3. Bagian Pembahasan tentang Amal pada Shalat

【1】

Musnad Syafi'i 189: Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami, dari Al Aswad bin Qais dari bapaknya, ia pernah berkata, "Umar bin Al Khaththab pernah melihat seorang lelaki yang mengunakan peralatan untuk bepergian lalu ia mendengarnya mengucapkan, 'Kalau bukan karena hari ini adalah jumat, maka aku akan bepergian', lalu Umar berkata “Pergilah karena sesungguhnya jumat tidak menahan seseorang untuk bepergian'.” 195 Musnad Syafi'i 190: Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Ibnu Abu Najih dari Ismail bin Abdurrahman bin Abu Di'b, ia berkata, ”Abdullah bin Umar pernah dipanggil untuk urusan Sa'id bin Zaid yang meninggal dunia, dan Ibnu Umar saat sedang melakukan istijmar untuk melaksanakan shalat jumat, lalu ia mendatanginya dan meninggalkan jumat.” Dan telah dikabarkan suatu hadits kepadaku dari Abdullah bin Umar dari Nafi, dari Ibnu Umar dengan redaksi semisalnya atau dengan makna semisalnya.." 196 Musnad Syafi'i 191: Muslim bin Khalid dan Abdul Majid bin Abdul Aziz mengabarkan kepada kami, dari Ibnu Juraij dari Musa bin Uqbah dari Abdullah bin Al Fadhl dari Abdurrahman Al A'raj dari Ubaidullah bin Abu Rafi' dari Ali bin Abu Thalib bahwa Rasulullah bersabda, salah satunya adalah: Ketika shalat dimulai (yang lain berkata) jika membuka shalat beliau tersabda, “Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang menguasai langit dan bumi secara hanif dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah yang memelihara alam, tidak ada serikat kepada-Nya dan demikianlah yang diperintahkan (yang lainnya berkata) dan aku termasuk golongan kaum muslimin pertama (yang lainnya berkata) aku temasuk golongan kaum muslimin.” Asy-Syafi'i berkata, “Kemudian ia membaca Al Qur'an dengan ta'awudz lalu bismillaahirrahmanirrahim jika sampai diakhir ia berkata, “Amin” dan orang yang terada dibelakangnya juga mengatakan yang sama, jika ia adalah imam, maka ia mengangkat suanya hingga bisa didengar oleh orang yang ada dibelakangnya."197 Musnad Syafi'i 192: Ibnu Abu Yahya mengabarkan kepada kami dari Ja'far bin Muhammad, dari ayahnya, ia mengatakan: Orang-orang pencari kayu datang kepada Rasulullah , lalu bertanya, “Wahai Rasulullah! Sesungguhnya kami terus-menerus dalam jalanan, apakah yang harus kami lakukan dengan shalat kami?” Rasulullah tersabda, “Tiga kali tasbih dalam ruku dan tiga kali tasbih dalam sujud” 198 Musnad Syafi'i 193: Muhammad bin Ismail mengabarkan kepada kami dari Ibnu Abu Dzi'b, dari Ishaq bin Yazid Al Hudzali, dari Auf bin Abdullah bin Utbah bin Mas'ud bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Apabila seseorang di antara kalian ruku, lalu mengucapkan, “Subhaana rabbiyal 'azhiimi” sebanyak tiga kali berarti rukunya telah sempurna: yang demikian itu adalah batas minimalnya. Apabila ia sujud lalu mengucapkan 'Subhaana rabbiyal a'laa', sebanyak tiga kali, berarti sujudnya sempurna; yang demikian itu adalah batas minimalnya. "199 Musnad Syafi'i 194: Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab, dari Sa'id bin Al Musayyab, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Apabila hari Jum'at tiba, maka duduklah pada tiap-tiap pintu masjid..?" hingga akhir hadits200 Musnad Syafi'i 195: Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Amr bin Dinar dari Atha' bin Abu Rabah, ia berkata, aku pernah berkata kepada Ibnu Abbas, ”Apakah aku boleh mengqashar shalat jika pergi ke Arafah?. Ia berkata, "Namun —kamu boleh mengqashar jika pergi- ke Jeddah Ashfan atau Tha'if, jika kamu telah tiba di suatu keluarga ataii diperbendaharaan, maka sempurnakanlah —shalat— dan ia berkata, "Dan ini adalah perkataan Ibnu Umar dan inilah yang kami ambil."201 Musnad Syafi'i 196: Muslim bin Khalid mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Ibnu Ammar, dari Abdullah bin Babah, dan dari Ya'la bin Umayah, ia mengatakan: Aku pernah bertanya kepada Umar bin Al Khaththab, “Allah telah menyebutkan qashar dalam keadaan khauf, bagaimanakah qashar yang bukan dalam keadaan khauf?” Umar bin Khaththab menjawab, “Aku pun pernah merasa heran seperti yang kamu alami, maka aku bertanya kepada Rasulullah , lalu beliau menjawab. “Hal itu merupakan sedekah yang diberikan Allah kepada kalian, terimalah sedekah-Nya” 202 Musnad Syafi'i 197: Abdul Wahab bin Abdul Majid mengabarkan kepada kami dari Ayyub bin Abu Tamimah, dari Muhammad bin Sirin, dari Ibnu Abbas , ia berkata, Rasulullah mengadakan perjalanan di antara kota Makkah dan Madinah dalam keadaan aman, tidak ada rasa takut kecuali hanya kepada Allah SWT, dan beliau shalat dua rakaat”203 Musnad Syafi'i 198: Abdul Wahab mengabarkan kepada kami dari Ayyub Asy-Syakhtiyani, dari Muhammad bin Sirin, dari Ibnu Abbas , ia berkata, “Rasulullah mengadakan perjalanan atara kota Makkah dan Madinah dalam keadaan aman. Beliau tidak merasa takut kecuali hanya kepada Allah, dan beliau melakukan shalat dua rakaat. 204 Musnad Syafi'i 199: Ibnu Abu Yahya mengabarkan kepada kami dari Husain bin Abdullah bin Ubaidillah bin Abbas, dari Kuraib, dari Ibnu Abbas ia berkata, “ Maukah aku ceritakan kepada kalian tentang shalat Rasulullah dalam perjalanan ? Apabila matahari telah tergelicir, sedangkan beliau masih berada di rumahnya, maka beliau menjamak antara shalat Zhuhur dan shalat Ashar pada waktu zawal (zhuhur) . Apabila beliau berangkat sebelum matahari tergelincir, beliau mengakhirkan shalat Zhuhur untuk dijamakkan antara shalat itu dengan shalat Ashar di waktu ashar”. Kuraib berkata, “Aku menduga dia mengatakan yang semisal dalam shalat Maghrib dan shalat Isya” 205 Musnad Syafi'i 200: Muslim bin Khalid dan Abdul Majid bin Abdul Aziz bin Abu Rawwad mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij: Aku pernah mendengar Ibnu Abbas berkata, .'Aku pernah mendengar Ibnu Abbas dan Ibnu Zubair, keduanya tidak berbeda dalam hal tasyahud.”205 Musnad Syafi'i 201: Malik mengabarkan kepada kami dari Abu Hazim bin Dinar, dari Sahl bin Sa'ad As-Sa'idi: Bahwa Rasulullah berangkat ke perkampungan Bani Amr bin Auf untuk mendamaikan sesama mereka, lalu waktu shalat Ashar tiba. Muadzin datang kepada Abu Bakar, dan Abu Bakar pun maju ke depan (sebagai imam). Rasulullah tiba, maka orang banyak yang bertepuk tangan, sedangkan Abu Bakar tidak pernah menoleh dalam shalatnya. Tetapi ketika orang-orang banyak yang bertepuk tangan, maka ia menoleh dan melihat Rasulullah . Beliau mengisyaratkan kepadanya agar tetap di tempatnya. Abu Bakar mengangkat kedua tangannya dan memuji kepada Allah atas apa yang diperintahkan oleh Rasulullah itu, kemudian ia mundur dan Rasulullah maju. Ketika beliau menyelesaikan shalatnya, beliau bersabda, “Mengapa kulihat kalian banyak melakukan tepuk tangan. Barangsiapa yang mengalami sesuatu dalam shalatnya, hendaklah ia bertasbih; karena sesungguhnya bila ia bertasbih, niscaya diperhatikan. Sesungguhnya bertepuk tangan itu hanya bagi kaum wanita.” 207 Musnad Syafi'i 202: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Az-Zuhri, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah RA: Bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Tasbih bagi kaum lelaki dan bertepuk tangan bagi kaum wanita”208 Musnad Syafi'i 203: Sufyan bin Uyainah menceritakan kepada kami dari Zaid bin Aslam, dari Abdullah bin Umar yang menceritakan: Rasulullah memasuki masjid Bani Amr bin Auf, lalu beliau melakukan shalat. Kemudian masuk pula ke dalam masjid itu serombongan kaum lelaki dari kalangan Anshar, mereka mengucapkan salam kepada beliau. Kemudian aku bertanya kepada Shuhaib, “Bagaimanakah jawaban Rasulullah terhadap salam mereka?” Shuhaib menjawab, “Beliau hanya memberikan isyarat kepada mereka.”209 Musnad Syafi'i 204: Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Utsman bin Abu Sulaiman, dari Amir bin Abdullah bin Az-Zubair, dari Amr bin Sulaim Az-Zuraqi, dari Abu Qatadah Al Anshari : Bahwa Rasulullah pernah shalat bersama orang-orang seraya menggendong Umamah binti Zainab. Apabila sujud, beliau .dan apabila bangkit, digendongnya kembali.210 Musnad Syafi'i 205: Sufyan mengabarkan kepada kami dari Ibnu Syihab. dari Salim bin Ubaidullah, dari ayahnya, ia mengatakan: Aku sama sekali tidak pernah mendengar Umar membacakannya, melainkan ia mengucapkan “Bersegeralah kalian kepada mengingat Allah”211 Musnad Syafi'i 206: Ibnu Abu Yahya mengabarkan kepada kami dari Shalih, mantan budak At-Tauamah, ia berkata, “Aku pernah melihat Abu Hurairah melakukan shalat di masjid sendirian mengikuti shalatnya imam.” 212 Musnad Syafi'i 207: Malik mengabarkan kepada kami dari Muhammad bin Imarah bin Amr bin Hazm, dari Muhammad bin Ibrahim bin Al Harits At-Taimi, dari ibu anaknya, Ibrahim bin Abdurrahman bin Auf, dari Ummu Salamah: Bahwa seorang wanita pernah bertanya kepada Ummu Salamah, lalu ia berkata, “Sesungguhnya aku adalah seorang wanita yang biasa memanjangkan ujung kainku dan sering berjalan di tempat yang kotor.” Maka Ummu Salamah menjawabnya “Rasulullah pernah bersabda, “Ia dapat disucikan oleh tanah sesudahnya." 213 Musnad Syafi'i 208: Malik bin Anas mengabarkan kepala kami dari Amir bin Abdullah bin Az-Zubair, dari Amr bin Sulaim Az-Zuraqi, dari Abu Qatadah Al Anshari : Bahwa Nabi pernah shalat sambil menggendong Umamah binti Abu Al Ash, yaitu anak perempuannya putri Rasulullah sendiri. Apabila sujud, beliau meletakkannya; dan apabila berdiri, beliau menggendongnya kembali. 214 Musnad Syafi'i 209: Sufyan bin Uyainah mengabarkan kepada kami dari Amr bin Dinar, dari Jabir bin Abdullah: Bahwa Mu'adz pernah mengimami kaumnya dalam shalat Isya, lalu ia membukanya dengan surah Al Baqarah, maka menjauhlah seorang lelaki dari belakangnya dan shalat (sendirian). Peristiwa itu disampaikan kepada Nabi , lalu beliau bersabda kepada Mu'adz, “Apakah engkau tukang fitnah? Apakah engkau tukang fitnah? Bacalah surah anu dan surah anu!”215 Musnad Syafi'i 210: Sufyan mengabarkan kepada kami. Abu Az-Zubair menceritakan kepada kami dari Jabir, dari Nabi tentang hal yang semisal, ia mengatakan: Dalam hadits lain disebutkan bahwa Sufyan berkata, “Aku telah menuturkan hal tersebut kepada Amr, maka ia berkata, 'Hadits itu sama dengan hadits ini'.” 216 Musnad Syafi'i 211: Malik bin Anas mengabarkan kepada kami dari Abu Az-Zinad, dari Al A'raj, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Apabila seseorang di antara kalian shalat untuk orang-orang, hendaklah ia meringankan shalatnya, karena di antara mereka (para makmum) terdapat orang yang sakit dan orang yang lemah Tetapi bila ia shalat untuk dirinya, ia boleh memanjangkannya sekehendaknya “217 Musnad Syafi'i 212: Muslim bin Khalid mengabarkan kepada kami dari Ibnu Juraij, dari Atha., ia berkata, “Aku mendengar para imam mulai dari Ibnu Zubair dan orang-orang yang bersamanya mengucapkan 'Amin', begitu pula orang-orang yang bermakmum di belakang mereka mengucapkan 'Amin', hingga suara mereka benar-benar memenuhi masjid.” 218 Musnad Syafi'i 213: Abdul Wahab bin Abdul Majid Ats-Tsaqafi mengabarkan kepada kami dari Ayyub bin Abu Tamimah As-Sakhtiyani, dari Nafi', mantan budak Ibnu Umar , ia mengatakan: Dahulu Ibnu Umar pernah membacakan dalam jalanannya —aku menduganya mengatakan dalam shalat Isya - surah Idzaa zulzilatil ardhu (surah Az-Zalzalah). Pada awalnya ia membaca Ummul Qur'an: dan ketika bacaannya selesai, ia mengucapkan, Bismillahirrahmaanirrahiim, Bismillahirrahmaanirrahiim, Bismillahirrahmaanirrahiim." la mengatakan: Maka aku katakan, Idzaa zulzilatil ardhu Ia pun membaca Idzaa zulzilatil ardhu Pada awalnya ia membaca Ummul Qur'an; dan ketika bacaannya selesai, ia mengucapkan, “Bismillahirrahmaanirrahiim, Bismillahirrahmaanirrahiim, Bismillahirrahmaanirrahiim.. Ia mengatakan: Maka aku katakan, “Idzaa zulzilatil ardhu!” Ia pun membaca, “Idzaa zulzilatil ardhu” Lalu ia berkata, “Idzaa zulzilatil ardhu. ”219