7. I'tikaf

【1】

Muwatha' Malik 605: telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari [Ibnu Syihab] dari ['Urwah bin Zubair] dari ['Amrah binti Abdurrahman] dari [Aisyah] isteri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, berkata: "Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sedang beri'tikaf, beliau mengeluarkan kepalanya padaku, dan aku menyisir rambutnya. Dan beliau tidak masuk rumah kecuali untuk memenuhi hajat manusiawi saja."

【2】

Muwatha' Malik 606: telah menceritakan kepadaku Yahya dari Malik dari [Ibnu Syihab] dari ['Amrah binti Abdurrahman], bahwa jika [Aisyah] sedang I'tikaf, maka dia tidak menanyakan orang yang sakit kecuali sambil berjalan, tanpa berhenti.

【3】

Muwatha' Malik 607: telah menceritakan kepadaku dari Malik bertanya kepada [Ibnu Syihab] tentang seseorang yang sedang beri'tikaf, apakah dia harus melakukan semua hajatnya di bawah tempat yang beratap. Dia menjawab, "Ya. Tidak mengapa."

【4】

Muwatha' Malik 608: telah menceritakan kepadaku dari Yahya dari Ziyad bin Abdurrahman berkata: telah menceritakan kepada kami Malik dari [Sumayya] mantan budak Abu Bakar bin Abdurrahman, bahwa [Abu Bakar bin Abdurrahman] sedang beri'tikaf, lalu dia pergi untuk memenuhi hajatnya di bawah tempat yang beratap pada sebuah kamar yang tertutup, di rumah Khalid bin Walid. Kemudian dia tidak kembali hingga mendatangi hari raya bersama kaum muslimin."

【5】

Muwatha' Malik 609: telah menceritakan kepadaku Ziyad dari Malik dari [Ibnu Syihab] dari ['Amrah binti Abdurrahman] dari [Aisyah], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam hendak beri'tikaf. Tatkala beliau beranjak menuju tempat yang beliau ingin beri'tikaf di dalamnya, beliau mendapatkan di dalamnya ada banyak tenda: tenda Aisyah, tenda Hafshah dan tenda Zainab. Tatkala melihat hal itu, beliau pun bertanya. Lalu ada yang menjawab bahwa itu adalah tenda Aisyah, Hafshah dan Zainab. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian bersabda: "Apakah kalian akan mengatakan bahwa yang mereka lakukan adalah kebaikan?" Beliau pergi dan tidak melakukan i'tikaf, lalu beliau menggantinya selama sepuluh hari pada bulan Syawal."

【6】

Muwatha' Malik 610: telah menceritakan kepadaku Ziyad dari Malik dari [Ibnu Syihab] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pergi buang hajat di rumah."

【7】

Muwatha' Malik 611: Telah menceritakan kepadaku Ziyad dari Malik dari [Yazid bin Abdullah bin Al Had] dari [Muhammad bin Ibrahim bin Al Harits At Taimi] dari [Abu Salamah bin Abdurrahman] dari [Abu Sa'id al Khudri] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memulai beri'tikaf pada sepuluh kedua pada bulan Ramadan. Beliau beri'tikaf pada tahun itu, hingga ketika tiba malam kedua puluh satu, yaitu hari di mana beliau keluar dari I'tikafnya setelah waktu subuh, beliau bersabda: 'Barangsiapa ingin melaksanakan I'tikaf bersamaku, hendaklah dia mengerjakannya pada sepuluh hari yang terakhir ini. Aku telah melihat dalam mimpiku, namun aku lupa. Aku mimpi pada waktu paginya aku bersujud pada air dan tanah. Carilah pada sepuluh hari yang terakhir, serta pada malam yang ganjil.' Abu Sa'id berkata: "Pada malam itu terjadi hujan, dan masjidnya berada pada bangsal, sehingga masjidnya bocor." Dia menambahkan: "Dengan kedua mataku, aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pergi, sementara pada dahi dan hidungnya ada bekas tanah dan air. Itu terjadi pada pagi hari malam ke dua puluh satu."

【8】

Muwatha' Malik 612: telah menceritakan kepadaku Ziyad dari Malik dari [Hisyam bin 'Urwah] dari [Bapaknya], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan."

【9】

Muwatha' Malik 613: telah menceritakan kepadaku Ziyad dari Malik dari [Abdurrahman bin Dinar] dari [Abdullah bin Umar], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Carilah Lailatul Qadar pada tujuh hari terakhir."

【10】

Muwatha' Malik 614: telah menceritakan kepadaku Ziyad dari Malik dari [Abu Nadlr] mantan budak 'Umar bin 'Ubaidullah, Abdullah bin Unais al Juhani berkata kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, "Wahai Rasulullah! Aku adalah orang yang rumahnya jauh, maka perintahkanlah aku pada salah satu malam untuk turun (mencari lailatul qadar) di malam itu." Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Turunlah pada malam kedua puluh tiga bulan Ramadhan."

【11】

Muwatha' Malik 615: telah menceritakan kepadaku Ziyad dari Malik dari [Humaid At Thawil] dari [Anas bin Malik] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menemui kami pada bulan Ramadan. Beliau bersabda: 'Sesungguhnya telah diperlihatkan malam tersebut kepadaku pada bulan Ramadan, hingga akhirnya datang dua orang laki-laki yang membuat aku lupa. Maka carilah pada malam yang kedua puluh sembilan, dua puluh tujuh atau dua puluh lima."

【12】

Muwatha' Malik 616: telah menceritakan kepadaku Ziyad dari Malik dari [Nafi'] dari [Ibnu Umar], bahwa ada seseorang sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bermimpi mendapati Lailatul Qadar pada tujuh hari yang terakhir. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lalu bersabda: "Aku melihat bahwa mimpi kalian terletak pada tujuh hari terakhir. Barangsiapa ingin mendapatkannya, hendaklah mencarinya pada tujuh hari yang terakhir."