75. Khabar Ahad

【1】

Shahih Bukhari 6705: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] telah menceritakan kepada kami ['Abdul Wahhab] telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari [Abu Qilabah] telah menceritakan kepada kami [Malik bin Al Huwairits] berkata: "Kami mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang ketika itu kami masih muda sejajar umurnya, kemudian kami bermukim di sisi beliau selama dua puluh malam. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah seorang pribadi yang lembut. Maka ketika beliau memperkirakan bahwa kami sudah rindu dan selera terhadap isteri-isteri kami, beliau bersabda: "Kembalilah kalian untuk menemui isteri-isteri kalian, berdiamlah bersama mereka, ajari dan suruhlah mereka." dan beliau menyebut beberapa perkara yang sebagian kami ingat dan sebagiannya tidak, "dan shalatlah sebagaimana kalian melihat aku shalat. Jika shalat telah tiba, hendaklah salah seorang di antara kalian melakukan adzan dan yang paling dewasa menjadi imam."

【2】

Shahih Bukhari 6706: Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] dari [Yahya] dari [At Taimi] dari [Abu Utsman] dari [Ibn Mas'ud] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah adzan bilal mencegah kalian dari makan sahur, sebab dia adzan -atau ia katakan dengan redaksi 'memanggil'- agar orang yang shalat malam pulang, dan yang tidur agar bangun, fajar itu bukan, beliau katakan begini -Yahya mendemontrasikannya dengan menyatukan kedua telapak tangannya-hingga beliau katakan begini -Yahya mendemontrasikannya dengan merenggangkan kedua jarinya, telunjuk dan jari tengah."

【3】

Shahih Bukhari 6707: Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Ismail] telah menceritakan kepada kami ['Abdul Aziz bin Muslim] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Dinar], aku mendengar [Abdullah bin Umar] radliallahu 'anhuma dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Bilal mengumandangkan adzan di waktu malam, silahkan makan dan minumlah kalian hingga Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan adzan."

【4】

Shahih Bukhari 6708: Telah menceritakan kepada kami [Hafs bin Umar] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] [Al Hakam] dari [Ibrahim] dari ['Alqamah] dari [Abdullah] berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengimami kami shalat zhuhur sebanyak lima rakaat, maka beliau ditegur 'Apakah shalat sekarang ditambah? ' Nabi bertanya: 'Memang berapa shalatku? ' para sahabat menjawab, "Lima rakaat, " maka beliau sujud dua kali setelah mengucapkan salam."

【5】

Shahih Bukhari 6709: Telah menceritakan kepada kami [Ismail] telah menceritakan kepadaku [Malik] dari [Ayyub] dari [Muhammad] dari [Abu Hurairah], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyelesaikan shalatnya padahal baru melakukan dua rakaat. Karenanya Dzul Yadaini bertanya, 'Apakah engkau meringkas shalat ya Rasulullah, ataukah engkau sekedar lupa? ' Nabi balik bertanya: 'Apakah Dzul Yadaini benar? ' Para sahabat menjawab, 'Benar! Lantas Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri dan melanjutkan shalat dua rakaat berikutnya, kemudian beliau mengucapkan salam, kemudian bertakbir, kemudian sujud seperti sujudnya atau lebih lama, kemudian mengangkat sujudnya, kemudian bertakbir dan sujud seperti sujudnya, kemudian beliau mengangkat sujudnya."

【6】

Shahih Bukhari 6710: Telah menceritakan kepada kami [Ismail] telah menceritakan kepadaku [Malik] dari [Abdullah bin Dinar] dari [Abdullah bin Umar] berkata: "Tatkala para sahabat di Quba' sedang melakukan shalat subuh, tiba-tiba ada seorang utusan mendatangi mereka seraya berkata: 'Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam malam tadi diturunkan kepadanya ayat Al Qur'an yang berisi perintah untuk menghadap Ka'bah! ' Waktu itu wajah mereka sedang menghadap ke arah Syam, maka secara spontan mereka memalingkan ke Ka'bah."

【7】

Shahih Bukhari 6711: Telah menceritakan kepada kami [Yahya] telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Israil] dari [Abu Ishaq] dari [Al Bara'] ia berkata: "Tatkala Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tiba di Madinah, beliau shalat menghadap Baitul Maqdis selama enam belas atau tujuh belas bulan, padahal beliau amat senang jika disuruh menghadap Ka'bah. Maka Allah pun menurunkan ayat: '(Kami telah melihat penglihatan wajahmu di langit, maka kami palingkan kamu ke kiblat yang kamu ridhai) ' (Qs. Al Baqarah: 144), maka beliau dihadapkan wajahnya ke Ka'bah, ketika itu seseorang shalat 'ashar bersama beliau, lantas keluar dan melewati sekelompok orang-orang Anshar, lalu ia katakan kepada mereka sekaligus bersaksi bahwa ia telah shalat bersama nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dan kiblat beliau telah di hadapkan ke Ka'bah, maka mereka pun menggeser kiblatnya yang ketika itu mereka sedang rukuk pada shalat 'ashar."

【8】

Shahih Bukhari 6712: Telah menceritakan kepadaku [Yahya bin Qaza'ah] telah menceritakan kepadaku [Malik] dari [Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah] dari [Anas bin Malik] ia berkata: "Pernah aku memberi minum Abu Thalhah Al Anshari, Abu Ubaidah bin Al Jarrah dan Ubbay bin Ka'b berupa minuman dari fadhih atau kurma. Lantas ada seorang utusan mendatangi mereka dan berkata: 'Hai..sungguh, khamer telah diharamkan! Secara spontan Abu Thalhah berkata: 'Wahai Anas, bangkit dan pecahkanlah kendi-kendi minuman itu! ' Anas berkata: "Maka aku pun ke arah gentong-gentong kami dan kubanting bagian bawahnya hingga remuk."

【9】

Shahih Bukhari 6713: Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Harb] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Ishaq] dari [Shilah] dari [Khudzaifah], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada penduduk Najran: "Sungguh, akan aku utus untuk kalian seorang laki-laki dan benar-benar terpercaya!" Para sahabat nabi shallallahu 'alaihi wa sallam akhirnya mengharap untuk mendapatkan kehormatan tersebut, akhirnya beliau mengutus Abu 'Ubaidah bin Al Jarrah."

【10】

Shahih Bukhari 6714: Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Harb] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Khalid] dari [Abu Qilabah] dari [Anas] radliallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Setiap umat mempunyai orang kepercayaan, dan kepercayaan umat ini ialah Abu 'Ubaidah bin Al Jarrah."

【11】

Shahih Bukhari 6715: Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Al Harb] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] dari [Yahya bin Sa'id] dari ['Ubaid bin Hunain] dari [Ibn 'Abbas] dari [Umar] radliallahu 'anhu, ia berkata: "Ada seorang laki-laki Anshar yang apabila ia tidak menyertai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam namun aku mengikutsertai beliau, aku mendatangi orang itu dengan membawa segala berita yang terjadi dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, sebaliknya jika aku tidak menyertai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sementara orang itu menyertai beliau, maka ia mendatangiku dengan membawa segala berita yang berasal dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【12】

Shahih Bukhari 6716: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] telah menceritakan kepada kami [Ghundar] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Zubaid] dari [Sa'd bin Ubaidah] dari [Abu 'Abdurrahman] dari ['Ali] radliallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mengutus sepasukan dan mengangkat seseorang sebagai amir mereka, amir tersebut kemudian menyalakan api dan memberi perintah, 'Masuklah kalian ke api ini! ' sebagian mereka ingin memasukinya dan sebagian lain berkata: 'Bukankah kita sendiri ingin melarikan diri dari api (neraka)? ' Akhirnya mereka laporkan kasus tersebut kepada nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan beliau bersabda kepada mereka yang ingin memasukinya: "Kalau mereka memasukinya, niscaya mereka tetap dalam api itu hingga kiamat tiba." Dan beliau berkata kepada sebagian lain: "Sama sekali tidak ada ketaatan dalam kemaksiatan, ketaatan itu dalam kebaikan."

【13】

Shahih Bukhari 6717: Telah menceritakan kepada kami [Zuhair bin Harb] telah menceritakan kepada kami [Ya'qub bin Ibrahim] telah menceritakan kepada kami [Ayahku] dari [Shalih] dari [Ibn Syihab] bahwa ['Ubaidullah bin Abdullah] mengabarkan kepadanya, bahwa [Abu Hurairah] dan [Zaid bin Khalid] keduanya mengabarkan kepadanya, bahwa pernah ada dua orang laki-laki mengadukan sengketa kepada nabi shallallahu 'alaihi wa sallam."

【14】

Shahih Bukhari 6718: Telah menceritakan kepada kami [Abul Yaman] telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib] dari [Az Zuhri] telah mengabarkan kepadaku ['Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah bin Mas'ud] bahwa [Abu Hurairah] berkata: "Ketika kami di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, tiba-tiba ada seorang laki-laki dari arab badui (nomade, primitife) berujar "Wahai Rasulullah, putuskanlah aku dengan kitabullah." Lantas lawan sengketanya berkata: "Dia benar Wahai Rasulullah, putuskanlah dia dengan kitabullah dan ijinkanlah aku untuk bicara." Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Silahkan engkau bicara! Orang itu lalu berkata: "Aku mempunyai anak laki-laki yang menjadi pembantu orang ini. Lantas anakku berzina dengan isterinya, orang-orang mengabarkan kepadaku bahwa anak laki-lakiku harus dirajam, hanya aku kemudian menebusnya dengan seratus ekor unta dan seorang hamba sahaya. Kemudian aku bertanya kepada ulama, dan mereka mengabarkan kepadaku bahwa isterinya harus dirajam sedang anakku dicambuk (dera) sebanyak seratus kali dan diasingkan selama setahun." Lantas nabiyullah bersabda: "Sungguh, akan aku putuskan kalian berdua dengan kitabullah, adapun hamba sahaya dan kambing, maka kembalikanlah keduanya, adapun anak laki-lakimu ia harus didera seratus kali dan diasingkan selama setahun, adapun engkau wahai Unais Al aslami -yaitu seorang laki-laki dari bani Aslam-temuilah si wanita, jika ia mengaku, maka rajamlah dia." Unais kemudian bergegas pergi menemui si wanita dan ia mengaku, lantas Unais merajamnya."

【15】

Shahih Bukhari 6719: Telah menceritakan kepada kami ['Ali bin Abdullah bin Al Madini] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] telah menceritakan kepada kami [Ibnul Munkadir] berkata: "Aku mendengar [Jabir bin Abdullah] berkata: "Pada perang Khandaq Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberi sebuah anjuran. Anjuran itu langsung dikerjakan oleh Zubair. Rasul memberi anjuran mereka lagi, dan secara spontan anjuran itu dikerjakan oleh Zubair. Nabi memberi anjuran lagi, dan lagi-lagi segera disambut oleh Zubair (ia mengulanginya tiga kali). Lantas nabi bersabda: "Setiap nabi mempunyai pembela, dan pembelaku adalah Zubair." Sufyan berkata: "Aku menghafalnya dari Ibnul munkadir, " Ayyub kemudian berkata kepadanya (Sufyan), 'Wahai Abu Bakar, ceritakanlah kepada mereka yang berasal dari Jabir, sebab orang-orang itu merasa senang jika engkau menceritakan kepada mereka dari Jabir! Kemudian Sufyan berkata di majlis tersebut "Aku mendengar Jabir -lantas ia perkuat antara hadis-hadis-, 'Aku mendengar Jabir." Aku bertanya kepada Sufyan, "'Ats Tsauri berkata bahwa itu terjadi di hari perang Quraizhah, lantas ia katakan, 'Demikian aku menghafalnya dari Jabir, sebagaimana engkau duduk di perang Khandaq.' Sufyan berkata: 'Itu terjadi sama-sama dalam satu hari, ' lantas Sufyan tersenyum."

【16】

Shahih Bukhari 6720: Telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Harb] telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] dari [Ayyub] dari [Abu Utsman] dari [Abu Musa], bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah masuk kebun dan menyuruhku untuk menjaga pintu. Setelah itu datanglah seseorang dan minta ijin untuk masuk, nabi kemudian berkata: "Berilah ia ijin, dan berilah kabar gembira kepadanya dengan surga!" Tak tahunya yang datang adalah Abu Bakar. Kemudian Umar datang dan nabi berkata: "Berilah ijin dia, dan berilah kabar gembira dengan surga." Kemudian Utsman datang dan nabi berkata: "Berilah ia ijin, dan berilah kabar gembira dengan surga."

【17】

Shahih Bukhari 6721: Telah menceritakan kepada kami [Abdul Aziz bin Abdullah] telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Bilal] dari [Yahya] dari ['Ubaid bin Hunain] ia mendengar [Ibnu Abbas] dari [Umar] radliallahu 'anhum berkata: "Aku datang, tak tahunya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sedang berada sebuah tempat minumnya, dan pelayan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang hitam sedang berada puncak tangga. Aku katakan 'Tolong sampaikan, Aku Umar bin Khattab! Nabi pun mengijinkanku."

【18】

Shahih Bukhari 6722: Telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Bukair] telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari [Yunus] dari [Ibn Syihab] bahwa ia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Ubaidullah bin Utbah] bahwa [Abdullah bin Abbas] mengabarkan kepadanya, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengutus utusan membawa suratnya ke Kisra, beliau perintahkan ajudannya untuk menyerahkannya ke penguasa Bahrain, dan penguasa Bahran agar menyampaikan kepada Kisra. Ketika Kisra membacanya, ia langsung merobek-robeknya." Dan kutaksir Ibnul Musayyab menyebutkan, "Dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mendoakan kecelakaan atas mereka, agar dihancurkan sehancur-hancurnya."

【19】

Shahih Bukhari 6723: Telah menceritakan kepada kami [Musaddad] telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Yazid bin Abu Ubaid] telah menceritakan kepada kami [Salamah bin Al Akwa'], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda kepada seseorang bani Aslam: 'Umumkanlah di kalangan kaummu atau di tengah-tengah masyarakat di hari 'Asyura, siapa yang terlanjur makan hendaklah menyempurnakan sisa harinya, dan siapa yang belum makan hendaklah berpuasa."

【20】

Shahih Bukhari 6724: Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Al Ja'd] telah mengabarkan kepada kami [Syu'bah]. (dalam jalur lain disebutkan) telah menceritakan kepadaku [Ishaq] telah mengabarkan kepada kami [An Nadlr] telah mengabarkan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Jamrah] ia berkata: " [Ibnu Abbas] mendudukkan aku di atas tempat tidurnya dan berkata kepadaku, "Utusan Abdul Qais tatkala mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bertanya: 'Siapa utusan-utusan ini? ' Mereka menjawab, "Rabi'ah!" Nabi kemudian mengucapkan: "Selamat datang wahai para utusan -atau sepertinya mengucapkan-, Selamat datang kaum, dengan tanpa terhinakan dan penyesalan." Mereka katakan, "Ya Rasulullah, antara kami dan engkau ada orang-orang kafir Mudlar, maka suruhlah kami dengan sebuah perintah yang karenanya kami bisa masuk surga dan bisa kami kabarkan kepada orang-orang yang di belakang kami." Lantas mereka bertanya perihal minuman-minuman. Kemudian Rasul melarang mereka empat hal, dan memerintahkan mereka empat hal. Memerintahkan mereka beriman kepada Allah. Beliau bertanya: "Tahukah kalian iman kepada Allah?" Mereka menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lah yang lebih tahu!" Beliau menjawab: "Yaitu persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang hak selain Allah semata yang tiada sekutu bagi-Nya, dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, membayar zakat -dan aku taksir dalam perintahnya ada puasa bulan ramadhan-, dan kalian bayarkan seperlima bagian ghanimah." Dan nabi melarang mereka dari duba', hantam, muzaffat, naqir, dan rupanya beliau juga berkata almuqayyar. Nabi meneruskan: "Jagalah itu semua, dan sampaikan itu semua kepada orang yang berada di belakang kalian."

【21】

Shahih Bukhari 6725: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al Walid] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Taubah Al 'Anbari] berkata: [Asy Sya'bi] berkata kepadaku, "Tahukah engkau hadits Al Hasan dari nabi shallallahu 'alaihi wa sallam? Dan aku sering duduk bersama [Ibnu Umar] kurang lebih dua tahun atau setahun setengah, namun aku tidak mendengarnya dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam selain ini, ia katakan "Beberapa orang sahabat nabi shallallahu 'alaihi wa sallam yang di antaranya adalah Sa'd makan daging. Lantas seorang isteri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memanggil mereka "Hai.. itu daging biawak!" Maka mereka menghentikan santapannya. Lantas Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Makanlah, " atau dengan redaksi "santaplah, ia adalah halal." Atau dengan redaksi "Tidak masalah, " perawi ragu, namun biawak bukan makananku."