Ahmad 636: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "(Hak) bagi seorang muslim dari muslim yang lainnya dalam kebaikan ada enam hal: mengucapkan salam apabila bertemu dengannya, menjawab do'a apabila dia bersin, menjenguknya apabila sakit, mendatangi undangannya apabila diundang, melayatnya ketika meninggal dan mencintainya seperti mencintai dirinya sendiri serta tulus kepadanya ketika tidak ada." Telah menceritakan kepada kami [Husain] Telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Al Harits]. Kemudian dia menyebutkan hadits yang semakna dengan sanad dan maknanya.

【637】

Musnad Ahmad 637: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Israil] Telah menceritakan kepada kami [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak akan terjadi kiamat sehingga salah seorang dari para sahabatku dicari-cari (kesalahannya), layaknya barang hilang yang dicari-cari, akan tetapi tidak menemukannya."

【638】

Musnad Ahmad 638: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Haritsah Bin Mudlarrib] dari [Ali], dia berkata: Pada hari perang Badar, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa diantara kalian yang dapat menawan salah seorang dari Bani Muththalib, maka sesungguhnya mereka (Bani Abdul Muththalib) keluar (berperang) karena dipaksa."

【639】

Musnad Ahmad 639: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Israil] Telah menceritakan kepada kami [Abdul A'la] dari [Abu Abdurrahman As Sulami] dari [Ali], dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: {Dan kamu menjadikan rizqi yang kamu terima dari Allah justru untuk mendustakan-Nya} (Al Waki'ah: 82). Beliau bersabda: "(Perbuatan) syirik kalian (kepada Allah) adalah (ucapan kalian) kami mendapat hujan karena angin ini dan ini dan karena bintang ini dan ini."

【640】

Musnad Ahmad 640: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Abdullah Bin Az Zubair] dan [Aswad Bin Amir] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali], dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengerjakan Shalat witir dengan membaca tujuh surat dari Al Mufashal (surat-surat pendek)." -Aswad berkata:- "Pada rakaat pertama beliau membaca: "Al haakumut takaatsur" dan "inna anzalnaahu fii lailatil qodri" serta "idzaa zulzilatil 'ardlu" kemudian pada rakaat kedua beliau membaca "wal 'ashri "dan "idzaa jaa'a nashrullaahi wal fath" serta "innaa a'thainaa kal kautsar." Sedangkan pada rakaat ke tiga beliau membaca "qul yaa ayyuhal kaafiruun" dan "tabbat yadaa abii lahabin" serta "qul huwallahu ahad."

【641】

Musnad Ahmad 641: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] aku mendengar [Abdul A'la] bercerita dari [Abu Jamilah] dari [Ali], bahwa Ada seorang budak wanita berzina kemudian dia hamil, maka Ali datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan menceritakannya, kemudian beliau berkata kepadanya: "Biarkan dia sampai melahirkan atau sampai mempunyai anak, kemudian deralah dia."

【642】

Musnad Ahmad 642: Telah menceritakan kepada kami [Hasyim] dan [Hasan] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Syaiban] dari ['Ashim] dari [Zirr Bin Hubaisy], dia berkata: Ibnu jurmuz meminta izin kepada Ali, kemudian [Ali] bertanya: "Siapakah orang ini?" Orang-orang menjawab: "Ibnu Jurmuz, dia meminta izin." Kemudian Ali berkata: "Izinkan dia, agar supaya si pembunuh Az Zubair masuk ke dalam neraka, sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya setiap Nabi memiliki hawariy (para pengikut setia) sedangkan pengikut setiaku adalah Az Zubair."

【643】

Musnad Ahmad 643: Telah menceritakan kepada kami [Mu'awiyah Bin 'Amru] Telah menceritakan kepada kami [Zaidah] dari ['Ashim] dari [Zirr Bin Hubaisy] dia berkata: Ibnu Jurmuz meminta izin kepada [Ali] dan saya berada di sisinya, kemudian Ali berkata: "Berikan kabar gembira kepada pembunuh anak Shafiyyah dengan api neraka." Kemudian Ali berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya setiap Nabi memiliki para pengikut setia dan pengikut setiaku adalah Az Zubair." Aku mendengar Sufyan menerangkan: "Al Hawary adalah penolong."

【644】

Musnad Ahmad 644: Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman Bin Daud] telah memberitakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] dia mendengar ['Ashim Bin Dlamrah] dari [Ali], Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa melaksanakan Shalat dluha.

【645】

Musnad Ahmad 645: Telah menceritakan kepada kami [Yunus Bin Muhammad] Telah menceritakan kepada kami [Hammad yaitu Ibnu Salamah] dari [Yunus Bin Khabbab] dari [Jarir Bin Hayyan] dari [bapaknya] bahwa [Ali] berkata: "Aku mengutusmu untuk suatu tugas sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengutusku, beliau memerintahkan kepadaku agar meratakan setiap quburan dan menghancurkannya."

【646】

Musnad Ahmad 646: Telah menceritakan kepada kami [Yunus] Telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Abdullah Bin Muhammad Bin 'Aqil] dari [Muhammad Bin Ali] dari [bapaknya] dia berkata: "Rasulullah adalah kepalanya besar, bola matanya besar, bulu mata alisnya lebat, merah matanya, jenggotnya lebat, kulitnya putih bercahaya, apabila berjalan condong ke depan seakan akan berjalan di ketinggian, apabila menoleh beliau menoleh dengan seluruh badannya, kedua telapak tangan dan kedua telapak kakinya kasar."

【647】

Musnad Ahmad 647: telah menceritakan kepadaku [Aswad Bin 'Amir] telah mengabarkan kepada kami [Abu Bakar] dari [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali], Bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan Shalat witir tiga rakaat.

【648】

Musnad Ahmad 648: Telah menceritakan kepada kami [Aswad] Telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali], dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membaca setelah berhadats sebelum menyentuh air." Dan mungkin saja Israil berkata dari seorang lelaki dari Ali dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

【649】

Musnad Ahmad 649: Telah menceritakan kepada kami [Aswad] Telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Musa Ash Shaghir Ath Thahhan] dari [Mujahid] dia berkata: [Ali] berkata: "Aku keluar menuju sebuah kebun." -Mujahid berkata: kemudian Ali berkata- "Aku (bekerja dengan) satu ember (diupah) dengan satu kurma, kemudian aku mengisi ember sehingga telapak tanganku penuh (dengan kurma), lalu aku pergi menuju air untuk meminum air tawar, kemudian aku datang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan memberikan sebagiannya (kurma) untuk dimakan beliau sedangkan sebagiannya lagi aku makan."

【650】

Musnad Ahmad 650: Telah menceritakan kepada kami [Hasyim Bin Al Qasim] Telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Jabir] dari [Muhammad Bin Ali] dari [bapaknya] dari [Ali] dia berkata: Seorang lelaki datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian dia berkata: "Sesungguhnya aku pernah bernadzar untuk menyembelih untaku begini dan begitu." Maka beliau berkata: "Adapun untamu maka sembelihlah, sedangkan begini dan begitu adalah dari Setan."

【651】

Musnad Ahmad 651: Telah menceritakan kepada kami [Abu Nuh yaitu Qurad] telah memberitakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu at Tayyah] aku mendengar [Abdullah Bin Abu Al Hudzail] bercerita dari [seorang lelaki dari Bani Asad] dia berkata: Ali Bin Abu Thalib keluar menemui kami, kemudian orang-orang bertanya kepadanya tentang Shalat witir, -lelaki tersebut berkata:- maka [Ali] menjawab: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepada kami untuk mengerjakan witir pada waktu seperti ini, tegakkan Shalat wahai Ibnu An Nabbah atau kumandangkan adzan atau kumandangkan iqamat."

【652】

Musnad Ahmad 652: Telah menceritakan kepada kami [Husain Bin Ali] dari [Zaidah] dari [Simak] dari [Hanas] dari [Ali], dia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepadaku: "Apabila datang kepadamu dua orang yang berselisih, maka jangan hanya mendengarkan perkataan orang pertama tetapi sampai kamu mendengar dari perkataan orang ke dua, maka kamu akan dapat melihat bagaimana memutuskannya." Hanas berkata: Ali berkata: "Maka setelah itu aku terus menjadi Qadli (hakim)."

【653】

Musnad Ahmad 653: Telah menceritakan kepada kami [Abu An Nadlar Hasyim Bin Al Qasim] Telah menceritakan kepada kami [Abu Sallam Abdul Malik Bin Muslim Al Hanafi] dari [Imran Bin Zhabyan] dari [Hakim Bin Sa'd Abu Yahya] dari [Ali], dia berkata: Apabila Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam hendak bepergian beliau berdo'a: "ALLAHUMMA BIKA ASHUULU WA BIKA AJUULU WA BIKA ASIIRU" (Ya Allah dengan (kekuasaan) Mu aku sampai, dengan nama-Mu aku berkeliling dan dengan-Mu aku berjalan).

【654】

Musnad Ahmad 654: Telah menceritakan kepada kami [Abu An Nadlar Hasyim] dan [Abu Daud] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Warqa'] dan [Abdul A'la Ats Tsa'labi] dari [Abu Jamilah] dari [Ali], dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berbekam, kemudian beliau memerintahkan aku agar memberi upah tukang bekamnya."

【655】

Musnad Ahmad 655: Telah menceritakan kepada kami [Bakar Bin Isa Ar Rasibi] Telah menceritakan kepada kami [Umar Bin Al Fadlal] dari [Nu'aim Bin Yazid] dari [Ali Bin Abu Thalib] dia berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku untuk membawakan kepadanya sabaq (batu tulis) untuk menulis di dalamnya perkara yang membuat ummatnya tidak tersesat sepeninggalnya." Ali berkata: "Maka aku khawatir kehilangan beliau." Ali berkata: aku berkata: "Aku akan menghafalnya dan memahami." Beliau bersabda: "Aku berwasiat tentang Shalat, zakat dan sesuatu yang kalian miliki berupa budak-budak kalian."

【656】

Musnad Ahmad 656: Telah menceritakan kepada kami [Hujain] Telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Abdul A'la] dari [Abu Abdurrahman] dari [Ali Bin Abu Thalib], dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Barangsiapa berdusta atas namaku dalam mimpinya, maka akan dibebankan kepadanya untuk menghitung biji-biji gandum pada hari Kiamat."

【657】

Musnad Ahmad 657: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Muhammad Bin Abu Bakar Al Muqaddami] Telah menceritakan kepada kami [Fudlail Bin Sulaiman] yaitu An Numairi, Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Abu Yahya] dari ['Iyas Bin 'Amru Al Aslami] dari [Ali Bin Abu Thalib], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya akan terjadi perpecahan atau perkara sepeninggalku, jika kamu mampu untuk berlaku damai maka lakukanlah."

【658】

Musnad Ahmad 658: telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Ja'far al Warkani] dan [Isma'il bin Yunus as Suddi], dan telah menceritakan kepada kami [Zakaria bin Yahya Rahmawaih] mereka berkata: telah memberitakan kepada kami [Syarik] dari [Abu Ishaq] dari [Sa'id bin Dzi Huddan] dari [Ali], dia berkata: "Sesungguhnya Allah menamakan perang berdasarkan lisan NabiNya dengan tipu daya." Rahmawaih berkata di dalam hadits yang dia riwayatkan: "Berdasarkan lisan Nabi kalian."

【659】

Musnad Ahmad 659: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku bapakku dan [Ubaidullah Bin Umar Al Qawariri] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman Bin Mahdi] dari [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [Sa'id Bin Dzi Huddan] dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Orang] yang mendengar [Ali] berkata: "Perang itu adalah tipu daya berdasarkan lisan Nabi kalian shallallahu 'alaihi wa sallam."

【660】

Musnad Ahmad 660: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Ishaq Bin Isma'il] Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin 'Abbad] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abdul Malik Bin Maisarah] yang telah mendengar [Zaid Bin Wahab] dari [Ali], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mendapat hadiah kain yang terbuat dari sutra, kemudian dikirimkan kepadaku dan aku membawanya, maka aku mengetahui dari wajahnya bahwa beliau marah, maka aku bagikan kepada kerabat wanitaku."

【661】

Musnad Ahmad 661: Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Al Walid] dan [Abu Ahmad Az Zubairi] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abdul A'la] dari [Abu Abdurrahman] dari [Ali Bin Abu Thalib], -Sufyan berkata: aku tidak mengetahuinya kecuali telah di sambungkan kepada Rasulullah- bahwa beliau bersabda: "Barangsiapa berdusta dengan mimpinya, maka akan dibebankan kepadanya pada hari Kiamat untuk menghitung biji gandum." Abu Ahmad berkata: "Aku mengira hadits ini dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam."

【662】

Musnad Ahmad 662: Telah menceritakan kepada kami [Hujain Bin Al Mutsanna] Telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Abdul A'la] dari [Abu Abdurrahman] dari [Ali], dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyambung puasa sampai sahur."

【663】

Musnad Ahmad 663: Telah menceritakan kepada kami [Rauh] Telah menceritakan kepada kami [Usamah Bin Zaid] dari [Muhammad Bin Ka'ab Al Kurazhi] dari [Abdullah Bin Syaddad Bin Al Hadi] dari [Abdullah Bin Ja'far] dari [Ali Bin Abu Thalib], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengajariku (doa) apabila aku sedang dirundung kesulitan agar aku membaca: "LAA ILAAHA ILLALLAAHUL HALIIMUL KARIIM SUBHANALLAAHI WA TABAARAKALLAAHU RABBUL 'ARSYIL ADHIIM WALHAMDULILLAAHIRABBIL 'AALAMIIN" (Tidak ada tuhan yang berhak di sembah kecuali Allah yang maha lembut lagi maha pemurah, maha suci Allah pemberi berkah Rabb pemilik Arsy yang maha agung, dan segala puji bagi Allah Rabb semesta alam).

【664】

Musnad Ahmad 664: Telah menceritakan kepada kami [Ubaidah Bin Humaid] telah menceritakan kepadaku [Tsuwair Bin Abu Fakhitah] dari [Bapaknya] dia berkata: Abu Musa Al Asy'ari mengunjungi Hasan Bin Ali kemudian [Ali] masuk dan berkata: "Wahai Abu Musa Al Asy'ari, kamu datang untuk berkunjung atau menjenguk?" Maka Abu Musa menjawab: "Tidak, wahai Amirul Mukminin akan tetapi untuk menjenguk." Maka Ali berkata: Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah seorang muslim menjenguk muslim yang lain, kecuali tujuh puluh ribu Malaikat akan memohonkan kesejahteraan sejak dia berada di waktu shubuh sampai waktu sore, dan Allah Ta'ala akan menyediakan baginya sebuah parit di Surga." Maka kami bertanya: "Wahai Amirul Mukminin apakah parit itu?" Dia menjawab: "Sungai yang mengairi pohon kurma."

【665】

Musnad Ahmad 665: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Ali Bin Hakim Al Audi] telah memberitakan kepada kami [Syarik] dari [Utsman Bin Abu Zur'ah] dari [Zaid Bin Wahab] dia berkata: [Ali] mendatangi suatu kaum penduduk kota Bashrah dari kalangan orang Khawarij, diantara mereka ada seorang lelaki yang dipanggil dengan nama Ja'd Bin Ba'jah, kemudian dia berkata kepada Ali: "Takutlah kamu kepada Allah wahai Ali, karena sesungguhnya kamu adalah mayit." Maka Ali menjawab: "Akan tetapi terbunuh, pukulan mengenai ini kemudian mewarnai ini -yaitu jenggotnya dari kepalanya-, perkara yang telah dijanjikan dan keputusan yang telah ditetapkan, maka merugilah orang yang mendustakannya." Kemudian lelaki tersebut mencela Ali karena pakaiannya, maka Ali berkata: "Apa urusan kalian dengan pakaian, itu adalah lebih jauh dari kesombongan dan lebih pantas untuk diikuti oleh orang muslim."

【666】

Musnad Ahmad 666: Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] Telah menceritakan kepada kami [Bapakku] dari [Ibnu Ishaq] dia berkata: dan [Muhammad Bin Ka'ab Al Quradhi] menyebutkan dari [Al Harits Bin Abdullah Al A'war] dia berkata: "Sungguh aku akan mendatangi Amirul Mukminin dan menanyakan padanya tentang sesuatu yang aku dengar di waktu isya." Dia berkata: "Maka aku mendatanginya setelah Shalat Isya dan menemuinya." Kemudian dia menyebutkan hadits, maka [Ali] berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jibril mendatangiku dan berkata: 'Wahai Muhammad sesungguhnya ummatmu beselisih sepeninggalmu." Nabi bersabda: "Aku tanyakan padanya: 'Maka apa solusinya wahai Jibril?' Jibril menjawab: 'Kitabullah yang dengannya Allah membinasakan setiap penguasa dhalim, barangsiapa berpegang teguh dengannya maka dia akan selamat dan barangsiapa meninggalkannya maka dia akan binasa dua kali, itulah perkataan yang jelas dan lugas yang tidak mengandung senda gurau, yang tidak lagi diperselisihkan oleh lisan dan tidak akan punah keajaibannya, di dalamnya terdapat kisah orang terdahulu, yang memutuskan perkara diantara kalian dan berisi berita tentang apa yang akan terjadi setelah kalian.'"

【667】

Musnad Ahmad 667: Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] Telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Ibnu Ishaq] telah menceritakan kepadaku [Hakim Bin Hakim Bin 'Abbad Bin Hunaif] dari [Muhammad Bin Muslim Bin Ubaidillah Bin Syihab] dari [Ali Bin Husain] dari [bapaknya] dari kakeknya [Ali Bin Abu Thalib], dia berkata: "Pada suatu malam Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam datang menemui aku dan Fathimah, kemudian beliau membangunkan kami untuk Shalat." Ali berkata: "Kemudian beliau kembali pulang ke rumahnya dan melaksanakan Shalat malam dalam waktu yang cukup lama." Ali berkata: "Kemudian tidak terdengar suara lagi oleh kami." Ali berkata: "Lalu beliau kembali datang kepada kami untuk membangunkan, seraya berkata: "Bangunlah kalian berdua dan Shalatlah!" Ali berkata: Maka aku terduduk sambil mengucek-ngucek mataku dan berkata: "Sesungguhnya kami, demi Allah, tidak akan shalat kecuali menurut apa yang telah ditetapkan bagi kami, bahwasannya jiwa kami berada di tangan Allah, jika menghendaki untuk membangunkan kami niscaya Dia membangunkan kami." Ali berkata: Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pergi dan membaca ayat sambil menepukkan tangannya ke pahanya: "Kami tidak akan Shalat kecuali menurut apa yang telah ditetapkan pada kami, kami tidak akan Shalat kecuali menurut apa yang telah ditetapkan pada kami. {Manusia adalah makhluq yang paling banyak membantah.}" (Al Kahfi: 54)

【668】

Musnad Ahmad 668: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami [Ahmad Bin Jamil Abu Yusuf] telah mengabarkan kepada kami [Yahya Bin Abdul Malik Bin Humaid Bin Abu Ghaniyyah] dari [Abdul Malik Bin Abu Sulaiman] dari [Salamah Bin Kuhail] dari [Zaid Bin Wahab], dia berkata: Ketika orang-orang khawarij keluar ke Nahrawan, [Ali] berdiri di hadapan para sahabatnya seraya berkata: "Sesungguhnya mereka adalah suatu kaum yang telah menumpahkan darah yang haram, mereka menyerbu ketika manusia sedang lengah dan mereka adalah musuh kalian yang paling dekat. Jika kalian berangkat menuju musuh-musuh kalian, maka aku takut apabila menyusul kalian dari belakang kalian, karena aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Akan keluar sekelompok dari ummatku, shalat kalian tidak ada apa-apanya dengan shalat mereka, puasa kalian tidak ada apa-apanya dengan puasa mereka, bacaan kalian tidak ada apa-apanya dengan bacaan mereka, mereka membaca Al Qur'an dan menyangka bahwa itu untuk mereka padahal sebenarnya ancaman bagi mereka, bacaan mereka tidak melebihi tenggorokan mereka dan mereka keluar dari Islam seperti lepasnya anak panah dari busurnya, tanda-tandanya adalah di antara mereka ada seorang lelaki yang berotot akan tetapi tidak memiliki lengan seperti puting payudara berambut putih, seandainya pasukan yang menyerang mereka tahu apa yang akan mereka peroleh melalui lisan Nabi mereka, niscaya mereka akan berpangku tangan kepada tugas ini, maka berangkatlah dengan nama Allah." Kemudian dia menyebutkan hadits yang panjang.

【669】

Musnad Ahmad 669: Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] Telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Ibnu Ishaq] telah menceritakan kepadaku [Yahya Bin 'Abbad Bin Abdullah Bin Az Zubair] dari [bapaknya] dari [Abdullah Bin Zubair] dia berkata: Demi Allah, kami bersama Utsman Bin Affan di Juhfah dan bersama dia sekelompok orang syam, diantara mereka ada Habib Bin Maslamah Al Fihri, tiba-tiba Utsman berkata dan disebutkan kepadanya Haji Tamatu' yaitu Umrah untuk Haji: "Sesungguhnya Haji dan Umrah yang paling sempurna adalah hendaknya keduanya tidak pada bulan-bulan Haji, seandainya kalian akhirkan umrah ini sampai kalian berziarah ke Rumah ini (Ka'bah) dua kali adalah lebih baik, karena sesungguhnya Allah Ta'ala telah membuka luas kebaikan." Sementara [Ali Bin Abu Thalib] sedang berada di tengah lembah menggembala untanya, kemudian disampaikanlah kepadanya apa yang dikatakan oleh Utsman, maka Ali datang kepadanya dan menemui Utsman, kemudian berkata: "Apakah kamu sengaja menyalahi Sunnah yang telah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sunnahkan dan keringanan yang telah Allah Ta'ala berikan kepada hamba-Nya dalam kitab-Nya, kamu persempit dan kamu larang mereka darinya, padahal mereka ada yang mempunyai keperluan mendesak dan tempat tinggal yang jauh sehingga berniat melaksanakan Umrah dan Haji sekaligus." Kemudian Utsman mendatangi manusia dan berkata: "Apakah aku melarang darinya, sesungguhnya aku tidak melarang darinya akan tetapi itu adalah pendapat yang aku utarakan, maka barangsiapa berkehendak silahkan mengambilnya dan barangsiapa tidak berkehendak tinggalkanlah."

【670】

Musnad Ahmad 670: Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] Telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Ibnu Ishaq] telah menceritakan kepadaku [Abdullah Bin Abi Salamah] dari [Mas'ud Bin Al Hakam Al Anshari] kemudian Az Zuraqi, dari [ibunya] bahwa dia bercerita kepadanya, dia berkata: Sepertinya aku melihat [Ali Bin Abu Thalib] berada di atas keledai milik Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang berwarna putih, ketika beliau berhenti di perkampungan Al Anshar pada waktu haji wada', dan dia berkata: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya hari ini bukanlah hari-hari untuk berpuasa, akan tetapi hari-hari untuk makan dan minum serta berdzikir."

【671】

Musnad Ahmad 671: Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] dan [Sa'd] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [bapaknya] dari [Abdullah Bin Syaddad] telah berkata Sa'd Bin Al Hadi: aku mendengar [Ali] berkata: "Aku tidak pernah mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengucapkan kepada salah seorang dengan menggabungkan bapak dan ibunya sekaligus kecuali kepada Sa'd Bin Abi Waqqas, sesungguhnya aku mendengar beliau bersabda pada saat perang Uhud: "Lemparlah wahai Sa'd tebusanmu adalah bapak dan ibuku."

【672】

Musnad Ahmad 672: Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] Telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Ibnu Ishaq] telah menceritakan kepadaku [Ibrahim Bin Abdullah Bin Hunain] dari [bapaknya] dia berkata: aku mendengar [Ali Bin Abu Thalib] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarangku, aku tidak mengatakan: 'beliau melarang kalian' dari memakai cincin yang terbuat dari emas, dari memakai Al Qosi (pakaian terbuat dari bahan sutra), Al Mu'ashfar (yang dilebur warna kuning) dan dari membaca ayat Al Qur'an ketika aku sedang ruku', dan beliau memberiku dua kain terbuat dari bahan sutra, kemudian aku keluar dengan mengenakannya, maka beliau berkata: "Wahai Ali, sesungguhnya aku memberikannya bukan untuk kamu pakai." Ali berkata: "Kemudian aku kembalikan kepada Fathimah, maka aku berikan kepadanya sebagian, dan sebagian yang lain dipakai untuk selimut kami berdua, namun aku menyobeknya menjadi dua." Ali berkata: Maka Fathimah berkata: "Celaka tanganmu wahai Ibnu Abu Thalib, apa yang kamu perbuat?" Ali berkata: Maka aku menjawab: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarangku dari memakainya, maka pakailah olehmu dan berikanlah kepada teman-temanmu."

【673】

Musnad Ahmad 673: Telah menceritakan kepada kami [Suraij Bin An Nu'man] Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim Bin Dlamrah] dari [Ali], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Aku telah bebaskan kalian dari (zakat) kuda dan budak, maka berikanlah zakat dari budak setiap empat puluh dirham satu dirham, pada setiap seratus sembilan puluh tidak ada zakatnya, dan apabila mencapai dua ratus maka zakatnya adalah lima dirham."

【674】

Musnad Ahmad 674: Telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad Az Zubairi] Telah menceritakan kepada kami [Ali Bin Shalih] dari [Abu Ishaq] dari ['Amru Bin Murrah] dari [Abdullah Bin Salamah] dari [Ali], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadaku: "Maukah aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat, yang apabila kamu membacanya niscaya (dosamu) akan diampuni meski sudah diampuni bagimu, yaitu: 'LAA ILAAHA ILLALLAHU AL HALIIMUL KARIIM LAA ILAAHA ILLAALLAHU AL 'ALIYYUL 'ADHIIM SUBHAANALLAHI RABBIL 'ARSYIS SAMAAWAATIS SAB'I WA RABBIL 'ARSYIL 'ADHIIM AL HAMDULILLAAHI RABBIL 'AALAMIIN" (tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, yang maha lembut dan maha pemurah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah yang maha tinggi dan maha agung, maha suci Allah Rabb pemilik Arsy langit yang ke tujuh dan Rabb pemilik Arsy yang maha agung, segala puji bagi Allah Rabb semesta alam).

【675】

Musnad Ahmad 675: Telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad] Telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Imran Bin Zhabyan] dari [Abu Tihya], dia berkata: Ketika Ibnu Muljim menusuk Ali satu kali tusukan, [Ali] berkata: Perlakukanlah dia sebagaimana ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam hendak memperlakukan seorang yang hendak membunuhnya, kemudian beliau berkata: "Bunuh dia kemudian bakarlah."

【676】

Musnad Ahmad 676: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Sabiq] Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim Bin Thahman] dari [Manshur] dari [Al Minhal Bin 'Amru] dari [Nu'aim Bin Dijajah], dia berkata: Abu Mas'ud Uqbah Bin 'Amru Al Anshari datang kepada Ali Bin Abu Thalib, kemudian [Ali] berkata kepadanya: "Kamukah yang berkata: tidak akan sampai pada manusia seratus tahun dan di atas muka bumi mata yang berkedip, akan tetapi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak akan sampai pada manusia seratus tahun dan di muka bumi mata yang berkedip dari orang yang hidup pada hari ini." Demi Allah, sesungguhnya harapan Ummat ini adalah setelah seratus tahun."

【677】

Musnad Ahmad 677: Telah menceritakan kepada kami [Mu'awiyah Bin 'Amru] dan [Abu Sa'id] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Za'idah] dari ['Atho' Bin As Sa`ib] dari [bapaknya] dari [Ali], dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mempersiapkan untuk Fathimah berupa kain yang tebal, geriba, bantal dari kulit yang berisi dari idzkhir (jenis tumbuhan yang baunya wangi)." Abu Sa'id berkata: "Serabut"

【678】

Musnad Ahmad 678: Telah menceritakan kepada kami [Husain Bin Muhammad] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Salamah] dan [Al Mujalid] dari [Asy Sya'bi] bahwa keduanya mendengarnya bercerita bahwa Ketika [Ali] merajam seorang wanita dari penduduk Kufah, dia menderanya hari kamis dan merajamnya pada hari Jum'at, kemudian dia berkata: "Aku menderanya dengan kitabullah dan merajamnya dengan sunnah Nabi Allah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【679】

Musnad Ahmad 679: Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman Bin Daud] Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] yaitu Ibnu Abi Zinad, dari [Musa Bin 'Uqbah] dari [Abdullah Bin Al Fadlal Bin Abdurrahman Bin Fulan Bin Rabi'ah Bin Al Harits Bin Abdul Muthallib Al Hasyimi] dari [Abdurrahman Al A'raj] dari [Ubaidullah Bin Abu Rafi'] dari [Ali Bin Abu Thalib] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa Apabila beliau berdiri untuk melaksanakan Shalat fardlu beliau bertakbir dan mengangkat kedua tangannya sampai sejajar dengan kedua bahunya, dan beliau melakukan seperti itu apabila selesai dari bacaannya dan hendak ruku' dan melakukannya apabila mengangkat kepalanya dari ruku' kemudian beliau tidak mengangkat kedua tangannya dalam Shalatnya ketika duduk, dan apabila bangun dari dua sujud beliau juga mengangkat kedua tangannya dan bertakbir."

【680】

Musnad Ahmad 680: Telah menceritakan kepada kami [Ali Bin Hafsh] telah memberitakan kepada kami [Warqa`] dari [Manshur] dari [Al Minhal] dari [Nu'aim Bin Dijajah] dia berkata: Abu Mas'ud datang menemui Ali, kemudian [Ali] berkata: "Kamukah yang mengatakan: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak akan sampai pada manusia seratus tahun dan di muka bumi ada jiwa yang bernafas." Akan tetapi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak akan sampai pada manusia seratus tahun dan di muka bumi ada jiwa yang bernafas dari orang yang hidup pada hari ini." Dan sesungguhnya harapan Ummat ini setelah seratus tahun."

【681】

Musnad Ahmad 681: Telah menceritakan kepada kami [Ali Bin Ishaq] telah memberitakan kepada kami [Abdullah] Telah menceritakan kepada kami [Al Hajjaj Bin Arthah] dari ['Atho' Al Khurasani] bahwa dia telah menceritakannya dari [mantan budak milik istrinya] dari [Ali Bin Abu Thalib], dia berkata: "Apabila datang hari Jum'at, setan-setan keluar untuk mengikat manusia ke pasar-pasar mereka dan mereka membawa bendera, sementara para Malaikat duduk di pintu-pintu masjid mencacat manusia berdasarkan tingkatan mereka yang lebih awal dan orang yang Shalat dan berikutnya sampai Imam keluar, maka barangsiapa mendekat kepada imam kemudian diam atau mendengar dan tidak lalai maka baginya dua bagian pahala, dan barangsiapa menjauh dari imam kemudian mendengar dan diam dan tidak lalai maka baginya satu bagian dari pahala, dan barangsiapa mendekat kepada imam kemudian lalai dan tidak diam serta tidak mendengarkan maka baginya dua bagian dari dosa, dan barangsiapa menjauh dari imam kemudian lalai dan tidak diam serta tidak mendengarkan, maka baginya satu bagian dari dosa, dan barangsiapa berkata: "diam" berarti dia telah berbicara, maka barangsiapa berbicara berarti Shalat jum'atnya batal." Kemudian Ali berkata: "Demikian aku mendengar dari Nabi kalian shallallahu 'alaihi wa sallam."

【682】

Musnad Ahmad 682: Telah menceritakan kepada kami [Khalaf Bin Al Walid] Telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali], dia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga salah seorang lelaki dari para sahabatku dicari-cari (kesalahannya) layaknya barang hilang yang dicari, akan tetapi tidak menemukannya."

【683】

Musnad Ahmad 683: Telah menceritakan kepada kami [Khalaf Bin Al Walid] Telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali], dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melaknat pelaku riba, yang memakannya, kedua saksinya dan muhallil dan muhallal lah."

【684】

Musnad Ahmad 684: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Abu Ishaq] dia berkata: aku mendengar [Hubairah] berkata: aku mendengar [Ali] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang atau Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarangku memakai cincin yang terbuat dari emas, Al Qosi (pakaian yang terbuat dari bahan sutera) dan Al Mitsaroh (kain penutup pelana yang terbuat dari sutra)."

【685】

Musnad Ahmad 685: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] Telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] Telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari [Ikrimah] dari [Ali Bin Abu Thalib] dari Nabi Salallahu 'Alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Budak Al Mukatab dipenuhi sesuai apa yang dapat dia tuanaikan."

【686】

Musnad Ahmad 686: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Zubaid Al Iyami] dari [Sa'd Bin Ubaidah] dari [Abu Abdurrahman] dari [Ali] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengutus sekelompok pasukan, dan beliau menunjuk seorang lelaki sebagai pemimpin mereka, kemudian sang pemimpin menyalakan api dan berkata: "Masuklah kalian semua (ke dalam api)." Maka pasukannya hendak memasuki api tersebut, sedangkan yang lain berkata: "Bahwasanya kita lari dari api." Kemudian kejadian tersebut disampaikan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda kepada orang-orang yang hendak memasukinya: "Seandainya kalian memasukinya maka kalian akan tetap di dalamnya sampai hari Kiamat." Dan beliau berkata kepada yang lainnya dengan perkataan yang baik seraya bersabda: "Tidak ada keta'atan dalam bermaksiat kepada Allah, ketaatan itu hanya dalam hal yang makruf."

【687】

Musnad Ahmad 687: Telah menceritakan kepada kami [Wahab Bin Jarir] Telah menceritakan kepada kami [bapakku] aku mendengar [Al A'masy] bercerita dari ['Amru Bin Murrah] dari [Abul Bakhtari] dari [Ali] dia berkata: [Umar Bin Khaththab] berkata dihadapan manusia seraya bertanya: "Apa pendapat kalian terhadap kelebihan harta yang ada pada kita?" Mereka menjawab: "Wahai Amirul Mukminin, kami telah menyibukkanmu dari keluargamu, pekerjaanmu dan perdaganganmu maka harta itu menjadi bagianmu." Maka Umar bertanya kepadaku: "Apa pendapatmu?" Aku menjawab: "Mereka telah bermusyawarah untukmu." Maka ia bertanya lagi: "Katakan." Aku jawab: "Jangan kamu jadikan keyakinanmu keraguan." Maka dia berkata lagi: "Kamu harus mengeluarkan pendapatmu." Aku menjawab: "Tentu, demi Allah, pasti aku akan mengutarakannya, ingatkah kamu ketika Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengutusmu untuk mengumpulkan zakat kemudian kamu mendatangi Abbas Bin Abdul Muththalib dan dia menolak kamu untuk membayar zakatnya, maka timbullah di hati kalian sesuatu, kemudian kamu berkata kepadaku: "Mari berangkat bersamaku menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam." Dan kita mendapati beliau dalam keadaan cemberut maka kami kembali, kemudian pagi harinya kita datang kepada beliau dan mendapatinya dalam keadaan berseri-seri, maka kita ceritakan apa yang telah dilakukan oleh Abbas, maka beliau berkata: "Tidakkah kamu tahu bahwa paman seseorang itu bagian dari bapaknya?" Kemudian kita sampaikan kepada beliau apa yang kita lihat dari muka beliau yang cemberut pada hari pertama dan berseri-seri pada hari yang kedua, maka beliau menjawab: "Ketika kalian mendatangiku pada hari pertama zakat yang tersisa padaku tinggal dua dinar maka kalian lihat mukaku cemberut, kemudian kalian datang hari ini dan aku telah menyedekahkan kedua dinar tersebut, maka kejadian itulah yang membuat kalian melihatku berseri-seri." Maka Umar berkata: "Engkau benar, demi Allah aku berterima kasih kepada engkau didunia dan akhirat."

【688】

Musnad Ahmad 688: Telah menceritakan kepada kami [Yunus] Telah menceritakan kepada kami [Laits] dari [Ibnu 'Ajlan] dari [Muhammad Bin Ka'b Al Qurazhi] dari [Abdullah Bin Syaddad Bin Al Had] dari [Abdullah Bin Ja'far] dari [Ali Bin Abu Thalib], dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mentalqinku (menuntun membaca) beberapa kalimat dan beliau memerintahkan apabila aku tertimpa kesempitan atau kesulitan agar aku membacanya, yaitu kalimat: "LAA ILAAHA ILLALLAHUL KARIIM AL HALIIM SUBHAANAHU WA TABAARAKALLAHU RABBUL 'ARSYIL 'ADHIIM WAL HAMDULILLAAHI RABBIL 'AALAMIIN" (tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah yang maha pemurah dan maha lembut, maha suci Dia dan maha suci Allah, Rabb Arsy yang agung dan segala puji bagi Allah Rabb semesta alam).

【689】

Musnad Ahmad 689: Telah menceritakan kepada kami [Hasan Bin Musa] Telah menceritakan kepada kami [Hammad Bin Salamah] dari ['Atho' Bin As Sa`ib] dari [Zadzan] dari [Ali] dia berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa menyisakan bagian sebesar rambut tidak terkena air padahal dia junub, maka Allah Ta'ala akan memperlakukannya begini dan begini dari api neraka." Ali berkata: "Oleh karena itu aku tidak menyukai rambutku (panjang)."

【690】

Musnad Ahmad 690: Telah menceritakan kepada kami [Hasan Bin Musa] Telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Abdullah Bin Muhammad Bin Aqil] dari [Muhammad Bin Ali Bin Al Hanafiyah] dari [bapaknya] dia berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dikafani dengan tujuh kain."

【691】

Musnad Ahmad 691: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz Bin Abdullah Al Majisyun] Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Al Fadlal] dan [Al Majisyun] dari [Al A'raj] dari [Ubaidullah Bin Rafi'] dari [Ali Bin Abu Thalib], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam apabila selesai bertakbir, beliau membaca doa iftitah kemudian berdoa: "Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang telah menciptakan langit-langit dan bumi dalam keadaan lurus lagi berserah diri, dan aku tidak termasuk golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah rabb semesta alam. Tidak ada sekutu baginya, dengan itu aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang yang beriman." [Abu Nazhar] berkata: "Dan aku orang pertama yang berserah diri. Ya Allah, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkau rabbku dan aku hambaMu, aku telah berbuat dhalim terhadap diriku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah semua dosa-dosaku, karena tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau, dan tunjukilah aku kepada sebaik-baik akhlaq, karena tidak ada yang menunjukan kepada sebaik-baik akhlaq kecuali Engkau, dan hindarkan dariku keburukannya, karena tidak ada yang dapat menghindarkan dari keburukannya kecuali Engkau, Maha suci Engkau dan maha tinggi, aku memohon ampun kepadaMu dan bertaubat kepadaMu." Dan apabila beliau ruku' beliau membaca: "Ya Allah kepadaMu aku ruku' kepadaMu aku beriman, kepadaMu aku berserah diri, kepadaMu pendengaranku, penglihatanku, otakku, tulangku dan ototku khusu'." Dan apabila beliau mengangkat kepalanya dari ruku' beliau mengucapkan: "Allah maha mendengar terhadap orang yang memujinya. Wahai Rabb kami, segala puji bagiMu sepenuh langit dan bumi dan sepenuh ruang diantara keduanya, serta sepenuh apa yang Engkau kehendaki dari sesuatu setelah itu." Dan apabila beliau sujud beliau membaca: "Ya Allah kepadaMu aku bersujud, kepadaMu aku beriman, kepadaMu aku berserah diri, wajahku bersujud kepada Dzat yang telah menciptakannya dan membentuknya kemudian memperindah bentuknya, maka terbuka pendengaran dan penglihatannya. Maha suci Allah sebaik-baik pencipta." Kemudian apabila beliau salam mengakhiri Shalat, beliau membaca: "Ya Allah ampunilah dosa dosaku yang terdahulu maupun yang akan datang, yang aku sembunyikan ataupun yang aku tampakkan, yang aku lakukan secara berlebihan, dan dosa-dosa yang Engkau lebih mengetahuinya dariku, Engkaulah yang paling awal dan paling terakhir, tidak ada tuhan kecuali Engkau."

【692】

Musnad Ahmad 692: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Fithr] dari [Al Mundzir] dari [Ibnu Al Hanafiyah], dia berkata: [Ali] berkata: "Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika sepeninggalmu aku memperoleh seorang anak laki-laki kemudian aku beri nama dengan namamu dan aku beri kuniyah dengan kuniyahmu?" Beliau menjawab: "Ya." Itu merupakan keringanan dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk Ali.

【693】

Musnad Ahmad 693: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari ['Adi Bin Tsabit] dari [Zirr Bin Hubaisy] dari [Ali], dia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mewasiatkan kepadaku: "Bahwa tidak akan mencintaimu kecuali seorang mukmin dan tidak akan membencimu kecuali seorang munafiq."

【694】

Musnad Ahmad 694: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Salamah] dari [Hujaiyyah] dari [Ali], dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepada kami agar mengecek bagian mata (hewan) dan telinganya."

【695】

Musnad Ahmad 695: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Muslim Al Bathin] dari [Ali Bin Al Husain] dari [Marwan Bin Al Hakam] dia berkata: Kami berjalan bersama Utsman, tiba-tiba seorang lelaki melambaikan kedua tangannya kepada kami, kemudian Utsman bertanya: "Siapa ini?" Para sahabat menjawab: "Ali." Kemudian Utsman bertanya lagi: "Apakah kamu tidak tahu bahwa saya telah melarang ini?" [Ali] menjawab: "Ya, akan tetapi aku tidak akan meninggalkan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam karena perkataanmu."

【696】

Musnad Ahmad 696: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Salamah Bin Kuhail] dari [Hujaiyah] dia berkata: Seseorang bertanya kepada [Ali] tentang (berkurban) dengan sapi, maka dia menjawab: "Boleh untuk tujuh orang." Lalu dia bertanya lagi: "Kalau tanduknya pecah?" Ali menjawab: "Tidak berpengaruh." Dia bertanya lagi: "Kalau pincang?" Ali menjawab: "Apabila telah sampai di tempat penyembelihan maka sembelihlah, karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah memerintahkan kami untuk mengecek bagian mata (hewan) dan telinganya."

【697】

Musnad Ahmad 697: Telah bercerita kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Jarir Bin Hazim] dan [Abu 'Amru Bin Al 'Atho'] dari [Ibnu Sirin] keduanya mendengarnya dari ['Abidah] dari [Ali], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Akan muncul suatu kaum di antara mereka ada seorang lelaki yang tangannya pendek, atau tangannya kecil atau tangannya buntung." Seandainya bukan karena kalian nanti akan berbuat melampaui batas, niscaya akan aku kabarkan kepada kalian tentang janji Allah kepada orang-orang yang membunuh mereka, melalui lisan Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam." Abidah berkata: Aku bertanya kepada Ali: "Apakah kamu telah mendengarnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" Dia menjawab: "Ya, demi Rabb pemilik Ka'bah, ya, demi Rabb pemilik Ka'bah, ya, demi Rabb pemilik Ka'bah."

【698】

Musnad Ahmad 698: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abdul A'la Ats Tsa`labi] dari [Abu Jamilah Ath Thuhawi] dari [Ali], bahwa Salah seorang budak Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan perbuatan dosa (berzina), kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar menegakkan hukum had atasnya, lalu aku menemuinya dan aku dapati darahnya belum kering (masih dalam kondisi nifas), maka aku menemui beliau dan menceritakannya, kemudian beliau bersabda: "Apabila darahnya telah kering, maka tegakkanlah hukum had atasnya, tegakkanlah hukum-hukum had atas budak-budak yang kalian miliki."

【699】

Musnad Ahmad 699: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Abu Ishaq] dari ['Abdu Khair] dari [Ali], dia berkata: "Dahulu aku menganggap bahwa bagian bawah kedua kaki itu lebih berhak untuk diusap ketimbang bagian atasnya, sampai kemudian aku melihat bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengusap bagian atas keduanya."

【700】

Musnad Ahmad 700: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Utsman Ats Tsaqafi] dari [Salim Bin Abul Ja'd] dari [Ali] dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang kami dari mengawinkan himar dengan kuda."

【701】

Musnad Ahmad 701: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Seandainya aku mengangkat seseorang tanpa musyawarah, niscaya aku akan mengangkat Ibnu Ummi 'Abdi."

【702】

Musnad Ahmad 702: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari [Abdurrahman Bin Abu Laila] Telah menceritakan kepada kami [Ali], bahwa Fathimah mengadukan perihal tangannya yang lecet akibat mengaduk gandum kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, ketika itu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mendapat beberapa tawanan perang, maka Fathimah datang kepada beliau dan meminta seorang pelayan, tetapi dia tidak mendapatkannya, kemudian dia kembali. Ali berkata: Kemudian beliau datang kepada kami ketika kami sudah berbaring (di tempat tidur), maka akupun bangkit berdiri akan tetapi beliau berkata: "Kalian berdua tetaplah pada tempat kalian." Kemudian beliau datang dan duduk sampai aku mendapatkan dinginnya kedua telapak kaki beliau, lalu beliau bersabda: "Ketahuilah, aku tunjukkan kepada kallian sesuatu yang lebih baik bagi kalian berdua dari pada seorang pelayan, apabila kalian berdua hendak tidur maka bertasbihlah kepada Allah sebanyak tiga puluh tiga kali, bertahmidlah sebanyak tiga puluh tiga kali dan bertakbir sebanyak tiga puluh empat."

【703】

Musnad Ahmad 703: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Habib] dari [Abu Wa'il] dari [Abul Hayyaj Al Asadi] dia berkata: [Ali] berkata kepadaku: "Aku mengutusmu sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengutusku, yaitu agar supaya kamu tidak meninggalkan patung kecuali menghancurkannya dan tidak meninggalkan kuburan yang ditinggikan kecuali meratakannya."

【704】

Musnad Ahmad 704: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Tsuwair Bin Abu Fakhitah] dari [bapaknya] dari [Ali], dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyukai surat ini {sabbihisma rabbikal a'la} (Sucikanlah nama Tuhanmu yang Maha Tingi)." (Al A'la: 1)

【705】

Musnad Ahmad 705: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali], dia berkata: "Tiga orang datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian salah seorang dari mereka berkata: "Wahai Rasulullah aku punya seratus dinar kemudian aku sedekahkan sepuluh dinar darinya." Yang lain berkata: "Wahai Rasulullah aku punya sepuluh dinar kemudian aku sedekahkan darinya satu dinar." Dan yang lain berkata: "Aku punya satu dinar kemudian aku sedekahkan sepersepuluhnya." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Kalian semua di dalam pahala sama karena kalian bersedekah dengan sepersepuluh dari harta masing-masing."

【706】

Musnad Ahmad 706: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Al Mas'udi] dan [Mis'ar] dari [Utsman Bin Abdullah Bin Hurmuj] dari [Nafi' Bin Jubair Bin Muth'im] dari [Ali] dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memiliki kedua telapak tangan dan kedua telapak kaki yang kasar dan tulang belulangnya besar."

【707】

Musnad Ahmad 707: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Syarik] dari [Simak] dari [Hanasy] dari [Ali], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika dua orang yang berselisih duduk di hadapanmu, maka jangan berbicara sampai kamu mendengar dari orang kedua sebagaimana kamu mendengar dari orang pertama."

【708】

Musnad Ahmad 708: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah memberitakan kepada kami [Al Mas'udi] dari [Utsman Bin Abdullah Bin Hurmuz] dari [Nafi' Bin Jubair Bin Muth'im] dari [Ali], dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berpostur tidak terlalu tinggi, tidak terlalu pendek, bentuk kepalanya besar dan jenggotnya lebat, kedua telapak tangan dan kedua telapak kakinya kasar, wajahnya agak kemerahan, bulu rambut dadanya panjang, tulang belulangnya besar, dan apabila berjalan tegap seakan akan menuruni tempat yang rendah. Aku tidak pernah melihat orang seperti Beliau sebelum ataupun sesudahnya."

【709】

Musnad Ahmad 709: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Israil] dari [Tsuwair Bin Abu Fakhitah] dari [bapaknya] dari [Ali], dia berkata: "Kaisar Persia memberikan hadiah kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan beliau menerimanya, kemudian beliau mendapat hadiah dari kaisar Romawi dan menerimanya, kemudian beliau mendapat hadiah dari para raja dan beliau menerimanya dari mereka."

【710】

Musnad Ahmad 710: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] dari [Al Hajjaj] dari [Al Hakam] dari [Al Qasim Bin Mukhaimirah] dari [Syuraih Bin Hani'] dia berkata: Aku bertanya kepada Aisyah tentang mengusap kedua khuf, maka Aisyah menjawab: "Tanyakan kepada Ali, karena dia lebih tahu dari saya tentang ini, dia bepergian menyertai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Maka aku tanyakan kepada [Ali] dan dia menjawab: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bagi orang yang bepergian tiga hari tiga malam, dan bagi orang yang menetap satu hari satu malam." Telah menceritakan kepada kami [Yazid] dari [Hajjaj] dari [Abu Ishaq] dari [Ali Bin Rabi'ah] dari [Ali] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

【711】

Musnad Ahmad 711: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Muhammad Bin Ishaq] dari [Yazid Bin Abu Habib] dari [Abdul Aziz Bin Abu Ash Sha'bah] dari [Abdullah Bin Zurair Al Ghafiqi] dia berkata: aku mendengar [Ali] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengambil emas dengan tangan kanannya dan perak dengan tangan kirinya, kemudian mengangkat keduanya seraya bersabda: "Keduanya ini haram bagi kaum laki-laki dari ummatku."

【712】

Musnad Ahmad 712: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Hammad Bin Salamah] dari [Hisyam Bin 'Amru] dari [Abdurrahman Bin Al Harits Bin Hisyam] dari [Ali], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di akhir witirnya membaca: "Ya Allah sesungguhnya aku berlindung dengan Ridla-Mu dari murka-Mu, dan aku berlindung dengan ampunan-Mu dari siksa-Mu, dan aku berlindung kepada-Mu dari-Mu aku tidak mampu menghitung pujian kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau puji pada diriMu."

【713】

Musnad Ahmad 713: Telah menceritakan kepada kami [Yazid Bin Harun] Telah menceritakan kepada kami [Khalid Bin Abduillah] dari [Mutharrif] dari [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang suatu kaum saling mengeraskan bacaan Al Qur'an antara satu dengan yang lainnya di waktu maghrib dan Isya'.

【714】

Musnad Ahmad 714: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Syarik Bin Abdullah] dari [Abu Ishaq] dari [Ali Bin Rabi'ah] dia berkata: Aku melihat [Ali] diberi seekor hewan tunggangan, maka ketika dia meletakkan kakinya di kendaraannya dia mengucapkan: "Dengan menyebut nama Allah" dan ketika sudah duduk diatasnya dia mengucapkan: "Segala puji bagi Allah, maha suci Dzat yang telah menundukkan hewan ini bagi kami dan kami sebelumnya tidak mampu untuk menundukkannya, dan sesungguhnya kami kepada tuhan kami akan kembali." Kemudian bertahmid kepada Allah tiga kali, bertakbir tiga kali kemudian mengucapkan: "Maha suci Engkau yang tidak ada tuhan kecuali Engkau, aku telah berbuat dhalim kepada diriku, maka ampunilah aku." Kemudian dia tertawa, maka aku bertanya: "Apa yang membuatmu tertawa wahai Amirul Mukminin?" Dia menjawab: "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan seperti yang aku lakukan, kemudian beliau tertawa, sehingga aku bertanya kepada beliau: "Wahai Rasulullah apa yang membuat engkau tertawa?" Beliau menjawab: "Allah kagum dengan hamba-Nya yang apabila berdoa dia mengucapkan: "Ya Allah ampunilah aku." Dan Allah berfirman: "HambaKu tahu bahwa tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain aku."

【715】

Musnad Ahmad 715: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah bercerita kami [Hammad Bin Salamah] dari [Ya'la Bin 'Atho'] dari [Abdullah Bin Yasar] bahwa 'Amru Bin Huraits menjenguk Hasan Bin Ali kemudian Ali berkata kepadanya: "Apakah kamu menjenguk Hasan sementara dalam hatimu ada sesuatu?" Maka 'Amru menjawab: "Sesungguhnya kamu bukanlah Rabbku sehingga bisa membolak balikkan hatiku menurut kehendakmu." [Ali] berkata lagi: "Adapun hal itu tidak menghalangi kami dari menyampaikan nasihat kepadamu, aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah seorang muslim mengunjungi saudaranya kecuali Allah akan mengutus kepadanya tujuh puluh ribu Malaikat yang memohonkan kesejahteraan untuknya pada setiap waktu di siang hari sampai datang waktu sore, dan pada setiap waktu malam sampai datang waktu subuh." 'Amru berkata kepadanya: "Apa yang kamu katakan kepada orang yang berjalan mengiringi jenazah di depan atau belakangnya?" Maka Ali berkata: "Sesungguhnya keutamaan orang yang berjalan di belakangnya atas orang yang berjalan di depannya seperti keutamaan orang yang Shalat berjamaah dengan orang yang Shalat sendirian." 'Amru berkata: "Sesungguhnya aku melihat Abu Bakar dan Umar keduanya berjalan di depan jenazah." Ali berkata: "Sesungguhnya keduanya tidak suka mengganggu orang lain."

【716】

Musnad Ahmad 716: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abdul Malik Bin Maisarah] dari [Zaid Bin Wahab] dari [Ali Bin Abu Thalib], dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberiku sejenis mantel yang terbuat dari sutera, kemudian aku keluar dengan mengenakannya, namun aku melihat kemarahan di wajah beliau." Ali berkata: "Maka baju itu aku bagikan kepada para saudara-saudara perempuanku."

【717】

Musnad Ahmad 717: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Qatadah] dia berkata: telah berkata [Abdullah Bin Syaqiq] bahwa Utsman melarang melakukan tamattu', sedangkan Ali memerintahkannya, maka Utsman berkata kepada Ali: "Sesungguhnya kamu begini dan begini." Lalu [Ali] berkata: "Bukankah kamu telah mengetahui bahwa kita pernah melakukan tamattu' bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" Lalu Utsman menjawab: "Benar, akan tetapi ketika itu kita dalam keadaan takut melakukannya."

【718】

Musnad Ahmad 718: Telah menceritakan kepada kami [Mu'adz Bin Hisyam] Telah menceritakan kepadaku [bapakku] dari [Qatadah] dari [Abu Harb Bin Abul Aswad] dari [Abu Aswad Ad Dili] dari [Ali Bin Abu Thalib], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda tentang (air kencing) bayi yang masih menyusu: "Air kencing bayi laki-laki cukup diperciki air sedangkan air kencing bayi perempuan dengan di cuci." Qatadah berkata: "Ini dilakukan apabila keduanya (bayi laki-laki dan perempuan) belum memakan makanan (selain asi), dan apabila sudah memakan makanan maka keduanya harus di cuci."

【719】

Musnad Ahmad 719: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Manshur] dari [Rib'i Bin Hirasy] dari [Ali], dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda: "Seorang hamba tidak dikatakan beriman sehingga dia beriman kepada empat hal: sehingga bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah, bersaksi bahwa aku adalah Rasulullah yang diutus dengan membawa kebenaran, beriman kepada hari kebangkitan setelah kematian dan beriman dengan taqdir."

【720】

Musnad Ahmad 720: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] dia berkata: aku mendengar [Najiyah Bin Ka'ab] bercerita dari [Ali], bahwa Dia datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian berkata: "Sesungguhnya Abu Thalib telah meninggal." Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada Ali: "Pergilah dan kuburkan dia." Ali menjawab: "Dia meninggal dalam keadaan Musyrik." Nabi berkata: "Pergilah dan kuburkan dia." Setelah aku menguburkannya aku mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lalu beliau bersabda kepadaku: "Mandilah."

【721】

Musnad Ahmad 721: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Sa'id yaitu Ibnu Abi 'Arubah] dari [Al Hakam Bin 'Utaibah] dari [Abdurrahman Bin Abu Laila] dari [Ali Bin Abu Thalib], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkanku untuk menjual dua budak laki-laki bersaudara, maka aku menjual keduanya dan aku pisahkan keduanya, kemudian hal itu aku sampaikan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, maka Nabi bersabda: "Temukan dan kembalikan keduanya, dan janganlah kamu menjual keduanya kecuali kedua-duanya secara bersama (tidak dipisah)."

【722】

Musnad Ahmad 722: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman Bin Mahdi] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim Bin Dlamrah] dari [Ali], dia berkata: "Witir tidaklah wajib seperti halnya Shalat (wajib), akan tetapi sunnah yang disunnahkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【723】

Musnad Ahmad 723: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dan [Syu'bah] serta [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Hubairah] dari [Ali], dia berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam biasa membangunkan keluarganya pada sepuluh terakhir malam Ramadlan."

【724】

Musnad Ahmad 724: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] Telah menceritakan kepada kami [Zuhair] dari [Abdullah Ibnu Muhammad Bin 'Aqil] dari [Muhammad Bin Ali] bahwa dia mendengar [Ali Bin Abu Thalib] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Aku diberi sesuatu yang tidak diberikan kepada seorangpun dari para Nabi." Maka kami bertanya: "Wahai Rasulullah apakah itu?" beliau menjawab: "Aku ditolong dari ketakutan, aku diberi kunci-kunci dunia, aku diberi nama Ahmad, debu dijadikan pensuci untukku dan ummatku dijadikan sebaik baik ummat."

【725】

Musnad Ahmad 725: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali], dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaksanakan shalat witir ketika adzan akan berkumandang dan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat fajar ketika iqamah akan ditegakkan."

【726】

Musnad Ahmad 726: Telah menceritakan kepada kami [Abu An Nadlar] Telah menceritakan kepada kami [Al Asyja'i] dari [Syaiban] dari [Jabir] dari [Abdullah Bin Nujai] dari [Ali] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, Ali berkata: "Kami membicarakan tentang Dajjal di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sementara beliau sedang tidur, kemudian beliau terbangun dengan wajah merah seraya bersabda: "Yang lain dari itu lebih aku khawatirkan atas kalian." Kemudian beliau menyebutkan suatu kalimat.

【727】

Musnad Ahmad 727: Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Adam] Telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Utsman Bin Abu Zur'ah] dari [Salim Bin Abu Al Ja'd] dari [Ali Bin 'Alqamah] dari [Ali], dia berkata: Rasulullah diberi hadiah seekor baghal jantan atau betina, maka aku bertanya: "Apa ini?" Beliau menjawab: "Baghal jantan atau betina." Aku bertanya: "Dari apa dia?" Beliau menjawab: " (Baghal lahir) atas perkawinan silang antara keledai dan kuda, maka lahirlah diantara keduanya binatang ini." Aku bertanya: "Apakah bisa kita kawinkan antara fulan atas fulanah?" Beliau menjawab: "Yang melakukan demikian itu hanya orang-orang yang tidak mengetahui."

【728】

Musnad Ahmad 728: Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Adam] Telah menceritakan kepada kami [Ibnul Mubarak] dari [Yahya Bin Ayyub] dari [Ubaidullah Bin Zahr] dari [Ali bin Yazid] dari [Al Qosim] dari [Abu Umamah] dari [Ali], dia berkata: "Aku meminta izin kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, apabila beliau sedang shalat beliau bertasbih dan apabila tidak shalat beliau mengizinkan."

【729】

Musnad Ahmad 729: Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Adam] dari [Sufyan Bin Sa'id] dari [Abdurrahman Bin Al Harits] dari [Zaid Bin Ali] dari [bapaknya] dari [Ubaidullah Bin Abu Rafi'] dari [Ali], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam datang ke Manhar (tempat pemotongan hewan) di Mina kemudian bersabda: "Ini adalah Manhar dan semua daerah Mina adalah Manhar."

【730】

Musnad Ahmad 730: Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Adam] Telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Hani` Bin Hani`] dari [Ali], dia berkata: Ketika Hasan lahir aku memberinya nama Harb, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam datang dan bersabda: "Perlihatkan anakku kepadaku, apa nama yang kalian berikan kepadanya?" Aku menjawab: "Harb." Beliau menjawab: "Tapi dia adalah Hasan." Maka ketika lahir Husain aku memberinya nama "Harb." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam datang dan bersabda: "Perlihatkan kepadaku anakku, apa nama yang kalian berikan kepadanya?" Aku menjawab: "Harb." Beliau menjawab: "Tapi dia adalah Husain." Kemudian ketika lahir yang ketiga aku memberinya nama: "Harb." Lalu datang Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata: "Perlihatkan kepadaku anakku, apa nama yang kalian berikan kepadanya?" Aku menjawab: "Harb." Lalu beliau menjawab: "Tapi dia adalah Muhassin." Kemudian beliau bersabda: "Aku memberikan nama kepada mereka dengan nama anak-anak Harun: syabbar, syabiir dan musyabbir."

【731】

Musnad Ahmad 731: Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Adam] Telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Hani` Bin Hani`] dan [Hubairah Bin Yarim] dari [Ali], dia berkata: Ketika kami keluar dari Makkah, putri Hamzah mengikuti kami dan memanggil: "Wahai pamanku wahai pamanku!" Maka aku memegang tangannya dan aku berikan kepada Fathimah dan aku katakan: "Jagalah anak perempuan pamanmu." Ketika sampai di Madinah kami berselisih tentang anak perempuan tersebut antara aku, Ja'far dan Zaid Bin haritsah. Ja'far berkata: "Dia putri pamanku dan bibinya ada bersama kami." yaitu Asma' Binti Umais, Zaid berkata: "Dia putri saudaraku sekandung." Kemudian aku berkata: "Dia aku ambil dan dia adalah anak perempuan pamanku." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: "Adapun kamu wahai Ja'far, mirip dengan rupaku dan akhlaqku, sedangkan kamu wahai Ali maka kamu adalah dariku dan aku darimu, adapun kamu wahai Zaid, kamu adalah saudara kami dan mantan budak kami, maka anak perempuan adalah bersama bibi dari bapaknya, karena bibi dari bapak seperti ibu." Aku bertanya: "Wahai Rasulullah, bisakah anda menikahinya?" Beliau menjawab: "Dia adalah anak perempuan saudaraku sepersusuan."

【732】

Musnad Ahmad 732: Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Adam] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [Abu Al Khalil] dari [Ali], dia berkata: Aku mendengar seseorang memohonkan ampunan untuk kedua orang tuanya yang musyrik, maka aku berkata: "Apakah boleh seseorang memohonkan ampunan untuk kedua orang tuanya yang musyrik?" Kemudian dia menjawab: "Bukankah Ibrahim memohonkan ampunan untuk kedua orang tuanya?" Maka aku ceritakan hal itu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sehingga turunlah ayat: {Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan kepada (Allah) bagi orang-orang musyrik} sampai ayat: {Maka Ibrahim berlepas diri darinya.}" (At Taubah: 113-114) Dia berkata: "Ketika meninggal." (Yahya bin Adam Berkata:) Aku tidak tahu apakah Sufyan yang mengatakannya atau Israil, atau lafadz ini termasuk ke dalam hadits: "Ketika meninggal."

【733】

Musnad Ahmad 733: Telah menceritakan kepada kami [Abu Abdurrahman] Telah menceritakan kepada kami [Musa Bin Ayyub] Telah menceritakan kepadaku [pamanku Iyas Bin Amir] Aku mendengar [Ali Bin Abu Thalib] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaksanakan shalat malam, sementara Aisyah berbaring diantara beliau dan Qiblat."

【734】

Musnad Ahmad 734: Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] dan [Abu Nu'aim] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Fithr] dari [Al Qasim Bin Abu Bazzah] dari [Abu Ath Thufail], [Hajjaj] berkata: aku mendengar [Ali] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Seandainya kehidupan dunia tidak tersisa lagi kecuali hanya tinggal sehari, niscaya Allah 'azza wa jalla akan mengutus seorang lelaki yang akan memenuhi bumi ini dengan keadilan sebagaimana sebelumnya telah dipenuhi dengan kedhaliman." Dalam kesempatan lain Abu Nu'aim berkata: "Seorang lelaki dari kita." [Abu Nu'aim] berkata: Dan sesekali aku mendengar dia menyebutkannya dari [Habib] dari [Abu Thufail] dari [Ali] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

【735】

Musnad Ahmad 735: Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] Telah menceritakan kepadaku [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Hani` Bin Hani`] dari [Ali], dia berkata: "Hasan adalah orang yang paling mirip dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari bagian dada sampai kepala, sedangkan Husain adalah orang yang paling mirip dengan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dari bagian yang lebih bawah dari itu."

【736】

Musnad Ahmad 736: Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj], dia berkata [Yunus Bin Abu Ishaq] telah mengabarkan kepadaku dari [Abu Ishaq] dari [Abu Juhaifah] dari [Ali], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa berbuat dosa di dunia kemudian disiksa akibat dosanya, maka Allah adalah maha adil dari hendak melipatgandakan siksanya kepada hamba-Nya. dan barangsiapa berbuat dosa di dunia kemudian Allah menutupi kesalahannya serta memaafkannya, maka Allah adalah maha pemurah dari hendak kembali kepada sesuatu yang telah di maafkan-Nya."

【737】

Musnad Ahmad 737: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id mantan budak Bani Hasyim] Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Salamah Ibnu Kuhail] dia berkata: aku mendengar [bapakku] bercerita dari [Habbah Al 'Urani] dia berkata: Aku melihat [Ali] tertawa di atas mimbar yang sebelumnya tidak pernah aku melihatnya tertawa sebanyak itu, sampai tampak gigi gerahamnya, kemudian dia berkata: "Aku teringat perkataan Abu Thalib ketika dia muncul di hadapan kami yang sedang shalat bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di tengah kebun kurma, kemudian dia bertanya: "Apa yang kalian berdua lakukan wahai anak saudaraku?" Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengajaknya untuk memeluk Islam, dia menjawab: "Yang kalian berdua lakukan tidak ada buruknya." atau: "Apa yang kalian berdua katakan tidak ada buruknya, akan tetapi demi Allah, duburku tidak bisa lebih tinggi dari aku selamanya." Maka Ali tertawa keheranan dengan perkataan bapaknya, kemudian dia berkata tiga kali: "Ya Allah aku tidak mengetahui bahwa ada hamba-Mu dari Ummat ini yang menyembahMu sebelum aku selain Nabi-Mu." -dia mengucapkan tiga kali- aku telah menjalankan shalat sebelum orang-orang menjalankan shalat tujuh kali."

【738】

Musnad Ahmad 738: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, dia berkata: aku temukan hadits ini ada dalam kitab bapakku, dan sejauh pengetahuanku -insya Allah- bahwa aku telah mendengarnya dari beliau, Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id mantan budak Bani Hasyim] Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Lahi'ah] Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Hubairah] dari [Abdullah Bin Zurair Al Ghafiqi] dari [Ali Bin Abu Thalib] dia berkata: Pada suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam shalat bersama kami, kemudian beliau keluar (dari shalat), lalu beliau kembali dengan kepala meneteskan (air) dan melanjutkan shalatnya bersama kami, kemudian bersabda: "Sesungguhnya aku tadi shalat bersama kalian dalam keadaan junub, barangsiapa mengalami seperti aku atau perutnya mengeluarkan angin (kentut), maka lakukanlah seperti yang aku lakukan."

【739】

Musnad Ahmad 739: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Ibnu Abu Laila] dari [Al minhal] dari [Abdurrahman Bin Abu Laila] dia berkata: Bapakku bergadang dengan Ali, dan Ali selalu mengenakan pakaian musim panas di musim dingin dan mengenakan pakaian dingin di musim panas, kemudian dikatakan kepadanya: "Coba tanyakan padanya." Maka ditanyalah [Ali] dan dia menjawab: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengutusku ketika kedua mataku sakit pada saat perang Khaibar, maka aku berkata: "Wahai Rasulullah sesungguhnya kedua mataku sakit." Maka beliau meludahi kedua mataku sambil berdoa: "Ya Allah hilangkan darinya panas dan dingin." Maka sejak saat itu aku tidak merasa kepanasan atau kedinginan, kemudian Rasulullah berkata: "Sungguh aku akan berikan bendera kepada seorang lelaki yang mencintai Allah dan Rasul-Nya dan dia pun dicintai Allah dan Rasul-Nya, dia bukan orang yang lari (dari medan perang)." Maka para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berebut untuk mendapatkan kehormatan itu dan ternyata bendera itu diberikan kepadaku.

【740】

Musnad Ahmad 740: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] Telah menceritakan kepada kami [Sufyan], [Abu Ishaq] berkata: dari [Hani` Bin Hani`] dari [Ali], dia berkata: Ketika aku sedang duduk di sisi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, datanglah Ammar untuk meminta izin, maka Nabi bersabda: "Izinkanlah dia, selamat datang kepada Ath Thayyib Al Muthayyab (orang yang baik lagi dibaiki)."

【741】

Musnad Ahmad 741: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id mantan budak Bani Hasyim] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Hakam] dan yang lainnya, dari [Al Qasim Bin Mukhaimirah] dari [Syuraih Bin Hani`] dia berkata: Aku bertanya kepada Aisyah tentang mengusap kedua khuf, maka dia menjawab: "Tanyakan kepada [Ali]." Ketika aku tanyakan kepadanya, dia menjawab: "Tiga hari tiga malam yaitu untuk musafir dan satu hari satu malam untuk orang yang mukim."

【742】

Musnad Ahmad 742: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Al Asyja'i] Telah menceritakan kepada kami [Bapakku] dari [Sufyan] dari ['Abdah Bin Abu lubabah] dari [Al Qasim Bin Mukhaimirah] dari [Syuraih Bin Hani`] dia berkata: "[Ali] memerintahkan aku untuk mengusap kedua khuf."

【743】

Musnad Ahmad 743: Telah menceritakan kepada kami [Hasyim Bin Al Qasim] Telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Mukhariq] dari [Thariq Bin Syihab] dia berkata: Aku melihat [Ali] berkata di atas mimbar: "Demi Allah, kami tidak memiliki kitab yang dapat kami bacakan kepada kalian kecuali kitabullah Ta'la, dan shahifah ini yang tergantung dengan pedangnya yang aku ambil dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, di dalamnya terdapat ketentuan pembagian zakat, dia tergantung dengan pedang miliknya, perhiasannya terbuat dari besi." atau dia berkata: "Gantungannya dari besi." yaitu lingkarannya.

【744】

Musnad Ahmad 744: Telah menceritakan kepada kami [Hasyim] Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman Ibnu Al Mughirah] dari [Ali Bin Zaid], dia berkata: telah berkata [Abdullah Bin Harits Bin Naufal Al Hasyimi]: "Bapakku Al Harits adalah pengurus salah urusan penduduk Makkah pada zaman Utsman, kemudian Utsman mendatanginya di Makkah." Abdullah Bin Harits berkata: aku menemui Utsman di tempat penginapan di Qudaid. Maka penduduk setempat menangkap burung puyuh, kemudian kami memasaknya dengan air dan garam dan kami jadikan sebagai campuran bubur daging, lalu kami sajikan kepada Utsman dan para sahabatnya, namun mereka menolak memakannya, Utsman berkata: "Ini buruan tetapi bukan aku yang memburunya dan aku pun tidak memerintahkan untuk memburunya, buruan ini hasil buruan suatu kaum yang halal (tidak dalam keadaan ihram), kemudian mereka menyajikannya kepada kita, dan ini tidak apa-apa." Kemudian Utsman bertanya: "Siapa yang berpendapat dalam masalah ini?" Mereka menjawab: "Ali." Maka diutuslah (seseorang) untuk menjemput Ali, dan Ali datang. Abdullah Bin Harits berkata: Seakan-akan aku melihat Ali ketika datang dengan mengibas-ngibaskan sisa makanan ternak dari kedua telapak tangannya, maka berkatalah Utsman kepadanya: "Hasil buruan yang kami tidak memburunya dan tidak juga memerintahkan untuk memburunya, akan tetapi hasil buruan suatu kaum yang halal (tidak sedang ihram) kemudian mereka suguhkan kepada kami, maka ini tidak apa-apa." Abdullah Bin Harits berkata: Maka [Ali] marah dan berkata: "Aku bersumpah kepada Allah terhadap seseorang yang melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika diberi kaki keledai liar, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya kami adalah kaum yang sedang melaksanakan ihram, maka berikanlah makanan kepada penduduk yang halal (yang tidak ihram)." Abdullah berkata: Maka bersaksilah dua belas orang dari para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. kemudian Ali Berkata: "Aku mempersaksikan kepada Allah terhadap seseorang yang melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika diberi telur burung unta, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya kami adalah kaum yang sedang melaksanakan ihram, maka berikanlah makanan kepada penduduk yang halal (yang tidak ihram)." Abdullah berkata: "Maka bersaksi selain mereka sebanyak dua belas orang." Abdullah Bin Harits berkata: "Kemudian Utsman membalikkan bokongnya dari makanan dan masuk ke dalam kendaraannya, dan makanan itu disantap oleh penduduk setempat."

【745】

Musnad Ahmad 745: Telah menceritakan kepada kami [Hudbah Bin Khalid] Telah menceritakan kepada kami [Hammam] Telah menceritakan kepada kami [Ali Bin Zaid] dari [Abdullah Bin Al Harits]: bahwa Bapaknya melayani makanan untuk Utsman, dia berkata: "Sepertinya aku melihat daging burung di sekitar piring makan, kemudian datanglah seorang lelaki dan berkata: "Sesungguhnya Ali tidak suka ini." Maka Utsman mengutus (seseorang) untuk menjemput Ali yang tangannya berlumuran makanan ternak, kemudian dia berkata: "Sesungguhnya kamu adalah orang yang paling banyak berselisihnya dengan kami." Maka [Ali] menjawab: "Aku ingatkan kepada Allah orang-orang yang melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika diberi daging bagian belakang himar liar sementara beliau sedang ihram, kemudian beliau bersabda: "Sesungguhnya kami sedang melaksanakan ihram, maka berikanlah makanan kepada penduduk yang hala (tidak ihram)." Maka berdirilah beberapa orang lelaki dan bersaksi, kemudian Ali berkata lagi: "Aku ingatkan kepada Allah seorang lelaki yang melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika diberi lima butir telur burung unta, kemudian beliau bersabda: "Sesungguhnya kami sedang melaksanakan ihram, maka berikanlah makan kepada penduduk yang halal (tidak ihram)." Maka berdirilah beberapa orang lelaki dan bersaksi, kemudian Utsman bangkit dan masuk ke dalam kamarnya. dan akhirnya mereka meninggalkan makanan untuk penduduk setempat.

【746】

Musnad Ahmad 746: Telah menceritakan kepada kami [Hasyim] Telah menceritakan kepada kami [Laits Ibnu Sa'd] dari [Yazid Bin Abu Habib] dari [Abu Al Khair] dari [Abdullah Bin Zurair Al Ghafiqi] dari [Ali Bin Abu Thalib], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam diberi hadiah seekor baghal, maka kami bertanya: "Wahai Rasulullah sekiranya kami mengawinkan keledai dengan kuda kami, maka apakah akan melahirkan seperti ini?" Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Yang melakukan demikian hanyalah orang-orang yang tidak mengerti."

【747】

Musnad Ahmad 747: Telah menceritakan kepada kami [Hasyim] Telah menceritakan kepada kami [Abu Khaitsamah] Telah menceritakan kepada kami [Abu Ishaq] dari ['Ashim Bin Dlamrah] dari [Ali], dia berkata: "Sesungguhnya shalat witir bukan wajib, akan tetapi sunnah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan sesungguhnya Allah 'azza wa jalla itu ganjil dan suka kepada yang ganjil."

【748】

Musnad Ahmad 748: Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] Telah menceritakan kepada kami [Bapakku] dari [Ibnu Ishaq] Telah menceritakan kepadaku [Abu Ishaq Bin Yasar] dari [Miqsam Abu Al Qasim] mantan hamba sahaya Abdullah Bin Harits Bin Naufal dari tuannya yaitu [Abdullah Bin Harits] dia berkata: Aku berangkat Umrah bersama Ali Bin Abu Thalib pada masa pemerintahan Umar atau Utsman, kemudian Ali singgah di tempat saudara perempuannya yaitu Ummu Hani` Binti Abu Thalib, setelah selesai melaksanakan Umrah dia kembali dan disiapkanlah air mandi untuknya kemudian dia mandi. Setelah selesai mandi datanglah sekelompok orang dari penduduk Iraq kepadanya, mereka berkata: "Wahai Abu Hasan, kami datang kepadamu untuk menanyakan sesuatu dan kami senang jika kamu memberitahukannya." [Ali] berkata: "Aku kira Al Mughirah Bin Syu'bah menceritakan kepada kalian bahwa dia adalah orang yang paling tahu dengan janji Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Mereka menjawab: "Ya benar, oleh karenanya kami datang untuk menanyakannya kepadamu." Ali menjawab: "Orang yang paling tahu dengan janji Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah Qutsam Bin Al Abbas."

【749】

Musnad Ahmad 749: Telah menceritakan kepada kami [Affan] Telah menceritakan kepada kami [Ja'far Bin Sulaiman] Telah menceritakan kepada kami ['Utaibah] dari [Buraid Bin Ashram] dia berkata: aku mendengar [Ali] berkata: "Salah seorang Ahli Suffah meninggal dunia dan meninggalkan uang dua dinar atau dua dirham, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Dua bara api, shalatilah saudara kalian."

【750】

Musnad Ahmad 750: Telah menceritakan kepada kami [Affan] Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] Telah menceritakan kepada kami [Abdul A'la Ats Tsa'labi] dari [Abu Abdurrahman As Sulami] dari [Ali], dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Barangsiapa sengaja berdusta dengan mimpinya, maka akan dipaksa untuk menghitung biji-biji gandum pada hari Kiamat."

【751】

Musnad Ahmad 751: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Muhammad Bin Sulaiman Luwain] Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Jabir] dari [Abdul Malik Bin Umair] dari [Umarah Bin Ruwaibah] dari [Ali Bin Abu Thalib], dia berkata: Aku mendengar dengan kedua telingaku dan aku fahami dengan hatiku dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Manusia itu mengikuti orang-orang Quraisy, orang-orang yang sholehnya mengikuti orang-orang sholeh dari mereka dan orang yang jahat mengikuti yang jahat dari mereka."

【752】

Musnad Ahmad 752: Telah menceritakan kepada kami [Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammam] Telah menceritakan kepada kami [Qatadah] Telah menceritakan kepada kami [seorang lelaki dari Bani Sadus namanya Jurai Bin Kulaib] dari [Ali Bin Abu Thalib], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang dari unta betina yang sobek telinga dan tanduknya. Maka aku bertanya kepada Sa'id Bin Al Musayyib, dia menjawab: "Separoh atau lebih dari itu."

【753】

Musnad Ahmad 753: Telah menceritakan kepada kami [Affan] Telah menceritakan kepada kami [Mu'adz Bin Mu'adz] Telah menceritakan kepada kami [Qais Bin Ar Rabi'] dari [Abu Al Miqdam] dari [Abdurrahman Al Azraq] dari [Ali], dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam datang kepadaku ketika aku sedang tidur terlelap dalam mimpi, bahwa Hasan dan Husain meminta minum." Ali berkata: "Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri menuju seekor kambing betina perawan milik kami, lalu beliau memerah susunya, kemudian Hasan datang kepadanya dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyingkirkannya, maka Fathimah bertanya: "Wahai Rasulullah sepertinya dia yang paling Engkau sukai dari keduanya?" Nabi menjawab: "Tidak, akan tetapi karena dia meminta minum sebelum dia." Kemudian beliau bersabda: "Sesungguhnya aku, kamu, kedua anak ini dan yang sedang tidur ini pada hari Kiamat akan dikumpulkan berada dalam satu tempat."

【754】

Musnad Ahmad 754: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Muhammad Bin Sulaiman Luwain] Telah menceritakan kepada kami [Hudaij] dari [Abu Ishaq] dari [Abu Hudzaifah] dari [Ali], dia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Aku keluar ketika bulan muncul seakan-akan setengah pelupuk mata." Kemudian beliau bersabda: "Malam itu adalah malam Lailatul Qodar."

【755】

Musnad Ahmad 755: Telah menceritakan kepada kami [Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammad Bin Salamah] telah mengabarkan kepada kami ['Atho' Bin As Sa`ib] dari [Zadzan] bahwa [Ali Bin Abu Thalib] berkata: aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa meninggalkan bagian sebesar rambut dari tubuhnya tidak terkena air ketika junub, maka akan di perlakukan begini dan begini di neraka." Ali berkata: "Oleh karenanya aku selalu mencukur rambutku."

【756】

Musnad Ahmad 756: Telah menceritakan kepada kami [Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammad] telah dari ['Atho' Bin As Sa`ib] dari [Zadzan] bahwa [Ali Bin Abu Thalib] minum sambil berdiri kemudian orang-orang melihatnya seakan-akan mereka mengingkarinya, maka Ali bertanya: "Ada apa kalian melihat? Jika aku minum sambil berdiri maka sungguh aku telah melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam minum sambil berdiri, dan jika aku minum dengan duduk maka sungguh aku telah melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam minum dengan duduk."

【757】

Musnad Ahmad 757: Telah menceritakan kepada kami [Affan] dan [Hasan Bin Musa] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Abdullah yaitu Ibnu Muhammad Bin 'Aqil] dari [Muhammad Bin Ali] dari [bapaknya], dia berkata: "Postur Rasulullah kepalanya besar, bola matanya besar, bulu alisnya lebat." dia berkata: "Matanya bagus kemerah-merahan, jenggotnya lebat, kulitnya putih bercahaya, kedua telapak tangan dan telapak kakinya kasar, apabila berjalan seakan akan berjalan di ketinggian, apabila menoleh beliau menoleh dengan seluruh badannya."

【758】

Musnad Ahmad 758: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami [Abu Ubaidah Bin Fudlail Bin Iyadl] dan berkata kepadaku: dia adalah nama dan kuniyahku: Telah menceritakan kepada kami [Malik Bin Su'air yaitu Ibnu Al Khims] Telah menceritakan kepada kami [Furath Bin Ahnaf] Telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Rib'i Bin Hirasy] bahwa [Ali Bin Abu Thalib] berdiri ketika berkhutbah di tanah lapang, kemudian memuji dan mensucikan Allah kemudian berkata dengan kehendak Allah apa yang dia katakan, kemudian dia meminta untuk diambilkan seember air lalu berkumur-kumur dengannya, mengusap dan meminum sisa air yang ada dalam ember sambil berdiri, kemudian dia berkata: "Telah sampai kepadaku bahwa ada salah seorang dari kalian yang tidak suka minum sambil berdiri, ini adalah (tata cara) wudlunya orang yang belum berhadats dan aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan demikian."

【759】

Musnad Ahmad 759: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far Al Warakani] Telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Mukhariq] dari [Thariq] dia berkata: [Ali] berkhutbah kepada kami dan berkata: "Kami tidak memiliki sesuatu dari wahyu." atau dia berkata: "Kitab dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kecuali apa yang ada dalam kitabullah dan shahifah ini yang menempel dengan pedangku, di atasnya ada pedang yang perhiasannya dari besi dan di dalamnya terdapat ketentuan pembagian zakat."

【760】

Musnad Ahmad 760: Telah menceritakan kepada kami [Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammad] telah memberitakan kepada kami ['Ashim Bin Bahdalah] dari [Zirr Bin Hubaisy] bahwa Disampaikanlah (berita) kepada [Ali]: "Bahwa pembunuh Zubair telah ada di depan pintu." Maka Ali berkata: "Masuklah si pembunuh anak Shafiyyah ke dalam api neraka! Karena aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya bagi setiap Nabi itu ada hawariy (pengikut setia) dan Zubair adalah hawariku."

【761】

Musnad Ahmad 761: Telah menceritakan kepada kami [Affan] dan [Ishaq Bin Isa] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Hammad Bin Salamah] dari [Al Hajjaj] dari [Al Hakam] dari [Maimun Bin Abu Syabib] dari [Ali], dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menghibahkan dua budak laki-laki bersaudara kepadaku, kemudian aku menjual salah satu dari keduanya, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya: "Apa yang kamu lakukan kepada kedua budak laki-laki itu?" Aku menjawab: "Aku menjual salah satunya." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Kembalikan kepadanya (persatukan keduanya)."

【762】

Musnad Ahmad 762: Telah menceritakan kepada kami [Affan] dan [Hasan Bin Musa] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Hammad Bin Salamah] dari [Abdullah Bin Muhammad Bin 'Aqil], Affan berkata: Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Muhammad Bin 'Aqil] dari [Muhammad Bin Ali Bin Al Hanafiyah] dari [Bapaknya]: "Bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dikafani dengan tujuh lapis kain kafan."

【763】

Musnad Ahmad 763: Telah menceritakan kepada kami [Hasyim Bin Al Qasim] Telah menceritakan kepada kami [Muhammad yaitu Ibnu Rasyid] dari [Abdullah Bin Muhammad Bin 'Aqil] dari [Fadlalah Bin Abu Fadlalah Al Anshari], Abu Fadlalah termasuk Ahli Badar, dia berkata: Aku keluar bersama bapakku menjenguk Ali Bin Abu Thalib yang sedang menderita sakit keras. Fadlalah berkata: Maka bapakaku berkata kepadanya: "Apa yang menetapkanmu di rumahmu ini, jika ajalmu tiba maka tidak ada yang menggantikanmu kecuali orang Arab dari Juhainah yang dibawa ke Madinah, dan jika ajalmu tiba, maka kamu akan digantikan oleh para sahabatmu serta mereka menshalatimu." Maka [Ali] menjawab: "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjanjikan kepadaku bahwa aku tidak akan meninggal sampai aku diangkat menjadi pemimpin, kemudian ini -yaitu jenggotnya- di warnai dengan darah ini -yaitu kepalanya- kemudian dia terbunuh." Dan Abu Fadlalah terbunuh pada saat perang Shiffin dalam barisan Ali.

【764】

Musnad Ahmad 764: Telah menceritakan kepada kami [Hasyim Bin Al Qasim] Telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz yaitu Ibnu Abdullah Bin Abu Salamah] dari [pamannya yaitu Al Majisyun Bin Abu Salamah] dari [Al A'raj] dari [Ubaidullah Bin Abu Rafi'] dari [Ali Bin Abu Thalib], bahwa Apabila Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam hendak memulai shalat beliau bertakbir kemudian membaca: "Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang telah menciptakan langit-langit dan bumi dalam keadaan lurus lagi berserah diri, dan aku tidak termasuk golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah rabb semesta alam. Tidak ada sekutu baginya, dengan itu aku diperintahkan dan aku adalah termasuk orang-orang pertama yang beriman. Ya Allah Engkau adalah raja tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau, Engkau rabbku dan aku hambaMu, aku telah berbuat dhalim terhadap diriku dan aku mengakui dosaku, maka ampunilah semua dosa-dosaku, karena tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau, dan tunjukilah aku kepada sebaik-baik akhlaq, karena tidak ada yang menunjukan kepada sebaik-baik akhlaq kecuali Engkau, dan hindarkan dariku keburukannya, karena tidak ada yang dapat menghindarkan dari keburukannya kecuali Engkau, aku penuhi panggilanMu dengan senang hati dan kebaikan seluruhnya di tanganMu dan keburukan bukan kembali kepada Engkau, aku bergantung kepadaMu dan kepadaMu segala keberkahan dan ketinggian, aku memohon ampun dan bertaubat kepadaMu." Apabila ruku' beliau membaca: "Ya Allah kepadaMu aku ruku' kepadaMu aku beriman, kepadaMu aku berserah diri, kepadaMu pendengaranku, penglihatanku, otakku, tulangku dan ototku khusu'." Apabila mengangkat kepalanya beliau membaca: "Allah maha mendengar terhadap orang yang memujinya. Wahai Rabb kami, segala puji bagiMu sepenuh langit dan bumi dan sepenuh ruang diantara keduanya, serta sepenuh apa yang Engkau kehendaki dari sesuatu setelah itu." Apabila sujud beliau membaca: "Ya Allah kepadaMu aku bersujud, kepadaMu aku beriman, kepadaMu aku berserah diri, wajahku bersujud kepada Dzat yang telah menciptakannya dan membentuknya kemudian memperindah bentuknya, maka terbuka pendengaran dan penglihatannya." Apabila selesai dari shalat dan salam beliau membaca: "Ya Allah ampunilah dosa-dosaku yang terdahulu maupun yang akan datang, yang aku sembunyikan ataupun yang aku tampakkan, yang aku lakukan secara berlebihan, dan dosa-dosa yang Engkau lebih mengetahuinya dariku, Engkaulah yang paling awal dan paling terakhir, tidak ada tuhan kecuali Engkau." Abdullah berkata: Telah sampai kepada kami dari Ishaq Bin Rahuyah dari Nadlar Bin Syumail bahwa ia berkata dalam hadits ini: "Dan keburukan bukan kembali kepada Engkau." Dalam riwayat lain: "Tidak bertaqarrub kepada Engkau dengan keburukan." Telah menceritakan kepada kami [Hujain] telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz] dari pamannya [Majisyun Bin Abi Salamah] dari [Abdurrahman Al A'raj] dari [Ubaidullah Bin Abi Rafi'] dari [Ali Bin Abu Thalib], dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa apabila memulai shalat beliau bertakbir kemudian membaca: "Aku hadapkan wajahku." Kemudian menyebutkan seperti sebelumnya akan tetapi ia membaca: "Dan hindarkanlah keburukannya dariku." Telah menceritakan kepada kami [Hujain], telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz] dari [Abdullah Bin Fadlal Hasyimi] dari [Al A'raj] dari [Ubaidullah Bin Abi Rafi'] dari [Ali Bin Abu Thalib], dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan semisalnya.

【765】

Musnad Ahmad 765: Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub Bin Ibrahim] Telah menceritakan kepada kami [anak saudara sekandungku yaitu Ibnu Syihab] dari [pamannya] telah mengabarkan kepadaku [Abu Ubaid] mantan budak Abdurrahman Bin Azhar, bahwa dia mendengar [Ali Bin Abu Thalib] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak halal bagi seorang muslim memasuki waktu pagi di rumahnya setelah lewat dari tiga hari sisa daging kurbannya."

【766】

Musnad Ahmad 766: Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim Bin Abu Al Abbas] Telah menceritakan kepada kami [Al Hasan Bin Yazid Al Asham] dia berkata: aku mendengar [As Suddi Isma'il] menyebutkannya dari [Abu Abdurrahman As Sulami] dari [Ali], dia berkata: Ketika Abu Thalib meninggal dunia, aku datang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian aku berkata: "Sesungguhnya pamanmu yang sudah tua telah meninggal." Beliau menjawab: "Pergilah dan makamkan dia kemudian jangan kamu berbicara sedikitpun sampai kamu datang kepadaku." Maka aku memakamkannya dan aku datang kepada Nabi, kemudian beliau bersabda: "Mandilah kemudian jangan kamu berbicara sedikitpun sampai kamu datang kepadaku." Maka aku mandi dan datang kepadanya, kemudian beliau mendo'akanku dengan doa yang lebih aku senangi dibandingkan aku memiliki unta merah dan unta hitam." Abu Abdurrahman berkata: "Maka Ali apabila selesai memandikan mayit dia pun mandi."

【767】

Musnad Ahmad 767: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far Al Warakani] pada tahun ke dua ratus dua puluh tujuh, Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Aqil yaitu Yahya Bin Al Mutawakkil]. Dan Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Sulaiman Luwain] pada tahun ke dua ratus empat puluh, Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Aqil yaitu Yahya Bin Al Mutawakkil] dari [Katsir An Nawwa'] dari [Ibrahim Bin Hasan Bin Hasan Bin Ali Bin Abu Thalib] dari [bapaknya] dari [kakeknya] dia berkata: [Ali Bin Abu Thalib] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Di akhir zaman nanti akan muncul suatu kaum yang dinamakan Rafidlah mereka menolak Islam."

【768】

Musnad Ahmad 768: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Abu Kuraib Muhammad Bin Al 'Ala`] Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Al Mubarak] dari [yahya Bin Ayyub] dari [Ubaidullah Bin Zahr] dari [Ali Bin Yazid] dari [Al Qasim] dari [Abu Umamah], dia berkata: [Ali] berkata: "Aku datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian meminta izin, maka apabila beliau sedang dalam keadaan shalat beliau bertasbih dan apabila tidak dalam keadaan shalat beliau mengizinkan aku."

【769】

Musnad Ahmad 769: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Abdul A'la Bin Hammad] Telah menceritakan kepada kami [Daud Bin Abdurrahman Al 'Aththar] Telah menceritakan kepada kami [Abu Abdullah Maslamah Ar Razi] dari [Abu 'Amru Al Bajali] dari [Abdul Malik Bin Sufyan Ats Tsaqafi] dari [Abu Ja'far Muhammad Bin Ali] dari [Muhammad Bin Al Hanafiyah] dari [bapaknya] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah Ta'ala mencintai hamba yang terfitnah lagi gemar bertaubat."

【770】

Musnad Ahmad 770: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Muhammad Bin Ja'far Al Warakani] telah memberitakan kepada kami [Abu Syihab Al Hannath Abdurrabbih Bin Nafi'] dari [Al Hajjaj Bin Arthah] dari [Abu Ya'la] dari [Muhammad Bin Al Hanafiyah] dari [Ali Bin Abu Thalib], dia berkata: "Ketika persoalan madzi memberatkanku, maka aku meminta kepada Miqdad untuk menanyakannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian beliau bersabda: "Dalam hal ini harus berwudlu." (Ali) malu karena ada Fathimah.

【771】

Musnad Ahmad 771: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Muhammad Bin Abu Bakar Al Muqaddami] Telah menceritakan kepada kami [Hammad Bin Zaid] Telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Abdullah Bin Muhammad Bin Ali] dari [Ali], bahwa Pada saat perang Khaibar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang nikah Mut'ah dan daging keledai.

【772】

Musnad Ahmad 772: Telah menceritakan kepada kami [Yunus] Telah menceritakan kepada kami [Hammad yaitu Ibnu Salamah] dari ['Ashim] dari [Zirr] bahwa Disampaikan (berita) kepada [Ali], bahwa si pembunuh Zubair telah ada di depan pintu, maka Ali berkata: "Masuklah si pembunuh anak Shafiyyah ke dalam api neraka! Karena aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bagi setiap Nabi itu ada hawari (pengikut setia) dan hawariku adalah Zubair Bin Al Awwam."

【773】

Musnad Ahmad 773: Telah menceritakan kepada kami [Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammad Bin Salamah] telah mengabarkan kepada kami [Ali Bin Zaid] dari [Abdullah Bin Al Harits Bin Naufal] bahwa Usman Bin Affan singgah di Qudaid, kemudian diberi daging burung puyuh lengkap dengan kakinya dalam sebuah piring, kemudian dikirimkan kepada Ali sementara dia sedang memberi makan untanya, Ali datang dalam keadaan makanan unta berjatuhan dari kedua tangannya, maka Ali menahan (tidak memakannya) dan orang-orangpun ikut menahan, kemudian [Ali] berkata: "Siapa diantara kalian di sini yang dari kabilah Asyja'? Apakah kalian tahu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kedatangan seorang arab badui dengan membawa beberapa butir telor burung unta dan daging dendeng binatang liar kemudian beliau bersabda: "Berikanlah makanan tersebut kepada keluargamu karena kami sedang dalam keadaan ihram." Mereka menjawab: "Ya." Maka Utsman duduk tawaruk (menegakkan kaki kanan dan meletakkan kaki kiri di bawah pantat) di tempat duduknya sambil berkata: "Kamu telah berbuat buruk kepada kami."

【774】

Musnad Ahmad 774: Telah menceritakan kepada kami [Affan] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] telah mengabarkan kepadaku [Ali Bin Mudrik] dia berkata: aku mendengar [Abu Zur'ah Bin 'Amru Bin Jarir] bercerita dari [Abdullah Bin Nujai] dari [bapaknya] dari [Ali], dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda: "Malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang ada anjing dan gambar."

【775】

Musnad Ahmad 775: Telah menceritakan kepada kami [Affan] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] telah mengabarkan kepada kami [Abu Ishaq] aku mendengar [Hubairah] berkata: aku mendengar [Ali] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang atau melarangku memakai cincin dari emas, kain dari sutra dan penutup pelana dari sutra."

【776】

Musnad Ahmad 776: Telah menceritakan kepada kami [Affan] Telah menceritakan kepada kami [Khalid yaitu Ath Thahhan] Telah menceritakan kepada kami [Mutharrif] dari [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali], dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang seseorang mengeraskan suaranya dalam membaca Al Qur'an sebelum waktu Isya dan setelahnya karena dapat mengganggu saudaranya yang shalat."

【777】

Musnad Ahmad 777: Telah menceritakan kepada kami [Affan] Telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] Telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari [Ikrimah] dari [Ali Bin Abu Thalib], dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Budak mukatab di tebus berdasarkan perjanjiannya."

【778】

Musnad Ahmad 778: Telah menceritakan kepada kami [Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammad] Telah menceritakan kepada kami ['Atho' Bin As Sa`ib] dari [bapaknya] dari [Ali], bahwa Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menikahkan Fathimah, beliau mengirim untuknya kain beludru, bantal dari kulit yang disamak yang isinya dari sabut, dua penggilingan, bejana dari kulit dan dua kendi.

【779】

Musnad Ahmad 779: Telah menceritakan kepada kami [Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammad Bin Salamah] telah memberitakan kepada kami [Al Hajjaj] dari [Al Hasan Bin Sa'd] dari [Bapaknya] bahwa Yohannas dan Shafiyyah keduanya adalah tawanan Khumus (hasil perang yang lima persennya untuk Allah dan RasulNya), kemudian Shafiyyah berzina dengan seorang lelaki dari tawanan khumus juga dan melahirkan seorang anak, kemudian laki-laki pezina dan Yohannas saling mengaku sehingga mereka berselisih di hadapan Utsman, kemudian Utsman membawanya kepada Ali Bin Abu Thalib, maka [Ali] berkata: "Aku putuskan perkara keduanya dengan keputusan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa anak itu menjadi milik yang punya tempat tidur (suami) dan orang yang berzina baginya batu." Kemudian dia menjilid keduanya lima puluh kali lima puluh kali.

【780】

Musnad Ahmad 780: Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Ghailan] Telah menceritakan kepada kami [Al Mufadlal Bin Fadlalah] Telah menceritakan kepadaku [Yazid Bin Abdullah] dari [Abdullah Bin Abu Salamah] dari ['Amru Bin Sulaim Az Zuraki] dari [ibunya] dia berkata: Ketika kami berada di Mina, tiba-tiba ada orang yang bersuara keras: Ketahuilah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah kalian puasa karena hari ini adalah hari makan dan minum." Ibu 'Amru berkata: "Maka aku angkat tali tenda dan ternyata orang yang berteriak adalah [Ali Bin Abu Thalib]."

【781】

Musnad Ahmad 781: Telah menceritakan kepada kami [Sa'id Bin Manshur] Telah menceritakan kepada kami [Isma'il Bin Zakaria] dari [Hajjaj Bin Dinar] dari [Al Hakam] dari [Hujaiyah Bin 'Adi] dari [Ali] bahwa Al Abbas Bin Abdul Muththalib bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang menyegerakan pembayaran zakatnya sebelum tiba waktunya, maka Nabi memberinya keringanan (membolehkannya).

【782】

Musnad Ahmad 782: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Ahmad Bin Isa] Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Wahab] telah mengabarkan kepadaku [Makhramah Bin Bukair] dari [bapaknya] dari [Sulaiman Bin Yasar] dari [Ibnu Abbas] dia berkata: [Ali Bin Abu Thalib] berkata: "Aku mengutus Miqdad Bin Al Aswad kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian dia menanyakan tentang Madzi yang keluar dari seseorang bagaimana membersihkannya? Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Berwudlulah dan basuh kemaluanmu dengan air."

【783】

Musnad Ahmad 783: Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah Bin Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [Laits Bin Sa'd] dari [Ibnu Al Had] dari [Abdullah Bin Abu Salamah] dari ['Amru Bin Sulaim Az Zuraqi] dari [Ibunya] bahwa dia berkata: ketika kami sedang berada di Mina, tiba tiba [Ali Bin Abu Thalib] berada di atas unta dan berkata: sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesunggunya hari ini adalah hari makan dan minum maka janganlah seorangpun berpuasa." Maka orang-orang mengikutinya.

【784】

Musnad Ahmad 784: Telah menceritakan kepada kami [Affan] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah], dia berkata: telah memberitakan kepadaku [Abu Ishaq] tidak hanya sekali, dia berkata: aku mendengar [Ashim Bin Dlamrah] dari [Ali], dia berkata: "Pada setiap malam Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan shalat witir baik di awalnya, pertengahannya atau di akhirnya, dan beliau selesai dari witirnya di akhir malam."

【785】

Musnad Ahmad 785: Telah menceritakan kepada kami [Affan] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah], dia berkata: telah memberitakan kepadaku [Salamah Bin Kuhail], dia berkata: aku mendengar [Hujaiyah Bin 'Adi salah seorang dari Kindah] berkata: Aku mendengar salah seorang lelaki bertanya kepada [Ali]: "Aku membeli sapi ini untuk kurban?" Ali berkata: "Untuk tujuh orang." Dia berkata: "Bagaimana dengan tanduknya?" Ali menjawab: "Tidak apa-apa." Dia bertanya: "Bagaimana kalau pincang?" Dia menjawab: "Jika sudah sampai tempat pemotongan maka sembelihlah." Kemudian Ali berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah memerintahkan kami untuk meneliti mata dan telinga (hewan qurban) "

【786】

Musnad Ahmad 786: Telah menceritakan kepada kami [Affan] Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] Telah menceritakan kepada kami [Hushain] Telah menceritakan kepadaku [Sa'd Bin Ubaidah] dia berkata: Terjadi perselisihan antara Abu Abdurrahman As Sulami dan Hibban Bin Atiyyah, [Abu Abdurrahman] berkata kepada Hibban: "Aku sudah tahu apa yang membuat temanmu berani yaitu Ali, dia berkata: "Apa itu, semoga kamu kehilangan bapakmu?" Dia berkata: "Perkataan yang aku dengar dari [Ali], dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengutus aku, Zubair serta Abu Martsad, dan kami semua menunggang kuda, beliau berkata: "Berjalanlah kalian hingga sampai di Raudlah Khakh, sesungguhnya di sana ada seorang wanita yang membawa surat dari Hatib Bin Abi Balta'ah untuk orang-orang musyrik, kemudian bawa surat itu kepadaku." Maka kami berjalan dengan kuda-kuda kami hingga kami menjumpai wanita itu sebagaimana yang dikatakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa wanita itu berjalan dengan untanya, Hatib telah menulis untuk orang-orang musyrik tentang keberangkatan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka kami katakan kepadanya (wanita): "Di mana surat yang ada pada kamu?" Dia menjawab: "Saya tidak membawa surat." Kemudian kami menderumkan untanya dan menggeledah di kendaraannya, akan tetapi tidak menemukannya sama sekali, maka kedua sahabatku berkata: "Kita tidak melihat ada surat." Maka aku menjawab: "Kamu berdua telah mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mungkin berdusta." Kemudian aku bersumpah: "Demi Dzat yang aku bersumpah dengan-Nya, jika kamu tidak mau mengeluarkan suratnya maka kami akan membuka pakaianmu!" Maka dia menggapai sabuknya -dia bersabuk dengan sebuah kain- kemudian mengeluarkan surat itu, kemudian mereka membawa surat itu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata: "Wahai Rasulullah Hatib telah berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya, izinkan saya memenggal kepalanya." Nabi bertanya: "Wahai Hatib apa yang menyebabkanmu berbuat demikian?" Hatib menjawab: "Wahai Rasulullah, demi Allah, aku bukan tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, akan tetapi aku ingin mempunyai tangan ditengah-tengah kaum, yang dengannya Allah membela keluarga dan hartaku, sementara tidak seorangpun dari sahabatmu di sana melainkan ada kaum yang dengannya Allah membela keluarga dan hartanya." Beliau menjawab: "Kamu benar, maka kalian jangan berkata kepadanya kecuali yang baik." Kemudian Umar berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya dia telah berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang beriman, izinkan saya memenggal lehernya." Nabi menjawab: "Bukankah dia termasuk Ahli Badar, siapa tahu Allah telah melihat mereka dan berfirman: 'Lakukan apa yang kalian kehendaki sesungguhnya kalian telah di jamin surga.'" Maka berlinanglah kedua mata Umar sambil berkata: "Allah Ta'ala dan Rasul-Nya lebih mengetahui."

【787】

Musnad Ahmad 787: Telah menceritakan kepada kami Harun bin Ma'ruf: berkata Abdullah dan aku mendengar dari [Harun] telah memberitahukan kepada kami [Ibnu Wahb] telah menceritakan kepadaku [Sa'id Bin Abdullah Al Juhani] bahwa [Muhammad bin Umar bin Ali bin Abu Thallib] telah menceritakannya dari [bapaknya] dari kakeknya yaitu [Ali Bin Abu Thalib], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tiga hal wahai Ali jangan kamu tunda: shalat jika sudah masuk waktunya, jenazah jika sudah meninggal dan orang yang belum nikah jika sudah mampu."

【788】

Musnad Ahmad 788: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami [Abu Daud Al Mubaraki yaitu Sulaiman Bin Muhammad] tetangganya Khalaf Al Bazzar, Telah menceritakan kepada kami [Abu Syihab] dari [Ibnu Abi Laila] dari [Abdul Karim] dari [Abdullah Bin Al Harits Bin Naufal] dari [Ibnu Abbas] dari [Ali], dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarangku memakai cincin dari emas, pakaian berwarna merah padam dan membaca ayat ketika sedang ruku' dan sujud."

【789】

Musnad Ahmad 789: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Utsman Bin Abi Syaibah] Telah menceritakan kepada kami [Imran Bin Muhammad Bin Abi Laila] dari [bapaknya] dari [Abdul Karim] dari [Abdullah Bin Al Harits] dari [Ibnu Abbas] dari [Ali Bin Abu Thalib], dia berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam diberi daging buruan sementara beliau sedang melaksanakan ihram, maka beliau tidak memakannya."

【790】

Musnad Ahmad 790: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Muhammad Bin Ubaid Bin Muhammad Al Muharibi] Telah menceritakan kepada kami [Abdullah Bin Al 'Ajlah] dari [Ibnu Abi Laila] dari [Abdul Karim] dari [Abdullah Bin Al Harits] dari [Ibnu Abbas] dari [Ali Bin Abu Thalib], dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarangku memakai pakaian dari sutra, kain penutup pelana dari sutra, pakaian berwarna kuning, dan membaca Al Qur'an ketika sedang ruku' dan sujud."

【791】

Musnad Ahmad 791: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Abu Muhammad Sa'id Bin Muhammad Al Jarmi] yang datang kepada kami dari Kufah, Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Sa'id Al Umawi] dari [Al A'masy] dari ['Ashim] dari [Zirr Bin Hubaisy]. Berkata Abdullah bin Ahmad bin HAmbal: Dan Telah menceritakan kepadaku [Sa'id Bin Yahya Bin Sa'id] Telah menceritakan kepada kami [bapakku] Telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari ['Ashim] dari [Zirr Bin Hubaisy] dia berkata: [Abdullah Bin Mas'ud] berkata: "Kami berdebat tentang satu surat dalam Al Qur'an, kami berkata: "Ada tiga puluh lima ayat." Abdullah Bin Mas'ud berkata: "Maka kami pergi kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan kami dapati Ali sedang berbincang dengan beliau. Maka kami berkata: "Sesungguhnya kami berselisih dalam masalah bacaan." Maka merahlah wajah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkatalah [Ali]: "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh kalian untuk membaca Al Qur'an sesuai dengan yang diajarkan kepada kalian."

【792】

Musnad Ahmad 792: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami [Shalih Bin Abdullah At Tirmidzi] Telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari ['Ashim]. Dan telah bercerita kepda kami [Ubaidullah Al Qawariri] Telah menceritakan kepada kami [Hammad], Al Qawariri berkata dalam haditsnya: Telah menceritakan kepada kami ['Ashim Bin Abu An Najud] dari [Zirr Bin Hubaisy] dari [Abu Juhaifah] dia berkata: aku mendengar [Ali] berkata: "Aku beritahukan kepada kalian bahwa orang terbaik dari Ummat ini setelah Nabinya adalah Abu Bakar." Kemudian dia berkata: "Ketahuilah oleh kalian bahwa orang terbaik dari Ummat ini setelah Abu Bakar adalah Umar."

【793】

Musnad Ahmad 793: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Abu Shalih Hadiyyah Bin Abdul Wahhab] di Makkah, Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ubaid Ath Thanafusi] Telah menceritakan kepada kami [Yahya Bin Ayyub Al Bajali] dari [Asy Sya'bi] dari [Wahab As Suwa'i] dia berkata: [Ali Bin Abu Thalib] berkhutbah di hadapan kami kemudian bertanya: "Siapakah orang yang terbaik dari ummat ini setelah Nabinya?" Maka aku menjawab: "Engkau wahai Amirul Mukminin." Dia menjawab: "Bukan, orang terbaik dari ummat ini setelah Nabinya adalah Abu Bakar kemudian Umar, dan tidak jauh dari kami bahwa ketentraman mengatakan atas lisan Umar."

【794】

Musnad Ahmad 794: Telah menceritakan kepada kami [Isma'il Bin Ibrahim] telah memberitakan kepada kami [Manshur Bin Abdurrahman yaitu Al Ghudani Al Asyal] dari [Asy Sya'bi] Telah menceritakan kepadaku [Abu Juhaifah] yang diberi nama oleh Ali dengan Wahab Al Khairi dia berkata: [Ali] berkata: "Wahai Abu Juhaifah, mahukah aku beritahukan kepadamu orang yang terbaik dari ummat ini setelah Nabinya?" Abu Juhaifah menjawab: "Ya, tentu." Abu Juhaifah berkata: dan aku tidak pernah mengira jikalau ada seseorang yang lebih utama darinya (Ali), kemudian Ali berkata: "Sebaik-baik ummat ini setelah Nabinya adalah Abu Bakar, dan setelah Abu Bakar adalah Umar." Kemudian setelah keduanya ada lagi orang ketiga akan tetapi dia tidak menyebut namanya.

【795】

Musnad Ahmad 795: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar Bin Abi Syaibah] Telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Abu Ishaq] dari [Abu Juhaifah] dia berkata: [Ali] berkata: "Sebaik-baik ummat ini setelah Nabinya adalah Abu Bakar, dan setelah Abu Bakar Umar, jika aku mau memberitahukan kepada kalian orang yang ketiga pasti aku sebutkan."

【796】

Musnad Ahmad 796: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepada kami [Manshur Bin Abi Muzahim] Telah menceritakan kepada kami [Khalid Az Zayyat] Telah menceritakan kepadaku [Aun Bin Abi Juhaifah] dia berkata: "Bapakku adalah termasuk dari pasukan Ali, dan dia berada di bawah mimbar, kemudian [Bapakku] bercerita kepadaku, bahwa dia naik mimbar -maksudnya [Ali]- seraya memuji Allah dan mensucikannya serta bersholawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian dia berkata: "Sebaik baik ummat ini setelah Nabinya adalah Abu Bakar, dan yang kedua adalah Umar." Lalu dia berkata: "Allah Ta'ala menjadikan kebaikan menurut yang dikehendak-Nya."

【797】

Musnad Ahmad 797: Telah menceritakan kepada kami [Affan] Telah menceritakan kepada kami [Hammad] telah memberitakan kepada kami ['Atho' Bin As Sa`ib] dari [bapaknya] dari [Ali], bahwa Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menikahkannya dengan Fathimah, beliau mengirimkan kepadanya kain beludru, bantal dari kulit yang bahan isinya serabut, dua alat penggiling, bejana dari kulit dan dua buah teko. Pada suatu hari Ali berkata kepada Fathimah: "Demi Allah, aku telah menyiram kurma sehingga dadaku terasa sakit." Ali melanjutkan: "Dan Allah telah mendatangkan tawanan kepada bapakmu, maka pergilah kamu dan mohonlah pembantu kepadanya!" Kemudian Fathimah menjawab: "Saya juga demi Allah, telah mengaduk adonan sehingga kedua tanganku lecet." Lalu Fathimah datang kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan beliau bertanya: "Apa yang membuatmu datang wahai putriku?" Fathimah menjawab: "Aku datang untuk menyampaikan salam kepadamu." Fathimah merasa malu untuk meminta kepada beliau, kemudian dia kembali pulang, maka Ali bertanya: "Apa yang kamu lakukan?" Fathimah menjawab: "Aku malu untuk meminta kepadanya." Maka kami berdua bersama-sama datang kepada beliau, kemudian Ali berkata: "Wahai Rasulullah, demi Allah, sungguh aku telah menyiram kurma sehingga dadaku terasa sakit." Lalu Fathimah berkata: "Sungguh aku telah mengaduk adonan sehingga kedua tanganku lecet, dan Allah telah mendatangkan kepadamu berupa tawanan dan kelapangan, maka berilah kami pembantu." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Demi Allah, aku tidak akan memberi kalian berdua, sementara aku membiarkan ahli shuffah dengan perut mereka kelaparan karena aku tidak mendapatkan sesuatu untuk memberi nafkah mereka, akan tetapi aku akan menjual mereka (budak tawanan) kemudian hasilnya untuk menafkahi mereka (ahli shuffah)." Maka keduanya (Ali dan Fathimah) kembali pulang, namun kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mendatangi keduanya sementara keduanya sudah masuk berselimutkan beludru, apabila kepala keduanya ditutup maka kedua telapak kaki mereka terbuka, dan apabila mereka menutupi kedua telapak kaki mereka, maka kepala mereka terbuka, sehingga keduanya menjadi ribut, kemudian Nabi berkata: "Tetaplah kalian di tempat kalian berdua!" Lalu beliau berkata: "Maukah aku beritahukan kepada kalian berdua sesuatu yang lebih baik dari apa yang kalian berdua minta?" Keduanya menjawab: "Ya, tentu." Maka beliau bersabda: "Yaitu beberapa kalimat yang diajarkan Jibril kepadaku." Kemudian beliau menyebutkan: "Kalian berdua bertasbih setiap selesai shalat sebanyak sepuluh kali, bertahmid sebanyak sepuluh kali, bertakbir sebanyak sepuluh kali. Dan apabila kalian berdua hendak berbaring di tempat tidur, maka bertasbihlah tiga puluh tiga kali, bertahmidlah tiga puluh tiga kali dan bertakbirlah tiga puluh tiga kali." Kemudian Ali berkata: "Demi Allah, aku tidak pernah meninggalkannya sejak Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkannya kepadaku." Perawi berkata: "Kemudian Ibnu Al Kawwa' bertanya kepada Ali: "(Tidak meninggalkannya) pada malam peristiwa perang shiffin?" Maka Ali menjawab: "Semoga Allah membinasakan kalian wahai penduduk Iraq, ya pada peristiwa perang shiffin."

【798】

Musnad Ahmad 798: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Salamah Bin Kuhail] dari [Asy Sya'bi] bahwa [Ali] menyambuk Syarahah pada hari Kamis dan merajamnya pada hari Jum'at, kemudian dia berkata: "Aku menyambuknya berdasarkan kitabullah kemudian merajamnya berdasarkan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【799】

Musnad Ahmad 799: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Amru Bin Murrah] dari [Abdullah Bin Salamah] dia berkata: Aku datang bersama dua orang menemui [Ali Bin Abu Thalib], salah satunya dari kaumku dan yang satunya lagi menurutku dari Bani Asad, kemudian Ali mengutus keduanya ke suatu daerah seraya berkata: "Adapun kalian berdua adalah orang yang kuat, maka perjuangkanlah agama kalian." Kemudian dia masuk ke wc dan membuang hajatnya, lalu dia keluar dan mengambil seciduk air dan bersuci dengannya, kemudian dia membaca Al Qur`an, Abdullah Bin Salamah berkata: Sepertinya dia melihat kami mengingkarinya, kemudian dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah membuang hajat kemudian beliau keluar dan membaca Al Qur`an serta makan daging bersama kami, dan tidak ada sesuatu yang menghalangi beliau dari membaca Al Qur'an selain junub."

【800】

Musnad Ahmad 800: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad Bin Ja'far] Telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Amru Bin Murrah] dari [Abdullah Bin Salamah] dari [Ali Bin Abu Thalib], dia berkata: Ketika aku mengeluh (sakit) Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melewatiku dan aku mengatakan: "Ya Allah, apabila ajalku telah tiba, maka mudahkanlah aku, dan apabila ditangguhkan maka kuatkanlah aku, dan apabila ini adalah cobaan maka berilah aku kesabaran." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apa yang kamu katakan?" Maka Ali mengulangi apa yang dia katakan, Ali berkata: Kemudian Nabi menendangku seraya berdo'a: "Ya Allah maafkanlah dia." atau: "Ya Allah sembuhkanlah dia." -Syu'bah ragu- maka aku tidak pernah mengeluh sakit lagi setelah itu.

【801】

Musnad Ahmad 801: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] dari [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] saya mendengar ['Ashim bin Dlamrah] menceritakan dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Shalat witir bukanlah wajib hukumnya, tapi itu adalah sunnah, namun janganlah ditinggalkan." Syu'bah berkata: Saya mendapatinya tertulis pada kitabku, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melakukan shalat witir.

【802】

Musnad Ahmad 802: Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin 'Amir] telah memberitakan kepada kami [Syarik] dari [Abu Al Hasna`] dari [Al Hakam] dari [Hanasy] dari [Ali Radliallah 'anhu], ia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku memotong hewan Qurban untuknya, maka aku selalu berkorban untuknya."

【803】

Musnad Ahmad 803: Telah mengabarkan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Sufyan] dari [Jabir] dari [Asy Sya'bi] dari [Al Harits] dari [Ali] radliyallah 'anhu, dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaknat orang yang memakan riba, orang yang memberi makan dengan harta riba, kedua saksinya, orang yang mentato dan orang meminta ditato agar kelihatan bagus, orang yang tidak mau membayar zakat, al muhil dan al muhallal lahu, dan beliau juga melarang meratapi mayat."

【804】

Musnad Ahmad 804: Telah mengabarkan kepada kami [Abdurrazzaq] telah mengabarkan kepada kami [Sufyan] dari [Jabir] dari [Abdullah bin Nujai] dari [Ali] radliyallah 'anhu, dia berkata: "Saya menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam setiap pagi. Jika beliau memberi isyarat dengan berdehem maka saya akan masuk, namun jika beliau diam maka saya tidak masuk." Dia berkata: Beliau menemuiku seraya bersabda: "Tadi malam telah terjadi sesuatu, saya mendengar suara gemerisik di rumah yang ternyata dia adalah Jibril 'alaihi salam. Maka saya bertanya: 'Apa yang menghalangimu masuk ke dalam rumah?' Dia menjawab: 'Di dalam ada anjing'." Beliau berkata: "Saya masuk rumah, ternyata ada anjing kecil milik Hasan yang berada di bawah satu kursi kami." Ali radliyallah 'anhu berkata: beliau bersabda: "Malaikat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya ada tiga: anjing, gambar atau orang yang junub."

【805】

Musnad Ahmad 805: Telah mengabarkan kepada kami [Musa bin Daud] telah menceritakan kepada kami [Zuhair] dari [Manshur bin Al Mu'tamir] dari [Abu Ishaq] dari [Al Harits Al A'war] dari [Ali] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Seandainya aku mengangkat pemimpin pada salah seorang dari kalangan umatku tanpa dengan musyawarah, niscaya aku akan mengangkat Ibnu umi Abd."

【806】

Musnad Ahmad 806: Telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad] telah menceritakan kepada kami [Rizam bin Sa'id Taimi] dari [Jawwab Taimi] dari [Yazid bin Syarik] yaitu Taimi dari [Ali] berkata: Saya adalah orang yang mudah mengeluarkan madzi, kemudian saya tanyakan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Maka beliau menjawab: "Jika kamu mengeluarkan (mani) maka mandilah dari janabah. Jika tidak, maka kamu tidak perlu mandi."

【807】

Musnad Ahmad 807: Telah menceritakan kepada kami [Al Walid bin Al Qasim bin Al Walid Al Hamdani] telah menceritakan kepada kami [Israil] telah menceritakan kepada kami [Ibrahim] yaitu Ibnu Abdul A'la, dari [Thariq bin Ziyad] berkata: Kami keluar bersama [Ali] memerangi kelompok Al Khawarij, sehingga kami dapat membunuh mereka, kemudian dia berkata: Perhatikanlah, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Akan datang suatu kaum, mereka mengatakan dengan al haq namun tidak sampai pada tenggorokan mereka, bahkan mereka keluar dari al haq sebagaimana anak panah yang melesat dari busurnya. Di antara tanda mereka adalah di kalangan mereka ada seorang yang berkulit hitam, tangannya pendek yang terdapat banyak bulu hitam. Jika itu adalah dia, maka kalian telah membunuh orang yang paling jelek, namun jika bukan, maka kalian telah membunuh orang yang terbaik." Kami semua menangis, kemudian Ali radliyallah 'anhu berkata: "Carilah." Maka kami mencarinya dan kami mendapatkan si tangan pendek, maka kami tersungkur bersujud, dan begitu juga Ali tersungkur sujud, akan tetapi dia sambil berkata: "Mereka berbicara dengan kalimat yang haq."

【808】

Musnad Ahmad 808: Telah menceritakan kepada kami [Husain bin Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Abdul A'la] dari [Abu Abdurrahman] dari [Ali] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda tentang tafsir dari: {Kamu mengganti rezki (yang Allah berikan)} beliau menafsiri dengan: "Terima kasih kalian." {dengan mendustakan Allah} Kalian mengatakan: 'Kami mendapatkan hujan karena rasi begini dan begitu, karena bintang ini dan itu." Telah menceritakan kepada kami [Mu`ammal] telah menceritakan kepada kami [Israil] telah menceritakan kepada kami [Abdul A'la] dari [Abu Abdurrahman] dari [Ali] radliyallahu 'anhu -dengan memarfu'kannya.- {Kamu mengganti rezki (yang Allah berikan)} Mu`ammal berkata: Saya bertanya kepada Sufyan: Apakah Israil memarfu'kan hadits ini? Dia menjawab: "Anak kecil, anak kecil."

【809】

Musnad Ahmad 809: Telah menceritakan kepada kami [Hasan bin Musa] telah menceritakan kepada kami [Zuhair] telah menceritakan kepada kami [Abu Ishaq] dari [Syuraih bin An Nu'man], Abu Ishaq berkata: An Nu'man adalah seorang yang jujur, dia berkata: dari [Ali] radliyallah 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh kami agar mengecek mata dan telinganya, agar kami tidak berkurban dengan hewan yang buta atau al muqabalah atau al mudabarah, asy syarqa` dan al kharqa`." Zuhair berkata: saya bertanya kepada Abu Ishaq: "Apakah Ali menyebutkan unta yang telinganya robek?" Dia menjawab: "Tidak." Saya bertanya: "Apakah yang di maksud dengan al muqabalah?" Dia menjawab: "Hewan yang terpotong ujung telinganya." Saya bertanya lagi: "Apakah al mudabarah itu?" Dia menjawab: "Hewan yang dipotong belakang daun telinganya." Saya bertanya: "Apakah asy syarqa` itu?" Dia menjawab: "Hewan yang di belah daun telinganya." Saya bertanya: "Apakah al kharqa` itu?" Dia menjawab: "Hewan yang telingnya di lubangi dengan membakarnya sebagai tanda."

【810】

Musnad Ahmad 810: Telah menceritakan kepada kami [Hasan bin Musa] telah menceritakan kepada kami [Zuhair] telah menceritakan kepada kami [Manshur bin Al Mu'tamir] dari [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Seandainya aku mengangkat seseorang tanpa musyawarah dari kaum mukminin, niscaya aku telah mengangkat Ibnu Ummi 'Abd."

【811】

Musnad Ahmad 811: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] mantan budak Bani Hasyim dan [Mu'awiyah bin 'Amru] berkata: telah menceritakan kepada kami [Za`idah] telah menceritakan kepada kami ['Atha` bin As Sa`ib] dari [Bapaknya] dari [Ali] radliyallah 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyiapkan (membekali) Fathimah berupa kain tebal, geriba, bantal dari kulit yang isinya serabut. Mu'awiyah berkata: rumput idkhir. Bapakku berkata: "Al khamilah yaitu kain yang kasar."

【812】

Musnad Ahmad 812: Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin 'Amru] telah memberitakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Hani` bin Hani`] berkata: [Ali] radliyallah 'anhu, dia berkata: "Al Hasan adalah orang yang paling mirip Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dari bagian dada sampai kepalanya dan Al Husain paling mirip pada bagian bawahnya."

【813】

Musnad Ahmad 813: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Abu Khalid Al Ahmar] dari [Manshur bin Hayyan] dari [Abu Thufail] berkata: Kami berkata kepada [Ali] radliyallahu 'anhu: "Kabarkan kepada kami sesuatu yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sampaikan dengan rahasia kapadamu?" Dia menjawab: Beliau tidak merahasiakan sesuatu kepadaku untuk disembunyikan dari manusia, tapi aku mendengar beliau bersabda: "Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah, Allah melaknat orang yang melindungi pelaku kerusakan, Allah melaknat orang yang melaknat kedua orang tuanya, dan Allah melaknat orang yang merubah batasan pemisah tanah yaitu tandanya."

【814】

Musnad Ahmad 814: Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin 'Amir] telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Hani` bin Hani`] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Saya adalah orang yang sering mengeluarkan madzi. Setiap kali saya mengeluarkan madzi saya mandi. Maka saya menyuruh Al Miqdad menanyakannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau tersenyum dan bersabda: "Cukuplah dengan berwudlu saja."

【815】

Musnad Ahmad 815: Telah menceritakan kepada kami [Al Aswad] yaitu Ibnu 'Amir, telah memberitakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Hani` bin Hani`] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Saya menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersama Ja'far dan Zaid. Ali berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada Zaid: 'Kamu adalah budakku' maka Zaid merasa tersanjung. Ali berkata: Beliau berkata kepada Ja'far: "Kamu mirip dengan rupa dan akhlaqku." Maka Ja'far yang berada di belakang Zaid merasa tersanjung, Ali berkata: Beliau berkata kepadaku: "Kamu dariku dan aku darimu." Ali berkata: "Aku yang berada di belakang Ja'far merasa tersanjung."

【816】

Musnad Ahmad 816: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Asy Sya'tsa` Ali bin Al Hasan bin Sulaiman] telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Hayyan] dari [Manshur bin Hayyan] berkata: saya mendengar ['Amir bin Watsilah] berkata: Dikatakan kepada [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu: "Kabarkan kepada kami sesuatu yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam rahasiakan kapadamu?" Dia menjawab: Beliau tidak merahasiakan sesuatu kepadaku untuk ditutupi dari manusia, tapi aku mendengar beliau bersabda: "Allah melaknat orang yang mencela kedua orang tuanya, Allah melaknat orang yang merubah batasan pemisah tanah yaitu tandanya, dan Allah melaknat orang yang melindungi pelaku kerusakan."

【817】

Musnad Ahmad 817: Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin 'Amir] telah menceritakan kepadaku [Abdul Hamid bin Abu Ja'far yaitu Al Farra`] dari [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Zaid bin Yutsai'] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya: "Wahai Rasulullah, siapa orang yang ditunjuk sebagai pemimpin setelahmu?" Beliau menjawab: "Jika kalian mengangkat Abu Bakar radliyallahu 'anhu, maka kalian mendapati dia adalah orang yang terpercaya, zuhud terhadap dunia dan cinta pada akhirat. Jika kalian mengangkat Umar Radliyallahu 'anhu, dia adalah orang kuat dan terpercaya, tidak takut celaan orang yang mencela. Jika kalian mengangkat Ali Radliyallahu 'anhu, aku tidak mengira kalau kalian melaksanakannya, dia adalah orang yang memberi petunjuk dan tempat mendapat petunjuk, dia akan membawa kalian kepada jalan yang lurus."

【818】

Musnad Ahmad 818: Telah menceritakan kepada kami [Hasyim bin Al Qasim] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Tayyah] berkata: saya mendengar [Seorang laki-laki dari 'Anazah] menceritakan dari seseorang dari Bani Asad berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu menemui kami, kemudian dia berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh melakukan shalat witir dan menetapkan waktu witirnya pada waktu seperti ini, wahai Ibnu An Nabbah, kumandangkanlah adzan atau panggillah."

【819】

Musnad Ahmad 819: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Tayyah] telah menceritakan kepadaku [Seorang laki-laki dari 'Anazah] dari seorang laki-laki dari Bani Asad berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu berangkat ketika penyeru menyerukan untuk shalat subuh, kemudian dia mengatakan: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh kami melakukan shalat witir dan menetapkannya pada waktu seperti ini." Lalu dia berkata: "Iqamahlah Wahai Ibnu An Nawahah!"

【820】

Musnad Ahmad 820: Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin 'Amir] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Tayyah] saya mendengar [Abdullah bin Abu Al Hudzail Al 'Anazi] menceritakan dari [Seorang lelaki dari Bani Asad] berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu menemui kami. Kemudian menyebutkan seperti hadits Suwaid bin Sa'id: "Aku berada di sisi Umar Radliyallahu 'anhu ketika badannya sudah ditutup kain."

【821】

Musnad Ahmad 821: Telah menceritakan kepada kami [Hasyim] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Ashim bin Kulaib] berkata: saya mendengar [Abu Burdah] menceritakan dari [Ali] radliyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang memakai cincin pada jari ini dan itu yaitu jari tengah dan jari telunjuk. Jabir Al Ju'afi berkata: Yaitu jari tengah, tanpa ragu.

【822】

Musnad Ahmad 822: Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin 'Amir] telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Jabir] dari [Abdullah bin Nujai] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang berkurban dengan hewan yang tanduk dan telinganya rusak/cacat.

【823】

Musnad Ahmad 823: Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Bahr] telah menceritakan kepada kami [Isa bin Yunus] telah menceritakan kepada kami [Zakaria] dari [Abu Ishaq] dari [Hani` bin Hani`] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Abu Bakar radliyallahu 'anhu apabila membaca Al Qur'an dia membacanya dengan melembutkan suaranya, Umar radliyallahu 'anhu membaca dengan mengeraskan suaranya, sedangkan Ammar Radliyallahu 'anhu membaca Al Qur`an dengan mengambil dari surat ini dan dari surat itu. Kemudian hal itu disampaikan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, maka beliau berkata kepada Abu Bakar: "Kenapa kamu membaca dengan pelan? Dia menjawab: "Aku memperdengarkan kepada Dzat yang bermunajat kepadaNya." Beliau bertanya kepada Umar: "Kenapa kamu mengeraskan bacaanmu?" Dia menjawab: "Saya ingin mengusir setan dan membangunkan orang yang mengantuk." Beliau juga bertanya kepada Ammar: "Kenapa kamu mengambil dari surat ini dan dari surat itu?" Dia menjawab: "Apakah anda mendengarku mencampuradukkan sesuatu yang bukan darinya?" Beliau menjawab: "Tidak." Beliau bersabda: "Semuanya baik."

【824】

Musnad Ahmad 824: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Ja'far Al Warakani] telah menceritakan kepada kami [Abu Ma'syar Najih Al Madani] mantan budak Bani Hasyim, dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar] radliyallahu 'anhu berkata: Umar bin Al Khaththab diletakkan di antara mimbar dan kuburan, tiba-tiba datang [Ali] radliyallahu 'anhu dan berdiri di depan barisan, dia berkata: "Inilah yang benar." Tiga kali, lalu berkata: "Semoga Allah melimpahkan rahmat kepadamu. Tidak ada ciptaan Allah Ta'ala yang lebih aku cintai untuk melihat lembarannya setelah lembaran Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam daripada orang yang ditutupi pakaiannya ini."

【825】

Musnad Ahmad 825: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Suwaid bin Sa'id Al Harami] telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Abu Ya'fur] dari ['Aun bin Abu Juhaifah] dari [Bapaknya] berkata: Saya berada disisi Umar radliyallahu 'anhu yang ditutupi dengan pakaiannya yang sudah meninggal dunia. Datanglah [Ali] radliyallahu 'anhu, kemudian membuka wajahnya dan berkata: "Semoga Allah melimpahkan rahmatNya kepadamu, Wahai Abu Hafs! Demi Allah, tidak ada seorangpun setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang lebih aku cintai untuk bertemu Allah Ta'ala dengan lembarannya daripada dirimu."

【826】

Musnad Ahmad 826: Telah menceritakan kepada kami ['Abidah bin Humaid 'Atho` Taimi Abu Abdurrahman] telah menceritakan kepadaku [Rukain] dari [Hushain bin Qabishah] dari [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu berkata: Saya adalah orang yang sering mengeluarkan madzi, maka saya sangat sering mandi pada musim dingin sehingga membuat berat diriku. Hal itu saya sampaikan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam atau disampaikan kepadanya, maka beliau bersabda: "Janganlah kau lakukan, jika kamu melihatnya, basuhlah kemaluanmu dan dan berwudlulah sebagaimana kamu hendak shalat. Jika kamu telah memancarkan air (mani) maka mandilah."

【827】

Musnad Ahmad 827: Telah menceritakan kepada kami ['Abidah bin Humaid] telah menceritakan kepadaku [Yazid bin Abu Ziyad] dari [Abdurrahman bin Abu Laila] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Saya adalah orang yang sering mengeluarkan madzi, maka saya bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam atau disampaikan kepada beliau, maka beliau bersabda: "Berwudlu jika mendapati madzi dan mandi jika mendapati mani."

【828】

Musnad Ahmad 828: Telah menceritakan kepada kami ['Abidah] telah menceritakan kepadaku [Sulaiman Al A'masy] dari [Habib bin Abu Tsabit] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu Abbas] berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: Saya adalah orang yang sering mengeluarkan madzi, maka saya menyuruh seseorang untuk menanyakan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Maka beliau menjawab: "Berwudlu jika mendapatinya (madzi)."

【829】

Musnad Ahmad 829: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Sulaiman Luwain] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] dari ['Ashim] dari [Zirr] dari [Abu Abu Juhaifah] berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu menyampaikan khutbah dihadapan kami dengan mengatakan: "Maukah aku kabarkan kepada kalian manusia terbaik dari umat ini setelah Nabi? Dia adalah Abu Bakar As Shiddiq radliyallahu 'anhu." Dia menambahkan: "Maukah aku kabarkan kepada kalian manusia terbaik dari umat ini setelah Nabi dan setelah Abu Bakar As Shiddiq radliyallahu 'anhu? Dia adalah Umar."

【830】

Musnad Ahmad 830: Telah menceritakan kepada kami [A`idz bin Habib] telah menceritakan kepadaku ['Amir bin As Simth] dari [Abu Al Gharif] berkata: Dibawakan air wudlu kepada [Ali] radliyallahu 'anhu, maka dia berkumur-kumur dan beristinsyaq tiga kali. Lalu dia membasuh wajahnya tiga kali, kedua tangannya sampai kepada kedua sikunya tiga kali tiga kali, kemudian dia mengusap rambutnya dan membasuh kedua kakinya. Dia berkata: "Demikianlah saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwudlu, beliau membaca beberapa ayat Al Qur'an." Dia berkata: "Demikianlah bagi siapa yang tidak dalam keadaan junub. Jika dia junub, maka jangan hanya berwudlu dan jangan membaca ayat."

【831】

Musnad Ahmad 831: Telah menceritakan kepada kami [Marwan bin Mu'awiyah Al Fazari] telah menceritakan kepada kami [Rabi'ah bin 'Utbah Al Kinani] dari [Al Minhal bin 'Amru] dari [Zirr bin Hubaisy] berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu membasuh rambut dalam wudlunya sampai menetes. Dia berkata: "Demikianlah saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwudlu."

【832】

Musnad Ahmad 832: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Aban bin 'Imran Al Wasithi] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Mukhariq] dari [Thariq] yaitu Ibnu Syihab berkata: saya mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Kami tidak memiliki kitab yang bisa kami bacakan kepada kalian kecuali hanya Al Quran, dan apa yang terdapat di lembaran ini hanya berupa lembaran, yang tergantung pada sarung pedang yang hiasannya terbuat dari besi, saya ambil dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Di dalamnya terdapat masalah pembagian zakat."

【833】

Musnad Ahmad 833: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Sulaiman Al Asadi Luwain] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Abu Za`idah] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Ishaq] dari [Ziyad bin Zaid As Suwa`i] dari [Abu Juhaifah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Termasuk dari sunnah dalam shalat meletakkan telapak tangan di atas telapak tangan lain di bawah pusar."

【834】

Musnad Ahmad 834: Telah menceritakan kepada kami [Marwan] telah menceritakan kepada kami [Abdul Malik bin Sal' Al Hamdani] dari [Abdu Khair] berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu mengajari kami tatacara wudlu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, seorang pemuda menuangkan pada kedua tangannya sampai bersih, kemudian dia memasukkan tangannya pada bejana dari kulit. Dia berkumur-kumur dan beristinsyaq, membasuh wajahnya tiga kali tiga kali, kedua tangannya sampai pada kedua sikunya tiga kali tiga kali. Dia memasukkan tangannya lagi ke dalam bejana dan membasahi bagian bawahnya dengan tangannya dan mengeluarkaannya kembali. kemudian membasuh bagian lainnya, dia mengusap kepalanya dengan kedua telapak tangannya sekali, kemudian membasuh kedua kakinya sampai mata kakinya tiga kali, tiga kali. Lantas dia menciduk air dengan pelan dengan kedua tangannya dan meminumnya. Dia berkata: "Demikianlah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwudlu."

【835】

Musnad Ahmad 835: Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Hujr] telah menceritakan kepada kami [Isa bin Yunus] telah menceritakan kepada kami [Zakaria] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim bin Dlamrah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Wahai ahli qur'an lakukanlah shalat witir, sesungguhnya Allah 'azza wa jalla itu ganjil menyukai hal yang ganjil."

【836】

Musnad Ahmad 836: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Wahb bin Baqiyyah Al Wasithi] telah memberitakan kepada kami [Khalid bin Abdullah] dari [Bayan] dari ['Amir] dari [Abu Juhaifah] berkata: [Ali bin Abu Thalib] berkata: "Maukah saya kabarkan kepada kalian manusia terbaik dari umat ini setelah Nabi? Abu Bakar radliyallahu 'anhu kemudian Umar kemudian lelaki lainnya."

【837】

Musnad Ahmad 837: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] telah menceritakan kepada kami [Malik bin Mighwal] dari [Habib bin Abu Tsabit] dari [Abdu Khair] dari [Ali Radliallah 'anhu] dan dari [Asy Sya'bi] dari [Abu Juhaifah] dan dari [Aun bin Abu Juhaifah] dari [bapaknya] dari [Ali] dia berkata: "Manusia terbaik dari umat ini setelah Nabi adalah Abu Bakar radliyallahu 'anhu. Kemudian setelah Abu Bakar adalah Umar radliyallahu 'anhu, kalau aku mau, akan aku sebutkan yang yang ketiga."

【838】

Musnad Ahmad 838: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin 'Uyainah] dari [Ibnu Abu Khalid] dan diganti dengan jalur periwayatan lain: telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Isma'il] dari [Asy Sya'bi] dari [Abu Juhaifah] saya mendengar [Ali] radliyallah 'anhu berkata: "Manusia terbaik dari umat ini setelah Nabi adalah Abu Bakar dan Umar radliyallahu 'anhuma, kalau aku mau, akan aku sebutkan orang yang ketiga."

【839】

Musnad Ahmad 839: Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin 'Amir] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah], dia berkata: [Al Hakam] telah mengabarkan kepadaku dari [Abu Muhammad] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengutusnya ke Madinah untuk meratakan kuburan.

【840】

Musnad Ahmad 840: Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin 'Amir] telah menceritakan kepada kami dari [Syarik] dari [Simak] dari [Hanasy] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengutusku ke Yaman, kemudian saya mengadu: "Wahai Rasulullah, anda mengutusku menuju suatu kaum yang lebih tua daripadaku, saya adalah orang yang masih muda, saya tidak mampu memutuskan sesuatu." Maka beliau meletakkan tangannya di atas dadaku, kemudian beliau membaca: "ALLAHUMMA TSABBIT LISANAHU WAHDI QALBAHU (Ya Allah, teguhkanlah lidahnya dan tunjukilah hatinya). Wahai Ali, jika ada dua orang yang bersengketa menemuimu, janganlah kamu putuskan sehingga kamu mendengar dari pihak yang lain. Jika hal itu kamu lakukan niscaya keputusan akan menjadi jelas bagimu." Sejak saat itu, tidak ada masalah yang menyulitkan aku.

【841】

Musnad Ahmad 841: Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin 'Amir] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Al A'masy] dari [Al Minhal] dari ['Abbad bin Abdullah Al Asadi] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Ketika ayat ini turun: {Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat} Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengumpulkan ahli baitnya, maka berkumpullah tiga puluh orang kemudian mereka makan dan minum." Ali berkata: kemudian beliau berkata kepada mereka: "Barangsiapa menanggung hutang dan janjiku, niscaya dia akan bersamaku di Surga dan akan menggantikanku dalam keluargaku." Seorang lelaki yang tidak disebutkan namanya oleh Syarik berkata: "Wahai Rasulullah! Anda adalah lautan, siapa yang akan mampu melakukan itu." Ali berkata: yang lainnya pun berbicara seperti itu, kemudian beliau menawarkan hal itu kepada keluarganya, maka Ali radliyallahu 'anhu menjawab: "Saya."

【842】

Musnad Ahmad 842: Telah menceritakan kepada kami [Aswad] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali] radliyallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan shalat witir menjelang adzan dan melakukan shalat dua raka'at menjelang iqamah.

【843】

Musnad Ahmad 843: Telah menceritakan kepada kami [Aswad] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim] dari [Ali] radliyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan shalat pada siang hari enam belas raka'at.

【844】

Musnad Ahmad 844: Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim Ar Razi] telah menceritakan kepada kami [Salamah bin Al Fadl] telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Ishaq] dari [Yazid bin Abu Habib] dari [Martsad bin Abdullah Al Yazari] dari [Abdullah bin Zurair Al Ghafiqi] dari [Ali bin Abu Thalib], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menaiki keledai yang bernama 'Ufair.

【845】

Musnad Ahmad 845: Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Bahr] telah menceritakan kepadaku [Baqiyyah bin Al Walid Al Himshi] telah menceritakan kepadaku [Al Wadlin bin 'Atho`] dari [Mahfuzh bin 'Alqamah] dari [Abdurrahman bin 'A`idz Al Azdi] dari [Ali bin Abu Thalib] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Dubur adalah tali mata, oleh karena itu, siapa yang tidur hendaklah berwudlu."

【846】

Musnad Ahmad 846: Telah menceritakan kepada kami [Husain bin Al Hasan Al Asyqar] telah menceritakan kepadaku [Ibnu Qabus bin Abu Zhabyan Al Janbi] dari [Bapaknya] dari [Kakeknya] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Tatkala aku membunuh Marhab, maka saya membawa kepalanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam."

【847】

Musnad Ahmad 847: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Syaiban Abu Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] telah memberitakan kepada kami [Yusuf bin Khabbab] dari [Jarir bin Hayyan] dari [Bapaknya] bahwa [Ali] radliyallahu 'anhu berkata kepada bapaknya: "Saya akan mengutus anda sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengutusku, untuk meratakan semua kuburan dan menghancurkan semua berhala."

【848】

Musnad Ahmad 848: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fudlail] dari [Yazid bin Abu Ziyad] dari [Abdurrahman bin Abu Laila] berkata: saya mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: Saya adalah lelaki yang sering mengeluarkan madzi. Lantas saya menanyakannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau menjawab: "Cukuplah dengan berwudlu saja."

【849】

Musnad Ahmad 849: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Wahab bin Baqiyyah Al Wasithi] telah memberitakan kepada kami [Khalid] dari [Yazid bin Abu Ziyad] dari [Abdurrahman bin Abu Laila] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Saya adalah lelaki yang sering mengeluarkan madzi, lantas saya menanyakannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, maka beliau menjawab: "Padanya diharuskan berwudlu, adapun mani diharuskan mandi."

【850】

Musnad Ahmad 850: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id Al Umawi] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Laila] dari [Ibnu Al Ashbahani] dari [Neneknya] yang pernah menjadi istri Ali, berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: Dulu aku adalah tukang tidur, apabila aku selesai shalat Maghrib dan aku mengenakan pakaian maka akupun tidur." Yahya bin Sa'id berkata: "Maka aku tidur sebelum Isya, kemudian aku tanyakan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan beliaupun memberikan keringanan kepadaku."

【851】

Musnad Ahmad 851: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Syaiban Abu Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz bin Muslim] yaitu Abu Zaid Al Qasmali, telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Abu Ziyad] dari [Abdurrahman bin Abu Laila] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Saya adalah lelaki yang sering mengeluarkan madzi, lantas saya menanyakannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang hal itu, maka beliau menjawab: "Berwudlu jika mendapati madzi dan mandi jika mendapati mani."

【852】

Musnad Ahmad 852: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Bakar Al Bahili, Muhammad bin 'Amru bin Al 'Abbas] telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahab] yaitu Al Tsaqafi, telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari [Abdul Karim] dan [Ibnu Abu Najih] dari [Mujahid] dari [Abdurrahman bin Abu Laila] dari [Ali] radliyallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengutusnya membawa hewan kurban beliau untuk mensedekahkan daging, kulit dan tulang belulang kurban tersebut.

【853】

Musnad Ahmad 853: Telah menceritakan kepada kami [Syuja' bin Al Walid] berkata: [Khalaf bin Hausyab] meriwayatkan dari [Abu Ishaq] dari [Abdu Khair] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lebih dahulu, kemudian Abu Bakar shalat (menyusul) dan Umar radliyallahu 'anhu yang ketiga menyusul juga, sedang kami tertimpa fitnah semoga Allah memaafkan orang yang Dia kehendaki."

【854】

Musnad Ahmad 854: Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Mughirah] telah menceritakan kepada kami [Shafwan] telah menceritakan kepadaku [Syuraih] yaitu Ibnu 'Ubaid, berkata: Ketika [Ali bin Abi Thalib] radliyallahu 'anhu berada di Iraq, diceritakanlah penduduk Syam di sisinya, mereka berkata: "Laknatlah mereka wahai Amirul Mukminin." Ali menjawab: Tidak, saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Hamba-hamba Allah yang shaleh berada di Syam, jumlah mereka ada empat puluh orang, setiap meninggal satu orang Allah akan mengganti posisinya dengan satu orang, karena mereka Allah akan menurunkan hujan, dan karena mereka akan diberikan kemenangan atas musuh-musuh, dan karena mereka penduduk Syam akan dihindarkan dari azab."

【855】

Musnad Ahmad 855: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Suwaid bin Sa'id Al Harawi] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Zakaria bin Abu Za`idah] dari [Ibnu Juraij] dari [Al Hasan bin Muslim] dari [Mujahid] dari [Abdurrahman bin Abu Laila] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengutusku pada sapi atau unta (untuk sembelihan haji). Beliau bersabda: "Janganlah kamu memberi orang yang menyembelihnya sedikitpun."

【856】

Musnad Ahmad 856: Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Ishaq] telah mengabari kepada kami [Abdullah] yaitu Ibnu Mubarak, telah mengabarkan kepada kami [Umar bin Sa'id bin Abu Husain] dari [Ibnu Abu Mulaikah] dia mendengar [Ibnu Abbas] berkata: Umar bin Al Khaththab radliyallahu 'anhu diletakkan dalam kerandanya, maka orang-orang mengelilinginya, mendoakannya dan menshalatkannya sebelum diangkat, saya termasuk di antara mereka. Tidak ada yang mengagetkanku kecuali seorang laki-laki yang memegang pundakku dari belakang, ketika saya menoleh, ternyata dia adalah [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu yang sedang mendo'akan Umar bin Al Khaththab radliyallahu 'anhu. Dia berkata: "Tidak ada seorangpun yang telah kau tinggalkan yang paling saya cintai untuk bertemu Allah Ta'ala dengan membawa seperti amalannya daripada dirimu. Demi Allah, saya berharap agar Allah menjadikanmu bersama kedua sahabatmu, karena saya sering sekali mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Saya berangkat bersama Abu Bakar dan Umar." "Saya, Abu Bakar dan Umar masuk." "Saya keluar bersama Abu Bakar dan Umar." Saya berharap semoga Allah menjadikan kamu bersama mereka berdua."

【857】

Musnad Ahmad 857: Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Ishaq] telah memberitakan kepada kami [Abdullaoh bin Al-Mubarok] telah memberitakan kepada kami [Yahya bin Ayyub] dari ['Ubaidullah bin Zahr] dari [Ali bin Yazid] dari [Al Qasim] dari [Abu Umamah] bahwa [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu mengabarinya, bahwa Dia selalau menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dia berkata: "Jika saya mendapati beliau sedang shalat kemudian beliau membaca tasbih, maka saya masuk. Jika beliau sedang tidak dalam shalat, beliau mengizinkan langsung."

【858】

Musnad Ahmad 858: Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Yaman] telah memberitakan kepada kami [Syuaib] dari [Az Zuhri] telah mengabarkan kepadaku [Ali bin Husain] bahwa [Husain bin Ali] radliyallahu 'anhu mengabarinya, bahwa [Ali bin Abu Thalib] mengabarinya bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mendatanginya dan Fathimah Radliyallahu 'anha putri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pada suatu malam. Beliau bertanya: "Tidakkah kalian berdua shalat." Saya menjawab: "Wahai Rasulullah, jiwa kami berada di tangan Allah. Jika Dia menghendaki membangunkan kami niscaya akan membangunkan kami." Setelah mendengar jawabanku beliau pergi dan tidak membalasku sedikitpun. Kemudian saya mendengar beliau berpaling sambil menepuk pahanya berkata: "{Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah}." Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] telah menceritakan kepada kami [Bapakku] dari [Shalih] dari [Ibnu Syihab] berkata: telah mengabariku [Ali bin Husain] radliyallahu 'anhu bahwa bapaknya, [Husain bin Ali] radliyallahu 'anhu mengabarinya, bahwa [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu mengabarinya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mendatangi dirinya dan Fathimah pada suatu malam secara tiba-tiba. Dan menyebutkan hadits seperti di atas.

【859】

Musnad Ahmad 859: Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Bahri] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Ibrahim bin Umar bin bin Kaisan], [Bapakku] berkata: saya mendengarnya menceritakan dari [Abdullah bin Wahb] dari [Bapaknya] dari [Abu Khalifah] dari [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah itu lembut dan menyukai lemah lembut, dan Allah akan memberi kepada yang lemah lembut apa yang tidak diberikan kepada yang kasar."

【860】

Musnad Ahmad 860: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Utsman bin Muhammad bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Fudlail] dari [Al A'masy] dari [Al Hakam] dari [Abdurrahman bin Abu Laila] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa menyampaikan sebuah hadits dariku yang terlihat bahwa itu adalah sebuah hadits dusta maka dia adalah salah satu dari para pendusta."

【861】

Musnad Ahmad 861: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Abu Bakar Al Muqaddami] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] dari [Ayyub] dan [Hisyam] dari [Muhammad] dari ['Abidah] bahwa [Ali] Radliyallahu 'anhu menerangkan tentang penduduk Nahrawan. Dia berkata: "Di antara mereka ada seorang laki-laki yang tangannya kecil atau tangannya pendek, atau tangannya hilang. Jikalau bukan karena kalian akan berlebihan niscaya saya akan mengabari kalian tentang apa yang telah Allah janjikan kepada orang yang memerangi mereka menurut lisan Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam." Saya bertanya kepada Ali radliyallahu 'anhu: "Apakah benar kau telah mendengar darinya." Dia menjawab: "Ya, demi rabb ka'bah."

【862】

Musnad Ahmad 862: Telah menceritakan kepada kami [Manshur bin Wardan Al Asadi] telah menceritakan kepada kami [Ali bin Abdul A'la] dari [Bapaknya] dari [Abu Al Bukhtari] dari [Ali] radliyallahu 'anhu ia berkata: Ketika turun ayat: {Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah} (Ali Imran: 97) para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah setiap tahun?" Beliau terdiam. Mereka bertanya lagi: "Apakah setiap tahun?" Nabipun diam, kemudian mereka bertanya lagi: "Apakah setiap tahun?" Beliau menjawab: "Tidak, seandainya aku jawab ya, tentu akan menjadi wajib." Maka Allah Ta'ala menurunkan ayat: {Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu akan menyusahkan kamu} (Al Ma'idah: 101) sampai akhir ayat.

【863】

Musnad Ahmad 863: Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Al Hakam] dari [Al Qasim bin Mukhaimirah] dari [Syuraih bin Hani`] berkata: Saya bertanya kepada Aisyah radliyallahu 'anha tentang membasuh khuff, maka dia menjawab: "Temuilah Ali radliyallahu 'anhu, dia lebih paham dariku mengenai hal itu!" Maka saya menemui [Ali] radliyallahu 'anhu dan menanyakannya tentang hal itu. Dia menjawab: "Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepada kami mengusap kedua khuff sehari semalam dan bagi orang yang dalam perjalanan tiga hari tiga malam." Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Hajjaj] dengan memarfu'kannya.

【864】

Musnad Ahmad 864: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Nashr bin Ali Al Azdi] telah menceritakan kepada kami [Bisyr bin Al Mufadlal] dari [Syu'bah] dari [Habib bin Abu Tsabit] dari [Abdu Khair], saya mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Maukah saya kabarkan kepada kalian manusia terbaik dari umat ini setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Yaitu Abu Bakar dan Umar Radliyallahu 'anhuma."

【865】

Musnad Ahmad 865: Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Aun] telah menceritakan kepada kami [Mubarak bin Sa'id] saudara Sufyan, dari [Bapaknya] dari [Habib bin Abu Tsabit] dari [Abdu Khair Al Hamdani] berkata: Saya mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu berkata di atas mimbar: "Maukah saya kabarkan kepada kalian manusia terbaik dari umat ini setelah Nabi?" Abdu Khair berkata: Lalu dia menyebutkan Abu Bakar. Dia menambahkan: "Maukah saya kabarkan kepada kalian orang yang kedua?" Maka dia menyebutkan Umar Radliyallahu 'anhu. Tambahnya lagi: "Jika mau, saya akan mengabarkan orang yang ketiga." Dia terdiam dan kami melihat bahwa itu adalah dirinya. Saya bertanya: "Apakah anda mendengarnya demikian?" Dia menjawab: "Ya. demi Rabb Ka'bah dan jika tidak maka keduanya akan tuli (telinga)."

【866】

Musnad Ahmad 866: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Mushir bin Abdul Malik bin Sal'] telah menceritakan kepada kami [Abu Abdul Malik bin Sal'] dari [Abdu Khair] dari [Ali] radliyallahu 'anhu bahwa Dia membasuh kedua telapak tangannya tiga kali. Dia berkumur-kumur dan beristinsyaq tiga kali. Lantas dia membasuh wajahnya tiga kali, dan berkata: "Demikianlah wudlu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【867】

Musnad Ahmad 867: Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Muslim bin Shubaih] dari [Syutair bin Syakal] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda pada Perang Ahzab: "Mereka telah menyibukan kami dari shalat wustha yaitu shalat asar, semoga Allah memenuhi kuburan dan rumah mereka dengan api." Ali radliyallahu 'anhu berkata: Kemudian mereka shalat di antara waktu Maghrib dan Isya'." Abu Mu'awiyah berkata: "Yaitu antara Maghrib dan Isya'."

【868】

Musnad Ahmad 868: Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Khaitsamah] dari [Suwaid bin Ghafalah] berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: Apabila aku menceritakan kepada kalian sebuah hadits dari Rasulullah, maka lebih baik aku dijatuhkan dari langit dari pada aku berdusta kepada beliau, namun apabila aku menceritakan kepada kalian dari selain beliau, maka sesungguhnya aku adalah seorang ahli perang dan perang adalah tipu daya, aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Di akhir zaman nanti akan keluar suatu kaum yang usianya masih muda, pemikiran mereka sangat dangkal, mereka berkata dengan perkataan sebaik-baik makhluq dan iman mereka tidak melebihi tenggorokan mereka, maka di manapun kalian jumpai mereka maka bunuhlah mereka, karena membunuh mereka adalah berpahala bagi orang yang dapat membunuhnya kelak pada hari Kiamat."

【869】

Musnad Ahmad 869: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim bin Dlamrah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Saya memberi keringanan untuk tidak menarik zakat pada kuda dan budak bahwa tidak ada zakat pada jumlah di bawah dua ratus."

【870】

Musnad Ahmad 870: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] telah menceritakan kepada kami [Al A'Masy] dari [Sa'ad bin 'Ubaidah] dari [Abu Abdurrahman] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Saya bertanya: "Wahai Rasulullah, kenapa saya melihat anda cenderung kepada orang Quraisy dan meninggalkan kami?" Beliau menjawab: "Karena ada sesuatu pada kalian." Saya bertanya: "Apakah anak perempuan Hamzah?" Beliau menjawab: "Itu adalah anak saudaraku sesusuan."

【871】

Musnad Ahmad 871: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Salamah] dari [Ibnu Ishaq] dari [Aban bin Shalih] dari ['Ikrimah] berkata: Saya berangkat bersama [Al Husain bin Ali] radliyallahu 'anhu dari Muzdalifah, dan saya masih tetap mendengar dia bertalbiyah sampai melempar Jumrah Aqabah, maka saya tanyakan kepadanya, dan dia menjawab: Aku pernah bertolak dari Muzdalifah bersama [bapakku], dan saya tidak henti-hentinya mendengar dia bertalbiyah sampai melempar Jumrah Aqabah. Maka saya tanyakan hal itu kepadanya dan dia menjawab: "Aku berangkat bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dari Muzdalifah, dan saya tetap mendengar beliau bertalbiyah sampai melempar Jumrah Aqabah."

【872】

Musnad Ahmad 872: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fudlail] dari ['Atho` bin As Sa`ib] dari [Maisarah] berkata: Saya telah melihat [Ali] radliyallahu 'anhu minum dengan berdiri, maka saya bertanya: "Kenapa anda minum dengan berdiri?" Dia menjawab: "Jika saya minum dengan berdiri, itu karena saya telah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam minum dengan berdiri. Jika saya minum dengan duduk, saya juga telah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam minum dengan duduk."

【873】

Musnad Ahmad 873: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Al A'Masy] dari [Abu Ishaq] dari [Abdu Khair] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Saya dahulu berpendapat bahwa bagian bawah telapak kaki lebih layak untuk diusap daripada bagian atasnya sampai saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengusap bagian atasnya."

【874】

Musnad Ahmad 874: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu As Sauda`] dari [Ibnu Abu Khair] dari [Bapaknya] berkata: Saya melihat [Ali] radliyallahu 'anhu berwudlu, maka dia mengusap bagian atas khuffnya, kemudian berkata: "Kalau saja saya tidak melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengusap bagian atasnya, maka menurutku bagian bawahnya lebih layak untuk diusap."

【875】

Musnad Ahmad 875: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin 'Uqbah Abu Kibran] dari [Abdu Khair] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Demikianlah tata cara wudlu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau berwudlu tiga kali-tiga kali."

【876】

Musnad Ahmad 876: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fudlail] telah menceritakan kepada kami [Mughirah] dari [Umu Musa] berkata: saya mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan Ibnu Mas'ud (untuk suatu urusan), maka dia naik ke pohon karena perintah tersebut. Para sahabat melihat ke arah betis Abdullah bin Mas'ud yang sedang naik pohon kemudian mereka tertawa karena betisnya yang kecil, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menegur mereka: "Kenapa kalian tertawa terhadap kaki seorang hamba Allah yang dia lebih berat dalam timbangan pada hari kiamat daripada gunung Uhud."

【877】

Musnad Ahmad 877: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Sufyan] dari [Al Aswad bin qais] dari [seorang laki-laki] dari [Ali] radliyallahu 'anhu bahwa Dia berkata pada hari perang jamal: "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah berwasiat kepada kami untuk mengambil masalah kepemimpinan akan tetapi itu adalah sesuatu yang kita pandang menurut jiwa kita, kemudian diangkatlah Abu Bakar menjadi Khalifah semoga Allah mencurahkan rahmatnya kepada Abu Bakar maka dia menjalankan (tampuk pimpinan) dan istiqamah di dalam menjalankannya, kemudian diangkatlah Umar menjadi Khalifah semoga Allah mencurahkan rahmatnya kepada Umar maka dia menjalankan (tampuk pimpinan) dan istiqamah di dalam menjalankannya sampai agama ini berdiri kokoh di bangunannya."

【878】

Musnad Ahmad 878: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Wahab bin Baqiyyah Al Wasithi] telah memberitakan kepada kami [Khalid] dari ['Atho`] yaitu Ibnu As Sa`ib, dari [Abdu Khair] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Maukah saya kabarkan kepada kalian manusia terbaik dari umat ini setelah Nabi? Dia adalah Abu Bakar setelahnya yaitu Umar, kemudian Allah menjadikan kebaikan sesuai yang Dia kehendaki."

【879】

Musnad Ahmad 879: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] telah mengabarkan kepada kami [Sufyan] dari [Manshur] dari [Al Hakam] dari [seseorang] yang mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu dan [Ibnu Mas'ud] bahwa keduanya berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memutuskan perkara (mengenai hak prioritas) bagi tetangga."

【880】

Musnad Ahmad 880: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Ibrahim bin Abdullah bin Hunain] dari [Bapaknya] dari [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarangku memakai cincin dari emas, memakai pakaian yang tercampur dengan sutra, membaca (Al Qur'an) dalam ruku' maupun sujud dan memakai pakaian yang telah dicelup warna kuning.

【881】

Musnad Ahmad 881: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah mengabarkan kepada kami [Ma'mar] dari [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Tiga orang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Salah seorang dari mereka berkata: "Saya memiliki seratus uqiyah dan saya akan mengifaqkannya sepuluh uqiyyah." Yang lainnya berkata: "Saya memiliki seratus dinar dan saya akan bersedekah dengan sepuluh dinar." Dan yang terakhir berkata: "Saya memiliki sepuluh dinar dan saya akan bersedekah dengan satu dinar." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Kalian sama dalam pahala karena masing-masing bersedekah dengan sepersepuluh hartanya."

【882】

Musnad Ahmad 882: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Wahab bin Baqiyyah Al Wasithi] telah mengabarkan kepada kami [Khalid bin Abdullah] dari [Hushain] dari [Al Musayyab bin Abdu Khair] dari [Bapaknya] berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu berdiri lalu berkata: "Manusia terbaik dari umat ini setelah Nabi adalah Abu Bakar dan Umar. Dan kita telah membuat banyak peristiwa setelah mereka, yang mana Allah memberi putusan atas perisitwa-peristiwa itu sesuai dengan kehendakNya."

【883】

Musnad Ahmad 883: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dan [Ats Tsauri] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim bin Dlamrah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Shalat witir bukanlah wajib hukumnya seperti halnya shalat fardlu, tapi itu adalah sunnah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【884】

Musnad Ahmad 884: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdullah bin Ammar] telah menceritakan kepada kami [Al Qasim Al Jarmi] dari [Sufyan] dari [Khalid bin 'Alqamah] dari [Abdu Khair] dari [Ali] radliyallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berwudlu dengan tiga kali-tiga kali.

【885】

Musnad Ahmad 885: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali] radliyallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan shalat witir menjelang adzan.

【886】

Musnad Ahmad 886: telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Abu Ishaq] dari [Ali bin Rabi'ah] -sesekali Ma'mar meriwayatkan dengan redaksi ini, dan Abdurrazzaq berkata: dan lebih sering dia mengatakan dengan redaksi: Telah mengabarkan kepadaku [orang] yang telah menyaksikan [Ali] radliyallahu 'anhu ketika naik kendaraan, maka ketika dia meletakkan kakinya di kendaraannya dia mengucapkan: "Dengan menyebut nama Allah." dan ketika sudah duduk diatasnya dia mengucapkan: "Segala puji bagi Allah, {Maha suci Dzat yang telah menundukkan hewan ini bagi kami dan kami sebelumnya tidak mampu untuk menundukkannya, dan sesungguhnya kami kepada tuhan kami akan kembali.} Kemudian bertahmid kepada Allah tiga kali, bertakbir tiga kali kemudian mengucapkan: "Maha suci Engkau yang tidak ada tuhan kecuali Engkau, aku telah berbuat dhalim kepada diriku, maka ampunilah aku." Kemudian dia tertawa, maka ada yang bertanya: "Apa yang membuat anda tertawa, wahai Amirul Mukmin?" Dia menjawab: "Saya melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan sebagaimana yang saya lakukan dan beliau juga membaca sebagaimana yang saya baca dan beliau juga tertawa. Saat itu saya bertanya: "Wahai Nabiyullah, apa yang membuat anda tertawa?" Beliau menjawab: "Seorang hamba" atau beliau bersabda: "Saya sangat heran dengan seorang hamba, jika dia membaca: 'Tidak ada ilah kecuali Engkau, aku telah berbuat dhalim terhadap diriku, maka ampunilah karena tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.' Karena dia mengetahui bahwa tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Dia."

【887】

Musnad Ahmad 887: Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Hani` bin Hani`] dan [Hubairah bin Yarim] dari [Ali] bahwa Anak perempuan Hamzah mengikuti mereka dan memanggil: "Wahai pamanku, wahai pamanku." Ali menghampirinya dan memegang tangannya, dan berkata kepada Fathimah: "Bawalah anak pamanmu dan peliharalah." Kemudian terjadi perselisihan antara Ali, Zaid dan Ja'far. Ali berkata: "Saya yang akan mengambilnya karena dia adalah anak pamanku." Ja'far berkata: "Dia anak pamanku juga, bahkan bibinya (dari pihak ibu) menjadi istriku." Zaid berkata: "Dia putri saudaraku." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memutuskan bahwa yang berhak adalah bibinya (dari pihak ibu), dan beliau bersabda: "Kedudukannya sebagaimana ibu." Dan beliau berkata kepada Ali radliyallahu 'anhu: "Kamu adalah bagian dariku dan aku adalah bagian darimu." Beliau berkata kepada Ja'far: "Kamu mirip denganku dalam hal fisik dan akhlaq." Beliau berkata kepada Zaid: "Kamu adalah saudara kami dan bekas budak kami." Ali radliyallahu 'anhu bertanya kepada beliau: "Wahai Rasulullah! Kenapa anda tidak menikahi putri Hamzah itu?" Beliau menjawab: "Dia adalah anak saudaraku sesusuan."

【888】

Musnad Ahmad 888: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin 'Uyainah] dari [Abu Ishaq] dari [Abdu Khair] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Manusia terbaik dari umat ini setelah Nabi adalah Abu Bakar dan Umar radliyallahu 'anhuma."

【889】

Musnad Ahmad 889: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Sufyan] dan [Syu'bah] dari [Habib bin Abu Tsabit] dari [Abdu Khair] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Maukah kalian saya beritahukan tentang manusia terbaik dari umat ini setelah Nabi. Dia adalah Abu Bakar kemudian Umar radliyallahu 'anhuma."

【890】

Musnad Ahmad 890: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Suwaid bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [As Shubay bin Al Asy'ats] dari [Abu Ishaq] dari [Abdu Khair] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Maukah kalian aku kabari mengenai manusia terbaik dari umat ini setelah Nabi? Dia adalah Abu Bakar radliyallahu 'anhu, yang kedua Umar Radliyallahu 'anhu, jika aku mau, akan aku sebutkan yang ketiga." Abu Ishaq berkata: Maka Abdu Khair mengejanya agar kalian tidak saling berselisih terhadap perkataan Ali radliyallahu 'anhu.

【891】

Musnad Ahmad 891: Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] telah menceritakan kepada kami [Laits] telah menceritakan kepadaku [Yazid bin Abu Habib] dari [Abu As Sha'bah] dari seorang laki-laki daerah Hamdan yang bernama [Abu Aflah], dari [Ibnu Zurair], bahwa dia mendengar [Ali bin Abu Talib] radliyallahu 'anhu berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengambil sutra dan meletakkan pada tangan kanannya dan mengambil emas dan meletakkannya pada tangan kirinya dan bersabda: "Dua benda ini haram bagi kaum laki-laki dari kalangan umatku."

【892】

Musnad Ahmad 892: Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] telah menceritakan kepada kami [Laits] telah menceritakan kepadaku [Sa'id] yaitu Al Maqburi, dari ['Amru bin Sulaim Az Zuraqi] dari ['Ashim bin 'Amru] dari [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu berkata: Kami keluar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, tatkala kami sampai di Harrah, di tempat minum milik Sa'ab bin Abu Waqqash, beliau bersabda: "Ambilkan air wudlu." Tatkala beliau telah berwudlu, beliau bangkit dan menghadap kiblat dan membaca takbir serta membaca: "Ya Allah, Ibrahim adalah hamba-Mu dan Kekasih-Mu yang telah mendoakan untuk penduduk Makkah agar mendapatkan keberkahan. Maka saya Muhammad adalah hamba-Mu dan Rasul-Mu, juga mendoakan untuk penduduk Madinah agar Engkau memberi keberkahan kepada mereka pada setiap mud dan sha' mereka dengan dua kali keberkahan dari keberkahan yang telah Engkau berikan kepada penduduk Makkah."

【893】

Musnad Ahmad 893: Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Amir Al Muzani] telah menceritakan kepada kami [seorang syaikh dari Bani Tamim] berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu menyampaikan khutbah di hadapan kami, atau Ali radliyallahu 'anhu berkata: "Akan datang suatu masa yang keras lagi penuh kedhaliman, orang-orang yang bakhil akan menahan apa yang ada di tangannya, padahal mereka tidak diperintahkan demikian, karena Allah 'azza wa jalla berfirman: {Dan janganlah kamu melupakan keutamaan di antara kamu} (Al Baqarah: 237) Orang-orang yang jahat akan bangkit, orang-orang pilihan akan dihinakan, dan orang-orang yang dalam kesempitan terpaksa untuk berjual beli." Ali radliyallahu 'anhu berkata: "Padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang hal itu, yaitu jual beli bagi orang yang terpaksa dan jual beli yang mengandung unsur penipuan serta jual beli buah sebelum layak panen."

【894】

Musnad Ahmad 894: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Abu Khaitsamah, Zuhair bin Harb] telah menceritakan kepada kami [Waki']. Menurut jalur yang lainnya: telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] dan [Waki'] dari [Hisyam bin 'Urwah] dari [bapaknya] dari [Abdullah bin Ja'far] dari [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sebaik-baik wanita umat ini adalah Khadijah dan sebaik-baik wanitanya (bani Israil) adalah Maryam."

【895】

Musnad Ahmad 895: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Abu Daud Al Mubariki, Sulaiman bin Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Abu Syihab] dari [Ibnu Abu Laila] dari [Abdul Karim] dari [Abdullah bin Al Harits bin Naufal] dari [Ibnu Abbas] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarangku (memakai) cincin emas, memakai pakaian yang terbuat dari sutra dan membaca Al Qur`an pada saat ruku' dan sujud.

【896】

Musnad Ahmad 896: Telah menceritakan kepada kami [Hutsaim] telah memberitakan kepada kami [Yunus] dari [Al Hasan] dari [Ali] radliyallahu 'anhu aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Diangkat pena dari tiga hal: anak kecil sampai dia baligh, orang yang tertidur sampai dia terjaga dan orang yang sakit (gila) sampai dia sembuh."

【897】

Musnad Ahmad 897: Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Salim] dari [Asy Sya'bi] berkata: Seorang pezina yang telah menikah dihadapkan kepada [Ali] radliyallahu 'anhu, maka dia menjilidnya seratus kali pada Hari Kamis dan merajamnya pada Hari Jum'at. Maka ada yang bertanya: "Kenapa anda mengumpulkan dua hukuman?" Dia menjawab: "Saya menjilidnya dengan kitab Allah dan saya merajamnya dengan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【898】

Musnad Ahmad 898: Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] dan [Abu Ibrahim Al Mu'aqqib] dari [Husyaim] telah memberitakan kepada kami [Hushain] dari [Asy Sya'bi] berkata: "Di hadapkan seorang budak perempuan milik Sa'id bin Qais kepada [Ali] radliyallahu 'anhu, dan budak tersebut telah menikah dan berzina." Asy Sya'bi berkata: maka Ali radliyallahu 'anhu memukulnya dengan seratus kali lalu merajamnya, dan dia berkata: "Saya menjilidnya dengan kitab Allah dan saya merajamnya dengan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【899】

Musnad Ahmad 899: Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Yusuf] dari [Syarik] dari [As Sudi] dari [Abdu Khair] berkata: Saya melihat [Ali] radliyallahu 'anhu meminta air untuk berwudlu kemudian dia mulai dengan mengusap bagian atas khuffnya, dan dia berkata: "Begini tata cara wudlu bagi yang tidak berhadats besar." Lantas dia berkata: "Kalau saja saya tidak melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengusap bagian atasnya, menurutku bagian bawahnya lebih layak untuk diusap." Dia meminum air sisa wudlunya dengan berdiri dan bertanya: "Di mana orang-orang yang menyatakan bahwa tidak selayaknya seseorang minum dengan berdiri?"

【900】

Musnad Ahmad 900: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Ali bin Hakim] dan [Abu Bakar bin Abu Syaibah] dan [Isma'il bin binti As Sudi], mereka berkata: telah memberitakan kepada kami [Syarik] dari [Abdul Malik bin Umair] dari [Nafi' bin Jubair bin Muth'im] dari [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu bahwa Dia mensifatkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dia menyebutkan bahwa: "Beliau adalah seorang yang kepalanya besar, berkulit putih dan wajahnya kemerah-merahan, jenggotnya lebat dan tulang kepalanya juga besar, jari-jari pada tangan dan kakinya kasar. Rambut dadanya lebat, dan rambut kepalanya lebat, condong kekanan dan kekiri seakan-akan menuruni tempat yang menurun, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek. Saya belum pernah menjumpai orang seperti beliau sebelum dan sesudahnya." Ali bin Hakim berkata dalam haditsnya: Ali radliyallahu 'anhu menerangkan ciri-ciri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau adalah seorang yang kepalanya besar dan rambutnya sangat bagus bergelombang.

【901】

Musnad Ahmad 901: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdullah bin Ammar] telah menceritakan kepada kami [Al Qasim Al Jarmi] dari [Sufyan] dari [Khalid bin 'Alqamah] dari [Abdu Khair] dari [Ali] radliyallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berwudhu dengan tiga kali-tiga kali.

【902】

Musnad Ahmad 902: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Suraij bin Yunus] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id Al Umawi] dari [Ibnu Juraij] dari [Shalih bin Sua'id bin Sa'id] dari [Nafi' bin Jubair bin Muth'im] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang tidak pendek dan tidak tinggi, kepalanya besar dan bergelombang rambutnya. Jenggotnya lebat, mukanya agak kemerah-merahan, bulu dadanya lebat, tulang pangkalnya besar, jari-jari tangan dan kakinya kasar. Jika berjalan seolah-olah seperti sedang turun ketempat yang rendah. Saya belum pernah menjumpai orang seperti Beliau sebelum dan sesudahnya."

【903】

Musnad Ahmad 903: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Sya'tsa` Ali bin Al Hasan bin Sulaiman] telah menceritakan kepada kami [Abu Khalid Al Ahmar, Sulaiman bin Hayyan] dari [Hajjaj] dari [Utsman dari Abu Abdullah Al Maki] dari [Nafi' bin Jubair bin Muth'im] berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu ditanya tentang ciri-ciri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, maka dia menjawab: "Tidak pendek dan tidak terlalu tinggi, warna kulitnya putih kemerah-merahan, rambutnya bagus dan bergelombang, tulang pangkalnya besar, Jari-jari tangannya kasar, kepalanya besar dan rambut dadanya panjang. Jika beliau berjalan tegak seolah-olah sedang turun ketempat yang rendah. Saya belum pernah menjumpai orang seperti Beliau sebelum dan sesudahnya."

【904】

Musnad Ahmad 904: Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Haritsah bin Mudhar] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Ketika kami sampai di Madinah, kami mendapatkan buah-buahan, namun kami tidak betah tinggal di sana karena penyakit panas yang menimpa kami. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika itu sedang mencari-cari berita tentang Badar. Ketika sampai kepada kami berita tentang kedatangan orang-orang musyrik, beliau berjalan menuju Badar. Badar adalah nama sebuah sumur. Orang-orang musyrik sampai di sana terlebih dahulu. Kami bertemu dengan dua orang laki-laki dari kalangan mereka, salah satunya dari Quraisy dan yang lain adalah budak Uqbah bin Abu Mu'aith. Ternyata orang yang dari Quraisy kabur lebih dahulu sedangkan mantan budak Uqbah kami tangkap lalu kami menanyakan kepadanya tentang jumlah rombongan mereka. Dia menjawab: "Demi Allah, jumlah mereka banyak dan kekuatan mereka tangguh." Orang-orang muslim ketika mendengar orang itu berkata demikian, mereka memukulnya, kemudian membawanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau bertanya: "Berapa jumlah mereka?" dia menjawab: "Demi Allah, jumlah mereka banyak dan kekuatan mereka tangguh." Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berusaha memaksanya namun dia tetap tidak mau menjawabnya, dan terakhir beliau bertanya: "Berapa hewan yang mereka potong?" Dia menjawab: "Setiap hari sepuluh ekor unta." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyimpulkan: "Mereka berjumlah seribu orang, karena setiap ekor unta untuk seratus orang, dan begitu juga seterusnya." Pada malam harinya, hujan turun sehingga kami berteduh di bawah pohon dan tameng untuk menghindari air hujan, sementara Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memohon kepada Rabbnya 'azza wa jalla seraya berdoa: "Ya Allah, jika Engkau membinasakan kelompok kecil ini, niscaya Engkau tidak akan disembah." Ali berkata: Ketika terbit fajar, beliau berseru: Sshalat wahai hamba-hamba Allah!" maka mereka berdatangan dari bawah pohon dan tameng. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam shalat mengimami kami, setelah selesai beliau memberikan semangat untuk berperang, beliau berkata: "Sesungguhnya pasukan Quraisy ada di bawah padang sahara merah dari gunung ini." Ketika mereka mendekati kami, kami membuat barisan untuk menghadapi mereka. Tiba-tiba ada seorang laki-laki dari mereka dengan menunggang unta merah berjalan di hadapan pasukannya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Wahai Ali! panggil Hamzah ke hadapanku, dia adalah orang yang paling dekat hubungannya dengan orang-orang musyrik, siapa yang sedang menunggang unta merahnya dan apa yang dikatakannya kepada pasukannya?" kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya: "Jika dalam rombongan mereka ada seseorang yang memerintahkan kepada yang baik maka mudah-mudahan dialah orangnya yang menunggang unta merah tersebut." Hamzah datang dan berkata: "Dia adalah 'Utbah bin Rabi'ah, dia melarang mereka berperang dan mengatakan kepada mereka: 'Wahai kaum! Saya melihat suatu kaum yang mencari mati yang kalian tidak akan sampai kepada mereka sementara di antara kalian terdapat kebaikan. Wahai kaum, urungkan! biarkanlah mereka hari ini dengan jaminan kepalaku dan katakanlah: 'Utbah bin Rabi'ah pengecut' walau kalian tahu bahwa saya bukanlah seorang pengecut.' Ketika Abu Jahal mendengar hal itu, dia berkata: 'Kamu berkata seperti ini! Demi Allah, jika selain kamu yang berkata seperti ini pasti akan aku kunyah dia, jantung dan perutmu sudah di penuhi rasa ketakutan!?' Utbah berkata: 'Kamu mengejekku wahai orang yang mengecat kuning pantatnya? hari ini kamu akan tahu siapa di antara kita yang pengecut'." Ali berkata: Maka Utbah dan Syaibah saudaranya, serta Al Walid anaknya menantang Perang tanding dengan penuh keberanian dan berkata: "Siapa yang berani kepada kami?" maka keluarlah enam orang pemuda dari Anshar, akan tetapi Utbah menolaknya: "Kami tidak menginginkan mereka, tapi yang dikehendaki adalah dari anak-anak paman kami dari anak-anak Abdul Muthallib.' Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: "Bangun wahai Ali, bangun wahai Hamzah dan bangun wahai Ubaidah bin Al Harits bin Abdul Muththalib." Kemudian Allah Ta'ala membinasakan Utbah dan Syaibah kedua anak Rabi'ah dan juga Al Walid bin Utbah, sedangkan Ubaidah terluka, lantas kami dapat membunuh tujuh puluh orang dan menawan tujuh puluh orang dari mereka. Datanglah seorang laki-laki Anshar yang pendek bersama Al Abbas bin Abdul Muththalib sebagai tawanan, maka Al Abbas berkata: "Wahai Rasulullah sesungguhnya dia ini, demi Allah bukan yang menawanku, akan tetapi yang telah menawanku adalah seorang laki-laki berambut terbelah, wajahnya paling tampan menunggang di atas kuda berwarna hitam dan putih dan aku tidak melihatnya dia berada dalam pasukan." Orang Ashar tersebut berkata: "Aku yang menawannya, Wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Diam kamu, sesungguhnya Allah Ta'ala telah menolongmu dengan Malaikat yang mulia." Ali radliyallahu 'anhu berkata: Kami mendapatkan tawanan, di antara tawanan kami adalah tawanan dari Bani Abdul Muththalib yaitu Al Abbas, 'Aqil dan Naufal bin Al Harits."

【905】

Musnad Ahmad 905: Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Al Miqdam bin Syuraih] dari [Bapaknya] berkata: Saya bertanya kepada Aisyah: "Kabarkan kepadaku seorang sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang saya dapat menanyakan kepadanya tentang membasuh khuff." Dia menjawab: "Temuilah [Ali] radliyallahu 'anhu dan tanyakan kepadanya, dia yang menemani Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam." Maka saya menemui Ali radliyallahu 'anhu dan menanyakannya tentang hal itu. Dia menjawab bahwa: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepada kami untuk mengusap kedua khuff kami jika kami dalam perjalanan."

【906】

Musnad Ahmad 906: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Ali bin Hakim Al Audi] telah memberitakan kepada kami [Syarik] dari [Abu Ishaq] dari [Sa'id bin Wahab] dan [Zaid bin Yutsai'] keduanya berkata: [Ali] meminta orang-orang untuk bersaksi pada saat di Rahabah: "Siapa yang pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada hari Ghadir Khum bersabda untuk berdiri?" maka dari arah Sa'id berdiri enam orang, dari arah Zaid enam orang. Mereka bersaksi bahwa mereka mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada Ali radliyallahu 'anhu pada hari Ghadir Khum: "Bukankah Allah lebih dekat kepada orang-orang mukmin." Mereka menjawab: "Ya." beliau bersabda: "Ya Allah, siapa yang telah menjadikanku walinya maka Ali-lah walinya. Ya Allah lindungilah orang berwali kepadanya dan musuhilah orang yang memusuhinya." Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Hakim] telah memberitakan kepada kami [Syarik] dari [Abu Ishaq] dari ['Amru Dzi Murrin] sebagaimana hadits Abu Ishaq yaitu dari Sa'id dan Zaid, dan tambahan redaksi di dalamnya: "Tolonglah orang yang menolongnya, hinakan orang yang menghinakannya." Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Ali] telah memberitakan kepada kami [Syarik] dari [Al A'masy] dari [Habib bin Abu Tsabit] dari [Abu Thufail] dari [Zaid bin Arqam] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam seperti hadits di atas.

【907】

Musnad Ahmad 907: Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Hani` bin Hani`] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Tatkala Hasan dilahirkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam datang dan berkata: "Perlihatkan kepadaku anakku, nama apa yang kalian berikan kepadanya?" Saya menjawab: "Saya telah memberinya nama Harb." Beliau bersabda: "Berilah nama Hasan." Tatkala dilahirkan Husain, beliau berkata: "Perlihatkan kepadaku anakku, nama apa yang kalian berikan padanya?" Saya menjawab: "Saya telah memberinya nama Harb." Beliau bersabda: "Berilah nama Husain." Tatkala saya melahirkan anak yang ketiga, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam juga datang dan berkata: "Perlihatkan kepadaku anakku, nama apa yang kalian berikan padanya?" Saya menjawab: "Saya telah memberinya nama Harb." Beliau bersabda: "Berilah nama Muhassin." Kemudian beliau bersabda: "Saya telah memberi nama mereka dengan nama-nama anak Harun, yaitu Syabbar, Syabbir dan Musyabbar."

【908】

Musnad Ahmad 908: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] saya mendengar [Al Qasim bin Abu Bazzah] menceritakan dari [Abu Thufail] berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu ditanya: "Apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengkhususkan kalian dengan sesuatu hal?" dia menjawab: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mengkhususkan kami dengan apapun yang tidak diberikan kepada manusia secara umum, kecuali apa yang diberikan pada sarung pedangku ini." Abu Thufail berkata: Dia mengeluarkan sebuah lembaran yang tertulis di dalamnya: Allah melaknat orang yang menyembelih karena selain Allah, Allah melaknat orang yang mencuri tanda batas tanah, Allah melaknat orang yang melaknat orang tuanya, dan Allah melaknat orang yang melindungi pelaku kerusakan."

【909】

Musnad Ahmad 909: Telah menceritakan kepada kami [Bahz] dan [Affan] keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Ya'la bin 'Atho`], [Affan] berkata: telah memberitakan kepada kami [Ya'la bin 'Atho`] dari [Abdullah bin Yassar] dari ['Amru bin Huraits] bahwa Dia menjenguk Hasan dan di sisinya ada [Ali]. Ali radliyallahu 'anhu berkata: "Apakah kamu menjenguk Hasan dan di dalam jiwanya terdapat sesuatu?" dia menjawab: "Ya, kamu bukanlah orang yang memelihara hatiku sehingga kamu bisa merubahnya sekehendakmu." Ali berkata: "Hal itu tidak akan menghalangiku untuk menyampaikan nasehat kepadamu. Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah seorang muslim menjenguk muslim lainnya kecuali Allah akan mengirimkan tujuh puluh ribu Malaikat yang mendoakan pada waktu kapan saja di siang itu sampai sorenya dan waktu kapan saja di malam itu sampai pagi."

【910】

Musnad Ahmad 910: Telah menceritakan kepada kami [Bahz] dan telah menceritakan kepada kami [Affan] berkata: telah menceritakan kepada kami [Hammam] dari [Qatadah] dari [Al Hasan Al bashri] dari [Ali] radliyallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Diangkat pena dari tiga: orang yang tidur hingga bangun, orang yang tertimpa ayan -atau beliau bersabda: - orang yang gila sampai sadar dan anak kecil sampai baligh."

【911】

Musnad Ahmad 911: Telah menceritakan kepada kami [Bahz] dan [Abu Kamil] berkata: telah menceritakan kepada kami [Hammad], [Bahz] berkata: telah memberitakan kepada kami [Hisyam bin 'Amru Al Fazari] dari [Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam Al Makhzumi] dari [Ali] radliyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membaca doa pada akhir shalat witir: "ALLAHHUMMA INNI A'UDZUBIRIDLAKA MIN SAKHATHIKA WA A'UDZUBIMU'AFATIKA MIN 'UQUBATIKA WA A'UDZUBIKA MINKA WA LA UHSHI TSANA-AN 'ALAIKA ANTA KAMA ATSNAITA 'ALA NAFSIKA (ya allah aku berlindung dengan ridha-Mu dari kemurkaan-Mu, dan aku berlindung dengan ampunan-Mu dari siksaan-Mu. Aku berlindung dari-Mu dan aku tidak dapat menghitung pujian kepada-Mu sebagaimana engkau memuji diri-Mu)."

【912】

Musnad Ahmad 912: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Muhammad bin 'Amru bin Al Abbas Al Bahili] telah menceritakan kepada kami [Abu Daud] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] telah mengabarkan kepadaku [Abu Bisyr] saya mendengar [Mujahid] menceritakan dari [Abu Ibnu Laila], saya mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Diberikan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pakaian sutra, lalu beliau mengirimkannya kepadaku. Aku memakainya dan ternyata aku melihat ketidak sukaan pada wajah beliau. Beliau menyuruhku merobeknya dan dijadikan sebagai kerudung para wanita."

【913】

Musnad Ahmad 913: Telah menceritakan kepada kami [Bahz] telah menceritakan kepada kami [Hammam] telah memberitakan kepada kami [Qatadah] dari [Abu Hassan] bahwa Suatu ketika [Ali] radliyallahu 'anhu menyuruh suatu urusan maka dijalankan, kemudian disampaikan kepadanya: "Bahwa kami telah melakukan ini dan itu." Maka dia berkata: "Maha Benar Allah dan RasulNya." Al Asytar berkata: "Sesuatu yang kamu katakan ini telah tersebar di tengah-tengah masyarakat. Adakah sesuatu yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam janjikan kepadamu?" dia berkata: "Tidak ada sesuatu yang diwasiatkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepadaku secara khusus, kecuali yang saya dengar yang juga terdapat pada satu lembaran pada sarung pedangku." Mereka memintanya sampai dia mengeluarkan lembaran tersebut. Dia berkata: "Di dalamnya terdapat tulisan: "Barangsiapa melakukan dosa atau melindungi orang yang berbuat kerusakan maka dia akan mendapatkan laknat Allah, para Malaikat dan manusia semuanya. Tidak diterima darinya amalan wajib dan amalan sunnah." Di dalamnya juga tulisan: "Sesungguhnya Ibrahim telah mengharamkan Makkah, maka saya akan mengharamkan Madinah, haram antara kedua gunungnya dan sekitarnya, Tidak boleh dipotong tanamannya dan diusir binatang buruannya. Tidak boleh diambil barang temuannya kecuali karena hendak mengumumkannya. Pohonnya tidak boleh dipotong kecuali seseorang yang hendak memberi makan untanya dan tidak boleh dibawa ke dalamnya senjata untuk berperang.' Di dalamnya juga tulisan: 'Orang-orang mukmin darah mereka adalah sama, akan dijaga dari perlindungan mereka walau dari kalangan rendah mereka. Mereka adalah sebagai tangan atas selain mereka. Ketahuilah! Tidak akan dibunuh orang Islam yang membunuh orang kafir atau orang yang berada dalam perjanjiannya'."

【914】

Musnad Ahmad 914: Telah menceritakan kepada kami [Rauh] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Juraij] telah mengabarkan kepadaku [Musa bin 'Uqbah] dari [Abdullah bin Al Fadhl] dari [Abdurrahman Al A'raj] dari ['Ubaidullah bin Abu Rafi'] dari [Ali bin Abu Thalib] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam jika ruku', beliau membaca: ALLAHUMMA LAKA RAKA'TU WA BIKA AMANTU WA LAKA ASLAMTU. ANTA RABBI KHASYA'A SAM'I WA BASHARI WA MUKHKHI WA 'ADHMI WA 'ASHABI WAMASTAQALLAT BIHI QADAMI LILLAHI RABBIL 'ALAMIN (Ya Allah, saya ruku' karena-Mu, beriman kepadaMu, tunduk kepadaMu. Engkau adalah rabku, tunduk pendengaranku, penglihatanku, otakku, tulangku dan sarafku dan apa yang saya angkat dari kakiku, hanya bagi Allah Rab semesta alam segala pujian)."

【915】

Musnad Ahmad 915: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku telah menceritakan kepadaku ['Ubaidullah bin Umar Al Qawariri] telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Arqam] telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Abu Ziyad] dari [Abdurrahman bin Abu Laila] berkata: Saya menyaksikan [Ali] radliyallahu 'anhu meminta orang-orang untuk bersaksi di Rahabah: "Demi Allah, siapa yang mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda pada hari Ghadir Khum: "Barangsiapa saya menjadi walinya maka Ali juga menjadi walinya." Tatkala beliau berdiri dan bersaksi. Abdurrahman berkata: Dua belas orang ahli Badar berdiri, sampai aku dapat melihat salah seorang dari mereka. Mereka berkata: Kami bersaksi bahwa kami mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda pada hari Ghadir Khum: "Bukankah Saya lebih utama bagi orang-orang mukmin daripada diri mereka, dan istri-istriku adalah ibu mereka." Kami menjawab: "Ya, wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Barangsiapa saya menjadi walinya maka Ali juga menjadi walinya. Ya Allah lindungilah orang yang berwali kepadanya dan musuhilah orang yang memusuhinya."

【916】

Musnad Ahmad 916: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Mukhariq] dari [Thariq bin Syihab] berkata: Saya melihat [Ali] radliyallahu 'anhu di atas mimbar berkhutbah dengan membawa pedang yang hiasannya dari besi. Dia berkata: "Demi Allah, kami tidak memiliki tulisan yang bisa kami bacakan kepada kalian kecuali kitab Allah ini dan lembaran ini yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berikan kepadaku, di dalamnya terkandung kewajiban-kewajiban zakat." Dia mengatakannya dengan menunjukkan lembaran yang tergantung pada pedangnya.

【917】

Musnad Ahmad 917: Telah menceritakan kepada kami [Ali bin 'Ashim] telah memberitakan kepada kami [Isma'il bin Sumai'] dari [Malik bin 'Umair] berkata: Saya duduk di dekat [Ali] radliyallahu 'anhu lantas datanglah Sha'sha'ah bin Shuhan mengucapkan salam kemudian bangkit dan berkata: "Wahai Amirul Mukminin! laranglah kami terhadap perkara yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang kamu." Ali menjawab: "Beliau melarang kami dari Ad Dubbaa`, Al Hantam, Al Muzaffaat dan An Naqir. Beliau juga melarang kami dari Al Qassi, pelana merah yang terbuat dari sutra, sutra kalung emas." Lalu dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah memberiku perhiasan dari sutra kemudian aku memakainya keluar rumah agar orang-orang melihat perhiasan beliau yang saya kenakan, tatkala beliau melihatku, beliau menyuruhku melepasnya dan beliau mengirimkan salah satunya kepada Fathimah dan membagi yang lainnya kepada para istrinya.

【918】

Musnad Ahmad 918: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Umar Al Waqi'i] telah menceritakan kepada kami [Zaid bin Al Hubab] telah menceritakan kepada kami [Al Walid bin 'Uqbah bin Nizar Al 'Ansi] telah menceritakan kepadaku [Simak bin 'Ubaid bin Al Walid Al 'Absi] berkata: saya menemui [Abdurrahman bin Abu Laila] kemudian dia menceritakan kepadaku bahwa Dia menyaksikan [Ali] radliyallahu 'anhu di Rahabah berkata: "Demi Allah, saya meminta kepada orang yang mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan menyaksikan hari Ghadir Khum untuk berdiri, dan jangan berdiri kecuali orang yang melihat beliau." Maka berdirilah dua belas orang laki-laki, mereka berkata: "Kami melihatnya dan mendengarnya, saat beliau mengambil tangannya dan bersabda: "Ya Allah lindungilah orang berwali kepadanya dan musuhilah orang yang memusuhinya. Tolonglah orang yang menolongnya dan hinakan orang yang menghinakannya." Maka berdirilah kecuali tiga orang. Lantas dia mendoakan kebinasaan bagi mereka, sehingga mereka tertimpa musibah dengan doa tersebut.

【919】

Musnad Ahmad 919: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Al Minhal] saudara Hajjaj bin Minhal, telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahid bin Ziyad] dari [Abdurrahman bin Ishaq] telah menceritakan kepadaku [Abu Sa'id] dari [Abdurrahman bin Abu Laila] berkata: [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu jika mendengar mu'adzin mengumandangkan adzan, dia membaca seperti yang dibaca mu'adzin, dan jika mu'adzin mengucapkan: ASYHADU ALLA ILAHA ILLALLAAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASUULULLAH, dia membaca: 'ASYHADU ALLA ILAAHA ILLALLAH WA 'ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH, dan sesungguhnya orang-orang yang menentang Muhammad, mereka itu para pendusta."

【920】

Musnad Ahmad 920: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Syu'bah] berkata: telah menceritakan kepadaku [Al Hakam] dari [Al Qasim bin Mukhamirah] dari [Syuraih bin Hani`] berkata: Saya bertanya kepada Aisyah tentang mengusap khuff, maka dia berkata: "Tanyakanlah kepada [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu karena dia selalu bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam bepergian." Maka saya menanyakan kepadanya dan dia menjawab: "Bagi orang yang dalam perjalanan adalah tiga hari tiga malam, sedang bagi orang yang mukim adalah sehari semalam." Yahya berkata: "Pada mulanya Syu'bah memarfu'kannya kemudian tidak."

【921】

Musnad Ahmad 921: Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Muhammad bin Ishaq] telah menceritakan kepadaku [Sa'id bin Abu Sa'id Al Maqburi] dari ['Atho`] mantan budak Umu Shubayyah, dari [Abu Hurairah] berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Seandainya tidak akan memberatkan umatku, niscaya akan aku perintahkan kepada mereka untuk bersiwak setiap kali shalat dan saya akan mengakhirkan shalat Isya' sampai pada sepertiga malam yang pertama. Karena jika telah masuk pada sepertiga malam yang pertama, Allah Ta'ala turun ke langit dunia, dan akan berada di sana sampai terbitnya fajar, Allah menyeru: "Tidaklah ada orang yang meminta kecuali pasti diberi, tidaklah ada orang yang berdoa melainkan pasti dikabulkan, tidaklah ada orang yang sakit yang meminta kesembuhan kecuali pasti disembuhkan dan tidaklah orang yang berdosa yang meminta ampun kecuali akan diampuni." Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Ibnu Ishaq] telah menceritakan kepadaku [pamanku, Abdurrahman bin Yasar] dari [Ubaidullah bin Abu Rafi' mantan budak Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam], dari [bapaknya] dari [Ali bin Abu Thalib] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sebagaimana hadits Abu Hurairah.

【922】

Musnad Ahmad 922: Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Al Hajjaj] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim bin Dhamrah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, menuturkan bahwa Dia ditanya tentang shalat witir, apakah hukumnya wajib, maka dia menjawab: "Dia tidak sebagaimana shalat wajib, namun itu hanyalah sunnah yang telah dilakukan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabatnya sampai mereka terbiasa melakukannya."

【923】

Musnad Ahmad 923: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Al Asyja'i] telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Sufyan] dari [As Sudi] dari [Abdu Khair] dari [Ali] radliyallahu 'anhu bahwa Dia meminta satu tempa air dan bertanya: "Di mana orang-orang menyatakan bahwa mereka membenci minum dengan berdiri." Lantas dia mengambilnya dan meminumnya dengan berdiri, kemudian dia berwudlu dengan ringkas dan mengusap kedua sandalnya dan berkata: "Demikianlah wudlu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bagi orang yang masih suci selama dia belum berhadats."

【924】

Musnad Ahmad 924: Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Al Walid] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] telah menceritakan kepada kami [Abu Ishaq] dari [Abu Hayyah bin Qais] dari [Ali] radliyallahu 'anhu bahwa Dia berwudlu tiga kali-tiga kali lantas meminum sisa air wudlunya dan berkata: "Demikianlah saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukannya."

【925】

Musnad Ahmad 925: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Bakar bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Ali bin Mushir] dari [Ibnu Abu Laila] dari [Isa] dari [Abdurrahman bin Abu Laila] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika salah seorang di antara kalian bersin maka ucapkanlah: 'ALHAMDU LILLAHI RABBIL 'ALAMIN' (Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam) dan orang yang ada di sekitarnya menjawab: 'YARHAMUKALLAAH' (Semoga Allah memberi rahmat kepadamu) kemudian dia membalas: 'YAHDIKUMULLAAH WAYUSHLIH BALAKUM" (Semoga Allah memberikan hidayah kepada kalian dan memperbaiki keadaan kalian)."

【926】

Musnad Ahmad 926: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Daud bin 'Amru Adh Dhabbi] telah menceritakan kepada kami [Manshur bin Abu Al Aswad] dari [Ibnu Abu Laila] dari [Al Hakam] atau [Isa], -Manshur ragu- dari [Abdurrahman bin Abu Laila] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika salah seorang dari kalian bersin, maka bacalah: ALHAMDU LILLAHI 'ALA KULLI HAL (Segala puji bagi Allah pada semua keadaan) sedang orang yang di sisinya hendaknya membaca: YARHAMUKALLAHU (Semoga Allah merahmatimu) dan dia membalasnya dengan: YAHDIKUMULLAH WA YUSHLIHU BALAKUM (Semoga Allah memberi petunjuk kepada kalian dan memperbaiki keadaan kalian)."

【927】

Musnad Ahmad 927: Telah menceritakan kepada kami [Ghassan bin Rabi'] telah menceritakan kepada kami [Abu Israil] dari [As Sudi] dari [Abdu Khair] berkata: [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu menemui kami saat kami di masjid. Dia bertanya: "Di mana orang yang menanyakan tentang shalat witir. Jika dari kita sudah dalam keadaan satu raka'at maka hendaklah dia menggenapkannya dengan raka'at yang lainnya, sehingga kita bergabung dengannya (belum melakukan witir)." Ali mengatakan: "Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan shalat witir pada awal malam, juga pada pertengahan malam. Kemudian beliau menetapkannya pada saat seperti ini." Abdu Khair berkata: "Saat itu ketika munculnya fajar."

【928】

Musnad Ahmad 928: Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Yazid] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari [Abdullah bin Nafi'] berkata: Abu Musa Al Asy'ari menengok Al Hasan bin Ali, Ali radliyallahu 'anhu bertanya kepadanya: "Apakah kamu dalam rangka menjenguk atau berkunjung." Abu Musa menjawab: "Saya datang dalam rangka menjenguk." [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa menjenguk orang sakit pada pagi hari, maka tujuh puluh ribu Malaikat akan keluar bersamanya, semuanya memintakan ampunan untuknya sampai sore, dan baginya akan mendapatkan sebuah kebun di surga. Dan jika dia menengoknya pada waktu sore, maka tujuh puluh ribu Malaikat akan keluar bersamanya dan semuanya memintakan ampun untuknya sampai pagi, dan baginya akan mendapatkan kebun di surga."

【929】

Musnad Ahmad 929: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari [Abdullah bin Nafi'] berkata: Abu Musa Al Asy'ari mengunjungi Al Hasan bin Ali bin Abu Thalib radliyallahu 'anhu. Ali radliyallahu 'anhu bertanya kepadanya: "Apakah kamu dalam rangka menjenguk atau berkunjung." Dia menjawab: "Saya datang dalam rangka menjenguk." [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Adapun bahwasanya tidaklah seorang muslim yang menjenguk orang sakit pada pagi hari, maka tujuh puluh ribu Malaikat akan keluar bersamanya, semuanya memintakan ampunan untuknya sampai sore, dan baginya akan mendapatkan sebuah kebun di surga. Dan jika dia menengoknya pada waktu sore, maka tujuh puluh ribu Malaikat akan keluar bersamanya dan semuanya memintakan ampun untuknya sampai pagi, dan baginya akan mendapatkan kebun di surga."

【930】

Musnad Ahmad 930: Telah menceritakan kepada kami [Syaiban, Abu Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz bin Muslim] yaitu Abu Zaid Al Qasmali, telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Abu Ziyad] dari [Abdurrahman bin Abu Laila] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Saya adalah lelaki yang sering mengeluarkan madzi, maka saya menanyakannya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang hal itu. Beliau menjawab: "Berwudlu jika mendapati madzi dan mandi jika mendapati mani."

【931】

Musnad Ahmad 931: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Mujalid] dari ['Amir] berkata: Syarahah memiliki seorang suami yang pergi ke Syam, dan dia kemudian hamil, lalu walinya datang kepada [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu dan berkata: "Orang ini telah berzina." Dia pun mengakuinya. Maka Ali radliyallahu 'anhu menjilidnya pada hari Kamis seratus jilid dan merajamnya pada hari Jum'at, dan digalikan untuknya sampai sebatas pusarnya, saya saat itu menyaksikannya. Kemudian Ali radliyallahu 'anhu berkata: "Sesungguhnya rajam adalah sunnah yang telah dilakukan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Jika ada seorang yang menyaksikan hal ini maka yang pertama kali harus melemparnya adalah saksi tersebut, kemudian dia bersaksi terlebih dahulu, lantas mengikutkan persaksiannya dengan melemparkan batunya. Tetapi wanita ini telah mengakuinya, maka sayalah orang pertama yang akan melemparinya." Kemudian dia melemparinya dengan batu, dan orang-orang melemparinya juga dan saya termasuk di dalamnya. 'Amir berkata: "Demi Allah, saya termasuk orang yang ikut membunuh Syarahah."

【932】

Musnad Ahmad 932: Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin 'Amir] telah memberitakan kepada kami [Israil] dari [Muhammad bin Ubaidullah] dari [Bapaknya] dari [Pamannya] berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu berkata ketika ditanya tentang seseorang yang menaiki binatang sembelihannya. Dia menjawab: "Tidak mengapa, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah melewati beberapa orang yang sedang berjalan, lantas menyuruh mereka untuk menaiki hewan sembelihannya dan hewan sembelihan beliau. Kalian tidak akan mengikuti sesuatupun yang lebih utama dari sunnah Nabi kalian shallallahu 'alaihi wa sallam!"

【933】

Musnad Ahmad 933: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Isma'il] telah menceritakan kepada kami ['Amir] dari [Al Harits] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaknat pemakan riba, pemberi makan riba, penulisnya, kedua saksinya, orang yang tidak membayar zakat, orang yang bertato dan orang yang meminta ditato, al muhalill dan al muhallal lah." Ali berkata: "Beliau juga melarang meratapi mayat."

【934】

Musnad Ahmad 934: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Hisyam] dari [Muhammad] dari ['Abidah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Dilarang memakai pelana sutra yang dicelup dengan warna merah, memakai pakaian yang dihiasi dengan sutra, dan cincin emas." Muhammad berkata: Saya sampaikan hal itu kepada saudaraku Yahya bin Sirrin, maka dia berkata: "Apakah kamu belum mendengar hal itu. Ya, dan ujung baju yang terbuat dari bahan sutra tebal."

【935】

Musnad Ahmad 935: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku ['Ubaidullah bin Umar Al Qawariri] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] telah memberitakan kepada kami [Ayyub] dari [Muhammad] dari ['Abidah] berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu menerangkan tentang penduduk Nahrawan. Dia berkata: "Di antara mereka ada seorang laki-laki yang tangannya cacat atau tangannya kecil atau pendek. Jikalau bukan karena kalian akan menjadi berlebihan niscaya akan saya beritakan kalian tentang apa yang telah Allah azza wa jalla janjikan kepada orang yang membunuh mereka menurut lisan Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam." Saya bertanya kepada Ali: "Apakah benar kamu telah mendengar dari beliau." Dia menjawab: "Ya, demi Rabb Ka'bah."

【936】

Musnad Ahmad 936: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Abu Bakar Al Muqaddami] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Yahya Al Abah] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Aun] dari [Muhammad] dari ['Abidah] berkata: Tatkala [Ali] radliyallahu 'anhu membunuh penduduk Nahrawan, dia berkata: "Carilah dia!" mereka akhirnya menemukannya di sebuah lubang di bawah para korban yang tewas, kemudian mereka mengeluarkannya dan Ali radliyallahu 'anhu menemui para sahabatnya dan berkata: "Jikalau bukan karena kalian akan menjadi melampaui batas niscaya akan saya kabarkan tentang apa yang telah Allah janjikan kepada orang yang membunuh mereka menurut lisan Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam." Saya bertanya: "Apakah benar anda mendengarnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" Dia menjawab: "Ya, demi Rab Ka'bah."

【937】

Musnad Ahmad 937: Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] dari [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali Radhiallah 'anhu], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Saya memberi keringanan kalian mengenai zakat kuda dan budak. Sedangkan uang dirham yang terbuat dari perak zakatnya adalah sepersepuluhnya."

【938】

Musnad Ahmad 938: telah menceritakan kepada kami [Abu Muawiyah] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari ['Amru bin Murrah] dari [Abu Al Bakhtari] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Jika diceritakan sebuah hadits dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepada kalian, maka yakinilah bahwa beliau itu lebih mendapat petunjuk, yang paling menggembirakan dan yang paling taqwa."

【939】

Musnad Ahmad 939: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Mis'ar] telah menceritakan kepada kami ['Amru bin Murrah] dari [Abu Al Bakhtari] dari [Abu Abdurrahman] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Jika sebuah hadits diceritakan dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepada kalian, yakinilah bahwa beliau itu yang paling menggembirakan, paling mendapat petunjuk dan yang paling taqwa."

【940】

Musnad Ahmad 940: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Amru bin Murrah] dari [Abu Al Bakhtari] dari [Abu Abdurrahman As Sulami] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Jika diceritakan dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepada kalian sebuah hadits, yakinilah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam itu yang paling menggembirakan, paling mendapat petunjuk dan yang paling taqwa." Ali menemui kami ketika diserukan lafadh: "Marilah shalat dan marilah menuju kemenangan." Lantas bertanya: "Di mana orang yang menanyakan tentang witir? Ini adalah saat witir yang bagus."

【941】

Musnad Ahmad 941: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abu Bakar bin Ali Al Muqaddami] telah menceritakan kepada kami [Hammad] yaitu Ibnu Zaid, dari [Ayyub] dan [Hisyam] dari [Muhammad] dari ['Abidah] bahwa [Ali] radliyallahu 'anhu menerangkan tentang penduduk Nahrawan. Dia berkata: "Di antara mereka ada seorang laki-laki yang tangannya cacat atau tangannya kecil atau pendek." Jikalau bukan karena kalian akan menjadi melampaui batas niscaya akan saya kabarkan tentang apa yang telah Allah janjikan kepada orang yang membunuh mereka menurut lisan Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam." Saya bertanya: "Apakah benar anda mendengarnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" Dia menjawab: "Ya, demi Rab Ka'bah."

【942】

Musnad Ahmad 942: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Syu'bah] telah menceritakan kepadaku [Malik bin 'Urfithah] saya mendengar [Abdu Khair] berkata: "Saya berada di sisi [Ali], lalu dibawakan kepadanya kursi dan bejana kecil dari batu." Abdu Khair berkata: "Lantas dia membasuh kedua tangannya tiga kali, wajahnya tiga kali, kedua lengannnya tiga kali dan mengusap kepalanya." -Yahya mempraktekkan dengan memulai dari depannya ke belakangnya dan berkata: "Saya tidak tahu, apakah dia mengulangi tangannya atau tidak."- kemudian dia membasuh kedua kakinya dan berkata: "Barangsiapa hendak melihat tata cara wudlu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam maka beginilah wudlu beliau." Abu Bakar Al Quthay'i berkata: Abu Abdurrahman berkata kepada kami: "Di dalam hadits ini Syu'bah salah, yang benar adalah dari Khalid bin 'Alqamah dari Abdu Khair."

【943】

Musnad Ahmad 943: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Ishaq At Tirmidzi] telah menceritakan kepada kami [Al Asyja'i] dari [Sufyan] dari ['Ashim] dari [Zirr bin Hubaisy] dari ['Abidah As Sulami] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Kami mengiranya itu adalah shalat fajar, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Itu adalah shalat Ashar." berkaitan dengan shalat wustha.

【944】

Musnad Ahmad 944: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku ['Ubaidullah bin Umar Al Qawariri] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abdul Wahid bin Abu Hazm] telah menceritakan kepada kami [Umar bin 'Amir] dari [Qatadah] dari [Abu Hassan] dari [Ali] radliyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Orang-orang mukmin adalah sama darah mereka. Mereka adalah tangan atas yang lainnya, akan dijaga perlindungan mereka walau dari kalangan rendah mereka. Ketahuilah, tidak boleh dibunuh seorang mukmin karena membunuh orang kafir atau orang yang dalam perjanjian."

【945】

Musnad Ahmad 945: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Yahya bin Sa'id] dari [Yusuf bin Mas'ud] dari [Neneknya] bahwa Seorang laki-laki lewat di hadapan mereka di atas untanya yang mengantarkannya ke Mina pada hari tasyrik: "Bahwa hari-hari ini adalah hari-hari makan dan minum." Saya bertanya siapa dia? Mereka menjawab: "Itu adalah [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu."

【946】

Musnad Ahmad 946: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Abu 'Arubah] dari [Qatadah] dari [Al Hasan] dari [Qais bin 'Ubad] berkata: Saya dan Al Asytar berangkat menuju [Ali] radliyallahu 'anhu. Kami bertanya: "Apakah Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwasiat kepada kalian dengan sesuatu yang tidak beliau wasiatkan kepada manusia secara umum?" dia menjawab: "Tidak, kecuali apa yang ada pada kitabku ini." Dia menerangkan pada tulisan yang tergantung pada sarung pedangnya, yang berbunyi: "Orang-orang mukmin adalah sama darah mereka. Mereka adalah tangan atas yang lainnya, akan dijaga perlindungan mereka walau dari kalangan rendah mereka. Ketahuilah, tidak akan dibunuh seorang mukmin karena membunuh orang kafir atau orang yang dalam perjanjian. Barangsiapa berbuat maksiat atau melindungi orang yang berdosa maka dia akan mendapatkan laknat Allah, para Malaikat dan manusia semuanya."

【947】

Musnad Ahmad 947: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Hisyam] dari [Muhammad] dari ['Abidah] dari [Ali Radhiallah 'anhu] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda pada Perang Khandak: "Mereka telah menyibukkan kita dari shalat wustha sampai matahari terbenam atau matahari hampir tenggelam, semoga Allah memenuhi perut-perut atau kuburan-kuburan mereka dengan api."

【948】

Musnad Ahmad 948: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ibnu Abu Laila] telah menceritakan kepadaku [saudaraku] dari [bapakku] dari [Ali] radliyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Jika salah seorang di antara kalian bersin maka ucapkanlah: 'ALHAMDU LILLAHI 'ALA KULLI HAL' (Segala puji bagi Allah pada setiap keadaan) dan dibalas untuknya: 'YARHAMUKUMULLAH' (Semoga Allah memberi rahmat kepada kalian) kemudian dia membalas: 'YAHDIKUMULLAAH WAYUSHLIH BALAKUM' (Semoga Allah memberikan hidayah kepada kalian dan memperbaiki keadaan kalian)."

【949】

Musnad Ahmad 949: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Ahmad bin Muhammad bin Yahya bin Sa'id Al Qaththan] telah menceritakan kepada kami [Azhar bin Sa'ad] dari [Ibnu Aun] dari [Muhammad] dari ['Abidah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Fathimah mengadu kepadaku mengenai tangannya yang bengkak karena menggiling tepung, maka kami menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Saya berkata: "Wahai Rasulullah, Fathimah mengadukan kepadamu tentang tangannya yang bengkak karena menggiling tepung dan dia meminta pelayan." Beliau menjawab: "Maukah saya tunjukkan kepada kalian berdua sesuatu yang lebih baik bagi kalian berdua daripada seorang pelayan." Beliau menyuruh kami menjelang tidur untuk membaca tiga puluh tiga kali, tiga puluh tiga kali dan tiga puluh empat kali tasbih, tahmid dan takbir'."

【950】

Musnad Ahmad 950: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, berkata: saya mendapati pada kitab bapakku, berkata: [saya mendapat kabar] dari [Sinan bin Harun] telah menceritakan kepada kami [Bayan] dari [Abdurrahman bin Abu Laila] dari [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, apabila sedang ruku' kemudian diletakkan bejana air di punggungnya niscaya tidak akan tumpah."

【951】

Musnad Ahmad 951: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Bakar bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Khalid bin 'Alqamah] dari [Abdu Khair] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Ali radliyallahu 'anhu berwudlu dengan berkumur-kumur tiga kali, beristinsyaq tiga kali dengan satu tangan, lantas dia membasuh wajahnya tiga kali. Kemudian dia memasukkan tangannya ke dalam bejana dari kulit lalu mengusap kepalanya dan membasuh kedua kakinya. Kemudian dia berkata: "Demikianlah tata cara wudlu Nabi kalian shallallahu 'alaihi wa sallam."

【952】

Musnad Ahmad 952: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Syu'bah] telah menceritakan kepadaku [Abu Ishaq] dari [Hani` bin Hani`] dari [Ali] radliyallahu 'anhu bahwa 'Ammar meminta izin kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Maka Nabi berkata: "Orang yang baik dan yang harus diperlakukan dengan baik."

【953】

Musnad Ahmad 953: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] yaitu Ibnu Sa'id, dari [Syu'bah], dan menurut jalur periwayatan yang lain: telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] telah memberitakan kepada kami [Syu'bah] dari [Manshur], [Yahya] berkata: telah menceritakan kepadaku [Manshur] dari [Rib'i] berkata: saya mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah kalian berdusta atas namaku! barangsiapa berdusta atas namaku, niscaya akan masuk neraka." [Hajjaj] berkata: Saya bertanya kepada [Syu'bah]: "Apakah dia bertemu dengan Ali?" dia menjawab: "Ya, telah menceritakan kepadaku dari Ali tanpa menyebutkan kata mendengar." Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Manshur] dari [Rib'i bin Hirasy] bahwa dia mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu berkhutbah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, lantas menyebutkan sebagaimana hadits di atas.

【954】

Musnad Ahmad 954: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Juraij] telah mengabarkan kepadaku [Hasan bin Muslim] dan [Abdul Karim] bahwa [Mujahid] mengabari keduanya, bahwa [Abdurrahman bin Abu Laila] mengabarinya, bahwa [Ali] radliyallahu 'anhu mengabarinya, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruhnya untuk mengurus unta sembelihannya dan menyuruh juga untuk membagi sembelihannya semua, baik daging dan kulitnya dan pakaiannya dengan tanpa memberikan kepada orang yang menyembelihnya sedikitpun. Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Abdu Karim] lantas menyebutkan hadits dan berkata: "Kami memberinya upah dari harta kami."

【955】

Musnad Ahmad 955: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Ibnu 'Ajlan] telah menceritakan kepadaku [Ibrahim bin Abdullah bin Hunain] dari [bapaknya] dari [Ibnu Abbas] dari [Ali Radhiallah 'anhu], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarangku memakai cincin emas, membaca ketika dalam keadaan ruku' dan memakai pakaian yang di lapisi dengan bahan dari sutra dan pakaian yang dicelup dengan warna kuning.

【956】

Musnad Ahmad 956: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepadaku [Syu'bah] dari [Abdul Malik bin Maisarah] dari [An Nazzal bin Sabrah] bahwa Tatkala [Ali] radliyallahu 'anhu hendak shalat dhuhur, dia meminta satu tempa air di daerah Rahabah lantas dia minum dengan berdiri dan berkata: "Ada beberapa orang yang membenci hal ini padahal saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukannya sebagaimana yang telah kalian lihat padaku." Lantas dia mengusap-usap dengan sisa air wudlu tersebut dan berkata: "Demikianlah wudlu bagi orang yang tidak berhadats."

【957】

Musnad Ahmad 957: telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abdullah bin Muhammad bin 'Aqil] dari [Muhammad bin Al Hanafiyah] dari [bapaknya] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Pembuka shalat adalah bersuci, mulai diharamkannya (dari selain shalat) dengan takbiratul ihram dan dihalalkannya (selain shalat) dengan salam."

【958】

Musnad Ahmad 958: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin 'Uqbah Abu Kibran Al Muradiy] aku mendengar [Abd Khoir] mengatakan: [Ali] berkata: "Maukah aku perlihatkan kepada kalian tata cara wudlu' Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" kemudian Ali berwudlu tiga kali-tiga kali."

【959】

Musnad Ahmad 959: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Mushir bin Abdul Malik bin sal'] telah menceritakan kepada kami [Abu Abdul Malik bin Sal'] berkata: [Abdu Khair] mengimami kami pada shalat subuh. Dia berkata: Suatu ketika, kami pernah shalat di belakang [Ali] radliyallahu 'anhu. Tatkala dia selesai salam, dia bangkit dan kami ikut bangkit bersamanya, lantas dia berjalan sampai di daerah Rahabah, kemudian dia duduk dengan menyandarkan punggungnya pada sebuah dinding. Dia mengangkat kepalanya dan berkata: "Wahai Qanbar, bawakan kepadaku bejana kulit yang berisi air dan bejana dari tembaga." Kemudian dia menyuruhnya: "Tuangkan!" maka dituangkanlah kepadanya, lalu dia membasuh tangannya tiga kali, kemudian memasukkan tangan kanannya, terus berkumur-kumur dan beristinsyaq tiga kali. Kemudian memasukkan kedua tangannya dan membasuh wajahnya tiga kali. kemudian memasukkan tangan kanannya dan membasuh lengan kanannya sampai siku tiga kali, juga lengan kirinya sampai siku tiga kali. Setelah itu berkata: "Demikianlah tata cara wudlu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【960】

Musnad Ahmad 960: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Urwah] dari [bapaknya] berkata: Ali radliyallahu 'anhu berkata: Saya adalah lelaki yang sering mengeluarkan madzi, namun saya malu untuk bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam karena anak perempuan beliau. Maka saya menyuruh Al Miqdad menanyakannya kepada beliau. Beliau bersabda: "Cucilah kemaluannya dan buah kemaluannya lalu berwudlu."

【961】

Musnad Ahmad 961: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Mundzir Abu Ya'la] dari [Ibnu Al Hanafiyah] bahwa [Ali] radliyallahu 'anhu menyuruh Al Miqdad menanyakan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang madzi. Beliau menjawab: "Cukup dengan berwudlu."

【962】

Musnad Ahmad 962: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Syu'bah] dari ['Amru bin Murrah] dari [Abdullah bin Salamah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, ia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membuang hajatnya, setelah selesai beliau memakan daging bersama kami dan membaca Al Qur'an. Tidak ada yang membatasi atau menghalanginya (dari membaca Al Qur'an) kecuali karena junub."

【963】

Musnad Ahmad 963: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dan [Abdurrahman] dari [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim bin Dhamrah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam selalu melaksanakan shalat dua raka'at setiap selesai shalat fardlu kecuali setelah shalat shubuh dan Ashar." Abdurrahman berkata: "Setiap akhir shalat fardlu."

【964】

Musnad Ahmad 964: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Isma'il] dan [Abu Khaitsamah] keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Abu Ishaq] dari [Abdu Khair] dari [Ali] berkata: "Awalnya saya berpendapat bawah telapak kaki lebih layak untuk diusap daripada bagian atasnya, sampai akhirnya saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengusap bagian atasnya."

【965】

Musnad Ahmad 965: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu As Sauda`] dari [Ibnu Abdu Khair] dari [bapaknya] berkata: Saya melihat [Ali] berwudlu dengan mengusap bagian atas kakinya, kemudian dia berkata: "Kalau seandainya Saya tidak melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengusap bagian atas kakinya sungguh saya berpendapat bawah telapak kaki lebih layak untuk diusap."

【966】

Musnad Ahmad 966: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Ishaq] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] pada tempat lain, berkata: "Saya melihat [Ali] radliyallahu 'anhu berwudlu dan mengusap bagian atas kakinya."

【967】

Musnad Ahmad 967: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin 'Uqbah Abu Kibran] dari [Abdu Khair] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Beginilah tata cara wudlu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Lantas dia berwudhu tiga kali.

【968】

Musnad Ahmad 968: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Sa'd bin Ibrahim] dari [Abdullah bin Syaddad] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Saya tidak pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (mengucapkan kata-kata) tebusan kepada seseorang dengan kedua orang tuanya kecuali kepada Sa'd bin Malik. Saya benar-benar mendengar beliau mengatakan kepadanya pada Perang Uhud: "Panahlah Sa'd! tebusanmu adalah bapakku dan ibuku."

【969】

Musnad Ahmad 969: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Sa'd bin 'Ubaidah] dari [Abu Abdurrahman As Sulami] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengutus sekelompok pasukan dengan mengangkat salah seorang dari Anshar sebagai komandan. Beliau memerintahkan mereka untuk ta'at dan mendengar. Ternyata mereka membuat komandan tersebut marah karena suatu hal, maka dia berkata: "Kumpulkan kayu bakar!" lantas mereka mengumpulkannya, lalu komandan itu berkata: "Nyalakan api." Mereka pun menyalakan api, Kemudian dia berkata: "Bukankah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah memerintahkan untuk mendengarku dan mentaati." Mereka menjawab: "Ya." Dia berkata: "Masuklah ke dalam api!" maka sebagian orang melihat ke yang lainnya, mereka berkata: "Kita lari kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam karena api tersebut." Mereka dalam keadaan demikian sampai hilang rasa marahnya sampai api itu padam. Ali radliyallahu 'anhu berkata: Tatkala mereka sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan menyampaikan hal itu, beliau bersabda: "Kalau saja mereka memasukinya niscaya mereka tidak akan keluar darinya. Sesungguhnya ketaatan itu dalam hal yang ma'ruf."

【970】

Musnad Ahmad 970: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dan [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Sufyan] dari ['Ashim Ibnu Kulaib], dari [Abu Burdah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarangku memakai cincin pada jari ini dan ini." Abdurrazzaq berkata: "Pada kedua jarinya yaitu jari telunjuk dan jari tengah."

【971】

Musnad Ahmad 971: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Hasyim bin Katsir] dari [Qais Al Kharifi] berkata: saya mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lebih dahulu, kemudian Abu Bakar shalat (menyusul) dan Umar radliyallahu 'anhu yang ketiga menyusul juga, kemudian kita tertimpa atau terkena fitnah. Dan Allah yang menghedaki itu terjadi." Abu Abdurrahman berkata: bapakku berkata: "Maksud perkataannya (tertimpa fitnah) adalah dia ingin bertawadlu dengan hal itu."

【972】

Musnad Ahmad 972: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dan [Syu'bah] dan [Hammad bin Salamah] dari [Salamah bin Kuhail], dari [Hujayyah bin 'Adi] bahwa Ada seorang laki-laki yang bertanya kepada [Ali] radliyallahu 'anhu tentang sapi. Dia menjawab: "Itu untuk tujuh orang." Dia bertanya lagi: "Bagaimana dengan tanduknya (yang rusak)." Ali menjawab: "Itu tidak ada masalah bagimu." Dia bertanya: "Bagaimana dengan yang cacat?" Ali menjawab: "Jika telah mendekati tempat penyembelihan, maka sembelihlah." Ali menambahkan: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh kami untuk mengecek mata dan telinga." Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Salamah bin Kuhail] berkata: saya mendengar [Hujayyah bin 'Adiy] berkata: saya mendengar [Ali bin Abi Thalib] radliyallahu 'anhu pernah ditanya seorang laki-laki. Kemudian ia meneruskan hadits tersebut.

【973】

Musnad Ahmad 973: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] dari [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] dari [Haritsah bin Mudhar] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, ia berkata: "Pada Perang Badar, di antara kami tidak ada yang menunggang kuda kecuali Miqdad. Tidak ada di antara kami kecuali tertidur kecuali Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang berada di bawah pohon melaksanakan shalat dan menangis sampai shubuh."

【974】

Musnad Ahmad 974: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Hushain] dari [Umair bin Sa'id] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Tidaklah seorang lelaki yang aku tegakkan hukum had atasnya kemudian meninggal dan membekas dalam jiwaku kecuali masalah khamr, Jika dia meninggal pasti aku membayar diyatnya karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam belum mencontohkannya."

【975】

Musnad Ahmad 975: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [Abu Hayyah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan wudlu tiga kali tiga kali.

【976】

Musnad Ahmad 976: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Za`idah bin Qudamah] dari [Abu Hushain Al Asadi] dan [Ibnu Abu Bukair] telah menceritakan kepada kami [Za`idah] telah memberitakan kepada kami [Abu Hushain Al Asadi] dari [Abu Abdurrahman] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Saya adalah lelaki yang sering mengeluarkan madzi. Anak perempuan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjadi istriku, maka saya menyuruh seseorang menanyakannya. Beliau menjawab: "Berwudhulah dan cucilah!"

【977】

Musnad Ahmad 977: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far Al Warakani] telah memberitakan kepada kami [Syarik] dari [Khalid bin 'Alqamah] dari [Abdu Khair] berkata: Kami melaksanakan shalat subuh, lalu kami mendatangi [Ali] radliyallahu 'anhu dan duduk bersamanya. Dia meminta air wudlu, maka diberikan kepadanya bejana kulit yang berisi air dan bejana dari tembaga. Abdu Khair berkata: Dia menuangkan bejana ke tangan kanannya lalu membasuh kedua tangannya tiga kali, berkumur-kumur tiga kali, beristinsyaq tiga kali dengan satu tangan, kemudian membasuh wajahnya tiga kali, membasuh kedua lengannya sampai sikunya tiga kali tiga kali, dia memasukkan tangannya kedalam bejana kemudian mengusap rambutnya dengan kedua tangannya sekali, membasuh kedua kakinya tiga kali dan berkata: "Demikianlah tata cara wudlu Nabi kalian shallallahu 'alaihi wa sallam, maka ketahuilah!"

【978】

Musnad Ahmad 978: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] telah menceritakan kepada kami [Za`idah] dari [Ar Rukain bin Ar Rabi'] dari [Hushain bin Qabishah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Saya adalah lelaki yang sering mengeluarkan madzi, maka saya menanyakannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dan beliau menjawab: "Jika melihat madzi berwudlulah dan cucilah kemaluanmu, namun jika melihat bekas pancaran mani maka mandilah." Saya sampaikan hal itu kepada [Sufyan], dia berkata: Saya mendengarnya dari [Rukain]. Telah menceritakan kepada kami [Mu'awiyah] dan [Ibnu Abu Bukair] berkata: telah menceritakan kepada kami [Za`idah] telah menceritakan kepada kami [Ar Rukain bin Ar Rabi' bin 'Amilah Al Fazari] lalu menyebutkan seperti di atas. Dia berkata: "Bekas pancaran mani" dan telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Bukair] telah menceritakan kepada kami [Za`idah] dan berkata: "Bekas pancaran" juga.

【979】

Musnad Ahmad 979: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Wahb bin Baqiyyah] telah memberitakan kepada kami [Khalid] dari ['Atho`] yaitu Ibnu As Sa`ib, dari [Abdu Khair] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Maukah saya kabarkan kepada kalian manusia terbaik dari umat ini setelah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam? dia adalah Abu Bakar, kemudian orang terbaik setelahnya adalah Umar radliyallahu 'anhu, kemudian Allah menjadikan kebaikan sesuai yang dia kehendaki."

【980】

Musnad Ahmad 980: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Bahr Abdul Wahid Al Bashri] telah menceritakan kepada kami [Abu Awanah] dari [Khalid bin 'Alqamah] dari [Abdu Khair] berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu berkata tatkala sampai dari Bashrah: "Manusia terbaik umat ini setelah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah Abu Bakar dan setelahnya Umar. Dan kita telah membuat banyak peristiwa setelah mereka, yang mana Allah memberi putusan atas perisitwa-peristiwa itu sesuai dengan kehendakNya."

【981】

Musnad Ahmad 981: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Wahab bin Baqiyyah Al Wasithi] telah memberitakan kepada kami [Khalid bin Abdullah] dari [Hushain] dari [Al Musayyab bin Abdu Khair] dari [bapaknya] berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu berdiri lalu berkata: "Manusia terbaik dari umat ini setelah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah Abu Bakar dan Umar. Dan kita telah membuat banyak peristiwa setelah mereka, yang mana Allah memberi putusan atas perisitwa-peristiwa itu sesuai dengan kehendakNya."

【982】

Musnad Ahmad 982: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [Hani` bin Hani`] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: 'Ammar datang untuk meminta izin kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, maka beliau bersabda: "Izinkanlah dia, selamat datang orang yang baik dan harus diperlakukan dengan baik."

【983】

Musnad Ahmad 983: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [Sa'id bin Dzi Huddan] telah menceritakan kepadaku [seseorang] yang mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan bahwa perang adalah tipu daya.

【984】

Musnad Ahmad 984: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Hisyam] telah mengabarkan kepadaku [bapakku] bahwa [Ali] radliyallahu 'anhu berkata kepada Al Miqdad: "Tanyakan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang seorang laki-laki yang mendekati seorang wanita lalu dia mengeluarkan madzi. Saya malu karena anak beliau adalah istriku." Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Dia harus mencuci kemaluan dan kedua buah kemaluannya, kemudian berwudlu."

【985】

Musnad Ahmad 985: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Sufyan] dari [Al A'masy] dari [Abu Ad Dhuha] dari [Syutair bin Syakal] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Mereka telah menyibukkan kami pada Perang Ahzab dari shalat Ashar, sampai saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Mereka telah menyibukkan kita dari shalat wustha yaitu shalat Ashar, semoga Allah memenuhi kuburan dan rumah mereka atau perut mereka dengan api."

【986】

Musnad Ahmad 986: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Sufyan] dari [Al A'masy] dari [Ibrahim At Tamimi] dari [Bapaknya] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Kami tidak memiliki sesuatupun kecuali kitab Allah Ta'ala, dan lembaran ini dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam (yang berisi:) Madinah adalah haram antara 'Air sampai ke Tsaur. Barangsiapa melakukan dosa atau melindungi orang yang berbuat dosa maka dia akan mendapatkan laknat Allah, para Malaikat dan manusia semuanya. Tidak diterima darinya amalan wajib dan amalan sunnahnya." Dan lembaran itu berbunyi: "Perlindungan kaum muslimin itu satu, Barangsiapa melanggar perjanjian pada seorang muslim, maka dia mendapatkan laknat Allah, para Malaikat dan manusia semuanya, Tidak diterima darinya amalan wajib dan amalan sunnahnya. Barangsiapa mengangkat wali selain walinya yang sah maka dia mendapatkan laknat Allah, para Malaikat dan manusia semuanya, Tidak diterima darinya amalan wajib dan amalan sunnahnya."

【987】

Musnad Ahmad 987: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Sufyan] dari [Al A'masy] dari [Sa'd bin Ubaidah] dari [Abu Abdurrahman] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Wahai Rasulullah, kenapa saya melihat anda cenderung kepada orang Quraisy dan meninggalkan kami (Bani Hasyim) untuk menikah dengan kalangan kami?" Beliau bertanya: "Apakah ada sesuatu?" Ali radliyallahu 'anhu menjawab: "Anak perempuan Hamzah." Beliau bersabda: "Itu adalah putri saudaraku sesusuan."

【988】

Musnad Ahmad 988: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Amru bin Murrah] dari [Abu Al Bakhtari] dari [Abu Abdurrahman As Sulami] berkata: [Ali] berkata: "Jika saya menyampaikan hadits dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepada kalian, anggaplah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang paling menggembirakan, yang paling mendapat petunjuk dan yang paling taqwa."

【989】

Musnad Ahmad 989: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Sufyan] dan [Syu'bah] dari [Habib bin Abu Tsabit] dari [Abdu Khair] dari [Ali] berkata: "Maukah saya beritakan kepada kalian manusia terbaik dari umat ini setelah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam? dia adalah Abu Bakar, kemudian Umar."

【990】

Musnad Ahmad 990: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Utsman bin Abu Tsaibah] telah menceritakan kepada kami [Muththalib bin Ziyad] dari [As Sudi] dari [Abdu Khair] dari [Ali] Berkaitan dengan tafsir firman Allah: {Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan bagi tiap-tiap kaum ada orang yang memberi petunjuk} Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Al Mundzir dan Al Had adalah seorang lelaki dari Bani Hasyim."

【991】

Musnad Ahmad 991: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Haritsah bin Mudharrib] dari [Ali] berkata: "Pada saat datang kesulitan pada Perang Badar, kami berlindung dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan beliau adalah orang yang paling menghadapi kesulitan (pada saat itu) atau tidak ada orang yang lebih dekat dari orang-orang musyrik selain beliau."

【992】

Musnad Ahmad 992: Ahmad bin Hanbal berkata: saya membaca di hadapan [Abdurrahman] dari [Malik] dari [Nafi'], dan telah menceritakan kepada kami [Ishaq] yaitu Ibnu Isa, telah mengabarkan kepadaku [Malik] dari [Nafi'] dari [Ibrahim bin Abdullah bin Hunain] -Ishaq berkata:- dari [bapaknya] dari [Ali bin Abu Thalib] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang memakai pakaian yang dihiasi dengan sutra dan pakaian yang dicelup dengan warna kuning, juga melarang bercincin emas dan membaca Al Qur`an pada saat ruku'.

【993】

Musnad Ahmad 993: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku bapakku dan [Abu Khaitsamah] berkata: telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah memberitakan kepada kami [Ayyub] dari [Nafi'] dari [Ibrahim bin Fulan bin Hunain] dari [Kakeknya, Abdullah bin Hunain] berkata: [Ali] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarangku memakai pakaian yang dicelup sehingga berwarna kuning, memakai pakaian yang dihiasi dengan sutra, cincin emas dan membaca Al Qur`an pada saat ruku'." Ayyub berkata: Atau Ali berkata: "(malarangku) membaca (Al Qur'an) saat saya sedang ruku'." Abu Khaitsamah menuturkan dalam haditsnya, diceritakan kepadaku bahwa Isma'il mengklarifikasi lafadh dari kakeknya Hunain.

【994】

Musnad Ahmad 994: Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahab] dari [Sa'id] dari [seorang laki-laki] dari [Al Hakam bin 'Utaibah] dari [Abdurrahman bin Abu Laila] dari [Ali Radhiallah 'anhu], dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruhku untuk menjual dua orang budak laki-laki bersaudara. Saya menjualnya dengan memisahkan keduanya, kemudian hal itu saya sebutkan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau bersabda: "Cari mereka berdua, dan tarik kembali. Jangan kamu jual kecuali semuanya dan jangan kamu pisahkan keduanya."

【995】

Musnad Ahmad 995: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Khalaf bin Hisyam Al Bazar] telah menceritakan kepada kami [Abu Al Ahwash] dari [Abu Ishaq] dari [Abu Hayyah] berkata: Saya melihat [Ali] radliyallahu 'anhu berwudhu. Dia membasuh kedua tangannya sampai bersih kemudian berkumur tiga kali, berisitinsyaq tiga kali, membasuh wajahnya tiga kali, kedua lengannya tiga kali, kemudian mengusap kepalanya dan membasuh kedua kakinya sampai mata kakinya. Lalu dia mengambil sisa air wudlunya dan meminumnya sambil berdiri seraya berkata: "Saya hendak memperlihatkan kepada kalian bagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwudhu." Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Khalaf bin Hisyam Al Bazar] telah menceritakan kepada kami [Abu Al Ahwash] dari [Abu Ishaq] berkata: [Abdu Khair] meriwayatkan dari [Ali] radliyallahu 'anhu sebagaimana hadits Abu Hayyah, kecuali dia berkata: "Jika telah selesai dari wudlunya, dia mengambil sisa air wudlu dengan kedua tangannya lalu meminumnya."

【996】

Musnad Ahmad 996: Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahab] berkata: [Sa'id] ditanya tentang hewan yang tanduknya rusak apakah bisa digunakan untuk berkurban. Maka dia mengabarkan kepada kami dari [Qatadah] dari [Jurai bin Kulaib] seorang laki-laki dari kaumnya, bahwa dia mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang berkurban dengan hewan yang tanduknya dan telinganya rusak." Qatadah berkata: Saya bertanya mengenai hal itu kepada Sa'id bin Musayyab, dia menjawab: "Yang masuk kategori rusak adalah setengah atau lebih dari itu."

【997】

Musnad Ahmad 997: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Hubairah] dari [Ali] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarangku memakai cincin emas, memakai pakaian yang bercampur dengan sutra dan pelana merah yang terbuat dari sutra juga."

【998】

Musnad Ahmad 998: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Israil], dan [Abdurrazzaq] berkata: telah memberitakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Abu Hayyah Al Wadi'i] Abdurrazzaq berkata: Abu Hayyah berkata: Saya melihat [Ali] kencing di Rahabah lantas meminta air dan berwudlu. Dia membasuh kedua tangannya tiga kali, berkumur-kumur dan istinsyaq tiga kali. Kemudian mengusap wajahnya tiga kali dan membasuh kedua lengannya tiga kali. dia mengusap kepalanya dan membasuh kedua kakinya tiga kali-tiga kali. Setelah itu dia bangkit dan meminum sisa air wudlunya. Kemudian dia berkata: "Saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan sebagaimana kalian telah melihatku melakukannya. Saya hendak memperlihatkan kepada kalian."

【999】

Musnad Ahmad 999: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Shalih Al Hakam bin Musa] telah menceritakan kepada kami [Syihab bin Khirasy] telah menceritakan kepadaku [Al Hajjaj bin Dinar] dari [Abu Ma'syar] dari [Ibrahim An Nakha'i] berkata: ['Alqamah bin Qais] memegang mimbar ini dan berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu berkhutbah kepada kami pada mimbar ini, dia memuji Allah dan mengucapkan beberapa perkataan, dia berkata: "Orang yang paling baik setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah Abu Bakar kemudian Umar radliyallahu 'anhuma, kemudian kita membuat banyak peristiwa setelah mereka, yang Allah berikan putusan atas perisitwa-peristiwa itu."

【1000】

Musnad Ahmad 1000: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Abu Shalih Al Hakam bin Musa] telah menceritakan kepada kami [Syihab bin Khirasy] telah mengabarkan kepadaku [Yunus bin Khabbab] dari [Al Musayyab bin Abdu Khair] dari [Abdu Khair] berkata: Saya mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Orang yang paling baik dari kalangan umat ini setelah Nabi adalah Abu Bakar kemudian Umar radliyallahu 'anhuma."

【1001】

Musnad Ahmad 1001: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Mujammi' bin Yahya] dari [Abdullah bin Imran Al Anshari] dari [Ali]. Dan [Al Mas'udi] dari [Utsman bin Abdullah bin Hurmuz] dari [Nafi' bin Jubair] dari [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pendek dan tidak tinggi, kepalanya besar dan jenggotnya lebat, telapak tangan dan kakinya kasar, tulang tengkoraknya besar, wajahnya kemerah-merahan, bulu dadanya panjang. Jika beliau berjalan agak condong kedepan seolah-olah beliau melangkah mantap dari tempat yang keras. Saya belum pernah melihat orang seperti Beliau sebelum dan sesudahnya." Abu Nadlr berkata: "Bulu dada." Dia juga menambahkan: "Seolah-olah sedang melangkah ke tempat yang rendah." Abu Qathn berkata: "Bulu dada." Yazid juga berkata demikian.

【1002】

Musnad Ahmad 1002: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Abu Shalih Al Hakam bin Musa] telah menceritakan kepada kami [Syihab bin Khirasy] telah menceritakan kepada kami [Al Hajjaj bin Dinar] dari [Hushain bin Abdurrahman] dari [Abu Juhaifah] berkata: "Saya berpendapat bahwa Ali radliyallahu 'anhu adalah manusia terbaik setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Lantas dia menyebutkan sebuah hadits. Saya berkata: "Tidak, demi Allah, Wahai Amirul Mukminin, saya berpendapat bahwa tidak ada seorangpun dari kalangan kaum musilimin yang lebih utama setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam daripada kamu." [Ali] radliyallahu 'anhu menjawab: "Maukah saya beritahu kepadamu manusia yang paling utama setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" saya menjawab: "Ya tentu." Dia berkata: "Dia adalah Abu Bakar." dia menambahkan: "Maukah saya kabarkan kepadamu manusia terbaik setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan Abu Bakar?" saya menjawab: "Ya." dia berkata: "Umar radliyallahu 'anhu."

【1003】

Musnad Ahmad 1003: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Suraij bin Yunus] telah menceritakan kepada kami [Marwan Al Fazari] telah mengabarkan kepada kami [Abdul Malik bin Sal'] dari [Abdu Khair], dia berkata: saya mendengarnya berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu berdiri di atas mimbar menceritakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah wafat dan digantikan oleh Abu Bakar radliyallahu 'anhu. Dia melakukan apa yang dilakukan oleh beliau dan berjalan dengan jalan beliau sehingga Allah 'azza wa jalla mewafatkannya dalam keadaan demikian. Kemudian digantikan oleh Umar radliyallahu 'anhu, dia juga berada di atas jalan keduanya sampai Allah 'azza wa jalla mewafatkannya dalam keadaan demikian juga."

【1004】

Musnad Ahmad 1004: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Ali bin Rabi'ah] berkata: Saya dibonceng [Ali] radliyallahu 'anhu, tatkala dia meletakkan kakinya pada kendaraannya, dia membaca: "BISMILLAH (Dengan nama Allah)." Tatkala sudah berada di atas kendaraannya, dia membaca: "ALHAMDU LILLAH, {SUBHANALLADZI SAKHKHARA LANA HADZA WA MAA KUNNA LAHU MUQRININ WA INNA ILA RABBINA LAMUNQALIBUN} (Segala puji bagi Allah, Maha Suci Dzat yang telah menundukkan semua Ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, dan Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami)." [Abu Sa'id], mantan budak Bani Hasyim berkata: "Kemudian dia memuji Allah tiga kali, membaca ALLAHU AKBAR tiga kali, dan Subhanallah tiga kali. lantas membaca: LA ILAHA ILLA ANTA (tidak ada ilah kecuali Engkau), kemudian kembali pada hadits Waki': "Maha suci Engkau, sesungguhnya aku telah menganiaya diri saya maka ampunilah aku karena tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau." Kemudian dia tertawa. Saya bertanya: "Apa yang membuat anda tertawa?" dia menjawab: "Saya pernah dibonceng Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, lantas saya melihat beliau melakukan sebagaimana kamu melihat apa yang aku perbuat lalu beliau tertawa, maka saya berkata: 'Wahai Rasulullah, apa yang membuat anda tertawa?" Beliau menjawab: "Allah Tabaraka Wa Ta'ala berfirman: 'Mengherankan bagi hambaku, dia tahu bahwasanya tidak ada yang dapat mengampuni dosa selainku.'"

【1005】

Musnad Ahmad 1005: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Syu'bah] dari ['Amru bin Murrah] dari [Abdullah bin Salamah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: Saya tertimpa sakit kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menemuiku, (waktu itu) saya mengucapkan: "Ya Allah, jika memang ajalku akan datang maka istirahatkanlah aku, jika memang masih lama, maka sembuhkanlah aku atau sehatkanlah aku, jika ini memang cobaan maka sabarkanlah aku." Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya: "Apa yang kamu baca?" saya pun mengulanginya, maka beliau mengusap dengan tangan beliau dan membaca: ALLAHUMMASYFIHI atau 'AFIHI (Ya Allah sembuhkanlah dia). Ali radliyallahu 'anhu berkata: "Setelah itu saya tidak merasa sakit lagi."

【1006】

Musnad Ahmad 1006: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [Hubairah] dari [Ali] Radhiallah 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membangunkan keluarganya pada sepuluh hari terakhir bulan ramadlan.

【1007】

Musnad Ahmad 1007: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Bakar bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] dari [Abdul Malik bin Sal'] dari [Abdu Khair], dia berkata: saya mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Allah mewafatkan NabiNya dengan sebaik-baik kondisi ketika mewafatkan seorang Nabi dari para Nabi 'Alaihimus sallam, kemudian digantikan Abu Bakar radliyallahu 'anhu, dia melakukan apa yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan sunnah NabiNya, dan Umar radliyallahu 'anhu demikian juga."

【1008】

Musnad Ahmad 1008: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Zakaria bin Yahya Rahmawaih] telah menceritakan kepada kami [Umar bin Mujasyi'] dari [Abu Ishaq] dari [Abdu Khair] berkata: Saya mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu berkata saat berada di mimbar: "Manusia terbaik dari umat ini setelah Nabi adalah Abu Bakar dan Umar radliyallahu 'anhum. Kalau saja saya mau menyebutkan orang yang ketiga, maka saya akan menyebutkannya." Maka seorang laki-laki berkata kepada Abu Ishaq: "Mereka mengatakan bahwa kamu pernah berkata: 'Orang yang paling utama dalam hal kejahatan.'" Maka Abu Ishaq bertanya: "Apakah (mereka) orang-orang Haruri?"

【1009】

Musnad Ahmad 1009: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Israil] dan [Ali bin Shalih] dari [Abu Ishaq] dari [Syuraih bin An Nu'man] dari [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh kami untuk mengecek mata dan telinga, dan agar kami tidak menyembelih Asy Syarqa`, Al Kharqa`, Al Muqabalah dan Al Mudabarah."

【1010】

Musnad Ahmad 1010: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari ['Adi bin Tsabit] dari [Zirr bin Hubaisy] dari [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjanjikan kepadaku bahwasanya tidak akan mencintaimu kecuali orang mukmin dan tidak memusuhimu kecuali orang munafiq."

【1011】

Musnad Ahmad 1011: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Simak bin Harb] dari [Hanasy Al Kinani] bahwa Suatu kaum di Yaman menggali lubang untuk (menangkap) singa, kemudian seekor singa terperangkap di dalamnya, lantas orang-orang pun mengurungnya, tiba-tiba seorang lelaki terjatuh ke dalamnya dan dia berpegangan kepada yang lainnya, dan orang (yang ditarik) berpegangan kepada yang lainnya, dan orang tersebut pun berpegangan kepada yang lainnya, sehingga jumlah mereka empat orang. Akhirnya mereka saling berselisih dalam masalah ini sampai-sampai mereka saling mencabut senjata untuk menyerang satu sama lain. Maka [Ali] radliyallahu 'anhu berkata kepada mereka: "Apakah kalian akan membunuh dua ratus orang karena empat nyawa? Saya akan memutuskan perkara ini diantara kalian jika kalian rela dengan keputusanku. Bagi orang yang pertama seperempat diyat, bagi orang yang kedua sepertiga diyat, bagi orang yang ketiga setengah diyat dan bagi orang yang keempat satu diyat penuh." Mereka tidak menerima keputusan tersebut kemudian mereka mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, maka beliau bersabda: "Saya akan memutuskannya diantara kalian." Hanasy Al Kinani berkata: Ketika beliau diberitahu dengan keputusan yang di putuskan Ali radliyallahu 'anhu maka beliau pun menyetujuinya.

【1012】

Musnad Ahmad 1012: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dan [Abdurrahman], dari [Sufyan] dari [Habib] dari [Abu Wa`il] dari [Abu Al Hayyaj] berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu berkata kepadaku. Dan Abdurrahman berkata bahwa Ali radliyallahu 'anhu berkata kepada Abu Al Hayyaj: "Saya akan mengutusmu sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mengutusku, untuk tidak meninggalkan kuburan yang ditinggikan kecuali kamu ratakan, dan juga patung kecuali kamu hancurkan."

【1013】

Musnad Ahmad 1013: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Zubaid] dari [Sa'd bin 'Ubaidah] dari [Abu Abdurrahman] dari [Ali] radliyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Tidak ada ketaatan kepada manusia dalam hal maksiat kepada Allah."

【1014】

Musnad Ahmad 1014: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Qatadah] berkata: saya mendengar [Jurai bin Kulaib] menceritakan dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang hewan yang telinganya cacat dan tanduknya rusak." Abdurrahman bin Mahdi berkata: Saya bertanya kepada Sa'id bin Musayyab, apakah Al 'Adlab itu? dia menjawab: "Setengah (telinga atau tanduk) atau lebih dari itu."

【1015】

Musnad Ahmad 1015: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] telah menceritakan kepada kami [Za`idah] dari [Manshur] dari [Sa'd bin Ubaidah] dari [Abu Abdurrahman] dari [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Kami menghadiri jenazah di Baqi' Al Gharqad, tiba-tiba Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mendatangi kami. Beliau duduk dan mereka ikut duduk di sekelilingnya. Beliau saat itu membawa tongkat yang beliau gunakan untuk memukul. Beliau mengangkat pandangannya dan bersabda: "Tidak ada seorangpun dari kalian yang hidup kecuali telah ditetapkan tempatnya apakah dia di surga atau di neraka, apakah dia sengsara atau bahagia." Mereka bertanya: "Wahai Rasulullah, alangkah sebaiknya kita menetapi ketentuan tersebut dan tidak perlu beramal. Karena sudah ditetapkan bahwa jika dia termasuk orang yang bahagia maka akan berjalan ke arah sana. Jika dia termasuk orang yang celaka niscaya dia akan menuju ke arah sana." Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Tidak begitu, beramallah! Semuanya akan dimudahkan. Jika dia termasuk orang yang celaka maka dia akan dimudahkan dalam melakukan amalan orang yang akan celaka. Jika dia termasuk orang yang bahagia maka dia akan dimudahkan dalam melakukan amalan orang yang akan bahagia." Kemudian beliau membaca: {Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa} Sampai pada firmanNya: {Maka kelak kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar} (QS. Al Lail: 5-10). Telah menceritakan kepada kami [Ziyad bin Abdullah Al Bakka`i] telah menceritakan kepada kami [Manshur] dari [Sa'id bin 'Ubaidah] dari [Abu Abdurrahman] dari [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Kami menghadiri jenazah di Baqi' Al Gharqad." Kemudian menyebutkan hadits secara makna.

【1016】

Musnad Ahmad 1016: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Abu Kuraib Al Hamdani] telah menceritakan kepada kami [Mu'awiyah bin Hisyam] dari [Sufyan Ats Tsauri] dari [Jabir] dari [Sa'ad bin Ubaid] dari [Abu Abdurrahman] dari [Ali], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa pada hari Asyura' dan memerintahkannya.

【1017】

Musnad Ahmad 1017: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, berkata: dan telah menceritakan kepada kami [Khalaf bin Hisyam Al Bazzar] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Abdul 'A'la] dari [Abu Abdurrahman] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Barangsiapa berdusta atas kedua matanya niscaya akan dibebankan kepadanya untuk mengikat dua ujung tepung pada Hari Kiamat."

【1018】

Musnad Ahmad 1018: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Bahr Abdul Wahid bin Ghiyats Al Bashri] dan telah menceritakan kepada kami [Abu Abdurrahman Abdullah bin Umar] dan [Sufyan bin Waki'] dan telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Muhammad bin Ayyub] mereka berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin 'Ayyasy] dari [Abu Hushain] dari [Abu Abdurrahman As Sulami] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, berkata: Saya adalah lelaki yang sering mengeluarkan madzi dan saya malu bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam karena anak perempuannya menjadi istriku. Lantas saya menyuruh seseorang untuk menanyakannya. Beliau menjawab: "Jika mendapatinya maka cukup berwudlu."

【1019】

Musnad Ahmad 1019: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Sufyan] dari [Abdullah bin Muhammad bin 'Aqil] dari [Muhammad bin Al Hanafiyah] dari [Ali] Radhiallah 'anhu, berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Pembuka shalat adalah berwudlu, mulai diharamkannya (dari selain shalat) dengan takbir dan dihalalkannya (selain shalat) dengan salam."

【1020】

Musnad Ahmad 1020: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dengan [Sufyan] dan [Syu'bah] dari [Manshur] dari [Hilal] dari [Wahb bin Al Ajda'] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Janganlah kalian shalat setelah Ashar, kecuali shalat pada saat matahari masih tinggi."

【1021】

Musnad Ahmad 1021: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Zakaria bin Yahya Rahmawaih] dan telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Bakkar] dan telah menceritakan kepada kami [Isma'il Abu Ma'mar] dan [Suraij bin Yunus], mereka berdua berkata: telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin Yazid Al Asham] berkata: [Abu Ma'mar mantan budak quraisy] berkata: telah mengabarkan kepadaku [As Sudi], dan [Rahmawaih] berkata dalam haditsnya: saya mendengar [As Sudi] dari [Abu Abdurrahman As Sulami] dari [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: Tatkala Abu Thalib wafat, saya menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam untuk menyampaikan bahwa: "Pamanmu yang sudah tua telah meninggal." Beliau bersabda: "Pergi dan kuburkan dia, dan janganlah kamu ceritakan mengenainya sedikitpun sampai kamu menemuiku." Maka saya menguburkannya dan menemui beliau, beliau bersabda: "Pergi dan mandilah! Dan jangan kamu cerita apapun sampai kamu menemuiku." Maka saya mandi dan menemui beliau kembali, beliau mendoakanku dengan doa yang sangat menyenangkanku daripada unta merah dan unta hitam." Ibnu Bakkar menyebutkan dalam haditsnya, As Sudi berkata: "Jika Ali radliyallahu 'anhu memandikan mayat maka dia mandi."

【1022】

Musnad Ahmad 1022: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Abdul A'la bin Hammad An Narsi] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Abdul A'la] dari [Abu Abdurrahman] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa berdusta atas namaku dengan sengaja maka bersiap-siaplah tempat duduknya di neraka."

【1023】

Musnad Ahmad 1023: Ahmad bin Hanbal berkata: telah menceritakannya kepada kami [Ibnu Yusuf] telah mengabarkan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Janganlah kalian shalat setelah Ashar, kecuali shalat pada saat matahari masih tinggi." Sufyan berkata: "Saya tidak tahu apakah itu di Makkah atau pada tempat yang lainnya."

【1024】

Musnad Ahmad 1024: Telah menceritakannya kepada kami [Waki'] telah menceritakannya kepada kami [Mis'ar] dari [Abu 'Aun] dari [Abu Shalih Al Hanafi] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, bahwa Ukaidir Dumah memberi hadiah kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam perhiasan atau pakaian dari sutra. Ali radliyallahu 'anhu berkata: "Beliau memberikannya kepadaku dan bersabda: "Sobeklah pakaian itu agar menjadi kerudung (kemudian bagikan) diantara kaum wanita!"

【1025】

Musnad Ahmad 1025: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Salim bin Abu Al Ja'd] dari [Abdullah bin Sabu'] berkata: saya mendengar [Ali] berkata: "(Jenggotku) ini akan diwarnai (darah) dari sini, dan tidak menungguku selain kesengsaraan." Para sahabat bertanya: "Wahai Amirul Mukminin beritahukan kepada kami orang itu, agar kami bunuh keluarganya." Ali berkata: "Kalau begitu, demi Allah, kalian akan membunuh selain pembunuhku." Mereka berkata: "Angkatlah khalifah pengganti untuk memimpin kami!" Ali menjawab: "Tidak, tapi aku tinggalkan kepada kalian apa yang telah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tinggalkan untuk kalian." Mereka bertanya: "Apa yang akan kamu katakan kepada Rabbmu jika kamu menghadapNya?" dalam kesempatan lain Waki' berkata: "Jika kamu bertemu dengan-Nya?" Ali berkata: "Aku akan katakan: 'Ya Allah, Engkau tinggalkan aku bersama mereka sebagaimana tampak bagiMu, kemudian Engkau cabut nyawaku dan Engkau bersama mereka. Jika Engkau berkehendak, perbaikilah mereka dan jika Engkau berkehendak maka hancurkanlah mereka'."

【1026】

Musnad Ahmad 1026: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [Hani` bin Hani`] dari [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Kami duduk bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, maka datanglah 'Ammar dan meminta izin, maka beliau bersabda: "Berilah izin kepadanya, selamat datang orang yang baik dan orang yang harus dipelakukan dengan baik."

【1027】

Musnad Ahmad 1027: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Numair] dari [Al A'masy] dari ['Amru bin Murrah] dari [Abu Al Bakhtari] dari [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu berkata: "Jika saya menyampaikan hadits dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam maka anggaplah bahwa beliau adalah orang yang paling menggembirakan dan yang paling mendapat petunjuk dan yang paling bertakwa." Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Utsman] telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Al A'masy] dari ['Amru bin Murrah] dari [Abu Al Bakhtari] dari [Abu Abdurrahman As Sulami] dari [Ali] radliyallahu 'anhu seperti hadits di atas.

【1028】

Musnad Ahmad 1028: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Muhammad bin Ayyub] telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin 'Ayyasy] dari [Al A'masy] dari [Sa'd bin Ubaidah] dari [Abu Abdurrahman As Sulami] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, berkata: "Jika disampaikan hadits dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam maka anggaplah bahwa beliau adalah orang yang paling mendapat petunjuk, dan beliau yang paling menggembirakan."

【1029】

Musnad Ahmad 1029: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Bakar bin Abu Syaibah] dan [Muhammad bin Abdullah bin Numair] berkata: telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fudlail] dari [Hushain bin Abdurrahman] dari [Sa'd bin Ubaidah] dari [Abu Abdurrahman As Sulami] berkata: saya mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengutusku bersama Abu Martsad dan Az Zubair bin Al Awam, kami semua menunggang kuda. Beliau bersabda: "Berangkatlah kalian, sampai kalian tiba di Raudlah Khakh -Demikian Ibnu Abu Syaibah berkata: 'Khakh'. Dan Ibnu Numair menyebutkan dalam riwayatnya: 'Raudlah ini dan itu.'- Dan telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Khalid] dari [Hushain] seperti di atas, yaitu Raudhah Khakh.

【1030】

Musnad Ahmad 1030: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Mis'ar] dan [Sufyan] dari [Abu Hushain] dari [Umair bin Sa'id] berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Tidaklah seorang lelaki yang aku tegakkan hukum had atasnya kemudian meninggal dan membekas dalam jiwaku kecuali peminum khamr. Jika dia meninggal, pasti aku membayar diyatnya." -Sufyan menambahkan- "Hal itu karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mencontohkannya."

【1031】

Musnad Ahmad 1031: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dan [Sufyan], menurut jalur yang lain: telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] berkata: telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [Abu Al Khalil] dari [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: Saya mendengar seseorang memintakan ampun untuk kedua orang tuanya yang masih musyrik, maka saya bertanya: "Kamu memintakan ampun untuk kedua orang tuamu padahal keduanya adalah musyrik?" Dia menyanggahnya: "Bukankah Ibrahim juga memintakan ampun untuk bapaknya padahal dia musyrik." Hal itu saya sampaikan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, maka turunlah ayat: {Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik} sampai akhir ayat dan ayat setelahnya. Abdurrahman berkata: Maka Allah menurunkan ayat: {Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah Karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu.} (At Taubah: 114)

【1032】

Musnad Ahmad 1032: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy], dan [Abdurrahman] dari [Sufyan] dari [Al A'masy] dari [Khaitsamah] dari [Suwaid bin Ghafalah] berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: Apabila aku menceritakan kepada kalian sebuah hadits dari Rasulullah, maka lebih baik aku dijatuhkan dari langit dari pada aku berdusta kepada beliau, Jika aku menyampaikan hadits antara aku dan kalian, ketahuilah bahwa Perang adalah tipu daya, aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Di akhir zaman nanti akan keluar suatu kaum yang usianya masih muda, mereka bodoh -Abdurrahman berkata: pemikiran mereka sangat dangkal- mereka berkata dengan perkataan sebaik-baik makhluq, membaca Al Qur`an namun tidak sampai pada tenggorokan mereka. -Abdurrahman berkata: iman mereka tidak melebihi tenggorokan mereka- Mereka telah melesat dari agama sebagaimana anak panah melesat dari sasarannya. Jika kalian mendapati mereka, bunuhlah, karena membunuh mereka berpahala bagi orang yang membunuhnya disisi Allah pada Hari Kiamat." Sedang menurut redaksi Abdurrahman berkata: "Maka apabila kamu menjumpai mereka, bunuhlah mereka, karena membunuh mereka akan mendapat pahala bagi orang yang membunuhnya pada hari kiamat."

【1033】

Musnad Ahmad 1033: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Abu Bukair] dari [Israil] dari [Abdul A'la] dari [Abu Abdurrahman] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam Berkaitan dengan tafsir dari ayat: {Kamu mengganti rezki (yang Allah berikan)} beliau menafsirinya dengan: "Yaitu rasa syukur kalian." {dengan mendustakan Allah.} (Al Waqi'ah: 82) beliau menafsirinya: "Kalian mengatakan: 'Kami mendapatkan hujan karena bintang ini dan itu.'"

【1034】

Musnad Ahmad 1034: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Ishaq bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Qabishah] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abdul A'la] dari [Abu Abdurrahman] dari [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: -saya berpendapat, dia memarfu'kannya- "Barangsiapa berdusta dalam mimpinya niscaya akan dibebankan kepadanya untuk mengikat tepung pada Hari Kiamat."

【1035】

Musnad Ahmad 1035: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Ibrahim bin Al Hasan Al Muqri` Al Bahili] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Abdul A'la] dari [Abu Abdurrahman As Sulami] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Barangsiapa berdusta dalam mimpinya maka hendaklah mempersiapkan tempat duduknya di neraka."

【1036】

Musnad Ahmad 1036: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Abu Awanah] telah menceritakan kepada kami [Hushain] telah menceritakan kepadaku [Sa'd bin Ubaidah] dari [Abu Abdurrahman As Sulami] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengutusku bersama Az Zubair dan Abu Martsad, kami semua menunggang kuda. Beliau bersabda: "Berangkatlah kalian hingga kalian sampai di Raudhah Khakh -Demikian Abu Awanah mengatakan- karena di sana ada seorang wanita yang membawa surat dari Hathib bin Abu Balta'ah untuk orang-orang musyrik." Lantas dia menyebutkan hadits panjang tersebut.

【1037】

Musnad Ahmad 1037: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memutuskan (untuk melunasi) hutang dahulu sebelum (melaksanakan) wasiat, padahal kalian membacanya: {Sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya} (An Nisa: 12) dan saudara seibu dan sebapak saling mewarisi tanpa saudara sebapak dari banyak ibu."

【1038】

Musnad Ahmad 1038: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Khaitsamah, Zuhair bin Harb] telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Al A'masy] dari ['Amru bin Murrah] dari [Abu Al Bakhtari] dari [Abu Abdurrahman As Sulami] berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Jika disampaikan hadits kepada kalian dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam maka anggaplah bahwa beliau orang yang paling menggembirakan dan yang paling mendapat petunjuk serta yang paling bertakwa."

【1039】

Musnad Ahmad 1039: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [Najiyah bin Ka'ab] dari [Ali] berkata: Tatkala Abu Thalib mati, saya menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata: "Sesungguhnya pamanmu yang sudah tua lagi tersesat telah mati." Maka beliau bersabda: "Pergi dan kuburkanlah dan janganlah kamu ceritakan sedikitpun sampai kamu menemuiku." Ali radliyallahu 'anhu berkata: Maka saya menguburkannya kemudian menemui beliau, dan beliau menyuruhku agar mandi setelah itu beliau mendoakanku dengan doa yang sangat menyenangkanku daripada diberi apapun."

【1040】

Musnad Ahmad 1040: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Muhammad bin Al Munkadir] dari [Mas'ud bin Al Hakam] dari [Ali] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri karena ada jenazah, lantas kami ikut berdiri kemudian setelah itu beliau duduk dan kamipun duduk."

【1041】

Musnad Ahmad 1041: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami ['Ubaidah bin Umar Al Qawariri] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Mahdi] dari [Sufyan] dari [Zubaid] dari [Sa'd bin 'Ubaidah] dari [Abu Abdurrahman As Sulami] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Tidak ada ketaatan kepada makhluq dalam bermaksiat kepada Allah 'azza wa jalla."

【1042】

Musnad Ahmad 1042: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ali bin Zaid] dari [Sa'id bin Al Musayyab] berkata: [Ali] berkata: "Wahai Rasulullah! maukah saya tunjukkan seorang wanita muda yang paling cantik dari kalangan Quraisy?" beliau bertanya: "Siapakah dia?" Dia menjawab: "Dia adalah anak gadis Hamzah." Beliau bersabda: "Tidakkah kamu tahu bahwa dia adalah putri saudara sesusuanku. Allah mengharamkan pada jalur persusuan sebagaimana yang diharamkan pada jalur keturunan."

【1043】

Musnad Ahmad 1043: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Saya memberi keringanan kepada kalian mengenai zakat kuda dan budak, namun berikanlah dua setengah persen yaitu satu Dirham untuk setiap empat puluh Dirham."

【1044】

Musnad Ahmad 1044: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dan [Utsman bin Umar] berkata: telah menceritakan kepada kami [Usamah bin Zaid], menurut redaksi Waki', dia berkata: saya mendengar [Abdullah bin Hunain], sedang menurut redaksi Utsman, dia mengatakan: dari Abdullah bin Hunain, saya mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarangku dan aku tidak mengatakan bahwa beliau melarang kalian untuk memakai celupan yang berwarna kuning dan memakai cincin emas."

【1045】

Musnad Ahmad 1045: Telah menceritakan kepadaku Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Abdullah bin Numair] telah menceritakan kepada kami [bapakku] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Sa'd bin Ubaidah] dari [Abu Abdurrahman] dari [Ali], berkata: "Wahai Rasulullah, kenapa saya melihat anda cenderung kepada orang Quraisy dan meninggalkan kami (Bani Hasyim)?" Beliau bertanya: "Apakah ada sesuatu?" Ali radliyallahu 'anhu menjawab: "Anak perempuan Hamzah." Beliau bersabda: "Itu adalah putri saudaraku sesusuan."

【1046】

Musnad Ahmad 1046: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Saif bin Sulaiman Al Makki] dari [Mujahid] dari [Ibnu Abu Laila] dari [Ali] bahwa Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyembelih hewan sembelihan, beliau menyuruhku mensedekahkan daging dan kulit serta penutup (punggungnya). Telah menceritakan kepada kami [Waki'] berkata: [Sufyan] menambahkan, dan [Abdurrahman] dari [Sufyan] dari [Abdul Karim] dari [Mujahid] dari [Ibnu Abu Laila] dari [Ali] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkanku agar tidak memberikan orang yang menyembelih atas pekerjaan tersebut sedikitpun bagian."

【1047】

Musnad Ahmad 1047: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Bakar bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Abu Al Ahwash] dari [Abu Ishaq] dari [Hubairah] dari [Ali] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarangku memakai cincin emas, pelana sutra, pakaian yang dihiasi dengan bahan dari sutra dan arak yang terbuat dari bahan gandum.

【1048】

Musnad Ahmad 1048: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Bakar bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin 'Ayyasy] dari [Abu Ishaq] dari [Hubairah] dari [Ali] berkata: "Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memasuki sepuluh hari terakhir, beliau membangunkan keluarganya dan mengangkat sarungnya." Ditanyakan kepada Abu Bakar: "Apakah yang dimaksud mengangkat sarung?" dia menjawab: "Menjauhi wanita."

【1049】

Musnad Ahmad 1049: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Khaitsmah] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] dari [Sufyan] [Syu'bah] dan [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Hubairah] dari [Ali] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membangunkan keluarganya pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadlan.

【1050】

Musnad Ahmad 1050: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Yusuf As Shafar] mantan budak Bani Umayyah dan [Sufyan bin Waki'] berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin 'Ayyasy] dari [Abu Ishaq] dari [Hubairah bin Yarim] dari [Ali] berkata: "Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memasuki sepuluh hari terakhir, beliau mengencangkan sarungnya dan membangunkan para isterinya." Ibnu Waki' mengatakan: "Mengangkat sarung."

【1051】

Musnad Ahmad 1051: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Bakkar] mantan budak Bani Hasyim, telah menceritakan kepada kami [Abu Waki' Al Jarrah bin Mulaih] dari [Abu Ishaq Al Hamdani] dari [Hubairah bin Yarim] dari [Ali bin Abu Thalib] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepada kami untuk mengecek mata dan telinga dan seterusnya."

【1052】

Musnad Ahmad 1052: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Sufyan] dari [Abu Hasyim bin Katsir] dari [Qais Al Kharifi] dari [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lebih dahulu, kemudian Abu Bakar shalat (menyusul) dan Umar radliyallahu 'anhu yang ketiga menyusul juga, kemudian kita tertimpa atau terkena fitnah. Dan Allah yang menghedaki itu terjadi."

【1053】

Musnad Ahmad 1053: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Utsman Ats Tsaqafi] dari [Salim bin Abu Al Ja'di] dari [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang kami mengawin silangkan antara keledai dan kuda."

【1054】

Musnad Ahmad 1054: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin Urwah] dari [bapakku] dari [Abdullah bin Ja'far] dari [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sebaik-baik wanita umat ini adalah Khadijah dan sebaik-baik wanita pada umat saat itu adalah Maryam binti 'Imran."

【1055】

Musnad Ahmad 1055: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Sa'd bin Ubaidah] dari [Abu Abdurrahman As Sulami] dari [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: Kami duduk bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menghadiri jenazah. -menurutku dia berkata: di Baqi' Al Gharqad.- Ali radliyallahu 'anhu berkata: Beliau memukul (dengan tongkatnya) ke tanah, lalu mengangkat kepalanya dan bersabda: "Tidak ada seorangpun dari kalian kecuali telah ditetapkan tempatnya di surga dan tempatnya di neraka." Ali radliyallahu 'anhu berkata: Kami bertanya: "Wahai Rasulullah, kalau begitu kita bertawakkal saja." Beliau bersabda: "Tidak, beramallah! Semuanya akan dimudahkan." Kemudian beliau membaca: {Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa} Sampai pada firmanNya: {Maka kelak kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar} (Al Lail: 5-10)

【1056】

Musnad Ahmad 1056: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Suwaid bin Sa'id] telah mengabarkan kepadaku [Abdul Hamid bin Al Hasan Al Hilali] dari [Abu Ishaq] dari [Hubairah bin Yarim] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Carilah Lailatul Qadar di sepuluh hari terakhir bulan Ramadlan. Jika kalian tidak mampu maka jangan terlewatkan pada tujuh hari yang tersisa."

【1057】

Musnad Ahmad 1057: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Manshur] dari [Rib'i bin Hirasy] dari [seorang laki-laki] dari [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak akan dianggap beriman seorang hamba sehingga dia mengimani empat hal: beriman kepada Allah, (beriman) bahwa Allah telah mengutusku dengan Al Haq, beriman dengan hari kebangkitan setelah kematian dan beriman kepada taqdir entah yang baik maupun buruk."

【1058】

Musnad Ahmad 1058: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Yahya bin 'Abbad] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] telah mengabarkan kepadaku [Abu Ishaq] dari [Hubairah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang (mengenakan) cincin emas dan memakai pakaian yang dihiasi dengan bahan dari sutra serta pelana sutra."

【1059】

Musnad Ahmad 1059: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Musa Muhammad bin Al Mutsanna] telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Ayyasy] telah menceritakan kepadaku [Abu Ishaq] dari [Hubairah bin Yarim] dari [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membangunkan keluarganya pada sepuluh malam terakhir dan mengangkat sarungnya."

【1060】

Musnad Ahmad 1060: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Suraij bin Yunus] telah menceritakan kepada kami [Salm bin Qutaibah] dari [Syu'bah] dan [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Hubairah bin Yarim] dari [Ali] radliyallahu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membangunkan keluarganya pada sepuluh malam (terakhir bulan Ramadlan).

【1061】

Musnad Ahmad 1061: Telah menceritakan kepadaku Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Ali bin Hakim Al Audi] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Abu Ishaq] dari [Hubairah bin Yarim] berkata: "Ketika kami sedang bersama [Ali], dia memanggil anak laki-lakinya yang bernama Utsman yang rambutnya dikepang."

【1062】

Musnad Ahmad 1062: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Ibnu Abu Laila] dari [Al Minhal bin 'Amru] dari [Abdurrahman bin Abu Laila] berkata: Bapakku berbincang-bincang dengan [Ali] pada malam hari, dan Ali selalu memakai pakaian musim panas pada saat musim dingin, dan memakai pakaian musim dingin pada saat musim panas. (Kejadian itu menggelitik) seseorang untuk berkata: "Andai saja kau tanyakan kepadanya." Maka seseorang menanyakan kepadanya dan dia menjawab: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mengutusku pada Perang Khaibar, pada saat itu saya sedang sakit mata, maka saya berkata: "Wahai Rasulullah, mataku sakit." Lalu beliau meludahi mataku dan membaca: "ALLAHUMMA ADZHIB 'ANHU AL HARRA WA AL BARD (ya Allah, hilangkanlah panas dan dingin darinya)." Maka semenjak itu saya tidak merasakan lagi panas dan dingin. Dan (pada waktu itu) beliau bersabda: "Sungguh saya akan mengutus seseorang yang Allah dan RasulNya mencintainya dan dia mencintai Allah dan RasulNya serta tidak lari (dari peperangan)." Abdurrahman berkata: "Lantas orang-orang mengajukan diri untuk memperoleh tugas tersebut sebagai penghormatan, tetapi beliau mengutus Ali radliyallahu 'anhu."

【1063】

Musnad Ahmad 1063: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu As Sari, Hannad bin As Sari] telah menceritakan kepada kami [Syarik], dan telah menceritakan kepada kami [Ali bin Hakim Al Audi] telah memberitakan kepada kami [Syarik] dari [Abu Ishaq] dari [Hubairah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu. (Menurut redaksi) Ali bin Hakim dalam haditsnya: "Tidakkah kalian cemburu bila istri-istri kalian keluar?" sedangkan (menurut redaksi) Hannad, dia berkata dalam haditsnya: "Tidakkah kalian malu atau cemburu, sungguh telah sampai kepadaku kabar bahwa istri-istri kalian keluar ke pasar berdesakan dengan laki laki kafir."

【1064】

Musnad Ahmad 1064: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Hakam] berkata: saya mendengar [Al Qasim bin Mukhaimirah] menceritakan dari [Syuraih bin Hani`] bahwa Dia bertanya kepada Aisyah radliyallahu 'anhu tentang mengusap kedua khuff, maka Aisyah menjawab: "Tanyakanlah kepada Ali radliyallahu 'anhu, karena dia sering berperang bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Lantas Syuraih menanyakannya kepada Ali, maka [Ali] menjawab: "Bagi musafir tiga hari tiga malam, sedang bagi orang yang mukim adalah sehari semalam." Ditanyakan kepada Muhammad: apakah dia memarfu'kannya? Dia berkata bahwa dia berpendapat itu adalah marfu' tapi dia ingin memberi penghormatan kepadanya.

【1065】

Musnad Ahmad 1065: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abu 'Adi] dari [Ibnu Aun] dari [Asy Sya'bi] berkata: "Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam melaknat orang yang memakan riba, orang yang memberi makan dengan hasil riba, penulisnya dan saksinya, orang yang ditato dan orang yang meminta ditato." -Ibnu Aun berkata: Saya berkata: "Kecuali karena adanya suatu penyakit." Dia menjawab: "Ya." (Dia melanjutkan): "(dan melaknat) al muhallil dan al muhallal lah, orang yang tidak membayar zakat. Dan beliau melarang meratap, tetapi tidak menggunakan lafadh melaknat." Saya bertanya: "Siapa yang telah menceritakannya kepadamu?" dia menjawab: "[Al Harits Al A'war Al Hamdani]."

【1066】

Musnad Ahmad 1066: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Al Hajjaj An Naji] dan [Muhammad bin Aban bin 'Imran Al Wasithi], keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah], dan redaksi ini menurut Muhammad bin Aban, dari ['Atho` bin As Sa`ib] dari [Zadzan] dari [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa membiarkan sehelai rambut tidak terkena air maka dia ditimpa begini dan begitu dari neraka." Ali radliyallahu 'anhu berkata: "Oleh karena itu, saya selalu memendekkan rambutku sebagaimana yang kalian lihat."

【1067】

Musnad Ahmad 1067: Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin 'Amir] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Ibnu Umair] -Syarik berkata: Saya bertanya kepadanya: dari siapa wahai Ibnu Umair, dari siapa menceritakannya? - dia menjawab: dari [Nafi' bin Jubair] dari [Bapaknya] dari [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang kepalanya besar, warnanya putih kemerah-merahan, jari-jari kaki dan tangannya tebal, jenggotnya lebat dan bulu dadanya panjang, tulang tengkoraknya besar, jika berjalan pada tempat yang menurun beliau condong ke kanan dan ke kiri. Beliau tidak terlalu pendek dan tidak terlalu tinggi. Saya belum pernah melihat orang seperti beliau baik sebelum dan sesudahnya."

【1068】

Musnad Ahmad 1068: Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Laila] dari ['Amru bin Murrah] dari [Abdullah bin Salamah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membacakan Al Qur`an kepada kami selama beliau tidak junub."

【1069】

Musnad Ahmad 1069: Telah menceritakan kepada kami [Ali bin 'Ashim] telah mengabarkan kepada kami ['Ashim bin Kulaib Al Jarmi] dari [Abu Burdah bin Abu Musa] berkata: Ketika saya duduk bersama bapakku, tiba-tiba datanglah [Ali], dia mengucapkan salam dan menyuruh Abu Musa untuk mengurusi salah satu urusan orang banyak. Kemudian Ali radliyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadaku: "Mintalah petunjuk kepada Allah, yang kamu maksudkan untuk petunjuk jalan. Dan mintalah istiqamah kepada Allah, yang kamu maksudkan dengan istiqamah tersebut adalah seperti istiqamahnya anak panah." Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarangku untuk memakai cincinku pada jari ini dan itu yaitu jari telunjuk atau jari tengah. Ali melanjutkan: Beliau saat itu sedang berdiri, namun saya tidak tahu yang mana tepatnya (yang dilarang)? dia menambahkan: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang memakai Al Matsirah dan Al Qasiyah." Kami bertanya: "Wahai Amirul Mukminin! Apakah Al Mitsarah itu?" dia menjawab: "Pelana yang dibuat kaum wanita untuk tempat duduk kendaraan mereka." Kami bertanya: "Apakah Al Qasiyah itu?" dia menjawab: "Pakaian yang berasal dari Syam yang bergaris-garis coraknya tebal dan meliuk-liuk." 'Ashim berkata: Abu Burdah berkata: "Tatkala saya melihat kain as Sabani, maka saya tahu bahwa yang dimaksud dalam hadits adalah kain itu."

【1070】

Musnad Ahmad 1070: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Wahb bin Baqiyyah Al Wasithi] telah menceritakan kepada kami [Khalid bin Abdullah] dari ['Atho` bin As Sa`ib] dari [Maisarah] dan [Zadzan] berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu minum dengan berdiri lantas dia berkata: "Jika saya minum dengan berdiri, itu karena saya telah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam minum dengan berdiri. Jika saya minum dengan duduk, saya juga telah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam minum dengan duduk."

【1071】

Musnad Ahmad 1071: Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Yusuf] telah menceritakan kepada kami [Sufyan], dan [Abdurrazzaq] berkata: telah mengabarkan kepada kami [Sufyan] dari ['Amru bin Qais] dari [Al Hakam] dari [Al Qasim bin Mukhaimirah] dari [Syuraih bin Hani`] dari [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menetapkan bagi musafir tiga hari tiga malam, sedang bagi orang yang mukim adalah sehari semalam."

【1072】

Musnad Ahmad 1072: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] dan [Muhammad bin Ja'far] mikeduanya berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Aun bin Juhaifah] dari [bapaknya] berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Jika saya menyampaikan hadits dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepada kalian, maka (bagi) saya, harus dijatuhkan dari langit ke bumi lebih saya sukai daripada saya berkata atas Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang tidak beliau katakan, namun perang adalah tipu daya."

【1073】

Musnad Ahmad 1073: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Ibrahim bin Al Hajjaj] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari ['Atho` bin As Sa`ib] dari [Zadzan] bahwa [Ali bin Abu Thalib] minum dengan berdiri, maka orang-orang melihatnya dan mengingkarinya. Lantas Ali radliyallahu 'anhu berkata: "Apa yang kalian lihat! Jika saya minum dengan berdiri, itu karena saya telah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam minum dengan berdiri. Jika saya minum dengan duduk, saya juga telah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam minum dengan duduk."

【1074】

Musnad Ahmad 1074: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Hafs, 'Amru bin Ali] telah menceritakan kepada kami [Abu Daud] telah mengabarkan kepadaku [Warqa`] dari [Abdul A'la] dari [Abu Jamilah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berbekam dan memberi orang yang membekam upahnya.

【1075】

Musnad Ahmad 1075: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Khaitsamah] telah menceritakan kepada kami [Hasyim bin Al Qasim], dan Abu Abdurrahman berkata: dan telah menceritakan kepadaku [Abdullah bin Abu Ziyad] telah menceritakan kepada kami [Abu Daud] berkata: telah menceritakan kepada kami [Warqa`] dari [Abdul A'la] dari [Abu Jamilah] dari [Ali] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berbekam dan menyuruhku untuk memberikan upah kepada orang yang membekamnya."

【1076】

Musnad Ahmad 1076: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Utsman bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fudhail] dari [Muhammad bin 'Utsman] dari [Zadzan] dari [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: Khadijah bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang dua anaknya yang meninggal di masa jahiliyyah. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Keduanya berada di dalam neraka." Ketika beliau melihat wajahnya yang menunjukkan tidak suka beliau bersabda: "Seandainya kamu melihat tempat keduanya, pasti kamu akan marah kepada keduanya." Khadijah bertanya: "Wahai Rasulullah, bagaimana anakku yang darimu?" beliau menjawab: "Di dalam Surga." Ali berkata: Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Orang-orang mukmin dan anak-anak mereka berada di surga dan orang-orang musyrik dan anak-anak mereka berada di Neraka." Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membaca ayat: {Dan orang-orang yang beriman, dan anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka} (Ath Thur: 21)

【1077】

Musnad Ahmad 1077: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] dari [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari [Yahya bin Al Jazzar] dari [Ali], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pada Perang Khandaq duduk di salah satu jalan masuk ke Khandaq, lantas beliau bersabda: "Mereka telah menyibukkan kita dari shalat wustha sampai matahari terbenam, semoga Allah memenuhi perut dan rumah mereka dengan api."

【1078】

Musnad Ahmad 1078: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] telah menceritakan kepada kami [Za`idah bin Qudamah] dari [Khalid bin 'Alqamah] telah menceritakan kepada kami [Abdu Khair] berkata: [Ali] duduk setelah shalat fajar di Rahabah, lantas dia berkata kepada pelayannya: "Bawakan air untukku." Maka pelayan itu membawakan bejana yang berisi air dan mangkuk. -Abdu Khair berkata:- Kami duduk sambil mengamatinya, maka dia mengambil bejana dengan tangan kanannya dan meratakan pada tangan kirinya. Kemudian dia membasuh kedua tangannya. Dia mengambil lagi bejana dengan tangan kanannya dan menumpahkan pada tangan kirinya dan membasuh kedua tangannya. Dia melakukannya tiga kali. -Abdu Khair berkata:- Semuanya dengan tidak memasukkan tangannya ke dalam bejana sampai dia selesai membasuhnya tiga kali. Setelah itu dia memasukkan tangan kanannya ke dalam bejana, kemudian berkumur-kumur dan beristinsyaq dengan tangan kirinya sebanyak tiga kali. Kemudian memasukkan tangan kanannya ke dalam bejana dan membasuh wajahnya tiga kali, membasuh tangan kanannya tiga kali sampai ke siku, dan membasuh tangan kirinya tiga kali sampai ke siku juga. Kemudian memasukkan tangan kanannya ke dalam bejana sampai airnya meluber, setelah itu mengangkatnya sambil mencidukkan air, lalu membasuhnya dengan tangan kirinya. Kemudian membasuh kepalanya dengan kedua tangannya sekali, kemudian menyiramkan dengan tangan kanannya tiga kali pada kaki kanannya kemudian membasuhnya dengan tangan kirinya, dan menyiramkannya dengan tangan kanannya ke kaki kirinya, kemudian mencucinya dengan tangan kirinya tiga kali. Kemudian memasukkan tangan kanannya dan mencidukkan dengan telapak tangannya untuk diminumnya, setelah itu dia berkata: "Ini adalah tata cara wudlu Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam, barangsiapa suka melihat tata cara wudlu Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam maka begitulah caranya."

【1079】

Musnad Ahmad 1079: Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahab] dari [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Abu Hassan Al A'raj] dari ['Abidah As Samani] dari [Ali] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda pada saat Perang Khandaq: "Ya Allah, penuhilah rumah mereka dan kuburan mereka dengan api, karena mereka menyibukkan kami dari shalat wustha sampai tenggelam matahari."

【1080】

Musnad Ahmad 1080: Telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Ibrahim] telah memberitakan kepada kami [Ayyub] dari [Mujahid] berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Saya merasa sangat lapar ketika berada di Madinah, maka saya keluar untuk mencari kerja di pinggiran Madinah, akhirnya saya mendapati seorang wanita yang sedang mengumpulkan tanah yang kering, saya menyangka bahwa dia hendak membasahinya, lalu saya mengerjakannya dengan imbalan setiap ember penuh dengan satu kurma, sehingga saya dapat mengumpulkan enam belas ember sampai tanganku melepuh. Kemudian saya mendatangi tempat air dan membasahinya, setelah itu mendatangi wanita tersebut sambil berkata kepadanya dengan kedua telapak tanganku ke hadapannya -Isma'il membentangkan kedua tangannya dan mengumpulkannya.- maka dia memberiku enam belas buah kurma. Setelah itu saya mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan memberitahukan kepada beliau kejadian itu, maka beliau memakan sebagiannya bersamaku.

【1081】

Musnad Ahmad 1081: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Bakar bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Waki']. Dan telah menceritakan kepada kami Abdullah, berkata: dan telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Waki'] telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Abu Janab] dari [Abu Jamilah Ath Thuhawi] berkata: saya mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berbekam kemudian berkata kepada orang yang membekam ketika telah selesai: "Berapa upahmu?" dia menjawab: "Dua sha'." maka beliau memberikan satu sha' dan menyuruhku (untuk memberikan satu sha' lagi) maka saya pun memberikan kepadanya satu sha' lagi.

【1082】

Musnad Ahmad 1082: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Sufyan], dan menurut jalur yang lainnya: telah menceritakan kepada kami Abdullah, berkata: dan telah menceritakan kepadaku [Abu Khaitsamah] telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abdul A'la Ats Tsa'labi] dari [Abu Jamilah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, bahwa Seorang budak perempuan milik Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan zina, maka beliau menyuruhku melaksanakan hukuman had kepadanya, namun aku menemukan dia masih dalam Haid, maka saya menemui Nabi dan memberitahukan kepada beliau, maka beliau menjawab: "Apabila darah haidnya sudah kering, laksanakanlah hukuman untuknya. Laksanakanlah hukuman kepada budak-budak wanita kalian!" Dan redaksi hadits ini merupakan redaksi Ishaq bin Isma'il. Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Bakar bin Abu Syaibah] dan [Al Abbas bin Al Walid] berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Al Ahwash] dari [Abdul A'la] dari [Abu Jamilah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mendapat berita bahwa budak wanitanya telah melakukan perbuatan zina." Kemudian dia menyebutkan hadits secara lengkap.

【1083】

Musnad Ahmad 1083: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] dari [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari [Ali bin Hassan] dari [Marwan bin Al Hakam] berkata: Saya melihat [Ali] dan Utsman radliyallahu 'anhuma pada saat dipertengahan antara Makkah dan Madinah. Utsman melarang haji tamattu' dan menggabungkan keduanya. Tatkala Ali radliyallahu 'anhu melihat hal itu, dia berihram menggabungkan keduanya, kemudian dia membaca: "LABAIKA BI UMRAHTIN WA HAJJIN MA'AN." (Ya Allah aku penuhi panggilanMu dan aku berniat untuk 'umrah dan haji bersamaan) Maka Utsman radliyallahu 'anhu berkata: "Kamu melihat saya melarang orang-orang melakukannya, dan kamu justru melakukannya." Dia menjawab: "Saya tidak akan meninggalkan sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam karena pendapat seorang manusia."

【1084】

Musnad Ahmad 1084: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku bapakku dan [Ishaq bin Isma'il] berkata: telah menceritakan kepada kami [Ibnu Fudhail] dari ['Atho` bin As Sa`ib]. dan telah menceritakan kepada kami Abdullah: dan telah menceritakan kepadaku [Sufyan bin Waki'] telah menceritakan kepada kami [Imran bin Uyainah] semuanya dari ['Atho` bin As Sa`ib] dari [Maisarah]: Saya melihat [Ali] radliyallahu 'anhu minum dengan berdiri, maka aku bertanya: "Kamu minum dengan berdiri?" Ali radliyallahu 'anhu menjawab: "Jika saya minum dengan berdiri, itu karena saya telah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam minum dengan berdiri. Jika saya minum dengan duduk, saya juga telah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam minum dengan duduk."

【1085】

Musnad Ahmad 1085: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Al Hakam] berkata: saya mendengar [Ibnu Abu Laila] berkata: telah menceritakan kepada kami [Ali] bahwa Fathimah radliyallahu 'anha merasa mengeluhkan rasa sakit akibat alat penggiling pada tangannya, saat itu ada seorang tawanan yang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, maka Fathimah menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam namun tidak mendapatinya, malah dia bertemu Aisyah radliyallahu 'anha dan menceritakan keadaan itu kepadanya. Tatkala Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam datang, Aisyah mengabari tentang kedatangan Fathimah kepadanya. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam datang, padahal kami sudah berada ditempat pembaringan, kami pun bangun, namun Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tetaplah di tempat kalian berdua!" kemudian beliau duduk di antara kami, sampai saya bisa merasakan dingin kaki beliau dengan dadaku. Beliau bersabda: "Maukah saya ajarkan kepada kalian berdua sesuatu yang lebih baik daripada yang kalian minta. Jika hendak tidur, bertakbirlah tiga puluh empat kali, bertasbih tiga puluh tiga kali dan bertahmid tiga puluh tiga kali. Hal itu lebih baik bagi kalian daripada seorang pelayan."

【1086】

Musnad Ahmad 1086: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Bakar] mantan budak Bani Hasyim, dan [Abu Ar Rabi' Az Zarani] keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Waki' Al Jarrah bin Malih] dari [Abdul A'la Ats Tsa'labi] dari [Abu Jamilah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu. Sedangkan menurut redaksi [Abu Rabi'] dalam haditsnya: dari [Maisarah Abu Jamilah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengutusku kepada salah seorang budaknya yang berwarna hitam yang telah berzina agar menjilidnya sebagai pelaksanaan had." Ali radliyallahu 'anhu berkata: "Namun aku mendapatinya masih Haid. Maka saya menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan mengabari beliau tentang hal itu, maka beliau berpesan kepadaku: "Apabila sudah suci dari darahnya, jilidlah lima puluh kali." Sedangkan menurut redaksi Abu Ar Rabi' dalam haditsnya, Ali berkata: Saya kabarkan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda: "Jika telah kering dari darahnya, laksanakanlah hukuman had!" kemudian beliau bersabda: "Tegakkanlah hukum hudud!"

【1087】

Musnad Ahmad 1087: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dari [Abdullah bin Muhammad bin Umar bin Ali] dari [Bapaknya] dari [Kakeknya] bahwa [Ali] radliyallahu 'anhu berjalan sampai matahari tenggelam dan telah gelap, maka dia singgah dan shalat maghrib, lalu shalat isya' langsung setelahnya, kemudian dia berkata: "Demikianlah saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukannya." Telah menceritakan kepada kami Syu'bah telah mengabarkan kepada kami Al Hakam berkata: saya mendengar Ibnu Abu Laila bahwa Ali radliyallahu 'anhu menceritakan kepada mereka bahwa Fathimah radliyallahu 'anha mengadu kepada bapaknya mengenai apa yang mengenai kedua tangannya karena alat penggiling." Kemudian dia menyebutkan makna hadits Muhammad bin Ja'far dari Syu'bah.

【1088】

Musnad Ahmad 1088: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Amru bin Murrah] berkata: saya mendengar [Abu Al Bakhtari Ath Tha`i] berkata: telah mengabarkan kepadaku [seseorang] yang mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: Tatkala Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengutusku ke Yaman, saya berkata: "Anda mengutusku, padahal aku masih berusia sangat muda, dan saya tidak memiliki banyak pengalaman ilmu untuk memutuskan sesuatu perkara." Ali radliyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menepuk dadaku dan bersabda: "Pergilah, sesungguhnya Allah azza wa jalla akan meneguhkan lidahmu dan menunjuki hatimu!" dia menambahkan: Maka tidak ada persengketaan diantara dua orang yang dapat menyulitkanku.

【1089】

Musnad Ahmad 1089: Telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Amru bin Murah] dari [Sa'id bin Musayyab] berkata: Ali dan Utsman berkumpul di 'Usfan. Utsman radliyallahu 'anhu melarang (menggabung antara haji) tamattu' dengan umrah, maka [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Apa yang kau inginkan terhadap sesuatu yang telah dilakukan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan kamu melarangnya?" Utsman menjawab: "Biarkan kami."

【1090】

Musnad Ahmad 1090: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah], sedang [Hajjaj] berkata: telah mengabarkan kepada kami [Syu'bah] dari [Sa'd bin Ibrahim] berkata: Saya mendengar [Abdullah bin Syaddad] berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengumpulkan kedua orang tuanya untuk seseorang selain kepada Sa'd bin Malik. Pada Perang Uhud beliau bersabda: "Panahlah, tebusanmu adalah bapakku dan ibuku."

【1091】

Musnad Ahmad 1091: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku bapakku dan [Ubaidullah bin Umar Al Qawariri] dan [Muhammad bin Abu Bakar Al Muqaddami] dan [Muhammad bin Basyar Bundar] mereka berkata: telah menceritakan kepada kami [Mu'adz bin Hisyam] berkata: telah menceritakan kepadaku [Bapakku]. Dan telah menceritakan kepada kami Abdullah, berkata: dan telah menceritakan kepadaku [Abu Khaitsamah] telah menceritakan kepada kami [Abdushshamad] dan [Mu'adz], dari [Hisyam] dari [Qatadah] dari [Abu Harb bin Abu Al Aswad] dari [Abu Al Aswad], menurut redaksi [Abu Khaistamah] dalam haditsnya: [Ibnu Abu Al Aswad] dari [Bapaknya] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Kencing bayi laki-laki yang masih menyusu cukup diperciki sedang bayi perempuan harus dicuci." Qatadah menerangkan: "Hal itu selama keduanya belum memakan makanan, jika mereka telah makan maka keduanya harus dicuci." Abdullah berkata: "Abu Khitsamah tidak menyebutkan dalam haditsnya perkataan Qatadah."

【1092】

Musnad Ahmad 1092: Telah menceritakan kepada kami [Abdushshamad bin Abdul Warits] telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [Qatadah] dari [Abu Harb bin Abu Al Aswad Ad Dili] dari [bapaknya] dari [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda mengenai masa persusuan: "Cukup diperciki jika bayi laki-laki sedangkan dicuci jika bayi tersebut perempuan." Qatadah berkata: "Hal itu selama keduanya belum memakan makanan, jika mereka telah makan maka keduanya harus dicuci."

【1093】

Musnad Ahmad 1093: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] berkata: saya mendengar [Qatadah] dari [Abu Hassan Al A'raj] dari ['Abidah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda pada Perang Khandaq: "Mereka telah menyibukkan kita dari shalat wustha sampai matahari terbenam, semoga Allah memenuhi kuburan mereka dengan api, atau rumah atau perut mereka." Syu'bah ragu, apakah dengan menggunakan lafadh rumah atau perut.

【1094】

Musnad Ahmad 1094: Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] telah menceritakan kepadaku [Syu'bah] berkata: saya mendengar [Qatadah] berkata: saya mendengar [Abu Hassan] menceritakan dari ['Abidah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda pada Perang Ahzab: "Mereka telah menyibukkan kita dari shalat wustha sampai matahari terbenam, semoga Allah memenuhi kuburan dan rumah atau perut mereka dengan api." Syu'bah ragu pada lafadh rumah atau perut, sedangkan pada lafadh kuburan dia tidak ragu.

【1095】

Musnad Ahmad 1095: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim bin Dlamrah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan shalat witir pada setiap malam, baik pada awalnya, pertengahannya atau waktu akhirnya dan beliau mengakhirinya pada waktu akhirnya."

【1096】

Musnad Ahmad 1096: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] dari [Hubairah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membangunkan keluarganya pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadlan.

【1097】

Musnad Ahmad 1097: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] dari [Hubairah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, bahwa Diberikan hadiah kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berupa pakaian dari sutra, kemudian beliau memberikannya kepadaku. Ali radliyallahu 'anhu berkata: maka saya keluar dengan memakainya, tetapi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Aku tidak rela jika (diri) mu melakukan sesuatu yang saya sendiri tidak menyukainya." Ali radliyallahu 'anhu berkata: "Beliau menyuruhku menyobeknya dan dibagi-bagikan kepada para wanita (keluarga) ku sebagai kerudung yaitu kepada Fathimah dan bibinya (dari pihak bapak)."

【1098】

Musnad Ahmad 1098: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin 'Ubaid bin Hisab] telah menceritakan kepada kami [Ja'far bin Sulaiman] telah menceritakan kepada kami ['Utaibah], -dan kondisi dia tuna netra-, dari [Buraidah bin Ashram] berkata: saya mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: Ada seorang laki-laki dari Ahlu Shuffah (shahabat yang tinggal di pinggiran masjid nabawi yang di beri atap) yang meninggal dunia, kemudian ada yang berkata: "Wahai Rasulullah, dia meninggalkan (hutang) dinar dan dirham." Beliau bersabda: "Dua keping api, shalatlah atas sahabat kalian!" Telah menceritakan kepada kami Abdullah, dan telah menceritakan kepadaku [Abu Khaitsamah] telah menceritakan kepada kami [Habban bin Hilal] telah menceritakan kepada kami [Ja'far], kemudian menyebutkan hadits secara lengkap.

【1099】

Musnad Ahmad 1099: Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] telah menceritakan kepadaku [Syu'bah] dari [Qatadah] berkata: saya mendengar [Jurai bin Kulaib] berkata: saya mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang hewan yang tanduknya cacat dan telinganya robek." Qatadah berkata: Saya bertanya kepada Sa'id bin Musayyab, apakah hewan yang telinganya robek?" dia menjawab: "(hewan) yang setengah telinganya (hilang) atau lebih banyak (robeknya) dari itu."

【1100】

Musnad Ahmad 1100: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Jurai bin Kulaib] dia mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang untuk berkorban dengan hewan yang tanduknya cacat dan telinganya robek." Qatadah berkata: Saya sampaikan hal itu kepada Sa'id bin Musayyab, dia menjawab: "Ya, yang telinganya robek yaitu setengah telinganya robek atau lebih banyak (robeknya) dari itu."

【1101】

Musnad Ahmad 1101: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] dari [Hubairah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang atau melarangku memakai pelana sutra, pakaian yang dihiasi dengan bahan dari sutra dan cincin emas.

【1102】

Musnad Ahmad 1102: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] dari [Hani` bin Hani`] dari [Ali] radliyallahu 'anhu bahwa 'Ammar meminta izin kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, maka beliau menjawab: "Orang yang baik dan harus diperlakukan dengan baik, izinkanlah dia!"

【1103】

Musnad Ahmad 1103: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] berkata: saya mendengar [Haritsah bin Mudlar] menceritakan dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Saya menyaksikan pada malam peristiwa Badar bahwa tidak seorangpun kecuali tertidur selain Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau shalat di bawah pohon dan berdoa sampai pagi. Tidak ada di antara kami yang mengendarai kuda selain Al Miqdad bin Al Aswad."

【1104】

Musnad Ahmad 1104: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Isma'il bin Sumai'] telah menceritakan kepadaku [Malik bin Umair] berkata: Zaid bin Shuhan menemui [Ali] radliyallahu 'anhu dan berkata: "Ceritakan kepadaku apa yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam larang terhadapmu." Dia menjawab: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarangku (menggunakan) Al Hantam, Ad Dubbaa', An Naqir dan Ji'ah. Dan beliau juga melarang cincin emas." atau berkata: "Anting emas, sutra, Al Qasi dan pelana merah yang terbuat dari sutra." Ali radliyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam diberi perhiasan sutra, kemudian beliau memberikannya kepadaku. Akupun keluar rumah dengan memakainya, tetapi beliau mengambilnya dan memberikannya kepada Fathimah atau bibinya." Demikian menurut redaksi yang diriwayatkan Isma'il. Telah menceritakannya kepada kami [Yunus] telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahid] lalu dia menyebutkan redaksi dengan sanad dan maknanya kecuali lafadh: Sha'sha'ah bin Shuhan menemui Ali radliyallahu 'anhu.

【1105】

Musnad Ahmad 1105: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Bukkair] telah menceritakan kepada kami [Hibban bin Ali] dari [Dhirar bin Murrah] dari [Husain Al Muzani] berkata: [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu berkata di atas mimbar: Wahai manusia, aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada yang dapat memutus shalat kecuali berhadats." Saya tidak malu kepada kalian seperti halnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak malu dalam masalah ini." Ali berkata: "Berhadats adalah kentut tidak bersuara atau kentut bersuara."

【1106】

Musnad Ahmad 1106: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Qathan bin Nusair Abu 'Abbad Adz Dzari'] telah menceritakan kepada kami [Ja'far bin Sulaiman] telah menceritakan kepada kami ['Utaibah Adl Dlarir] telah menceritakan kepada kami [Buraid Bin Ashram] berkata: saya mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: Ada seorang laki-laki dari Ahlu Shuffah yang meninggal dunia dan dia meninggalkan (hutang) Dinar dan Dirham, maka ada yang menyampaikan kepada Nabi: "Wahai Rasulullah, dia meninggalkan dinar dan dirham." Beliau bersabda: "Dua keping api, shalatlah atas sahabat kalian'!"

【1107】

Musnad Ahmad 1107: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Abu Bakar Al Muqaddami] telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Salamah] yaitu Ibnu Abu Al Husam, telah menceritakan kepada kami [Muslim bin Abu Maryam] dari [seorang laki-laki dari Anshar] dari [Ali] radliyallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa menjenguk orang yang sakit, maka dia telah berjalan ke suatu kebun surga. Jika dia duduk di sisinya, maka dia telah menceburkan diri pada rahmat. Jika dia keluar meninggalkannya maka akan diwakilkan untuknya tujuh puluh ribu Malaikat yang memohonkan ampun untuknya pada hari itu."

【1108】

Musnad Ahmad 1108: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah], sedang menurut [Hajjaj]: telah memberitakan kepada kami [Syu'bah] berkata: saya mendengar [Muhammad bin Al Munkadir] berkata: saya mendengar [Mas'ud Bin Al Hakam] berkata: saya mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: menurut Hajjaj, dia berkata: telah menceritakan kepada kami Ali radliyallahu 'anhu, berkata: "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri karena jenazah (lewat) maka kami pun berdiri. Kemudian aku melihat beliau duduk dan kami juga ikut duduk."

【1109】

Musnad Ahmad 1109: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Ashim bin Kulaib] berkata: saya mendengar [Abu Burdah] berkata: saya mendengar [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bacalah: ALLAHUMMA INNI AS`ALUKA HUDA WASSADADA (Ya Allah, saya meminta petunjuk dan istiqamah kepadamu), dan ingatlah bahwa petunjuk itu adalah petunjukmu meniti jalan, dan ingat istiqamah sebagaimana istiqamahnya anak panah)." Ali radliyallahu 'anhu berkata: "Beliau melarang atau melarangku (memakai) pakaian yang dicampur dengan bahan dari sutra dan (melarang) pelana sutra serta cincin pada jari telunjuk dan jari tengah."

【1110】

Musnad Ahmad 1110: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu 'Aun] berkata: saya mendengar [Abu Shalih] berkata: [Ali] berkata: Saya menyebutkan putri Hamzah kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka beliau menanggapinya: "Dia adalah putri saudaraku dari jalur persusuan."

【1111】

Musnad Ahmad 1111: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Daud Al Mubariki, Sulaiman bin Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Abu Syihab] dari [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari [Abu Al Muwarri'] dari [Ali] berkata: Kami bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada jenazah, beliau bersabda: "Barangsiapa mendatangi Madinah, maka janganlah meninggalkan satu kuburanpun kecuali meratakannya, tidak meninggalkan satu gambarpun kecuali merusaknya, dan tidak meninggalkan satu berhalapun kecuali menghancurkan." Ali radliyallahu 'anhu berkata: Maka seorang laki-laki berkata: "Saya." Tetapi dia merasa segan kepada penduduk Madinah lantas dia pun duduk. Ali radliyallahu 'anhu berkata: Maka saya berangkat dan kembali menemui Rasulullah dan berkata: "Wahai Rasulullah, saya tidak meninggalkan satu kuburanpun kecuali meratakannya, tidak meninggalkan satu gambarpun kecuali merusaknya, dan tidak meninggalkan satu berhalapun kecuali menghancurkan." Ali radliyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa kembali dan membuat sedikit saja hal itu, maka dia telah kafir dengan apa yang Allah turunkan kepada Muhammad, Wahai Ali! Janganlah kamu menjadi sumber fitnah atau orang yang sombong, atau pedagang kecuali pedagang yang baik karena mereka itulah orang-orang yang menunda-nunda dalam amalnya."

【1112】

Musnad Ahmad 1112: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu 'Aun] dari [Abu Shalih] berkata: saya mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam diberi hadiah berupa perhiasan sutra, lantas beliau mengirimkannya kepadaku, kemudian saya keluar dengan memakainya, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam marah dengan pemandangan yang terlihat pada wajah beliau. Beliau bersabda: "Saya memberikannya kepadamu bukan untuk kamu pakai!" Ali radliyallahu 'anhu berkata: Kemudian beliau menyuruhku memberikan kepada para istriku.

【1113】

Musnad Ahmad 1113: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Ali Bin Mudrik] dari [Abu Zur'ah] dari [Abdullah bin Nujai] dari [Bapaknya] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Malaikat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya terdapat gambar, orang junub dan anjing."

【1114】

Musnad Ahmad 1114: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abdul Malik bin Maisarah] dari [An Nazal bin Sabrah] bahwa Dia menyaksikan [Ali] radliyallahu 'anhu shalat Dhuhur lalu duduk untuk memenuhi kebutuhan orang-orang di Rahabah. Tatkala masuk waktu Ashar, dibawakan kepadanya bejana, maka dia mengambil air dengan kedua tangannya, mengusap kedua tangannya, kedua sikunya, wajahnya, kepalanya dan kedua kakinya, kemudian meminum sisa air wudlunya dengan berdiri. Kemudian dia berkata: "Ada beberapa orang yang tidak suka minum dengan berdiri, padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan sebagaimana yang saya lakukan. Inilah tata cara wudlu bagi orang yang tidak berhadats." Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] telah memberitakan kepada kami [Abdul Malik bin Maisarah] berkata: saya mendengar [An Nazal bin Sabrah] berkata: saya mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu, lalu dia menyebutkan maknanya tetapi dia menggunakan lafadh: Dibawakan kepadanya sebuah teko.

【1115】

Musnad Ahmad 1115: Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin 'Amir] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] berkata: [Al Hakam] telah mengabarkan kepadaku, dari [Abu Muhammad] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengutusnya ke Madinah dan menyuruhnya untuk meratakan kuburan."

【1116】

Musnad Ahmad 1116: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Syaiban, Abu Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Hammad] yaitu Ibnu Salamah, telah memberitakan kepada kami [Hajjaj bin Arthah] dari [Al Hakam bin 'Utaibah] dari [Abu Muhammad Al Hudzali] dari [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengutus seorang laki-laki dari Anshar untuk meratakan setiap kuburan dan menghancurkan semua patung. Dia berkata: "Wahai Rasulullah, Saya tidak suka masuk ke rumah kaumku." Ali radliyallahu 'anhu berkata: Kemudian beliau mengutusku. Tatkala saya sampai kembali (di Madinah) beliau berkata: "Wahai Ali, janganlah kamu menjadi sumber fitnah, orang yang sombong, atau pedagang kecuali pedagang yang baik karena mereka itulah orang-orang yang menunda-nunda dalam amalnya atau orang-orang yang tertinggal dalam beramal." Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja'far, telah menceritakan kepada kami Syu'bah dari Al Hakam dari seorang laki-laki penduduk Bashrah, berkata: Dan penduduk Bashrah yang di panggil Abu Muwarri', berkata: Dan penduduk Kufah yang di panggil Abu Muhammad, berkata: "Suatu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (menghadiri) jenazah." Kemudian ia menyebutkan serupa dengan hadits Abu Dawud dari Abu Syihab.

【1117】

Musnad Ahmad 1117: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] berkata: [Hajjaj] berkata: telah menceritakan kepadaku [Syu'bah] berkata: saya mendengar [Malik bin 'Urfuthah] berkata: saya mendengar [Abdu Khair] berkata: Saya melihat [Ali] radliyallahu 'anhu diberi kursi, maka dia mendudukinya. Kemudian didatangkan kepadanya bejana dari batu berisi air. Abdu Khair berkata: Dia membasuh kedua tangannya tiga kali, berkumur-kumur tiga kali berbarengan dengan memasukkan air ke hidung dengan satu air. Kemudian membasuh wajahnya tiga kali dan kedua lengannya tiga kali. -Hajjaj berkata: "Tiga kali-tiga kali."- dengan satu tangan serta meletakkan kedua tangannya dalam bejana, kemudian dia mengusap rambutnya. -Hajjaj memberi isyarat dengan kedua tangannya- dari bagian depan rambutnya sampai bagian belakangnya." Abdu Khair berkata: "Saya tidak tahu, apakah dia mengulanginya ke bagian depannya atau tidak. Kemudian dia mencuci kedua kakinya tiga kali. -Hajjaj berkata: tiga kali-tiga kali.- kemudian berkata: "Barangsiapa hendak melihat tata cara wudlu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, demikianlah tata cara wudlu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【1118】

Musnad Ahmad 1118: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku ['Ubaidullah bin Umar Al Qawariri] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] telah menceritakan kepada kami [Jamil bin Murrah] dari [Abu Al Wadli`i] berkata: Saya melihat [Ali] radliyallahu 'anhu tatkala dia membunuh penduduk Nahrawan, Ali berkata: "Carikan untukku orang yang cacat tangannya." Mereka mencarinya di antara para korban, kemudian mereka berkata: "Kami tidak mendapatkannya." Ali berkata: "Kembali dan cari! Demi Allah, saya tidak berdusta dan juga tidak diberi kabar dusta." Mereka kembali mencarinya, dan dilakukan berulang-ulang, dan setiap (memerintahkan untuk mencarinya) dia bersumpah kepada Allah: "Saya tidak berdusta dan juga tidak diberi kabar dusta." Kemudian mereka bergegas (mencarinya) dan akhirnya menemukannya di bawah para korban di atas tanah. Mereka mengeluarkannya dan dibawa kehadapannya. Abu Al Wadli`i berkata: "Saya sempat melihatnya, dia adalah seorang Habasyi, yang tubuhnya terdapat payudara yang menutupi salah satu tangannya yang mirip payudara wanita, diatas payudaranya terdapat bulu seperti bulu yang biasa terdapat pada ekor tikus yang berekor panjang dan berbulu."

【1119】

Musnad Ahmad 1119: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Sulaiman] dari [Ibrahim At Taimi] dari [Al Harits bin Suwaid] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang Ad Dubbaa' dan Al Muzaffat.

【1120】

Musnad Ahmad 1120: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Sulaiman] dari [Sa'd bin 'Ubaidah] dari [Abu Abdurrahman As Sulami] dari [Ali] radliyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa Pada suatu ketika beliau berada pada suatu jenazah, kemudian beliau mengambil ranting yang ada di atas tanah dan bersabda: "Tidaklah seorangpun di antara kalian kecuali telah ditulis tempatnya, apakah dia di neraka atau di surga." Mereka bertanya: "Wahai Rasulullah, kalau begitu kita bertawakkal saja." Beliau bersabda: "Beramallah! Semuanya akan dimudahkan. {Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala terbaik, maka kelak kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar}." [Syu'bah] berkata: Telah menceritakannya kepadaku [Manshur bin Al Mu'tamir] dan saya tidak mengingkari hadits Sulaiman sedikitpun.

【1121】

Musnad Ahmad 1121: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] berkata: saya mendengar [Sulaiman] menceritakan dari [Al Mundzir Ats Tsauri] dari [Muhammad bin Ali] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Saya merasa malu untuk bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang madzi karena Fathimah, maka aku menyuruh Al Miqdad bin Al Aswad menanyakan hal itu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lantas beliau menjawab: "Mengenai hal itu, cukup dengan berwudlu."

【1122】

Musnad Ahmad 1122: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] dari [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Al Hasan] bahwa Umar bin Al Khaththab hendak merajam perempuan gila. Maka [Ali] bertanya kepadanya: Kenapa kamu hendak melakukan hal itu? saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Diangkat pena (tidak dianggap sebagai dosa) dari tiga orang: orang yang tidur hingga bangun, anak kecil sampai dia bermimpi dan orang gila sampai sadar atau dia berakal." Maka Umar meninggalkannya.

【1123】

Musnad Ahmad 1123: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] dari [Sa'id] dari [Abdullah Ad Danaj] dari [Hudhain] berkata: Ditunjukkan kesaksian atas Al Walid bin 'Uqbah dihadapan 'Utsman bahwa dia meminum khamer, maka [Ali] radliyallahu 'anhu membicarakan perkaranya dengan 'Utsman. 'Utsman berkata: "Tangkaplah anak pamanmu! dan jilidlah?" Ali berkata: "Bangkitlah Wahai Hasan!" tetapi Utsman berkata: "Apa urusanmu antara kamu dengan orang ini? serahkan kepada yang lainnya." Ali radliyallahu 'anhu menjawab: "Kamu tidak mampu, lemah dan tidak cekatan. Bangunlah Wahai Abdullah bin Ja'far?" maka Abdullah menjilidnya sedang Ali radliyallahu 'anhu menghitungnya. Tatkala sampai pada hitungan ke empat puluh, Ali radliyallahu 'anhu berkata: "Cukup atau tahan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan Abu Bakar menjilid empat puluh kali dan Umar menambahnya menjadi delapan puluh kali, dan semua itu adalah sunnah."

【1124】

Musnad Ahmad 1124: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Asy Sya'bi] bahwa Syarahah Al Hamdaniyah menemui Ali radliyallahu 'anhu dan berkata: "Saya telah berzina." [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Barangkali bukan kamu, atau barangkali kamu hanya bermimpi, atau bisa jadi kamu dipaksa." Semuanya dijawab dengan kata: "Tidak" maka Ali radliyallahu 'anhu menjilidnya pada hari kamis dan merajamnya pada hari jum'at, lalu dia berkata: "Saya menjilidnya karena kitab Allah dan saya merajamnya karena sunnah Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【1125】

Musnad Ahmad 1125: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] telah memberitakan kepada kami [Az Zuhri] dari [Abu 'Ubaid] mantan budak Abdurrahman bin 'Auf berkata: saya menyaksikan [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang seseorang menyimpan sembelihannya lebih dari tiga hari."

【1126】

Musnad Ahmad 1126: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Khaitsamah, Zuhair bin Harb] dan [Sufyan bin Waki' bin Al Jarrah] berkata: telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Manshur] dari [Al Minhal bin 'Amru] dari [Nu'aim bin Dijajah Al Asadi] berkata: Saya bersama [Ali] radliyallahu 'anhu kemudian Abu Mas'ud menemui kami, maka Ali berkata kepadanya: "Wahai Farrukh, apakah kamu yang mengatakan bahwa tidak akan berlangsung seratus tahun dan di atas bumi masih ada mata yang berkedip? sungguh duburmu masuk ke dalam lubang. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak akan berlangsung waktu seratus tahun kepada manusia dan diatas bumi terdapat mata yang masih berkedip dari orang yang hidup hari ini." Sesungguhnya kesenangan dan kelapangan bagi umat ini setelah seratus tahun nanti."

【1127】

Musnad Ahmad 1127: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abu Bakar Al Muqaddami] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] telah menceritakan kepada kami [Jamil bin Murrah] dari [Abu Al Wadhi`i] berkata: Saya melihat [Ali] radliyallahu 'anhu ketika membunuh penduduk Nahrawan, dia berkata: "Carikan untukku orang yang cacat tangannya di antara para korban." Mereka berkata: "Kami tidak mendapatkannya." Ali radliyallahu 'anhu berkata: "Cari! Demi Allah, saya tidak berdusta juga tidak diberi kabar dusta." Sampai akhirnya mereka mengeluarkan orang tersebut di bawah para korban Perang. Abu Al Wadli`i berkata: "Saya sempat melihatnya, dia adalah seorang Habasyi, yang salah satu tangannya seperti payudara wanita, yang berbulu seperti bulu yang biasa terdapat pada ekor tikus yang berekor panjang dan berbulu."

【1128】

Musnad Ahmad 1128: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Hajjaj bin Asy Sya'ir] telah menceritakan kepadaku [Abdushshamad bin Abdul Warits] telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Abu Shalih] bahwa [Abu Al Wadhi`i 'Abbad] menceritakan kepadanya, dia berkata: Kami sedang menuju Kufah bersama [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu, tatkala kami sudah dalam perjalanan selama dua malam atau tiga dari daerah Harura`, keluarlah dari kami sekelompok orang dalam jumlah yang cukup banyak. Ali radliyallahu 'anhu berkata: "Janganlah tindakan mereka menjadikan kalian takut, mereka kelak akan kembali." Lalu dia menyebutkan haditsnya yang panjang. Abu Al Wadli`i berkata: Ali bin Abu Thalib radliyallahu 'anhu memuji Allah dan berkata: "Kekasihku memberitahuku bahwa pemimpin mereka adalah seorang yang tangannya cacat, payudaranya berbulu seperti ekor tikus yang berekor panjang dan berbulu, maka carilah!" Tetapi mereka tidak menemukannya. Maka kami mendatanginya dan mengatakan kepadanya bahwa kami tidak menemukannya, tetapi dia tetap mengatakan: "Carilah! Demi Allah saya tidak berdusta dan tidak dikabari dengan berita dusta." Sebanyak tiga kali. Kami berkata: "Kami tidak menemukannya." Ali radliyallahu 'anhu datang sendiri dan berkata: "Baliklah ini dan baliklah itu." Sampai akhirnya seorang laki-laki datang dari Kufah dan berkata: "Ini dia." Maka Ali radliyallahu 'anhu berseru: "ALLAHU AKBAR (Allah Maha Besar). Jika saja ada seseorang yang datang untuk memberitahu mengenai siapakah bapak orang ini." orang-orang berkata: "Ini adalah seorang raja, ini adalah seorang raja." Ali radliyallahu 'anhu bertanya: "Anak siapakah orang ini?"

【1129】

Musnad Ahmad 1129: Telah menceritakan kepada kami [Bahz] telah menceritakan kepada kami [Hammam bin Salamah] telah memberitakan kepada kami [Salamah bin Kuhail] dari [Asy Sya'bi] bahwa [Ali] radliyallahu 'anhu berkata kepada Syarahah: "Barangkali kamu dipaksa, barangkali suamimu yang mendatangimu, barangkali ini dan itu." Namun dia menjawab: "Tidak." Tatkala dia telah melahirkan, Ali radliyallahu 'anhu menjilidnya kemudian merajamnya. Ada yang bertanya: "Kenapa anda menjilid dan merajamnya?" dia menjawab: "Saya menjilidnya karena kitab Allah dan saya merajamnya karena sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【1130】

Musnad Ahmad 1130: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Syu'bah] dari [Salamah bin Kuhail] dari [Habbah Al 'Urani] berkata: saya mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Saya adalah orang yang pertama kali shalat bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【1131】

Musnad Ahmad 1131: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Abu 'Ubaid] mantan budak Abdurrahman bin 'Auf berkata: Kemudian saya melihatnya bersama [Ali] shalat sebelum khutbah tanpa disertai dengan azan dan iqamah kemudian baru berkhutbah. Dia berkata: "Wahai manusia, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang memakan sembelihan kurban kalian setelah tiga hari, janganlah kalian memakannya setelah tiga hari tersebut."

【1132】

Musnad Ahmad 1132: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Manshur] dari [Hilal bin Yasaf] dari [Wahb bin Al Ajda'] dari [Ali] radliyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Janganlah kalian shalat setelah Ashar kecuali kalian shalat dan matahari masih tinggi."

【1133】

Musnad Ahmad 1133: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Abdul A'la] dari [Muhammad bin Ali] dari [Ali] radliyallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyambung dari sahur sampai waktu sahur kembali.

【1134】

Musnad Ahmad 1134: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ibnu Uyainah] dari [Muhammad bin Suqah] dari [Mundzir Ats Tsauri] dari [Muhammad bin Ali] berkata: Beberapa orang datang kepada [Ali] radliyallahu 'anhu dan mengadukan petugas zakat Utsman. Maka bapakku berkata: "Pergilah kepada Utsman dengan membawa surat ini dan katakan kepadanya bahwa manusia telah mengadu tentang petugas zakatmu, dan ini adalah perintah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam masalah zakat, maka perintahkan kepada mereka supaya mengambilnya." Muhammad bin Ali berkata: "Maka aku menemui Utsman dan menceritakan hal itu kepadanya." Muhammad bin Ali berkata: "Seandainya Ali ingin mengingatkan Utsman tentang sesuatu (keburukan), maka pada hari itu dia akan mengingatkannya."

【1135】

Musnad Ahmad 1135: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Hajjaj bin Asy Sya'ir] telah menceritakan kepadaku [Abdushshamad bin Abdul Warits] telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Shalih] bahwa [Abu Al Wadli`i 'Abbad] menceritakan kepadanya, dia berkata: Kami menuju Kufah bersama [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu, kemudian dia menyebutkan tentang pemilik tangan cacat. Ali berkata: "Demi Allah, saya tidak berdusta juga tidak diberi kabar dusta, -tiga kali-. Kekasihku telah mengabariku bahwa ada tiga saudara dari kalangan jin. Ini adalah yang paling besar, sedang yang kedua mempunyai kelompok yang besar, sedang yang ketiga pada dirinya terdapat kelemahan."

【1136】

Musnad Ahmad 1136: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Zakaria bin Yazid Rahmawaih] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Khalid bin 'Alqamah] dari [Abdu Khair] berkata: "Kami shalat subuh kemudian kami duduk bersama [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu. Dia meminta air wudlu, lalu membasuh kedua tangannya tiga kali, berkumur-kumur dua kali dari satu tangan, kemudian membasuh wajahnya tiga kali dan kedua lengannya tiga kali, terakhir dia mencuci kedua kakinya tiga kali. kemudian berkata: "Ini adalah tata cara wudlu Nabi kalian shallallahu 'alaihi wa sallam, maka laksanakanlah."

【1137】

Musnad Ahmad 1137: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Abu Awanah] dari [Khalid bin 'Alqamah] dari [Abdu Khair] berkata: Kami menemui [Ali] radliyallahu 'anhu ketika dia selesai shalat. Dia meminta bejana kemudian dia berkumur-kumur tiga kali, beristinsyaq tiga kali, kemudian berkumur-kumur dengan air yang barusan dia ambil. Kemudian membasuh wajahnya tiga kali, tangan kanannya tiga kali, tangan kirinya tiga kali, kemudian berkata: "Barangsiapa suka melihat tata cara wudlu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, demikianlah wudlu beliau."

【1138】

Musnad Ahmad 1138: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah mengabarkan kepada kami [Sufyan] dari [Laits] dari [Mujahid] dari [Abu Ma'mar] berkata: Kami bersama [Ali] radliyallahu 'anhu kemudian ada jenazah yang lewat, maka orang-orang berdiri. Ali radliyallahu 'anhu berkata: "Siapakah yang telah memberi fatwa kepada kalian?" mereka menjawab: "Abu Musa." Ali radliyallahu 'anhu berkata: " Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukannya sekali, dan itu nampak sebuah penyerupaan dengan ahli kitab. Tatkala hal itu dilarang maka beliau meninggalkannya."

【1139】

Musnad Ahmad 1139: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ibnu Juraij] telah menceritakan kepadaku [Ibnu Syihab] dari [Ali bin Hushain bin Ali] dari [bapaknya, Husain bin Ali] dari [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu berkata: Aku dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mendapat bagian unta tua dari harta rampasan Perang Badar. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberiku tambahan satu ekor unta lagi. Pada suatu hari aku menderumkan keduanya di depan pintu salah seorang Anshar. Saya ingin membawa daun Idzkhir di atas kedua unta tersebut untuk aku jual, saat itu aku bersama seorang tukang masak dari Bani Qainuqa' untuk membantuku dalam walimah Fathimah, sementara Hamzah sedang minum di rumah itu. Hamzah marah dengan kedua unta tersebut, sambil membawa pedang kemudian dia memotong kedua punuk unta dan membelah lambungnya kemudian dia mengambil hati kedua unta tersebut." Saya (Ibnu Juraij) bertanya kepada Ibnu Syihab: "Dia memotong punuknya?" dia menjawab: "Memotong kedua punuknya dan membawanya." Ali radliyallahu 'anhu berkata: Aku menyaksikan pemandangan yang mengerikan itu, maka aku menemui Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam, sementara di sisinya ada Zaid bin Haritsah, maka aku ceritakan kejadian itu kepada beliau. Beliau keluar bersama Zaid berjalan mendatangi Hamzah dan beliau memarahinya. Hamzah mengangkat pandangannya ke atas kemudian berkata: "Bukankah kalian hanya budak-budak bapakku." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mundur ke belakang kemudian pulang sampai meninggalkan mereka, dan kejadian itu sebelum dilarangnya khamr.

【1140】

Musnad Ahmad 1140: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Bakar bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Abu Al Ahwash] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim bin Dhamrah] berkata: Ada beberapa sahabat Ali radliyallahu 'anhu berkata kepadanya: "Maukah kamu menceritakan tentang shalat sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada siang hari?" [Ali] radliyallahu 'anhu menjawab: "Demi Allah, kalian tidak akan bisa melakukannya." Mereka berkata: "Kabarkan kepada kami sehingga kami mengerjakan yang kami mampu." Lalu dia menyebutkan hadits panjangnya. Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Abu Kamil Al Jahdari Fudlail bin Husain] secara dikte kepadaku dari kitabnya, telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim bin Dlamrah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, bahwa Dia ditanya tentang shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada waktu siang. Dia menjawab: "Beliau shalat enam belas raka'at." Ali melanjutkan: "Beliau shalat ketika posisi matahari ada di sana (diarah timur dengan ketinggian) seperti ketinggiannya saat berada disini (arah barat) waktu shalat Ashar, dan beliau shalat ketika posisi matahari ada di sana seperti ketinggiannya berada di arah sini (barat) pada waktu shalat Dhuhur sebanyak empat raka'at, dan beliau shalat sebelum Dhuhur empat raka'at dan shalat setelahnya dua kali dan sebelum Ashar empat raka'at."

【1141】

Musnad Ahmad 1141: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Al Hasan] dan [Abdullah] keduanya anak Muhammad bin Ali Radhiallah 'anhu, dari bapaknya, [Muhammad bin Ali] radliyallahu 'anhu bahwa Dia mendengar bapaknya [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu berkata kepada Ibnu Abbas ketika sampai kepadanya bahwa Ibnu Abbas memberi keringanan berkaitan dengan nikah mut'ah. Maka Ali radliyallahu 'anhu berkata kepadanya: "Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarangnya (nikah mut'ah) pada saat perang Khaibar dan melarang daging keledai jinak."

【1142】

Musnad Ahmad 1142: Telah menceritakan kepada kami dari [Abdurrazaq] dari [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [Abu Hayyah bin Qais] dari [Ali] radliyallahu 'anhu bahwa Dia berwudlu tiga kali-tiga kali, lalu mengusap rambutnya dan meminum air sisa wudlunya kemudian berkata: "Barangsiapa suka melihat tata cara wudlu Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka lihatlah."

【1143】

Musnad Ahmad 1143: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Sufyan] dari salah seorang syaikh dari mereka yang bernama [Salim], dari [Abdullah bin Mulail] berkata: saya mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Setiap Nabi diberi tujuh orang pilihan dari kalangan umatnya. Dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam diberi empat belas pilihan dari umatnya, di antara mereka adalah Abu Bakar dan Umar radliyallahu 'anhuma."

【1144】

Musnad Ahmad 1144: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Ali bin Zaid] dari [Al Hasan] dari [Qais bin 'Ubad] berkata: Kami bersama [Ali] radliyallahu 'anhu, apabila dia melihat pemandangan atau mendekati sebuah dataran tinggi atau menuruni lembah dia membaca: "SUBHANALLAAH SHADAQALLAHU WA RASULUHU" (Maha Suci Allah, Maha Benar Allah dan RasulNya) maka aku berkata kepada seorang lelaki dari Bani Yasykur: "Pergilah kamu bersama kami kepada Amirul Mukminin, untuk menanyakan kepadanya tentang ucapannya: SHADAQALLAH WA RASULUHU (Maha Benar Allah dan RasulNya)." Qais berkata: Kami menemuinya lalu bertanya: "Wahai Amirul Mukminin! kami melihatmu apabila melihat suatu pemandangan atau menuruni sebuah lembah atau mendekati sebuah dataran tinggi kamu membaca: "SHADAQALLAH WA RASULUHU (Maha Benar Allah dan RasulNya) Apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mewasiatkan sesuatu kepadamu tentang hal itu?" Qais berkata: Kemudian dia berpaling dari kami dan kami terus bersikeras kepadanya. Ketika dia melihat demikian, dia berkata: "Demi Allah! Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mewasiatkan sesuatu kepadaku kecuali wasiat yang beliau sampaikan kepada manusia, tapi manusia telah berbuat aniaya kepada Utsman dan membunuhnya, sehingga orang selainku lebih parah keadaan dan perbuatannya dalam masalah ini ketimbang aku. Saya berpendapat bahwa aku lebih berhaq daripada mereka dalam hal (kepemimpinan) ini, sehingga aku pun merebutnya. Sungguh Allah maha tahu apakah kami melakukan tindakan yang benar atau tindakan yang salah."

【1145】

Musnad Ahmad 1145: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Isma'il] dan [Abu Khaitsamah], keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Sufyan] dari [Abu Ishaq], menurut jalur yang lainnya Abdullah berkata: dan telah menceritakan kepadaku bapakku, telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dan [Israil], dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim bin Dlamrah] berkata: Kami bertanya kepada [Ali] radliyallahu 'anhu tentang shalat sunnah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pada siang hari. Ali radliyallahu 'anhu berkata: "Enam belas raka'at shalat sunnah yang dikerjakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada siang hari, namun jarang orang membiasakannya." Telah menceritakan kepada kami Waki' berkata: Bapakku berkata: Habib bin Abu Tsabit berkata: "Wahai Abu Ishaq, saya lebih suka mendapati haditsmu ini, daripada mendapati emas sepenuh masjid ini."

【1146】

Musnad Ahmad 1146: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ibnu Abu Najih] dari [Mujahid] dari [Ibnu Abu Laila] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkanku untuk mengurus hewan sembelihannya dan menyedekahkan kulit dan penutup (punggung) nya.

【1147】

Musnad Ahmad 1147: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Zakaria bin Abu Za`idah] telah mengabarkan kepada kami [Mujalid] dari ['Amir] berkata: Syurahah hamil sedang suaminya tidak ada. Maka tuannya berangkat menemui Ali. [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Barangkali suamimu yang mendatangimu, atau barangkali ada seseorang yang memaksamu." Namun dia menjawab: "Tidak." Dia mengakui telah berzina, lalu Ali radliyallahu 'anhu menjilidnya pada hari Kamis dan saya termasuk yang menyaksikannya, dan merajamnya pada hari Jum'at saya juga sebagai saksinya. Dia menyuruh agar digali untuknya sampai pada pusarnya dan berkata: "Rajam adalah sunnah dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan juga telah turun ayat rajam, yang mana orang yang hafal ayat-ayat tersebut dan juga ayat Al Qur`an lainnya telah wafat di Yamamah."

【1148】

Musnad Ahmad 1148: Telah menceritakan kepada kami [Hushain bin Ali] dari [Zai`dah] dari [Simak] dari [Hanasy] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika ada dua orang yang meminta keputusan kepadamu maka janganlah kamu ambil keputusan untuk orang pertama sampai kamu mendengar apa yang dikatakan pihak lainnya, niscaya kamu akan bisa melihat apa yang harus kamu putuskan." Ali radliyallahu 'anhu berkata: "Sejak saat itu saya selalu dapat memutuskan perkara."

【1149】

Musnad Ahmad 1149: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Bisyr] telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Urwah] dari [bapaknya] bahwa [Abdullah bin Ja'far] menceritakannya, bahwa dia mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sebaik-baik wanita pada umat saat itu adalah Maryam binti 'Imran dan sebaik-baik wanita umat ini adalah Khadijah."

【1150】

Musnad Ahmad 1150: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Abbad] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Mu'adz] yakni As Shan'ani, dari [Ma'mar] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim bin Dlamrah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda: "Barangsiapa ingin dipanjangkan umurnya, dilapangkan rizqinya dan di hindarkan dari kematian yang buruk maka hendaknya dia bertaqwa kepada Allah dan menyambung silaturrahim (tali persaudaraan)."

【1151】

Musnad Ahmad 1151: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Khaitsamah] telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Manshur] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim bin Dhamrah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Allah 'azza wa jalla ganjil dan menyukai yang ganjil, lakukan shalat witir wahai ahli Qur`an."

【1152】

Musnad Ahmad 1152: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku ['Ubaidullah bin Umar Al Qawariri] telah menceritakan kepadaku [Yazid bin Zurai'] telah menceritakan kepadaku [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim bin Dlamrah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Setiap malam Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam terkadang melakukan shalat witir pada permulaannya, pertengahannya dan waktu akhirnya, dan pada akhirnya beliau melakukannya pada akhir malam."

【1153】

Musnad Ahmad 1153: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] telah menceritakan kepada kami [Zuhair] telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin Al Hur] telah menceritakan kepada kami [Al Hakam bin 'Utaibah] dari seorang yang bernama [Hanasy] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Terjadi gerhana matahari, maka Ali radliyallahu 'anhu shalat bersama orang-orang, dia membaca surat Yasin atau yang lainnya, kemudian ruku' selama kira-kira bacaan satu surat. Kemudian bangun dari ruku' dan membaca: "SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH" kemudian berdiri selama kira-kira bacaan satu surat, kemudian berdoa dan takbir, lalu ruku' lagi selama kira-kira bacaan satu surat dan mengucapkan "SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH" kemudian bangun kembali selama kira-kira bacaan satu surat juga sampai dia shalat empat kali ruku' kemudian membaca "SAMI'ALLAHU LIMAN HAMIDAH" lalu sujud dan bangun untuk raka'at yang kedua kemudian dia melakukan seperti yang dia lakukan pada raka'at pertama. Setelah itu dia duduk berdoa dan memohon sampai gerhana matahari berhenti, kemudian berkata: "Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukannya seperti itu."

【1154】

Musnad Ahmad 1154: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Khaitsamah] telah menceritakan kepada kami [Jarir] dan [Muhammad bin Fudlail] dari [Mutharrif] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim bin Dlamrah] dari [Ali] berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak melaksanakan shalat (fardlu) kecuali setelahnya (mengiringi dengan) shalat dua raka'at.

【1155】

Musnad Ahmad 1155: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Khaitsamah] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fudlail] dari [Mutharrif] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim bin Dlamrah] dari [Ali] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan shalat witir pada awal malam, pertengahannya dan waktu akhir, kemudian menetapkannya pada waktu akhir malam.

【1156】

Musnad Ahmad 1156: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] telah menceritakan kepada kami [Israil] dari ['Atho` bin As Sa`ib] dari [Abu Abdurrahman] berkata: aku mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apabila seorang hamba selesai shalat kemudian duduk di tempat shalatnya, maka Malaikat akan memohonkan kesejahteraan kepadanya, adapun permohonan mereka untuknya adalah 'ALLAHUMMAGHFIRLAHU, ALLAAHUMMAR HAMHU' (Ya Allah, ampunilah dia, ya Allah berikanlah rahmat kepadanya), dan jika duduk menunggu shalat, maka para Malaikat akan memohonkan kesejahteraan untuknya, adapun permohonan mereka adalah 'ALLAAHUMMAGHFIRLAHU, ALLAHUMMAR HAMHU' (Ya Allah, ampunilah dia, ya Allah berikanlah rahmat kepadanya)."

【1157】

Musnad Ahmad 1157: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Ali bin hakim Al Audi] telah memberitakan kepada kami [Syarik] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim bin Dhamrah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Witir bukanlah hal yang wajib, namun itu adalah sunnah yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mencontohkannya."

【1158】

Musnad Ahmad 1158: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Hisyam] dari [Muhammad] dari ['Abidah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda pada saat Perang khandaq: "Ya Allah, penuhilah rumah mereka dan kuburan mereka dengan api, karena mereka menghalangi kami shalat wustha sampai matahari tenggelam."

【1159】

Musnad Ahmad 1159: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Zakaria] dari [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Kalian membaca ayat: {Sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya} dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menetapkan untuk melunasi hutang terlebih dulu sebelum memenuhi wasiat. Sesungguhnya saudara seibu dan sebapak saling mewarisi tanpa saudara sebapak dari banyak ibu. Seorang laki-laki akan mewarisi harta saudara laki-laki seayah dan seibu tanpa melibatkan saudara seayah."

【1160】

Musnad Ahmad 1160: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Mis'ar] dari [Abdul Malik bin Maisarah] dari [An Nazal bin Sabrah] berkata: Dibawakan kepada [Ali] radliyallahu 'anhu bejana berisi air lalu dia meminumnya dengan berdiri. Dia berkata: "Telah sampai kabar kepadaku bahwa beberapa kaum membenci salah seorang dari mereka yang minum dengan berdiri, padahal saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan sebagaimana yang saya lakukan." Lalu dia mengambil sebagian air dan mengusapkan (pada anggota wudlu) dan berkata: "Beginilah cara wudlu bagi orang yang tidak berhadats besar."

【1161】

Musnad Ahmad 1161: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Hisyam] dari [Muhammad] dari ['Abidah] berkata: [Ali] berkata tentang penduduk Nahrawan, di antara mereka ada seorang laki-laki yang tangannya kecil atau tangannya pendek. Jikalau bukan karena kalian akan berlebihan niscaya akan saya beritakan tentang apa yang telah Allah janjikan melalui lisan NabiNya shallallahu 'alaihi wa sallam bagi orang yang membunuh mereka." 'Abidah berkata: saya bertanya kepada Ali radliyallahu 'anhu: "Apakah benar kamu telah mendengar dari beliau." Dia menjawab: "Ya, demi Rab ka'bah." Dia bersumpah dengan sumpah itu tiga kali.

【1162】

Musnad Ahmad 1162: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Ishaq bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Manshur] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim bin Dlamrah] dari [Ali] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Allah itu ganjil dan menyukai yang ganjil maka lakukanlah shalat witir wahai ahli Qur`an!."

【1163】

Musnad Ahmad 1163: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim bin Dlamrah As Saluli] dari [Ali] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam shalat dua raka'at setiap habis shalat fardlu kecuali setelah shalat Subuh dan shalat Ashar."

【1164】

Musnad Ahmad 1164: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Jarir] dan [Muhammad bin Fudlail bin Ghazwan] dari [Mutharrif] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim bin Dlamrah] dari [Ali] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah mengerjakan satu shalatpun (shalat fardlu) kecuali beliau (mengiringi dengan) shalat setelahnya dua raka'at."

【1165】

Musnad Ahmad 1165: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah mengabarkan kepadaku ['Utsman bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Manshur] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim bin Dlamrah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Allah itu ganjil dan menyukai yang ganjil maka lakukanlah shalat witir wahai ahli Qur`an!"

【1166】

Musnad Ahmad 1166: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Al Awwam] dari ['Amru bin Murrah] dari [Abdurrahman bin Abu Laila] dari [Ali] berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menemui kami pada suatu malam. Beliau meletakkan kakinya antara aku dan Fathimah, kemudian mengajari kami apa yang kami baca jika hendak merebahkan diri di tempat tidur kami, yaitu: tiga puluh tiga kali tasbih, tiga puluh tiga kali tahmid dan tiga puluh empat kali takbir." Ali berkata: "Sejak saat itu, saya tidak pernah meninggalkannya." Ada seorang laki-laki yang bertanya: "Walau pada malam Perang Shiffin?" Dia menjawab: "Walaupun pada malam Perang Shiffin."

【1167】

Musnad Ahmad 1167: Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] telah memberitakan kepada kami [Sa'id bin Abu 'Arubah] dari [Abdullah Ad Danah] dari [Hudhain bin Al Mundzir bin Al Harits bin Wa'lah] bahwa Al Walid bin Uqbah mengimami orang-orang pada shalat Subuh empat raka'at, kemudian dia menoleh kepada mereka dan berkata: "Saya sengaja menambahnya." Hal itu disampaikan kepada Utsman, maka dia menyuruh agar dijilid. Ali berkata kepada Al Hasan bin Ali: "Bangunlah Wahai Hasan dan jilid!" Dia menyanggahnya: "Kenapa dengan anda?" [Ali] menjawab: "Kenapa kamu lemah dan loyo? Wahai Abdullah bin Ja'far, jilidlah dia!" Abdullah bin Ja'far bangkit dan menjilidnya, sedang Ali menghitungnya. Tatkala sampai pada hitungan empat puluh, dia berkata: "Tahan!" lalu dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memukul pada masalah minum khamr empat puluh kali, Abu Bakar juga demikian, dan Umar sampai pada masa pertengahan kekhilafahannya, kemudian dia menyempurnakannya menjadi delapan puluh kali keduanya adalah sunnah."

【1168】

Musnad Ahmad 1168: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Sufyan bin Sa'id] dari [Abdul A'la Ats Tsa'labi] dari [Abu Jamilah] dari [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu bahwa Seorang budak wanita Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengalami nifas karena melakukan zina. Lantas beliau menyuruhku melaksanakan hukum had kepadanya, namun aku mendapati dia masih berdarah dan belum mengering, maka saya kembali menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam untuk mengabarinya. Beliau bersabda: "Apabila darahnya sudah kering, jilidlah sebagai hukuman had untuknya." Lantas beliau menambahkan: "Laksanakanlah hukuman hudud kepada budak-budak wanita kalian!"

【1169】

Musnad Ahmad 1169: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku ['Amru bin Muhammad bin Bukair An Naqid] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Daud Al Khuraibi] dari [Ali bin Shalih] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim bin Dlamrah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Witir bukanlah hal yang wajib, namun itu adalah sunnah yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam contohkan. Lakukan shalat witir wahai ahli Qur`an!"

【1170】

Musnad Ahmad 1170: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Al Abbas bin Al Walid An Narsi] telah menceritakan kepada kami [Abu Awanah] telah menceritakan kepada kami [Abu Ishaq] dari ['Ashim bin Dlamrah] dari [Ali] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Saya memberi keringanan kalian mengenai zakat kuda dan budak, namun berikanlah zakat budak untuk setiap empat puluh Dirham, satu dirham. Jika jumlahnya hanya seratus sembilan puluh maka tidak ada kewajiban pada hal itu, namun jika sampai pada jumlah dua ratus maka zakatnya adalah lima dirham."

【1171】

Musnad Ahmad 1171: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Al Abbas bin Al Walid] telah menceritakan kepada kami [Abu Awanah] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim bin Dlamrah] berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu ditanya tentang shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka dia menjawab: "Beliau shalat pada malam hari enam belas raka'at."

【1172】

Musnad Ahmad 1172: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Israil bin Yunus] dari [Tsuwair bin Abu Fakhitah] dari [bapaknya] dari [Ali] bin Abu Thalib radliyallahu 'anhu berkata: "Raja Kisra memberi hadiah kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lantas beliau menerimanya. Raja Kaisar juga memberi beliau hadiah dan beliau menerimanya. Para raja yang lain menghadiahkan kepada beliau dan beliau menerimanya."

【1173】

Musnad Ahmad 1173: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Ali bin Zaid] dari [Rabi'ah bin An Nabighah] dari [bapaknya] dari [Ali] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang ziarah kubur dan (melarang) beberapa bejana serta (melarang) menyimpan daging kurban lebih dari tiga hari. Kemudian beliau bersabda: "Saya pernah melarang kalian melakukan ziarah kubur, sekarang ziarahlah karena hal itu bisa mengingatkan akhirat. Saya juga melarang beberapa bejana, sekarang minumlah darinya, namun hindarilah semua yang memabukkan. Saya juga pernah melarang menyimpan daging kurban lebih dari tiga hari, sekarang simpanlah semau kalian." Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] telah mengabarkan kepada kami [Ali bin Zaid] dari [Rabi'ah bin An Nabighah] dari [Bapaknya] dari [Ali] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang ziarah kubur, lantas dia menyebutkan secara makna kecuali perkataan: "Hindarilah semua yang memabukkan!"

【1174】

Musnad Ahmad 1174: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Syarik] dari [Ar Rukain bin Ar Rabi'] dari [Hushain bin Qabishah] dari [Ali] berkata: "Saya adalah lelaki yang sering mengeluarkan madzi, namun saya malu bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam karena anak perempuannya. Lantas saya menyuruh Al Miqdad untuk menanyakan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengenai seseorang yang mengeluarkan madzi. Beliau menjawab: "Itu adalah air kemaluan, dan setiap kemaluan ada airnya, maka basuhlah kemaluannya dan buah kemaluannya lalu berwudlulah sebagaimana wudlu untuk shalat."

【1175】

Musnad Ahmad 1175: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Asy'ats bin Sawwar] dari [Ibnu Asywa'] dari [Hanasy bin Al Mu'tamir] bahwa [Ali] radliyallahu 'anhu mengutus petugas keamanannya dengan berpesan: "Saya utus kalian sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengutusku, agar kalian tidak meninggalkan satupun kuburan kecuali kalian meratakannya atau satu patungpun kecuali kalian hancurkan."

【1176】

Musnad Ahmad 1176: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku ['Utsman bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Muhammad bin Salim] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim bin Dhamrah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tanaman yang dihasilkan dari siraman air hujan zakatnya adalah sepersepuluh, sedang yang dihasilkan dari siraman dengan ember dan timba, zakatnya setengah dari sepersepuluh." Abu Abdurrahman berkata: "Saya ceritakan kepada bapakku hadits Utsman dari Jarir, tetapi dia mengingkarinya, dan bapakku tidak menceritakan hadits dari Muhammad bin Salim, karena menurutnya dia lemah dan dia juga menolak haditsnya."

【1177】

Musnad Ahmad 1177: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Abu Abdurrahman bin Umar] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahim] yaitu Ar Razi, dari [Al Ala` bin Al Musayyab] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim bin Dhamrah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam shalat pada malam hari enam belas raka'at selain shalat wajib."

【1178】

Musnad Ahmad 1178: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar] telah mengabarkan kepada kami [Abdurrahim Ar Razi] dari [Zakaria bin Abu Za`idah] dan [Al Ala` bin Al Musayyab] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim bin Dlamrah] berkata: Kami menghadap kepada [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu, dan berkata: "Wahai amirul mukminin, ceritakanlah kepada kami mengenai shalat sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" dia menjawab: "Apakah ada di antara kalian yang mampu mengerjakannya?" mereka menjawab: "Kami akan berusaha yang kami mampu." Dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam shalat pada siang hari enam belas raka'at selain shalat wajib."

【1179】

Musnad Ahmad 1179: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Sufyan] dan [Syarik] dari [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali] radliyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Saya memberi keringanan kepada kalian mengenai zakat kuda dan budak, bayarlah dua setengah persennya!"

【1180】

Musnad Ahmad 1180: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Israil bin Yunus] telah menceritakan kepada kami [Abu Ishaq] dari [Al Harits] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Wahai Ali, saya menyukai untukmu apa yang aku sukai pada diriku. Saya membenci bagimu apa yang aku benci bagi diriku. Janganlah membaca Al Qur`an saat kamu sedang ruku' maupun sujud. Janganlah shalat dalam keadaan menggulung rambut, karena itu dijadikan pijakan setan. Jangan melakukan duduk dengan menegakkan betis dan pahanya pada saat duduk antara dua sujud. Janganlah bermain main dengan kerikil dan janganlah kamu bentangkan kedua lenganmu. Janganlah mendahului imam. Janganlah memakai cincin emas. Janganlah memakai pakaian yang dihiasi dengan sutra dan janganlah kamu menaiki kendaraan yang pelananya dari sutra."

【1181】

Musnad Ahmad 1181: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah mengabarkan kepada kami [Sufyan] dari ['Amru bin Qais] dari [Al Hakam] dari [Al Qasim bin Mukhaimirah] dari [Syuraih bin Hani`] berkata: Saya menemui Aisyah untuk menanyakan kepadanya tentang (mengusap) kedua khuff, dia menjawab: "Temuilah [Ibnu Abu Thalib] dan tanyakan kepadanya karena dia sering melakukan perjalanan bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Maka saya menemuinya dan menanyakan kepadanya, dia menjawab: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menetapkan tiga hari tiga malam untuk musafir dan sehari semalam bagi orang yang mukim."

【1182】

Musnad Ahmad 1182: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah mengabarkan kepada kami [Sufyan] dari [Al A'masy] dari [Abu Adh Dhuha] dari [Syutair bin Syakl Al 'Absi] berkata: Saya mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu tatkala perang Ahzab berkata: Kami shalat Ashar pada waktu antara waktu Maghrib dan waktu Isya'. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Mereka telah menyibukkan kami dari shalat wustha, shalat Ashar, semoga Allah memenuhi kuburan mereka dan perut mereka dengan api neraka."

【1183】

Musnad Ahmad 1183: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Syaiban Abu Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Abdul Warits bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Al Hasan bin Dzakwan] dari ['Amru bin Khalid] dari [Habib bin Abu Tsabit] dari ['Ashim bin Dlamrah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jibril 'Alaihis Salam hendak menemuiku, namun dia tidak jadi masuk ke dalam rumah." Beliau bertanya: "Apa yang membuatmu tidak jadi masuk." Dia menjawab: "Kami tidak akan masuk rumah yang di dalamnya terdapat gambar ataupun air kencing." Dan telah menceritakan kepada kami Abdullah, berkata: dan sekali lagi telah menceritakannya kepada kami [Syaiban], telah menceritakan kepada kami [Abdul Warits] dari [Husain bin Dzakwan] dari ['Amru bin Khalid] dari [Habbah bin Abu Habbah] dari ['Ashim bin Dlamrah] dari [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bersabda: "Jibril menemuiku kemudian mengucapkan salam." kemudian menyebutkan hadits seperti di atas. Abu Abdurrahman berkata: bapakku tidak menceritakan dari 'Amru bin Khalid, karena haditsnya jauh dari standar (tidak bernilai) sama sekali menurutnya.

【1184】

Musnad Ahmad 1184: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku ['Ubaidullah bin Umar Al Qawariri] telah menceritakan kepadaku [Yazid Abu Khalid Al Baisari Al Qurasyi] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Juraij] telah mengabarkan kepadaku [Habib bin Abu Tsabit] dari ['Ashim bin Dlamrah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadaku: "Janganlah kamu tampakkan pahamu dan janganlah kamu melihat kepada paha orang yang masih hidup maupun yang sudah mati!"

【1185】

Musnad Ahmad 1185: Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin 'Amir], [Husain] dan [Abu Ahmad Az Zubairi] mereka berkata: telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Hubairah bin Yarim] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Saya berkata kepada Fathimah: "Kalau saja kamu menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan meminta kepada beliau seorang pelayan maka lebih baik, karena pekerjaan dan tepung itu telah melelahkanmu." Menurut redaksi Husain, Ali berkata: "Tepung dan pekerjaan telah menjadikanmu lelah." Demikian juga Abu Ahmad berkata. Maka Fathimah berkata: "Berangkatlah bersamaku." Ali radliyallahu 'anhu berkata: Maka saya berangkat bersamanya dan meminta kepada beliau. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Maukah saya tunjukkan kepada kalian berdua, yang lebih baik dari itu. Jika kalian menuju ke tempat tidur maka bertasbihlah kalian berdua kepada Allah tiga puluh tiga kali, bertahmidlah tiga puluh tiga kali dan bertakbirlah tiga puluh empat kali. Itu jumlahnya ada seratus jika diucapkan dan seribu dalam timbangan." Ali radliyallahu 'anhu berkata: "Maka saya tidak pernah meninggalkannya setelah saya mendengar dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam." Ada seorang laki-laki bertanya: "Walau pada malam perang Shiffin?" dia menjawab: "Walau pada malam perang Shiffin."

【1186】

Musnad Ahmad 1186: Telah menceritakan kepada kami [Husain bin Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Israil] dari ['Atho` bin As Sa`ib] berkata: Saya menemui [Abu Abdurrahman As Sulami] setelah dia melaksanakan shalat fajar yang sedang duduk dia suatu tempat. Saya berkata: "Jika saja kamu menuju ke tempat tidurmu niscaya itu lebih bagus bagimu." Dia menjawab: Saya mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa shalat fajar kemudian dia duduk pada tempat shalatnya, niscaya Malaikat akan mendoakannya. Doa mereka adalah: ALLAHUMMAGHFIRLAHU ALLAHUMMARHAMHU (Ya Allah ampunilah dia, Ya Allah berilah dia rahmat). Barangsiapa menunggu shalat niscaya malaikat akan mendoakannya. Doa mereka adalah: ALLAHUMMAAGHFIRLAHU ALLAHUMMARHAMHU (Ya Allah ampunilah dia, Ya Allah berilah dia rahmat)."

【1187】

Musnad Ahmad 1187: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar] telah menceritakan kepada kami [Al Muharibi] dari [Fudhail bin Marzuq] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim bin Dlamrah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam shalat Dluha ketika matahari berada di timur (sama posisinya) seperti di barat pada saat shalat Ashar."

【1188】

Musnad Ahmad 1188: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Yahya bin Abu Saminah] telah menceritakan kepada kami [Abdushshamad] telah menceritakan kepadaku [bapakku] telah menceritakan kepada kami [Hasan bin Dzakwan] dari [Habib bin Abu Tsabit] dari ['Ashim bin Dlamrah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa meminta-minta sesuatu padahal dia dalam kondisi berkecukupan (dhahir ghinan), berarti dia memperbanyak batu yang membara di Jahannam." Para sahabat bertanya: "Apa yang dimaksud 'Dzahru ghinan?'" beliau menjawab: "Makan untuk satu malam."

【1189】

Musnad Ahmad 1189: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Yahya] dari [Abdushshamad] telah menceritakan kepadaku [bapakku] telah menceritakan kepada kami [Hasan bin Dzakwan] dari [Habib bin Abu Tsabit] dari ['Ashim bin Dlamrah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melarang dari memakan semua hewan yang memiliki taring dan burung yang berkuku tajam (cakar). Beliau juga melarang hasil penjualan bangkai, daging keledai peliharaan, upah dari hasil zina, upah dari mengawinkan hewan, pelana yang terbuat dari sutra dan celupan yang warnanya sangat merah.

【1190】

Musnad Ahmad 1190: Telah menceritakan kepada kami [Abu Nua'im] telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Ibrahim bin Abdul A'la] dari [Thariq bin Ziyad] berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu melakukan perjalanan menuju Nahrawan, kemudian membunuh orang-orang khawarij. Dia berkata: Carilah mereka, karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Akan datang suatu kaum yang berbicara dengan perkataan yang haq namun tidak sampai tenggorokan mereka. Mereka meluncur dari Islam sebagaimana anak panah meluncur dari busurnya. Tanda mereka -atau- di antara mereka ada seorang yang berkulit hitam dan tangannya cacat, pada tangannya terdapat rambut-rambut hitam." Jika itu terdapat pada mereka maka kalian telah membunuh orang yang paling jahat dan jika tidak ada, maka kalian telah membunuh manusia yang baik." Thariq berkata: "Kemudian kami menemukan orang yang tangannya cacat tersebut. Maka kami menyungkurkan diri bersujud dan Ali juga menyungkurkan diri bersujud bersama kami."

【1191】

Musnad Ahmad 1191: Telah menceritakan kepada kami [Abu Nua'im] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Al Aswad bin Qais] dari ['Amru bin Sufyan] berkata: Ada seorang laki-laki yang berkhutbah pada peristiwa Bashrah ketika Ali radliyallahu 'anhu menang, maka [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Khatib ini adalah seorang orator. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lebih dahulu, kemudian Abu Bakar shalat (menyusul) dan Umar radliyallahu 'anhu yang ketiga menyusul juga, kemudian kita tertimpa fitnah sepeninggal mereka. Dan Allah yang menghedaki itu terjadi."

【1192】

Musnad Ahmad 1192: Telah menceritakan kepada kami [Abu Nua'im] telah menceritakan kepada kami [Mis'ar] dari [Abu Aun] dari [Abu Shalih Al Hanafi] dari [Ali] berkata: Pada perang Badar, dikatakan kepada Ali dan Abu Bakar: "Bersama salah satu dari kalian berdua Jibril, sedangkan Mika`il bersama yang lainnya, dan Israfil malaikat yang besar ikut menyaksikan peperangan." atau Ali berkata: "Ikut bergabung dengan barisan perang."

【1193】

Musnad Ahmad 1193: Telah menceritakan kepada kami [Abu Nua'im] telah menceritakan kepada kami [Mis'ar] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim] dari [Ali] radliyallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan shalat empat raka'at sebelum Dhuhur.

【1194】

Musnad Ahmad 1194: Telah menceritakan kepada kami [Abu Nua'im] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Al Qasim bin Katsir, Abu Hisyam, Bayya' As Sabiri] dari [Qais Al Kharifi] berkata: Saya mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu berkata di atas mimbar ini: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam datang lebih dahulu, kemudian Abu Bakar shalat (menyusul) dan Umar radliyallahu 'anhu yang ketiga menyusul juga, kemudian kita tertimpa atau terkena fitnah sepeninggal mereka. Dan Allah yang menghedaki itu terjadi."

【1195】

Musnad Ahmad 1195: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Abduwaih, Abu Muhammad] mantan budak Bani Hasyim, telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim bin Dlamrah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Setiap malam Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam terkadang melakukan shalat witir pada permulaannya, pertengahannya dan waktu akhirnya, dan pada akhirnya beliau melakukannya pada akhir malam."

【1196】

Musnad Ahmad 1196: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku ['Utsman bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Khutsaim, Abu Ma'mar Al Hilali] telah menceritakan kepada kami [Fudlail bin Marzuq] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim bin Dlamrah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam selalu shalat sunnah delapan raka'at dan pada siang harinya dua belas raka'at."

【1197】

Musnad Ahmad 1197: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Shandal] dan [Suwaid bin Sa'id], semuanya pada tahun dua ratus dua puluh enam, keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin 'Ayyas] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim bin Dlamrah As Saluli] berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: Ketahuilah, witir bukanlah hal yang wajib sebagaimana shalat fardlu, namun Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan shalat witir dan beliau bersabda: "Lakukan shalat witir wahai ahli Qur`an, lakukan shalat witir. Sesungguhnya Allah ganjil menyukai yang ganjil." Ini adalah menurut redaksi hadits Abdullah bin Shandal, sedangkan makna keduanya adalah satu.

【1198】

Musnad Ahmad 1198: Telah menceritakan kepada kami [Abu Nua'im] telah menceritakan kepada kami [Fithr] dari [Katsir bin Nafi' An Nawa`] berkata: saya mendengar [Abdullah bin Mulail] berkata: saya mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada seorang Nabipun sebelumku kecuali telah diberi tujuh teman setia, orang pilihan dan mentri. Dan saya diberi empat belas orang: Hamzah, Ja'far, Ali, Hasan, Husain, Abu Bakar, Umar, Al Miqdad, Abdullah bin Mas'ud, Abu Dzar, Hudzaifah, Salman, 'Ammar dan Bilal."

【1199】

Musnad Ahmad 1199: Telah menceritakan kepada kami [Abu Nua'im] telah menceritakan kepada kami [Yunus] dari [Abu Ishaq] dari [Abdu Khair] berkata: Saya melihat [Ali] radliyallahu 'anhu berwudlu dan mengusap kedua khufnya, kemudian berkata: "Seandainya saya tidak melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melihat sebagaimana yang kalian lihat, menurutku bagian bawah kaki lebih layak untuk diusap daripada bagian atasnya."

【1200】

Musnad Ahmad 1200: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku ['Utsman bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim bin Dlamrah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Tidak ada kewajiban zakat pada harta kecuali sudah sampai waktu satu tahun."

【1201】

Musnad Ahmad 1201: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku ['Utsman bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim bin Dlamrah] berkata: Aku berkata kepada [Hasan bin Ali]: "Sesungguhnya orang-orang Syi'ah menyangka bahwa Ali radliyallahu 'anhu hidup kembali." Hasan menjawab: "Orang-orang pendusta itu telah berdusta. Seandainya kami tahu hal itu (sebelumnya) niscaya kami tidak akan menikahi wanita-wanita mereka dan tidak akan kami bagi harta waris mereka."

【1202】

Musnad Ahmad 1202: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Muhammad bin Ayyub] telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin 'ayyasy] dari [Al A'masy] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim] dari [Ali] radliyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Saya telah memberi keringanan kepada kalian mengenai zakat kuda dan budak bahwa tidak ada (kewajiban mengeluarkan) zakat pada keduanya."

【1203】

Musnad Ahmad 1203: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku ['Amru bin Muhammad An Naqid] telah menceritakan kepada kami ['Amru bin 'Utsman Ar Raqi] telah menceritakan kepada kami [Hafs, Abu Umar] dari [Katsir bin Zadan] dari ['Ashim bin Dhamrah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa membaca Al Qur`an kemudian dia menghafalnya, maka dia dapat memberikan syafa'at kepada sepuluh orang dari keluarganya yang sudah ditetapkan harus masuk Neraka."

【1204】

Musnad Ahmad 1204: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Isykab] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abu 'Ubaidah] telah menceritakan kepadaku [bapakku] dari [Al A'masy] dari [Abu Ishaq] dari ['Ashim bin Dlamrah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Saya memberi keringanan mengenai zakat kuda dan budak."

【1205】

Musnad Ahmad 1205: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Abu Salm, Khalil bin Salm] telah menceritakan kepada kami [Abdul Warits] dari [Al Hasan bin Dzakwan] dari ['Amru bin Khalid] dari [Habib bin Abu Tsabit] dari ['Ashim bin Dlamrah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu bahwa Jibril menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata: "Sesungguhnya kami tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada gambar atau anjing." Saat itu anjing milik Hasan berada di dalam rumah.

【1206】

Musnad Ahmad 1206: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Isma'il Abu Ma'mar] telah menceritakan kepada kami [Ibnu 'Ulayyah] dari [Yunus] dari [Al Hasan] dari [Qais bin 'Ubad] berkata: Aku bertanya kepada Ali: "Apakah keberangkatanmu merupakan sebuah wasiat yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam wasiatkan kepadamu atau pendapat darimu?" [Ali] menjawab: "Apa yang kamu inginkan dari hal itu?" aku berkata: "Agama kami, agama kami." Ali berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mewasiatkan sesuatupun kepadaku, tetapi ini adalah pendapat dariku."

【1207】

Musnad Ahmad 1207: Telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [Abu Al Khalil] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Al Mughirah bin Syu'bah mempunyai sebelah tombak, ketika kami berangkat bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam suatu peperangan dia pun berangkat dengan membawa tombaknya, lalu dia menancapkannya sementara orang-orang berlalu di hadapannya kemudian mereka membawanya. Saya berkata: "Jika aku menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, akan aku sampaikan kepada beliau." maka dia berkata: "Jika kamu melakukannya, maka kamu tidak akan mengembalikan barang yang hilang."

【1208】

Musnad Ahmad 1208: Telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [Abu Hayyah bin Qais] berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu berwudlu tiga kali-tiga kali, kemudian meminum air sisa wudlunya lalu berkata: "Beginilah saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwudlu."

【1209】

Musnad Ahmad 1209: Telah menceritakan kepada kami [Mu'awiyah bin Hisyam] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Salim bin Abu Hafshah] berkata: Sampai kabar kepadaku dari Abdullah bin Mulail, pagi hari saya mengujunginya, ternyata saya mendapati mereka dalam penyemayaman jenazah. Lalu ada [seorang laki-laki] yang menceritakan kepadaku dari [Abdullah bin Mulail], berkata: saya mendengar [Ali Radhiallah 'anhu] berkata: "Setiap seorang Nabi diberi tujuh orang pilihan dari kalangan umatnya, dan Nabi kalian diberi empat belas orang pilihan dari umatnya, di antara mereka adalah Abu Bakar, Umar, Abdullah bin Mas'ud dan 'Ammar bin Yasir."

【1210】

Musnad Ahmad 1210: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Abu Bukair] telah menceritakan kepada kami [Zuhair] telah memberitakan kepada kami [Abu Ishaq] dari [Syuraih bin An Nu'man], -(Ahmad bin Hambal) berkata: Syuraih adalah seorang yang jujur- dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh kami agar mengecek mata dan telinganya, dan agar kami tidak berkurban dengan hewan cacat matanya atau Al Muqabalah, Al Mudabarah, Asy Syarqa` dan Al Kharqa`." Zuhair berkata: Saya bertanya kepada Abu Ishaq: "Apakah Syuraih menyebutkan unta yang daun telinganya robek?" dia menjawab: "Tidak." Saya bertanya: "Apakah Al Muqabalah?" Dia menjawab: "Hewan yang terpotong ujung telinganya." Saya bertanya: "Apakah Al Mudabarah itu?" Dia menjawab: "Hewan yang dipotong belakang daun telinganya." Saya bertanya: "Apakah Asy Syarqa`?" dia menjawab: "Hewan yang di belah daun telinganya." Saya bertanya: "Apakah Al Kharqa`?" dia menjawab: "Hewan yang telingnya di lubangi dengan membakarnya sebagai tanda."

【1211】

Musnad Ahmad 1211: Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] telah mengabarkan kepada kami [Sufyan bin Husain] dari [Az Zuhri] dari [Abu 'Ubaid] mantan budak Abdurrahman bin auf, berkata: saya mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang kalian menyimpan daging kurban sampai tiga hari."

【1212】

Musnad Ahmad 1212: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Al Hajjaj bin 'Arthah] dari [Al Hakam] dari [Al Qasim bin Mukhaimirah] dari [Syuraih bin Hani`] berkata: Saya bertanya kepada Aisyah tentang membasuh khuff, maka menjawab: "Bertanyalah kepada Ali radliyallahu 'anhu, karena dia sering bepergian bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Maka saya bertanya kepada [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Untuk orang yang mukim adalah sehari semalam, sedang untuk musafir tiga hari tiga malam."

【1213】

Musnad Ahmad 1213: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Bukair] telah menceritakan kepada kami [Hafsh bin Sulaiman] yaitu Abu Umar Al Qari', dari [Katsir bin Zadan] dari ['Ashim bin Dlamrah] dari [Ali bin Abu Thalib] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa membaca Al Qur`an kemudian dia menguasai dan menghafalnya, niscaya Allah akan memasukkan ke surga dan menjadikannya dapat memberikan syafa'at kepada sepuluh orang dari keluarganya yang sudah ditetapkan masuk Neraka."

【1214】

Musnad Ahmad 1214: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abu Syaibah] dan [Muhammad bin 'Ubaid Al Muharibi] berkata: telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Abu Al Hasna`] dari [Al Hakam] dari [Hanasy] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruhku berkurban dengan dua kambing untuk beliau dan saya sangat suka melakukannya." Sedangkan Muhammad bin 'Ubaid Al Muharibi dalam redaksi yang dia riwayatkan menyatakan: "Ali berkurban dengan dua kambing, yang satu untuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dan yang satu lagi untuknya." Ketika ada yang bertanya kepadanya, Ali menjawab: "Beliau telah menyuruhku, maka saya tidak akan meninggalkannya untuk selamanya."

【1215】

Musnad Ahmad 1215: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Muhriz bin 'Aun bin Abu 'Aun] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Simak] dari [Hanasy] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mengutusku sebagai seorang qadli dan beliau bersabda: "Jika ada dua orang yang bersengketa maka janganlah kamu mengambil keputusan untuk salah seorang dari mereka, sampai kamu mendengar apa yang dikatakan pihak lainnya, karena (yang demikian) dapat memberikan kejelasan bagimu di dalam keputusan."

【1216】

Musnad Ahmad 1216: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Ar Rabi' Az Zahrari] dan telah menceritakan kepada kami [Ali bin Hakim Al Audi] dan telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far Al Warakani], dan telah menceritakan kepada kami [Zakaria bin Yahya Rahmawaih] dan telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin 'Amir bin Zurarah Al Hadlrami] dan telah menceritakan kepada kami [Daud bin 'Amru Ad Dhabi] mereka berkata: telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Simak] dari [Hanasy] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengutusku ke Yaman sebagai seorang hakim, maka saya berkata: "Anda mengutusku ke suatu kaum, padahal saya adalah orang yang masih muda, dan saya tidak memiliki ilmu dan pengalaman dalam masalah pengadilan." Maka beliau meletakkan tangannya di atas dadaku, kemudian membaca: "Semoga Allah mengukuhkanmu dan meluruskan lidahmu. Jika ada dua orang yang bersengketa menghadapmu, janganlah kamu memberi putusan untuk yang pertama sampai kamu mendengar dari yang lain, karena hal itu dapat membuat jelas didalam pengambilan putusan." Ali radliyallahu 'anhu berkata: "Oleh karena itu saya masih tetap menjadi hakim." Redaksi hadits ini menurut Daud bin 'Amru Adl Dlabi, dan sebagian perawi redaksionalnya lebih lengkap dari yang lainnya. Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Sulaiman Luwain] dan telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Jabir] dari [Simak] dari [Hanasy] dari [Ali bin Abu Thalib] berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengutusku untuk menjadi hakim di Yaman. lalu menyebutkan hadits tersebut, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah akan menetapkan hatimu dan memberikan petunjuk kepada hati nuranimu." Kemudian Ali radliyallahu 'anhu menyebutkan dengan lengkap. Luwain berkata: Dan telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Simak] dari [Hanasy] dari [Ali] radliyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam seperti hadits yang semisal di atas secara makna.

【1217】

Musnad Ahmad 1217: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku ['Ubaidullah bin Umar Al Qawariri] telah menceritakan kepada kami [As Sakan bin Ibrahim] telah menceritakan kepada kami [Al Asy'ats bin Sawwar] dari [Ibnu Asywa'] dari [Hanasy Al Kinani] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, bahwa Dia mengutus seorang petugas keamanannya, kemudian bertanya: "Apakah kamu tahu untuk apa saya mengutusmu? yaitu sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengutusku agar aku menghancurkan semua gambar dan meratakan setiap kuburan."

【1218】

Musnad Ahmad 1218: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Abu Bakar bin Abu Syaibah] berkata: telah menceritakan kepada kami [Husain bin Ali] dari [Za`idah] dari [Simak] dari [Hanasy] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepadaku: "Jika ada dua orang yang meminta keputusan kepadamu maka janganlah kamu ambil keputusan untuk orang pertama sampai kamu mendengar apa yang dikatakan pihak lainnya, (sehingga dengan demikian) niscaya kamu akan bisa melihat apa yang harus kamu putuskan."

【1219】

Musnad Ahmad 1219: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku ['Utsman bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari [Abu Al Hasna`] dari [Al Hakam] dari [Hanasy] berkata: Saya melihat [Ali] radliyallahu 'anhu berkurban dengan dua kambing, lalu aku bertanya kepadanya: "Apa ini?" dia menjawab: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwasiat kepadaku agar saya berkurban untuknya."

【1220】

Musnad Ahmad 1220: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Bakar] telah menceritakan kepada kami ['Amru bin Hammad] dari [Asbath bin Nashr] dari [Simak] dari [Hanasy] dari [Ali] radliyallahu 'anhu bahwa Ketika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengutusnya untuk menyampaikan surat Al Bara`ah (At Taubah), Ali berkata: "Wahai Nabiyullah, aku bukanlah orang yang fasih dan bukan pula seorang orator." Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: "Apakah aku yang harus berangkat dengan membawanya atau kamu yang akan berangkat?" Ali menjawab: "Jika begitu, maka saya akan berangkat." Beliau bersabda: "Berangkatlah! Sesungguhnya Allah akan meneguhkan lisanmu dan menunjuki hatimu." Hanasy berkata: "Kemudian beliau meletakkan tangannya pada mulut Ali radliyallahu 'anhu."

【1221】

Musnad Ahmad 1221: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Jabir] berkata: bahwa ['Ashim bin Bahdalah] berkata: saya mendengar [Zirr] menceritakan dari [Ali] radliyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa Beliau bersabda pada Perang Uhud: "Mereka telah menyibukkan kita dari shalat wustha sampai matahari terbenam, semoga Allah memenuhi kuburan dan rumah serta perut mereka dengan api."

【1222】

Musnad Ahmad 1222: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Jabir] berkata: saya mendengar [Asy Sya'bi] menceritakan dari [Al Harits] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaknat orang yang memakan riba, orang yang memberi makan dengan harta riba, kedua saksinya, wanita yang mentato dan wanita yang meminta ditato, al muhallil dan al muhallal lahu, orang yang tidak mau membayar zakat, dan beliau juga melarang meratapi mayat."

【1223】

Musnad Ahmad 1223: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Jabir] berkata: saya mendengar [Abdullah bin Nujai'] menceritakan dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Saya mempunyai satu waktu pada malam hari untuk bertemu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, sehingga Allah Azza Wa Jalla memberikan manfaat dengan pertemuan itu sesuai kehendakNya." Ali radliyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya para Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada gambar atau anjing atau orang yang junub." Ketika saya lihat ternyata anjing milik Hasan bin Ali berada di bawah tempat tidur, lalu saya keluarkan.

【1224】

Musnad Ahmad 1224: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Jabir] berkata: saya mendengar [Abu Burdah] menceritakan dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarangku meletakkan cincin pada jari tengah ini.

【1225】

Musnad Ahmad 1225: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Manshur] dari [Rib'i bin Hirasy] bahwa dia mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu menyampaikan khutbah dan berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah kalian berdusta atas namaku. Barangsiapa berdusta atas namaku niscaya akan masuk neraka."

【1226】

Musnad Ahmad 1226: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku ['Ubaidullah bin Umar Al Qawariri] telah menceritakan kepada kami [Khalid bin Al Harits] telah menceritakan kepada kami [Sa'id] dari [Qatadah] bahwa dia mendengar [Jurai bin Kulaib] menceritakan, bahwa dia mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang (berkurban dengan) hewan yang tanduk dan telinganya rusak/cacat.

【1227】

Musnad Ahmad 1227: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Khaitsamah] telah menceritakan kepada kami ['Abdah bin Sulaiman] dari [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Jurai bin Kulaib An Nahdi] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang berkurban dengan hewan yang tanduk dan telinganya rusak/cacat.

【1228】

Musnad Ahmad 1228: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Ibrahim bin Al Hajjaj An Naji] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Hisyam bin 'Amru Al Fazari] dari [Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam] dari [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membaca dalam akhir shalat witirnya: "ALLAHHUMMA INNI A'UDZU BIRIDLAKA MIN SAKHATHIKA WA MU'AFATIKA MIN 'UQUBATIKA WA A'UDZU BIKA MINKA LA UHSHI TSANA-AN 'ALAIKA ANTA KAMAA ATSNAITA 'ALA NAFSIKA" (ya Allah aku berlindung dengan ridla-Mu dari kemurkaan-Mu, dan dengan ampunan-Mu dari siksaan-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari-Mu, saya tidak akan dapat menghitung pujian kepada-Mu sebagaimana engkau memuji diri-Mu).

【1229】

Musnad Ahmad 1229: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Nashr bin Ali Al Azdi] telah mengabarkan kepadaku [Bapakku] dari [Abu Sallam, Abdul Malik bin Muslim bin Sallam] dari ['Imran bin Zhubyan] dari [Hukaim bin Sa'd] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, bahwa Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam hendak melakukan perjalanan, beliau berdoa: "ALLAAHUMMA BIKA ASHULU WA BIKA AHULU WABIKA ASIRU" (Ya Allah, denganMu aku lewat dan denganMu aku menghindari tipu daya musuh dan denganMu aku berangkat).

【1230】

Musnad Ahmad 1230: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Sulaiman Luwain] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Jabir] dari [Simak] dari [Hanasy] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Ketika turun kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sepuluh ayat dari surat Bara`ah (At Taubah). Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memanggil Abu Bakar radliyallahu 'anhu dan mengutusnya untuk membacakannya kepada penduduk Makkah. Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memanggilku dan berkata kepadaku: "Susullah Abu Bakar radliyallahu 'anhu, dan dimanapun kamu menemuinya ambillah surat darinya kemudian bawa kepada penduduk Makkah dan bacakan kepada mereka." Kemudian aku menemui Abu Bakar di Juhfah dan mengambil surat darinya. Abu Bakar radliyallahu 'anhu pulang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata: "Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam apakah telah terjadi sesuatu kepadaku?" beliau menjawab: "Tidak, tapi Jibril menemuiku dan mengatakan: 'Tidak akan ada yang bisa melaksanakan tugas tersebut kecuali kamu atau seorang lelaki darimu'."

【1231】

Musnad Ahmad 1231: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Sulaiman] dari [Ibrahim At Taimi] dari [Al Harits bin Suwaid] berkata: Ditanyakan kepada [Ali] radliyallahu 'anhu: "Apakah rasulmu telah mengkhususkanmu dengan sesuatu yang tidak diberikan kepada orang-orang secara umum?" Dia menjawab: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mengkhususkan dengan sesuatu yang tidak diberikan kepada manusia secara umum kecuali sesuatu yang berada di sarung pedangku ini." Lalu dia mengeluarkan sebuah lembaran yang tertulis di dalamnya dari gigi unta: "Madinah adalah haram antara Tsaur sampai ke 'Air. Barangsiapa melakukan dosa atau melindungi orang yang berbuat kerusakan maka dia akan mendapatkan laknat Allah, para Malaikat dan manusia semuanya. Tidak diterima darinya taubat dan tebusan. Dan perlindungan kaum muslimin itu satu, barangsiapa melanggar perjanjian pada seorang muslim, maka dia mendapatkan laknat Allah, para Malaikat dan manusia semuanya, tidak diterima darinya taubat dan tebusan pada Hari Kiamat. Barangsiapa mengangkat wali selain walinya yang sah maka dia mendapatkan laknat Allah, para Malaikat dan manusia semuanya, tidak diterima darinya taubat dan tebusan."

【1232】

Musnad Ahmad 1232: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Sulaiman] dari [Abu Adl Dluha] dari [Syutair bin Syakal] dari [Ali] radliyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa Beliau bersabda pada saat Perang Ahzab: "Mereka telah menghalangi kami dari shalat wustha yaitu shalat Ashar sampai matahari terbenam, semoga Allah memenuhi kuburan dan rumah atau kuburan dan perut mereka dengan api." Sedang menurut redaksi yang diriwayatkan Syu'bah: "Semoga Allah memenuhi kuburan mereka dan rumah mereka atau kuburan mereka dan perut mereka dengan api." Saya tidak tahu apakah lafadh itu termasuk dalam hadits atau tidak, saya masih ragu.

【1233】

Musnad Ahmad 1233: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Nashr bin Ali] telah menceritakan kepada kami [Nuh bin Qais] telah menceritakan kepada kami [Khalid bin Qais] dari [Yusuf bin Mazin] bahwa Ada seorang laki-laki yang bertanya kepada [Ali] radliyallahu 'anhu: "Wahai Amirul Mukminin! sebutkan ciri-ciri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepada kami?" Dia menjawab: "Beliau orangnya tidak melebihi batas tinggi ideal, tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu pendek. Jika beliau datang bersama suatu kaum maka beliau lebih tinggi daripada orang-orang yang bersamanya. Beliau orangnya putih dan sangat cerah, berkepala besar, wajahnya putih, memiliki bulu pada ujung kelopak mata, kedua telapak tangan dan kakinya kasar. Jika beliau berjalan, maka beliau seolah-olah sedang menuruni tanah yang landai. Keringat pada wajah beliau layaknya mutiara. Saya tidak pernah melihat sebelum dan sesudahnya orang seperti beliau, demi bapakku dan ibuku." Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Abu Bakar Al Muqaddami] telah menceritakan kepada kami [Nuh bin Qais] telah menceritakan kepada kami [Khalid bin Qais] dari [Yusuf bin Mazin] dari [seorang laki-laki] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, bahwa Ada yang berkata kepadanya: "Sebutkan ciri-ciri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kepada kami?" dia menjawab: "Beliau orangnya tidak melebihi batas tinggi ideal, tidak terlalu tinggi." lalu dia menyebutkan dengan redaksi yang sama di atas.

【1234】

Musnad Ahmad 1234: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Nashr bin Ali] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Daud] dari [Nua'im bin Hakim] dari [Abu Maryam] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Di atas ka'bah terdapat beberapa patung, Maka saya berangkat untuk menggendong (menaikkan) Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ke atas ka'bah, namun saya tidak kuat, akhirnya beliaulah yang menggendongku sehingga saya dapat memotongnya. Jikalau saya mau, niscaya dapat menggapai langit."

【1235】

Musnad Ahmad 1235: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Khaitsamah] telah menceritakan kepada kami [Syababah bin Sawwar] telah menceritakan kepadaku [Nua'im bin Hakim] telah menceritakan kepadaku [Abu Maryam] telah menceritakan kepada kami [Ali bin Abu Thalib] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya ada suatu kaum yang lepas dari Islam sebagaimana anak panah lepas dari sasarannya. Mereka membaca Al Qur`an namun tidak bisa melewati kerongkongan mereka. Berbahagialah bagi orang yang membunuh mereka dan dibunuh mereka, tanda mereka adalah ada seorang laki-laki yang tangannya cacat."

【1236】

Musnad Ahmad 1236: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Nashr bin Ali] dan ['Ubaidullah bin Umar], keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Daud] dari [Nua'im bin Hakim] dari [Abu Maryam] dari [Ali] radliyallahu 'anhu bahwa Istri Al Walid bin 'Uqbah menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata: "Wahai Rasulullah, Al Walid telah memukul kami." Nashr bin Ali menyebutkan dalam hadits, dia mengadukan kepada beliau, beliau bersabda: "Katakan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melindungiku." Ali radliyallahu 'anhu berkata: Tidak lama kemudian, istri Al Walid kembali dan berkata: "Sesungguhnya dia tidak menambah kepadaku kecuali pukulan." Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengambil ujung bajunya dan memberikannya kepada istri Al Walid. Beliau bersabda: "Katakan kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melindungiku." Tidak lama kemudian, istri Al Walid kembali dan mengatakan: "Sesungguhnya dia tidak menambah kepadaku kecuali pukulan." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengangkat kedua tangannya dan berseru: "Ya Allah, hukumlah Al Walid, dia telah berbuat dosa kepadaku." dua kali. Redaksi ini menurut Al Qawariri, makna kedua redaksi hadits (Nashr bin Ali dan 'Ubaidullah bin Umar) adalah satu. Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Bakar bin Abu Syaibah] dan [Abu Khaitsamah] berkata: telah menceritakan kepada kami ['Ubaidullah bin Musa] telah memberitakan kepada kami [Nu'aim bin Hakim] dari [Abu Maryam] dari [Ali] bahwa Istri Al Walid bin Uqbah menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengadukan perihal Al Walid bahwa dia memukulnya. Lalu dia menyebutkan hadits secara lengkap.

【1237】

Musnad Ahmad 1237: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari [Yahya bin Al Jazzar] dari [Ali] radliyallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa Saat beliau sedang berada pada salah satu jalan di Khandaq, beliau bersabda: "Mereka telah menyibukkan kami dari shalat wustha sampai matahari terbenam, semoga Allah memenuhi kuburan dan rumah atau perut dan rumah mereka dengan api."

【1238】

Musnad Ahmad 1238: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] berkata: saya mendengar [Al Qasim bin Abu Bazzah] menceritakan dari [Abu Thufail] berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu ditanya apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengkhususkan kalian dengan sesuatu hal? Dia menjawab: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak mengkhususkan kami dengan sesuatu hal yang tidak diberikan kepada orang-orang, kecuali hanya yang ada pada sarung pedangku ini." Abu Thufail berkata: Ali radliyallahu 'anhu mengeluarkan lembaran yang di dalamnya tertulis: "Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah, Allah melaknat orang yang mencuri batas tanah, Allah melaknat orang yang melaknat kedua orang tuanya, dan Allah melaknat orang yang melindungi pelaku maksiat."

【1239】

Musnad Ahmad 1239: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Abu Hassan Al A'raj] dari ['Abidah] dari [Ali bin Abu Thalib] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda pada Perang Ahzab: "Ya Allah, penuhilah rumah mereka dan kuburan mereka dengan api, karena mereka menghalangi kami dari shalat wustha sampai hilang matahari."

【1240】

Musnad Ahmad 1240: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Salamah bin Kuhail] berkata: saya mendengar [Hujayyah bin 'Adi] berkata: saya mendengar [Ali bin Abu Thalib] bahwa Ada seorang laki-laki yang bertanya kepadanya mengenai (kurban) sapi betina. Dia menjawab: "Itu untuk tujuh orang." Dia bertanya lagi: "Bagaimana dengan hewan yang pincang?" Ali menjawab: "Jika sudah sampai pada tempat sembelihan (Itu tidak ada masalah bagimu)." Dia bertanya: "Bagaimana dengan hewan yang bertanduk (rusak)?" Ali menjawab: "Hal itu tidak mengapa." Ali menambahkan: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh kami untuk mengecek mata dan telinganya."

【1241】

Musnad Ahmad 1241: Telah menceritakan kepada kami [Bahz] dan ['Affan] secara makna, berkata: telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] telah mengabarkan kepada kami [Simak] dari [Hanasy Al Mu'tamir] bahwa Ketika [Ali] radliyallahu 'anhu berada di Yaman, Orang-orang menggali suatu lubang untuk menjebak singa, (kemudian) singa datang (dan terperangkap disana), tiba-tiba seorang laki-laki terjatuh ke dalam lubang dengan berpegangan kepada temannya, sedang temannya tersebut berpegangan kepada yang lainnya, dan orang lain ini pun berpegangan kepada yang lain juga, sehingga jumlah mereka ada empat orang. Kemudian singa yang (terperangkap) di lubang itu melukai mereka. Di antara mereka ada yang tewas di dalam, ada yang dikeluarkan dan setelah itu baru tewas. Hanasy Al Mu'tamir berkata: Akhirnya mereka saling berselisih pendapat dalam masalah itu sampai mereka mengusung senjata masing-masing. Maka Ali radliyallahu 'anhu menemui mereka dan berkata: "Celaka kalian, Apakah kalian akan membunuh dua ratus orang karena empat nyawa. Kemarilah, aku akan memutuskan perkara ini jika kalian rela dengan keputusanku. Jika tidak maka sampaikan hal itu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam." Hanasy Al Mu'tamir berkata: Ali memutuskan untuk orang pertama seperempat diyat, bagi orang kedua sepertiga diyat, bagi orang ketiga setengah diyat dan bagi orang keempat satu diyat penuh. Ternyata sebagian menerima dan yang lainnya tidak, dan mereka menuntut untuk (pembayaran) diyat dibebankan kepada semua kabilah yang berdesak-desakkan. Akhirnya mereka mengadukan persoalan ini kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Bahz berkata: Hammad berkata: saya mengira dia berkata: Saat itu beliau sedang berbaring, kemudian beliau duduk di atas bokong dengan mendekap kedua lututnya menempel dadanya: "Saya akan memutuskannya." Lalu beliau diberitahukan bahwa Ali radliyallahu 'anhu telah memutuskannya dengan ini dan itu. Maka beliau memutuskan sebagaimana yang diputuskan Ali. Menurut 'Affan, beliau berkata: "Saya akan memutuskannya untuk kalian."

【1242】

Musnad Ahmad 1242: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah mengabarkan kepadaku [Hajjaj bin Asy Sya'ir] telah menceritakan kepada kami [Syababah] telah menceritakan kepadaku [Nu'aim bin Hakim] telah menceritakan kepadaku [Abu Maryam] dan seorang dari teman duduk Ali radliyallahu 'anhu dari [Ali], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda pada hari Ghadir Khum: "Siapa yang telah menjadikanku sebagai walinya maka Ali juga sebagai walinya." Kemudian orang-orang setelahnya menambahinya dengan lafadh: "Lindungilah orang yang berwali kepadanya dan musuhilah orang yang memusuhinya."

【1243】

Musnad Ahmad 1243: Telah menceritakan kepada kami [Bahz bin Asad] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] telah memberitakan kepada kami [Salamah bin Kuhail] dari [Hujayyah bin 'Adi] bahwa [Ali] radliyallahu 'anhu ditanya tentang kurban sapi, maka dia menjawab: "Untuk tujuh orang." Dia juga ditanya tentang hewan yang tanduknya pecah, dia menjawab: "Tidak mengapa." Dia juga ditanya tentang hewan yang pincang, Ali menjawab: "Jika sudah sampai pada tempat sembelihan (Itu tidak ada masalah bagimu)." Lalu Ali menambahkan: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh kami untuk mengecek kedua mata dan kedua telinganya."

【1244】

Musnad Ahmad 1244: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Al Abbas bin Al Walid An Narsi] telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahid bin Ziyad] telah menceritakan kepada kami [Sa'id Al Jurairi] dari [Abu Al Ward] dari [Ibnu A'bud] berkata: [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu berkata kepadaku: "Wahai Ibnu A'bud! Apakah kamu tahu hak makanan?" dia bertanya: "Apakah haknya Wahai Ibnu Abu Thalib?" dia menjawab: "Kamu membaca: BISMILLAHI ALLAHUMMA BARIK LANA FIMA RAZAQTANA (Dengan nama Allah, ya Allah berilah keberkahan pada kami, kepada apa yang telah engkau karuniakan kepada kami)." Ali radliyallahu 'anhu bertanya: "Apakah kamu tahu bagaimana cara syukur jika kamu telah selesai?" Dia berkata: "Bagaimana cara syukurnya?" Ali radliyallahu 'anhu menjawab: "Kamu membaca: ALHAMDULILLAH ALLADZI ATH'AMANA WA SAQANA (Segala puji bagi Allah, yang telah memberi makan kami dan memberi minum kami)." Kemudian berkata: "Maukah saya kabarkan tentang diriku dan Fathimah, Fathimah adalah putri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, termasuk yang paling mulia dari kalangan keluarganya di sisi beliau, dia adalah istriku. Saat itu dia menggiling dengan menggunakan alat penggiling sampai bekasnya kelihatan pada tangannya, dan dia memberi minum dengan menggunakan geriba, sampai bekas geriba itu terlihat pada lehernya. Dia juga mengurus rumah hingga bajunya kotor berdebu, menyalakan tunggku api sampai pakaiannya menjadi kotor. Hal itu berdampak negative pada dirinya. Saat itu ada seorang tawanan atau pelayan yang dibawa kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka saya berkata kepadanya: "Pergilah menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan mintalah kepadanya seorang pelayan yang dapat membantu (meringankan) penderitaan yang kamu rasakan ini." Lantas dia berangkat menuju kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan dia mendapati banyak pelayan disana, namun dia pulang dan urung meminta. Kemudian dia menyebutkan hadits secara lengkap. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Maukah saya tunjukkan kepadamu sesuatu yang lebih baik daripada seorang pelayan. Jika kamu menuju tempat tidurmu, bertasbihlah tiga puluh tiga kali, bertahmidlah tiga puluh tiga kali dan bertakbirlah tiga puluh empat kali!" Ali radliyallahu 'anhu berkata: Lalu Fathimah mengeluarkan kepalanya dan berkata: "Saya rela terhadap Allah dan RasulNya." dua kali. Lalu menyebutkan sebagaimana hadits Ibnu Ulayyah dari Al Jurairi atau semisalnya.

【1245】

Musnad Ahmad 1245: Telah menceritakan kepada kami [Bahz] telah menceritakan kepada kami [Hammam] dari [Qatadah] dari [Abu Hassan] dari ['Abidah] berkata: (Sebelumnya) kami berpendapat bahwa shalat wustha adalah shalat subuh. 'Abidah berkata: kemudian [Ali] radliyallahu 'anhu menceritakan kepada kami, bahwa mereka (kaum musyrikin) pada Perang Ahzab menyerang dan mereka menghalangi kami dari shalat Ashar, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berdoa: "Ya Allah, penuhi kuburan mereka dengan api, atau isilah perut mereka dengan api, sebagaimana mereka telah menghalangi kami dari shalat wustha." 'Abidah berkata: "Maka sejak saat itu, kami mengetahui bahwa shalat wustha adalah shalat Ashar."

【1246】

Musnad Ahmad 1246: Telah menceritakan kepada kami [Bahz] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] telah mengabarkan kepadaku [Abdul Malik bin Maisarah] dari [Zaid bin Wahab] dari [Ali] radliyallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah memberi kepadanya perhiasan dari sutra kemudian dia memakainya keluar rumah menemui anggota kaum, tetapi Ali radliyallahu 'anhu mengetahui kemarahan pada wajah beliau, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruhnya merobeknya dan membaginya di antara para wanitanya."

【1247】

Musnad Ahmad 1247: Telah menceritakan kepada kami [Bahz] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abdul Malik bin Maisarah] berkata: saya mendengar [An Nazal bin Sabrah] berkata: Saya melihat [Ali] radliyallahu 'anhu shalat Dhuhur kemudian duduk untuk memenuhi kebutuhan orang-orang. Tatkala masuk waktu Ashar, dibawakan kepadanya satu bejana air, lalu dia mengambil satu cidukan dan membasuh mukanya, kedua lengannya, kepalanya, dan kedua kakinya, kemudian mengambil sisanya dan meminumnya sambil berdiri, dan berkata: "Ada beberapa orang yang membenci hal ini, padahal saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukannya. Demikianlah wudlu bagi orang yang tidak berhadats."

【1248】

Musnad Ahmad 1248: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Salamah bin Kuhail] dari [Asy Sya'bi] bahwa [Ali] radliyallahu 'anhu berkata kepada Syarahah: "Barangkali kamu dipaksa, barangkali suamimu yang mendatangimu, barangkali ini dan itu." Namun dia menjawab: "Tidak." Tatkala dia telah melahirkan, Ali radliyallahu 'anhu menjilidnya kemudian merajamnya. Ada yang bertanya: "Kenapa anda menjilidnya kemudian merajamnya?" dia menjawab: "Saya menjilidnya karena kitab Allah dan saya merajamnya karena sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【1249】

Musnad Ahmad 1249: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Abu Kamil, Fudhail bin Al Husain] dan telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Ubaid bin Hisab] berkata: telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahid bin Ziyad] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Ishaq] dari [An Nu'man bin Sa'd] dari [Ali] radliyallahu 'anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Orang yang paling baik di antara kalian adalah yang belajar Al Qur`an dan dan mengajarkannya."

【1250】

Musnad Ahmad 1250: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar] telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] dari [Abdurrahman bin Ishaq Al Qurasy] dari [Sayyar Abu Al Hakam] dari [Abu Wa`il] berkata: Seorang lelaki menemui [Ali] radliyallahu 'anhu kemudian berkata: "Wahai Amirul Mukminin, saya tidak mampu untuk membayar uang pembebasan diriku, bantulah aku." Ali radliyallahu 'anhu menjawab: "Maukah aku ajarkan kepadamu beberapa kalimat yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ajarkan kepadaku, seandainya kamu mempunyai hutang uang dinar sebesar gunung Shir pasti Allah akan melunasinya untukmu." Aku menjawab: "Ya." Ali berkata: "Bacalah: ALLAHUMMA AKFINI BIHALALIKA 'AN HARAMIKA WA `AGHNINI BIFADL-LIKA 'AMMAN SIWAKA (Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dariMu dan cukupkanlah aku dengan fadlilahMu dari selainMu)."

【1251】

Musnad Ahmad 1251: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Abu Kamil Al Jahdari] dan [Muhammad bin Abu Bakar Al Muqaddami] dan [Rauh bin Abdul Mukmin Al Muqri`], dan telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Ubaid bin Hisab] dan ['Ubaidullah bin Umar Al Qawariri] mereka berkata: telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahid bin Ziyad] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Ishaq] dari [An Nu'man bin Sa'd] dari [Ali] radliyallahu 'anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdoa: "ALLAAHUMMA BARIK LI`UMMATII FI BUKURIHA (Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada ummatku di waktu pagi mereka)."

【1252】

Musnad Ahmad 1252: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Abu Awanah] dari ['Ashim bin Kulaib] telah menceritakan kepadaku [Abu Burdah bin Abu Musa] berkata: Saya duduk bersama Abu Musa, lalu kami menemui [Ali] radliyallahu 'anhu, kemudian Ali radliyallahu 'anhu berdiri menuju Abu Musa dan menyuruhnya dengan suatu urusan masyarakat." Abu Burdah berkata: Ali berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruhku membaca doa: ALLAHUMMAHDINI WA SADDIDNI WADZKUR BIL HUDA HIDAYATAKA AT THARIQ WA ADZKUR BI SADDADI TASDIDAKA AS SAHMA (Ya Allah, berilah saya petunjuk dan sikap istiqamah, ingatlah hidayah yang kamu maksudkan untuk petunjuk jalan, dan ingatlah dengan istiqamah tersebut adalah seperti istiqamahnya anak panah). Dan beliau melarangku Memakai cincin pada jari ini, -Abu Burdah menunjukkan pada jari telunjuk dan jari tengah. 'Ashim berkata: saya merasa ragu, mana yang dia maksud dari dua jari itu.- dan beliau melarangku Al Mitsarah dan Al Qasiyah." Abu Burdah berkata: saya bertanya: "Wahai Amirul Mukminin! Apakah Al Mitsarah dan apakah Al Qasiyah itu?" Dia menjawab: "Al Mitsarah adalah sesuatu yang dibuat kaum wanita bagi para suaminya untuk tempat duduk kendaraan mereka, sedangkan Al Qasi adalah pakaian yang berasal dari Syam atau dari Yaman -'Ashim ragu- yang pada pakaian itu terdapat sutra yang bergaris yang coraknya tebal dan bengkok-bengkok." Abu Burdah berkata: "Tatkala saya melihat kain Sabani, maka saya tahu bahwa yang dimaksud dalam hadits adalah kain itu."

【1253】

Musnad Ahmad 1253: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Minhal] saudara Hajjaj, telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahid bin Ziyad] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Ishaq] dari [An Nu'man bin Sa'd] berkata: Seorang lelaki bertanya kepada [Ali]: "Wahai Amirul mukminin, bulan apa yang kamu perintahkanku untuk berpuasa selain bulan Ramadlan?" dia menjawab: "Aku tidak pernah mendengar seorangpun bertanya seperti ini setelah seseorang bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dia bertanya: 'Wahai Rasulullah, bulan apa yang engkau perintahkan kepadaku untuk berpuasa selain bulan Ramadlan?" maka beliau menjawab: "Jika kamu hendak berpuasa sebulan setelah Ramadlan, berpuasalah bulan Muharram, karena itu adalah bulan Allah, di dalamnya ada satu hari yang Allah menerima taubat suatu kaum dan akan menerima taubat suatu kaum yang lain."

【1254】

Musnad Ahmad 1254: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Rauh bin Abdul Mukmin] telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahid bin Ziyad], dan telah menceritakan kepadaku ['Amru An Naqid] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fudhail] dari [Abdurrahman bin Ishaq] dari [An Nu'man bin Sa'd] dari [Ali] radliyallahu 'anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdoa: "ALLAAHUMMA BARIK LI`UMMATII FI BUKURIHA (Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada ummatku di waktu pagi mereka)."

【1255】

Musnad Ahmad 1255: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] -menurutku- dari [Abu Awanah] dari [Khalid bin 'Alqamah] dari [Abdu Khair] berkata: Saya menemui [Ali] radliyallahu 'anhu, pada saat itu dia telah selesai shalat, lalu dia meminta air wudlu. Kami bertanya: "Apa yang akan dia lakukan padahal dia telah shalat." Ternyata dia mengajarkan kami. Dibawakan kepadanya bejana besar dan gayung. Dia mengangkat gayung dan menuangkan pada tangannya lalu membasuh tangannya tiga kali. Kemudian dia memasukkan tangan dan berkumur-kumur serta memasukkan dan mengeluarkan air lewat hidungnya tiga kali. Kemudian berkumur-kumur serta memasukkan dan mengeluarkan air lewat hidungnya dari tangan yang mengambil air tadi. Lalu membasuh wajahnya tiga kali, membasuh tangan kanannya tiga kali, dan tangan kirinya tiga kali juga, memasukkan tangannya lalu mengusap kepalanya satu kali. Kemudian dia membasuh kaki kanannya tiga kali, dan kaki kirinya tiga kali, kemudian berkata: "Barangsiapa suka melihat cara wudlu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, demikianlah wudlu beliau."

【1256】

Musnad Ahmad 1256: Telah menceritakan kepada kami [Mu'adz] telah memberitakan kepada kami [Zuhair bin Mu'awiyah, Abu Khaitsamah] dari [Abdul Karim Al Jazari] dari [Mujahid] dari [Abdurrahman bin Abu Laila] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruhku mengurus unta (kurban) beliau dan (menyuruhku) menyedekahkan daging dan kulit serta penutup punggungnya, dan (menyuruhku) agar tidak memberi kepada orang yang menyembelih." Ali radliyallahu 'anhu berkata: "Kami memberi bagian kepadanya dari harta kami sendiri." Telah menceritakan kepada kami [Mu'adz] telah menceritakan kepada kami [Sufyan Ats Tsauri] dari [Abdul Karim] dari [Mujahid] dari [Abdurrahman bin Abu Laila] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkanku." sebagaimana di atas, tanpa perkataan: "Kami memberi bagian kepadanya dari harta kami sendiri."

【1257】

Musnad Ahmad 1257: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammam] telah memberitakan kepada kami [Qatadah] dari [Abu Hassan] dari ['Abidah As Salmani] dari [Ali] radliyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda pada Perang Ahzab: "Semoga Allah memenuhi rumah dan kuburan mereka dengan api sebagaimana mereka menghalangi kami dari shalat wustha sampai matahari tenggelam." Atau berkata: "Sampai matahari terbenam." Salah satu dari kalimat itu.

【1258】

Musnad Ahmad 1258: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari ['Atho` bin As Sa`ib] dari [Abu Dhabyan Al Janbi] bahwa Didatangkan seorang wanita yang telah berbuat zina ke hadapan [Umar bin Al Khaththab], kemudian memerintahkan untuk merajamnya, maka orang-orang membawanya untuk merajamnya, tetapi (ditengah perjalanan) mereka bertemu dengan [Ali] radliyallahu 'anhu. Ali radliyallahu 'anhu bertanya: "Ada apa ini?" mereka menjawab: "Dia telah berzina dan Umar menyuruh merajamnya." Ali melepaskannya dari tangan mereka dan mencegah mereka, kemudian mereka kembali kepada Umar, (sesampainya disana) Umar bertanya: "Apa yang menyebabkan kalian kembali?" Mereka menjawab: "Ali radliyallahu 'anhu." Umar berkata: "Tidaklah Ali melakukan hal ini kecuali karena sesuatu yang dia ketahui?" maka diutuslah seseorang kepada Ali kemudian dia datang dengan agak marah, Umar bertanya: "Kenapa kamu mencegah mereka?" [Ali] menjawab: Tidakkah kamu mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Diangkat catatan amal dari tiga orang: orang yang tidur sehingga dia bangun, anak kecil sehingga dia menjadi dewasa dan orang gila sampai dia berakal?" Umar menjawab: "Ya." Ali radliyallahu 'anhu berkata: "Sesungguhnya wanita ini gila, dari Bani Fulan, kemungkinan ada orang yang memperkosanya saat dia gila." Umar berkata: "Aku tidak tahu." Ali berkata: "Saya juga tidak tahu." Maka Umar tidak jadi merajamnya.

【1259】

Musnad Ahmad 1259: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Abu Bakar bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Ali bin Mis'ar], dan telah menceritakan kepadaku [Rauh bin Abdul Mukmin] dan telah menceritakan kepada kami [Abdul wahid bin Ziyad] dari [Abdurrahman bin Ishaq] dari [An Nu'man bin Sa'd] dari [Ali] radliyallahu 'anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdoa: "ALLAAHUMMA BARIK LI`UMMATII FI BUKURIHA (Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada ummatku di waktu pagi mereka)."

【1260】

Musnad Ahmad 1260: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku ['Ubaidullah bin Umar Al Qawariri] telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahid bin Ziyad] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Ishaq] dari [An Nu'man bin Sa'd] dari [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu -dengan memarfu'kannya-, bahwa Beliau melarang membaca Al Qur`an pada saat ruku'. Beliau bersabda: "Jika kalian sedang ruku' maka agungkanlah Allah dan jika kalian sujud, berdo'alah karena pada saat itu doa kalian akan dikabulkan."

【1261】

Musnad Ahmad 1261: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu 'Adi] dari [Ibnu Aun] dari [Muhammad] berkata: ['Abidah] berkata: Saya tidak menceritakan kepadamu kecuali saya mendengar darinya. Muhammad berkata: 'Abidah bersumpah kepada kami tiga kali, dan [Ali] juga bersumpah di hadapannya: "Jikalau bukan karena kalian akan menjadi berlebihan, saya akan beritakan kepada kalian tentang apa yang telah Allah janjikan kepada orang yang membunuh mereka menurut lisan Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam." Saya bertanya kepada Ali radliyallahu 'anhu: "Apakah benar kamu telah mendengar dari beliau." Dia menjawab: "Ya, demi Rab Ka'bah. Ya, demi Rab Ka'bah. Ya, demi Rab Ka'bah. Di antara mereka, ada orang yang cacat tangannya atau pendek tangannya." aku mengira Ali berkata: "Cacat tangannya."

【1262】

Musnad Ahmad 1262: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Ma'mar] telah menceritakan kepadaku [Ali bin Mushir] dan [Abu Mu'awiyah] dari [Abdurrahman bin Ishaq] dari [An Nu'man bin Sa'd] dari [Ali] radliyallahu 'anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdoa: "ALLAAHUMMA BARIK LI`UMMATII FI BUKURIHA (Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada ummatku di waktu pagi mereka)."

【1263】

Musnad Ahmad 1263: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Suwaid bin Sa'id] telah mengabarkan kepada kami [Ali bin Mushir] dari [Abdurrahman bin Ishaq] telah menceritakan kepada kami [An Nu'man bin Sa'd] berkata: Kami duduk di sisi [Ali] radliyallahu 'anhu, kemudian dia membaca ayat: {(Ingatlah) hari (ketika) kami mengumpulkan orang-orang yang takwa kepada Tuhan yang Maha Pemurah sebagai perutusan yang terhormat} (QS. Maryam: 85). Lalu Ali berkata: "Tidak, demi Allah, tidaklah mereka dikumpulkan di atas kaki-kaki mereka, dan tidaklah utusan yang terhormat dikumpulkan di atas kaki-kaki mereka akan tetapi di atas unta betina yang belum pernah ada semisalnya yang dilihat oleh makhluq, di atasnya ada pelana-pelana dari emas kemudian mereka menaikinya sampai mengetuk pintu-pintu surga."

【1264】

Musnad Ahmad 1264: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abu 'Adi] dari [Muhammad bin Ishaq] telah menceritakan kepadaku [Aban bin Shalih] dari [Ikrimah] berkata: Saya melakukan wukuf bersama [Husain], dan saya tetap mendengarnya membaca: LABAIKA sampai dia melempar jumrah. Maka saya bertanya: "Wahai Abu Abdullah, ihram apa itu?" Dia menjawab: "Saya mendengar [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu berihram sampai di tempat jumrah. Dan dia telah menceritakan kepadaku bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berihram sampai pada tempat tersebut."

【1265】

Musnad Ahmad 1265: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Zuhair Abu Khaitsamah] telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Ishaq] dari [An Nu'man bin Sa'd] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Seorang lelaki menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan bertanya: "Wahai Rasulullah, kabarkan kepadaku bulan apa yang harus saya puasa di dalamnya setelah bulan Ramadlan." beliau menjawab: "Jika kamu hendak berpuasa sebulan setelah Ramadlan, berpuasalah bulan Muharram, karena itu adalah bulan Allah, di dalamnya ada satu hari yang Allah telah menerima taubat suatu kaum dan akan menerima taubat suatu kaum yang lain."

【1266】

Musnad Ahmad 1266: Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin 'Amir] telah mengabarkan kepada kami [Syarik] dari [Manshur] dari [Rib'i] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Sekelompok orang Quraisy menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan mereka berkata: "Wahai Muhammad, sesungguhnya kamu adalah tetangga kami dan sekutu kami, dan orang-orang dari budak kami telah datang kepadamu, mereka tidak punya semangat dalam masalah agama dan dalam masalah fiqih. Mereka hanya lari karena pekerjaan dan harta kami, kembalikan mereka kepada kami!" maka Nabi bertanya kepada Abu Bakar: "Bagaimana pendapatmu?" dia menjawab: "Mereka benar, sesungguhnya mereka adalah tetanggamu." Ali berkata: Maka berubahlah wajah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian beliau bertanya kepada Umar: "Bagaimana pendapatmu?" Umar menjawab: "Mereka benar, sesungguhnya mereka adalah tetangga dan sekutumu." Maka berubahlah wajah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

【1267】

Musnad Ahmad 1267: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Suwaid bin Sa'id] tahun dua ratus dua puluh enam, telah mengabarkan kepada kami [Ali bin Mushir] dari [Abdurrahman bin Ishaq] telah menceritakan kepada kami [An Nu'man bin Sa'd] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Ada seorang laki-laki yang bertanya kepadanya: "Apakah saya boleh membaca Al Qur`an dalam ruku' dan sujud?" Ali radliyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sungguh saya melarang membaca Al Qur`an dalam ruku' maupun sujud. Jika kalian sedang ruku' maka agungkanlah Allah dan jika kalian sujud, maka bersungguh-sungguhlah dalam meminta karena pada saat itu doa kalian akan dikabulkan."

【1268】

Musnad Ahmad 1268: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku ['Abbad bin Ya'qub Al Asadi, Abu Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Fudhail] dari [Abdurrahman bin Ishaq] dari [An Nu'man bin Sa'd] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya di surga ada sebuah kamar yang bagian dalamnya dapat terlihat dari luarnya dan bagian luarnya dapat terlihat dari bagian dalamnya." Maka ada seorang arab badui bertanya: "Wahai Rasulullah, untuk siapa itu?" beliau menjawab: "Untuk orang yang bagus ucapannya, memberi makan kepada orang lain dan orang yang shalat menghadap Allah di malam hari sementara orang-orang sedang tertidur."

【1269】

Musnad Ahmad 1269: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Rauh bin Abdul Mukmin Al Muqri`] telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahid bin Ziyad], dan telah menceritakan kepadaku ['Abbad bin Ya'qub Al Asadi] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Fudlail], semuanya dari [Abdurrahman bin Ishaq] dari [An Nu'man bin Sa'd] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdoa: "ALLAAHUMMA BARIK LI`UMMATII FI BUKURIHA (Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada ummatku di waktu pagi mereka)."

【1270】

Musnad Ahmad 1270: Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin 'Amir] telah memberitakan kepada kami [Abu Bakar] dari [Al A'masy] dari [Salamah bin Kuhail] dari [Abdullah bin Suba'] berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu berkhutbah dan berkata: "Demi Dzat yang telah memecah biji dan menciptakan ruh, sungguh (jenggotku) ini akan diwarnai dengan (darah dari kepalaku) ini." Orang-orang berkata: "Beritahukan kepada kami, siapa dia (yang akan membunuhmu). Demi Allah, kami akan membunuh keluarganya." Ali radliyallahu 'anhu berkata: "Demi Allah, berarti orang yang tidak membunuhku akan dibunuh juga?" mereka menjawab: "Jika anda telah mengetahui demikian, maka angkatlah seorang pengganti!" dia menjawab: "Tidak, saya akan menyerahkan kepada kalian sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyerahkan urusannya kepada kalian."

【1271】

Musnad Ahmad 1271: Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Daud] telah memberitakan kepada kami [Za`idah] dari [As Sudi] dari [Sa'ad bin 'Ubadah] dari [Abu Abdurrahman As Sulami] berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu berkhutbah kepada kami dan berkata: "Wahai manusia, tegakkan hukuman had kepada budak-budak kalian yang sudah menikah dan yang belum, karena seorang budak wanita milik Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berbuat zina, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruhku melaksanakan hukuman had kepadanya. Ketika aku mendatanginya ternyata dia baru selesai dari nifasnya, sehingga aku khawatir jika menjilidnya dia akan meninggal, maka aku menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan menceritakan hal itu kepadanya dan beliau menjawab: "Bagus kamu."

【1272】

Musnad Ahmad 1272: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Haritsah bin Mudharrib] dari [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Tatkala Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengutusku ke Yaman, saya berkata: "Anda mengutusku kepada kaum yang lebih tua dariku agar aku memutuskan perkara di tengah-tengah mereka." Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Pergilah, sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla akan menunjuki hatimu dan menetapkan lidahmu!"

【1273】

Musnad Ahmad 1273: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Bakar bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] dari [Abdurrahman bin Ishaq] dari [An Na'man bin Sa'd] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya di surga ada pasar yang tidak di berlakukan jual beli di dalamnya, kecuali gambar wanita dan laki laki. Jika seorang lelaki tertarik dengan salah satu gambar wanita, dia cukup masuk ke dalamnya dan di dalamnya sudah tersedia sekumpulan bidadari bermata jeli, mereka mengangkat suara yang tidak pernah didengar oleh makhluq sama sekali, mereka mengatakan: 'Kami kekal tidak mati, kami selalu ridla tidak pernah marah, dan kami selalu senang tidak pernah sengsara, beruntunglah bagi orang yang menjadi milik kami dan kami miliknya." Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Zuhair Abu Khaitsamah] telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Ishaq] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya di surga ada pasar." kemudian dia menyebutkan hadits secara lengkap, kecuali lafazh: "Jika seorang lelaki tertarik dengan satu gambar maka dia masuk kepadanya." Beliau berkata: "Di dalamnya ada perkampungan bidadari surga, mereka mengangkat suara mereka." kemudian menyebutkan hadits seperti di atas.

【1274】

Musnad Ahmad 1274: Telah menceritakan kepada kami dari Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Aban Al Nalkhi] telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [Abu Hayyah bin Qais] dari [Ali] radliyallahu 'anhu bahwa Dia berwudlu tiga kali-tiga kali, lalu mengusap rambutnya dan meminum sisa air wudlunya kemudian berkata: "Barangsiapa hendak melihat cara wudlu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka lihatlah."

【1275】

Musnad Ahmad 1275: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Suwaid bin Ghafalah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Akan muncul suatu kaum di akhir zaman, mereka membaca Al Qur`an tapi (pengaruh dan keutamaannya) tidak melebihi tenggorokan mereka dan mereka keluar dari Islam seperti melesatnya anak panah dari sasarannya, maka memerangi mereka hukumnya wajib bagi setiap muslim."

【1276】

Musnad Ahmad 1276: Telah menceritakan kepada kami [Abu Kamil] telah menceritakan kepada kami [Zuhair] telah menceritakan kepada kami [Abu Ishaq] dari [Haristah bin Al Mudhar] dari [Ali Radhiallah 'anhu], dan telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] dan [Abu Nadlr] berkata: telah menceritakan kepada kami [Zuhair] dari [Abu Ishaq] dari [Haristah bin Al Mudhar] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Jika peperangan sedang memanas, lalu kaum yang satu telah bertemu dengan musuhnya, maka kami berlindung dibalik tubuh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sehingga tidak ada seorangpun yang lebih dekat dengan musuh daripada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【1277】

Musnad Ahmad 1277: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abdurrahman bin 'Ayyasy] dari [Zaid bin Ali] dari [Bapaknya] dari ['Ubaidullah bin Abu Rafi'] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam wukuf di Arafah dan bersabda: "Ini adalah tempat wukuf dan Arafah semuanya adalah tempat wukuf." Lalu beliau membonceng Usamah bertolak dan berjalan secara perlahan sementara orang-orang berdesakan ke kanan dan ke kiri, maka beliau menoleh seraya berkata: "Tenanglah wahai manusia tenanglah wahai manusia." beliau bertolak ketika matahari telah tenggelam. sampai di Muzdalifah, beliau menjama' dua Shalat yaitu shalat Maghrib dan shalat Isya' dan menginap di sana, Pada pagi harinya beliau berdiri di Quzah seraya berkata: "Ini adalah Quzah tempat berhenti dan semua jam'un (Muzdalifah) adalah tempat berhenti." Ali radliyallahu 'anhu berkata: Kemudian beliau melanjutkan perjalanan, tatkala sampai di Muhassir, beliau memukul untanya dan unta tersebut menurut saja hingga beliau dapat melewati lembah itu. Beliau mengekang untanya dan memboncengkan Al Fadll dan melanjutkan perjalanannya sampai di Jumrah dan melempar di sana. Beliau juga mendatangi tempat penyembelihan dan bersabda: "Ini adalah tempat menyembelih dan Mina semuanya adalah tempat menyembelih." Kemudian seorang wanita muda dari Khats'am berkata: "Sesungguhnya bapakku adalah orang yang sudah tua renta, padahal dia mempunyai kewajiban haji, apakah boleh jika saya menghajikannya?" beliau menjawab: "Ya, lakukanlah." Ali radliyallahu 'anhu berkata: Beliau memalingan leher Al Fadll, maka Al Abbas berkata: "Wahai Rasulullah, kenapa anda memalingkan leher anak pamanmu?" beliau menjawab: "Saya melihat seorang pemuda dan seorang gadis, saya takut setan menguasai keduanya." Ali radliyallahu 'anhu berkata: setelah itu seorang laki-laki menemui beliau dan berkata: "Saya telah thawaf ifadlah sebelum saya bercukur?" beliau menjawab: "Cukurlah atau pendekkanlah, dan tidak mengapa." Lalu beliau mendatangi Zamzam, dan bersabda: "Wahai Bani Abdul Muththalib, tugas memberi minuman kepada manusia adalah tugas kalian. Kalau saja bukan karena manusia dapat mengalahkan kalian dalam hal ini niscaya saya akan mencabut (tugas itu)."

【1278】

Musnad Ahmad 1278: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Ubaid] telah menceritakan kepada kami [Hasyim] yaitu Ibnu Al Barid, dari [Isma'il Al Hanafi] dari [Muslim Al Bathin] dari [Abu Abdurrahman As Sulami] berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu memegang tanganku dan kami berangkat dengan berjalan sampai kami duduk di samping sungai Eufrat. Ali radliyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah ada jiwa yang hidup kecuali telah ditetapkan Allah bahwa dia sengsara atau bahagia." Ada seorang laki-laki berkata: "Wahai Rasulullah, kalau begitu untuk apa kita beramal." Beliau bersabda: "Beramallah! Semuanya akan dimudahkan menuju apa akan menjadi taqdir dia diciptakan." Kemudian beliau membaca ayat ini: {Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga)} Sampai pada firman: {Maka kelak kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar}

【1279】

Musnad Ahmad 1279: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Abu Hayyah Al Wadi'i] berkata: "Saya melihat [Ali] radliyallahu 'anhu kencing di Rahabah, kemudian meminta air dan berwudlu. Dia membasuh kedua telapak tangannya tiga kali, berkumur-kumur dan memasukkan dan mengeluarkan air lewat hidungnya tiga kali, membasuh wajahnya tiga kali, membasuh kedua lengannya tiga kali-tiga kali dan mengusap kepalanya dan membasuh kedua kakinya tiga kali-tiga kali, kemudian berkata: "Saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan sebagaimana yang kalian lihat apa yang aku lakukan."

【1280】

Musnad Ahmad 1280: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Zuhair Abu Khaitsamah] telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [Abu Hayyah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berwudlu tiga kali-tiga kali.

【1281】

Musnad Ahmad 1281: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Abu Bakar bin Abu Syaibah] telah menceritakan kepada kami [Abu Al Ahwash] dari [Abu Ishaq] dari [Abu Hayyah] berkata: Saya melihat [Ali] radliyallahu 'anhu berwudlu, dia membersihkan kedua telapak tangannya, membasuh wajahnya tiga kali, kedua lengannya tiga kali, dan mengusap kepalanya, kemudian mengusap kedua kakinya sampai kedua mata kakinya dan berdiri dan meminum sisa air wudlunya dan berkata: "Saya hendak memperlihatkan kepada kalian bagaimana wudlu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【1282】

Musnad Ahmad 1282: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Suwaid bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Marwan Al Fazari] dari [Al Mukhtar bin Nafi'] telah menceritakan kepadaku [Abu Mathar Al Bashri] -dan dia (seorang tabi'in yang) telah bertemu [Ali] radliyallahu 'anhu- bahwa Ali membeli pakaian dengan harga tiga dirham, ketika memakainya dia mengucapkan: "ALHAMDULILLAAHILLADZII RAZAQANI MINAR RIYASYI MAA ATAJAMMALU BIHI FIN NAASI WA `UWAARII BIHI 'AURATI" (Segala puji bagi Allah yang telah memberikan rizqi kepadaku berupa pakaian, sehingga aku bisa memperbagus diriku di hadapan manusia dan bisa menutup auratku) kemudian dia berkata: "Demikianlah aku mendengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【1283】

Musnad Ahmad 1283: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, Telah menceritakan kepadaku [Sa'id bin Yahya] telah menceritakan kepada kami [Bapakku] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [Abu Hayyah Al Hamdani] berkata: [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu berkata: "Barangsiapa hendak melihat wudu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam maka lihatlah kepadaku." Abu Hayyah berkata: "Ali berwudlu tiga kali-tiga kali, kemudian mengusap kepalanya dan meminum sisa air wudlunya."

【1284】

Musnad Ahmad 1284: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Ubaid] telah menceritakan kepada kami [Mukhtar bin Nafi' At Tamar] dari [Abu Mathar] bahwa Dia melihat [Ali] menemui seorang pemuda, dan dia membeli darinya satu potong kemeja dengan tiga dirham kemudian memakainya, pakaian itu (panjangnya) antara betis sampai mata kaki, ketika mengenakannya dia membaca "ALHAMDU LILLAAHILLADZII RAZAQANI MINAR RIYASYI MAA ATAJAMMALU BIHI FIN NAASI WA 'UWAARII BIHI 'AURATI" (Segala puji bagi Allah yang telah memberikan rizqi kepadaku berupa pakaian, sehingga aku bisa memperbagus diriku di hadapan manusia dan bisa menutup auratku). Ada yang bertanya: "Apakah hal itu dari kamu sendiri atau dari Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" maka dia menjawab: "(do'a) ini saya dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, ketika memakai pakaian beliau membaca: "ALHAMDU LILLAAHILLADZII RAZAQANI MINAR RIYASYI MAA ATAJAMMALU BIHI FIN NAASI WA 'UWAARII BIHI 'AURATI" (Segala puji bagi Allah yang telah memberikan rizqi kepadaku berupa pakaian, sehingga aku bisa memperbagus diriku di hadapan manusia dan bisa menutup auratku).

【1285】

Musnad Ahmad 1285: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Ubaid] telah menceritakan kepada kami [Mukhtar] dari [Abu Mathar] berkata: Tatkala kami sedang duduk bersama amirul mukminin [Ali] di Masjid di Rahabah, tiba-tiba seorang laki-laki datang dan berkata: "Tunjukkan kepadaku wudlu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Pada saat itu matahari telah tergelincir ke arah barat. Ali radliyallahu 'anhu memanggil Qanbar dan berkata: "Bawakan bejana berisi air!" lalu dia membasuh kedua telapak tangannya, wajahnya tiga kali, berkumur-kumur tiga kali, memasukkan sebagian jarinya pada mulutnya, beristinsyaq tiga kali, membasuh kedua lengannya tiga kali dan mengusap kepalanya sekali, sambil berkata: "Bagian dalam (telinga) termasuk bagian dari wajah dan bagian luarnya termasuk bagian kepala." Kemudian membasuh kedua kakinya sampai mata kakinya tiga kali, sedangkan janggutnya terurai pada dadanya, kemudian dia meminum satu tegukan setelah selesai dari wudlunya, setelah itu bertanya: "Dimana orang yang bertanya tentang wudlu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam? Beginilah wudlu Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【1286】

Musnad Ahmad 1286: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Ubaid] dan [Abu Nu'aim] keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami [Mis'ar] dari [Sa'd bin Ibrahim] dari [Ibnu Syaddad] berkata: saya mendengar [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Tidaklah saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengumpulkan bapaknya dan ibunya untuk seseorang kecuali untuk Sa'd." Abu Nu'aim berkata: "Kedua orang tuanya untuk seseorang."

【1287】

Musnad Ahmad 1287: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Ubaid] telah menceritakan kepada kami [Al A'masy] dari [Sa'd bin 'Ubaidah] dari [Abu Abdurrahman] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Saya bertanya: "Wahai Rasulullah, kenapa anda cenderung kepada orang Quraisy dan tidak menikah dengan kalangan kami?" Beliau bertanya: "Apakah ada sesuatu?" Ali berkata: aku menjawab: "Ya, Anak perempuan Hamzah." Beliau bersabda: "Itu adalah putri saudaraku sesusuan."

【1288】

Musnad Ahmad 1288: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Lahi'ah] telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Abu Habib] dari [Abu Al Khair] dari [Abdullah bin Zurair] dari [Ali bin Abu Thalib] berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam diberi hadiah bighal lalu beliau menaikinya, maka sebagian sahabat bertanya: "Bolehkah kami membuat hewan seperti itu." Beliau bersabda: "Apakah kalian hendak mengawinkan keledai dengan kuda. Sesungguhnya perbuatan itu hanyalah dilakukan orang-orang yang tidak tahu saja."

【1289】

Musnad Ahmad 1289: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku ['Amru bin Muhammad bin Bukair An Naqid] telah menceritakan kepada kami [Al 'Ala` bin Hilal Ar Riqi] telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin 'Amru] dari [Zaid bin Abu Unaisah] dari [Abu Ishaq] dari [Abu Hayyah] berkata: [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Maukah aku tunjukkan kepada kalian bagaimana Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam berwudlu?" kami menjawab: "Ya." dia berkata: "Bawakan kepadaku satu bejana besar dan satu mangkuk (berisi) air!" kemudian dia membasuh kedua tangannya tiga kali, beristinsyaq tiga kali dan beristintsar tiga kali, membasuh wajahnya tiga kali, membasuh kedua tangannya sampai ke sikunya tiga kali, mengusap kepalanya tiga kali dan membasuh kedua kakinya tiga kali."

【1290】

Musnad Ahmad 1290: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari ['Atho` bin As Sa`ib] dari [Abu Dhabyan] bahwa [Ali] radliyallahu 'anhu berkata kepada Umar: Wahai Amirul Mukminin! Tidakkah kamu mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Pena diangkat dari tiga orang: dari orang yang tidur sehingga dia bangun, dari anak kecil sehingga dia menjadi dewasa dan orang gila sampai dia berakal."

【1291】

Musnad Ahmad 1291: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Salamah bin Abu Al Husam] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Muhammad bin 'Aqil] dari [Muhammad bin Ali Al Akbar] bahwa dia mendengar Bapaknya, [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Saya telah diberi empat hal yang tidak diberikan kepada salah seorangpun dari Nabi-Nabi Allah. Saya diberi kunci-kunci dunia, diberi nama Ahmad, tanah dijadikan suci untukku dan umatku menjadi umat terbaik."

【1292】

Musnad Ahmad 1292: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari ['Atho` bin As Sa`ib] dari [Abu Dhabyan] bahwa [Ali] radliyallahu 'anhu berkata kepada Umar radliyallahu 'anhu: Wahai Amirul Mukminin! Tidakkah kamu mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Pena diangkat dari tiga orang: dari orang yang tidur sehingga dia bangun, dari anak kecil sehingga dia menjadi dewasa dan dari orang gila sampai dia berakal."

【1293】

Musnad Ahmad 1293: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Israil] telah menceritakan kepada kami [Abu Ishaq] dari [Abdurrahman bin Abu Laila] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Maukah kamu saya ajari beberapa kalimat yang jika kamu membacanya niscaya kamu akan diampuni, sekalipun kamu telah diampuni sebelumnya, (yaitu): LA ILAHA ILLALLAH AL 'ALIYYUL 'ADHIM LA ILAHA ILLA HUWA AL HALIMUL KARIM SUBHANALLAH RABBIL 'ARSYIL 'ADHIM AL HAMDU LILLAHI RABBIL 'ALAMIN" (Tidak ada ilah selain Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung. Tidak ada ilah selain Dia, Yang Maha Santun lagi Maha Mulia. Maha suci Allah, pemilik 'Arsy yang Agung, segala puji bagi Allah Rab semesta Alam).

【1294】

Musnad Ahmad 1294: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah menceritakan kepada kami [Hushain bin Abdurrahman] dari [Asy Sya'bi] dari [Al Harits] dari [Ali] radliyallahu 'anhu bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaknat orang yang memakan riba, orang yang memberi makan dengan harta riba, kedua saksinya, (dan beliau melaknat) al muhallil dan al muhallal lahu, wanita yang mentato dan wanita meminta ditato, orang yang tidak mau membayar zakat, dan beliau juga melarang meratapi mayat."

【1295】

Musnad Ahmad 1295: Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj], berkata: [Yunus bin Abu Ishaq] telah mengabarkan kepadaku dari [Abu Ishaq] dari [Abu Juhaifah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa berbuat dosa di dunia lalu dia dihukum, maka Allah Maha Adil untuk mengulangi hukumannya atas hambaNya. Barangsiapa melakukan dosa di dunia kemudian Allah menutupinya dan mengampuninya, maka Allah Maha Mulia untuk menarik kembali atas sesuatu yang telah diampuni."

【1296】

Musnad Ahmad 1296: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Khoitsamah] dan telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Isma'il] berkata: telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Manshur] dari [Abdul Malik bin Maisarah] dari [An Nazal bin Sabarah] berkata: Kami shalat Dhuhur bersama [Ali] radliyallahu 'anhu, kemudian berangkat ke sebuah majlis di Rahabah, (sesampainya disana) dia duduk dan kami duduk di sekitarnya, kemudian datanglah waktu shalat Ashar, maka didatangkan air untuknya. Dia mengambil satu genggam air, lalu berkumur-kumur dan beristinsyaq, lalu membasuh wajahnya, kedua lengannya, kemudian mengusap kepalanya dan membasuh kedua kakinya. Setelah itu meminum sisa dalam bejana tersebut dan berkata: "Saya diberitahu bahwa ada beberapa laki-laki yang membenci salah seorang dari mereka yang minum dengan berdiri. Saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan sebagaimana yang aku lakukan."

【1297】

Musnad Ahmad 1297: Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari ['Ashim bin Kualib] dari [Muhammad bin Ka'ab Al Quradhi] bahwa [Ali] radliyallahu 'anhu berkata: "Sungguh dahulu ketika saya bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, saya pernah mengganjalkan batu di perutku karena rasa lapar, dan hari ini infaqku mencapai empat puluh ribu." Telah menceritakan kepada kami [Aswad] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari ['Ashim bin Kulaib] dari [Muhammad bin Ka'ab Al Quradhi] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, kemudian menyebutkan hadits dan dia berkata di dalam haditsnya: "Dan sesungguhnya infaq hartaku mencapai empat puluh ribu dirham."

【1298】

Musnad Ahmad 1298: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Ishaq] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Muhammad bin Ishaq] dari [Muhammad bin Ibrahim] dari [Salamah bin Abu Thufail] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepadaku: "Jangan kamu ikuti pandangan pertama dengan pandangan berikutnya karena bagimu yang pertama dan yang berikutnya tidak boleh bagimu."

【1299】

Musnad Ahmad 1299: Telah menceritakan kepada kami [Zakaria bin 'Adi] telah memberitakan kepada kami ['Ubaidullah bin 'Amru] dari [Abdullah bin Muhammad bin 'Aqil] dari [Muhammad bin Ali] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Tatkala Hasan lahir, diberi nama Hamzah, dan tatkala lahir Husain, maka diberi nama dengan nama pamannya, Ja'far. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memanggilku dan berkata: "Saya diperintah untuk mengganti nama dua anak itu." Saya berkata: "Allah dan RasulNya yang lebih tahu." Kemudian beliau memberi nama keduanya dengan Hasan dan Husain.

【1300】

Musnad Ahmad 1300: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari ['Utsman bin Al Mughirah] dari [Abu Shadiq] dari [Rabi'ah bin Najid] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengumpulkan atau mengundang Bani Abdul Muththalib, di antara mereka sekelompok orang yang semuanya makan daging kambing (yang berumur hampir satu tahun) dan meminum dengan bejana." Ali radliyallahu 'anhu berkata: "Maka dibuatkan untuk mereka satu mud makanan, kemudian mereka memakannya sampai mereka kenyang, tetapi makanan masih tersisa seperti semula seakan-akan belum tersentuh. Kemudian disediakanlah air dalam bejana kecil dan mereka meminumnya sampai puas namun minuman tetap seperti semula, seakan-akan belum tersentuh atau belum diminum. Beliau bersabda: "Wahai Bani Abdul Muththalib, sesungguhnya aku diutus untuk kalian secara khusus dan kepada manusia secara umum. Kalian telah melihat mukjizat ini, siapakah diantara kalian yang mau berbai'at kepadaku untuk menjadi saudara dan sahabatku?" Ali berkata: "Tidak ada seorangpun yang berdiri. Kemudian aku bangun, padahal aku adalah orang yang paling kecil diantara mereka. Nabi berkata: "Duduklah!" Beliau mengatakannya tiga kali, setiap kali beliau bertanya, aku bangun dan beliau berkata kepadaku: "Duduklah!" sampai yang ketiga kalinya beliau memukul dengan tangannya ke tanganku."

【1301】

Musnad Ahmad 1301: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepada kami [Abu Abdurrahman, Abdullah bin Umar] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Fudlail] dari [Al A'masy] dari [Abdul Malik bin Maisarah] dari [An Nazal bin Sabrah] dari [Ali] radliyallahu 'anhu bahwa Dia minum dengan berdiri kemudian berkata: "Beginilah saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【1302】

Musnad Ahmad 1302: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ishaq] dari [Muhammad bin Ibrahim At Taimi] dari [Salamah bin Abu Thufail] dari [Ali bin Abu Thalib] radliyallahu 'anhu bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepadanya: "Wahai Ali, sesungguhnya kamu memiliki harta simpanan dari surga dan kamu memiliki dua tanduknya, maka janganlah kamu ikuti pandangan pertama dengan pandangan berikutnya, karena bagimu yang pertama dan yang berikutnya tidak boleh bagimu."

【1303】

Musnad Ahmad 1303: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Ubaid] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ishaq] dari [Abdullah bin Abu Najih] dari [Mujahid] dari [Abdurrahman bin Abu Laila] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: "Tatkala Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyembelih untanya, beliau menyembelih dengan tangannya tiga puluh ekor, lalu beliau menyuruhku untuk menyembelih semuanya, dan beliau bersabda: "Bagikanlah kepada orang-orang dagingnya, kulitnya dan penutup punggungnya, dan jangan kamu beri orang yang menyembelih (penjagal) sedikitpun."

【1304】

Musnad Ahmad 1304: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] berkata: saya mendengar ['Ashim bin Dlamrah] berkata: Saya bertanya kepada [Ali] radliyallahu 'anhu tentang shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada siang hari, dia berkata: "Kalian tidak akan mampu mengerjakannya." Kami berkata: "Siapa di antara kami yang dapat mengerjakan semua itu." Dia berkata: "Jika matahari berada di sana (arah timur dengan ketinggian) sama seperti saat berada di sini waktu shalat Ashar, beliau shalat dua raka'at. Jika matahari berada di sana, ketinggiannya sama seperti saat berada di sini waktu Dhuhur, beliau shalat empat raka'at, kemudian beliau shalat sebelum Dhuhur empat raka'at dan setelah Dhuhur dua raka'at, sebelum Ashar empat raka'at dengan memisah setiap dua raka'at dengan salam atas para Malaikat Al Muqarrabin, para Nabi, dan orang yang mengikuti mereka dari kalangan orang mukmin dan orang muslim."

【1305】

Musnad Ahmad 1305: Abu Abdurrahman berkata: telah menceritakan kepadaku [Suraij bin Yunus Abu Al Harits] telah menceritakan kepada kami [Abu Hafsh Al Abbar] dari [Al Hakam bin Abdul Malik] dari [Al Harits bin Hashirah] dari [Abu Shadiq] dari [Rabi'ah bin Najid] dari [Ali] radliyallahu 'anhu, dia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepadaku: "Sesungguhnya pada dirimu terdapat kemiripan dengan Isa, orang-orang Yahudi marah kepadanya sehingga mereka membuat kebohongan kepada Ibunya, sedangkan orang-orang Nasrani mencintainya sehingga mereka menempatkannya pada derajat yang tidak sepantasnya." Kemudian Ali berkata: "Ada dua orang yang akan binasa karena aku, orang yang cinta tapi berlebihan dalam menyanjungku sampai pada hal-hal yang tidak aku miliki, dan orang yang membenciku yang kebenciannya membawanya berbuat dusta terhadapku."

【1306】

Musnad Ahmad 1306: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Muhammad Sufyan bin Waki' bin Al Jarrah bin Malih] telah menceritakan kepada kami [Khalid bin Mukhalid] telah menceritakan kepada kami [Abu Ghailan Asy Syaibani] dari [Al Hakam bin Abdul Malik] dari [Al Harits bin Hashirah] dari [Abu Shadiq] dari [Rabi'ah bin Najid] dari [Ali bin Abi Thalib] radliyallahu 'anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memanggilku dan berkata: "Sesungguhnya pada dirimu terdapat kemiripan dengan Isa, orang-orang Yahudi marah kepadanya sehingga mereka membuat kebohongan kepada Ibunya, sedangkan orang-orang Nasrani mencintainya sehingga mereka menempatkannya pada derajat yang tidak sepantasnya." Kemudian Ali berkata: "Ada dua orang yang akan binasa karena aku, orang yang cinta tapi berlebihan dalam menyanjungku sampai pada hal-hal yang tidak aku miliki, dan orang yang membenciku yang kebenciannya membawanya berbuat dusta terhadapku, ketahuilah aku bukan seorang Nabi dan aku tidak mendapat wahyu, tapi aku melaksanakan apa yang ada di Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam semampuku. Maka ketika aku perintahkan kepada kalian dalam rangka ketaatan kepada Allah wajib bagi kalian untuk mentaatiku baik dalam kondisi senang maupun benci."

【1307】

Musnad Ahmad 1307: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Khaistamah, Zuhair bin Harb] telah menceritakan kepada kami [Al Qasim bin Malik Al Muzani] dari ['Ashim bin Kulaib] dari [Bapaknya] berkata: Saya duduk di samping [Ali] radliyallahu 'anhu, kemudian dia berkata: Saya menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang saat itu tidak ada seorangpun di sisi beliau kecuali Aisyah radliyallahu 'anha. Beliau berkata: "Wahai Ibnu Abu Thalib, bagaimana hubunganmu dengan kaum ini dan itu?" Ali berkata: Aku jawab: "Allah dan RasulNya yang lebih tahu." Beliau bersabda: "Akan datang suatu kaum yang keluar dari arah timur, mereka membaca Al Qur`an namun tidak sampai pada tenggorokan mereka, mereka telah lepas dari agama sebagaimana anak panah yang melesat dari sasarannya. Di antara mereka ada seorang laki-laki yang tangannya cacat, seolah-olah tangan tersebut seperti payudara wanita Habasyah." Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Abu Ma'mar] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Idris] telah menceritakan kepada kami ['Ashim bin Kulaib] dari [Bapaknya] berkata: Saya duduk bersama [Ali] radliyallahu 'anhu, lalu datang seorang laki-laki yang memakai pakaian safar. Dia meminta izin kepada Ali yang sedang berbicara dengan orang-orang, sehingga dia mengabaikan lelaki tersebut. Ali radliyallahu 'anhu berkata: Saya pernah menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan di samping beliau hanya ada Aisyah, beliau bertanya kepadaku: "Bagaimana hubunganmu dengan kaum ini dan itu?" saya menjawab: "Allah dan RasulNya yang lebih tahu." Kemudian beliau mengulanginya lagi, dan saya tetap menjawab: "Allah dan RasulNya yang lebih tahu." Ali radliyallahu 'anhu berkata: Beliau bersabda: "Akan datang suatu kaum yang keluar dari arah timur, mereka membaca Al Qur`an namun tidak sampai pada tenggorokan mereka, mereka telah lepas dari agama sebagaimana anak panah yang melesat dari sasarannya. Di antara mereka ada seorang laki-laki yang tangannya cacat, seolah-olah tangan tersebut payudara wanita Habasyah." Aku menyumpah kalian dengan nama Allah, apakah saya mengabarkan kepada kalian bahwa di antara mereka ada..." lalu dia menyebutkan hadits secara lengkap.

【1308】

Musnad Ahmad 1308: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, telah menceritakan kepadaku [Sufyan bin Waki' bin Al Jarrah] telah menceritakan kepada kami [Bapakku] dari [Bapaknya] dari [Abu Ishaq] dari [Abu Hayyah Al Wadi'i] dan ['Amru Dzi Murrin] berkata: Kami melihat [Ali] radliyallahu 'anhu sedang berwudlu, dia membasuh kedua tangannya, berkumur-kumur dan beristinsyaq. -Abdullah bin Ahmad ragu dalam lafadh: "berkumur-kumur dan beristinsyaq" apakah disebutkan tiga kali atau tidak- Kemudian membasuh wajahnya tiga kali, kedua tangannya tiga kali, masing-masing (dari kedua tangannya di basuh) tiga kali, mengusap rambutnya dan kedua telinganya." Salah seorang dari keduanya berkata: Kemudian dia mengambil satu ciduk dan mengusap kepalanya dan berdiri meminum sisa air wudlunya, kemudian Ali berkata: "Demikianlah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berwudlu."

【1309】

Musnad Ahmad 1309: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Nafi' bin 'Amru] dan [Abdul Jabbar bin Al Ward] dari [Ibnu Abu Mulaikah] berkata: [Thalhah bin Ubaidullah] radliyallahu ta'ala 'anhu berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sebaik-baik Ahlul Bait adalah Abdullah, Abu Abdullah dan Ummu Abdullah."

【1310】

Musnad Ahmad 1310: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] telah menceritakan kepada kami [Nafi' bin 'Amru] dan [Abdul Jabbar bin Al Ward] dari [Ibnu Abu Mulaikah] berkata: [Thalhah bin Ubaidullah] berkata: Saya tidak akan menyampaikan hadits dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kecuali saya mendengar beliau bersabda: "Sesungguhnya 'Amru bin Al 'Ash radliyallahu 'anhu termasuk orang yang shalih dari kalangan Quraisy." [Abdul Jabbar bin Al Ward] menambahkan, dari [Ibnu Abu Mulaikah] dari [Thalhah] berkata: "Sebaik-baik Ahlul Bait adalah Abdullah, Abu Abdullah dan Ummu Abdullah."

【1311】

Musnad Ahmad 1311: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Bakar] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Juraij] telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Al Munkadir] dari [Mu'adz bin Abdurrahman bin Utsman At Taimi] dari [bapaknya, Abdurrahman bin Utsman] berkata: Kami bersama [Thalhah bin Ubaidullah] radliyallahu 'anhu dalam keadaan berihram, kemudian dihadiahkan kepadanya daging burung. Saat itu dia sedang tidur. Maka di antara kami ada yang memakan dan ada yang menolak memakannya. Ketika Thalhah terjaga, dia sepakat dengan orang-orang yang memakannya dan berkata: "Kami pernah memakannya bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【1312】

Musnad Ahmad 1312: Telah menceritakan kepada kami [Asbath] telah menceritakan kepada kami [Mutharrif] dari ['Amir] dari [Yahya bin Thalhah] dari [bapaknya] berkata: 'Umar melihat Thalhah bin Ubaidullah merasa risau dan murung, maka dia bertanya: "Ada apa denganmu Wahai Abu fulan! sepertinya kepemimpinan anak pamanmu tidak menyenangkanmu Wahai Abu Fulan." Dia menjawab: "Tidak, tapi aku mendengar sebuah hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, tidak ada yang menghalangiku untuk menanyakannya kecuali taqdir sehingga beliau meninggal, aku mendengar beliau bersabda: "Sesungguhnya aku mengetahui satu kalimat yang tidaklah dibaca oleh seorang hamba ketika menjelang ajalnya kecuali dia akan memancarkan warna yang cerah dan Allah akan menghilangkan kesusahan darinya." Umar radliyallahu 'anhu berkata: "Aku tahu kalimat itu." Thalhah bertanya: "Apa itu?" Umar menjawab: "Kamu tahu sebuah kalimat yang lebih agung dari kalimat yang beliau perintahkan kepada pamannya ketika menjelang meninggal dunia: "LA ILAHA ILLA ALLAH (tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah)." Thalhah berkata: "Kamu benar, itu yang dimaksud. Demi Allah itu dia."

【1313】

Musnad Ahmad 1313: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Isma'il] berkata: [Qais] berkata: "Aku melihat tangan [Thalhah] lumpuh, karena menjaga Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada Perang Uhud."

【1314】

Musnad Ahmad 1314: Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Mahdi] telah menceritakan kepada kami [Shalih bin 'Amru] dari [Mutharrif] dari [Asy Sya'bi] dari [Yahya bin Thalhah] dari [bapaknya]: bahwa 'Umar radliyallahu 'anhu melihat Abu Yahya dalam keadaan sedih, maka dia bertanya: "Kenapa kamu bersedih Wahai Abu Muhammad! sepertinya kepemimpinan anak pamanmu tidak menyenangkanmu?" -yang dimaksud adalah Abu Bakar.- Dia menjawab: "Tidak, -Bahkan menyanjung Abu Bakar radliyallahu 'anhu- tapi aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dengan satu kalimat yang tidaklah dibaca oleh seorang hamba ketika menjelang ajalnya kecuali Allah akan menghilangkan kesusahannya dan akan memancarkan warna. Tidak ada yang menghalangiku untuk menanyakannya kecuali taqdir, sehingga beliau wafat." Maka Umar radliyallahu 'anhu menjawab: "Aku tahu apa itu." Thalhah bertanya: "Apa itu?" Umar menjawab: "Apakah kamu mengetahui ada sebuah kalimat yang lebih agung dari kalimat yang beliau perintahkan kepada pamannya: "LA ILAHA ILLA ALLAH (tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah)?" Maka Thalhah berkata: "Itu yang dimaksud. Demi Allah, itu dia."

【1315】

Musnad Ahmad 1315: Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Abdullah] telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Ma'n Al Ghifari] telah menghabarkan kepadaku [Daud bin Khalid bin Dinar] bahwa dia dan seorang lelaki yang bernama Abu Yusuf dari Bani Taim lewat di depan Rabi'ah bin Abu Abdurrahman. Abu Yusuf berkata kepada Rabi'ah bin Abu Abdurrahman: "Sesungguhnya kami mendapatkan beberapa hadits dari selainmu yang tidak kami dapatkan pada dirimu." Maka dia menjawab: "Sebenarnya hadits yang ada padaku banyak, tetapi [Rabi'ah bin Al Hudair] berkata dan dia selalu menemani Thalhah bin Ubaidullah: bahwasanya dia tidak pernah mendengar Thalhah menyampaikan sebuah hadits dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kecuali satu hadits saja." [Rabi'ah bin Abu Abdurrahman] berkata: aku bertanya kepadanya: "Hadits apa itu?" dia menjawab: [Thalhah] berkata kepadaku: Kami keluar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan ketika kami hampir sampai di Harrah Waqim, -Thalhah melanjutkan:- Kamipun semakin mendekati tempat itu, dan ternyata tempat itu adalah kuburan di daerah Mahniyyah. Kami bertanya: "Wahai Rasulullah! apakah ini kuburan saudara-saudara kita?" beliau menjawab: "Ini kuburan sahabat-sahabat kita." kemudian kami keluar dan ketika sudah dekat dengan kuburan para syuhada, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ini adalah kuburan saudara-saudara kita."

【1316】

Musnad Ahmad 1316: Telah menceritakan kepada kami [Umar bin 'Ubaid] dari [Simak bin Harb] dari [Musa bin Thalhah] dari [bapaknya] berkata: Ketika Kami sedang shalat, binatang tunggangan lewat di hadapan kami, maka kami sampaikan hal itu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Beliau bersabda: "Seperti kayu sandaran penunggang unta yang diletakkan di hadapan salah seorang dari kalian, hal itu tidak akan berbahaya terhadap apa yang lewat di depannya." 'Umar berkata dalam riwayat lain: "Di hadapannya."

【1317】

Musnad Ahmad 1317: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Ubaid] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ishaq] dari [Muhammad bin Ibrahim] dari [Abu Salamah] berkata: Dua orang laki-laki dari penduduk Yaman singgah ke tempat Thalhah bin Ubaidullah, salah seorang dari keduanya terbunuh bersama Rasulullah sementara yang lainnya tetap tinggal setelah itu satu tahun, kemudian dia meninggal di tempat tidurnya. Thalhah bin Ubaidullah bermimpi bahwa orang yang meninggal di tempat tidurnya masuk Surga beberapa saat lebih dahulu sebelum yang lainnya. Kemudian Thalhah menceritakan hal itu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka beliau bertanya: "Berapa lama dia tinggal di dunia setelahnya?" Thalhah menjawab: "Satu tahun." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "(Dia telah mengerjakan) seribu delapan ratus shalat dan puasa di bulan Ramadlan."

【1318】

Musnad Ahmad 1318: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] telah menceritakan kepada kami [Malik] dari [pamannya] dari [Bapaknya] bahwa dia mendengar [Thalhah bin Ubaidullah] berkata: Seorang Badui menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan bertanya: "Wahai Rasulullah apa itu Islam?" beliau menjawab: "Shalat lima waktu sehari semalam." Dia bertanya lagi: "Apakah ada kewajiban yang lainnya bagiku?" beliau menjawab: "Tidak ada." Lalu dia bertanya tentang puasa, maka Nabi menjawab: "Puasa di bulan Ramadlan." Dia bertanya lagi: "Apakah ada kewajiban yang lainnya bagiku?" beliau menjawab: "Tidak ada." Thalhah berkata: kemudian dia menyebutkan zakat: "Apakah ada kewajiban yang lainnya bagiku?" beliau menjawab: "Tidak ada." dia berkata: "Demi Allah, saya tidak menambah atau menguranginya." Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Dia akan beruntung jika dia benar-benar jujur."

【1319】

Musnad Ahmad 1319: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Amru] dari [Az Zuhri] dari [Malik bin Aus] Saya mendengar [Umar] radliyallahu 'anhu berkata kepada [Abdurrahman], [Thalhah], [Az Zubair], dan [Sa'd]: "Aku menyumpah kalian dengan nama Allah yang dengannya langit dan bumi tegak." -dalam kesempatan lain [Sufyan] berkata: "yang dengan izin-Nya (langit dan bumi) tegak"- Apakah kalian mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Sesungguhnya kami tidak diwarisi. Apa yang kami tinggalkan adalah sedekah.'" Mereka menjawab: "Ya."

【1320】

Musnad Ahmad 1320: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Ibnu Juraij] telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Al Munkadir] dari [Mu'adz bin Abdurrahman bin 'Utsman At Taimi] dari [Bapaknya] berkata: Ketika kami sedang bersama [Thalhah bin 'Ubaidullah] dalam keadaan ihram, dihadiahkan kepadanya daging burung. Saat itu dia sedang tidur. Maka di antara kami ada yang memakan dan ada yang menolak memakannya. Ketika Thalhah terjaga, dia sepakat dengan orang-orang yang memakannya dan berkata: "Kami pernah memakannya bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【1321】

Musnad Ahmad 1321: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Sufyan] dari [Simak bin Harb] dari [Musa bin Thalhah] dari [Bapaknya] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang apa yang dapat menjadi satir/pembatas bagi orang yang shalat. Beliau menjawab: "Seperti kayu yang digunakan untuk bersandar oleh penunggang unta." Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Israil] dari [Simak bin Harb] dari [Musa bin Thalhah] dari [Bapaknya] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam seperti hadits di atas.

【1322】

Musnad Ahmad 1322: Telah menceritakan kepada kami [Bahz] dan ['Affan] berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Awanah] dari [Simak] dari [Musa bin Thalhah] dari [bapaknya] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melewati suatu kaum yang sedang berada diatas pohon kurma, kemudian beliau bertanya: "Apa yang sedang mereka lakukan?" mereka menjawab: "Mereka sedang mengawinkan kurma jantan dengan kurma betina." Beliau berkata: "Aku mengira hal itu tidak bermanfaat." Kemudian mereka diberitahu ucapan Nabi tersebut dan mereka pun meninggalkannya. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mendapat berita (tentang kegagalan panen mereka karena tidak dikawinkan), maka beliau berkata: "Jika hal itu memberi manfaat, maka lakukanlah! hanyasannya aku cuma mengira dengan perkiraan, maka jangan kalian salahkan aku karena perkiraan ini, namun jika aku beritakan sesuatu yang datang dari Allah 'azza wa jalla, maka ambillah! Karena aku sekali-kali tidak mungkin sedikitpun berdusta kepada Allah."

【1323】

Musnad Ahmad 1323: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Bisyr] telah menceritakan kepada kami [Mujamma' bin Yahya Al Anshari] telah menceritakan kepada kami ['Utsman bin Mauhab] dari [Musa bin Thalhah] dari [bapaknya] berkata: Aku bertanya: "Wahai Rasulullah, bagaimana cara bershalawat kepadamu?" beliau menjawab: "Bacalah: ALLAHUMMA SHALLI 'ALA MUHAMMADIN WA 'ALA `ALI MUHAMMAD, KAMA SHALLAITA 'ALA IBRAHIM INNAKA HAMIIDUN MAJIID WA BAARIK 'ALA MUHAMMAD WA 'ALA `ALI MUHAMMAD, KAMA BARAKTA 'ALA `ALI IBRAHIIM INNAKA HAMIIDUN MAJIID (Ya Allah berikanlah salam kesejahteraan kepada Muhammad dan kepada Keluarga Muhammad sebagaimana Engkau berikan salam kesejahteraan kepada Ibrahim sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia, dan berikanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah berikan keberkahan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia."

【1324】

Musnad Ahmad 1324: Telah menceritakan kepada kami [Abu Amir] telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Sufyan Al Madani] telah menceritakan kepadaku [Bilal bin Yahya bin Thalhah bin Ubaidullah] dari [bapaknya] dari [kakeknya], Jika Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melihat bulan sabit, beliau membaca: "Ya Allah, tampakkanlah dia kepada kami dengan membawa keberkahan, keimanan, keselamatan dan Islam, (ya Hilal) Rabbku dan Rabbmu adalah Allah."

【1325】

Musnad Ahmad 1325: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Zaidah] dari [Simak bin Harb] dari [Musa bin Thalhah] dari [Bapaknya] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Hendaklah salah seorang dari kalian memasang seperti kayu yang digunakan untuk bersandar penunggang unta di depannya kemudian shalat."

【1326】

Musnad Ahmad 1326: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Israil] dari [Simak] bahwa dia mendengar [Musa bin Thalhah] menceritakan dari [Bapaknya], dia berkata: Saya dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melewati kebun Madinah lalu beliau melihat beberapa orang yang sedang berada di atas pohon kurma, mereka sedang mengawinkan pohon kurma. Beliau bertanya: "Apa yang sedang mereka lakukan?" saya menjawab: "Mereka sedang mengambil yang jantan dan menempelkannya pada yang betina, mereka sedang mengawinkannya." Maka beliau bersabda: "Aku mengira hal itu tidak bermanfaat." Maka kabar itu sampai kepada mereka dan akhirnya mereka meninggalkannya. Mereka membiarkannya akan tetapi pohon tersebut pada tahun itu tidak berbuah sedikitpun. Hal itu sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu berkata: "Itu hanya persangkaanku, jika hal itu memberi manfaat, maka lakukanlah! hanyasannya aku adalah manusia sebagaimana kalian. Perkiraan itu bisa benar dan salah. Namun apa yang saya sampaikan kepada kalian, bahwa Allah 'azza wa jalla telah berfirman, maka saya tidak akan berdusta kepada Allah." Telah menceritakan kepada kami [Abu Nadlr] telah menceritakan kepada kami [Israil] telah menceritakan kepada kami [Simak bin Harb] dari [Musa bin Thalhah] lalu dia menyebutkannya dengan lengkap.

【1327】

Musnad Ahmad 1327: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepadaku [Thalhah bin Yahya bin Thalhah] dari [Ibrahim bin Muhammad bin Thalhah] dari [Abdullah bin Syaddad] bahwa Beberapa orang dari Bani 'Udzrah -yaitu sekitar tiga orang- menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam lalu mereka masuk Islam. Abdullah bin Syaddad berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya: "Siapa yang akan menanggung biaya hidup mereka?" Thalhah menjawab: "Saya." Maka mereka menetap di (tempat) Thalhah. Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengutus satu pasukan, salah seorang dari mereka ikut keluar bersama mereka dan mati syahid. Kemudian beliau mengutus satu pasukan lagi dan yang lainnya ada yang ikut berangkat dan mati syahid juga, sedang orang yang ketiga meninggal di atas tempat tidurnya. Thalhah berkata: "Saya bermimpi bahwa mereka bertiga yang menetap (ditempat) ku berada di surga. Saya melihat bahwa yang meninggal di atas tempat tidurnya berada di paling depan mereka, sedangkan orang yang mati syahid paling akhir di belakangnya, dan saya melihat orang yang mati syahid pertama kali berada di paling terakhir dari mereka bertiga. Hal itu menggangguku, kemudian saya menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan menyampaikan hal itu. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apa yang kamu ingkari dari hal itu? tidak ada seorangpun yang lebih utama di sisi Allah daripada seorang mukmin yang dipanjangkan umurnya dalam keadaan Islam karena bacaan tasbihnya, takbirnya dan tahlilnya."

【1328】

Musnad Ahmad 1328: Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Abdu Rabbih] telah menceritakan kepada kami [Al Harits bin 'Abidah] telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Abdurrahman bin Mujabbar] dari [Bapaknya] dari [kakeknya] bahwa ['Utsman] radliyallahu 'anhu mendekati orang-orang yang mengepungnya dan mengucapkan salam kepada mereka, namun mereka tidak menjawabnya, maka 'Utsman radliyallahu 'anhu bertanya: "Apakah di antara kaum ada Thalhah?" Thalhah menjawab: "Ya." Dia berkata: "INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI RAJI'UN! saya mengucapkan salam pada suatu kaum yang kamu berada di dalamnya, namun kalian tidak menjawabnya?" [Thalhah] berkata: "Saya telah menjawabnya." 'Utsman radliyallahu 'anhu berkata: "Tidak demikian cara menjawabnya. salamku terdengar oleh kamu dan kamu menjawab dengan jawaban yang tidak terdengar. Wahai Thalhah! demi Allah, bukankah kamu mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak halal darah seorang muslim kecuali jika ada salah satu dari tiga hal: Kembali kufur setelah beriman, berzina setelah menikah dan membunuh orang maka orang itu dibunuh." Dia menjawab: "Ya." 'Utsman bertakbir dan berkata: "Demi Allah, saya tidak mengingkari Allah sejak saya mengetahuinya. Pada masa jahiliyyah dan masa Islam saya tidak pernah berzina, saya telah meninggalkannya pada masa jahiliyyah karena saya membenci hal itu, dan pada masa Islam karena saya menjaga kehormatan, dan saya juga tidak pernah membunuh seorangpun yang bisa menyebabkan halal untuk membunuhku."

【1329】

Musnad Ahmad 1329: Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Bakar bin Mudhar] dari [Ibnu Al Had] dari [Muhammad bin Ibrahim] dari [Abu Salamah bin Abdurrahman] dari [Thalhah bin 'Ubaidullah] bahwa Ada dua orang yang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian mereka masuk Islam bersama. Salah seorang dari mereka sangat bersunguh-sungguh dari pada temannya, kemudian dia berperang dan mati syahid. Kemudian yang lain tetap hidup setelahnya selama satu tahun baru kemudian meninggal. Thalhah berkata: "Saya bermimpi sebagaimana yang dilihat oleh orang yang tidur, seolah-olah saya berada di gerbang surga dan saya bersama keduanya. Lalu ada seorang yang keluar dari surga dan memberi izin kepada orang yang meninggal terakhir dari keduanya. Kemudian orang itu keluar lagi dan mengizinkan kepada orang yang syahid. Keduanya kembali kepadaku dan berkata: "Kembalilah, belum tiba saatnya bagimu!" Thalhah menceritakan hal itu kepada orang-orang dan mereka merasa heran. Hal itu sampai kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, lantas beliau bersabda: "Apa yang kalian herankan?" Mereka menjawab: "Wahai Rasulullah, orang itu sangat bersungguh-sungguh kemudian mati syahid di jalan Allah, namun orang ini yang masuk surga lebih dulu?" Beliau menjelaskan: "Bukankah dia telah tinggal di dunia selama setahun?" mereka menjawab: "Ya." "Dia telah menjumpai Ramadlan dan dia berpuasa di dalamnya?" mereka menjawab: "Ya." "Dia melakukan shalat ini dan itu, dan bersujud selama satu tahun?" mereka menjawab: "Ya." Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Perbedaan antara keduanya lebih jauh dari pada langit dan bumi."

【1330】

Musnad Ahmad 1330: Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Ibnu Ishaq] telah menceritakan kepada kami [Salim bin Abu Umayyah, Abu Nadlr] berkata: [Seorang kakek] dari Bani Tamim duduk di sampingku di masjid Bashrah dengan membawa sepucuk surat di tangannya -Salim berkata: ketika itu periode Hajjaj- kemudian dia berkata kepadaku: "Wahai hamba Allah, apakah menurutmu surat ini sudah cukup untukku menghadap penguasa?" Salim berkata: saya bertanya: "Surat apa itu?" dia menjawab: "Ini adalah surat dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau tulis untuk kami agar kami tidak dianiaya dalam masalah zakat." Salim berkata: saya berkata: "Tidak, demi Allah aku mengira surat itu tidak akan bermanfaat bagimu. Bagaimana kamu bisa mendapatkan surat ini?" Dia menjawab: Aku datang bersama bapakku di Madinah dengan menaiki unta kami yang akan kami jual. Ketika itu aku masih anak kecil, dan bapakku adalah teman [Thalhah bin Ubaidullah At Taimi], kemudian kami singgah di tempatnya, maka bapakku berkata kepadanya: "Keluarlah kamu bersamaku dan jualkan untaku ini!" dia menjawab: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang orang kota menjual kepada orang desa, tetapi aku akan keluar bersamamu dan aku duduk dan kamu tawarkan untamu. Jika aku ridla dengan seseorang karena kejujuran dan dapat dipercaya pada orang yang menawarmu, maka aku akan perintahkan kepadamu untuk menjualnya." Kami keluar ke pasar, kemudian kami duduk sampai Dhuhur sementara Thalhah duduk dekat dengan kami. Orang-orang menawar barang kami sampai suatu ketika ada seorang lelaki yang kami sukai, memberikan (harga) kami yang kami senangi. Bapakku berkata kepadanya: "Apakah aku boleh melakukan jual beli dengannya?" Dia menjawab: "Ya. Aku ridla dengan kejujurannya, lakukanlah jual beli!" Kami akhirnya melakukan jual beli. Setelah kami dapatkan apa yang menjadi keperluan kami dan telah selesai dari kebutuhan kami, bapakku berkata kepada Thalhah: "Ambilkan untukku surat dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang berisi agar supaya kami tidak dianiaya dalam masalah zakat." Kakek itu berkata: Thalhah berkata: "Ini berlaku untuk kalian dan untuk seluruh kaum muslimin." dia berkata: "Untuk itu aku ingin supaya aku mendapat surat dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Kemudian dia pergi membawa kami kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya laki-laki ini berasal dari penduduk kampung dan teman kami, dia ingin anda menulis surat untuknya yang berisi agar dia tidak dianiaya dalam masalah zakatnya." Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ini adalah untuknya dan untuk setiap kaum muslim." Dia berkata: "Wahai Rasulullah saya ingin ada surat darimu untukku dalam masalah itu." Kakek itu berkata: "Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menulis surat ini untuk kami." Hadits terakhir Thalhah bin Ubaidullah radliyallah 'anhu.

【1331】

Musnad Ahmad 1331: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Muhammad bin 'Amru] dari [Yahya bin Abdurrahman bin Hatib] dari [Ibnu Zubair] dari [Zubair] radliyallahu 'anhu berkata: Ketika turun ayat: {Kemudian Sesungguhnya kalian pada Hari Kiamat akan berbantah-bantah di hadapan Tuhan kalian} Zubair bertanya: "Wahai Rasulullah, apakah kita akan berbantah-bantahan dengan lawan-lawan kita di dunia?" beliau menjawab: "Ya." Lalu ketika turun ayat: {Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahan di dunia itu)} Zubair bertanya: "Wahai Rasulullah! Apakah nikmat yang akan ditanyakan kepada kita yaitu dua hal, maksudnya kurma dan air?" beliau menjawab: "Hal itu juga akan ditanyakan."

【1332】

Musnad Ahmad 1332: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Amru] dari [Az Zuhri] dari [Malik bin Aus] Saya mendengar ['Umar] radliyallahu 'anhu berkata kepada [Abdurrahman], [Thalhah], [Az Zuhair], dan [Sa'd]: "Aku menyumpah kalian dengan nama Allah yang dengan-Nya langit dan bumi tegak." -dalam kesempatan lain Sufyan berkata: "yang dengan izin-Nya (langit dan bumi) tegak- Apakah kalian mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Sesungguhnya kami tidak diwarisi. Apa yang kami tinggalkan adalah sedekah.'" Mereka menjawab: "Ya."

【1333】

Musnad Ahmad 1333: Telah menceritakan kepada kami [Hafsh bin Ghiyats] dari [Hisyam] dari [Bapaknya] dari [Zubair bin Al Awwam] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Seorang lelaki yang membawa seutas tali kemudian dia mencari kayu bakar dan membawa ke pasar untuk menjualnya sehingga dia merasa cukup untuk menafkahi dirinya adalah lebih baik baginya dari pada meminta-minta kepada manusia baik mereka memberi atau menolaknya."

【1334】

Musnad Ahmad 1334: Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [Bapaknya] dari [Abdullah bin Zubair] dari [Zubair] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan nama kedua orang tuanya (ketika meminta sesuatu kepadaku) pada Perang Uhud."

【1335】

Musnad Ahmad 1335: Telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] telah memberitakan kepada kami [Hisyam] dari [Bapaknya] dari [Abdullah bin Zubair] berkata: Saya dan Umar bin Abu Salamah pada Perang Khandaq berada pada bangunan tinggi (seperti benteng), yang di dalamnya para istri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, bangunan tinggi itu milik Hassan. Umar bin Abu Salamah mengangkatku dan saya mengangkatnya, secara bergantian. Ketika dia mengangkatku, aku dapat melihat bapakku lewat menuju Bani Quraidhah. Dia ikut berperang bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada Perang Khandaq. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya: "Siapa yang mau mendatangi Bani Quraidhah untuk memerangi mereka?" saya mengatakan kepada bapakku ketika dia pulang: "Wahai [Bapakku], demi Allah, saya tahu ketika engkau lewat menuju ke Bani Quraidhah." Dia menjawab: "Wahai anakku, demi Allah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan nama kedua orang tuanya (ketika meminta sesuatu kepadaku), beliau menjadikan keduanya sebagai tebusan bagiku. Beliau bersabda: "Ayah dan ibuku sebagai tebusanmu."

【1336】

Musnad Ahmad 1336: Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] telah memberitakan kepada kami [Sulaiman] yaitu At Taimi, dari [Abu 'Utsman] dari [Abdullah bin 'Amru] dari [Az Zubair bin Al Awwam] bahwa Seorang lelaki mensedekahkan seekor kuda yang dinamakan ghamrah atau ghamra`. Zubair berkata: Kemudian dia mendapatkan kuda atau anak kuda yang dijual, lalu dinisbatkan kepada kudanya, maka hal itu dilarang.

【1337】

Musnad Ahmad 1337: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Ibnu Abu Dzi`b] dari [Muslim bin Jundub] dari [Zubair bin Awwam] radliyallahu 'anhu berkata: Kami shalat Jum'at bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian kami meninggalkan beliau dan berlomba menuju Al Ajam (tembok tinggi), ternyata kami tidak mendapatkan tempat kecuali tempat yang cukup untuk telapak kaki kami saja. Yazid berkata: "Al Ajam yaitu tembok tinggi seperti benteng."

【1338】

Musnad Ahmad 1338: Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] telah memberitakan kepada kami [Hisyam] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Ya'isy bin Al Walid bin Hisyam], dan [Abu Mu'awiyah Syaiban] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Ya'isy bin Al Walid bin Hisyam] dari [Zubair bin Awwam] radliyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Telah menyebar diantara kalian penyakit orang-orang sebelum kalian yaitu dengki dan marah. Marah itulah pemangkas yang akan memangkas agama bukan memangkas rambut. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tanganNya, tidaklah kalian beriman sehingga kalian saling mencintai, maukah aku beritahukan kepada kalian sesuatu yang jika kalian lakukan pasti kalian akan saling mencintai, yaitu sebarkanlah salam diantara kalian."

【1339】

Musnad Ahmad 1339: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Jami' bin Syaddad] dari [Amir bin Abdullah bin Zubair] dari [Bapaknya] berkata: Aku bertanya kepada [Zubair]: "Kenapa aku tidak mendengarmu meriwayatkan hadits dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam seperti aku mendengar dari Ibnu Mas'ud, dari fulan dan fulan?" dia menjawab: "Aku belum pernah berpisah darinya sejak aku masuk Islam, tetapi aku mendengar dari beliau satu kalimat: "Barangsiapa sengaja berdusta atas namaku maka hendaklah mempersiapkan tempat duduknya di Neraka."

【1340】

Musnad Ahmad 1340: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] mantan budak Bani Hasyim, telah menceritakan kepada kami [Syaddad] yaitu Ibnu Sa'id telah menceritakan kepada kami [Ghailan bin Jarir] dari [Mutharrif] berkata: Kami bertanya kepada [Zubair] radliyallahu 'anhu: "Wahai Abu Abdullah, apa yang kamu terima, padahal kamu telah menyia-nyiakan khalifah sehingga dia terbunuh, kemudian kalian datang menuntut darahnya?" Zubair radliyallahu 'anhu menjawab: "Sesungguhnya kami telah membacanya pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, Abu Bakar, 'Umar dan 'Utsman: {Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang dhalim saja di antara kamu} (Al Anfal: 25) sebelumnya kami tidak menyangka bahwa kamilah orang yang tertimpa siksaan itu sehingga siksaan itu benar-benar terjadi kepada kami.

【1341】

Musnad Ahmad 1341: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Kunasah] telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin Urwah] dari ['Utsman bin 'Urwah] dari [Bapaknya] dari [Zubair radliallahu 'anhu] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Rubahlah uban dan jangan kalian menyerupai orang-orang Yahudi!"

【1342】

Musnad Ahmad 1342: Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Al Harits] dari penduduk Makkah, suku Makhzumi, telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Abdullah bin Insan] -Ahmad bin Hanbal berkata: Abdullah bin Harits menyanjung kepada Muhammad bin Abdullah, - dari [Bapaknya] dari [Urwah bin Zubair] dari [Zubair radliallahu 'anhu] dia berkata: "kami datang bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, ketika kami berada di daerah Sidrah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berhenti di ujung Qarnul Aswad, yaitu sejajar disampingnya, kemudian beliau mengarahkan pandangannya ke Nakhib -yaitu ke arah lembah-, beliau berdiri sampai orang-orang berkumpul semua. beliau bersabda: "Sesungguhnya buruan dari Tha`if dan pohon besarnya yang berduri adalah haram yang telah di haramkan Allah" dan peristiwa ini terjadi sebelum beliau singgah di Thaif dan pengepungan Tsaqif.

【1343】

Musnad Ahmad 1343: Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] telah menceritakan kepada kami [Bapakku] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Ishaq] telah menceritakan kepadaku [Yahya bin 'Abbad bin Abdullah bin Zubair] dari [Bapaknya] dari [Abdullah bin Zubair] dari [Zubair radliallahu 'anhu] berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata pada Perang Uhud: "Telah wajib bagi Thalhah", ketika dia melakukan tindakan untuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu dia merunduk kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam naik di atas punggungnya."

【1344】

Musnad Ahmad 1344: Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Daud Al Hasyimi] telah memberitakan kepada kami [Abdurrahman] yaitu Ibnu Abu Ziyad, dari [Hisyam] dari dari ['Urwah] berkata: telah mengabarkan kepadaku [bapakku, Zubair radliallahu 'anhu] ketika perang Uhud telah usai seorang wanita datang sambil berjalan, sehingga ketika dia hampir mendekat kepada para korban, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak suka jika wanita itu sampai melihat mereka, maka beliau berkata: "Hentikan wanita itu, hentikan wanita itu!" Zubair radliallahu 'anhu berkata: "Maka aku menjelaskan bahwa itu adalah ibuku, Shafiyyah. Aku pergi berlari ke arahnya, dan aku dapat menemuinya sebelum dia mendekati kepada para korban yang gugur. Tetapi dia mendorong dan memukul dadaku, dan memang dia adalah seorang wanita yang kuat lagi penyabar, kemudian dia berkata: "Menjauhlah kamu, Aku tidak rela kepadamu." Saya katakan kepadanya: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersikeras untuk melarangmu" Maka ibuku pun berhenti dan mengeluarkan dua kain yang dibawanya, kemudian berkata: "Dua kain ini aku bawa untuk saudaraku Hamzah, karena telah sampai kepadaku berita kegugurannya, maka kafanilah dia dengan dua kain ini." Maka kami membawa dua kain itu untuk mengafani Hamzah, tetapi di samping Hamzah ada seorang lelaki Anshar yang terbunuh juga, yang telah diperlakukan sebagaimana yang diperlakukan kepada Hamzah. Kami merasa tidak pantas dan malu jika mengafani Hamzah dengan dua kain sementara tidak ada kafan untuk lelaki Anshar. Maka Kami katakan: "Satu kain untuk Hamzah dan satu lagi untuk lelaki Anshar, " kemudian kami mengukur keduanya, ternyata salah satunya lebih besar dari yang lain sehingga kami lakukan undian diantara keduanya dan masing masing kami kafani dengan kain yang menjadi bagiannya."

【1345】

Musnad Ahmad 1345: Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Yaman] telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib] dari [Az Zuhri] berkata: telah mengabarkan kepadaku [Urwah bin Zubair] bahwa [Zubair radliallahu 'anhu] menceritakan, bahwa dia mengadukan seorang lelaki Anshar yang telah ikut serta dalam perang Badar ke hadapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam berkaitan irigasi air yang datang dari dataran tinggi yang mereka gunakan untuk mengairi kebun masing-masing. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada Zubair radliallahu 'anhu: "Alirilah untukmu kemudian alirkan untuk tetanggamu!" namun orang Anshar marah dan berkata: "Wahai Rasulullah! apakah karena dia itu anak bibimu?" merahlah wajah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan berkata kepada Zubair radliallahu 'anhu: "Airilah (kebunmu), setelah itu tahan airnya agar ia kembali ke asalnya."" Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan bagian semuanya kepada Zubair, padahal sebelumnya beliau menunjuk kepada Zubair dengan satu pendapat, dengan harapan ada kemudahan untuk Zubair dan orang Anshar, tapi ketika orang Anshar marah kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam akhirnya beliau memberikan semua bagian kepada Zubair dengan keputusan yang tegas. Urwah berkata: Zubair radliallahu 'anhu berkata: "Demi Allah, aku yakin bahwa ayat ini tidak turun kecuali berkaitan dengan masalah itu: "Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, Kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (QS: an Nisaa`: 65) "

【1346】

Musnad Ahmad 1346: Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Abdu Rabbihi] telah menceritakan kepada kami [Baqiyyah bin Al Walid] telah menceritakan kepadaku [Jubair bin 'Amru Al Qarsyi] telah menceritakan kepadaku [Abu Sa'd Al Anshari] dari [Abu Yahya] mantan budak keluarga Zubair bin Awwam, dari [Zubair bin Al Awwam radliallahu 'anhu] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bumi ini adalah bumi milik Allah, semua hamba adalah hamba Allah, maka di manapun kalian mendapatkan kebaikan tegakkanlah."

【1347】

Musnad Ahmad 1347: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah menceritakan kepada kami [Baqiyyah bin Al Walid] telah menceritakan kepadaku [Jubair bin 'Amru] dari [Abu Sa'd Al Anshari] dari [Abu Yahya] mantan budak keluarga Zubair bin Awwam, dari [Zubair bin Al Awwam radliallahu 'anhu] berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam saat di Arafah membaca ayat ini: (Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. para malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). tak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah) yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.) (QS, Ali Imran: 18) "dan aku termasuk orang-orang yang bersaksi atas yang demikian itu Wahai Rabbku."

【1348】

Musnad Ahmad 1348: Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Muhammad bin Ishaq] telah menceritakan kepadaku [Abdullah bin 'Atho` bin Ibrahim] mantan budak Zubair, dari [ibunya] dan [neneknya, Ummu 'Atho`] keduanya berkata: "Demi Allah, seakan-akan kami melihat kepada [Zubair bin Awwam] radliallahu 'anhu ketika datang kepada kami dengan membawa keledainya yang berwarna putih kemudian dia berkata: "Wahai Ummu 'Atho`, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang kaum muslimin memakan daging hewan sembelihan mereka melebihi tiga hari" Abdullah berkata: Aku bertanya: demi bapakku sebagai tebusanmu, apa yang harus kami lakukan dengan daging yang dihadiahkan kepada kami?" maka dia menjawab: "Adapun daging yang dihadiahkan kepada kalian maka itu urusan kalian."

【1349】

Musnad Ahmad 1349: Telah menceritakan kepada kami ['Attab bin Ziyad] telah menceritakan kepada kami [Abdullah] yaitu Ibnu Mubarak, telah memberitakan kepada kami [Hisyam bin Umar] dari [Bapaknya] dari [Abdullah bin Zubair] radliyallahu 'anhu berkata: pada Perang ahzab saya dan Umar bin Abu Salamah bersama kaum wanita. Lalu saya memeriksa, ternyata saya melihat [Zubair] berada di atas kudanya berangkat ke Bani Quraizhah dua kali atau tiga kali. Tatkala pulang, saya berkata: "Saya melihat engkau pulang pergi ke suatu tempat." Dia bertanya: "Apakah kamu melihatku Wahai anakku." Saya menjawab: "Ya." Zubair berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Siapa yang hendak mendatangi Bani Quraizhah untuk mencari khabar tentang mereka?" maka saya pun berangkat, dan ketika saya kembali Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan nama kedua orang tuanya (ketika meminta sesuatu) kepadaku. Beliau bersabda: "Ayah dan ibuku sebagai tebusanmu".

【1350】

Musnad Ahmad 1350: Telah menceritakan kepada kami ['Attab] telah menceritakan kepada kami [Abdullah] berkata: telah mengabarkan kepada kami Abdullah bin 'Uqbah yaitu [Abdullah bin Lahi'ah], telah menceritakan kepadaku [Yazid bin Abu Habib] dari [orang] yang telah mendengar [Abdullah bin Al Mughirah bin Abu Burdah] berkata: saya mendengar [Sufyan bin Wahab Al Khaulani] berkata: Ketika kami menaklukkan kota Mesir tanpa perjanjian, Az Zubair bin Awwam radliyallahu 'anhu berdiri dan berkata: "Wahai Amru bin Al 'Ash bagikanlah!" Maka 'Amru berkata: "Aku tidak akan membaginya." Maka [Zubair] radliyallahu 'anhu berkata: "Demi Allah, kamu harus membaginya sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membagi pada saat perang Khaibar" 'Amru berkata: "Demi Allah, aku tidak akan membaginya sampai aku menulis surat kepada Amirul Mukminin." kemudian dia menulis surat kepada Umar radliallahu 'anhu, dan dia membalas surat tersebut (yang berisi): "supaya kamu menyimpannya sampai anak cucu (kaum muslimin) bisa berperang dengan (perbekalan) harta itu."

【1351】

Musnad Ahmad 1351: Telah menceritakan kepada kami ['Attab] telah menceritakan kepada kami [Abdullah] telah menceritakan kepada kami [Fulaih bin Muhammad] dari [Al Mundzir bin Zubair radliallahu 'anhu] dari [bapaknya] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberi Zubair satu bagian, ibunya satu bagian dan memberikan kepada kudanya dua bagian.

【1352】

Musnad Ahmad 1352: Telah menceritakan kepada kami [Affan] telah menceritakan kepada kami [Mubarak] telah menceritakan kepada kami [Al Hasan] berkata: Seorang lelaki menemui [Zubair bin Awwam] kemudian berkata: "Saya akan membunuh Ali untukmu?" Zubair menjawab: "Jangan! bagaimana kamu akan membunuhnya, padahal bersamanya banyak tentara?" dia menjawab: "Aku akan menyusup kemudian menyerangnya dengan sadis" Zubair berkata: Jangan! sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Iman itu adalah kendali dari tindakan pembunuhan secara sadis, dan seorang mu'min tidak akan membunuh dengan sadis." Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] telah memberitakan kepada kami [Mubarak bin Fadhalah] telah menceritakan kepada kami [Al Hasan] berkata: seorang lelaki menemui [Zubair bin Al Awwam] kemudian berkata: "Ketahuilah, aku akan membunuh Ali untukmu" Zubair bertanya: "Bagaimana kamu dapat membunuhnya padahal dia bersama orang banyak?" kemudian dia menyebutkan hadits secara makna.

【1353】

Musnad Ahmad 1353: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Jami' bin Syaddad] dari [Amir bin Abdullah bin Zubair] dari [bapaknya] berkata: Aku bertanya kepada [Zubair bin Al Awwam] Radhia Allah 'anhu: "Kenapa kamu tidak meriwayatkan hadits dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" dia menjawab: "Aku tidak berpisah dari beliau sejak aku masuk Islam, tetapi aku mendengar dari beliau satu kalimat yang telah saya dengar secara langsung: "Barangsiapa berdusta atas namaku maka hendaklah mempersiapkan tempat duduknya di Neraka."

【1354】

Musnad Ahmad 1354: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] dan [Ibnu Numair], keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Urwah] dari [Bapaknya] dari [kakeknya]. [Ibnu Numair] berkata: dari [Zubair radliallahu 'anhu] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Seorang lelaki yang membawa seutas tali, dia pergi ke gunung, kemudian (kembali) dengan membawa seikat kayu bakar dan menjualnya sehingga dia merasa cukup dengan hasil tersebut adalah lebih baik baginya daripada meminta-minta kepada manusia baik mereka memberi atau menolaknya."

【1355】

Musnad Ahmad 1355: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] telah menceritakannya kepada kami [Harb bin Syaddad] dari [Yahya bin Abu Katsir] bahwa [Ya'isy bin Al Walid] menceritakan kepadanya, bahwa mantan [budak keluarga Zubair] menceritakan kepadanya, bahwa [Zubair bin Al Awwam radliallahu 'anhu] menceritakan kepadanya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Telah menyebar diantara kalian penyakit umat sebelum kalian yaitu dengki dan marah. Marah merupakan pemangkas, aku tidak mengatakan (bahwa dia) memangkas rambut akan tetapi dia memangkas agama. Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya." Atau "Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tanganNya, kalian tidak akan masuk syurga sehingga kalian beriman, dan kalian tidak beriman sehingga kalian saling mencintai, maukah aku beritahukan kepada kalian sesuatu yang bisa merealitakan (keimanan dan saling cinta) diantara kalian?, sebarkanlah salam diantara kalian." Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Amir] telah menceritakan kepada kami [Ali bin Mubarak] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Ya'isy bin Al Walid] bahwa [mantan budak keluarga Zubair] menceritakan kepadanya, bahwa [Zubair radliallahu 'anhu] menceritakan kepadanya, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Telah menyebar diantara kalian.." lalu dia menyebutkan hadits diatas. Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Khalid] telah menceritakan kepada kami [Rabah] dari [Ma'mar] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Ya'isy bin Al Walid bin Hisyam] dari [mantan budak keluarga Zubair] bahwa [Zubair bin Al Awwam radliallahu 'anhu] menceritakan kepadanya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Telah menyebar diantara kalian.." lalu dia menyebutkan hadits diatas.

【1356】

Musnad Ahmad 1356: Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari [Al Hasan] berkata: Seorang lelaki berkata kepada [Zubair]: "Saya akan membunuh Ali untukmu?" dia menjawab: "Bagaimana kamu akan membunuhnya?" laki-laki itu menjawab: "Aku akan membunuhnya dengan sadis" Zubair berkata: "Jangan! Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Iman itu adalah kendali dari tindakan pembunuhan secara sadis, dan seorang mukmin tidak akan melakukan hal itu."

【1357】

Musnad Ahmad 1357: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ibnu 'Amru] dari [Yahya bin Abdurrahman bin Hathib] dari [Abdullah bin Zubair] dari [Zubair bin Al Awwam] berkata: Tatkala surat ini turun kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Sesungguhnya kamu akan mati dan Sesungguhnya mereka akan mati (pula). Kemudian Sesungguhnya kamu pada hari kiamat akan berbantah-bantah di hadapan Tuhanmu." (Az Zumar: 30) Zubair berkata: "Wahai Rasulullah, apakah sesuatu yang pernah terjadi pada kami berikut dosa-dosa pribadi kami di dunia akan di ulang kembali?" beliau menjawab: "Ya. Akan diulang kembali sampai semua orang yang punya hak ditunaikan haknya." Zubair berkata: "Demi Allah, urusan ini sangatlah berat sekali."

【1358】

Musnad Ahmad 1358: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan], ['Amru] berkata: dan saya mendengar ['Ikrimah] membaca: (Dan (Ingatlah) ketika kami hadapkan kepadamu.) dan dibacakan kepada [Sufyan] dari [Zubair]: (Serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Qur`an.) Zubair berkata: Di pohon kurma, sementara Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sedang melaksanakan shalat Isya: (Hampir saja jin-jin itu berdesak-desakan mengerumuninya." Sufyan berkata: "Mereka satu sama lain tumpuk menumpuk seperti susunan yang tersusun satu diatas yang lainnya."

【1359】

Musnad Ahmad 1359: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] telah memberitakan kepada kami [Ibnu Abu Dzi`b] telah menceritakan kepada kami [Muslim bin Jundub] telah menceritakan kepadaku [seseorang] yang mendengar [Zubair bin Awwam radliallahu 'anhu] berkata: kami shalat Jum'at bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian kami bersegera pergi, dan kami tidak mendapati bayangan kecuali seluas kaki-kaki kami. Atau berkata: kami tidak mendapati bayangan kecuali tempat meletakkan kaki kami.

【1360】

Musnad Ahmad 1360: Telah menceritakan kepada kami [Katsir bin Hisyam] telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [Abu Zubair] dari [Abdullah bin Salamah] atau Maslamah, Katsir menerangkan: menurut hafalanku Salimah, dari [Ali] atau dari [Zubair] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyampaikan khutbah kepada kami, kemudian beliau mengingatkan tentang hari-hari Allah sampai kami mengetahuinya dari wajah beliau. (Saat itu) seakan-akan beliau sedang memberi peringatan kepada suatu kaum yang tertimpa suatu perkara diwaktu paginya. Dan beliau ketika mendapat wahyu dari Jibril, beliau tidak tersenyum dan tidak tertawa sampai Jibril pergi meninggalkan beliau."

【1361】

Musnad Ahmad 1361: Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin 'Amir] telah menceritakan kepada kami [Jarir], dia berkata: saya mendengar [Al Hasan] berkata: [Zubair bin Al Awwam] berkata: Pada saat kami sedang berdesak-desakkan bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, turunlah ayat: (Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu.) Maka kami berkata: "Apa yang dimaksud siksa ini?" kami tidak menyadari bahwa siksaan itu terjadi di mana saja tempatnya."

【1362】

Musnad Ahmad 1362: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritkan kepada kami [Abdul Warits] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Najih] berkata: saya bertanya kepada Thawus tentang seorang lelaki yang melempar jumrah dengan enam kerikil. Dia menjawab: "Hendaknya dia memberi makan dengan segenggam makanan." Ibnu Abu Najih berkata: Kemudian aku bertemu [Mujahid], maka aku pun menanyakan kepadanya dan menyebutkan pendapat Thawus, maka dia menjawab: "Semoga Allah memberikan rahmat kepada Abu Abdurrahman, tidakkah sampai kepadanya perkataan [Sa'd bin Malik] bahwa dia berkata: Kami melempar beberapa jumrah atau satu jumrah dalam ritual haji kami (yang kami jalani) bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian kami duduk saling berdiskusi, di antara kami ada yang berkata: 'Aku telah melempar enam kerikil, ' diantara kami ada yang berkata: 'Aku melempar tujuh kerikil, ' diantara kami ada yang berkata: 'Aku telah melempar delapan kerikil, ' dan diantara kami ada yang berkata: 'Aku melempar sembilan kerikil, ' dan mereka tidak menganggap bahwa hal itu merupakan satu kesalahan."

【1363】

Musnad Ahmad 1363: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari ['Amru bin Sa'id] dari [Humaid bin Abdurrahman Al Himyari] dari [tiga orang anak Sa'd] dari [Sa'd], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam datang menjenguknya ketika dia sedang sakit di Makkah. Kemudian dia berkata: "Wahai Rasulullah, aku khawatir meninggal dunia di bumi yang telah aku tinggalkan, sebagaimana Sa'd bin Khaulah meninggal dunia. Maka Berdo'alah kepada Allah supaya menyembuhkan aku." Beliau berdoa: "ALLAHUMMA ASYFI SA'DAN, ALLAHUMMA ASYFI SA'DAN, ALLAHUMMA ASYFI SA'DAN (Ya Allah sembuhkanlah Sa'd, ya Allah sembuhkanlah Sa'd, ya Allah sembuhkanlah Sa'd) " kemudian Sa'd berkata: "Wahai Rasulullah, aku memiliki harta yang banyak dan tidak ada orang yang akan mewarisiku kecuali seorang anak perempuan, maka apakah aku boleh mewaisatkan seluruh hartaku untuknya?" beliau menjawab: "Tidak" Sa'd bertanya lagi: "Atau aku wasiatkan dua pertiganya?" Beliau menjawab: "Tidak" Sa'd bertanya lagi: "Atau aku wasiatkan setengahnya?" Beliau menjawab: "Tidak" Sa'd bertanya lagi: "Atau aku wasiatkan sepertiganya?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Ya, sepertiga, dan sepertiga itu sudah banyak. Sesungguhnya nafkah untuk pribadimu dari hartamu adalah sedekah, sesungguhnya nafkahmu (yang kamu berikan) kepada keluargamu adalah sedekah bagimu, sesungguhnya nafkahmu (yang kamu berikan) kepada istrimu adalah sedekah bagimu. Dan sesungguhnya jika kamu meninggalkan keluargamu dengan penghidupan" atau dalam riwayat lain beliau berkata: "Dengan kecukupan adalah lebih baik daripada kamu meninggalkan mereka dalam keadaan meminta-minta kepada manusia."

【1364】

Musnad Ahmad 1364: Telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Al Hanafi, Abdul Kabir bin Abdul Majid] telah menceritakan kepada kami [Bukair bin Mismar] dari ['Amir bin Sa'd], mengatakan bahwa saudaranya, Umar berangkat menemui Sa'd di tempat penggembalaan kambingnya di luar Madinah. Ketika Sa'd melihatnya, dia berkata: "Aku berlindung kepada Allah dari keburukan pengendara ini" dan ketika Umar menemuinya, dia berkata: "Wahai bapakku, apakah engkau rela menjadi seorang badui yang mengurusi kambingmu sementara orang-orang berselisih dalam masalah kepemimpinan di Madinah?" Maka [Sa'd] memukul dada Umar dan berkata: "Diam kamu, saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Allah mencintai hambaNya yang bertaqwa, berkecukupan dan sembunyi-sembunyi (mengeluarkan sedekahnya)."

【1365】

Musnad Ahmad 1365: Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Amir] telah menceritakan kepada kami [Fulaih] dari [Abdullah bin Abdurrahman] yaitu Ibnu Ma'mar, dia berkata: bahwa [Amir bin Sa'd] menceritakan kepada Umar bin Abdul Aziz ketika dia sedang menjabat Gubernur kota Madinah, bahwa [Sa'd] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa makan tujuh biji kurma 'Ajwah dari antara dua sisi Madinah sebelum sarapan pagi maka tidak akan ada sesuatu yang membahayakannya pada hari itu sampai sore harinya." Fulaih berkata: Aku mengiranya beliau bersabda: "Dan jika memakannya pada waktu sore hari maka tidak ada sesuatu yang membahayakannya sampai pagi hari." Maka Umar berkata: "perhatikanlah Wahai 'Amir apa yang kamu ceritakan dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" maka 'Amir menjawab: "Aku bersaksi, dan aku tidak berbohong atas nama Sa'd dan Sa'd tidak berbohong atas nama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【1366】

Musnad Ahmad 1366: Telah menceritakan kepada kami [Abu 'Amir] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Ja'far] dari [Isma'il bin Muhammad bin Sa'd] dari ['Amir bin Sa'd] bahwa [Sa'd] mengendarai kendaraannya menuju istananya di Aqiq, kemudian dia menjumpai seorang budak laki-laki yang sedang memangkas daun atau memotong pepohonan, maka Sa'd merampas (peralatan) budak tersebut. Ketika Sa'd pulang, dia didatangi oleh pemilik budak tersebut dan mereka meminta untuk mengembalikan apa yang dia ambil dari budak mereka. Sa'd berkata: "Aku berlindung kepada Allah untuk mengembalikan sesuatu yang telah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berikan kepadaku." Dia tetap menolak mengembalikan kepada mereka.

【1367】

Musnad Ahmad 1367: Telah menceritakan kepada kami [Rauh] -dia mendekte kepada kami ketika di Baghdad, - telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abu Humaid] dari [Isma'il bin Muhammad bin Sa'd bin Abu Waqqash] dari [bapaknya] dari [kakeknya, Sa'd bin Abu Waqqash] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Di antara kebahagiaan anak Adam adalah istikharahnya (memohon pilihan dengan meminta petunjuk kepada Allah) kepada Allah, dan diantara kebahagiaan anak Adam adalah kerelaannya kepada ketetapan Allah, sedangkan diantara kesengsaraan anak Adam adalah dia meninggalkan istikharah kepada Allah, dan diantara kesengsaraan anak Adam adalah kemurkaannya terhadap ketetapan Allah."

【1368】

Musnad Ahmad 1368: Telah menceritakan kepada kami [Rauh] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abu Humaid] telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Muhammad bin Sa'd bin Abu Waqqash] dari [bapaknya] dari [kakeknya] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tiga indikasi kebahagiaan anak Adam, dan tiga indikasi kesengsaraan anak Adam: indikasi kebahagiaan anak cucu adam adalah istri yang shalehah, tempat tinggal yang baik dan kendaraan yang baik. Sedangkan indikasi kesengsaraan anak Adam adalah istri yang berakhlak buruk, tempat tinggal yang buruk dan kendaraan yang buruk."

【1369】

Musnad Ahmad 1369: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] mantan budak Bani Hasyim, telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Lahi'ah] telah menceritakan kepada kami [Bukair bin Abdullah bin Al Asyaj] bahwa dia mendengar [Husain bin Abdurrahman] menceritakan, bahwa dia mendengar [Sa'd bin Abu Waqqash] berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Akan terjadi suatu fitnah, dimana orang yang duduk ketika itu lebih baik dari orang yang berdiri, dan orang yang berdiri ketika itu lebih baik dari orang yang berjalan, dan orang yang berjalan ketika itu lebih baik dari orang yang berlari." Husain bin Abdurrahman berkata: Aku mengira Sa'd juga berkata: "Dan orang yang berbaring ketika itu lebih baik dari orang yang duduk."

【1370】

Musnad Ahmad 1370: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Simak bin Harb] dari [anak laki-laki saudara Sa'd] dari [Sa'd], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada Bani Najiyah: "Saya adalah bagian dari mereka dan mereka adalah bagian dariku." Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] kemudian dia menyebutkan redaksi hadits dengan kisah yang di dalamnya dia berkata: [anak saudara Sa'd bin Malik] berkata: bahwa mereka menyebut-nyebut Bani Najiyah di samping Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka beliau bersabda: "Mereka satu perkampungan yang merupakan bagian dariku." dan dalam redaksi ini dia tidak menyebutkan Sa'd."

【1371】

Musnad Ahmad 1371: Telah menceritakan kepada kami [Hasan] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Abu Habib] dari [Daud bin 'Amir bin Sa'd bin Abu Waqqash] dari [bapaknya] dari [kakeknya] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Seandainya secuil kuku saja dari keindahan yang ada di Syurga muncul, niscaya akan menghiasi ruang yang ada antara langit dan bumi. Seandainya seorang lelaki dari ahli syurga muncul kemudian tampak gelangnya, niscaya cahayanya akan menghapus cahaya matahari sebagaimana cahaya matahari menghapus cahaya bintang."

【1372】

Musnad Ahmad 1372: Telah menceritakan kepada kami [Abu Salamah Al Khuza'i] telah mengabarkan kepada kami [Abdullah bin Ja'far] dari [Isma'il bin Muhammad] dari ['Amir bin Sa'd] dari [Sa'd] berkata: "Buatkanlah liang lahat untukku dan letakkanlah batu bata sebagaimana telah dibuatkan untuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Mahdi] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Ja'far] dari [Isma'il bin Muhammad] dari [bapaknya] dari [Sa'd] kemudian dia menyebutkan hadits yang serupa dengannya, dan [Abu Sa'id] menyepakati [Amir bin Sa'd] dalam hal ini, sebagaimana yang dikatakan oleh Al Khuza'i."

【1373】

Musnad Ahmad 1373: Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Daud Al Hasyimi] telah menceritakan kepada kami [Isma'il] yaitu Ibnu Ja'far, telah mengabarkan kepadaku [Musa bin 'Uqbah] dari [Abu Nadhr] mantan budak Umar bin 'Ubaidullah bin Ma'mar, dari [Abu Salamah bin Abdurrahman] dari [Sa'd bin Abu Waqqash], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda mengenai mengusap kedua khuff: "bahwa hal itu tidak mengapa."

【1374】

Musnad Ahmad 1374: Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Isa] telah menceritakan kepadaku [Malik] yaitu Ibnu Anas, dari [Salim Abu Nadhr] dari ['Amir bin Sa'd bin Abu Waqqash] berkata: Aku mendengar [bapakku] berkata: "Saya tidak pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada manusia yang masih hidup lagi masih berjalan bahwa dia berada di syurga kecuali kepada Abdullah bin Salam."

【1375】

Musnad Ahmad 1375: Telah menceritakan kepada kami [Husyaim] telah memberitakan kepada kami [Khalid] dari [Abu 'Utsman] berkata: Ketika Ziyad diaku (sebagai ayah oleh orang yang bukan anaknya), maka aku bertemu Abu Bakrah dan berkata: "Apa yang kalian lakukan ini? sesungguhnya aku mendengar [Sa'd bin Abu Waqqash] berkata: telingaku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mengaku seorang bapak dalam Islam padahal bukan bapaknya dan dia tahu bahwa dia bukan bapaknya maka Syurga haram baginya." Kemudian [Abu Bakrah] berkata: "Aku juga telah mendengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【1376】

Musnad Ahmad 1376: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] dari [Wuhaib] dari [Abu Waqid Al Laitsi] dari ['Amir bin Sa'd] dari [bapaknya] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Tangan dipotong karena mencuri seharga tameng (seperempat dinar)."

【1377】

Musnad Ahmad 1377: Telah menceritakan kepada kami [Rauh] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abu Humaid Al Madani] telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Muhammad bin Sa'd bin Abu Waqqash] dari [bapaknya] dari [kakeknya] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruhku untuk menyerukan pada Hari Mina: "bahwa hari-hari (ini) adalah hari makan dan minum, dan tidak boleh berpuasa pada hari-hari (ini)." yaitu hari-hari Tasyriq.

【1378】

Musnad Ahmad 1378: Telah menceritakan kepada kami [Husain bin Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Al Fudhail bin Sulaiman] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abu Yahya] dari [Abu Ishaq bin Salim] dari ['Amir bin Sa'd] dari [Sa'd bin Abu Waqqash] berkata: "Diantara dua sisi Madinah adalah haram, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengharamkannya sebagaimana Ibrahim mengharamkan Makkah: "Ya Allah jadikanlah keberkahan di dalamnya dengan dua keberkahan, dan berkahilah dalam setiap Sha' setiap Mud mereka."

【1379】

Musnad Ahmad 1379: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] telah memberitakan kepada kami ['Ashim bin Bahdalah] dari [Mus'ab bin Sa'd] dari [bapaknya] bahwa sebuah piring besar berisi makanan diberikan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu beliau memakannya dan masih tersisa. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Akan datang seorang lelaki dari jalan ini, salah seorang penghuni Syurga, dia memakan sisa makanan ini." Sa'd berkata: "dan ketika itu aku tinggalkan saudaraku yaitu Umair sedang berwudhu, maka aku berkata (dalam hatiku): 'lelaki itu pasti Umair, ' akan tetapi datanglah Abdullah bin Salam kemudian memakan sisa makanan Rasulullah."

【1380】

Musnad Ahmad 1380: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] telah menceritakan kepada kami [Musa bin 'Uqbah] berkata: saya mendengar [Abu Nadhr] menceritakan dari [Abu Salamah] dari [Sa'd bin Abu Waqqash], satu hadits yang dia marfu'kan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang berwudhu dengan tetap memakai kedua khuff: "bahwa hal itu tidak mengapa."

【1381】

Musnad Ahmad 1381: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Jarir bin Hazim] telah menceritakan kepadaku [Ya'la bin Hakim] dari [Sulaiman bin Abu Abdullah] berkata: saya melihat [Sa'd bin Abu Waqqash] menangkap seorang budak lelaki yang sedang berburu pada tanah Haram Madinah yang telah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam haramkan, lalu dia merampas pakaiannya. Tetapi tuannya mendatangi Sa'd. maka Sa'd berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengharamkan tanah ini dan bersabda: "Barangsiapa melihat seseorang sedang berburu di dalamnya, maka dia boleh merampas harta orang itu." Saya tidak akan mengembalikan kepada kalian makanan yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berikan kepadaku, namun jika kalian mau, saya akan mengganti harganya." Dalam kesempatan lain 'Affan berkata: "Jika kalian mau, saya akan mengganti harganya."

【1382】

Musnad Ahmad 1382: Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] telah menceritakan kepada kami [Bapakku] dari [Ibnu Ishaq] telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Abdurrahman bin Abdullah bin Al Hushain], bahwa dia menceritakan dari [Sa'd bin Abu Waqqash], bahwa dia melaksanakan shalat isya di masjid Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian melakukan shalat witir satu raka'at dengan tidak menambahinya. Muhammad bin Abdurrahman berkata: maka ditanyakanlah kepadanya: "Apakah kamu melakukan hanya witir satu raka'at dan tidak menambahinya, Wahai Abu Ishaq?" Dia menjawab: Ya, saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Yaitu orang yang tidak tidur, sampai orang yang berikat pinggang melakukan shalat witir'."

【1383】

Musnad Ahmad 1383: Telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Umar] telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Ishaq Al Hamdani] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Muhammad bin Sa'd] telah menceritakan kepada kami [bapakku, Muhammad] dari [bapaknya, Sa'd] berkata: Aku melewati Utsman bin 'Affan di sebuah masjid lalu aku mengucapkan salam kepadanya, kedua matanya menatap namun dia tidak menjawab salamku. Maka aku menemui Umar bin Khaththab dan bertanya kepadanya: "Wahai Amirul Mukminin, apa yang sedang terjadi dalam Islam?" (saya ucapkan dua kali). Maka Umar menjawab: "Tidak, memang ada apa?" Aku berkata: "Tidak ada apa-apa, tetapi aku tadi melewati Utsman di masjid, lalu aku mengucapkan salam kepadanya, kedua matanya menatap tapi tidak menjawab salamku?" Maka Umar mengutus seseorang kepada Utsman dan memanggilnya, (setelah Ustman berada dihadapannya) Umar bertanya: "Apa yang menghalangimu untuk menjawab salam saudaramu?" Utsman menjawab: "Aku tidak melakukannya." Sa'd berkata: aku berkata: "Ya, (kamu melakukannya)." Akhirnya dia bersumpah dan akupun bersumpah. Kemudian Utsman teringat dan berkata: "Ya, aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepadaNya, kamu tadi lewat di depanku dan ketika itu aku sedang berbicara pada diriku sendiri tentang suatu kalimat yang aku dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Tidak, demi Allah aku sama sekali tidak mengingatnya karena penglihatan dan hati sedang tertutup." Sa'd berkata: "akan saya beritahukan kalimat itu kepadamu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menyebutkan kepada kami doa yang pertama kali, kemudian datanglah seorang badui yang membuat beliau sibuk sehingga Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam beranjak (pergi) dan aku mengikuti beliau, ketika aku merasa bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam akan mendahuluiku dan beliau belum masuk ke dalam rumahnya, maka aku menjejakkan kedua telapak kakiku ke tanah sehingga Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menoleh ke arahku dan bertanya: "Siapa itu? Apakah Abu Ishaq?" Sa'd menjawab: "Benar Wahai Rasulullah." Kemudian beliau berkata: "pergilah!" saya menjawab: "Tidak, demi Allah, karena anda tadi hendak menyebutkan kepada kami doa yang pertama kali, namun anda kedatangan seorang badui yang menyibukkan anda." Beliau menjawab: "Ya, yaitu doa Dzun Nun ketika dia berada di dalam perut seekor ikan Hiu: LA ILAHA ILLA ANTA SUBHANAKA INNI KUNTU MINAZHZHALIMIN (Tidak ada Ilah yang berhaq disembah kecuali Engkau. Maha suci Engkau sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berbuat aniya.) " Maka sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdo'a dengan do'a tersebut dalam suatu permasalahan kecuali pasti akan dikabulkan."

【1384】

Musnad Ahmad 1384: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] mantan budak Bani Hasyim, telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Bilal] telah menceritakan kepada kami [Al Ju'aid bin Abdurrahman] dari [Aisyah binti Sa'd] dari [bapaknya], bahwa Ali keluar bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sampai tiba di Tsaniyyatul Wada'. Kemudian Ali menangis dan berkata: "Engkau tinggalkan aku bersama orang-orang yang tertinggal (di Madinah)!" beliau bersabda: "Tidakkah kamu rela bahwa kedudukanmu dariku seperti kedudukan Harun dari Musa, kecuali kenabian."

【1385】

Musnad Ahmad 1385: Telah menceritakan kepada kami ['Isham bin Khalid] telah menceritakan kepadaku [Abu Bakar] yaitu Ibnu Abu Maryam, dari [Rasyid bin Sa'd] dari [Sa'd bin Abu Waqqash] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda: "Umatku tidak akan menjadi lemah di sisi Rabbku ketika Allah menangguhkan mereka setengah hari." Aku bertanya kepada Rasyid: "Apakah telah sampai kepadamu berapa setengah hari itu?" dia menjawab: "Lima ratus tahun."

【1386】

Musnad Ahmad 1386: Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Yaman] telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abdullah] dari [Rasyid bin Sa'd] dari [Sa'd bin Abu Waqash] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Saya sangat berharap agar umatku tidak lemah di sisi Rabbku ketika Dia menangguhkan mereka setengah hari." Maka ditanyakan kepada Sa'd: "Berapa setengah hari itu?" dia menjawab: "Lima ratus tahun."

【1387】

Musnad Ahmad 1387: Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Yaman] telah menceritakan kepada kami [Abu Bakar bin Abdullah] dari [Rasyid bin Sa'd] dari [Sa'd bin Abu Waqqash] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang ayat: (Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu.) Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Hal itu pasti terjadi, tetapi penjelasannya belum datang hingga sekarang."

【1388】

Musnad Ahmad 1388: Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Ishaq] telah mengabarkan kepada kami [Abdullah] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari [Yazid bin Abu Habib] dari [Daud bin 'Amir bin Sa'd bin Abu Waqash] dari [Bapaknya] dari [kakeknya] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Seandainya sesuatu yang lebih kecil dari kuku dari keindahan yang ada di Syurga tampak, niscaya akan menghiasi apa yang ada di sisi-sisi langit dan bumi. Seandainya seorang lelaki dari penduduk syurga muncul kemudian tampak gelangnya, niscaya cahayanya akan menghapus cahaya matahari seperti cahaya matahari menghapus cahaya bintang."

【1389】

Musnad Ahmad 1389: Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Daud Al Hasyimi] telah memberitakan kepada kami [Ibrahim bin Sa'd] dari [Bapaknya] dari [Bapaknya] dari [Sa'd bin Abu Waqqash] berkata: Saya melihat di samping kanan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan samping kiri beliau pada Perang Uhud, ada dua orang laki-laki yang memakai pakaian putih berperang dengan penuh semangat, yang aku tidak pernah melihatnya sebelum atau sesudahnya."

【1390】

Musnad Ahmad 1390: Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Isa] telah menceritakan kepadaku [Ibrahim] yaitu Ibnu Sa'd, dari [bapaknya] dari [Mu'adz At Taimi] berkata: saya mendengar [Sa'd bin Abu Waqqash] berkata: saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Dua shalat yang tidak boleh shalat setelahnya, yaitu shalat shubuh sampai matahari terbit dan Ashar sampai Matahari terbenam." Telah menceritakan kepada kami [Yunus] telah menceritakan kepada kami [Ibrahim] dari [bapaknya] dari seorang lelaki Bani Taim yang bernama [Mu'adz], dari [Sa'd bin Abu Waqqash] berkata: "Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, " kemudian dia menyebutkan hadits seperti di atas.

【1391】

Musnad Ahmad 1391: Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] dan [Sa'd] keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami [Bapakku] dari [bapaknya] dari [kakeknya], [Sa'd] berkata: dari [Ibrahim bin Abdurrahman] berkata: saya mendengar [Sa'd bin Abu Waqqash] berkata: "Saya melihat di samping kanan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan samping kiri beliau pada Perang Uhud ada dua orang laki-laki yang memakai pakaian putih berperang dengan penuh semangat, saya tidak pernah melihatnya sebelum atau sesudahnya."

【1392】

Musnad Ahmad 1392: Telah bercerita kepada kami [Ya'qub] telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Shalih], [Ibnu Syihab] berkata: telah menceritakan kepadaku [Abdul Hamid bin Abdurrahman bin Zaid] bahwa [Muhammad bin Sa'd bin Abu Waqqash] telah mengabarkan kepadanya, bahwa [bapaknya, Sa'd bin Abu Waqqash] berkata: Umar meminta izin kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, (saat itu) di dekat beliau ada beberapa wanita Quraisy yang sedang berbicara dan banyak (bertanya) kepada beliau dengan suara yang keras. Ketika Umar meminta izin kepada beliau, mereka bangun dan segera berhijab, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengizinkan Umar untuk masuk. Ketika itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tertawa sehingga Umar berkata: "Semoga Allah membahagiakanmu Wahai Rasulullah." Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: "Aku heran dengan mereka yang ada di sisiku, ketika mendengar suaramu mereka segera berhijab." Umar berkata: "Anda Wahai Rasulullah adalah orang yang lebih patut untuk disegani. Wahai para wanita yang menjadi musuh bagi hawa nafsunya sendiri, apakah kalian segan denganku sementara kalian tidak segan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" Mereka menjawab: "Karena kamu adalah lebih keras dan lebih saklek dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, selamanya setan tidak akan bertemu denganmu di satu jalan yang kamu lewati melainkan setan akan melewati jalan selain jalanmu." Abdullah bin Ahmad bin Hambal berkata: ayahku berkata: dan Ya'qub berkata: "Aku tidak dapat menghitung berapa kali aku mendengarnya berkata: 'telah menceritakan kepada kami Shalih dari Ibnu Syihab'."

【1393】

Musnad Ahmad 1393: Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] dan [Sa'd] keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami [Bapakku] dari [Shalih], dari [Ibnu Syihab], telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Abu Sufyan bin Jariyah] bahwa [Yusuf bin Al Hakam Abul Al Hajjaj] mengabarinya, bahwa [Sa'd bin Abu Waqqash] berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa menginginkan orang-orang Quraisy hina niscaya Allah 'azza wajalla menghinakannya."

【1394】

Musnad Ahmad 1394: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Al Ja'd bin Aus] berkata: telah menceritakan kepadaku [Aisyah binti Sa'd] berkata: [Sa'd] berkata: Saya sakit saat saya berada di Makkah, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menemuiku dalam rangka menjengukku. Saya berkata: "Wahai Rasulullah, aku meninggalkan harta yang banyak dan aku hanya memiliki seorang anak perempuan, apakah aku boleh mewasiatkan dua pertiga hartaku dan memberinya sepertiga saja? ' Beliau menjawab: "Tidak" Sa'd bertanya lagi: "Apakah bleh aku wasiatkan setengahnya dan saya tinggalkan untuknya setengahnya?" Beliau menjawab: "Tidak" Sa'd bertanya lagi: "Atau aku wasiatkan sepertiganya dan saya tinggalkan untuknya dua pertiga?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Sepertiga Ya, tapi sepertiga itu banyak." Beliau ucapkan tiga kali. Sa'd berkata: Kemudian beliau meletakkan tangannya pada dahinya lalu mengusap wajahku dan dadaku serta perutku dan berdoa: "ALLAHUMMA ASYFI SA'DAN WA ATIMMA LAHU HIJRATAHU (Ya Allah sembuhkanlah Sa'd dan sempurnakanlah hijrahnya" Sejak saat itu saya masih tetap terbayang bahwa aku senantiasa merasakan dingin tangan beliau pada dadaku sampai saat ini."

【1395】

Musnad Ahmad 1395: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] telah menceritakan kepada kami [Ibnu 'Ajlan] dari [Abdullah bin Abu Salamah] bahwa [Sa'd] mendengar seorang lelaki berkata: "LABBAIKA DZAL MA'AARIJI (Aku penuhi panggilanMu, Wahai Dzul Ma'arij (Dzat yang para Malaikat naik kepadaNya))." Maka Sa'd berkata: "Yang benar adalah: 'LADZUL MA'AARIJ', tetapi kami bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah mengucapkan demikian."

【1396】

Musnad Ahmad 1396: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Hassan Al Makhzumi] dari [Ibnu Abu Mulaikah] dari ['Ubaidullah bin Abu Nuhaik] dari [Sa'd bin Abu Waqqash] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bukan dari golonganku orang yang tidak melagukan Al Qur`an." Waki' berkata: "Yaitu menyenandungkannya."

【1397】

Musnad Ahmad 1397: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Usamah bin Zaid] dari [Muhammad bin Abdurrahman bin Abu Labibah] dari [Sa'd bin Malik] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sebaik baik dzikir adalah yang tersembunyi dan sebaik baik rizqi adalah yang mencukupi." Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Ishaq] dari [Ibnul Mubarak] dari [Usamah] berkata: telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Abdullah bin 'Amru bin Utsman] bahwa [Muhammad bin Abdurrahman bin Abu Labibah] mengabarinya. Abdullah berkata: bapakku menerangkan: dan [Yahya] yaitu Al Qathan berkata: Ibnu Abu Labibah juga, akan tetapi dia berkata: dari [Usamah], dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Abdurrahman bin Labibah]."

【1398】

Musnad Ahmad 1398: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [Bapaknya] dari [Sa'd], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjenguknya pada saat dia sakit. Dia bertanya: "Wahai Rasulullah, bolehkah aku mewasiatkan hartaku semuanya?" Beliau menjawab: "Jangan" Sa'd bertanya lagi: "Bagaimana kalau setengah?" Beliau menjawab: "Jangan" Sa'd bertanya lagi: "Bagaimana jika sepertiga?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Sepertiga. Ya sepertiga, tapi itu banyak." Atau "Besar."

【1399】

Musnad Ahmad 1399: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Sa'd bin Ibrahim] dari ['Amir bin Sa'd] dari [Bapaknya] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Meskipun kamu hanya memberi nafkah kepada keluargamu itu akan diberi pahala, bahkan sampai suapan yang kamu angkat (suapkan) kepada mulut istrimu."

【1400】

Musnad Ahmad 1400: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Ashim bin Abu An Najud] dari [Mush'ab bin Sa'd] dari [Bapaknya] berkata: saya bertanya: "Wahai Rasulullah, siapa manusia yang paling berat cobaannya?" Beliau menjawab: "Para Nabi, lalu orang-orang shaleh, kemudian orang yang paling mulia dan yang paling mulia dari manusia. Seseorang akan diuji sesuai dengan kadar agamanya, jika agamanya kuat maka akan ditambah ujiannya, dan jika agamanya lemah maka akan diringankan ujiannya. Tidaklah ujian itu berhenti pada seorang hamba sampai dia berjalan di muka bumi tanpa mempunyai dosa."

【1401】

Musnad Ahmad 1401: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Mis'ar] dan [Sufyan] dari [Sa'id bin Ibrahim], sedangkan menurut [Sufyan], dia berkata: dari ['Amir bin Sa'd] dan [Mis'ar] dari [sebagian keluarga Sa'd] dari [Sa'd], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menemuinya untuk menjenguknya saat dia tertimpa sakit di Makkah. Saya berkata: "Wahai Rasulullah, bolehkah aku mewasiatkan hartaku semuanya?" Beliau menjawab: "Jangan" Sa'd bertanya lagi: "Bagaimana kalau setengah?" Beliau menjawab: "Jangan" Sa'd bertanya lagi: "Bagaimana jika sepertiga?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Sepertiga. Ya sepertiga, tapi itu banyak atau besar. Sesungguhnya (jika) kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kecukupan lebih baik daripada meninggalkan mereka dalam keadaan fakir, dengan menengadahkan tangannya kepada manusia. Sesungguhnya walaupun kamu hanya memberi nafkah kepada keluargamu, itu akan diberi pahala, bahkan sampai suapan yang kamu angkat kepada mulut istrimu." Sebagian keluarga Sa'd menerangkan: "Pada waktu itu, dia tidak mempunyai kecuali satu anak perempuan saja. Kemudian Sa'd menceritakan hijrah, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Semoga Allah merahmati Ibnu 'Afran, semoga Allah memperpanjang usiamu sehingga ada kaum yang mengambil manfaat darimu dan yang lainnya mendapat mudharat karenamu."

【1402】

Musnad Ahmad 1402: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Ziyad bin Mihraq] berkata: saya mendengar [Abu 'Abayah] dari [mantan budak Sa'd] bahwa [Sa'd] mendengar anaknya berdoa: "ALLAHUMMA INNI AS`ALUKA AL JANNATA WANA'IMAHA WA`ISTABRAQAHA WANAHWAN MIN HADZA, WA`A'UDZUBIKA MINANNARI WASALASILAHA WA AGHLAALAHA (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu syurga dan kenikmatannya, kain sutranya dan yang serupa dengannya, dan aku berlindung kepada-Mu dari Neraka, dari rantainya dan belenggunya)." Maka Sa'd berkata: "Kamu telah memohon kepada Allah kebaikan yang sangat banyak dan berlindung kepada Allah dari keburukan yang sangat banyak. Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Akan ada suatu kaum yang berbuat aniaya dalam berdoa." Kemudian beliau membaca ayat: Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas." Sesungguhnya cukup bagimu untuk membaca: "ALLAHUMMA INNI AS`ALUKAL JANNATA WAMAA QARRABA ILAIHA MIN QAULIN AU 'AMAL, WA A'UDZUBIKA MINANNARI WAMA QARRABA ILAIHA MIN QAULIN AU 'AMAL (Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu syurga dan apa-apa yang mendekatkan kepadanya baik perkataan serta perbuatan, dan aku berlindung kepada-Mu dari Neraka dan apa-apa yang mendekatkan kepadanya baik perkataan atau perbuatan)."

【1403】

Musnad Ahmad 1403: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] dan [Abu Sa'id] keduanya berkata: telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Ja'far] dari [Isma'il bin Muhammad], [Abu Sa'id] berkata: telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Muhammad] dari [Amir bin Sa'd] dari [bapaknya] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam …" Abu Sa'id berkata: "Saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membaca salam ke sebelah kanannya sampai terlihat pipinya yang putih dan ke sebelah kirinya sampai terlihat pipinya yang putih."

【1404】

Musnad Ahmad 1404: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Hammam] dari [Qatadah] dari [Yunus bin Jubair] dari [Muhammad bin Sa'd] dari [Bapaknya] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menemuinya saat di Makkah, ketika itu dia sedang tertimpa sakit. Dia berkata: "Aku tidak memiliki anak kecuali seorang anak perempuan saja, bolehkah aku mewasiatkan hartaku semuanya?" Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Jangan" Sa'd bertanya lagi: "Bagaimana kalau setengahnya?" Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Jangan" Sa'd bertanya lagi: "Bagaimana jika sepertiganya?" beliau menjawab: "Sepertiga. Ya sepertiga, tapi itu besar." Telah menceritakan kepada kami [Bahz] telah menceritakan kepada kami [Hammam] telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Abu Ghallab] dari [Muhammad bin Sa'd bin Malik] dari [Bapaknya], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menemuinya.. lalu menyebutkan hadits sama dengan yang di atas. Dan [Abdushshamad] berkata: "..Banyak." yaitu sepertiga.

【1405】

Musnad Ahmad 1405: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dan [Abdurrazzaq] secara makna, keduanya berkata: telah memberitakan kepada kami [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [Al 'Aizar bin Huraits] dari [Umar bin Sa'd] dari [bapaknya], berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Aku kagum dengan ketetapan Allah 'azza wajalla terhadap orang-orang mukmin. Jika dia mendapatkan kebaikan, dia memuji Rabbnya dan bersyukur, jika mendapatkan musibah dia memuji kepada Rabbnya dan bersabar. Orang mukmin akan diberi pahala pada setiap urusannya sampai suapan makanan yang dia angkat kepada mulut istrinya."

【1406】

Musnad Ahmad 1406: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] dari [Sufyan] dari [Sa'd] dari ['Amir bin Sa'd] dari [Bapaknya] berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menemuinya dalam rangka menjenguknya saat di Makkah. Dan dia tidak suka jika dia harus meninggal di tempat yang telah dia tinggalkan. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Semoga Allah merahmati Ibnu 'Afran, semoga Allah merahmati Ibnu 'Afran." Saat itu dia hanya memiliki seorang anak perempuan, lalu dia berkata: "Wahai Rasulullah, apakah aku boleh mewasiatkan semua hartaku?" Beliau menjawab: "Jangan" Sa'd bertanya lagi: "Bagaimana kalau setengah?" Beliau menjawab: "Jangan" Sa'd bertanya lagi: "Bagaimana jika sepertiga?" beliau menjawab: "Sepertiga. Ya sepertiga, tapi itu besar. Sesungguhnya jika kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya itu lebih baik daripada meninggalkan mereka dalam keadaan fakir, menengadahkan tangan mereka kepada manusia (meminta-minta) apa yang dimiliki mereka. Sesungguhnya walaupun kamu hanya memberi nafkah, itu adalah sedekah, bahkan suapan yang kamu angkat kepada mulut istrimu. Semoga Allah memperpanjang usiamu sehingga ada kaum yang mengambil manfaat darimu sedangkan yang lainnya mendapat mudharat karenamu."

【1407】

Musnad Ahmad 1407: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Ja'far] dari [Isma'il bin Muhammad] dari [Bapaknya] dari [Sa'd] berkata: "Buatkanlah liang lahat untukku dan letakkanlah batu bata sebagaimana telah dibuatkan untuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【1408】

Musnad Ahmad 1408: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammad] yaitu Ibnu Salamah, telah memberitakan kepada kami [Ali bin Zaid] dari [Sa'id bin Musayyab] berkata: saya berkata kepada [Sa'd bin Malik]: "saya hendak bertanya kepadamu tentang hadits namun saya segan untuk menanyakannya." Maka Sa'd menjawab: "Jangan begitu wahai anak saudaraku! Jika kamu tahu aku memiliki ilmu, tanyakanlah! Tidak perlu segan" Sa'id berkata: maka aku berkata: "sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (yang di tujukan) kepada Ali, ketika beliau meninggalkannya (untuk menggantikan beliau) di Madinah pada saat perang Tabuk." Sa'd menjawab: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam meninggalkan Ali (untuk menggantikan beliau) di Madinah pada saat Perang Tabuk. Lalu Ali RAdhiallah 'anhu berkata: "Wahai Rasulullah, apakah anda meninggalkanku bersama orang-orang yang tertinggal, yaitu kaum wanita dan anak-anak!" beliau bersabda: "Tidakkah kamu rela bahwa kedudukanmu denganku seperti kedudukan Harun dengan Musa?" Ali RAdhiallah 'anhu berkata: "Ya. Wahai Rasulullah." Sa'd berkata: "Kemudian Ali segera berbalik kebelakang dengan cepat, seakan-akan saya melihat debu yang berterbangan dari kakinya." Hammad berkata: "Kemudian Ali segera kembali."

【1409】

Musnad Ahmad 1409: Telah menceritakan kepada kami [Affan] telah menceritakan kepada kami [Salim bin Hayyan] telah menceritakan kepadaku [Ikrimah bin Khalid] telah menceritakan kepadaku [Yahya bin Sa'd] dari [bapaknya] berkata: suatu ketika diperbincangkan penyakit lepra di dekat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka beliau bersabda: "penyakit itu adalah siksaan yang ditimpakan kepada orang-orang sebelum kalian. Jika penyakit tha'un sedang mewabah di suatu negeri, janganlah kalian memasukinya, dan jika sedang mewabah di suatu tempat sementara kalian ada di dalamnya maka janganlah kalian keluar dari tempat itu."

【1410】

Musnad Ahmad 1410: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Abu Ishaq] dari [Al 'Aizar bin Huraits] dari [Umar bin Sa'd bin Abu Waqqash] dari [bapaknya] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Aku kagum dengan seorang mukmin. Jika dia mendapatkan kebaikan, dia memuji Allah dan bersyukur, jika mendapatkan musibah dia memuji Allah dan bersabar. Orang mukmin akan diberi pahala pada setiap urusannya sampai suapan makanan yang dia angkat ke mulut istrinya."

【1411】

Musnad Ahmad 1411: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Rasyid] dari [Makhul] dari [Sa'd bin Malik] berkata: Aku bertanya: "Wahai Rasulullah, seorang laki-laki yang menjadi pelindung bagi suatu kaum, apakah bagiannya sama dengan bagian yang lainnya?" Nabi menjawab: "Celaka kamu ini wahai Ibnu Ummi Sa'd, tidaklah kalian diberi rizqi dan dimenangkan kecuali karena adanya orang-orang lemah dari kalian."

【1412】

Musnad Ahmad 1412: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Ashim bin Bahdalah] berkata: saya mendengar [Mush'ab bin Sa'd] menceritakan dari [Sa'd] berkata: saya bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Siapa manusia yang paling berat cobaannya?" Beliau menjawab: "Para Nabi, lalu orang-orang yang semisal mereka dan orang-orang yang semisal mereka. Seseorang akan diuji sesuai dengan kadar agamanya, jika agamanya lemah maka akan diuji sesuai dengan kondisinya, dan jika agamanya kuat maka akan diuji dengan kondisinya juga." Beliau menambahkan: "Tidaklah ujian itu berhenti pada seorang hamba sampai dia berjalan di muka bumi tanpa mempunyai kesalahan."

【1413】

Musnad Ahmad 1413: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Yahya bin Sa'id] dari [Sa'id bin Musayyab] berkata: [Sa'd bin Malik] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan kedua orang tuanya (sebagai tebusan) untukku pada Perang Uhud."

【1414】

Musnad Ahmad 1414: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Abdullah] mantan budak Juhainah, berkata: saya mendengar [Mush'ab bin Sa'd] menceritakan dari [Sa'd] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Apakah kalian tidak mampu mendapatkan seribu kebaikan dalam sehari?" sahabat bertanya: "Siapakah yang mampu melakukannya?" beliau menjawab: "Bertasbih seratus kali (membaca SUBHANALLAAH-Maha Suci Allah) akan ditulis baginya seribu kebaikan dan dihapuskan darinya seribu kesalahan."

【1415】

Musnad Ahmad 1415: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah memberitakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Ashim Al Ahwal] berkata: saya mendengar [Abu 'Utsman] berkata: saya mendengar [Sa'd] -dia adalah orang yang pertama kali memanah di jalan Allah- dan [Abu Bakrah] -dia adalah orang yang pernah mengepung benteng Tha`if bersama kaum muslimin, lalu menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.- mereka berdua berkata: kami mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mengakui seseorang (sebagai) bapak padahal bukan bapaknya dan dia tahu bahwa dia bukan bapaknya maka Syurga haram baginya."

【1416】

Musnad Ahmad 1416: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Isma'il] berkata: saya mendengar [Qais bin Abu Hazim] berkata: [Sa'd] berkata: "sesungguhnya aku adalah orang ketujuh dari tujuh orang yang bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, (yang pada saat itu kami mengalami) ketiadaan makanan sama sekali kecuali daun Hublah, sampai-sampai salah seorang dari kami mengeluarkan kotoran layaknya kotoran kambing, karena tidak ada campuran makanan (yang dapat kami makan). Kemudian Bani Asad merendahkanku dan menghinaku karena keIslamanku. Sungguh kalau begitu aku telah rugi dan telah sesat jalanku."

【1417】

Musnad Ahmad 1417: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Sufyan] dari ['Ashim] telah menceritakan kepadaku [Abu 'Utsman An Nahdi] berkata: saya mendengar [Ibnu Malik] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mengakui seseorang (sebagai) bapak kepada selain bapaknya dan dia tahu bahwa dia bukan bapaknya maka Syurga haram baginya."

【1418】

Musnad Ahmad 1418: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Bakar] telah memberitakan kepada kami [Muhammad bin Abu Humaid] telah menceritakan kepadaku [Isma'il bin Muhammad bin Sa'd bin Abu Waqqash] dari [bapaknya] dari [kakeknya] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepadaku: "Wahai Sa'd, bangunlah dan kumandangkan di Mina bahwa sesungguhnya hari-hari ini adalah hari-hari makan dan minum, tidak ada puasa pada hari-hari ini."

【1419】

Musnad Ahmad 1419: Telah menceritakan kepada kami [Al Husain bin Ali] dari [Za`idah] dari ['Atho` bin As Sa`ib] dari [Abu Abdurrahman As Sulami] berkata: [Sa'd] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menetapkan bagian sepertiga kepadaku. Beliau pernah menjengukku, bertanya: "Apakah kamu telah berwasiat? ' Saya menjawab: "Ya. Saya menjadikan semua hartaku untuk orang-orang fakir, miskin dan Ibnu Sabil." Beliau bersabda: "Jangan kamu lakukan!" tetapi saya memberi penjelasan kepada beliau: "Ahli warisku adalah kaya, maka bagaimana kalau duapertiga?" Beliau menjawab: "Jangan!" "Bagaimna kalau setengah" aku mendesak, beliau menjawab: "Jangan!" saya bertanya lagi: "Bagaimana kalau sepertiga?" Beliau bersabda: "Sepertiga, ya sepertiga, tapi itu sudah cukup banyak."

【1420】

Musnad Ahmad 1420: Telah menceritakan kepada kami [Suwaid bin 'Amru] telah menceritakan kepada kami [Aban] telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Al Hadhrami bin Lahiq] dari [Sa'id bin Musayyab] dari [Sa'd bin Malik] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada hamah, 'adwa dan tiyarah. Jika memang ada maka itu ada pada wanita, kendaraan atau tempat tinggal."

【1421】

Musnad Ahmad 1421: Abdulllah berkata: saya membaca di hadapan [Abdurrahman] dari [Malik], sedangkan Bapakku berkata: dan telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Malik bin Anas] dari [Ibnu Syihab] dari [Muhammad bin Abdullah bin Al Harits bin Naufal bin Abdul Muththalib] bahwasanya dia telah menceritakan kepadanya, bahwa dia mendengar [Sa'd bin Abi Waqqash] dan Adh Dhahak bin Qais ketika Mu'awiyah bin Abu Sufyan melaksanakan haji. Keduanya berbincang-bincang tentang haji tamattu', (mendahulukan) umrah kemudian haji. Adh Dhahak berkata: "Tidak akan melakukan hal itu kecuali orang yang jahil terhadap perintah Allah." Maka Sa'd berkata: "Alangkah buruk perkataanmu Wahai anak saudaraku." Adh Dhahak berkata: "Umar bin Al Khaththab melarang hal itu." Maka Sa'd menjawab: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah melakukannya dan kami pun telah melakukannya bersama beliau."

【1422】

Musnad Ahmad 1422: Telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Ibrahim] telah memberitakan kepada kami ['Ashim Al Ahwal] dari [Abu 'Utsman An Nahdi] berkata: [Sa'd] berkata: -dalam riwayat lain, saya mendengar Sa'd berkata: - dan saya, kedua telingaku mendengar dan hatiku memahaminya, dari Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Barangsiapa mengakui seseorang (sebagai) bapak kepada selain bapaknya dan dia tahu bahwa dia bukan bapaknya maka Syurga haram baginya." Abu 'Utsman An Nahdi berkata: Saya bertemu dengan [Abu Bakrah] dan saya menceritakan kepadanya, maka dia juga berkata: "dan saya, kedua telingaku mendengar dan hatiku memahaminya, dari Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam."

【1423】

Musnad Ahmad 1423: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Sa'd bin Ibrahim] berkata: saya mendengar [Ibrahim bin Sa'd] menceritakan dari [Sa'd], dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda kepada Ali: "Tidakkah kamu rela bahwa kedudukanmu denganku seperti kedudukan Harun dengan Musa?"

【1424】

Musnad Ahmad 1424: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dan [Hajjaj] telah menceritakan kepadaku [Syu'bah] dari [Qatadah] dari [Yunus bin Jubair] dari [Muhammad bin Sa'd] dari [Sa'd] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Penuhnya mulut salah seorang diantara kalian dengan nanah kemudian merusaknya itu lebih baik baginya dari pada penuh dengan Sya'ir." Hajjaj berkata: "Saya mendengar yunus bin Jubair."

【1425】

Musnad Ahmad 1425: Telah menceritakan kepada kami [Hasan] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Qatadah] dari [Umar bin Sa'd bin Malik] dari [Sa'd] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Penuhnya mulut salah seorang diantara kalian dengan nanah kemudian merusaknya itu lebih baik baginya dari pada penuh dengan Sya'ir."

【1426】

Musnad Ahmad 1426: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Qatadah] dari [Ikrimah] dari [Ibnu Sa'ad] dari [Sa'd] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda mengenai penyakit lepra: "Jika penyakit itu sedang mewabah di suatu negeri, janganlah kalian memasukinya, dan jika sedang mewabah di suatu tempat sementara kalian ada di dalamnya maka janganlah kalian keluar dari tempat itu." Syu'bah berkata: dan telah menceritakan kepadaku Hisyam, bahwa Abu Bakar adalah 'Ikrimah bin Khalid.

【1427】

Musnad Ahmad 1427: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Ali bin Zaid] berkata: saya mendengar [Sa'id bin Musayyab] berkata: saya berkata kepada [Sa'd bin Malik]: "anda adalah orang yang memiliki ketajaman pikiran, dan saya hendak bertanya kepada anda." Dia bertanya: "Apa itu?" saya berkata: "Hadits Ali?" dia berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya kepada Ali: "Tidakkah kamu rela bahwa kedudukanmu denganku seperti kedudukan Harun dengan Musa?" Ali RAdhiallah 'anhu menjawab: "Saya rela, " kemudian berkata: "ya, ya."

【1428】

Musnad Ahmad 1428: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu 'Aun] dari [Jabir bin Samurah]. [Bahz] dan ['Affan] berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] telah mengabarkan kepada kami [Abu 'Aun], menurut redaksi Bahz, dia berkata: saya mendengar [Jabir bin Samurah] berkata: Umar berkata kepada Sa'd: "Orang-orang mengadukanmu dalam setiap masalah sampai dalam masalah shalat." [Sa'd] menjawab: "Saya memanjangkan dua (raka'at) pertama dan memendekkan dua (raka'at) terakhir. Saya tidak mengurangi apa yang aku ikuti dari shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sedikitpun." Umar berkata: "Itulah yang menjadi perkiraanku." Atau "Prasangkaku kepadamu."

【1429】

Musnad Ahmad 1429: Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] telah menceritakan kepada kami [Fithr] dari [Abdullah bin Syarik] dari [Abdullah bin Ar Raqim Al Kinani] berkata: Kami berangkat ke Madinah pada Perang Jamal, kemudian kami bertemu dengan [Sa'd bin Malik] di sana, dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh untuk menutup pintu-pintu akses ke masjid dan membiarkan pintu Ali."

【1430】

Musnad Ahmad 1430: Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] telah memberitakan kepada kami [Laits], dan [Abu Nadhr] berkata: telah menceritakan kepada kami [Laits], telah menceritakan kepadaku [Abdullah bin Abu Mulaikah Al Qurasyi At Taimi] dari [Abdullah bin Abu Nahik] dari [Sa'd bin Abu Waqqash], dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Bukan dari golonganku orang yang tidak melagukan Al Qur`an."

【1431】

Musnad Ahmad 1431: Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] telah memberitakan kepada kami [Laits] telah menceritakan kepadaku ['Uqail] dari [Ibnu Syihab] dari [Sa'd bin Abu Waqqash] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang seseorang mendatangi keluarganya secara tiba-tiba setelah shalat Isya."

【1432】

Musnad Ahmad 1432: Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] telah memberitakan kepada kami [Laits] telah menceritakan kepadaku ['Uqail] dari [Ibnu Syihab] berkata: telah mengabarkan kepadaku [Sa'id bin Al Musayyab] dia mendengar [Sa'd bin Abu Waqash] berkata: "Utsman bin Mazh'un hendak membujang tetapi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarangnya. Seandainya hal itu dibolehkan kepadanya pasti kami akan mengebiri diri kami."

【1433】

Musnad Ahmad 1433: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] telah menceritakan kepada kami [Malik bin Anas] telah menceritakan kepadaku [Abdullah bin Yazid] mantan budak Al Aswad bin Sufyan, dari [Abu 'Ayyash] dari [Sa'd bin Abu Waqash] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang menukar (jual beli) kurma basah dengan kurma kering, maka beliau menjawab: "Bukankah kurma basah berkurang jika mengering?" para sahabat menjawab: "Ya." maka Nabi memakruhkannya.

【1434】

Musnad Ahmad 1434: Telah menceritakan kepada kami [Ya'la] telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Hakim] telah menceritakan kepada kami [Amir bin Sa'd bin Abu Waqash] dari [bapaknya] berkata: Kami datang bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, ketika kami melewati sebuah masjid Bani Mu'awiyah, beliau masuk dan melaksanakan shalat dua raka'at, kami juga shalat bersama beliau. Beliau memohon kepada Rabbnya 'azza wajalla dengan lama, kemudian bersabda: "Saya memohon kepada Rabbku 'azza wajalla tiga hal: aku memohon kepadaNya agar tidak membinasakan ummatku dengan ditenggelamkan, dan Dia mengabulkan. Aku memohon kepadaNya agar tidak membinasakan ummatku dengan kelaparan dan Dia mengabulkannya. Dan aku memohon kepadaNya agar tidak menjadikan kehancuran mereka dari diri mereka sendiri namun Dia menolakku."

【1435】

Musnad Ahmad 1435: Telah menceritakan kepada kami [Ya'la] dan [Yahya bin Sa'id], Yahya berkata: telah menceritakan kepadaku [seorang laki-laki] yang sebelumnya saya tahu namanya namun saya lupa lagi, dari [Umar bin Sa'd] berkata: Aku mempunyai keperluan dengan bapakku, [Sa'd]. (Imam Ahmad) berkata: Telah menceritakan kepada kami [Abu Hayyan] dari [Mujammi'] berkata: Umar bin Sa'd mempunyai keperluan dengan bapaknya. Sebelum mengemukakan keperluannya, dia mengucapkan suatu perkataan yang menjadi perbincangan orang-orang secara terus menerus, yang belum pernah dia dengar sendiri. Ketika dia selesai bicara, bapaknya bertanya: "Wahai anakku, kamu sudah selesai dari ucaapanmu?" dia menjawab: "Ya." bapaknya berkata: "Kamu tidaklah jauh dari kebutuhanmu dan kamu tidak lebih zuhud daripada aku semenjak aku mendengar perkataanmu. Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Akan ada suatu kaum yang makan dengan lisan-lisan mereka seperti sapi makan dari apa yang ada di bumi."

【1436】

Musnad Ahmad 1436: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Sufyan] dari [Abdul Malik bin 'Umair] dari [Jabir bin Samurah], berkata: Penduduk kufah mengadukan Sa'd kepada Umar, mereka berkata: "Dia tidak baik dalam shalatnya." Lalu Umar menanyakan kepadanya, maka [Sa'd] menjawab: "Saya mengimami mereka sebagaimana shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, saya memanjangkan dua (raka'at) pertama dan meringankan dua (raka'at) terakhir." Umar berkata: "Itulah yang menjadi perkiraanku. Wahai Abu Ishaq"

【1437】

Musnad Ahmad 1437: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Abu Ishaq] dari [Umar bin Sa'd] telah menceritakan kepada kami [Sa'd bin Abu Waqash] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Membunuh seorang mukmin adalah kekufuran dan mencelanya adalah perbuatan fasik, dan tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya melebihi dari tiga hari."

【1438】

Musnad Ahmad 1438: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Amir bin Sa'd bin Abu Waqash] dari [bapaknya] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya kaum muslim yang paling besar kesalahannya kepada kaum muslim yang lainnya adalah seseorang yang bertanya tentang sesuatu kemudian dia bersikukuh dengan pertanyaannya sehingga diturunkan pengharamannya disebabkan pertanyaannya itu itu."

【1439】

Musnad Ahmad 1439: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Umar bin Sa'd] atau yang lainnya, bahwa [Sa'd bin Malik] berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa menghinakan orang Quraisy niscaya Allah Azza Wa Jalla akan menghinakannya."

【1440】

Musnad Ahmad 1440: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari ['Amir bin Sa'd bin Abu Waqash] dari [bapaknya] berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan sesuatu kepada beberapa orang lelaki namun tidak memberi kepada seorang lelaki sedikitpun." Sa'd bertanya: "Wahai Rasulullah, anda memberi fulan dan fulan sementara tidak memberi fulan sedikitpun padahal dia adalah seorang mukmin?" Maka Nabi balik bertanya: "Apakah dia seorang muslim." Sa'd mengulanginya tiga kali dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tetap menjawab: "Apakah dia seorang muslim." Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sungguh aku akan memberi beberapa lelaki dan membiarkan orang yang lebih aku cintai diantara mereka, maka aku tidak akan memberinya sedikitpun karena khawatir mereka akan di telungkupkan di neraka diatas wajah-wajah mereka."

【1441】

Musnad Ahmad 1441: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari ['Amir bin Sa'd bin Abu Waqash] dari [bapaknya] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan agar membunuh Al Wazagh dan beliau memberi nama Fuwaisiq."

【1442】

Musnad Ahmad 1442: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari ['Amir bin Sa'd bin Abu Waqqash] dari [Bapaknya] berkata: Kami bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam Haji Wada', kemudian saya menderita sakit yang hampir mengantarkanku kepada kematian, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjengukku. Saya berkata: "Wahai Rasulullah, aku memiliki harta yang melimpah dan tidak ada yang mewarisiku kecuali seorang anak perempuan. Maka apakah aku boleh mewasiatkan duapertiga hartaku?" Beliau menjawab: "Jangan" saya bertanya lagi: "Bagaimana kalau setengah hartaku?" Beliau menjawab: "Jangan" saya bertanya lagi: "Bagaimana jika sepertiga?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Sepertiga. Ya sepertiga, tapi itu (masih tetap) banyak. Wahai Sa'd, sesungguhnya jika kamu meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya itu lebih baik daripada meninggalkan mereka dalam keadaan kekurangan dengan menengadahkan tangannya kepada manusia. Wahai Sa'd tidaklah kamu memberi nafkah, dengan (nafkah tersebut) kamu mengharap ridha Allah Ta'ala kecuali akan diberi pahala, bahkan sampai suapan yang kamu angkat kepada mulut istrimu." Sa'd berkata: "Wahai Rasulullah, apakah saya akan dikembalikan lagi (ketempat asal hijrahku) setelah meninggalnya para sahabatku?" Beliau bersabda: "sekali-kali kamu tidak akan dikembalikan (ketempat asal hijrahmu) kemudian kamu beramal dengan niat mencari wajah Allah, kecuali akan bertambah derajat dan keluhuranmu. Bisa jadi kamu dikembalikan lagi sehingga Allah memberikan manfaat denganmu bagi suatu kaum dan memberi mudharat kepada kaum yang lainnya. Ya Allah, teruskanlah bagi sahabat-sahabatku hijrah mereka dan jangan Engkau kembalikan lagi ke belakang. akan tetapi Sa'd bin Khaulah adalah orang yang malang, " Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam meratapi Sa'd, dan dia meninggal di Makkah.

【1443】

Musnad Ahmad 1443: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] berkata: telah mengabarkan kepadaku [Sa'id bin Al Musayyab] dari [Sa'd bin Abu Waqash] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menolak Utsman untuk membujang. Seandainya beliau menghalalkannya pasti kami akan mengebiri diri kami."

【1444】

Musnad Ahmad 1444: Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] telah memberitakan kepada kami [Muhammad bin Ishaq] dari [Daud bin 'Amir bin Sa'd bin Malik] dari [bapaknya] dari [kakeknya] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya tidak ada seorang Nabi pun kecuali dia menerangkan Dajjal kepada ummatnya, dan aku pasti akan menerangkannya dengan sifat yang belum disifatkan oleh seorang Nabipun sebelumku. Dia itu matanya buta sebelah, dan Allah 'azza wajalla tidaklah buta sebelah."

【1445】

Musnad Ahmad 1445: Telah menceritakan kepada kami [Abdushshamad] dan [Affan] berkata: telah menceritakan kepada kami [Sulaim bin Hayyan] telah menceritakan kepadaku [Ikrimah bin Khalid] ['Affan] berkata: telah menceritakan kepadaku dari [Yahya bin Sa'id] dari [Sa'd] bahwa penyakit lepra diperbincangkan di dekat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka beliau bersabda: "Itu adalah siksaan yang ditimpakan kepada orang-orang sebelum kalian. Jika penyakit itu sedang mewabah di suatu negri janganlah kalian memasukinya, dan jika ada di suatu tempat sementara kalian ada di dalamnya, janganlah kalian keluar dari tempat itu."

【1446】

Musnad Ahmad 1446: Telah menceritakan kepada kami [Abdul Malik bin 'Amru] telah menceritakan kepada kami [Fulaih] dari [Abdullah bin Abdurrahman bin Ma'mar] berkata: ['Amir bin Sa'd] menceritakan kepada Umar bin Abdul Aziz ketika dia menjabat gubernur Madinah, bahwa [Sa'd] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa makan tujuh biji kurma 'Ajwah dari antara dua gunung Madinah ketika pagi hari maka tidak akan ada sesuatu yang membahayakannya pada hari itu sampai sore harinya." Fulaih berkata: Aku mengiranya beliau bersabda: "Dan jika memakannya pada waktu sore hari maka tidak ada sesuatu yang membahayakannya sampai pagi hari." Maka Umar berkata: "perhatikanlah Wahai 'Amir apa yang kamu ceritakan dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" maka 'Amir menjawab: "Demi Allah, aku tidak berdusta atas nama Sa'd dan Sa'd tidak berdusta atas nama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【1447】

Musnad Ahmad 1447: Telah menceritakan kepada kami [Abdul Malik bin 'Amru] telah menceritakan kepada kami [Katsir bin Zaid Al Aslami] dari [Muththalib] dari [Umar bin Sa'd] dari [Bapaknya], Umar bin Sa'd berkata: Anaknya yang bernama 'Amir datang, lalu Sa'd berkata: "Wahai anakku, apakah kamu menyuruhku untuk menjadi pemimpin dalam masa yang banyak fitnah ini. Tidak, demi Allah, sehingga saya diberi pedang yang jika saya pukulkan kepada orang mukmin maka akan mental, dan jika saya pukulkan kepada orang kafir maka akan membunuhnya. Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Allah Azza Wa Jalla mencintai hambaNya yang berkecukupan, menyembunyikan (sedekahnya) dan bertaqwa."

【1448】

Musnad Ahmad 1448: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Ubaid] telah menceritakan kepada kami [Mis'ar] dari [Sa'd bin Ibrahim] dari [Bapakku] dari [Sa'd bin Abu Waqqash] berkata: "Saya melihat di samping kanan dan kiri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ada dua orang laki-laki yang memakai pakaian putih, saya tidak pernah melihatnya sebelum atau sesudah peristiwa tersebut."

【1449】

Musnad Ahmad 1449: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] dari [Al 'Aizar] dari [Umar bin Sa'd] dari [bapaknya] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Aku kagum terhadap seorang muslim jika dia mendapatkan kebaikan dia memuji Rabbnya dan bersyukur, jika mendapatkan musibah dia mengharap pahala dari Rabbnya dan bersabar. Orang muslim akan diberi pahala pada setiap sesuatu sampai suapan makanan yang dia suapkan ke mulutnya."

【1450】

Musnad Ahmad 1450: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Qatadah] dan [Ali bin Zaid bin Jud'an] berkata: telah menceritakan kepada kami [Ibnu Musayyab] telah menceritakan kepadaku [putra Sa'd bin Malik] suatu hadits dari [Bapaknya], Ibnu Musayyab berkata: Saya menemui Sa'd dan berkata: "sebuah hadits yang telah diceritakan kepadaku darimu, ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengangkat Ali RAdhiallah 'anhu (untuk menggantikan beliau) di Madinah." Sa'd marah dan berkata: "Siapa yang menceritakan kepadamu hadits itu?" saya tidak suka untuk memberitahukan kepadanya bahwa anaknya yang telah menceritakannya kepadaku sehingga dia akan memarahinya. Kemudian dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika berangkat menuju perang Tabuk, beliau mengangkat Ali RAdhiallah 'anhu (untuk menggantikan beliau) di Madinah, tetapi Ali RAdhiallah 'anhu berkata: "Wahai Rasulullah, saya tidak suka jika anda berangkat kecuali saya bersama anda?" beliau bersabda: "Tidakkah kamu rela bahwa kedudukanmu denganku seperti kedudukan Harun dengan Musa? Hanyasaja tidak ada Nabi setelahku"

【1451】

Musnad Ahmad 1451: Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Isa] telah menceritakan kepadaku [Malik] yaitu Ibnu Anas, telah menceritakan kepada kami [Abu Nadhr] dari ['Amir bin Sa'd] berkata: Aku mendengar [bapakku] berkata: "Saya tidak pernah mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada manusia yang hidup lagi masih berjalan bahwa dia akan berada di syurga kecuali kepada Abdullah bin Salam."

【1452】

Musnad Ahmad 1452: Telah menceritakan kepada kami Harun bin Ma'ruf, Abdullah berkata: Dan saya mendengar dari [Harun], dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Wahb] telah menceritakan kepadaku [Makhramah] dari [Bapaknya] dari ['Amir bin Sa'd bin Abu Waqash] berkata: saya mendengar [Sa'd] dan beberapa sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: Ada dua orang laki-laki bersaudara di zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, salah satu dari keduanya adalah lebih baik dari yang lainnya, kemudian yang lebih baik meninggal dunia dan yang lainnya mempunyai umurnya yang lebih panjang sampai empat puluh malam, setelah itu dia meninggal dunia. Maka diceritakan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tentang keutamaan orang pertama dibanding orang kedua. Beliau berkata: "Bukankah orang yang meninggal (yang kedua) selalu shalat?" mereka menjawab: "Ya, Wahai Rasulullah dan dia juga tidak melakukan dosa besar." Beliau bertanya: "Apakah kalian tahu sampai seberapa pengaruh shalat?" kemudian saat itu juga beliau bersabda: "Perumpamaan shalat itu seperti sungai yang mengalir di depan pintu seseorang dengan deras dan sangat menyegarkan, dia menyelam di dalamnya setiap hari lima kali, apakah kalian melihat akan tersisa kotoran padanya? '"

【1453】

Musnad Ahmad 1453: Telah menceritakan kepada kami [Bahz] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] telah menceritakan kepadaku [Qatadah] dari [Yunus bin Jubair] dari [Muhammad bin Sa'd bin Abu Waqqash] dari [Bapaknya] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Penuhnya mulut salah seorang diantara kalian dengan nanah dan darah lebih baik baginya dari pada penuh dengan Sya'ir."

【1454】

Musnad Ahmad 1454: Telah menceritakan kepada kami [Bahz] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] telah mengabarkan kepadaku [Habib bin Abu Tsabit] berkata: "Saya tiba di Madinah, kemudian kami mendengar kabar bahwa penyakit lepra menjangkiti Kufah. Maka saya bertanya: "Siapa yang meriwayatkan hadits ini?" ada yang menjawab: "'Amir bin Sa'd." Pada saat itu dia tidak ada, kemudian saya bertemu dengan [Ibrahim bin Sa'd], dan dia menceritakan kepadaku bahwa dia mendengar [Usamah bin Zaid] menceritakan kepada Sa'd bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika penyakit itu sedang mewabah di suatu negeri maka janganlah kalian memasukinya, dan jika sedang mewabah pada suatu tempat sementara kalian ada di dalamnya maka janganlah kalian keluar dari tempat itu." Habib berkata: saya bertanya: "Apakah kamu mendengarnya dari 'Usamah?" dia menjawab: "Ya."

【1455】

Musnad Ahmad 1455: Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Bahr] telah memberitakan kepada kami [Isa bin Yunus] dari [Zakaria] dari [Abu Ishaq] dari [Muhammad bin Sa'd bin Malik] dari [Bapaknya] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Membunuh seorang mukmin adalah kekufuran dan mencelanya adalah perbuatan fasik."

【1456】

Musnad Ahmad 1456: Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin 'Amir] telah memberitakan kepada kami [Abu Bakar] dari ['Ashim bin Abu An Nujud] dari [Mush'ab bin Sa'd] dari [Sa'd bin Malik] berkata: "Wahai Rasulullah, sungguh Allah telah menyelamatkanku dari orang-orang musyrik, berikanlah pedang ini untukku!" Beliau menjawab: "Sesungguhnya pedang ini bukan milikmu dan bukan pula milikku, letakkan!" Lalu aku meletakkanya kembali, seraya berkata: "Mungkin pedang ini akan diberikan hari ini kepada orang yang tidak dicoba seperti cobaan yang menimpaku." Tiba-tiba seseorang memanggilku dari belakangku, maka aku bertanya: "apakah telah turun sesuatu tentang aku?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Kamu telah meminta pedang (ini) kepadaku dan (aku jawab:) pedang ini bukan milikku, namun sekarang telah diberikan kepadaku, maka sekarang juga telah menjadi milikmu." Sa'd berkata: Maka turunlah ayat: {Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: "Harta rampasan perang kepunyaan Allah dan RasulNya}. (Al Anfal: 1)

【1457】

Musnad Ahmad 1457: Telah menceritakan kepada kami Abdullah, berkata: saya mendapatkan hadits ini pada kitab bapakku, dengan tulisan dia sendiri: Telah menceritakan kepadaku [Abdul Muta'al bin Abdul Wahhab] telah menceritakan kepadaku [Yahya bin Sa'id Al Umawi], Abu Abdurrahman berkata: dan telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Yahya] telah menceritakan kepada kami [Bapakku] telah menceritakan kepada kami [Al Mujalid] dari [Ziyad bin 'Ilaqah] dari [Sa'd bin Abu Waqash] berkata: Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau didatangi oleh orang-orang Juhainah, mereka berkata: "Anda telah berada di tengah-tengah kami, maka buatlah perjanjian kepada kami sehingga kami datang kepada anda dan anda percaya kepada kami." Akhirnya beliau percaya kepada mereka dan mereka masuk Islam. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengirim kami pada bulan Rajab, jumlah kami tidak sampai seratus orang, beliau memerintahkan kami untuk menyerang sebuah perkampungan dari Bani Kinanah yang berada di sebelah Bani Juhainah. Akhirnya kami menyerbu mereka, namun jumlah mereka begitu banyak sehingga kami meminta perlindungan ke Bani Juhainah, tetapi mereka menolak kami dan bertanya: "Kenapa kalian berperang di bulan Haram?" Kami menjawab: "Kami memerangi orang-orang yang mengeluarkan kami dari negeri Haram di bulan Haram." Sebagian dari kami bertanya kepada sebagian yang lain: "Bagaimana pendapat kalian?" Sebagian berkata: "Kita menemui Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan memberitahukannya." Sebagian yang lain berkata: "Tidak, bahkan kita harus tinggal di sini." Aku berkata kepada orang-orang yang bersamaku: "Tidak, tapi kita datangi rombongan kafilah dagang Quraisy dan kita cegat mereka." Kami berangkat menuju rombongan kafilah dagang dan ketika itu harta Fai` diambil oleh siapa saja yang mengambilnya. Kami berangkat ke kafilah dagang sedangkan sahabat kami yang lain kembali menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan mengabarkan kejadian tersebut. Maka bangkitlah beliau dengan marah dan merah wajahnya kemudian berkata: "Apakah kalian berangkat dari sisiku bersama-sama kemudian kembali dengan berpecah-belah? Yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah karena perpecahan. Sungguh aku akan mengangkat salah seorang untuk kalian, dia bukanlah orang terbaik diantara kalian namun dia orang yang paling sabar terhadap lapar dan haus." kemudian beliau mengangkat Abdullah bin Jahsy Al Asadi untuk (memimpin) kami, dan dialah orang yang pertama kali diangkat sebagai pemimpin dalam Islam.

【1458】

Musnad Ahmad 1458: Telah menceritakan kepada kami [Husain] dari [Za`idah] dari [Abdul Malik bin Umair] dan [Abdushshamad] telah menceritakan kepada kami [Za`idah] telah menceritakan kepada kami [Abdul Malik bin Umair] dari [Jabir bin Samurah] dan dari [Nafi' bin Utbah bin Abu Waqqash] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Kalian akan memerangi Jazirah Arab kemudian Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Persia dan Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Romawi dan Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Dajjal dan Allah menaklukkannya untuk kalian." Nafi' berkata: Jabir berkata: "Dajjal tidak akan keluar sampai Romawi ditaklukkan."

【1459】

Musnad Ahmad 1459: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] telah menceritakan kepada kami [Abdul Malik bin Umair] dari [Jabir bin Samurah] dari [Nafi' bin Utbah bin Abu Waqqash] bahwa dia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Kalian akan memerangi Jazirah Arab lalu Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Persia dan Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Romawi dan Allah menaklukkannya untuk kalian. Kemudian kalian akan memerangi Dajjal dan Allah menaklukkannya untuk kalian."

【1460】

Musnad Ahmad 1460: Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] berkata: saya mendengar [Bapakku] menceritakan dari [Muhammad bin 'Ikrimah] dari [Muhammad bin Abdurrahman bin Labibah] dari [Sa'id bin Musayyab] dari [Sa'd bin Abu Waqqash], bahwa para pemilik kebun pada zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyewakan kebun-kebun mereka dengan tanaman yang ada di pinggir sungai dan sesuatu yang terbawa air di sekitar tumbuhan. Kemudian mereka menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan berselisih pendapat mengenai permasalahan tersebut. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang mereka untuk menyewakan tanah mereka dengan cara seperti itu dan beliau bersabda: "Sewakanlah dengan emas dan perak!"

【1461】

Musnad Ahmad 1461: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu 'Adi] dari [Ibnu Ishaq], dan telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Muhammad bin Ishaq] berkata: telah menceritakan kepadaku [Abdullah bin Muhammad bin Abu 'Atiq], Ya'qub berkata: Ibnu Abu 'Atiq, dari [Amir bin Sa'd], bahwa dia telah menceritakan kepadanya dari [bapaknya, Sa'd] berkata: aku mendengar Rasulullah bersabda: "Jika salah seorang diantara kalian mengeluarkan dahak di dalam masjid maka hapuslah dahak tersebut supaya jangan sampai terkena kulit seorang mukmin atau mengenai pakaiannya sehingga mengganggunya."

【1462】

Musnad Ahmad 1462: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman bin Mahdi] dari [Malik] dari [Abdullah bin Yazid] dari [Zaid bin 'Ayyash] berkata: [Sa'd] ditanya tentang menukar gandum dengan gandum putih yang sudah tidak berkulit, maka dia melarangnya, dan berkata: saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang menukar kurma basah dengan kurma kering, maka beliau menjawab: "Bukankah kurma basah berkurang jika mengering?" para sahabat menjawab: "Ya." maka beliau bersabda: "Kalau begitu jangan."

【1463】

Musnad Ahmad 1463: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az Zuhri] dari [Amir bin Sa'd] dari [bapaknya] yang sampai dengan sanad tersebut kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam (beliau bersabda): "Sesungguhnya kaum muslim yang paling besar kesalahannya kepada kaum muslim yang lainnya adalah seseorang yang bertanya tentang suatu perkara yang tidak diharamkan, kemudian perkara tersebut diharamkan kepada orang-orang disebabkan pertanyaannya tersebut."

【1464】

Musnad Ahmad 1464: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az Zuhri] dari ['Amir bin Sa'd] dari [Bapaknya] berkata: Saya mengalami sakit yang sangat berat sekali ketika sedang berada di Makkah pada peristiwa penaklukan kota Makkah, yang hampir sakit tersebut mengantarkanku kepada ajalku. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjengukku, maka saya berkata: "Wahai Rasulullah, aku memiliki harta yang melimpah dan tidak ada yang mewarisiku kecuali seorang anak perempuanku. Maka apakah boleh aku mewasiatkan duapertiga hartaku?" -menurut redaksi yang dibawakan Sufyan, berkata: "bolehkah saya mensedekahkan semua hartaku."- Beliau menjawab: "Jangan" saya bertanya lagi: "Apakah boleh aku sedekahkan duapertiga hartaku." Beliau menjawab: "Jangan." - Saya bertanya: "Bagaimana dengan setengah?" Beliau menjawab: "Jangan" saya bertanya lagi: "Sepertiga?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Sepertiga. Ya sepertiga, tapi itu (masih tetap) besar. Sesungguhnya Kamu jika meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya itu lebih baik daripada meninggalkan mereka dalam keadaan miskin dengan menengadahkan tangannya kepada manusia. Sesungguhnya tidaklah sekali-kali kamu memberi nafkah kecuali pasti akan diberi pahala, bahkan sampai suapan yang kamu angkat kepada mulut istrimu." Saya berkata: "Wahai Rasulullah, apakah saya akan dikembalikan lagi (ke Madinah)?"' Beliau bersabda: "Sesungguhnya sekali-kali kamu tidak akan dikembalikan lagi (ketempat asal) hijrahmu setelah sepeninggalku kemudian kamu beramal dengan amalan yang hanya mencari wajah Allah, kecuali akan bertambah derajat dan keluhuranmu. Dan bisa jadi kamu dikembalikan (ke asal hijrahmu) sehingga Allah memberikan manfaat denganmu suatu kaum dan memberi mudharat bagi kaum yang lainnya. Ya Allah, teruskanlah bagi sahabat-sahabatku hijrah mereka dan jangan Engkau kembalikan lagi ke belakang. Tapi yang sangat malang adalah Sa'd bin Khaulah" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam meratapinya, dan dia meninggal di Makkah.

【1465】

Musnad Ahmad 1465: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin 'Uyainah] dari [Ali bin Zaid] dari [Sa'id bin Musayyab] dari [Sa'd], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada Ali: " (kedudukan) mu bagiku adalah sebagaimana kedudukan Harun dengan Musa?" kemudian dikatakan kepada Sufyan: "Hanya saja tidak Nabi lagi setelahku?" Dia menjawab: "Ya."

【1466】

Musnad Ahmad 1466: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abdul Malik], yang dia mendengar dari [Jabir bin Samurah], pengaduan orang-orang Kufah tentang Sa'd kepada Umar, mereka mengatakan: "Dia tidak baik dalam shalatnya." Maka [Sa'd] balik bertanya: "Apakah kalian orang-orang arab? Demi Allah, saya tidak akan meninggalkan bagi mereka (tatacara) shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada shalat zhuhur dan ashar, saya memanjangkan dua (raka'at) pertama dan meringankan dua (raka'at) terakhir." Saya mendengar Umar berkata: "Itulah yang menjadi perkiraanku, wahai Abu Ishaq."

【1467】

Musnad Ahmad 1467: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Amru] saya mendengar [Ibnu Abu Mulaikah] dari ['Ubaidullah bin Abu Nahik] dari [Sa'd bin Abu Waqqash] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bukan dari golonganku orang yang tidak melagukan Al Qur`an."

【1468】

Musnad Ahmad 1468: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari 'Amru dari [Az Zuhri] dari [Malik bin Aus] saya mendengar [Umar] berkata kepada [Abdurrahman bin Auf], [Thalhah], [Zubair] dan [Sa'd]: "Demi Allah, yang karena-Nya langit dan bumi tegak." -Sufyan berkata: "Demi yang dengan izinnya (langit dan bumi) tegak"- apakah kalian mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya kami tidak diwarisi. Apa yang kami tinggalkan adalah sedekah." Mereka menjawab: "Ya."

【1469】

Musnad Ahmad 1469: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Al 'Ala'] yaitu Ibnu Abu Al 'Abbas, dari [Abu Thufail] dari [Bakar bin Qirwasy] dari [Sa'd], -ada seseorang bertanya kepada Sufyan: "Apakah dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam?" Dia menjawab: "Ya."- Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ular (yang hidup di) lubang pegunungan yang akan membunuhnya." Yang dimaksud (dengan orang yang akan dibunuh di sini) adalah seorang lelaki dari Bajilah."

【1470】

Musnad Ahmad 1470: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Isma'il bin Umayyah] dari [Abdullah bin Yazid] dari [Abu 'Ayyash] berkata: [Sa'd] ditanya tentang jual beli gandum putih yang sudah tidak berkulit dengan gandum yang belum di giling atau semisalnya, maka dia menjawab: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang jual beli kurma kering dengan kurma basah, maka beliau menjawab: "Bukankah kurma basah berkurang jika mengering?" mereka menjawab: "Ya." maka beliau menetapkan: "Kalau begitu jangan."

【1471】

Musnad Ahmad 1471: Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah memberitakan kepada kami ['Ashim Al Ahwal] dari [Abu 'Utsman An Nahdi] berkata: saya mendengar [Sa'd] berkata: "Kedua telingaku mendengar dan hatiku memahaminya dari Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam: "bahwa barangsiapa yang mengaku seseorang (sebagai) bapak dan dia tahu bahwa dia bukan bapaknya maka Syurga haram baginya." Abu 'Utsman berkata: kemudian saya bertemu dengan [Abu Bakrah] dan menceritakan kepadanya, maka dia berkata: "Kedua telingaku mendengar dan hatiku memahaminya dari Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam."

【1472】

Musnad Ahmad 1472: Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah mengabarkan kepada kami [Hisyam Ad Dustuwa`i] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Al Hadhrami bin Lahiq] dari [Sa'id bin Musayyab] berkata: saya bertanya kepada [Sa'd bin Abu Waqqash] tentang tiyarah, maka dia membentakku dan bertanya: "Siapa yang telah menceritakan kepadamu?" namun saya tidak suka memberitahukan kepadanya orang yang telah menceritakan kepadaku. Kemudian Sa'd berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada 'adwa, tiyarah dan hamah. Jika memang ada tiyarah pada sesuatu, maka itu ada pada kuda, wanita dan tempat tinggal. Jika kalian mendengar ada penyakit lepra sedang mewabah di suatu negri maka janganlah kalian memasukinya, dan jika sedang mewabah di suatu tempat sementara kalian ada di dalamnya, maka janganlah kalian kabur dari tempat itu."

【1473】

Musnad Ahmad 1473: Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] yaitu Ibnu Ibrahim, telah memberitakan kepada kami [Hisyam Ad Dastuwa`i] dari ['Ashim bin Bahdalah] dari [Mush'ab bin Sa'd] berkata: [Sa'd] berkata: "Wahai Rasulullah siapa manusia yang paling berat cobaannya?" Beliau menjawab: "Para Nabi, lalu orang-orang yang semisal mereka dan orang-orang yang semisal mereka, sehingga seseorang akan diuji sesuai dengan kadar agamanya, jika agamanya kuat maka akan diuji sesuai dengan kekuatannya." -dalam kesempatan lain beliau bersabda: "yang paling berat cobaanya, jika agamanya lemah maka akan diuji dengan sebatas itu." - dalam kesempatan lain beliau bersabda: "Sesuai kadar agamanya." - Beliau menambahkan: "Tidaklah ujian itu meninggalkan seorang hamba sehingga hamba tersebut berjalan di muka bumi dengan tidak memikul beban kesalahan." Abdullah berkata: Bapakku berkata: dalam kesempatan lain dia berkata: dari Sa'd, berkata: saya berkata: "Wahai Rasulullah…"

【1474】

Musnad Ahmad 1474: Telah menceritakan kepada kami [Abu Mu'awiyah] telah menceritakan kepada kami [Abu Ishaq As Syaibani] dari [Muhammad bin 'Ubaidullah Ats Tsaqafi] dari [Sa'd bin Abu Waqash] berkata: Tatkala terjadi perang Badar, saudaraku 'Umair terbunuh dan saya dapat membunuh Sa'id bin Al 'Ash, sehingga dapat merampas pedangnya yang bernama Dzal Katifah. Kemudian saya membawanya kepada Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka beliau bersabda: Pergilah dan taruhlah di tempat pengumpulan rampasan." Sa'd berkata: saya pun kembali dengan perasaan yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah, (baik perasaan yang berkaitan dengan) kematian saudaraku dan perbuatanku mengambil rampasanku, tidak lama kemudian turunlah surat Al Anfal, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Pergilah dan ambillah pedangmu!"

【1475】

Musnad Ahmad 1475: Telah menceritakan kepada kami [Jarir bin Abdul Hamid] dari [Abdul Malik bin 'Umair] dari [Jabir bin Samurah] berkata: "Penduduk Kufah mengadukan [Sa'd] kepada Umar, mereka berkata: "Dia tidak baik dalam shalatnya." Lalu Umar menanyakan kepadanya, dan Sa'd menjawab: "Sungguh seperti shalat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang saya (lakukan ketika) mengimami mereka, dengan memanjangkan dua (raka'at) pertama dan meringankan dua (raka'at) terakhir." Maka Umar berkata: "Itulah yang menjadi perkiraanku, Wahai Abu Ishaq"

【1476】

Musnad Ahmad 1476: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Umar bin Nubaih] telah menceritakan kepadaku [Abu Abdullah Al Qurazh] berkata: saya mendengar [Sa'd bin Malik] berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa menginginkan kehancuran atau kejahatan terhadap penduduk Madinah niscaya Allah akan melelehkannya sebagaimana larutnya garam di air."

【1477】

Musnad Ahmad 1477: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Usamah bin Zaid] telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Abdurrahman bin Labibah] dari [Sa'd bin Malik] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Sebaik baik dzikir adalah yang tersembunyi dan sebaik baik rizqi adalah yang sekedar mencukupi." Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Ishaq] dari [Ibnu Mubarak] dari [Usamah] berkata: telah mengabarkan kepadaku [Muhammad bin 'Amru bin 'Utsman] bahwa [Muhammad bin Abdurrahman bin Labibah] mengabarinya, kemudian menyebutkan lafazh hadits di atas.

【1478】

Musnad Ahmad 1478: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Musa Al Juhani] telah menceritakan kepadaku [Mush'ab bin Sa'd] dari [bapaknya], bahwa seorang badui menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian berkata: "Ajarkan kepadaku sebuah kalimat yang dapat aku ucapkan (setiap saat)!" Beliau bersabda: "Bacalah: LA ILAHA ILLALLAHU WAHDAHU LA SYARIKA LAHU, ALLAHU AKBAR KABIRA, WALHAMDU LILLAHI KATSIRA WA SUBHANALLAHI RABBIL 'ALAMIN, WA LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAAHIL 'AZIZIL HAKIIM (Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah yang Esa, tidak ada sekutu bagiNya, Allah Maha Besar dan Agung. Segala puji yang banyak hanya bagi Allah, dan Maha Suci Allah Rabb semesta alam. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana) sebanyak lima kali." Orang badui tadi berkata: "Itu semua untuk Rabbku, mana untukku?" Beliau menjawab: "Bacalah: ALLAHUMMAGHFIRLI WARHAMNI WARZUQNI WAHDINI WA'AFINI (Ya Allah! Ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah aku rizqi, berilah aku hidayah dan berilah aku kesehatan)."

【1479】

Musnad Ahmad 1479: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Yahya] yaitu Ibnu Sa'id Al Anshari, berkata: saya mendengar [Sa'id bin Musayyab] berkata: saya mendengar [Sa'd] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan kedua orangtuanya untukku pada Perang Uhud."

【1480】

Musnad Ahmad 1480: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Musa] yaitu Al Juhani, telah menceritakan kepadaku [Mush'ab bin Sa'd] telah menceritakan kepadaku [bapakku] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apakah kalian tidak mampu mendapatkan seribu kebaikan setiap hari?" salah seorang teman duduknya bertanya: "Bagaimana mungkin mampu salah seorang dari kami mendapatkan seribu kebaikan?" beliau menjawab: "Bertasbih seratus kali (membaca SUBHANALLAAH-Maha Suci Allah) akan ditulis baginya seribu kebaikan dan dihapuskan darinya seribu kesalahan." bapakku berkata: dan [Ibnu Numair] berkata: "Atau dihapuskan." dan [Ya'la] juga demikian (berkata:) "Atau dihapuskan".

【1481】

Musnad Ahmad 1481: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Amru] telah menceritakan kepadaku [Mush'ab bin Tsabit] dari [Isma'il bin Muhammad bin Sa'd] dari ['Amir bin Sa'd] dari [bapaknya, Sa'd bin Malik] berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membaca salam ke sebelah kanannya dan ke kirinya sampai terlihat kedua pipinya yang putih."

【1482】

Musnad Ahmad 1482: Telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Laits] dari [Al Hukaim bin Abdullah bin Qais] dari ['Amir bin Sa'd bin Abu Waqash] dari [Bapaknya, Sa'd] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa ketika mendengar Muadzin membaca: 'WA ANA ASYHADU ALLA ILA HA ILLALLAAHU WAHDAHU LA SYARIKA LAHU WA ANNA MUHAMMADAN 'ABDUHU WA RASULUHU, RADHINA BILLAHI RABBA WA BI MUHAMMADIN RASULA WA BIL ISLAMI DINA (Dan saya bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhaq disembah kecuali Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya, dan bahwasannya Muhammad adalah hamba dan utusanNya, kami ridha Allah sebagai Rabb kami, Muhammad sebagai Rasul kami dan Islam sebagai agama kami) ' niscaya dosanya akan diampuni." Telah menceritakannya kepada kami [Qutaibah] dari [Laits] dari [Al Hukaim bin Abdullah bin Qais].

【1483】

Musnad Ahmad 1483: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Qais] berkata: saya mendengar [Sa'd bin Malik] berkata: saya adalah orang Arab pertama yang melempar panah di jalan Allah. Aku menyaksikan saat kami berperang bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang tidak ada makanan sama sekali kecuali daun Hublah dan daun pohon samur, sampai-sampai salah seorang dari kami mengeluarkan kotoran layaknya kotoran kambing, (karena) tidak campuran (makanan yang dapat kami makan). Kemudian Bani Asad merendahkanku dan menghinaku karena agamaku. Sungguh aku telah rugi dan telah sesat jalanku."

【1484】

Musnad Ahmad 1484: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Syu'bah] telah menceritakan kepadaku [Simak bin Harb] dari [Mush'ab bin Sa'd] berkata: Telah turun kepada ayahku empat ayat. [Ayahku] berkata: "Saya memperoleh pedang, lalu saya berkata: "Wahai Rasulullah, berikan kepadaku pedang itu?" tetapi beliau bersabda: "Taruhlah!" maka saya berkata: "Wahai Rasulullah, berikan kepadaku, bukankah saya pantas dianggap sebagai orang yang membutuhkan pedang itu." Beliau tetap berkata: "Letakkan di tempat kamu mengambilnya!" maka turunlah ayat: Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Dan bacaan Ibnu Mas'ud juga demikian. {Katakanlah harta rampasan Perang itu...}. Dan Ibuku berkata: "Bukankah Allah telah menyuruhmu menyambung silaturrahim dan berbuat baik pada kedua orang tua. Demi Allah, saya tidak akan memakan makanan dan meminum minuman sehingga kamu mengingkari Muhammad." Kemudian dia tidak makan sehingga mereka memaksanya dengan membuka mulutnya dengan tongkat, dan akhirnya mereka dapat menuangkan minuman ke mulutnya. -Syu'bah berkata: aku kira dia berkata: "Makanan."- Maka turunlah ayat: {Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua ibu-bapaknya, ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah} sampai pada ayat: {Maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan}. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menemuiku pada saat saya sakit. Kemudian saya berkata: "Wahai Rasulullah, apakah aku boleh mewasiatkan semua hartaku?" Beliau melarangku. Saya bertanya lagi: "Bagaimana kalau setengah?" Beliau menjawab: "Jangan." Saya bertanya lagi: "Bagaimana jika sepertiga?" Beliau diam, sehingga orang-orang (menyimpulkan) untuk memakai ketentuan tersebut. Ada seorang Anshar membuat makanan, kemudian mereka memakannya dan meminumnya sehingga mereka mulai teler karena khamer, dan waktu itu belum di haramkan. Kemudian kami berkumpul di sekelilingnya, mereka saling membanggakan diri. Orang Anshar berkata: "Orang Ansharlah yang terbaik." Orang Muhajirin berkata: "Orang Muhajirinlah yang terbaik." Maka ada seorang laki-laki yang menyerang Sa'd dengan tulang unta dan mematahkan hidungnya, sehingga hidung Sa'd patah, maka turunlah ayat: {Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi} sampai pada ayat {Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)}.

【1485】

Musnad Ahmad 1485: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] telah memberitakan kepada kami [Sulaiman] yaitu At Taimi, telah menceritakan kepadaku [Ghunaim] berkata: saya bertanya kepada [Sa'd bin Abu Waqash] tentang haji tamattu', dia menjawab: "Kami melakukannya dan orang ini mengingkari rumah-rumah di Makkah." Yang dia maksud adalah Mu'awiyah.

【1486】

Musnad Ahmad 1486: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Syu'bah] dari [Qatadah] dari [Yunus bin Jubair] dari [Muhammad bin Sa'd] dari [Bapaknya] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Penuhnya mulut salah seorang diantara kalian dengan nanah lebih baik baginya dari pada penuh dengan Sya'ir."

【1487】

Musnad Ahmad 1487: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Isma'il] dari [Zubair bin 'Adi] dari dari [Mush'ab bin Sa'd] berkata: Aku shalat bersama [Sa'd], kemudian (ketika ruku') aku mengisyaratkan kedua tanganku seperti ini, -Yahya mempraktekkan dengan menyatukan kedua tangannya dan meletakkannya di antara paha-, tiba-tiba Sa'd memukul kedua tanganku dan berkata (setelah usai shalat): "Kami pernah melakukan seperti ini, kemudian kami diperintahkan untuk mengangkat (dan meletakkannya) ke lutut."

【1488】

Musnad Ahmad 1488: Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Numair] telah menceritakan kepada kami [Hasyim] dari [Aisyah binti Sa'd] dari [Sa'd] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa sarapan pagi dengan tujuh biji kurma 'Ajwah maka tidak akan ada racun dan sihir yang membahayakannya pada hari itu." Telah menceritakan kepada kami [Maki] telah menceritakan kepada kami [Hasyim] dari ['Amir bin Sa'd bin Abu Waqash] dari [Sa'd], kemudian menyebutkan hadits seperti di atas. Telah menceritakannya kepada kami [Abu Badar] dari [Hasyim] dari ['Amru bin Sa'd bin Abu Waqash].

【1489】

Musnad Ahmad 1489: Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] dari ['Utsman] yaitu Ibnu Hakim, telah mengabarkan kepadaku ['Amir bin Sa'd] dari [Bapaknya] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya aku mengharamkan antara kedua sisi Madinah, tidak boleh dipotong pohon berdurinya atau dibunuh binatang buruannya." Dan beliau bersabda: "Madinah adalah baik bagi mereka jika mereka mengetahuinya. Tidaklah seseorang yang meninggalkannya karena benci kecuali Allah akan menggantinya dengan orang yang lebih baik darinya. Tidak ada seorangpun yang tabah terhadap kesusahan dan kesulitan hidup di dalamnya kecuali aku akan menjadi saksi baginya atau pemberi syafa'at pada Hari Kiamat."

【1490】

Musnad Ahmad 1490: Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Numair] dari [Utsman] berkata: telah mengabarkan kepadaku ['Amir bin Sa'd] dari [bapaknya], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam datang dari Al 'Aliyah, ketika beliau melewati sebuah masjid Bani Mu'awiyah, beliau masuk dan melaksanakan shalat dua raka'at. Kami juga shalat bersama beliau. Beliau memohon kepada Rabbnya 'azza wajalla dengan memakan waktu lama, kemudian bersabda: "Saya memohon kepada Rabbku 'azza wajalla tiga hal kemudian Dia mengabulkan dua hal dan menolak satu hal: aku memohon kepadaNya agar tidak membinasakan ummatku dengan kelaparan, dan Dia mengabulkan. Aku memohon kepadaNya agar tidak membinasakan ummatku dengan ditenggelamkan dan Dia mengabulkannya. Dan aku memohon kepadaNya agar tidak menjadikan kehancuran mereka di antara mereka sendiri namun Dia menolakku."

【1491】

Musnad Ahmad 1491: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Al 'Aizar bin Huraits Al 'Abdi] dari [Umar bin Sa'd] dari [bapaknya] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Aku kagum terhadap seorang mukmin jika dia mendapatkan kebaikan dia memuji Allah dan bersyukur, jika mendapatkan musibah dia mengharap pahala dari Allah dan bersabar. Orang mukmin akan diberi pahala pada setiap sesuatu sampai suapan makanan yang dia suapkan kedalam mulutnya."

【1492】

Musnad Ahmad 1492: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Khalid] dari [Az Zubair bin 'Adi] dari [Mush'ab bin Sa'd] berkata: "Jika saya melakukan ruku', maka saya meletakkan kedua tanganku diantara kedua lututku. Kemudian bapakku, [Sa'd bin Malik] melihatku dan melarangku, dan berkata: "Kami dulu melakukannya kemudian kami dilarang."

【1493】

Musnad Ahmad 1493: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Habib bin Abu Tsabit] dari [Ibrahim bin Sa'd] dari [Sa'd bin Malik], [Khuzaimah bin Tsabit] dan [Usamah bin Zaid], mereka berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya penyakit lepra ini adalah siksaan atau sisa azab yang ditimpakan kepada suatu kaum sebelum kalian. Jika penyakit itu sedang mewabah di suatu negeri dan kalian sedang berada di dalamnya maka janganlah kalian keluar darinya karena menghindarinya, dan jika kalian mendengar ada di suatu tempat maka janganlah kalian memasukinya."

【1494】

Musnad Ahmad 1494: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Muhammad bin Ishaq] dari [Daud bin 'Amir bin Sa'd bin Malik] dari [bapaknya] dari [kakeknya] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya aku menjelaskan ciri-ciri Dajjal dengan sifat yang belum disifatkan oleh seorang (nabi) pun sebelumku. Dia itu matanya buta sebelah, dan Allah 'azza wajalla tidaklah buta sebelah."

【1495】

Musnad Ahmad 1495: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Ibnu Abu Dzi`b] dari [Az Zuhri] dari ['Amir bin Sa'd bin Malik] dari [Bapaknya] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa Ada beberapa orang yang menemui beliau dan meminta sesuatu, lantas beliau memberikan kepada mereka, kecuali seseorang dari mereka. Maka Sa'd bertanya: "Wahai Rasulullah, anda telah memberikan kepada mereka namun anda meninggalkan seseorang. Demi Allah, sungguh aku melihatnya sebagai seorang mukmin." Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Atau muslim?" Sa'd mengulanginya sampai tiga kali kata-kata: "Mukmin." dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawabnya dengan: "Atau muslim?" Kemudian beliau bersabda di ketiga kalinya: "Demi Allah, sesungguhnya aku memberikan sesuatu kepada seseorang, namun yang lainnya lebih aku cintai, karena khawatir Allah akan melemparkannya ke neraka di wajahnya." Abu Nu'aim berkata: "Saya bertemu Sufyan di Makkah, dan orang yang pertama kali dia tanyakan adalah, dia berkata: 'bagaimana (kabar) Syuja' yaitu Ibnu Badar."

【1496】

Musnad Ahmad 1496: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Ibrahim bin Sa'd]. Dan telah menceritakan kepada kami [Hasyim bin Al Qasim] telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Sa'd] dari [Shalih bin Kaisan], [Hasyim] berkata dalam haditsnya, telah menceritakan kepadaku [Shalih bin Kaisan], sedang [Yazid] berkata: dari [Shalih] dari [Az Zuhri] dari [Abdul Hamid bin Abdurrahman] dari [Muhammad bin Sa'd] dari [Bapaknya] berkata: Umar bin Khaththab menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, saat itu di dekat beliau ada beberapa wanita Quraisy yang sedang bertanya dan mereka memperbanyak pertanyaan serta mengangkat suara mereka. Tatkala mereka mendengar suara Umar, mereka tertunduk dan diam. Lantas Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tertawa sehingga Umar berkata: "Wahai para wanita yang menjadi musuh bagi hawa nafsunya sendiri, apakah kalian segan denganku sementara kalian tidak segan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" Mereka menjawab: "Karena kamu lebih kasar dan lebih kaku dari Rasulullah." Rasulullah bersabda: "Wahai Umar! tidaklah syetan bertemu denganmu pada suatu jalan, kecuali dia akan melewati jalan selain jalanmu."

【1497】

Musnad Ahmad 1497: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah mengabarkan kepada kami [Ibrahim bin Sa'd] dari [Muhammad bin 'Ikrimah bin Abdurrahman bin Al Harits bin Hisyam] dari [Muhammad bin Abdurrahman bin Abu Labibah] dari [Sa'id bin Musayyab] dari [Sa'd bin Malik] berkata: "Kami menyewakan tanah pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dengan bayaran hasil panen dari tanaman yang ada di sekitar aliran air dan juga dengan apa yang terbawa air. Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang kami dan mengizinkan atau memberi keringanan untuk menyewa dengan emas atau perak."

【1498】

Musnad Ahmad 1498: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Hakam] dari [Mush'ab bin Sa'd] dari [Sa'd bin Abu Waqash] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengangkat Ali bin Abu Thalib (sebagai pengganti beliau) pada saat Perang Tabuk, kemudian Ali RAdhiallah 'anhu berkata: "Wahai Rasulullah, apakah anda meninggalkanku bersama para wanita dan anak-anak!" beliau bersabda: "Tidakkah kamu rela bahwa kedudukanmu denganku seperti kedudukan Harun dengan Musa? Hanya saja tidak ada Nabi setelahku"

【1499】

Musnad Ahmad 1499: Telah menceritakan kepada kami [Abu Nadhr] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] berkata: [Ziyad bin Mikhraq] telah mengabarkan kepadaku, dia berkata: saya mendengar [Qais bin 'Abayah] menceritakan dari [mantan budak Sa'd]. menurut jalur yang lainnya: Bapakku berkata: telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Ziyad bin Mikhraq] berkata: saya mendengar [Qais bin 'Abayah Al Qaisi] menceritakan dari [mantan budak Sa'd bin Abu Waqash] dari [putra Sa'd] bahwa dia shalat dengan membaca pada salah satu doanya: "Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepada-Mu Syurga dan aku meminta kenikmatannya dan keindahannya, dan dari ini, dan dari ini, dan dari ini, dan dari ini. Aku berlindung dari neraka, dari rantainya dari belenggunya dan dari ini dan itu." Pada saat itu Sa'd mendiamkannya, tatkala selesai shalat, [Sa'd] berkata: "Kamu telah berindung dari sesuatu yang sangat besar dan kamu juga meminta suatu nikmat yang sangat besar, " atau dia berbicara panjang lebar, -Syu'bah ragu.- Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Akan ada suatu kaum yang berlebihan dalam berdoa." Kemudian beliau membaca ayat: (Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.) -Syu'bah berkata: Saya tidak tahu siapa yang membaca ayat: (Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut.) apakah dari perkatan Sa'd atau perkataan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.- Kemudian Sa'd berkata kepada putranya: "Bacalah: ALLAHUMMA AS`ALUKAL JANNATA WAMAA QARRABA ILAIHA MIN QAULIN AU 'AMAL, WA A'UDZUBIKA MINANNARI WAMAA QARRABA ILAIHA MIN QAULIN AU 'AMAL (Ya Allah, aku memohon syurga kepadaMu dan apa apa yang mendekatkan kepadanya, baik berupa perkataan atau perbuatan, dan aku berlindung kepadaMu dari Neraka dan apa apa yang mendekatkan kepadanya baik berupa perkataan atau perbuatan)."

【1500】

Musnad Ahmad 1500: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abdul Malik bin 'Umair] dari [Mush'ab] dari [Sa'd bin Abu Waqash] bahwa dia menyuruh untuk memohon perlindungan dari lima hal, dan dia menceritakan kepadanya bahwa hal itu dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Yaitu: "ALLAHUMMA INNI A'UDZUBIKA MINAL BUKHLI WA A'UDZUBIKA MINAL JUBNI WA 'AUDZUBIKA AN URADDA ILA ARDZALIL 'UMURI WA A'UDZUBIKA MIN FITNATID DUNYA WA 'AUDZUBIKA MIN 'ADZABIL QABRI (Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari sifat bakhil, dan aku berlindung kepadaMu dari sifat penakut, dan aku berlindung kepadaMu dari dikembalikan kepada umur yang hina, dan aku berlindung kepadaMu dari fitnah dunia dan aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur)."

【1501】

Musnad Ahmad 1501: Telah menceritakan kepada kami [Abu Kamil] telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Sa'd] telah menceritakan kepada kami [Shalih bin Kaisan] dari [Ibnu Syihab] dari [Muhammad bin Abu Sufyan bin Al 'Ala` bin Jariyah] dari [Yusuf bin Al Hakam Abu Al Hajjaj] dari [Sa'd bin Abu Waqqash] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa menghinakan orang Quraisy niscaya Allah Azza Wa Jalla akan menghinakannya."

【1502】

Musnad Ahmad 1502: Telah menceritakan kepada kami [Abu Kamil] pada kesempatan lain, telah menceritakan kepadaku [Shalih bin Kaisan] dari [Ibnu Syihab] dari [Muhammad bin Abu Sufyan bin Al 'Ala` bin Jariyah] dari [Muhammad bin Sa'd] dari [Bapaknya, Sa'd] berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa menginginkan kehinaan orang Quraisy niscaya Allah akan menghinakannya."

【1503】

Musnad Ahmad 1503: Telah menceritakan kepada kami [Abu Kamil] telah memberitakan kepada kami [Ibrahim bin Sa'd] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Syihab] dari [Sa'id bin Al Musayyab] berkata: saya mendengar [Sa'd bin Abu Waqash] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menolak 'Utsman bin Mazh'un untuk membujang. Jika saja dia diizinkan niscaya kami akan mengebiri diri kami."

【1504】

Musnad Ahmad 1504: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] telah memberitakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Muhammad bin Sa'd bin Malik] dari [Bapaknya] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya melebihi dari tiga hari."

【1505】

Musnad Ahmad 1505: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] telah memberitakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Mush'ab bin Sa'd] dari [bapaknya] berkata: Aku pernah bersumpah demi Lata dan Uzza, maka para sahabatku berkata: "Kamu telah berkata buruk." Lantas saya menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata kepadanya: "Aku baru masuk Islam, lalu aku bersumpah dengan nama Lata dan Uzza?" maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Bacalah: 'LA ILAHA ILLA ALLAHU WAHDAHU (Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah) ' tiga kali, kemudian tiuplah ke sebelah kirimu tiga kali sambil berlindung dan jangan kamu ulangi!"

【1506】

Musnad Ahmad 1506: Telah menceritakan kepada kami [Abu Abdurrahman Mu`ammal bin Isma'il] dan ['Affan] secara makna berkata: telah menceritakan kepada kami [Hammad] telah menceritakan kepada kami ['Ashim] dari [Mush'ab bin Sa'd] dari [Bapaknya] bahwa dibawakan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam semangkok besar bubur. Kemudian beliau memakannya dan ternyata masih tersisa, kemudian beliau bersabda: "Akan datang seorang lelaki dari jalan ini, (dia adalah) salah seorang penghuni Syurga, dan dia memakan sisa makanan ini." Sa'd berkata: "Aku tinggalkan saudaraku, Umair bin Abu Waqqash mempersiapkan tempat untuk menyambut kedatangan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Aku sangat berharap bahwa orang yang masuk tersebut (adalah dia), tetapi tiba-tiba Abdullah bin Salam datang dan memakannya." Telah menceritakan kepada kami [Abdushshamad] telah menceritakan kepada kami [Aban] telah menceritakan kepada kami ['Ashim] dia menyebutkan secara makna kecuali lafazh: "Saya melewati 'Uwaimir bin Malik.

【1507】

Musnad Ahmad 1507: Telah menceritakan kepada kami [Utsman bin Umar] telah menceritakan kepada kami [Usamah] yaitu Ibnu Zaid, telah menceritakan kepada kami [Abu Abdullah Al Qarrazh] bahwa dia mendengar [Sa'd bin Malik] dan [Abu Hurairah] keduanya berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ya Allah berikanlah keberkahan kepada penduduk Madinah di kota mereka dan berkahilah mereka dalam setiap sha' mereka dan berkahilah dalam setiap Mud mereka. Ya Allah, sesungguhnya Ibrahim adalah hambaMu dan kekasihMu dan aku juga hamba dan utusanMu. Ibrahim telah memohon kepadaMu untuk penduduk Makkah dan aku memohon kepadaMu untuk penduduk Madinah sebagaimana Ibrahim memohon kepadaMU untuk penduduk Makkah dan semisalnya bersamanya. Sesungguhnya Madinah itu dijaga oleh para Malaikat, yang di setiap jalannya ada dua Malaikat yang menjaganya, tidak akan dimasuki oleh wabah lepra dan Dajjal. Barangsiapa hendak melakukan keburukan di dalamnya, maka Allah akan menjadikannya meleleh sebagaimana melelehnya garam di dalam air."

【1508】

Musnad Ahmad 1508: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Bisyr] telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Abu Khalid] dari [Muhammad bin Sa'd] dari [bapaknya, Sa'd] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam keluar menemui kami dengan mengisyaratkan salah satu tangannya pada tangan lainnya sambil bersabda: "Satu bulan itu begini dan begini." kemudian beliau mengurangi satu jarinya pada yang ketiga kalinya.

【1509】

Musnad Ahmad 1509: Telah menceritakan kepada kami [Mu'awiyah bin 'Amru] telah menceritakan kepada kami [Za`idah] dari [Isma'il] dari [Muhammad bin Sa'd] dari [bapaknya] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Satu bulan itu segini dan segini, sepuluh, sepuluh dan sembilan satu kali."

【1510】

Musnad Ahmad 1510: Telah menceritakan kepada kami [Ath Thalaqani] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Mubarak] dari [Isma'il] dari [Muhammad bin Sa'd] dari [bapaknya] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Satu bulan itu segini, segini dan segini." Yaitu dua puluh sembilan.

【1511】

Musnad Ahmad 1511: Telah menceritakan kepada kami [Suraij bin An Nu'man] telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz] yaitu Ad Darawardi, dari [Zaid bin Aslam] dari [Sa'd bin Abu Waqqash] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak akan terjadi Hari Kiamat sehingga muncul suatu kaum yang makan dengan lidah-lidah mereka sebagaimana sapi makan dengan lidahnya."

【1512】

Musnad Ahmad 1512: Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin 'Amir] telah menceritakan kepada kami [Hasan] dari [Ibrahim bin Al Muhajir] dari [Abu Bakar] yaitu Ibnu Hafs, kemudian dia menceritakan satu kisah: [Sa'd] berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sebaik-baik kematian adalah seseorang yang meninggal karena mempertahankan haqnya."

【1513】

Musnad Ahmad 1513: Telah menceritakan kepada kami [Husain bin Muhammad] telah menceritakan kepada kami [Jarir] yaitu Ibnu Hazm, dari [pamannya, Jarir] yaitu Ibnu Zaid, dari ['Amir bin Sa'd bin Abu Waqqash] dari [Bapaknya, Sa'd] berkata: saya berkata: "Wahai Rasulullah, bolehkah aku mewasiatkan hartaku semuanya?" Beliau menjawab: "Jangan" Saya bertanya lagi: "Bagaimana kalau dua pertiga?" Beliau menjawab: "Jangan" Saya bertanya lagi: "Bagaimana jika setengahnya?" beliau menjawab: "Jangan" saya bertanya: "Bagaimana jika sepertiga?" beliau menjawab: "Sepertiga. Ya sepertiga, (tapi) itu besar. Sesungguhnya salah seorang kalian meninggalkan keluarganya dalam sejahtera itu lebih baik daripada meninggalkan mereka dalam keadaan menjadi beban bagi manusia."

【1514】

Musnad Ahmad 1514: Telah menceritakan kepada kami [Abu Humaid Az Zubairi] telah menceritakan kepada kami [Abdullah] yaitu Ibnu Habib bin Abu Tsabit, dari [Hamzah bin Abdullah] dari [Bapaknya] dari [Sa'd] berkata: Tatkala Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berangkat menuju Perang Tabuk, beliau mengangkat Ali (untuk menggantikan beliau di Madinah). Kemudian Ali RAdhiallah 'anhu bertanya: "Apakah anda meninggalkanku?" beliau bersabda: "Tidakkah kamu rela bahwa kedudukanmu denganku seperti kedudukan Harun dengan Musa. Hanya saja tidak ada Nabi setelahku?"

【1515】

Musnad Ahmad 1515: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] mantan budak Bani Hasyim, telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Muhammad] dari ['Amir bin Sa'd] bahwa [Sa'd] ketika dia sedang sakit berkata: "Jika saya meninggal, buatkanlah liang lahat untukku dan perlakukan sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam diperlakukan."

【1516】

Musnad Ahmad 1516: Telah menceritakan kepada kami [Manshur bin Salamah Al Khuza'i] telah mengabarkan kepada kami [Abdullah bin Ja'far] dari [Isma'il bin Muhammad] dari ['Amir bin Sa'd] dari [Sa'd] berkata: "Buatkanlah liang lahat untukku dan letakkanlah batu bata sebagaimana telah dibuatkan untuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【1517】

Musnad Ahmad 1517: Telah menceritakan kepada kami [Suraij bin An Nu'man] telah menceritakan kepada kami [Abu Syihab] dari [Al Hajjaj] dari [Ibnu Abu Najih] dari [Mujahid] dari [Sa'd bin Malik] berkata: "Kami melakukan thawaf bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, diantara kami ada yang thawaf tujuh putaran, diantara kami ada yang thawaf delapan putaran dan diantara kami ada yang thawaf lebih banyak dari itu. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak apa-apa."

【1518】

Musnad Ahmad 1518: Telah menceritakan kepada kami [Harun bin Ma'ruf] telah memberitakan kepada kami [Abdullah bin Wahb] telah mengabarkan kepadaku [Abu Shakhr], Abu Abdurrahman, Abdullah bin Ahmad berkata: dan saya mendengarnya dari Harun bahwa [Abu Hazin] menceritakan kepadanya, dari [putra Sa'd bin Abu Waqqash] berkata: saya mendengar [bapakku] berkata: aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Iman itu bermula dalam keadaan asing dan akan kembali asing seperti semula, maka berbahagialah orang-orang yang asing pada hari itu, ketika manusia sudah rusak. Demi Dzat yang jiwa Abul Qasim ada di tanganNya, sungguh iman itu akan bersarang pada dua masjid ini sebagaimana seekor ular bersarang pada sarangnya."

【1519】

Musnad Ahmad 1519: Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Daud] telah memberitakan kepada kami [Abdurrahman] yaitu Ibnu Abu Az Zinad, dari [Musa bin 'Uqbah] dari [Abu Abdullah Al Qarrazh] dari [Sa'd bin Abu Waqqash] bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Shalat di masjidku ini lebih baik daripada seribu shalat di masjid lain kecuali masjidil Haram."

【1520】

Musnad Ahmad 1520: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahid bin Ziyad] telah memberitakan kepada kami ['Utsman bin Hukaim] telah menceritakan kepadaku ['Amir bin Sa'd] dari [Bapaknya] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya aku mengharamkan antara kedua sisi Madinah, sebagaimana Ibrahim mengharamkan tanah haramnya (Makkah), tidak boleh dipotong pohon berdurinya atau dibunuh binatang buruannya. Tidaklah seseorang yang meninggalkannya karena benci kecuali Allah akan menggantinya dengan orang yang lebih baik darinya. Madinah lebih baik bagi mereka jika mereka mengetahuinya. Tidaklah seseorang menginginkan keburukan pada penduduknya kecuali Allah akan melelehkannya sebagaimana timah yang meleleh pada api atau melelehnya garam di air."

【1521】

Musnad Ahmad 1521: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] telah menceritakan kepada kami ['Ashim bin Bahdalah] telah menceritakan kepadaku [Mush'ab bin Sa'd] dari [Bapaknya] berkata: saya bertanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam: "Siapa manusia yang paling berat cobaannya?" Beliau menjawab: "Para Nabi, lalu orang-orang yang semisal mereka dan orang-orang yang semisal mereka. Seseorang diuji sesuai dengan kadar agamanya, jika agamanya kuat maka ujiannya akan berat. Jika agamanya lemah maka diuji dengan sesuai kadar agamanya. Tidaklah ujian itu berhenti pada seorang hamba sampai Allah membiarkannya berjalan di muka bumi tanpa mempunyai kesalahan."

【1522】

Musnad Ahmad 1522: Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Hatim bin Isma'il] dari [Bukair bin Mismar] dari ['Amir bin Sa'd] dari [Bapaknya] berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada Ali, beliau mengangkatnya sebagai pengganti (di Madinah) dalam beberapa peperangan beliau. Ali bertanya: "Apakah anda meninggalkanku bersama para wanita dan anak-anak!" beliau menjawab: "Wahai Ali, tidakkah kamu rela bahwa kedudukanmu denganku seperti kedudukan Harun dengan Musa? hanya saja tidak ada Nabi setelahku" Dan saya juga mendengar beliau bersabda pada Perang Khaibar: "Sungguh, saya akan memberikan bendera ini kepada seorang laki-laki yang mencintai Allah dan RasulNya dan Allah dan RasulNya juga mencintainya." Maka kami semuanya saling mengharap agar mendapatkan bendera itu. Beliau bersabda: "Panggilllah Ali!" kemudian dia dihadirkan dalam keadaan sakit matanya. Lantas beliau meludahi matanya dan menyerahkan bendera tersebut kepadanya, kemudian Allah memberi kemenangan kepadanya. Tatkala turun ayat: (Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu.) Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memanggil Ali, Fatimah, Hasan dan Husain dan bersabda: "Ya Allah, mereka adalah keluargaku."

【1523】

Musnad Ahmad 1523: Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Laits bin Sa'd] dari ['Ayyash bin Abbas] dari [Bukair bin Abdullah] dari [Busr bin Sa'id] bahwa [Sa'd bin Abu Waqqash] berkata ketika 'Utsman bin 'Affan terbunuh: Aku bersaksi bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Akan terjadi suatu fitnah dimana orang yang duduk ketika itu lebih baik dari orang yang berdiri, dan orang yang berdiri ketika itu lebih baik dari orang yang berjalan, dan orang yang berjalan ketika itu lebih baik dari orang yang berlari." Sa'd bertanya: "Bagaimana pendapat anda jika ada yang masuk ke rumahku dan mengulurkan tangannya untuk membunuhku?" beliau bersabda: "Jadilah kamu seperti putera Adam!"

【1524】

Musnad Ahmad 1524: Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Abdullah] telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Thalhah At Taimi] penduduk Madinah, telah menceritakan kepadaku [Abu Suhail, Nafi' bin Malik] dari [Sa'id bin Musayyab] dari [Sa'd bin Abu Waqqash] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada Al 'Abbas: "Inilah Al Abbas bin Abdulmuththalib orang Quraisy yang paling dermawan dan paling menjaga hubungan."

【1525】

Musnad Ahmad 1525: Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Numair] dan [Ya'la] berkata: telah menceritakan kepada kami [Musa] yaitu Al Juhani, dari [Mush'ab bin Sa'd] dari [Bapaknya] berkata: Ada seorang arab Badui menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata: "Wahai Nabiyullah, ajarilah aku sebuah kalimat yang dapat aku ucapkan (setiap saat)!" Beliau bersabda: "Bacalah: LA ILAHA ILLALLAHU WAHDAHU LA SYARIKA LAHU, ALLAHU AKBAR KABIRA, WALHAMDU LILLAHI KATSIRA WA SUBHANALLAHI RABBIL 'ALAMIN, LA HAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAAHIL 'AZIZIL HAKIIM (Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah yang Esa, tidak ada sekutu bagiNya, Allah Maha Besar dan Agung. Segala puji yang banyak hanya bagi Allah, dan Maha Suci Allah Rabb semesta alam. Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dari Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana) lima kali." Orang badui tadi berkata: "Itu semua untuk Rabbku Azza Wa Jalla, mana untukku?" Beliau menjawab: "Bacalah: ALLAHUMMAGHFIRLI WARHAMNI WAHDINI WARZUQNI (Ya Allah! Ampunilah aku, kasihanilah aku, berilah aku hidayah dan berilah aku rizqi.) " Ibnu Numair berkata: Musa berkata: lafazh "WA'AFINI (berilah aku kesehatan)." saya masih ragu dan saya tidak tahu pasti.

【1526】

Musnad Ahmad 1526: Telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Numair] telah menceritakan kepada kami [Musa] dari [Mush'ab bin Sa'd] telah menceritakan kepadaku [bapakku] berkata: kami sedang duduk bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian beliau bersabda: "Apakah kalian tidak mampu mendapatkan seribu kebaikan setiap hari?" Sa'd berkata: ada salah seorang teman duduknya bertanya: "Wahai Nabiyullah, bagaimana mampu salah seorang dari kami mendapatkan seribu kebaikan?" beliau menjawab: "Bertasbih seratus kali (membaca SUBHANALLAAH-Maha Suci Allah) akan ditulis baginya seribu kebaikan atau dihapuskan darinya seribu kesalahan."

【1527】

Musnad Ahmad 1527: Telah menceritakan kepada kami [Ya'la bin 'Ubaid] telah menceritakan kepada kami [Musa] dari [Mush'ab bin Sa'd] dari [bapaknya] berkata: kami sedang duduk bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian beliau bersabda: "Apakah kalian tidak mampu mendapatkan seribu kebaikan setiap hari?" kemudian ada seorang teman duduknya bertanya: "Bagaimana mampu salah seorang dari kami, Wahai Rasulullah untuk mendapatkan seribu kebaikan setiap hari?" beliau menjawab: "Bertasbih seratus kali (membaca SUBHANALLAAH-Maha Suci Allah) akan ditulis baginya seribu kebaikan atau dihapuskan darinya seribu kesalahan."

【1528】

Musnad Ahmad 1528: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Simak] dari [Mush'ab bin Sa'd] dari [Bapaknya] berkata: "Telah turun kepadaku empat ayat. Pada Perang Badar saya mendapatkan pedang, lalu saya membawanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan saya berkata: "Wahai Rasulullah, berikan kepadaku pedang ini?" beliau bersabda: "Taruhlah!" kemudian dia bangun dan berkata: "Wahai Rasulullah, berikan kepadaku pedang ini!" beliau bersabda: "Letakkan!" kemudian dia bangkit dan berkata: "Wahai Rasulullah, berikan kepadaku, saya pantas dianggap sebagai orang yang membutuhkan pedang itu." Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tetap berkata: "Letakkan di tempat kamu mengambilnya!" maka turunlah ayat: (Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah bahwa rampasan Perang itu untuk Allah dan RasulNya.) Sa'd melanjutkan: "Ada seorang sahabat Anshar yang membuat makanan, dan dia mengundang kami, kemudian kami meminum khamer hingga kami mabuk. (Dalam kondisi seperti itu) orang Anshari dan Quraisy saling membanggakan diri. Orang Anshar berkata: "Kami lebih utama daripada kalian." Orang Quraisy berkata: "Kami lebih utama daripada kalian." Tiba-tiba seorang laki-laki Anshar mengambil tulang unta dan memukulkannya ke hidung Sa'd hingga pecah, maka hidung Sa'd menjadi pecah, pada saat itu turunlah ayat: (Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.) " Sa'd melanjutkan: Ibuku berkata: "Bukankah Allah telah menyuruh mereka untuk berbakti, Demi Allah, saya tidak akan memakan makanan dan meminum minuman sampai mati atau kamu mengingkari Muhammad." Maka jika mereka hendak memberi ibuku makan, mereka membuka paksa mulutnya dengan tongkat, dengan demikian mereka bisa menyuapinya makanan ke mulutnya. Maka turunlah ayat: (Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapaknya,). Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menemui Sa'd untuk menjenguknya karena sakit, kemudian Sa'd berkata: "Wahai Rasulullah, apakah aku boleh mewasiatkan semua hartaku?" Beliau menjawab: "Jangan." Sa'd bertanya: "Bagaimana kalau duapertiga?" Beliau menjawab: "Jangan" dia bertanya lagi: "Bagaimana jika sepertiga?" beliau diam.

【1529】

Musnad Ahmad 1529: Telah menceritakan kepada kami [Suwaid bin 'Amru Al Kalbi] telah menceritakan kepada kami [Aban] telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Al Hadhrami bin Lahiq] dari [Sa'id bin Musayyab] dari [Sa'd bin Malik] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika penyakit lepra sedang mewabah di suatu negeri maka janganlah kalian memasukinya, dan jika ada di suatu tempat sementara kalian ada di dalamnya maka janganlah kalian kabur dari tempat itu."

【1530】

Musnad Ahmad 1530: Telah menceritakan kepada kami [Abdul Wahab Ats Tsaqafi] dari [Khalid] dari ['Ikrimah] dari [Sa'd bin Malik] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda pada Perang Uhud: "Panahlah, tebusanmu adalah bapakku dan ibuku"

【1531】

Musnad Ahmad 1531: Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] telah memberitakan kepada kami [Al Hajjaj bin 'Arthah] dari [Yahya bin 'Ubaid Al Bahrani] dari [Muhammad bin Sa'd], Al Bahrani menuturkan: bahwa Muhammad bin Sa'd sering berwudhu di pojokan, pada suatu hari dia buang air besar kemudian berwudhu dan mengusap kedua khufnya, maka kami merasa heran dan bertanya: "Apa-apaan ini?" dia menjawab: "Telah menceritakan kepadaku [bapakku] bahwa dia melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan sebagaimana yang aku lakukan."

【1532】

Musnad Ahmad 1532: Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] telah memberitakan kepada kami [Isma'il] dari [Qais] berkata: saya mendengar [Sa'id bin Malik] berkata: "Demi Allah, saya adalah orang Arab pertama yang melempar panah di jalan Allah. Kami berperang bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan tidak ada makanan sama sekali yang bisa kami makan kecuali daun Hublah dan daun pohon samur, sampai-sampai salah seorang kami mengeluarkan kotoran seperti kotoran kambing karena tidak adanya campuran (makanan yang bisa kami makan). Kemudian Bani Asad merendahkanku dan menghinaku karena agamaku. Kalau begitu sungguh aku telah rugi dan telah sesat jalanku."

【1533】

Musnad Ahmad 1533: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Abu Ma'syar] dari [Musa bin 'Uqbah] dari ['Amir bin Sa'd] dari [bapaknya] berkata: saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membaca salam ke sebelah kanannya dan ke sebelah kirinya."

【1534】

Musnad Ahmad 1534: Telah menceritakan kepada kami [Rauh] telah menceritakan kepada kami [Ibnu 'Aun] dari [Muhammad bin Al Aswad] dari [Amir bin Sa'd] dari [bapaknya] berkata: "Ketika Perang Khandaq, ada seorang lelaki (musuh) yang berlindung dengan tamengnya, dia berkata (menghina) sambil memegang tamengnya seperti, meletakkan tamengnya di atas hidungnya, kemudian berkata (menghina) seperti ini, meletakkan tamengnya ke bawah. Maka aku mengambil wadah panahku kemudian aku keluarkan panah yang sudah berlumuran darah, lalu aku letakkan di tengah busur. Ketika dia berkata begini, menurunkan tamengnya, aku segera membidiknya. Aku tidak lupa anak panah itu mengenai ini dan itu dari bagian tameng tersebut, kemudian lelaki tersebut tersungkur." Sa'd sambil memperagakannya dengan kakinya. Maka Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam tertawa. -saya mengira Sa'd berkata: "Sampai tampak gigi geraham beliau."- Rauh bertanya: "Kenapa beliau tertawa?" Ibnu Aun menjawab: "Karena melihat tingkah laku Sa'd."

【1535】

Musnad Ahmad 1535: Telah menceritakan kepada kami [Rauh] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abdul Malik bin 'Umair] berkata: saya mendengar [Mush'ab bin Sa'd] menceritakan dari [bapaknya, Sa'd bin Abu Waqash] bahwa dia menyuruh untuk membaca doa, sebuah do'a yang dia ceritakan dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu: "ALLAHUMMA INNI A'UDZUBIKA MINAL BUKHLI WA A'UDZUBIKA MINAL JUBNI WA A'UDZUBIKA AN URADDA ILA ARDZALIL 'UMURI WA A'UDZUBIKA MIN FITNATID DUNYA WA A'UDZUBIKA MIN 'ADZABIL QABRI (Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari sifat bakhil, dan aku berlindung kepadaMu dari sifat penakut, dan aku berlindung kepadaMu dari dikembalikan kepada umur yang hina, dan aku berlindung kepadaMu dari fitnah dunia dan aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur)."

【1536】

Musnad Ahmad 1536: Telah menceritakan kepada kami [Hujain bin Al Mutsanna] dan [Abu Sa'id] berkata: telah memberitakan kepada kami [Israil] dari [Abu Ishaq], [Abu Sa'id] berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Ishaq] dari [Mush'ab bin Sa'd bin Abu Waqqash] dari [bapaknya], bahwa dia bersumpah dengan nama Lata dan Uzza, maka para sahabatnya berkata: "Kamu telah berkata buruk." Lantas dia menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata kepada beliau: "Aku baru masuk Islam, lalu aku bersumpah dengan nama Lata dan Uzza?" maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Bacalah: 'LA ILAHA ILLA ALLAHU WAHDAH (Tidak ada Ilah yang berhak disembah selain Allah) ' tiga kali, kemudian tiuplah ke sebelah kirimu tiga kali sambil berlindung kepada Allah dari godaan setan dan jangan kamu ulangi!"

【1537】

Musnad Ahmad 1537: Telah menceritakan kepada kami ['Utsman bin Umar] telah menceritakan kepada kami [Usamah] dari [Muhammad bin Abdurrahman bin Labibah] bahwa [Sa'd bin Malik] berkata: saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sebaik-baik dzikir adalah yang tersembunyi dan sebaik baik rizqi adalah yang sekedar mencukupi."

【1538】

Musnad Ahmad 1538: Telah bercerita kepada kami [Abu Daud Sulaiman] telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Sa'd] dari [Shalih bin Kaisan] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Syihab] dari [Abdul Hamid bin Abdurrahman] dari [Muhammad bin Sa'd] dari [bapaknya] berkata: "Umar meminta izin kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang saat itu di dekat beliau ada beberapa wanita, yang suara mereka lebih tinggi dari pada suara beliau. Ketika beliau mengizinkan Umar mereka segera pergi, lalu Umar masuk dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tertawa. Umar berkata: "Semoga Allah membahagiakanmu Wahai Rasulullah, bapakku dan ibuku sebagai tebusanmu" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Aku heran kepada mereka yang ada di dekatku, ketika mendengar langkahmu mereka segera pegi." Umar berkata: "Wahai para wanita yang menjadi musuh bagi hawa nafsunya sendiri, Demi Allah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lebih berhak untuk kalian segani daripada aku?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Biarkan mereka Wahai Umar! Demi Allah, tidaklah setan bertemu denganmu pada suatu jalan kecuali dia akan melewati jalan selain jalanmu." INI ADALAH HADITS TERAKHIR SA'D BIN ABU WAQQASH radliallahu 'anhu.

【1539】

Musnad Ahmad 1539: Telah menceritakan kepada kami [Mu'tamir bin Sulaiman] berkata: saya mendengar [Abdul Malik bin 'Umair] dari ['Amru bin Huraits] dari [Sa'id bin Zaid bin 'Amru bin Nufail] bahwa Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Cendawan berasal al Manna, dan airnya merupakan obat untuk mata."

【1540】

Musnad Ahmad 1540: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abdul Malik bin 'Umair] dari ['Amru bin Huraits] dari [Sa'id bin Zaid] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda: "Cendawan berasal alManna, dan airnya merupakan obat untuk mata."

【1541】

Musnad Ahmad 1541: Telah menceritakan kepada kami [Abdushshamad] telah menceritakan kepadaku [bapakku] telah menceritakan kepada kami ['Atho` bin As Sa`ib] dari ['Amru bin Huraits] berkata: telah menceritakan kepadaku [bapakku] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Cendawan berasal Salwa, dan airnya merupakan obat untuk mata."

【1542】

Musnad Ahmad 1542: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] berkata: hadits ini kami hafal dari [Az Zuhri] dari [Thalhah bin Abdullah bin 'Auf] dari [Sa'id bin Zaid bin 'Amru bin Nufail] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa terbunuh karena membela hartanya maka dia (mati) syahid. Barangsiapa berbuat aniaya (dengan mengambil) sejengkal tanah niscaya kelak akan dikalungkan kepadanya tujuh lapis bumi."

【1543】

Musnad Ahmad 1543: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Shadaqah bin Al Mutsanna] telah menceritakan kepadaku [kakekku, Riyah bin Al Harits] bahwa ketika Al Mughirah bin Syu'bah berada di sebuah masjid besar dan di sebelah kanan kirinya duduk penduduk Kufah, tiba-tiba datang seorang lelaki yang bernama [Sa'id bin Zaid], maka Al Mughirah menyambutnya dan mendudukkannya di sisi kedua kakinya di atas kasur, kemudian datanglah seseorang lelaki dari penduduk Kufah, dia menghadap Al Mughirah lalu mencaci dan mencaci. Maka Sa'id bertanya: "Siapa yang dicela orang ini wahai Al Mughirah?" dia menjawab: "Dia mencaci Ali bin Abu Thalib." Sa'id berkata: "Wahai Mughirah bin Syu'bah, wahai Mughirah bin Syu'bah." -tiga kali.-"Kenapa saya mendengar para sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mereka cela di hadapanmu sedang kamu tidak mengingkari dan merubahnya. Sungguh aku bersaksi (telah mendengar) Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan kedua telingaku dan diingat oleh hatiku (satu hadits) dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, aku tidak pernah meriwayatkan sebuah hadits dengan dusta, karena pasti beliau akan meminta pertanggung jawabanku ketika aku bertemu beliau nanti, beliau bersabda: "Abu Bakar di Syurga, Umar di Syurga, Ali di Syurga, Utsman di Syurga, Thalhah di Syurga, Zubair di Syurga, Abdurrahman di Syurga, Sa'd di Syurga." dan yang kesembilan adalah seorang mukmin di Syurga juga, jika aku ingin menyebutkannya, pasti aku menyebutkan namanya." Maka orang-orang yang ada di masjid ribut dan mendesak Sa'id untuk menyebutkannya: "Wahai sahabat Rasulullah, siapakah orang yang kesembilan itu?" maka Sa'id berkata: "kalian mendesakku (untuk menyebutkannya) dengan nama Allah, demi Allah Yang Maha Agung, akulah orang yang kesembilan tersebut. Sedangkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang kesepuluhnya." Kemudian dia mengiringinya dengan bersumpah dan berkata: "Demi Allah, satu peperangan yang diikuti seorang laki-laki yang mengakibatkan wajahnya dipenuhi debu bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah lebih utama daripada amalan salah seorang kalian, sekalipun dia diberi umur seperti umur Nabi Nuh 'Alaihissalam."

【1544】

Musnad Ahmad 1544: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Hushain bin Manshur] dari [Hilal bin Yisaf] dari [Sa'id bin Zaid], di kesempatan lain [Waki'] berkata: [Manshur] berkata: dari [Sa'id bin Zaid], dan di kesempatan yang lainnya berkata: [Hushain] dari [Ibnu Zhalim] dari [Sa'id bin Zaid] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tenanglah Wahai Hira`, yang sedang berada di atasmu adalah seorang Nabi atau orang yang shiddiq atau orang yang syahid!" Sa'id menerangkan: "Di atasnya adalah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, Abu Bakar, Umar, 'Utsman, Ali, Thalhah, Zubair, Sa'd, Abdurrahman bin 'Auf dan Sa'id bin Zaid radliallahu 'anhum."

【1545】

Musnad Ahmad 1545: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al Hur bin Asy Shayyah] dari [Abdurrahman bin Al Akhnas] berkata: Al Mughirah bin Syu'bah berkhutbah di hadapan kami, kemudian dia mencela Ali radliallahu 'anhu, maka [Sa'id bin Zaid] bangun dan berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Nabi di Syurga, Abu Bakar di Syurga, Umar di Syurga, Utsman di Syurga, Ali di Syurga, Thalhah di Syurga, Zubair di Syurga, Abdurrahman bin 'Auf di Syurga dan Sa'd di Syurga." Jika saya mau saya akan sebutkan yang kesepuluh."

【1546】

Musnad Ahmad 1546: Telah menceritakan kepada kami [Umar bin 'Ubaid] dari [Abdul Malik bin 'Umair] dari ['Amru bin Huraits] dari [Sa'id bin Zaid] berkata: saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Cendawan berasal Manna, dan airnya merupakan obat untuk mata."

【1547】

Musnad Ahmad 1547: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Hisyam], dan telah menceritakan kepada kami [Ibnu Numair] berkata: telah menceritakan kepada kami [Hisyam] telah menceritakan kepadaku [bapakku] dari [Sa'id bin Zaid bin 'Amru] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Menurut Ibnu Numair, Sa'id bin Zaid berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mengambil sejengkal tanah dengan zhalim niscaya kelak akan dikalungkan kepadanya sampai tujuh lapis tanah pada Hari Kiamat." Sedang Ibnu Numair berkata: "..dari tujuh lapis bumi."

【1548】

Musnad Ahmad 1548: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrahman] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Abdul Malik bin 'Umair] dari ['Amru bin Huraits] dari [Sa'id bin Zaid] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menemui kami dan beliau membawa cendawan di tangannya dan bersabda: "Apakah kalian tahu apa ini? ini berasal al Manna, dan airnya merupakan obat untuk mata."

【1549】

Musnad Ahmad 1549: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abdul Malik bin 'Umair] berkata: saya mendengar ['Amru bin Huraits] berkata: saya mendengar [Sa'id bin Zaid] berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Cendawan berasal Manna, dan airnya merupakan obat untuk mata." Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] telah mengabarkan kepadaku [Al Hakam bin 'Utaibah] dari [Hasan Al 'Arani] dari ['Amru bin Huraits] dari [Sa'id bin Zaid] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Syu'bah berkata: "Tatkala Al Hakam menceritakannya kepadaku, saya tidak mengingkari bahwa ini adalah hadits Abdul Malik."

【1550】

Musnad Ahmad 1550: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dan [Hajjaj], telah menceritakan kepadaku [Syu'bah] dari [Al Hur bin Asy Shayyah] dari [Abdurrahman bin Al Akhnas] bahwa Al Mughirah bin Syu'bah berkhutbah dan mencela Ali radliallahu 'anhu, maka [Sa'id bin Zaid] berkata: saya bersaksi bahwa saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Rasulullah di Syurga, Abu Bakar di Syurga, Umar di Syurga, Ali di Syurga, Utsman di Syurga, Abdurrahman di Syurga, Thalhah di Syurga, Zubair di Syurga dan Sa'd di Syurga." Kemudian dia berkata: "Jika kalian mau saya akan sebutkan yang ke sepuluh." Kemudian Sa'd menyebutkannya.

【1551】

Musnad Ahmad 1551: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Hushain] dari [Hilal bin Yisaf] dari [Abdullah bin Zhalim] berkata: Al Mughirah bin Syu'bah berkhutbah dan mencela Ali radliallahu 'anhu, maka [Sa'id bin Zaid] berdiri dan berkata: Tidak kamu heran terhadap orang ini? dia mencela Ali Radhiallah 'anhu padahal saya menyaksikan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika kami berada di Hira` atau Uhud. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tenanglah Wahai Hira` atau Uhud, yang sedang berada di atasmu adalah seorang yang shiddiq atau orang yang syahid!" lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan sepuluh orang." Kemudian Sa'id menyebutkan: Abu Bakar, Umar, 'Utsman, Ali, Thalhah, Zubair, Sa'd, Abdurrahman bin 'Auf, dan dia menyebutkan dirinya sendiri Sa'id.

【1552】

Musnad Ahmad 1552: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Thalhah bin Abdullah bin 'Auf] dari [Abdurrahman bin Sahl] dari [Sa'id bin Zaid bin 'Amru bin Nufail] bahwa dia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mencuri sejengkal tanah niscaya kelak akan dikalungkan kepadanya dari tujuh lapis bumi." Ma'mar berkata: telah sampai kepadaku dari Az Zuhri, namun saya tidak mendengar dia memberikan tambahan dalam hadits ini lafazh: "Barangsiapa terbunuh karena membela hartanya maka dia adalah syahid."

【1553】

Musnad Ahmad 1553: Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] telah memberitakan kepada kami [Ibnu Abu Dzi`b] dari [Al Harits bin Abdurrahman] dari [Abu Salamah] bahwa Marwan berkata: "Pergilah dan damaikan antara Sa'id bin Zaid dan Arwa`." Maka [Sa'id] berkata: "Apakah menurut kalian saya mengambil haknya? saya bersaksi bahwa saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mengambil sejengkal tanah bukan dengan haknya, niscaya kelak akan dikalungkan kepadanya dari tujuh lapis bumi. Barangsiapa menyuruh budak suatu kaum tanpa izin dari mereka, maka dia mendapatkan laknat Allah. Barangsiapa merampas harta seorang muslim dengan sumpahnya maka Allah tidak akan memberkahi dalam harta tersebut."

【1554】

Musnad Ahmad 1554: Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Yaman] telah menceritakan kepada kami [Syu'aib] dari [Az Zuhri] telah menceritakan kepadaku [Thalhah bin Abdullah bin 'Auf] bahwa [Abdurrahman bin 'Amru bin Sahl] mengabarinya, bahwa [Sa'id bin Zaid] berkata: saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa berbuat aniaya dengan mengambil sejengkal tanah niscaya kelak akan dikalungkan kepadanya dengan tujuh lapis bumi."

【1555】

Musnad Ahmad 1555: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Muhammad bin Ishaq] dari [Az Zuhri] dari [Thalhah bin Abdullah bin 'Auf] berkata: "Arwa binti Uwais bersama dengan beberapa orang Quraisy yang diantara mereka terdapat Abdurrahman bin 'Amru bin Sahl menemuiku, Arwa berkata: "Sesungguhnya [Sa'id bin Zaid] mengambil sebagian tanahku (dan memasukkannya) kedalam kepemilikannya, saya ingin kalian menemuinya dan berbicara dengannya." Maka kamipun berangkat menemui Sa'id yang saat itu sedang berada di ladangnya di 'Aqiq. Tatkala dia melihat kami, dia berkata: "Saya tahu kenapa kalian kemari, akan aku sampaikan kepada kalian sesuatu yang pernah saya dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Barangsiapa mengambil tanah yang bukan miliknya, niscaya akan dikalungkan kepadanya dengan tujuh lapis bumi pada Hari Kiamat. Barangsiapa terbunuh karena membela hartanya maka dia mati syahid."

【1556】

Musnad Ahmad 1556: Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Abdu Rabbih] telah menceritakan kepada kami [Baqiyyah bin Al Walid] telah menceritakan kepadaku [Az Zubaidi] dari [Az Zuhri] dari [Thalhah bin Abdullah bin 'Auf] bahwa [Abdurrahman bin 'Amru bin Sahl] mengabarinya, bahwa [Sa'id bin Zaid] berkata: saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa berbuat aniaya dengan mengambil sejengkal tanah niscaya akan dikalungkan kepadanya dengan tujuh lapis bumi."

【1557】

Musnad Ahmad 1557: Telah menceritakan kepada kami [Ali bin 'Ashim], dia berkata: [Hushain] telah mengabarkan kepada kami dari [Hilal bin Yisaf] dari [Abdullah bin Zhalim Al Mazini] berkata: tatkala Mu'awiyah berangkat dari Kufah, dia mengangkat Al Mughirah bin Syu'bah sebagai pejabat sementara, dan ternyata dia mempersilahkan para khatib untuk mencela Ali, saya pada saat itu berada di samping [Sa'id bin Zaid bin 'Amru bin Nufail]. Dia marah dan bangkit sambil memegang tanganku sehingga saya mengikutinya, kemudian berkata: "Tidakkah kamu lihat orang yang telah menganiaya dirinya sendiri ini, dia menyuruh untuk melaknat penghuni syurga. Sungguh saya bersaksi bahwa ada sembilan orang yang mereka akan masuk syurga, dan sekiranya aku bersaksi tentang orang yang kesepuluh niscaya saya tidak berdosa." Maka aku bertanya: "Apakah itu?" dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tenanglah Wahai Hira`, yang sedang berada di atasmu adalah Nabi, atau orang shiddiq atau orang yang syahid!" saya bertanya: "Siapakah mereka?" dia menjawab: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, Abu Bakar, Umar, 'Utsman, Ali, Zubair, Thalhah, Abdurrahman bin 'Auf dan Sa'd bin Malik." Kemudian dia terdiam, saya bertanya: "Siapakah orang yang ke sepuluh?" dia menjawab: "Saya."

【1558】

Musnad Ahmad 1558: Telah menceritakan kepada kami [Mu'awiyah bin 'Amru] telah menceritakan kepada kami [Za`idah] telah menceritakan kepada kami [Hushain bin Abdurrahman] dari [Hilal bin Yisaf] dari [Abdullah bin Zhalim At Taimi] dari [Sa'id bin Zaid bin 'Amru bin Nufail] berkata: "Saya bersaksi bahwa Ali termasuk dari ahli syurga." Abdullah bertanya: "Apa alasannya?" dia menjawab: "Dia termasuk dari salah satu dari sembilan orang. Kalau saya mau, saya bisa sebutkan orang kesepuluh." Dia berkata: "Gunung Hira` pernah bergoyang, kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tenanglah Wahai Hira`, yang sedang berada di atasmu adalah Nabi, atau orang shiddiq atau orang yang syahid" lalu Sa'id menyebutkan: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, Abu Bakar, Umar, Ali, 'Utsman, Thalhah, Zubair, Abdurrahman bin 'Auf, Sa'd dan saya." Yaitu Sa'id sendiri.

【1559】

Musnad Ahmad 1559: Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Abu Al Abbas] telah menceritakan kepada kami [Yunus] atau [Abu Uwais], berkata: [Az Zuhri] berkata: telah mengabarkan kepadaku [Thalhah bin Abdullah bin 'Auf] bahwa [Abdurrahman bin 'Amru bin Sahl] mengabarinya, bahwa [Sa'id bin Zaid] berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa berbuat aniaya dengan mengambil sejengkal tanah niscaya kelak akan dikalungkan kepadanya dengan tujuh lapis bumi."

【1560】

Musnad Ahmad 1560: Telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Usamah] telah mengabarkan kepadaku [Mis'ar] dari [Abdul Malik bin Maisarah] dari [Hilal bin Yisaf] dari [Abdullah bin Zhalim] dari [Sa'id bin Zaid] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan beberapa fitnah (yang muncul) seperti bagian-bagian malam yang gelap gulita. Menurutku beliau bersabda: "Terkadang manusia mendatanginya dengan cepat." Sa'd berkata: maka ada yang bertanya: "Apakah mereka semuanya binasa atau hanya sebagian mereka?" beliau menjawab: "Cukup mereka atau cukup bagi mereka menghindari pembunuhan."

【1561】

Musnad Ahmad 1561: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah menceritakan kepada kami [Al Mas'udi] dari [Nufail bin Hisyam bin Sa'id bin Zaid bin 'Amru bin Nufail] dari [bapaknya] dari [kakeknya] berkata: Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan Zaid bin Haritsah di Makkah, lewatlah di hadapan keduanya Zaid bin 'Amru bin Nufail, kemudian Nabi dan Zaid mengajaknya (ikut bergabung) menyantap hidangan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Wahai anak saudaraku, sesungguhnya aku tidak makan sembelihan yang disembelih untuk berhala, " Sa'id berkata: " Setelah itu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah terlihat makan makanan yang disembelih atas nama berhala. Saya berkata: "Wahai Rasulullah, anda tahu keadaan bapakku sebagaimana yang anda lihat, seandainya dia mendapati anda niscaya dia beriman dan mengikuti anda, maka mintakanlah ampunan untuknya!" beliau menjawab: "Ya. Aku mohonkan ampunan untuknya dan dia akan dibangkitkan pada Hari Kiamat sebagai umat yang satu."

【1562】

Musnad Ahmad 1562: Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Abu Dzi`b] dari [Al Harits bin Abdurrahman] dari [Abu Salamah] berkata: Marwan berkata: "Berangkatlah dan damaikan antara Sa'id bin Zaid dan Arwa binti Uwais." Kami pun mendatangi [Sa'id bin Zaid], dan dia berkata: "Apakah menurut kalian saya mengambil haknya. Saya bersaksi, sesungguhnya saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa mengambil sejengkal tanah bukan dengan haknya, niscaya akan dikalungkan kepadanya tujuh lapis bumi. Barangsiapa menyuruh budak suatu kaum tanpa izin dari mereka, maka dia mendapatkan laknat Allah. Barangsiapa merampas harta saudaranya dengan sumpahnya maka Allah tidak akan memberi berkah padanya."

【1563】

Musnad Ahmad 1563: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Qais bin Ar Rabi'] telah menceritakan kepada kami [Abdul Malik bin 'Umair] dari ['Amru bin Huraits] berkata: Saya datang ke Madinah, tujuanku adalah untuk berbagi dengan saudara laki-lakiku, tetapi [Sa'id bin Zaid] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak akan mendapat berkah hasil penjualan tanah dan rumah yang tidak dijadikan pada tanah atau rumah."

【1564】

Musnad Ahmad 1564: Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Yaman] telah memberitakan kepada kami [Syu'aib] dari [Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Husain] berkata: telah disampaikan kepadaku bahwa Luqman berkata: "Wahai anakku, janganlah kamu belajar ilmu untuk berbangga diri kepada para ulama atau untuk mendebat orang-orang bodoh dan untuk diperlihatkan di majlis-majlis." Lalu Abdullah menyebutkan secara lengkap, kemudian berkata: telah menceritakan kepada kami [Naufal bin Musahiq] dari [Sa'id bin Zaid] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda: "Sesungguhnya riba yang paling buruk adalah merusak kehormatan seorang muslim tanpa hak, dan sesungguhnya rahim dijalinkan oleh Ar Rahman, barangsiapa yang memutuskannya niscaya Allah mengharamkan baginya surga."

【1565】

Musnad Ahmad 1565: Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Daud Al Hasyimi] telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Sa'd] dari [Bapaknya] dari [Abu 'Ubaidah bin Muhammad bin Ammar bin Yasir] dari [Thalhah bin Abdullah bin 'Auf] dari [Sa'id bin Zaid] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa terbunuh karena membela hartanya maka dia mati syahid. Barangsiapa terbunuh karena melindungi keluarganya maka dia mati syahid. Barangsiapa terbunuh karena mempertahankan darahnya maka dia mati syahid." Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Abu 'Ubaidah bin Muhammad bin Ammar bin Yasir] dari [Thalhah bin Abdullah bin 'Auf] dari [Sa'id bin Zaid] berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: kemudian dia menyebutkan hadits yang sama di atas.

【1566】

Musnad Ahmad 1566: Telah menceritakan kepada kami [Al FAdhl bin Dukain] telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Ibrahim bin Muhajir] telah menceritakan kepadaku [seseorang] yang mendengar ['Amru bin Huraits] bercerita dari [Sa'id bin Zaid] berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Wahai orang-orang Arab, pujilah Allah yang telah mengangkat (kewajiban) pajak hasil perdagangan dari kalian."

【1567】

Musnad Ahmad 1567: Telah menceritakan kepada kami [Bisyr bin Muhammad] dari [Abdurrahman bin Ishaq] dari [Az Zuhri] dari [Muhammad bin jubair bin Muth'im] dari [Bapaknya] dari [Abdurrahman bin Auf] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Saya menyaksikan peristiwa perjanjian Mutthayyabin bersama paman-pamanku ketika saya masih kecil. Saya tidak suka walaupun saya mendapat unta merah, jika saya harus membatalkan perjanjian tersebut." Az Zuhri menambahkan: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah Islam menjumpai satu perjanjian kecuali Islam akan menguatkannya, namun tidak ada lagi perjanjian (yang seperti itu) dalam Islam (karena Islam telah menghapusnya)." dan sungguh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah menyatukan antara orang-orang Quraisy dengan Anshar."

【1568】

Musnad Ahmad 1568: Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Sa'd] telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Ishaq] dari [Makhul] dari [Kuraib] dari [Ibnu Abbas] bahwa Umar bertanya kepadanya: "Wahai anak muda! apakah kamu mendengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam atau dari salah seorang sahabat beliau, bahwa jika salah seorang ragu dalam shalatnya, apa yang harus dia lakukan?" Kuraib berkata: Ketika itu datang Abdurrahman bin Auf dan bertanya: "apa yang sedang kalian bicarakan?" Umar menjawab: "Saya bertanya kepada anak muda ini, apakah dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam atau salah seorang dari sahabat beliau, mengenai seseorang yang ragu dalam shalatnya, apa yang harus dia lakukan?" [Abdurrahman] berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika salah seorang dari kalian ragu dalam shalatnya dan dia tidak tahu apakah sudah shalat satu raka'at atau dua raka'at maka anggaplah shalat satu raka'at. Jika tidak tahu apakah dia sudah shalat dua raka'at atau tiga raka'at maka anggaplah dia shalat dua raka'at. Jika tidak tahu apakah dia sudah shalat tiga raka'at atau empat raka'at maka anggaplah tiga raka'at, kemudian sujud dua kali jika selesai shalat ketika masih duduk sebelum salam."

【1569】

Musnad Ahmad 1569: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Amru] dia mendengar [Bajalah] berkata: Aku seorang juru tulis Jaza' bin Mu'awiyah, paman Ahnaf bin Qais, kemudian datanglah surat Umar kepada kami setahun sebelum dia wafat, yang berisi: "Bunuhlah setiap tukang sihir laki laki.." -dan terkadang Sufyan menyebutkan: "Dan tukang sihir perempuan."- "dan pisahkan setiap orang (suami istri) yang semahram dari kalangan Majusi, serta larang mereka mengucapkan zamzamah" Maka kami membunuh tiga orang tukang sihir dan kami memisahkan antara laki-laki (yang beristrikan) mahramnya dengan kitabullah. Jaza' juga membuat makanan dalam jumlah besar, kemudian dia menghunuskan pedang di pahanya lalu memanggil orang Majusi, mereka menyerahkan bawaan sepenuh keledai atau dua keledai dari perak, dan mereka makan tanpa mengucapkan zamzamah. Umar tidak mengambilnya. -Sufyan berkata: "…memungut jizyah dari orang Majusi sampai [Abdurrahman bin Auf] bersaksi bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah memungut dari orang-orang Majusi hajar." Bapakku berkata: Sufyan menerangkan: "Bajalah berhaji bersama Mush'ab pada tahun ke tujuh puluh hijriyah."

【1570】

Musnad Ahmad 1570: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Amru] dari [Az Zuhri] dari [Malik bin Aus] saya mendengar [Umar radliallahu 'anhu] berkata kepada [Abdurrahman], [Thalhah], [Az Zuhair], dan [Sa'd]: "Demi Allah, yang dengan-Nya langit dan bumi tegak.-Sufyan berkata: "Demi yang dengan izinnya (langit dan bumi) tegak"- Apakah kalian mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya kami tidak diwarisi. Apa yang kami tinggalkan adalah sedekah." Mereka menjawab: "Ya."

【1571】

Musnad Ahmad 1571: Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] telah memberitakan kepada kami [Hisyam Ad Dastuwa`i] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Ibrahim bin Abdullah bin Farizh] bahwa [bapaknya] telah menceritakan kepadanya, bahwa dia menemui [Abdurrahman bin Auf] ketika sedang sakit. Abdurrahman berkata kepadanya: "ar rahim telah menyambungmu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Allah 'azza wajalla berfirman: 'Aku adalah Ar Rahman yang telah menciptakan rahim dan Aku jadikan kata itu pecahan dari namaKu, barangsiapa yang menyambungnya maka Aku akan menyambungnya, dan barangsiapa yang memutusnya maka Aku akan memutusnya dan memotongnya." atau dalam riwayat lain Allah berfirman: "Barangsiapa memotongnya maka aku akan memotongnya."

【1572】

Musnad Ahmad 1572: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] mantan budak Bani Hasyim, telah menceritakan kepada kami [Al Qasim bin Al FAdhl] telah menceritakan kepada kami [An Nadhr bin Syaiban] berkata: aku bertemu dengan [Abu Salamah bin Abdurrahman] kemudian aku berkata: "Ceritakanlah kepadaku tentang sesuatu yang telah kamu dengar dari bapakmu, yang dia dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (satu hadits) berkaitan dengan bulan Ramadhan!" Dia menjawab: "Ya, telah menceritakan kepadaku [bapakku] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Allah 'azza wajalla telah mewajibkan puasa pada bulan Ramadhan, dan aku telah membuat sunnah untuk shalat malamnya. Barangsiapa berpuasa dan melaksanakan shalat malamnya dengan mengharap pahala dari Allah, niscaya akan keluar dari dosa-dosanya seperti hari dia dilahirkan oleh ibunya."

【1573】

Musnad Ahmad 1573: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Ishaq] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Lahi'ah] dari ['Ubaidullah bin Abu Ja'far] bahwa [Ibnu Qarizh] mengabarinya dari [Abdurrahman bin Auf] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apabila seorang istri melaksanakan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan ta'at kepada suaminya, niscaya akan dikatakan kepadanya: 'Masuklah kamu ke dalam syurga dari pintu mana saja yang kamu inginkan'."

【1574】

Musnad Ahmad 1574: Telah menceritakan kepada kami [Abu Salamah Manshur bin Salamah Al Khuza'i] telah menceritakan kepada kami [Laits] dari [Yazid bin Al Had] dari ['Amru bin Abu 'Amru] dari [Abu Al Huwairits] dari [Muhammad bin Jubair bin Muth'im] dari [Abdurrahman bin Auf] berkata: Suatu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam keluar kemudian aku mengikuti beliau, ketika beliau masuk ke kebun kurma, beliau bersujud dengan memanjangkannya sehingga membuatku takut atau khawatir jika Allah mewafatkan atau mencabut ruhnya. Maka aku mendekati beliau dan memperhatikannya, tiba-tiba beliau mengangkat kepalanya, lalu bertanya: "ada apa denganmu wahai Abdurrahman?" saya pun menerangkan hal itu kepada beliau, dan beliau menjawab: "Jibril 'Alaihiis salam berkata kepadaku: 'Apakah kamu mau aku sampaikan kabar gembira kepadamu, sesungguhnya Allah 'azza wajalla berfirman kepadamu: 'Barangsiapa bershalawat kepadamu, niscaya Aku akan bershalawat kepadanya, dan barangsiapa yang mengucapkan salam kepadamu niscaya aku akan mengucapkan salam kepadanya." Telah menceritakan kepada kami [Yunus] telah menceritakan kepada kami [Laits] dari [Yazid] dari ['Amru] dari [Abdurrahman Abu Al Huwairits] dari [Muhammad bin Jubair] dari [Abdurrahman bin Auf] berkata: "Aku masuk masjid dan melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam keluar dari masjid, kemudian aku mengikutinya.., " kemudian dia menyebutkan hadits secara lengkap.

【1575】

Musnad Ahmad 1575: Telah menceritakan kepada kami [Abu Sa'id] mantan budak Bani Hasyim, telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Bilal] telah menceritakan kepada kami ['Amru bin Abu 'Amru] dari [Abdul Wahid bin Muhammad bin Abdurrahman bin Auf] dari [Abdurrahman bin Auf] berkata: Suatu ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam keluar menuju ke arah tempat shalatnya, setelah beliau masuk, beliau menghadap kiblat dan tersungkur sujud. Beliau memanjangkan sujudnya sampai saya mengira bahwa Allah Azza Wa Jalla telah mencabut nyawa beliau pada saat itu. Maka aku pun mendekati beliau dan duduk, tiba-tiba beliau mengangkat kepalanya dan bertanya: "Siapa kamu?" aku menjawab: "Abdurrahman bin Auf." Beliau bertanya: "Ada apa?" aku menjawab: "Wahai Rasulullah, anda melakukan sujud yang saya khawatir bahwa Allah telah mencabut nyawa anda pada saat itu." Beliau bersabda: "Jibril 'Alaihis salam mendatangiku dan menyampaikan kabar gembira kepadaku, dia berkata bahwa Allah telah berfirman: 'Barangsiapa bershalawat kepadamu niscaya Aku akan bershalawat kepadanya, dan barangsiapa yang mengucapkan salam kepadamu niscaya aku akan mengucapkan salam kepadanya.' Maka saya bersujud kepada Allah Azza Wa Jalla."

【1576】

Musnad Ahmad 1576: Telah menceritakan kepada kami Haitsam bin Kharijah, Abu Abdurrahman yaitu Abdullah berkata: dan saya mendengarnya dari [Al Hutsaim bin Kharijah], telah menceritakan kepada kami [Risydin] dari [Abdullah bin Al Walid] bahwa dia mendengar [Abu Salamah bin Abdurrahman] menceritakan dari [bapaknya], bahwa dia bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam sebuah perjalanan, kemudian beliau pergi untuk menunaikan hajatnya. Mereka mendapati waktu shalat dan akhirnya mereka melaksanakan shalat, Abdurrahman maju (mengimami) mereka, kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam datang dan shalat bersama orang-orang di belakang Abdurrahman satu raka'at. setelah salam beliau bersabda: "Kalian telah melakukan hal yang benar atau bagus."

【1577】

Musnad Ahmad 1577: Telah menceritakan kepada kami [Rauh] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abu Hafshah] telah menceritakan kepada kami [Az Zuhri] dari ['Ubaidullah bin Abdullah] dari [Ibnu Abbas] berkata: saya mendengar [Abdurrahman bin Auf] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apabila wabah penyakit sedang menyebar di suatu tempat dan kamu tidak berada di dalamnya, janganlah kalian memasukinya, dan jika kamu di dalamnya maka janganlah kamu keluar darinya."

【1578】

Musnad Ahmad 1578: Telah menceritakan kepada kami [Aswad bin 'Amir] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Muhammad bin Salamah] dari [Yazid bin Abdullah bin Qusaith] dari [Abu Salamah bin Abdurrahman bin Auf] dari [Abddurrahman bin Auf]: bahwa Suatu kaum dari bangsa Arab menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di Madinah dan masuk Islam, kemudian mereka tertimpa wabah penyakit di Madinah berupa sakit panas. Lalu mereka berbalik murtad dan keluar dari Madinah, maka sekelompok orang dari sahabat beliau, yaitu sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyusul mereka dan bertanya: "Kenapa kalian kembali menjadi murtad?" mereka menjawab: "Kami terkena wabah penyakit Madinah, Madinah tidak cocok bagi kami." Para sahabat berkata: "Bukankah sudah ada contoh dari Rasulullah bagi kalian?" maka sebagian sahabat berpendapat bahwa mereka munafiq, dan sebagian yang lain berpendapat bahwa mereka bukan munafiq tetapi mereka adalah orang-orang muslim. maka turunlah firman Allah 'azza wajalla: (Maka Mengapa kamu (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah Telah membalikkan mereka kepada kekafiran).

【1579】

Musnad Ahmad 1579: Telah menceritakan kepada kami [Hasyim bin Al Qasim] telah menceritakan kepada kami [Syarik] dari ['Ashim bin 'Ubaidullah] dari [Abdullah bin 'Amir bin Rabi'ah] berkata: "Umar bin Khaththab radliyallahu 'anhu mendengar suara Ibnul Mughtarif atau Ibnul Gharifi yang menggiring untanya di tengah malam saat kami sedang berangkat menuju Makkah. Kemudian Umar mempercepat kendaraannya sehingga dia bisa bersama kaum, dan ternyata dia sedang bersama Abdurrahman bin Auf. Ketika terbit fajar Umar berkata: "bersiap-siaplah sekarang, diam kamu, Fajar telah menyingsing, berdzikirlah kepada Allah." Abdullah berkata: Umar memperlihatkan dua khuff kepada [Abdurrahman] dan berkata: "Dua khuff?" Maka Abdurrahman berkata: "Aku telah memakainya bersama dengan orang yang lebih baik darimu atau bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam." Maka Umar berkata: "Aku sudah bersumpah untukmu, supaya kamu tidak melepaskan keduanya karena aku khawatir orang-orang akan melihatmu kemudian mereka mengikutimu." Abdullah bin Amir bin Rabi'ah berkata: Dan telah menceritakannya kepada kami [Ishaq bin Isa] telah menceritakan kepada kami [Syarik] kemudian dia menyebutkan dengan sanadnya dan berkata: "Aku telah memakainya bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【1580】

Musnad Ahmad 1580: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Urwah] dari ['Urwah] bahwa [Abdurrahman bin Auf] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menetapkan bagian untukku dan untuk Umar bin Khaththab tanah ini dan ini, maka Zubair pergi kepada keluarga Umar dan membeli bagian Umar dari mereka. Setelah itu dia pergi kepada Utsman bin Affan dan berkata: "Abdurrahman bin Auf mengaku bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah memutuskan untuknya dan untuk Umar bin Khaththab bagian tanah ini dan ini, dan aku membeli bagian keluarga Umar." Maka Utsman berkata: "Abdurrahman boleh memberikan persaksiannya yang menguntungkan dirinya ataupun merugikannya."

【1581】

Musnad Ahmad 1581: Telah menceritakan kepada kami [Al Hakam bin Nafi'] telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin 'Ayyasy] dari [Dhamdham bin Zur'ah] dari [Syuraih bin 'Ubaid] yang dia sandarkan kepada [Malik bin Yukhamir] dari [Ibnu As Sa'di] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "kewajiban Hijrah tidak akan terputus selama musuh masih memerangi." maka [Mu'awiyah], [Abdurrahman bin Auf] dan [Abdullah bin 'Amru bin 'Ash] berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Hijrah itu dua macam: yang pertama adalah kamu meninggalkan perbuatan-perbuatan dosa. Yang kedua adalah kamu berhijrah kepada Allah dan RasulNya. Kewajiban Hijrah tidak akan terputus selama taubat masih diterima, dan taubat akan senantiasa diterima sampai matahari terbit dari barat. Jika matahari sudah terbit dari barat maka setiap hati akan distempel dengan apa yang ada di dalamnya, dan manusia sudah tertutup dari amalan."

【1582】

Musnad Ahmad 1582: Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Mughirah] telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Abdul Aziz] telah menceritakan kepadaku [Sulaiman bin Musa] dari [Abdurrahman bin Auf] berkata: Ketika seorang Majusi keluar dari sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, aku bertanya kepada beliau, kemudian beliau mengabariku bahwa beliau memberikan pilihan kepadanya antara membayar Jizyah dan perang, dan ternyata dia memilih membayar Jizyah."

【1583】

Musnad Ahmad 1583: Telah menceritakan kepada kami [Abu Salamah, Yusuf bin Ya'qub Al Majisyun] dari [Shalih bin Ibrahim bin Abdurrahman bin Auf] dari [bapaknya] dari [kakeknya, Abdurrahman bin Auf] berkata: Aku berdiri dalam barisan pasukan pada saat Perang Badar, aku melihat ke arah kiri dan ke kanan, ternyata aku berada diantara dua anak Anshar yang masih muda umurnya. Aku membayangkan bahwa diriku lebih kuat dari keduanya. Tiba-tiba salah seorang dari keduanya memberi isyarat kepadaku dan bertanya: "Wahai paman, apakah kamu tahu Abu Jahal?" saya menjawab: "Ya, apa keperluanmu wahai anak saudaraku?" Dia menjawab: "telah sampai kepadaku bahwa dia telah menghina Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, seandainya aku melihatnya, niscaya diriku tidak akan meninggalkan dirinya sampai salah seorang di antara kami yang lebih cepat mati." Kemudian yang lain memberi isyarat kepadaku dan bertanya hal yang sama kepadaku, sehingga aku terheran dengan hal itu.Tidak lama kemudian aku melihat Abu Jahal, dia berputar putar di tengah-tengah kerumunan manusia, maka aku sampaikan kepada keduanya: "Tidakkah kamu lihat, dialah orang yang kalian berdua tanyakan?" Maka keduanya berebutan menghampirinya dan Abu Jahal menyambut keduanya, akan tetapi kedua pemuda tersebut memukulnya sampai keduanya dapat membunuhnya. Lantas keduanya menuju kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan mengabarkan kepada beliau. Beliau bertanya: "Siapa yang telah membunuhnya." Masing-masing menjawab: "Saya yang telah membunuhnya." Beliau bertanya lagi: "Apakah kalian telah membersihkan kedua pedang kalian?" Keduanya menjawab: "Belum." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melihat kedua pedang dan berkata: "Keduanya telah membunuhnya." Kemudian beliau memutuskan bahwa barang-barang milik Abu Jahal untuk Mu'adz bin 'Amru bin Al Jamuh, dan kedua orang itu adalah Muadz bin 'Amru bin Jamuh dan Mu'adz bin Afra`."

【1584】

Musnad Ahmad 1584: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] telah menceritakan kepada kami [Abu 'Awanah] dari [Umar bin Abu Salamah] dari [bapaknya] berkata: telah menceritakan kepadaku [seorang pendongeng dari palestina], dia berkata: saya mendengar [Abdurrahman bin Auf] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tiga hal, demi dzat yang jiwa Muhammad ada di tangannya, jika memang aku terpaksa untuk bersumpah: Tidak akan berkurang harta karena sedekah maka bersedekahlah. Tidaklah seorang hamba memaafkan perbuatan kezhaliman karena mengaharap ridha Allah kecuali Allah akan mengangkat derajatnya. - [Abu Sa'id] mantan budak Bani Hasyim berkata: "Kecuali Allah akan menambah kewibawaannya pada Hari Kiamat.-Tidaklah seorang hamba membuka pintu meminta-minta kepada orang lain kecuali Allah akan membukakan baginya pintu kefakiran."

【1585】

Musnad Ahmad 1585: Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz bin Muhammad Ad Darawardi] dari [Abdullah bin Humaid] dari [Bapaknya] dari [Abdurrahman bin Auf] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Abu Bakar di Syurga, Umar di Syurga, Ali di Syurga, Utsman di Syurga, Thalhah di Syurga, Zubair di Syurga, Abdurrahman bin Auf di Syurga, Sa'd bin Abu Waqqsh di Syurga, Sa'id bin Zaid bin 'Amru bin Nufail di Syurga dan Abu 'Ubaidah di Syurga."

【1586】

Musnad Ahmad 1586: Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Ishaq] yaitu Abdurrahman, dari [Az Zuhri] dari [Muhammad bin Jubair] dari [Bapaknya] dari [Abdurrahman bin Auf] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Saya menyaksikan peristiwa perjanjian Mutthayyabin bersama paman-pamanku ketika masih kecil. Maka saya tidak suka walau saya mendapat unta merah, jika saya harus membatalkan perjanjian tersebut."

【1587】

Musnad Ahmad 1587: Telah menceritakan kepada kami [Isma'il] telah menceritakan kepadaku [Muhammad bin Ishaq] dari [Makhul]: bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika salah seorang dari kalian ragu dalam shalatnya dan dia tidak tahu apakah sudah shalat satu raka'at atau dua raka'at maka anggaplah shalat satu raka'at. Jika tidak tahu apakah dia sudah shalat dua raka'at atau tiga raka'at maka anggaplah dia shalat dua raka'at. Jika tidak tahu apakah dia sudah shalat tiga raka'at atau empat raka'at maka anggaplah tiga raka'at, sehingga keraguan terfkus kepada penambahan, kemudian sujud dua kali sebelum salam, kemudian salam." [Muhammad] berkata: [Husain bin Abdullah] bertanya kepadaku: apakah Makhul (menerangkan kepadamu) bahwa menyandarkan kepadanya? Maka aku menjawab: tidak, akan tetapi dia menceritakan kepadaku bahwa [Kuraib] mantan budak Ibnu Abbas, menceritakan kepadanya dari [Ibnu Abbas], bahwa berkata: aku duduk di samping Umar bin Al Khaththab, kemudian dia bertanya kepadaku: "Wahai Ibnu Abbas! (apakah kamu pernah mendengar) Apabila seorang lelaki merasa ragu dalam shalatnya, dia tidak tahu apakah dia lebih atau kurang (dalam hitungan shalatnya)?" Aku menjawab: "wahai amirul mu'minin, saya demi Allah tidak tahu, aku tidak pernah mendengar sedikitpun dalam masalah tersebut." Ketika kami dalam kondisi itu, datanglah [Abdurrahman bin Auf] kemudian dan bertanya: "apa yang sedang kalian bicarakan?" Umar menjawab: "kami membicarakan tentang seorang lelaki yang merasa ragu di dalam shalatnya, apa yang harus dia kerjakan?" maka Abdurrahman berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: yaitu hadits ini.

【1588】

Musnad Ahmad 1588: Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] dan [Yazid] secara makna, keduanya berkata: telah mengabarkan kepada kami [Ibnu Abu Dzi`b] dari [Az Zuhri] dari Salim dari [Abdullah bin 'Amir bin Rabi'ah] bahwa [Abdurrahman bin Auf] mengabarkan kepada Umar bin Khaththab ketika dia dalam perjalanan menuju kota Syam, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "sesungguhnya penyakit ini adalah adzab dari Allah terhadap umat umat sebelum kalian. Jika kalian mendengarnya menimpa suatu negeri, janganlah kalian memasukinya. Jika menimpa suatu negri sedangkan kalian berada di dalamnya, janganlah kalian keluar lari darinya." Abdullah bin 'Amir berkata: "Maka Umar bin Khaththab meninggalkan Syam." Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Abdul Humaid bin Abdurrahman bin Zaid bin Khaththab] dari [Abdullah bin Abdullah bin Al Harits bin Naufal] dari [Abdullah bin Abbas] berkata: "Umar bin Khaththab keluar menuju Syam…" kemudian dia menyebutkan hadits secara lengkap. Ibnu Abbas berkata: Ketika itu Abdurrahman bin Auf tidak ada di tempat, kemudian dia datang dan berkata: "Saya mengetahui Ilmu dalam masalah ini, saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika kalian mendengarnya menimpa suatu negri, jangan kalian memasukinya dan jika menimpa suatu negri sedangkan kalian berada di dalamnya, janganlah kalian pergi lari darinya."

【1589】

Musnad Ahmad 1589: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] telah menceritakan kepadaku [Abu Salamah bin Abdurrahman] bahwa [Abu Ar Raddad Al Laitsi] mengabarinya dari [Abdurrahman bin Auf] bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Allah 'azza wajalla berfirman: 'Aku adalah Ar Rahman, Aku telah menciptakan ar rahim dan Aku jadikan ar rahim merupakan pecahan dari namaKu. Barangsiapa menyambungnya Aku akan menyambungkannya, dan barangsiapa memutusnya maka Aku akan memutuskannya."

【1590】

Musnad Ahmad 1590: Telah menceritakan kepada kami [Bisyr bin Syu'aib bin Abu Hamzah] telah menceritakan kepadaku [bapakku] dari [Az Zuhri] telah menceritakan kepadaku [Abu Salamah bin Abdurrahman] bahwa [Abu Ar Radad Al Laitsi] mengabarinya, dari [Abdurrahman bin Auf] bahwa dia mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Allah 'azza wajalla berfirman: 'Aku adalah Ar Rahman, Aku telah menciptakan rahim dan Aku jadikan rahim sebagai pecahan dari namaKu. Barangsiapa menyambungnya Aku akan menyambungkannya, dan barangsiapa yang memutusnya maka Aku akan memutuskannya."

【1591】

Musnad Ahmad 1591: Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Isa] telah mengabarkan kepadaku [Malik] dari [Az Zuhri] dari [Abdullah 'Amir bin Rabi'ah] bahwa Umar bin Khaththab keluar menuju Syam dan ketika sampai di Sargha, sampailah berita bahwa wabah penyakit sedang menyebar di Syam. Maka [Abdurrahman bin Auf] memberikan kabar kepadanya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika kalian mendengarnya sedang menyebar di suatu negri maka janganlah kalian masuk ke dalamnya, dan jika sedang menyebar di suatu negri dan kalian berada di dalamnya maka janganlah kalian keluar lari darinya." Maka Umar bin Khaththab meninggalkan Sargha. Telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Isa] telah mengabarkan kepadaku [Malik] dari [Az Zuhri] dari [Abdul Hamid bin Abdurrahman bin Zaid bin Umar bin Khaththab] dari [Abdullah bin Abdullah bin Al Harits bin Naufal] dari [Abdullah bin Abbas] bahwa Umar bin Khaththab keluar menuju Syam. Ketika dia sampai di Sargha, dia bertemu dengan para komandan pasukan, yaitu Abu Ubaidah bin Al Jarrah dan para sahabatnya. Kemudian mereka mengabarkan kepadanya bahwa di Syam sedang terjangkit wabah.." lalu dia menyebutkan hadits secara lengkap. Ibnu Abbas berkata: kemudian Abdurrahman bin Auf datang, yang sebelumnya tidak ada di tempat karena melaksanakan keperluannya. Dia berkata: Aku mempunyai pengetahuan mengenai hal itu, aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika penyakit itu sedang menjangkiti di suatu negri dan kalian berada di dalamnya maka janganlah kalian keluar lari darinya, dan jika kalian mendengarnya menjangkiti di suatu negri maka janganlah kalian memasukinya." Umar bertahmid lalu meninggalkannya."

【1592】

Musnad Ahmad 1592: Telah menceritakan kepada kami [Abu Al 'Ala` Al Hasan bin Sawwar] telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin Sa'd] dari [Az Zuhri] dari [Humaid bin Abdurrahman bin Auf] dari [Abdurrahman bin Auf] berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika kalian mendengar wabah sedang menjangkiti di suatu negri sedangkan kalian tidak berada di dalamnya maka jangan memasukinya, dan jika wabah sedang menjangkiti dan kalian ada di dalamnya maka janganlah kalian keluar darinya."

【1593】

Musnad Ahmad 1593: Telah menceritakan kepada kami [Abdurrazzaq] telah memberitakan kepada kami [Ibnu Juraij] telah mengabarkan kepadaku ['Amru bin Dinar] dari [Bajalah At Tamimi] berkata: Umar tidak ingin memungut jizyah dari orang-orang Majusi sampai [Abdurrahman bin 'Auf] bersaksi bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah memungut jizyah dari orang-orang Majusi Hajar.

【1594】

Musnad Ahmad 1594: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az Zuhri] dari [Abu Salamah] berkata: Abu Ar Raddad mengeluhkan sakit, kemudian Abdurrahman bin Auf menjenguknya. Abu Raddad berkata: Sepanjang sepengetahuanku orang yang paling baik dan paling menyambung silaturrahim adalah Abu Muhammad, maka [Abdurrahman bin Auf] berkata: Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Allah 'azza wajalla berfirman: 'Aku adalah Allah, dan aku adalah Ar Rahman, aku telah menciptakan rahim, aku jadikan rahim pecahan kata dari namaKu, barangsiapa yang menyambungnya niscaya Aku akan menyambungnya, dan barangsiapa yang memutusnya maka Aku akan memutusnya dan memotongnya."

【1595】

Musnad Ahmad 1595: Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] telah memberitakan kepada kami [Hisyam] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Ibrahim bin Abdullah bin Qarizh] bahwa [Bapaknya] menceritakan kepadanya, bahwa dia menemui Abdurrahman bin Auf ketika dia sedang sakit. Lalu [Abdurrahman] berkata kepadanya: Rahim telah menyambungmu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Allah 'azza wajalla berfirman: 'Aku adalah Ar Rahman (Maha PeMurrah), dan Aku telah menciptakan rahim. Aku jadikan rahim pecahan dari namaKu. Barangsiapa menyambungnya maka aku akan menyambungnya. Barangsiapa memutusnya maka aku akan memutuskannya." Atau dalam riwayat lain: "Allah berfirman: "Barangsiapa memotongnya niscaya Aku akan memotongnya."

【1596】

Musnad Ahmad 1596: Telah menceritakan kepada kami [Suraij bin An Nu'man] telah menceritakan kepada kami [Nuh bin Qais] dari [Nashr bin 'Ali Al jahdlami] dari [An Nadhr bin Syaibhan Al Hudani] dari [Abu Salamah bin Abdurrahman] berkata: "Ceritakanlah kepadaku tentang sesuatu yang telah kamu dengar dari [bapakmu], yang dia dengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam!" Dia menjawab: jika Ramadhan datang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bulan Ramadhan adalah bulan dimana Allah 'azza wajalla mewajibkan puasa, dan aku aku telah membuat sunnah untuk shalat malamnya bagi kaum muslimin. Barangsiapa berpuasa karena mengharap pahala dari Allah, niscaya dosa-dosa akan keluar seperti hari dia dilahirkan oleh ibunya."

【1597】

Musnad Ahmad 1597: Abu bakar Ahmad bin Ja'far bin Himdan bin Malik berkata: Abu Abdurrahman berkata: Saya mendapatkan hadits ini pada kitab bapakku dengan tulisan dia sendiri: telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Yazid] dari [Isma'il bin Muslim] dari [Az Zuhri] dari ['Ubaidullah bin Abdullah] dari [Ibnu Abbas], bahwa Dia bermudzakarah (saling tukar ilmu) dengan Umar berkaitan dengan masalah shalat, kemudian [Abdurrahman bin Auf] menjelaskan masalah tersebut kepada mereka, dia berkata: "Maukah aku ceritakan kepada kalian sebuah hadits yang aku dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" mereka menjawab: "Ya." maka dia berkata: Aku bersaksi bahwa aku mendengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Barangsiapa melakukan shalat kemudian dia ragu apakah dia kurang dalam shalatnya, maka laksanakanlah shalat sampai dia ragu bahwa shalatnya lebih." Akhir Dari Hadits-Hadits Abdurrahman bin Auf radliyallahu 'anhu

【1598】

Musnad Ahmad 1598: Telah menceritakan kepada kami [Ziyad bin Ar Rabi' Abu Khidasy] telah menceritakan kepada kami [Washil] mantan budak Abu 'Uyainah, dari [Basysyar bin Saif Al Jarmi] dari ['Iyadh bin Ghuthaif] berkata: Kami menemui [Abu Ubaidah bin Al Jarrah] untuk menjenguknya karena sakit yang menimpanya, sedangkan istrinya Tuhaifah duduk di dekat kepalanya. Aku bertanya: "Bagaimana kondisi Abu Ubaidah tadi malam?" istrinya menjawab: "Demi Allah! dia melewati malamnya dengan mendapatkan pahala." Abu Ubaidah berkata: "Aku melewati malam dengan tidak mendapatkan pahala." sebelumnya dia menghadapkan wajahnya ke tembok, lalu menghadap kepada orang-orang. Dia berkata lagi: "Tidakkah kalian menanyakan tentang apa yang baru aku katakan?" Mereka menjawab: "sungguh sangat menggelitik kami perkataanmu tadi sehingga kami harus menanyakannya kepadamu." Dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa menginfaqkan hartanya yang utama di jalan Allah, maka baginya tujuh ratus pahala, dan barangsiapa memberikan nafkah untuk dirinya dan keluarganya atau menjenguk orang yang sakit atau menyingkirkan duri maka satu kebaikan baginya dilipatkan menjadi sepuluh kali lipat yang semisalnya. Puasa adalah benteng selama tidak merusaknya (dengan maksiat), dan barangsiapa yang diuji oleh Allah dengan suatu ujian di tubuhnya maka baginya dihapuskan dosanya".

【1599】

Musnad Ahmad 1599: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Maimun] telah menceritakan kepada kami [Sa'd bin Samurah bin Jundub] dari [Bapaknya] dari [Abu 'Ubaidah] berkata: Akhir perkataan yang diucapkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah: "Keluarkan orang Yahudi Hijaz dan Najran dari Jazirah Arab, dan ketahuilah bahwa orang yang paling buruk diantara manusia adalah mereka yang menjadikan kuburan Nabi-Nabi mereka sebagai masjid."

【1600】

Musnad Ahmad 1600: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Khalid] dari [Abdullah bin Syaqiq] dari [Abdullah bin Suraqah] dari [Abu Ubaidah bin Al Jarrah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau menyebutkan tentang Dajjal, lalu beliau merincikan dengan ciri-cirinya yang aku tidak dapat mengingatnya." Para sahabat bertanya: "Wahai Rasulullah bagaimana hati kami ketika itu, apakah seperti hari ini?" beliau menjawab: "Atau (bisa jadi) lebih baik."

【1601】

Musnad Ahmad 1601: Telah menceritakan kepada kami ['Affan] dan [Abdushshamad] berkata: telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] telah memberitakan kepada kami [Khalid Al Hadza`] dari [Abdullah bin Syaqiq] dari [Abdullah bin Suraqah] dari [Abu Ubaidah bin Al Jarrah] berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya tidak ada seorang Nabi pun setelah Nabi Nuh kecuali dia memperingatkan tentang Dajjal kepada umatnya, dan aku pasti memperingatkannya kepada kalian." Abu Ubaidah berkata: "Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan ciri-cirinya dan berkata: "Barangkali ada sebagian orang yang sempat melihatku atau mendengar perkataanku akan menemuinya." para shahabat bertanya: "Apakah kondisi hati kami pada saat itu sebagaimana keadaan hati sekarang ini?" beliau menjawab: "Bisa jadi lebih baik."

【1602】

Musnad Ahmad 1602: Telah menceritakan kepada kami [Abu Ahmad Az Zubairi] telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Maimun] dari [Sa'd bin Samurah] dari [Samurah bin Jundub] dari [Abu 'Ubaidah bin Al Jarrah] berkata: Akhir perkataan yang diucapkan Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah: "Keluarkan orang Yahudi Hijaz di jazirah Arab, dan ketahuilah bahwa orang yang paling buruk diantara manusia adalah mereka yang menjadikan kuburan Nabi-Nabi mereka sebagai masjid."

【1603】

Musnad Ahmad 1603: Telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Umar] telah menceritakan kepada kami [Abu Israil] dari [Al Hajjaj bin Arthah] dari [Al Walid bin Abu Malik] dari [Al Qasim] dari [Abu Umamah] berkata: Seorang Muslim melindungi seseorang, ketika itu komandan pasukan adalah [Abu Ubaidah bin Jarrah]. Kemudian Khalid bin Al Walid dan 'Amru bin Ash berkata: "Kami tidak melindunginya." Maka Abu Ubaidah berkata: Kami melindunginya, karena saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Salah seorang dari kaum muslim memiliki hak perlindungan."

【1604】

Musnad Ahmad 1604: Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Mughirah] telah menceritakan kepada kami [Shafwan bin 'Amru] telah menceritakan kepada kami [Abu Hisbah, Muslim bin Ukais] mantan budak Abdullah bin 'Amir, dari Abu Ubaidah bin Jarrah, Abu Hisbah berkata: telah menceritakan [orang] yang menemuinya ketika dia sedang menangis. Orang itu bertanya: "Apa yang menyebabkanmu menangis wahai [Abu Ubaidah]?" Dia menjawab: "Kami menangis karena pada suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan, bahwa Allah akan memenangkan kaum muslimin dan memberi mereka rampasan Perang sampai beliau menyebut negeri Syam. Beliau bersabda: "Jika ajalmu di akhirkan wahai Abu Ubaidah, maka cukuplah bagimu tiga pelayan: satu pelayan melayanimu, satu pelayan lagi yang melayani perjalananmu dan terakhir yang melayani keluargamu dan membantu mereka. Cukuplah bagimu tiga kendaraan: satu kendaraan untuk kamu naiki, satunya untuk membawa barang-barangmu dan satunya lagi untuk budakmu." kemudian saya melihat ke rumahku, ternyata telah penuh dengan budak laki-laki dan aku melihat ke kandang untaku, telah penuh dengan kendaraan unta dan kuda, bagaimana aku bertemu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam setelah ini, padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah berwasiat kepada kami: "Orang yang paling aku cintai dan paling dekat kepadaku diantara kalian adalah orang yang berjumpa denganku dalam kondisi sebagaimana ketika dia berpisah denganku."

【1605】

Musnad Ahmad 1605: Telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] telah menceritakan kepada kami [bapakku] dari [Muhammad bin Ishaq] telah menceritakan kepadaku [Aban bin Shalih] dari [Syahr bin Hausyab Al Asy'ari] dari [suami ibunya], seorang lelaki dari kaumnya yang menikahi ibunya setelah ayahnya meninggal, dia termasuk yang menyaksikan peristiwa menjangkitnya penyakit lepra yang merajalela, dia berkata: Ketika wabah merajalela, berdirilah [Abu Ubaidah bin Jarrah] berkhutbah di hadapan orang-orang dan berkata: "Wahai manusia! sesungguhnya penyakit ini merupakan rahmat dari Rabb kalian, doa para Nabi kalian, dan sebab kematian orang-orang shalih sebelum kalian. Dan sesungguhnya Abu Ubaidah memohon kepada Allah untuk mendapat bagian dari rahmat tersebut." Lalu dia terjangkit penyakit lepra tersebut sehingga meninggal dunia -semoga Allah memberikan rahmat kepadanya.- kemudian [Mu'adz bin Jabal] menggantikan dia untuk memimpin orang-orang, kemudian dia dia berdiri menyampaikan khutbah setelah wafatnya Abu Ubaidah: "Wahai manusia, penyakit ini merupakan rahmat dari Rabb kalian, doanya para Nabi kalian dan sebab kematiannya para orang-orang shalih sebelum kalian. Dan sesungguhnya Mu'adz memohon kepada Allah agar keluarga Mu'adz mendapat bagian dari rahmat tersebut." Kemudian Abdurrahman bin Mu'adz, anaknya terjangkit penyakit lepra sampai meninggal. Dia pun bangkit memohon kepada Rabbnya untuk dirinya, dan akhirnya dia juga terjangkit lepra di telapak tangannya. Sungguh saya melihatnya memperhatikan penyakit lepra tersebut kemudian mencium bagian atas tangannya sambil berkata: "Aku tidak senang mempunyaimu dan (aku pergunakan untuk meletakkan perhiasan) dunia ada padamu." Ketika dia wafat, 'Amru bin Al Ash menggantikan kedudukannya untuk memimpin orang-orang. Kemudian dia berdiri menyampaikan khutbah di hadapan kami: "Wahai manusia! sesungguhnya jika wabah ini menjangkiti (di suatu negri) maka dia akan melahap sebagaimana menyalanya api, maka menghindarlah kalian ke gunung-gunung." Tetapi Abu Watsilah Al Hudzali berkata kepadanya: "Demi Allah, kamu telah berdusta, saya pernah menyertai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan kamu lebih buruk daripada keledaiku ini." 'Amru berkata: "Demi Allah aku tidak akan membalas perkataanmu, demi Allah saya tidak akan memperkarakan perkataanmu itu." dia pun keluar dan orang-orangpun keluar berpencar darinya, kemudian Allah melenyapkan wabah tersebut dari mereka. Ketika pendapat 'Amru tersebut sampai kepada Umar bin Khaththab, demi Allah dia tidak membencinya." Abu Abdullah, Abdurrahman bin Ahmad bin Hanbal berkata: "Aban bin Shalih adalah kakek Abdurrahman Musykudanah."

【1606】

Musnad Ahmad 1606: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Abu 'Adi] dari [Daud] dari ['Amir] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengutus sekelompok pasukan ke Dzatu Salasil. Beliau menjadikan Abu Ubaidah sebagai komandan bagi kaum Muhajirin dan Amru bin Al Ash sebagai komandan bagi orang-orang Badui. Beliau berpesan kepada mereka berdua: "Lakukanlah dengan sukarela!" ketika itu mereka mendapat misi untuk menyerang Bani Bakr, tetapi 'Amru berangkat dan menyerang Bani Qudla'ah karena Bani Bakr adalah paman dari Bani Qudla'ah. Maka Al Mughirah bin Syu'bah berangkat menemui Abu 'Ubaidah. Dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengangkat anda untuk menjadi pemimpin kami, sedangkan anak fulan telah berangkat memimpin kaumnya, sehingga kamu sudah tidak ada lagi wewenang untuk mereka." Abu 'Ubaidah berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh kami agar kami melakukannya dengan sukarela sedangkan saya akan mentaati Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam walau 'Amru membantahnya."

【1607】

Musnad Ahmad 1607: Telah menceritakan kepada kami [Waki'] telah menceritakan kepadaku [Ibrahim bin Maimun] mantan budak keluarga Samurah, dari [Ishaq bin Sa'd bin Samurah] dari [Bapaknya] dari [Abu 'Ubaidah bin Al Jarrah] berkata: Akhir perkataan yang diucapkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah: "Keluarkan orang Yahudi Hijaz dan Yahudi Najran dari Jazirah Arab."

【1608】

Musnad Ahmad 1608: Telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Harun] telah memberitakan kepada kami [Hisyam] dari [Washil] dari [Al Walid bin Abdurrahman] dari ['Iyadh bin Ghuthaif] berkata: Kami menemui [Abu 'Ubaidah] untuk menjenguknya. Dia berkata: saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa berinfak harta yang utamanya di jalan Allah maka dia akan mendapatkan tujuh ratus kali lipat. Barangsiapa berifak untuk dirinya, atau untuk keluarganya, atau menjenguk orang sakit, atau menyingkirkan duri di jalanan maka setiap kebaikan itu akan dibalas sepuluh kali lipatnya. Puasa adalah tameng selama dia tidak merusaknya. Barangsiapa diuji Allah dengan suatu ujian pada tubuhnya maka itu menjadi penghapus (dsa) baginya." Telah menceritakan kepada kami [Yazid] telah memberitakan kepada kami [Jarir bin Hazim] telah menceritakan kepada kami [Basyar bin Abu Saif] dari [Al Walid bin Abdurrahman] dari ['Iyadl bin Ghuthaif] berkata: "Kami menemui [Abu 'Ubaidah].." lalu menyebutkan hadits secara lengkap.