21. Jenazah

【1】

Sunan Nasa'i 1795: Telah mengabarkan kepada kami [Harun bin 'Abdullah]: telah menceritakan kepada kami [Ma'an] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Sa'ad] dari [Az Zuhri] dari ['Ubaidullah bin 'Abdullah bin 'Utbah] dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah salah seorang dari kalian berharap untuk mati. Adakalanya dia adalah orang yang baik, maka barangkali akan bertambah baik: dan adakalanya ia adalah orang yang -selalu berbuat- jelek, maka barangkali ia tidak akan mengulangi perbuatan jelek dan bertaubat."

【2】

Sunan Nasa'i 1796: Telah mengabarkan kepada kami ['Amru bin 'Utsman] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Baqiyyah] dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Az Zubaidi] dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Az Zuhri] dari [Abu 'Ubaid] -budak 'Abdurrahman bin 'Auf- bahwasanya ia mendengar [Abu Hurairah] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah sekali-kali salah seorang di antara kalian berharap mati. Adakalanya dia adalah orang yang baik, maka barangkali ia akan hidup bertambah baik, dan itu lebih baik baginya: dan adakalanya ia adalah orang yang -selalu berbuat- jelek, maka barang kali ia akan tidak mengulangi perbuatan jelek dan bertaubat."

【3】

Sunan Nasa'i 1797: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Zurai'] dari [Humaid] dari [Anas] Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah salah seorang diantara kalian berharap mati karena bahaya (musibah) yang menimpanya di dunia, tetapi hendaklah ia berdo'a, 'Ya Allah, hidupkanlah aku selama kehidupan lebih baik bagiku dan wafatkanlah aku jika kematian lebih baik bagiku'."

【4】

Sunan Nasa'i 1798: Telah mengabarkan kepada kami ['Ali bin Hujr] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin 'Ulayyah] dari ['Abdul 'Aziz]. demikian pula diriwayatkan dari jalur lain, dan telah memberitakan kepada kami ['Imran bin Musa] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdul Warits] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdul 'Aziz] dari ['Anas] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ketahuilah, janganlah salah seorang dari kalian berharap mati karena bahaya (musibah) yang menimpanya. Jika ia harus berhadap mati, maka hendaknya ia berdo'a, 'Ya Allah, hidupkanlah aku selama hidupku lebih baik bagiku, dan wafatkanlah aku selama kematian lebih baik bagiku'."

【5】

Sunan Nasa'i 1799: Telah mengabarkan kepada kami [Ahmad bin Hafsh bin 'Abdullah] dia berkata: [bapakku] telah menceritakan kepadaku, dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Ibrahim bin Thahman] dari [Al Hajjaj Al Bashri] dari [Yunus] dari [Tsabit] dari [Anas] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah kalian berdo'a untuk mati dan janganlah mengharapkannya. Barangsiapa yang harus berdo'a (untuk mati), hendaklah ia berdo'a, 'Ya Allah, hidupkanlah aku selama hidupku lebih baik bagiku, dan wafatkanlah aku selama kematian lebih baik bagiku'."

【6】

Sunan Nasa'i 1800: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Isma'il] dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Qais] dia berkata: Aku pernah menemui [Khabbab], dan ia mengobati perutnya dengan besi panas sebanyak tujuh kali. Dia berkata: "Andai kata Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak melarang kita berdo'a untuk mati, niscaya aku berdo'a untuk mati."

【7】

Sunan Nasa'i 1801: Telah mengabarkan kepada kami [Al Husain bin Huraits] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Al Fadhl bin Musa] dari [Muhammad bin 'Amru]. Dan diriwayatkan pula dari jalur lain, telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin 'Abdullah bin Al Mubarak] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yazid] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Muhammad bin Ibrahim] dari [Muhammad bin 'Amr] dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan -yaitu kematian-." Abu Abdurrahman berkata: 'Muhammad bin Ibrahim adalah putra Abu Bakr bin Abu Syaibah.'

【8】

Sunan Nasa'i 1802: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] dari [Yahya] dari [Al A'masy] dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Syaqiq] dari [Ummu Salamah] dia berkata: "Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apabila kalian menjenguk orang yang sedang sakit, maka ucapkanlah kebaikan, karena malaikat mengamini atas apa yang kalian ucapkan." Setelah Abu Salamah meninggal dunia, aku bertanya: "Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam! Bagaimana aku berdo'a?" beliau menjawab: "Berdo'alah, 'Ya Allah, berilah ampunan untuk kami dan umatnya dan berilah balasan untuku darinya dengan balasan yang baik, maka Allah -Azza wa Jalla- menggantikan untukku darinya dengan Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam'."

【9】

Sunan Nasa'i 1803: Telah mengabarkan kepada kami ['Amru bin 'Ali] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Bisyr bin Al Mufadldlal] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Umarah bin Ghaziyyah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yahya bin 'Umarah] dia berkata: Aku mendengar [Abu Sa'id] dan telah memberitakan kepada kami [Qutaibah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdul 'Aziz] dari ['Umarah bin Ghaziyyah] dari [Yahya bin 'Umarah] dari [Abu Sa'id] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tuntunlah orang yang akan meninggal dunia diantara kalian dengan -kalimat- 'Laa Ilaaha Illallah'."

【10】

Sunan Nasa'i 1804: Telah mengabarkan kepada kami [Ibrahim bin Ya'qub] dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Ahmad bin Ishaq] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Manshur bin Shafiyyah] dari ibunya [Shafiyyah binti Syaibah] dari ['Aisyah] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tuntunlah orang yang akan meninggal dunia diantara kalian dengan -kalimat- 'Laa Ilaaha Illallah'."

【11】

Sunan Nasa'i 1805: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Al Mutsanna bin Sa'id] dari [Qatadah] dari ['Abdullah bin Buraidah] dari [bapaknya] bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "(Tanda) wafat seorang mukmin adalah dengan keringat -yang ada-di dahi."

【12】

Sunan Nasa'i 1806: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Ma'mar] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yusuf bin Ya'qub] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Kahmas] dari [Ibnu Buraidah] dari [bapaknya] dia berkata: "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Seorang mukmin wafat dengan keringat di dahinya'."

【13】

Sunan Nasa'i 1807: Telah mengabarkan kepada kami ['Amr bin Manshur] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Yusuf] dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Al Laits] dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Ibnul Had] dari ['Abdurrahman bin Al Qasim] dari [bapaknya] dari ['Aisyah] dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam wafat, dan beliau berada diantara perut dan daguku, maka aku tidak lagi benci dengan beratnya kematian -yang dialami- oleh seorangpun selamanya setelah aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam -wafat-."

【14】

Sunan Nasa'i 1808: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az Zuhri] dari [Anas] dia berkata: "Terakhir aku memandang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika tabir terbuka dan orang-orang berbaris di belakang Abu Bakar -radliallahu 'anhu-, ketika Abu Bakar hendak mundur, beliau memberi isyarat kepada mereka agar tetap berada di tempat. Beliau melemparkan tabir dan wafat di penghujung hari itu, yaitu hari Senin."

【15】

Sunan Nasa'i 1809: Telah mengabarkan kepada kami [Yunus bin 'Abdul A'la] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Ibnu Wahb] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Huyay bin 'Abdullah] dari [Abu 'Abdurrahman Al Hubuli] dari ['Abdullah bin 'Amru] dia berkata: "Ada salah seorang meninggal dunia di Madinah, ia adalah orang yang terlahir di kota tersebut. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menshalatkannya, kamudian bersabda: 'Duhai, andaikata ia meninggal dunia tidak ditempat kelahirannya! ' Mereka bertanya: 'Mengapa demikian, wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam? ' beliau bersabda: 'Jika seseorang meninggal dunia tidak di tempat kelahirannya maka ia akan diukur di tempat kelahirannya sampai ajal terakhirnya di dalam surga'."

【16】

Sunan Nasa'i 1810: Telah mengabarkan kepada kami ['Ubaidullah bin Sa'id] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Mu'adz bin Hisyam] dia berkata: [bapakku] telah menceritakan kepadaku dari [Qatadah] dari [Qasamah bin Zuhair] dari [Abu Hurairah] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda: "Apabila seorang mukmin telah mendekati ajalnya, para malaikat rahmat datang menemuinya dengan membawa sutera putih. Mereka berkata: 'kaluarlah kamu (ruh) dengan ridla dan diridlai menuju rahmat Allah, bau harum dan Rabb yang tidak murka'. Lalu ia keluar dengan bau misik yang paling harum, hingga sebagian mereka berebut dengan sebagian yang lain untuk mendapatkannya, kemudian mereka membawanya hingga pintu langit. Mereka (penduduk langit) berkata: 'Alangkah harumnya bau yang kalian bahwa ini dari bumi! '. Lalu mereka datang dengannya menemui ruh-ruh kaum mukminin. Mereka lebih bergembira (kedatangan) nya daripada seorang di antara kalian yang di datangi orang yang sudah lama tidak bertemu. Lalu mereka bertanya kepadanya: 'Apa yang telah dilakukan oleh si Fulan? Apa yang telah dilakukan si Fulan? ' Mereka berkata: 'Biarlah ia, karena dahulu ia terlena dengan kehidupan di dunia'. Jika ada yang bertanya, 'Tidakkah ia datang menemui kalian? ' mereka menjawab: 'Ia dibawa ke tempat asalnya yang dalam (Neraka Hawiyah), dan seorang yang kafir jika telah datang ajalnya, para malaikat Adzab datang membawa kain kasar. Mereka berkata: 'keluarlah kamu dengan murka dan dimurkai menuju siksa Allah -Azza wa Jalla-. Lalu ia keluar seperti bau bangkai yang paling busuk, kemudian mereka membawanya hingga pintu bumi. Lalu mereka berkata: 'Alangkah busuknya bau ini! ' lalu mereka membawanya menemui ruh orang-orang kafir."

【17】

Sunan Nasa'i 1811: Telah mengabarkan kepada kami [Hannad] dari [Abu Zubaid 'Abtsar bin Al Qasim] dari [Mutharrif] dari ['Amir] dari [Syuraih bin Hani'] dari [Abu Hurairah] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Siapa senang berjumpa dengan Allah, maka Allah pun senang berjumpa dengannya: dan barangsiapa yang benci berjumpa dengan Allah, maka Allah pun benci berjumpa dengannya." [Syuraih] berkata: Aku kemudian menemui [Aisyah], lalu aku bertanya: "Wahai Ummul Mukminin! Aku mendengar Abu Hurairah menyebutkan suatu hadits dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Jika demikian sungguh kita akan binasa!" Ia (Aisyah) bertanya, "Apa itu?" Syuraikh menjawab: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Siapa senang berjumpa dengan Allah, Allah pun senang berjumpa dengannya dan barangsiapa benci berjumpa dengan Allah, Allah pun benci berjumpa dengannya'. Tetapi tidak ada seorangpun di antara kita kecuali benci dengan kamatian!" Ia (Aisyah) berkata: "Sungguh hal itu telah disabdakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan tidak seperti yang kamu pahami, tetapi -yang dimaksud adalah- tatkala pandangan terangkat, dada berdetak dan dada menggigil, saat itulah orang yang senang berjumpa dengan Allah, maka Allah pun senang berjumpa dengannya: dan barangsiapa benci berjumpa dengan Allah, maka Allah pun benci berjumpa dengannya?!"

【18】

Sunan Nasa'i 1812: [Al Harits bin Miskin] Berkata: -secara baca dan aku mendengarnya dari [Ibnul Qasim]: telah menceritakan kepadaku [Malik]. Dan diriwayatkan pula dari jalur lain, telah memberitakan kepada kami [Qutaibah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Al Mughirah] dari [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Allah Ta'ala berfirman: 'Apabila hambaku senang berjumpa denganku, akupun senang berjumpa dengannya dan apabila hambaku benci berjumpa denganku, maka aku pun benci berjumpa dengannya'."

【19】

Sunan Nasa'i 1813: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Muhammad] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Qatadah] dia berkata: aku mendengar [Anas] menceritakan dari ['Ubadah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda: "Barangsiapa senang bejumpa dengan Allah, Allah pun senang berjumpa dengannya dan barangsiapa yang benci berjumpa dengan Allah, Allah pun benci berjumpa dengannya."

【20】

Sunan Nasa'i 1814: Telah mengabarkan kepada kami [Abul Asy'ats] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Al Mu'tamir] dia berkata: Aku mendengar [bapakku] menceritakan dari [Qatadah] dari [Anas bin Malik] dari ['Ubadah bin Ash Shamit] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa senang berjumpa dengan Allah, maka Allah pun senang berjumpa dengannya dan barangsiapa yang benci berjumpa dengan Allah, maka Allahpun benci berjumpa dengannya."

【21】

Sunan Nasa'i 1815: Telah mengabarkan kepada kami ['Amru bin 'Ali] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdul A'la] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Sa'id]. Dan diriwayatkan pula dari jalur lain, telah mengabarkan kepada kami [Humaid bin Mas'adah] dari [Khalid bin Al Harits] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Zurarah] dari [Sa'ad bin Hisyam] dari ['Aisyah] Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa senang bejumpa dengan Allah, maka Allah pun senang berjumpa dengannya dan barangsiapa yang benci berjumpa dengan Allah, maka Allahpun benci berjumpa dengannya." Amru menambahkan: Lalu dikatakan, "Wahai Rasulullah, benci bertemu dengan Allah adalah benci pada kematian! Padahal setiap kita membenci kematian?!" beliau bersabda: "Hal itu ketika ia meninggal, apabila diberi kabar gembira dengan rahmat dan ampunan Allah, ia senang berjumpa dengan Allah dan Allah pun senang berjumpa dengannya dan apabila diberi kabar dengan siksa Allah, ia benci berjumpa dengan Allah dan Allah pun benci berjumpa dengannya."

【22】

Sunan Nasa'i 1816: Telah mengabarkan kepada kami [Ahmad bin 'Amru] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Ibnu Wahb] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Yunus] dari [Ibnu Syihab] dari ['Urwah] dari ['Aisyah] bahwa Abu Bakar mencium bagian antara kedua mata Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, padahal -saat itu- beliau telah meninggal."

【23】

Sunan Nasa'i 1817: Telah mengabarkan kepada kami [Ya'qub bin Ibrahim] dan [Muhammad bin Al Mutsanna] mereka berkata: telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Sufyan] dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Musa bin Abu 'Aisyah] dari ['Ubaidullah bin 'Abdullah] dari [Ibnu 'Abbas] dan dari ['Aisyah] bahwa Abu Bakar mencium Nabi, padahal -saat itu- beliau telah meninggal dunia.

【24】

Sunan Nasa'i 1818: Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdullah] dia berkata: Berkata [Ma'mar] dan [Yunus]: [Az Zuhri] berkata: dan telah mengabarkan kepadaku [Abu Salamah] bahwasanya ['Aisyah] mengabarkan kepadanya: Abu Bakar datang dengan menaiki kuda dan rumahnya -As-Sunuh- hingga ia turun, lalu masuk ke masjid dan tidak berbicara dengan orang-orang, hingga menemui Aisyah dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah ditutup dengan kain katun bermotif dari Yaman, lalu ia membuka tutup wajahnya, kemudian ia menunduk dengan hati yang sangat sedih, memeluknya dan ia menangis, lalu berkata: "Bapakku sebagai tebusannya, demi Allah! Allah tidak akan mengumpulkan atas diri engkau dua kematian selamanya, adapun kematian yang telah Allah tuliskan atas diri engkau, sungguh engkau telah menjalaninya."

【25】

Sunan Nasa'i 1819: Telah mengabarkan kepadaku [Muhammad bin Manshur] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dia berkata: Aku mendengar [Ibnul Munkadir] berkata: Aku mendengar [Jabir] berkata: bapakku dibawa pada hari perang uhud dan sungguh dia telah dicincang, lalu diletakkan di hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dalam keadaan telah ditutup dengan satu kain. Aku ingin segera membukanya, namun orang-orang melarangku. Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menerintahkan hal itu, lalu diangkat. Dan ketika diangkat, beliau mendengar suara seorang wanita yang menangis, lalu beliau bertanya: "Siapa ini?" Mereka menjawab: "Ini adalah puteri Amru -atau saudari Amru-." Beliau bersabda: "Janganlah kamu menangis, -atau mengapa kamu menangis? -, malaikat akan selalu menaunginya dengan sayap-sayapnya hingga diangkat."

【26】

Sunan Nasa'i 1820: Telah mengabarkan kepada kami [Hannad bin As Sari] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Abul Ahwash] dari ['Atha bin As Saib] dari ['Ikrimah] dari [Ibnu 'Abbas] dia berkata: Ketika puteri Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang masih kecil mendekati ajalnya, Rasulullah mengambilnya lalu mendekapnya di dada beliau, kemudian meletakan tangan beliau pada tubuhnya, lalu meninggal dunia dan ia berada di hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Ummu Aiman pun menangis, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadanya: "Wahai Ummu Aiman! Apakah kamu menangis, padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berada di samping kamu?!" lalu ia berkata: "Mengapa aku tidak -boleh- menangis padahal Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menangis?! Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Aku tidak menangis, tetapi adalah rahmat." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bagaimanapun juga, seorang mukmin harus dalam keadaan baik, ruhnya akan dicabut diantara dua pinggulnya dan ia sedang memuji Allah -Azza wa Jalla-."

【27】

Sunan Nasa'i 1821: Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] dia berkata: telah memberitakan kepada kami ['Abdurrazzaq] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Tsabit] dari [Anas] Bahwa Fatimah menangisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika meninggal dunia. Lalu ia berkata: "Wahai bapakku, apa yang menjadikannya dekat dengan Rabbnya! Wahai bapakku, kepada Jibril kami memberitahu kematiannya! Wahai bapakku, Surga Firdaus tempat kembalinya!

【28】

Sunan Nasa'i 1822: Telah mengabarkan kepada kami ['Amru bin Yazid] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Bahz bin Asad] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Muhammad bin Al Munkadir] dari [Jabir] bahwa bapaknya terbunuh pada perang Uhud. Ia berkata: "Aku lalu segera membuka wajahnya dan aku pun menangis, orang-orang melarangku, sedang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak melarangku dan bibikupun menangisinya, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah kalian menangisinya! Malaikat akan selalu menaunginya dengan sayap-sayapnya hingga kalian mengangkatnya."

【29】

Sunan Nasa'i 1823: Telah mengabarkan kepada kami ['Utbah bin 'Abdullah bin 'Utbah] dia berkata: aku membacakan kepada [Malik] dari ['Abdullah bin 'Abdullah bin Jabir bin 'Atik] bahwasanya ['Atik bin Al Harits] -kakek 'Abdullah bin 'Abdullah, bapak dari Ibunya- mengabarkan kepadanya, bahwasanya [Jabir bin 'Atik] mengabarkan kepadanya: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah datang menjenguk Abdullah bin Tsabit. Beliau mendapatinya sudah tidak berdaya. Beliau lalu berteriak, namun tidak seorangpun yang menjawabnya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian mengucapkan: -istirja' (mengucapkan Inna lillaahi wa inna ilahi raaji'uun) dan bersabda: "Allah telah mengambilmu untuk mendahului kami, wahai Abu Rabi'!" Lalu para wanita berteriak dan menangis, sementara Ibnu Atik berusaha menenangkan mereka. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian bersabda: "Biarkan saja mereka! Apabila sudah wajib, maka jangan sampai ada seorang wanita yang menangis."Mereka bertanya, "Apa itu wajib, wahai Rasulullah?" beliau bersabda: "kematian" putrinya berkata: "Dahulu aku berharap agar engkau mati syahid, sebab engkau telah menghabiskan perbekalanmu!" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lalu bersabda: "Sungguhnya Allah -Azza wa Jalla- telah memberikan pahalanya kepadanya sesuai dengan niatnya, apa yang kalian ketahui tentang mati Syahid?!" Mereka berkata: "Berperang di jalan Allah -Azza wa Jalla-!" Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Mati syahid ada tujuh macam selain berperang di jalan Allah Azza wa Jalla: Orang yang mati karena wabah pes adalah syahid, orang yang yang mati karena sakit perut adalah syahid, orang yang mati tenggelam adalah syahid, orang yang mati tertimpa benda keras adalah syahid, orang yang mati karena penyakit lepra adalah syahid, orang yang mati terbakar adalah syahid dan seorang wanita yang mati karena hamil adalah syahidah."

【30】

Sunan Nasa'i 1824: Telah mengabarkan kepada kami [Yunus bin 'Abdul A'la] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdullah ibn Wahb] dia berkata: [Mu'awiyah bin Shalih] berkata: dan telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari ['Amrah] dari ['Aisyah] dia berkata: "Tatkala datang berita kematian Zaid bin Haritsah, Ja'far bin Abu Thalib dan Abdullah bin Rawahah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam duduk dan terlihat sedih pada raut wajahnya, saat itu aku melihat dari celah pintu, kemudian seseorang mendatanginya, lalu berkata: para istri Ja'far menangis. Maka Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda: "Pergi dan laranglah mereka." Lalu ia pergi, kemudian ia datang kembali dan berkata: "Sungguh aku telah melarang, tapi mereka tidak mau berhenti?" Beliau bersabda: 'Pergi dan laranglah mereka.' Lalu ia pergi kemudian datang kembali dan berkata: Sungguh aku melarang, tapi mereka tidak mau berhenti? Beliau bersabda: 'Pergi lalu tuangkan debu pada mulut-mulut mereka.' Aisyah mengatakan: 'Aku berkata: 'Sungguh celaka, engkau -demi Allah-, tidaklah engkau meninggalkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, padahal engkau tidak bisa melakukannya! '

【31】

Sunan Nasa'i 1825: Telah mengabarkan kepada kami ['Ubaidullah bin Sa'id] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari ['Ubaidullah] dari [Nafi'] dari [Ibnu 'Umar] dari ['Umar] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda: "Si mayit akan disiksa karena tangisan keluarganya kepadanya."

【32】

Sunan Nasa'i 1826: Telah mengabarkan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Dawud] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Abdullah bin Shubaih] dia berkata: Aku mendengar [Muhammad bin Sirin] berkata: Disebutkan hadits di dekat Imran bin Hushain, "Si mayit akan disiksa karena tangisan orang yang masih hidup?!" [Imran] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang mengatakannya."

【33】

Sunan Nasa'i 1827: Telah mengabarkan kepada kami [Sulaiman bin Yusuf] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ya'qub bin Ibrahim] dia berkata: [Bapakku] telah menceritakan kepada kami, dari [Shalih] dari [Ibnu Syihab] dia berkata: [Salim] berkata: Aku mendengar ['Abdullah bin 'Umar] berkata: ['Umar] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Si mayit akan disiksa karena tangisan keluarga atas dirinya."

【34】

Sunan Nasa'i 1828: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin 'Abdul A'la] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Khalid] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Qatadah] dari [Mutharrif] dari [Hakim bin Qais] bahwasanya [Qais bin 'Ashim] berkata: "Janganlah kalian meratapiku karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak diratapi. (secara ringkas).

【35】

Sunan Nasa'i 1829: Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq] dia berkata: telah memberitakan kepada kami ['Abdurrazzaq] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Tsabit] dari [Anas] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mengambil janji dari kaum wanita ketika membai'at mereka: agar tidak meratapi mayit. Lalu mereka berkata: "Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, ada sekelompok wanita di zaman Jahiliyyah yang saling meratapi -mayit- kami, apakah boleh kami saling meratapi? Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada saling meratapi dalam Islam."

【36】

Sunan Nasa'i 1830: Telah mengabarkan kepada kami ['Amru bin 'Ali] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yahya] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Qatadah] dari [Sa'id bin Al Musayyab] dari [Ibnu 'Umar] dari ['Umar] dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Si mayit akan disiksa dalam kuburnya karena ratapan tangis atas dirinya."

【37】

Sunan Nasa'i 1831: Telah mengabarkan kepada kami [Ibrahim bin Ya'qub] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin Sulaiman] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Husyaim] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Manshur bin Zadzan] dari [Al Hasan] dari ['Imran bin Hushain] dia berkata: "Si mayit akan disiksa karena tangisan keluarganya atas dirinya." Seseorang berkata kepadanya: 'Bagaimana jika ada seseorang yang meninggal di Khurasan lalu keluarganya yang di sini meratapinya, apakah dia juga akan di adzab karena ratapannya tersebut? Dia menjawab: 'Sungguh benar Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam, dan kamu telah berdusta.'

【38】

Sunan Nasa'i 1832: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Adam] dari ['Abdah] dari [Hisyam] dari [bapaknya] dari [Ibnu 'Umar] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: " si mayit akan disiksa karena tangisan keluarganya atas dirinya." Lalu hal itu ditanyakan kepada Aisyah? Ia berkata: "Ia salah atau lupa! Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah melewati kuburan, lalu beliau bersabda: ' Penghuni kuburan ini benar-benar sedang di siksa, dan keluarganya sedang menangisinya'. kemudian Aisyah membaca: 'Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa yang lain.'

【39】

Sunan Nasa'i 1833: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dari [Malik bin Anas] dari ['Abdullah bin Abu Bakr] dari [bapaknya] dari ['Amrah] bahwa ia telah mendengar [Aisyah] -dikatakan kepadanya bahwa Abdullah bin Umar berkata: " si mayit benar-benar akan disiksa karena tangisan orang yang masih hidup atas dirinya."-Aisyah berkata: "Semoga Allah mengampuni Abu Abdurrahman! Sungguh tidaklah ia berdusta, tetapi ia lupa atau melakukan kesalahan! beliau pernah melewati kuburan seorang wanita Yahudi yang sedang di tangisi, lalu beliau bersabda: ' Mereka benar-benar sedang menangisinya dan ia benar-benar sedang di siksa.'

【40】

Sunan Nasa'i 1834: Telah mengabarkan kepada kami ['Abdul Jabbar bin Al 'Ala bin 'Abdul Jabbar] dari [Sufyan] dia berkata: ['Amru bin Dinar] mengisahkannya kepada kami, dia berkata: Aku mendengar [Ibnu Mulaikah] berkata: [Ibnu 'Abbas] berkata: ['Aisyah] berkata: "Hanya saja Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: " Allah -Azza wa Jalla- menambahkan siksa kepada orang kafir karena sebagian tangisan keluarganya atas dirinya'."

【41】

Sunan Nasa'i 1835: Telah mengabarkan kepada kami [Sulaiman bin Manshur Al Balkhi] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdul Jabbar bin Al warad]: Aku mendengar [Ibnu Abu Mulaikah] berkata: setelah Ibnu Aban meninggal dunia, aku datang bersama banyak orang, dan aku duduk diantara Abdullah bin Umar dan Ibnu Abbas, lalu para wanita menangis. [Ibnu Umar] berkata: "Tidakkah engkau melarang mereka untuk menangis? aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: " si mayit benar-benar akan disiksa karena tangisan sebagian keluarganya atas dirinya'. [Ibnu Abbas] berkata: " [Umar] pernah mengatakan sebagian hal itu, -saat itu- aku keluar bersama Umar, hingga tatkala kami berada di Baida, ia melihat rombongan penunggang unta yang berada di bawah pohon, ia berkata: "Lihatlah siapa penunggang unta tersebut?" kemudian aku pergi, -untuk melihatnya- ternyata Shuhaib dengan keluarganya, lalu aku kembali, kemudian kukatakan: "Wahai Amirul Mukminin! Mereka ini adalah Shuhaib dan keluarganya. Ia berkata: "Datanglah Shuhaib kepadaku." Setelah kami masuk ke Madinah Umar tertimpa musibah, lalu Shuhaib duduk disisinya seraya berkata: "Wahai adikku, wahai adikku! Umar berkata: "Wahai Shuhaib, janganlah kamu menangis, aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ' si mayit akan disiksa karena tangisan sebagian keluarganya atas dirinya." Ia berkata: "Lalu aku menuturkan hal itu kepada [Aisyah], ia mengatakan: "Demi Allah! Tidaklah kalian menceritakan hadits ini dari dua orang pendusta yang didustakan, tetapi pendengaran yang salah, di dalam Al-Qur'an benar-benar terdapat sesuatu yang dapat menentramkan bagi kalian, "Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain." Tetapi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: " Allah benar-benar menambahkan siksa terhadap orang kafir karena sebagian tangis keluarganya atas dirinya'."

【42】

Sunan Nasa'i 1836: Telah mengabarkan kepada kami ['Ali bin Hujr] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Isma'il bin Ja'far] dari [Muhammad bin 'Amru bin Halhalah] dari [Muhammad bin 'Amru bin 'Atha] bahwasanya [Salamah bin Al Azraq] berkata: Aku mendengar [Abu Hurairah] berkata: "Telah meninggal seseorang dari keluarga Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam, lalu para wanita berkumpul menangisinya, maka Umar bangkit melarang mereka menangis dan mengusirnya. Kemudian Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda: 'Biarkanlah mereka wahai Umar!, mata mereka mudah mencucurkan air mata, hati mudah bersedih, dan kiamat itu dekat.'

【43】

Sunan Nasa'i 1837: Telah mengabarkan kepada kami ['Ali bin Khasyram] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Isa] dari [Al A'masy]. Demikian juga diriwayatkan dari jalur lain, telah memberitakan kepada kami [Al Hasan bin Isma'il] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ibnu Idris] dari [Al A'masy] dari ['Abdullah bin Murrah] dari [Masruq] dari ['Abdullah] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bukan termasuk golongan kami yang menampar pipi, merobek saku dan berseru dengan seruan Jahiliyyah." Lafazh ini dari Ali. Al Hasan berkata: -Dengan lafazh -.

【44】

Sunan Nasa'i 1838: Telah mengabarkan kepada kami ['Amr bin 'Ali] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Harb] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Auf] dari [Khalid Al Ahdab] dari [Shafwan bin Muhriz] dia berkata: [Abu Musa] pernah jatuh pingsan, kemudian mereka menangisinya, lalu ia berkata: "Aku berlepas diri dari kalian sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berlepas diri dari kami, 'Bukan golongan kami yang mencukur (rambut kepala dan jenggot), merobek (baju) dan meratap -ketika tertimpa musibah-'."

【45】

Sunan Nasa'i 1839: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yahya] dia berkata: [Sufyan] dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Zubaid] dari [Ibrahim] dari [Masruq] dari ['Abdullah] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bukan termasuk golongan kami yang menampar pipi, merobek saku dan berseru dengan seruan Jahiliyyah."

【46】

Sunan Nasa'i 1840: Telah mengabarkan kepada kami [Ahmad bin 'Utsman bin Hakim] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Ja'far bin 'Aun] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu 'Umais] dari [Abu Shakhrah] dari ['Abdurrahman bin Yazid] dan [Abu Burdah] mereka berkata: "Setelah [Abu Musa] merasa berat (akan meninggal dunia), istrinya menemuinya lalu berteriak!" Keduanya berkata lagi: "Kemudian ia sadar", ia lalu berkata: "Bukankah telah kuberitahukan kepadamu bahwa aku berlepas diri dari orang yang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berlepas diri darinya?!" Keduanya berkata: 'Ia menceritakan kepada istrinya bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Aku berlepas diri dari orang yang mencukur (rambut kepala dan jenggot), merobek (saku) dan meratap - ketika tertimpa musibah -'."

【47】

Sunan Nasa'i 1841: Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Manshur] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdurrahman] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Zubaid] dari [Ibrahim] dari [Masruq] dari ['Abdullah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Bukan termasuk golongan kami orang yang menampar pipi, merobek saku dan berseru dengan seruan Jahiliyyah -ketika tertimpa musibah-."

【48】

Sunan Nasa'i 1842: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Muhammad] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Manshur] dari [Ibrahim] dari [Yazid bin Aus] dari [Abu Musa] bahwa Ia pernah jatuh pingsan, kemudian istrinya menangis, setelah sadar, ia berkata kepadanya: "Bukankah telah sampai kepadamu apa yang disabdakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" lalu kami bertanya -hal itu- kepada istrinya. Kemudian ia menjawab, beliau bersabda: "Bukan termasuk golongan kami orang yang meratap, mencukur (rambut kepala dan jenggot) dan merobek (saku) -ketika tertimpa musibah-."

【49】

Sunan Nasa'i 1843: Telah mengabarkan kepada kami ['Abdah bin 'Abdullah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Adam] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Israil] dari [Manshur] dari [Ibrahim] dari [Yazid bin Aus] dari [Ummu 'Abdullah] -istri Abu Musa- dari [Abu Musa] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bukan termasuk golongan kami orang yang mencukur (rambut kepala dan jenggot), merobek (saku) dan meratap -ketika tertimpa musibah-."

【50】

Sunan Nasa'i 1844: Telah mengabarkan kepada kami [Hannad] dari [Abu Mu'awiyah] dari [Al A'masy] dari [Ibrahim] dari [Sahm bin Minjab] dari [Al Qartsa'] dia berkata: "Tatkala [Abu Musa] telah merasa berat (akan meninggal dunia), istrinya berteriak! Maka ia berkata: 'Tidakkah engkau tahu apa yang telah disabdakan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?! ' ia menjawab: 'Ya', kemudian ia diam. Lalu setelah ditanyakan kepadanya, 'Apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?!" ia menjawab, ' Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaknat orang yang mencukur (rambut kepala), meratap atau merobek (saku) -ketika tertimpa musibah-."

【51】

Sunan Nasa'i 1845: Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid bin Nashr] dia berkata: telah memberitakan kepada kami ['Abdullah] dari ['Ashim bin Sulaiman] dari [Abu 'Utsman] dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Usamah bin Zaid] dia berkata: "Putri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengutus seseorang kepada beliau, 'Bahwa anaku telah meninggal dunia, maka datanglah kepada kami! ' lalu beliau mengirim seseorang untuk mengucapkan salam dan mengatakan: " milik Allah apa yang telah ia ambil dan miliknya apa yang telah diberikan, segala sesuatu telah ditentukan ajalnya disisi Allah, maka hendaknya bersabar dan berharap pahala." Lalu ia mengutus seseorang kepada beliau agar bersumpah akan mendatanginya. Kemudian beliau bangkit dan bersamanya Sa'd bin Ubadah, Mu'adz bin Jabal, Ubay bin Ka'b, Zaid bin Tsabit dan beberapa orang laki-laki. Lalu anak kecil itu dibawa ke hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, jiwanya berdetak dan kedua matanya meneteskan air mata. Kemudian Sa'd berkata: "Wahai Rasulullah, apa ini?" beliau bersabda: "Ini adalah rahmat yang Allah tumbuhkan didalam hati hamba-hamba-Nya, Allah mengasihi hamba-hamba-Nya yang berbelas kasih."

【52】

Sunan Nasa'i 1846: Telah mengabarkan kepada kami ['Amru bin 'Ali] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ja'far] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Tsabit] dia berkata: Aku mendengar [Anas] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sabar adalah ketika mendapat tekanan (gejolak, hantaman) pertama kali."

【53】

Sunan Nasa'i 1847: Telah mengabarkan kepada kami ['Amru bin 'Ali] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yahya] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Iyas Mu'awiyah bin Qurrah] dari [bapaknya] radliallahu 'anhu bahwa seseorang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan membawa anaknya, beliau bertanya kepadanya: "Apakah engkau mencintainya?" ia menjawab: Kiranya Allah mencintaimu sebagaimana aku mencintainya. Kemudian hari anak itu meninggal dan ia pun merasa kehilangan. Lantas Ia bertanya tentang keadaan anaknya kepada beliau, lalu beliau bersabda: "Tidaklah engkau ingin mendatangi pintu surga kecuali telah engkau dapatkan anakmu membukanya untukmu."

【54】

Sunan Nasa'i 1848: Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid bin Nashr] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdullah] dia berkata: telah memberitakan kepada kami ['Umar bin Sa'id bin Abu Husain] bahwa [Amru bin Syu'aib] menulis untuk Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Husain yang menyatakan bela sungkawa kepadanya karena anaknya telah meninggal dunia. Dalam tulisan tersebut disebutkan: bahwa ia pernah mendengar [bapaknya] bercerita, dari kakeknya, [Abdullah bin Amru bin Al Ash], ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: " Allah tidak ridha terhadap hamba-Nya yang beriman apabila sahabat karibnya dari penduduk bumi meninggal dunia, -lalu ia bersabar dan mengharap pahala." Beliau bersabda: " memperoleh ganjaran yang diperintahkan baginya selain surga."

【55】

Sunan Nasa'i 1849: Telah mengabarkan kepada kami [Ahmad bin 'Amru bin As Sarh] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ibnu Wahb] telah menceritakan kepadaku ['Amru] dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Bukair bin 'Abdullah] dari ['Imran bin Nafi'] dari [Hafsh bin 'Ubaidullah] dari [Anas] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa berharap pahala dari ketiga anak kandungnya -yang telah meninggal dunia-, maka ia akan masuk surga." Lalu ada seorang wanita berdiri, ia berkata: "Bagaimana dengan dua anak?" beliau bersabda: "Atau dua anak. Wanita itu berkata: "Duhai andai kata aku mengatakan, 'Satu'."

【56】

Sunan Nasa'i 1850: Telah mengabarkan kepada kami [Yusuf bin Hammad] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdul Warits] dari ['Abdul 'Aziz] dari [Anas] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah seorang muslim yang ditinggal mati ketiga anaknya yang belum berusia dewasa, kecuali Allah akan memasukannya ke surga, karena keutamaan rahmat-Nya kepada mereka."

【57】

Sunan Nasa'i 1851: Telah mengabarkan kepada kami [Isma'il bin Mas'ud] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Bisyr bin Al Mufadldlal] dari [Yunus] dari [Al Hasan] dari [Sha'sha'ah bin Mu'awiyah] dia berkata: Aku bertemu dengan [Abu Dzarr], Aku pernah bertemu dengan Abu Dzar, aku lalu berkata: "Sampaikanlah hadits kepadaku?" ia berkata: "Ya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah dua orang muslim meninggal dunia, di antara keduanya ada tiga orang anak (mereka adalah tiga bersaudara) yang belum berusia dewasa, kecuali Allah akan memasukkan keduanya ke surga dengan keutamaan rahmatNya kepada mereka."

【58】

Sunan Nasa'i 1852: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] dari [Malik] dari [Ibnu Syihab] dari [Sa'id] dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidaklah tiga anak milik salah seorang dari kaum Muslimin meninggal dunia, lalu ia tersentuh api neraka, kecuali sebatas melewatinya saja, yang Allah telah bersumpah siapapun akan melewatinya."

【59】

Sunan Nasa'i 1853: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Isma'il bin Ibrahim bin 'Ulayyah] dan ['Abdurrahman bin Muhammad] mereka berkata: telah menceritakan kepada kami [Ishaq Al Azraq] dari ['Auf] dari [Muhammad] dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Tidaklah dua orang muslim meninggal dunia, di antara keduanya ada tiga orang anak (mereka adalah tiga bersaudara) yang belum berusia dewasa, kecuali Allah akan memasukkan keduanya ke surga dengan keutamaan rahmatNya kepada mereka." Beliau bersabda: "Dikatakan kepada mereka: 'Masuklah kalian ke surga', lalu mereka berkata: '-Kami tidak akan masuk- hingga bapak-bapak kami masuk! ' lalu dikatakan: 'Masuklah kalian dan bapak-bapak kalian ke surga'."

【60】

Sunan Nasa'i 1854: Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Jarir] dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Thalq bin Mu'awiyah] dan [Hafsh bin Ghiyats] dia berkata: kakekku [Thalq bin Mu'awiyah] menceritakan kepadaku dari [Abu Zur'ah] dari [Abu Hurairah] dia berkata: Seorang wanita datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan membawa anaknya yang sedang sakit dan mengeluh. Lalu ia berkata: 'Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, aku khawatir terhadapnya, dan sungguh aku telah mempersembahkan tiga anak'. maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Sungguh engkau telah terhalang dengan tabir yang kuat dari api neraka'."

【61】

Sunan Nasa'i 1855: Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Sulaiman bin Harb] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] dari [Ayyub] dari [Humaid bin Hilal] dari [Anas] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengumumkan kematian Zaid dan Ja'far sebelum datang berita mereka, beliau mengumumkan kematian mereka dan beliau meneteskan air mata."

【62】

Sunan Nasa'i 1856: Telah mengabarkan kepada kami [Abu Dawud] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] dia berkata: [bapakku] telah menceritakan kepada kami dari [Shalih] dari [Ibnu Syihab] dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Abu Salamah] dan [Ibnul Musayyab] bahwasanya [Abu Hurairah] mengabarkan kepada keduanya: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengumumkan kematian An-Najasyi, penguasa Habasyah, pada hari wafatnya dan bersabda: "Mintakanlah ampunan untuk saudara kalian."

【63】

Sunan Nasa'i 1857: Telah mengabarkan kepada kami ['Ubaidullah bin Fadhalah bin Ibrahim] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Yazid Al Muqri']. Demikkian juga diriwayatkan dari jalur lain, telah memberitakan kepada kami [Muhammad bin 'Abdullah bin Yazid Al Muqri'] dia berkata: [bapakku] telah menceritakan kepada kami, [Sa'id] berkata: telah menceritakan kepada kami [Rabi'ah bin Saif Al Ma'afiri] dari [Abu 'Abdurrahman Al Hubuli] dari ['Abdullah bin 'Amru] dia berkata: "Ketika kami sedang berjalan bersama Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam, tiba-tiba aku melihat seorang perempuan yang aku tidak menyangka kalau beliau mengenalinya. Tatkala beliau berjalan di tengah tiba-tiba beliau berhenti hingga wanita itu bertemu dengannya. Ternyata wanita itu adalah Fathimah binti Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam. Lalu beliau berkata kepadanya: 'Kenapa kamu keluar dari rumah wahai Fathimah? Fathimah menjawab: 'Aku baru menjenguk keluarga Mayit ini dan aku merasa kasihan terhadap mereka sekaligus berta'ziyah. Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wa Sallam berkata kepadanya: 'Semoga kamu juga menyusul mereka ke kuburan.' Fathimah menjawab: 'Na'udzubillah kalau aku harus menyusul mereka, aku telah mendengar engkau menyebutkan tentang kuburan.' Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Kalau kamu menyusul mereka, kamu tidak akan melihat surga hingga kamu melihat kakek bapakmu.' Abu Abdurrahman berkata: 'Rabi'ah orangnya lemah.'

【64】

Sunan Nasa'i 1858: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dari [Malik] dari [Ayub] dari [Muhammad bin Sirin] bahwasanya [Ummu 'Athiyyah Al Anshariah] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah masuk menemui kami ketika puterinya meninggal dunia, lalu beliau bersabda: "Mandikanlah ia tiga kali, lima kali atau lebih dari itu -jika hal itu kalian pandang perlu- dengan air dan bidara, dan pada bagian terakhir -di campur- dengan kapur barus atau sedikit kapur barus, jika kalian telah selesai, maka beritahulah aku." Setelah kami selesai kami memberitahukan kepada beliau, kemudian beliau memberikan kainnya kepada kami seraya bersabda: "Bungkuslah ia dengan kain ini."

【65】

Sunan Nasa'i 1859: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah bin Sa'id] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari [Yazid bin Abu Habib] dari [Abul Hasan] -budak Ummu Qais bintu Mihshan- dari [Ummu Qais] dia berkata: "Anakku meninggal maka aku sangat bersedih, aku katakan kepada yang memandikannya: 'Jangan kamu mandikan anakku dengan air dingin, karena jika demikan berarti kamu berarti telah membunuhnya. Ukasyah bin Mihsan lalu pergi menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan perkataannya Ummu Qais. Rasulullah pun tersenyum kemudian bersabda: 'Apa yang dikatakannya akan memanjangkan umurnya.' maka kami tidak mengetahui seorang wanita yang lebih panjang umurnya dari dia.'

【66】

Sunan Nasa'i 1860: Telah mengabarkan kepada kami [Yusuf bin Sa'id] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] dari [Ibnu Juraij] dia berkata: [Ayyub] aku mendengar [Hafshah] berkata: telah menceritakan kepada kami [Ummu 'Athiyyah] bahwa para wanita mengepang rambut kepala putri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjadi tiga kepangan. Aku berkata: "Kami mengurainya dan mengepangnya menjadi tiga kepangan?" ia menjawab, "Ya."

【67】

Sunan Nasa'i 1861: Telah mengabarkan kepada kami ['Amr bin Manshur] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Muhammad bin Hanbal] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Isma'il] dari [Khalid] dari [Hafshah] dari [Ummu 'Athiyyah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda tentang memandikan puterinya, "Mulailah dengan bagian-bagian kanan tubuh dan tempat wudlu dari dirinya."

【68】

Sunan Nasa'i 1862: Telah mengabarkan kepada kami ['Amr bin 'Ali] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yahya] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Hafshah] dari [Ummu 'Athiyyah] dia berkata: "Salah seorang puteri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam meninggal dunia, lalu beliau mengutus kami, seraya bersabda: "Mandikanlah ia dengan air dan bidara, dan mandikanlah dengan bilangan ganjil, tiga kali, lima kali atau tujuh kali -jika hal itu kalian anggap perlu-, dan pada terakhir kali dengan sedikit kapur barus, jika kalian telah selesai, maka beritahulah aku." Setelah selesai, kami memberitahu beliau, lalu beliau memberikan kainnya kepada kami seraya bersabda: "Bungkuslah ia dengan kain ini." Kami mengepangnya menjadi tiga kepangan dan kami letakkan di belakangnya."

【69】

Sunan Nasa'i 1863: Telah mengabarkan kepada kami [Isma'il bin Mas'ud] dari [Yazid] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari [Muhammad bin Sirin] dari [Ummu 'Athiyyah] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam masuk menemui kami yang waktu itu kami sedang memandikan puterinya, lalu beliau bersabda: "Mandikanlah ia tiga kali, lima kali atau lebih dari itu -jika hal itu kalian pandang perlu- dengan air dan daun bidara, dan pada bagian terakhir kali dengan kapur barus atau sedikit kapur barus, jika kalian telah selesai, maka beritahulah aku." Setelah kami selesai, kami memberitahukan beliau, kemudian beliau memberikan kainnya kepada kami seraya bersabda: "Bungkuslah ia dengan kain ini."

【70】

Sunan Nasa'i 1864: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Hammad] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari [Muhammad] dari [Ummu 'Athiyyah] dia berkata: "Salah seorang puteri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam meninggal dunia, lalu beliau mengutus kami, lalu beliau bersabda: "Mandikanlah ia tiga kali, lima kali atau lebih dari itu -jika hal itu kalian pandang perlu- dengan air dan daun bidara, dan pada bagian terakhir kali dengan kapur barus atau sedikit kapur barus, jika kalian telah selesai, maka beritahulah aku." Setelah kami selesai, kami memberitahukan beliau, kemudian beliau memberikan kainnya kepada kami seraya bersabda: "Bungkuslah ia dengan kain ini." Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Ayyub] dari [Hafshah] dari [Ummu 'Athiyyah] sebagaimana Hadits diatas, namun berbeda pada kalimat, "Mandikanlah ia tiga kali, lima kali, atau lebih dari itu -jika hal itu kalian pandang perlu." Dengan menambahkan tujuh kali.

【71】

Sunan Nasa'i 1865: Telah mengabarkan kepada kami [Isma'il bin Mas'ud] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Bisyr] dari [Salamah bin 'Alqamah] dari [Muhammad] dari [sebagian saudaranya] dari [Ummu 'Athiyyah] dia berkata: Salah seorang puteri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam meninggal dunia, lalu beliau menyuruh kami untuk memandikannya, beliau bersabda: "Mandikanlah ia tiga kali, lima kali, tujuh kali atau lebih dari itu -jika hal itu kalian pandang perlu- Aku berkata: 'Dengan bilangannya yang ganjil?, beliau menjawab: Ya. Beliau melanjutkan: Dan hendaklah pada bagian terakhir kali dengan kapur barus atau sedikit kapur barus, jika kalian telah selesai, maka beritahulah aku." Setelah kami selesai, kami memberitahukan beliau, kemudian beliau memberikan kainnya kepada kami seraya bersabda: "Bungkuslah ia dengan kain ini."

【72】

Sunan Nasa'i 1866: Telah mengabarkan kepada kami ['Amru bin Zurarah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Isma'il] dari [Ayyub] dari [Muhammad] dari [Ummu 'Athiyyah] dia berkata: "Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam menemui kami yang waktu itu kami sedang memandikan putrinya, lalu beliau bersabda: "Mandikanlah ia tiga kali, lima kali atau lebih dari itu -jika hal itu kalian pandang perlu- dengan air dan daun bidara, dan pada bagian terakhir kali dengan kapur barus atau sedikit kapur barus, jika kalian telah selesai, maka beritahulah aku." Setelah kami selesai, kami memberitahukan beliau, kemudian beliau memberikan kainnya kepada kami seraya bersabda: "Bungkuslah ia dengan kain ini." Ummu 'Athiyyah berkata: 'Mandikanlah ia tiga kali, lima kali, atau tujuh kali. Dan Ummu 'Athiyyah berkata: 'kami mengepangnya dengan tiga kepangan.' Telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Manshur dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Sufyan dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Muhammad dia berkata: Telah mengabarkan kepadaku Hafshah dari Ummu 'Athiyyah dia berkata: 'Kami menjadikan rambut kepalanya tiga kepangan. Telah mengabarkan kepada kami Qutaibah bin Sa'id dia berkata: telah menceritakan kepada kami Hammad dari Ayyub dan Hafshah berkata: dari Ummu Athiyyah: 'Kami menjadikan rambut kepalanya menjadi tiga kepangan.'

【73】

Sunan Nasa'i 1867: Telah mengabarkan kepada kami [Yusuf bin Sa'id] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] dari [Ibnu Juraij] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Ayyub bin Abu Tamimah] bahwasanya ia mendengar [Muhammad bin Sirin] berkata: bahwasanya [Ummu 'Athiyyah] -seorang wanita Anshar- datang hendak menyusul anaknya, tetapi tidak mendapatkannya! Ia telah menceritakan kepada kami seraya berkata: 'Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam masuk menemui kami pada saat kami memandikan puterinya, lalu bersabda: "Mandikanlah ia tiga kali, lima kali atau lebih dari itu -jika hal itu kalian pandang perlu- dengan air dan daun bidara, dan pada bagian terakhir kali dengan kapur barus atau sedikit kapur barus, jika kalian telah selesai, maka beritahulah aku." Setelah kami selesai kami memberitahukan beliau, kemudian beliau memberikan kainnya kepada kami seraya bersabda: "Bungkuslah ia dengan kain ini.' Dan tidak lebih dari itu." Muhammad bin Sirrin berkata: "Aku tidak mengetahui putri beliau yang mana?" ia berkata: "Aku bertanya, 'Apa maksud sabda beliau: 'Bungkuslah ia dengan kain ini? Apakah ia diberi pakaian bawah dengan kain tersebut? '." Ia menjawab, "Aku tidak mengetahuinya kecuali beliau hanya bersabda: "Balutlah ia dengan kain ini."

【74】

Sunan Nasa'i 1868: Telah mengabarkan kepada kami [Syu'aib bin Yusuf An Nasaa'i] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yazid] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ibnu 'Aun] dari [Muhammad] dari [Ummu 'Athiyyah] dia berkata: "Salah seorang putri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam meninggal dunia, lalu beliau bersabda: "Mandikanlah ia tiga kali, lima kali atau lebih dari itu -jika hal itu kalian pandang perlu- dengan air dan daun bidara, dan pada bagian terakhir kali dengan kapur barus atau sedikit kapur barus, jika kalian telah selesai, maka beritahulah aku." Ummu Abu Athahiyyah berkata: Setelah selesai kami memberitahukan beliau, lalu beliau memberikan kainnya kepada kami seraya bersabda: "Bungkuslah ia dengan kain ini."

【75】

Sunan Nasa'i 1869: Telah mengabarkan kepada kami ['Abdurrahman bin Khalid Ar Raqqi Al Qaththan] dan [Yusuf bin Sa'id] -dan lafadz ini miliknya- dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Hajjaj] dari [Ibnu Juraij] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Abu Az Zubair] bahwasanya ia mendengar [Jabir] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkhutbah, beliau menyebutkan salah seorang dari sahabatnya yang meninggal, lalu dikubur pada malam hari dan dikafani dengan kain kafan yang tidak besar, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mencegah seseorang di kubur di malam hari, kecuali jika mendesak. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apabila salah seorang di antara kalian mengurusi saudaranya (yang meninggal), maka hendaknya ia membaguskan kain kafannya'."

【76】

Sunan Nasa'i 1870: Telah mengabarkan kepada kami ['Amr bin 'Ali] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dia berkata: aku mendengar [Sa'id bin Abu 'Arubah] menceritakan dari [Ayyub] dari [Abu Qibalah] dari [Abul Muhallab] dari [Samurah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Pakailah baju kalian yang berwarna putih, karena itu lebih suci dan lebih baik, dan kafanilah orang-orang yang meninggal diantara kalian dengan kain tersebut."

【77】

Sunan Nasa'i 1871: Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq] dia berkata: telah memberitakan kepada kami ['Abdurrazzaq] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari ['Urwah] dari ['Aisyah] dia berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dikafani dengan tiga lembar kain putih yang terbuat dari katun."

【78】

Sunan Nasa'i 1872: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dari [Malik] dari [Hisyam bin 'Urwah] dari [bapaknya] dari ['Aisyah] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dikafani dengan tiga lembar kain putih yang terbuat dari katun, tanpa ada baju dan serban."

【79】

Sunan Nasa'i 1873: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Hafsh] dari [Hisyam] dari [bapaknya] dari ['Aisyah] dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dikafani dengan tiga lembar kain putih buatan Yaman berbahan dari katun, tanpa ada baju dan serban." Lalu perkataan mereka disebutkan kepada Aisyah, "(dengan dua kain dan satu kain dari katun bermotif dari Yaman!) " ia berkata: "kain katun dengan motif itu telah dibawakan, namun mereka menolaknya dan mereka tidak mengkafani beliau dengan kain itu."

【80】

Sunan Nasa'i 1874: Telah mengabarkan kepada kami ['Amru bin 'Ali] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yahya] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Ubaidullah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Nafi'] dari ['Abdullah bin 'Umar] dia berkata: Setelah Abdullah bin Ubai meninggal dunia, anaknya datang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu ia berkata: 'Berikanlah baju engkau kepadaku hingga aku mengkafaninya dengan baju itu, shalatkanlah ia dan mintalah ampunan untuknya!"lalu beliau memberikan bajunya kepada anak tersebut. Kemudian beliau bersabda: "Jika kalian telah selesai, beritahulah aku, aku akan menshalatkannya. Lalu Umar menariknya seraya berkata: 'Sungguh Allah telah melarang engkau untuk menshalatkan orang-orang munafik'. Maka beliau bersabda: "Aku berada diantara dua pilihan 'mintalah ampunan untuk mereka atau engkau tidak meminta ampunan untuk mereka', maka beliau menshalatkannya. Kemudian Allah Ta'ala menurunkan ayat, Dan janganlah kamu sekali-kali menshalatkan (jenazah) seorang yang mati diantara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya'. maka beliaupun akhirnya tidak lagi menshalatkan mereka."

【81】

Sunan Nasa'i 1875: Telah mengabarkan kepada kami ['Abdul Jabbar bin Al 'Ala bin 'Abdul Jabbar] dari [Sufyan] dari ['Amru] dia berkata: Aku mendengar [Jabir] berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mendatangi kuburan Abdullah bin Ubai -sementara ia telah diletakkan didekat lahadnya- lalu beliau berdiri di sampingnya, beliau kemudian menyuruh untuk mengeluarkannya, lalu diletakkan diatas lututnya, beliau kemudian memakaikan bajunya dan meniup sedikit air liurnya." Wallahhu Ta'ala A'lam.

【82】

Sunan Nasa'i 1876: Telah mengabarkan kepada kami ['Abdullah bin Muhammad bin 'Abdurrahman Az Zuhri Al Bashri] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Amr], dia mendengar [Jabir] berkata: ketika itu Abbas berada di Madinah, orang-orang Anshar meminta pakaian agar dipakai olehnya, namun mereka tidak mendapatkan pakaian yang cocok untuknya kecuali pakaian Abdullah bin Ubay maka mereka pun memakaikannya.

【83】

Sunan Nasa'i 1877: Telah mengabarkan kepada kami ['Ubaidullah bin Sa'id] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Al A'masy]. Demikian juga diriwayatkan dari jalur lain, telah mengabarkan kepada kami [Isma'il bin Mas'ud] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id Al Qaththan] dia berkata: Aku mendengar [Al A'masy] dia berkata: Aku mendengar [Syaqiq] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Khabbab] dia berkata: "kami berhijrah bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan mengharap ridla Allah ta'ala, maka Allah akan memberi ganjaran kepada kami, diantara kami ada yang meninggal dan belum mendapatkan ganjaran sedikitpun, diantaranya adalah Mush'ab bin Umair yang terbunuh pada perang Uhud, dan kami tidak mendapatkan sesuatu untuk mengkafaninya kecuali sepotong kain: jika kami menutup kepalanya, kedua kakinya keluar dari kain (terlihat) dan jika kami menutup kakinya, kepalanya keluar dari kain (terlihat). Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh kami untuk menutup kepalanya dengan kain tersebut dan menutup kakinya dengan idzkhir (rumput-rumputan berbau harum: penerj). Juga diantara kami ada yang memliki buah yang sudah masak dan ia memetiknya." Lafazh ini dari Ismail.

【84】

Sunan Nasa'i 1878: Telah mengabarkan kepada kami ['Utbah bin 'Abdullah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Nafi'] dari ['Amru bin Dinar] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu 'Abbas] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Mandikanlah orang yang berihram itu dengan dua pakaian yang ia kenakan untuk berihram dan mandikanlah ia dengan air dan daun bidara, kafanilah ia dengan dua kainnya, janganlah diberi wangi-wangian (parfum) dan jangan ditutup kepalanya, karena kelak ia akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan berihram."

【85】

Sunan Nasa'i 1879: Telah mengabarkan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Dawud] dan [Syababah] mereka berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Khulaid bin Ja'far] dia mendengar [Abu Nadlrah] dari [Abu Sa'id] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Parfum yang paling harum adalah misik."

【86】

Sunan Nasa'i 1880: Telah mengabarkan kepada kami ['Ali bin Al Husain Ad Dirhami] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Umayyah bin Khalid] dari [Al Mustamir bin Ar Rayyan] dari [Abu Nadlrah] dari [Abu Sa'id] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Diantara parfum kalian yang paling wangi adalah misik."

【87】

Sunan Nasa'i 1881: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dalam haditsnya dari [Malik] dari [Ibnu Syihab] dari [Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif] bahwasanya ia mengabarkan kepadanya bahwa seorang wanita miskin sakit, lalu hal itu dikabarkan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa mengunjungi para fakir miskin serta bertanya tentang keadaan mereka. kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika ia meninggal dunia maka beritahulah aku". Lalu jenazah wanita itu dikeluarkan di malam hari, dan mereka tidak ingin membangunkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam (karena takut mengganggu). Pada pagi harinya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam diberitahukan tentang sesuatu yang terjadi pada wanita itu. Maka beliau bersabda: "Bukankah aku telah menyuruh kalian untuk memberitahukan kepadaku tentangnya?" mereka menjawab: "Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kami tidak ingin membangunkan engkau di malam hari". Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam keluar hingga orang-orang berbaris bersama beliau di atas kuburannya dan beliau bertakbir empat kali (shalat jenazah)."

【88】

Sunan Nasa'i 1882: Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid bin Nashr] dia berkata: telah memberitakan kepada kami ['Abdullah] dari [Ibnu Abu Dzi'b] dari [Sa'id Al Maqburi] dari ['Abdurrahman bin Mihran] bahwasanya [Abu Hurairah] dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika jenazah orang shalih diletakkan di atas keranda, ia akan mengatakan, "Segerakanlah aku, Segerakanlah aku! Jika jenazah itu -orang jelek- telah di letakan, ia akan mengatakan, 'celakalah aku! Kemanakah kalian akan membawaku? '."

【89】

Sunan Nasa'i 1883: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari [Sa'id bin Abu Sa'id] dari [bapaknya] bahwasanya ia mendengar [Abu Sa'id Al Khudri] dia berkata: "Jika jenazah telah diletakkan, maka orang-orang membawanya diatas pundak-pundak mereka. Jika orang baik maka akan berkata: "Segeralah aku, Segeralah aku! Jika jenazah itu bukan orang shalih ia akan mengatakan, 'celakalah aku! Kemanakah kalian akan membawanya?! ' segala sesuatu akan mendengar suaranya kecuali manusia! andaikata manusia mendengarnya, pasti akan pingsan."

【90】

Sunan Nasa'i 1884: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az Zuhri] dari [Sa'id] dari [Abu Hurairah] haditsnya telah sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Bergegaslah dalam membawa jenazah -menuju kuburan-, jika jenazahnya orang shalih maka menyegerakannya itu lebih baik. Namun jika bukan orang shalih, maka sungguh buruk jika kalian meletakkannya di pundak kalian."

【91】

Sunan Nasa'i 1885: Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdullah] dari [Yunus] dari [Az Zuhri] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Umamah bin Sahl] bahwasanya [Abu Hurairah] berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Bergegaslah dalam membawa jenazah -menuju kuburan-, jika jenazahnya orang shalih maka menyegerakannya itu lebih baik. Namun jika bukan orang shalih, maka sungguh buruk jika kalian meletakkannya di pundak kalian."

【92】

Sunan Nasa'i 1886: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin 'Abdul A'la] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Khalid] dia berkata: telah memberitakan kepada kami ['Uyainah bin 'Abdurrahman bin Yunus] dia berkata: [bapakku] telah menceritakan kepadaku, dia berkata: "Aku menyaksikan jenazah Abdurrahman bin Sammurah, dan Ziyad keluar berjalan di depan keranda, lalu orang-orang dari keluarga Abdurrahman dan budak-budak mereka segera menyambut keranda tersebut dengan berjalan kaki. Mereka berkata: "Pelan-pelan semoga Allah memberkati kalian." Lalu mereka berjalan perlahan-lahan, hingga ketika kami berada di dalam Mirbad, kami bertemu dengan [Abu Bakrah] sedang berada di atas bighal (kuda kecil). Setelah melihat apa yang mereka perbuat, ia membawa mereka di atas bighalnya dan mengulurkan cambuknya untuk manuntun mereka seraya berkata: 'Minggirlah, demi Dzat yang telah memulyakan wajah Abul Qasim shallallahu 'alaihi wa sallam, aku mendapatkan kami bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan kami hampir membawanya (jenazah) dengan cepat.' Maka orang-orang pun bergembira."

【93】

Sunan Nasa'i 1887: Telah mengabarkan kepada kami ['Ali bin Hujr] dari [Isma'il] dan [Husyaim] dari ['Uyainah bin 'Abdurrahman] dari [bapaknya] dari [Abu Bakrah] dia berkata: "Sungguh aku telah melihat kami bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan saat itu kami hampir berjalan cepat dengan -membawa- jenazah." Lafazh ini dari Hadits Husyaim.

【94】

Sunan Nasa'i 1888: Telah mengabarkan kepada kami [Yahya bin Durusta] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Isma'il] dari [Yahya] bahwasanya [Abu Salamah] menceritakan kepadanya dari [Abu Sa'id] bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika sebuah jenazah melewati kalian maka berdirilah, barangsiapa yang mengikutinya janganlah ia duduk hingga jenazah itu dikuburkan."

【95】

Sunan Nasa'i 1889: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari [Nafi'] dari [Ibnu 'Umar] dari ['Amir bin Rabi'ah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Jika salah seorang di antara kalian melihat jenazah dan tidak mengiringinya, hendaknya berdiri hingga jenazah melewatinya atau jenazah diletakkan sebelum melewatinya."

【96】

Sunan Nasa'i 1890: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari [Ibnu Syihab] dari [Salim] dari [bapaknya] dari ['Amir bin Rabi'ah Al 'Adawi] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda: "Jika kalian melihat jenazah, berdirilah hingga jenazah melewati kalian atau jenazah diletakkan."

【97】

Sunan Nasa'i 1891: Telah mengabarkan kepada kami ['Ali bin Hujr] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Isma'il] dari [Hisyam]. Demikian juga diriwayatkan dari jalur lain, telah mengabarkan kepada kami [Isma'il bin Mas'ud] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Khalid] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [Yahya] dari [Abu Salamah] dari [Abu Sa'id] dia berkata: "Jika kalian melihat jenazah, berdirilah, barang siapa yang mengikutinya, maka janganlah ia duduk sampai jenazah diletakkan."

【98】

Sunan Nasa'i 1892: Telah mengabarkan kepada kami [Yusuf bin Sa'id] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] dari [Ibnu Juraij] dari [Ibnu 'Ajlan] dari [Sa'id] dari [Abu Hurairah] dan [Abu Sa'id] mereka berkata: "Tidaklah kami melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyaksikan jenazah kemudian duduk, hingga jenazah tersebut di letakkan."

【99】

Sunan Nasa'i 1893: Telah mengabarkan kepada kami ['Amru bin 'Ali] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Zakaria] dari [Asy Sya'bi] dia berkata: [Abu Sa'id] berkata: 'Demikian juga diriwayatkan dari jalur lain, telah mengabarkan kepada kami [Ibrahim bin Ya'qub bin Ishaq] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Zaid Sa'id bin Ar Rabi'] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Abdullah bin Abu As Safar] dia berkata: Aku mendengar [Asy Sya'bi] menceritakan dari [Abu Sa'id] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah melewati jenazah, beliau lalu berdiri. Amru berkata: "Bahwa satu jenazah -diusung- lewat di hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu beliau berdiri."

【100】

Sunan Nasa'i 1894: Telah mengabarkan kepadaku [Ayyub bin Muhammad Al Wazzan] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Marwan] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Utsman bin Hakim] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Kharijah bin Zaid bin Tsabit] dari pamannya [Yazid bin Tsabit] bahwa ketika mereka duduk bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, ada jenazah muncul (melewatinya), maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri dan orang-orang yang bersamanya pun ikut berdiri. Mereka terus berdiri hingga jenazah itu lewat."

【101】

Sunan Nasa'i 1895: Telah mengabarkan kepada kami [Isma'il bin Mas'ud] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Khalid] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Amru bin Murrah] dari ['Abdurrahman bin Abu Laila] dia berkata: [Sahl bin Hunaif] dan [Qais bin Sa'd bin 'Ubadah] berada di Qadisiyyah, lalu sebuah jenazah melewati mereka, kemudian keduanya berdiri, lalu dikatakan kepada mereka berdua ia adalah penduduk asli. keduanya berkata: telah melewati sebuah jenazah di depan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu beliau berdiri dan dikatakan kepada beliau bahwa ia adalah seorang Yahudi kemudian beliau bersabda: "Bukankah ia juga orang?."

【102】

Sunan Nasa'i 1896: Telah mengabarkan kepada kami ['Ali bin Hujr] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Isma'il] dari [Hisyam]. Demikian juga diriwayatkan dari jalur lain, dan telah mengabarkan kepada kami [Isma'il bin Mas'ud] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Khalid] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari ['Ubaidullah bin Miqsam] dari [Jabir bin 'Abdullah] dia berkata: "Sebuah jenazah lewat didepan kami lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri dan kami berdiri bersama beliau, aku berkata: 'Ya Rasulullah ia adalah jenazah seorang wanita Yahudi.' Beliau bersabda: " Sungguh kematian membawa ketakutan, jika kalian melihat jenazah maka berdirilah." Lafazh ini dari Khalid.

【103】

Sunan Nasa'i 1897: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Manshur] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ibnu Abu Najih] dari [Mujahid] dari [Abu Ma'mar] dia berkata: "Kami pernah berada di tempat [Ali], lalu ada jenazah lewat di hadapannya, maka mereka berdiri demi jenazah tersebut, lalu Ali bertanya: 'Apa ini?' mereka menjawab: 'Urusan Abu Musa.' Ia berkata: 'Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri karena ada jenazah seorang Yahudi dan setelah itu beliau tidak melakukan lagi.'"

【104】

Sunan Nasa'i 1898: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Ayyub] dari [Muhammad]: bahwasanya sebuah jenazah -diusung- lewat di hadapan [Hasan bin Ali] dan [Ibnu Abbas], lalu Hasan berdiri dan Ibnu Abbas tidak berdiri, kemudian Hasan berkata: "Bukankah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri untuk jenazah seorang wanita Yahudi?!" Ibnu Abbas berkata: "Benar, kemudian beliau duduk."

【105】

Sunan Nasa'i 1899: Telah mengabarkan kepada kami [Ya'qub bin Ibrahim] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Husyaim] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Manshur] dari [Ibnu Sirin] dia berkata: "Ada jenazah diusung melewati [Al Hasan bin Ali] dan [Ibnu Abbas], lalu Al Hasan berdiri namun Ibnu Abbas tidak berdiri, Maka Al Hasan bertanya kepada Ibnu Abbas: 'Bukankah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri karena ada jenazah?' Ibnu Abbas berkata: 'Beliau berdiri untuknya, kemudian duduk.'

【106】

Sunan Nasa'i 1900: Telah mengabarkan kepada kami [Ya'qub bin Ibrahim] dari [Ibnu 'Ulayyah] dari [Sulaiman At Taimi] dari [Abu Mijlaz] dari [Ibnu 'Abbas] dan [Al Hasan bin 'Ali], ada jenazah -diusung- lewat dihadapan mereka berdua, lalu salah satu dari keduanya berdiri dan yang lain duduk. Orang yang berdiri berkata: "Demi Allah! Sungguh aku mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri!" Orang yang duduk berkata kepadanya: "Sungguh aku mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam duduk."

【107】

Sunan Nasa'i 1901: Telah mengabarkan kepada kami [Ibrahim bin Harun Al Balkhi] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Hatim] dari [Ja'far bin Muhammad] dari [Bapaknya] bahwasanya [Al Hasan bin 'Ali] sedang duduk, lalu ada jenazah -diusung- melewatinya, orang-orang berdiri hingga jenazah itu lewat. Lalu Al Hasan berkata: "Jenazah seorang Yahudi diusung, sementara Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sedang duduk di jalan yang dilewatinya, beliau tidak senang ada jenazah seorang yahudi berada di atas kepalanya, lalu beliau berdiri!"

【108】

Sunan Nasa'i 1902: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Rafi'] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdurrazzaq] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Ibnu Juraij] dia berkata: Telah mengabarkan kepadaku [Abu Az Zubair] bahwasanya ia mendengar [Jabir] berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri karena ada jenazah seorang Yahudi yang diusung melewati beliau hingga jenazah tersebut tidak terlihat." dan juga telah mengabarkan kepadaku Abu Zubair, bahwa dia mendengar Jabir Radiyallahu'anhu berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat Beliau berdiri karena ada jenazah seorang Yahudi hingga jenazah tersebut tidak terlihat."

【109】

Sunan Nasa'i 1903: Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [An Nadhr] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Salamah] dari [Qatadah] dari [Anas] bahwa ada jenazah diusung melewati Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau berdiri, lalu dikatakan: "Jenazah itu adalah seorang yahudi? beliau bersabda: "kami berdiri karena ada malaikat."

【110】

Sunan Nasa'i 1904: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dari [Malik] dari [Muhammad bin 'Amr bin Halhalah] dari [Ma'bad bin Ka'b bin Malik] dari [Abu Qatadah bin Rib'i] ia bercerita bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah dilewati jenazah, beliau kemudian bersabda: "Dia beristirahat dan sesuatu diistirahatkan darinya." Lalu mereka bertanya: "apa yang dimaksud dengan 'dia beristirahat' dan apa yang dimaksud dengan 'diistirahatkan darinya?' beliau bersabda: "Seorang hamba yang beriman beristirahat dari penderitaan dunia dan penganiayaannya, sedangkan seorang hamba yang Fajir (banyak berbuat dosa), membuat para hamba, negeri, pohon dan binatang beristirahat darinya (kejahatannya)."

【111】

Sunan Nasa'i 1905: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Wahb bin Abu Karimah Al Harrani] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Salamah Al Harrani] dari [Abu 'Abdurrahim]: telah menceritakan kepadaku [Zaid] dari [Wahb bin Kaisan] dari [Ma'bad bin Ka'b] dari [Abu Qatadah] dia berkata: "Kami pernah duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, tiba-tiba ada jenazah yang sedang diusung muncul, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Dia beristirahat dan sesuatu diistirahatkan darinya. Jika seorang mukmin meninggal dunia, ia beristirahat dari beban berat dunia, penderitaan dan penganiayaannya, dan jika seorang yang fajir meninggal dunia, maka para hamba, negeri, pohon dan binatang diistirahatkan darinya (kejahatannya)."

【112】

Sunan Nasa'i 1906: Telah mengabarkan kepadaku [Ziyad bin Ayyub] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Isma'il] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdul 'Aziz] dari [Anas] dia berkata: "Ada jenazah di usung, lalu jenazah tersebut dipuji dengan kebaikan. Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Wajib." Dan ada jenazah yang lain sedang diusung, lalu jenazah itu dikecam dengan keburukan, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Wajib." Umar kemudian berkata: "Demi bapak dan ibuku sebagai tebusannya! Ada jenazah diusung, lalu jenazah tersebut dipuji dengan kebaikan, kemudian engkau bersabda: "Wajib." dan ada jenazah diusung, lalu jenazah tersebut dikecam dengan keburukan, kemudian engkau bersabda: "Wajib." beliau bersabda: "Barang siapa yang kalian puji dengan kebaikan, wajib baginya surga dan barang siapa yang kalian kecam dengan keburukan, wajib baginya neraka. Kalian adalah saksi Allah di bumi."

【113】

Sunan Nasa'i 1907: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Abdul Malik] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dia berkata: Aku mendengar [Ibrahim bin 'Amir] -dan kakeknya Umayyah bin Khalaf- berkata: Aku mendengar ['Amir bin Sa'd] dari [Abu Hurairah] dia berkata: "Ada jenazah -diusung- melewati Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu mereka memujinya dengan kebaikan! Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Wajib." kemudian ada jenazah lain yang -di usung- melewati beliau, lalu mereka mengacamnya dengan keburukan, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Wajib." lalu mereka berkata: "Wahai Rasulullah perkataan engkau kepada yang pertama dan yang lainnya adalah "Wajib"? Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Malaikat adalah saksi Allah di langit dan kalian adalah saksi Allah di bumi."

【114】

Sunan Nasa'i 1908: Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin 'Abdul Malik] dan ['Abdullah bin Yazid] mereka berkata: telah menceritakan kepada kami [Dawud bin Abul Furat] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Buraidah] dari [Abul Aswad Ad Daili] dia berkata: Aku datang ke madinah, lalu aku duduk di hadapan [Umar Al Khattab], kemudian ada jenazah diusung -lewat- di hadapannya dan jenazah itu dipuji dengan kebaikan, Umar lalu berkata: "Wajib". Kemudian ada jenazah lain yang di usung -lewat- di hadapannya dan jenazah itu dikecam dengan keburukan, umar lalu berkata: "Wajib." Kemudian ada jenazah ketiga -diusung- lewat di hadapannya dan jenazah tersebut dicekam dengan keburukan, Umar lalu berkata: "Wajib." Aku bertanya, "Apa yang wajib, wahai amirul mukminin?" ia menjawab, "Aku mengatakan sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Orang muslim mana saja yang disaksikan untuk dirinya oleh empat orang, dan mereka mengatakan kebaikan, Allah akan memasukannya ke dalam surga, " kami berkata: "Atau tiga." Beliau bersabda: "Atau tiga." Kami berkata: "Atau dua." Beliau bersabda: "Atau dua."

【115】

Sunan Nasa'i 1909: Telah mengabarkan kepada kami [Ibrahim bin Ya'qub] dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Ahmad bin Ishaq] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Wuhaib] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Manshur bin 'Abdurrahman] dari [ibunya] dari ['Aisyah] dia berkata: "Kejelekan seorang yang telah meninggal dunia pernah disebutkan di hadapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Janganlah kalian menyebutkan orang-orang yang telah meninggal dunia di antara kalian kecuali dengan kebaikan."

【116】

Sunan Nasa'i 1910: Telah mengabarkan kepada kami [Humaid bin Mas'adah] dari [Bisyr bin Al Mufadldlal] dari [Syu'bah] dari [Sulaiman Al A'masy] dari [Mujahid] dari ['Aisyah] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah kalian mencela orang-orang yang telah meninggal dunia, karena mereka telah sampai kepada apa yang mereka lakukan (pembalasan amal)."

【117】

Sunan Nasa'i 1911: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Abdullah bin Abu Bakr] dia berkata: Aku mendengar [Anas bin Malik] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tiga hal yang akan menyertai mayit: Keluarganya, hartanya dan amal perbuatannya, lalu yang dua kembali yaitu keluarganya dan hartanya, dan satu yang tetap bersamanya, yaitu amal perbuatannya."

【118】

Sunan Nasa'i 1912: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Musa] dari [Sa'id bin Abu Sa'id] dari [Abu Hurairah] Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Hak orang mukmin terhadap mukmin yang lainnya ada enam hal: menjenguknya jika ia sakit, menyaksikannya jika ia meninggal dunia, memenuhi panggilannya jika ia mengundang, mengucapkan salam kepadanya jika bertemu, mendo'akannya jika ia bersin dan menasehatinya jika ia tidak nampak atau hadir."

【119】

Sunan Nasa'i 1913: Telah mengabarkan kepada kami [Sulaiman bin Manshur Al Balkhi] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Abul Ahwash]. Demikian juga diriwayatkan dari jalur lain, dan telah memberitakan kepada kami [Hannad bin As Sari] dalam haditsnya dari [Abul Ahwash] dari [Asy'ats] dari [Mu'awiyah bin Suwaid]: berkata [Hannad]: berkata [Al Barra' bin 'Azib]: dan berkata [Sulaiman] dari [Al Barra' bin 'Azib] dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kita untuk melakukan tujuh hal dan melarang kita dari tujuh hal: menyuruh kita untuk menjenguk orang-orang sakit, mendo'akan yang bersin, melaksanakan sesuai sumpah, memenuhi undangan serta mengikuti jenazah, dan melarang kita dari cincin yang terbuat dari emas, tempat minum yang terbuat dari perak, pelana yang terbuat dari sutra, Qasiyyah (pakaian bergaris yang ada sutranya), Istabrq (sutra tebal), sutra tipis, dan diybaj (pakaian yang serat kainnya terbuat dari sutra)."

【120】

Sunan Nasa'i 1914: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abtsar] dari [Burd] -saudara Yazid bin Abu Ziyad- dari [Al Musayyab bin Rafi'] dia berkata: aku mendengar [Al Barra' bin 'Azib] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang mengiringi jenazah hingga menshalatkannya, baginya pahala satu qirath, dan barangsiapa yang berjalan bersama jenazah hingga dikuburkan, baginya pahala dua qirah dan satu qirah seperti gunung Uhud."

【121】

Sunan Nasa'i 1915: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin 'Abdul A'la] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Khalid] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Asy'ats] dari [Al Hasan] dari ['Abdullah bin Al Mughaffal] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang mengantar jenazah hingga selesai penguburannya ia mendapatkan dua qirath, namun jika ia kembali sebelum selesai dari penguburannya ia mendapatkan satu qirath."

【122】

Sunan Nasa'i 1916: Telah mengabarkan kepada kami [Ziyad bin Ayyub] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdul Wahid bin Washil] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin 'Ubaidullah] -dan juga saudaranya yakni [Al Mughirah] - dari [Ziyad bin Jubair] dari [bapaknya] dari [Al Mughirah bin Syu'bah] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Orang yang menaiki kendaraan ia di belakang jenazah, sedangkan orang yang berjalan ia di tempat mana saja yang ia kehendaki, dan anak kecil di shalatkan -jika meninggal dunia-."

【123】

Sunan Nasa'i 1917: Telah mengabarkan kepadaku [Ahmad bin Bakkar Al Harrani] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Bisyr bin As Sari] dari [Sa'id Ats Tsaqafi] dari pamannya [Ziyad bin Jubair bin Hayyah] dari [bapaknya] dari [Al Mughirah bin Syu'bah] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Orang yang menaiki kendaraan ia di belakang jenazah, sedangkan orang yang berjalan ia di tempat mana saja yang ia kehendaki, dan anak kecil di shalatkan -jika meninggal dunia-."

【124】

Sunan Nasa'i 1918: Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] dan ['Ali bin Hujr] dan [Qutaibah] dari [Sufyan] dari [Az Zuhri] dari [Salim] dari [bapaknya] bahwasanya ia melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, Abu Bakar dan Umar Radliallahu'anhuma berjalan di depan jenazah.

【125】

Sunan Nasa'i 1919: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin 'Abdullah bin Yazid] dia berkata: [bapakku] telah menceritakan kepada kami, dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Hammam] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dan [Manshur] dan [Ziyad] dan [Bakr bin Wail], mereka menyebutkan bahwasanya mereka mendengar dari [Az Zuhri] bercerita, [Salim] telah mengabarkan kepadanya, [Bapaknya] telah mengabarkan kepadanya bahwa ia melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, Abu Bakar, Umar dan Utsman berjalan di depan jenazah. Hanya Bakr saja yang tidak menyebutkan Utsman. Abu Abdurrahman berkata: 'Ini salah, yang benar hadits ini mursal.'

【126】

Sunan Nasa'i 1920: Telah mengabarkan kepada kami ['Ali bin Hujr] dan ['Amru bin Zurarah An Naisaburi] mereka berkata: telah menceritakan kepada kami [Isma'il] dari [Ayyub] dari [Abu Qilabah] dari [Abul Muhallab] dari ['Imran bin Hushain] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: " saudara kalian telah meninggal dunia, berdirilah kemudian shalatkanlah atasnya."

【127】

Sunan Nasa'i 1921: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Manshur]: telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Thalhah bin Yahya] dari bibinya ['Aisyah binti Thalhah] dari sepupunya [Ummul Mu'minin 'Aisyah] dia berkata: Bayi dari Anshar yang telah meninggal dunia dibawa ke Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu beliau melaksanakan shalat atasnya. Aisyah berkata lagi: "Aku mengatakan: 'Berbahagialah bayi ini, ia adalah salah satu burung-burung kecil di surga, dia belum pernah melakukan kejelekan dan belum pernah menemuinya'." Beliau bersabda: "Bahkan tidak seperti itu wahai Aisyah, Allah -Azza wa jalla- telah menciptakan surga, menciptakan penghuninya dan menciptakan mereka dari tulang rusuk bapak mereka. Serta menciptakan neraka, menciptakan penghuninya dan menciptakan mereka dari tulang rusuk bapak mereka."

【128】

Sunan Nasa'i 1922: Telah mengabarkan kepada kami [Isma'il bin Mas'ud] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Khalid] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin 'Ubaidullah] dia berkata: Aku mendengar [Ziyad bin Jubair] menceritakan dari [bapaknya] dari [Al Mughirah bin Syu'bah] dia menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Orang yang menaiki kendaraan ia di belakang jenazah, sedangkan orang yang berjalan ia di tempat mana saja yang ia kehendaki, dan anak kecil di shalatkan -jika meninggal dunia-."

【129】

Sunan Nasa'i 1923: Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Sufyan] dari [Az Zuhri] dari ['Atha bin Yazid Al Laitsi] dari [Abu Hurairah] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang anak-anak kaum Musyrikin? lalu beliau bersabda: "Allah maha mengetahui terhadap apa yang mereka perbuat."

【130】

Sunan Nasa'i 1924: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin 'Abdullah bin Al Mubarak] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Al Aswad bin 'Amir] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Hammad] dari [Qais bin Sa'd] dari [Thawus] dari [Abu Hurairah] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang anak-anak kaum Musyrikin? lalu beliau bersabda: "Allah maha mengetahui terhadap apa yang mereka perbuat."

【131】

Sunan Nasa'i 1925: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdurrahman] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Bisyr] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu 'Abbas] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang anak-anak kaum musyrikin? Lalu beliau bersabda: "Allah menciptakan mereka, dan Dia maha mengetahui terhadap apa yang mereka perbuat."

【132】

Sunan Nasa'i 1926: Telah mengabarkan kepadaku [Mujahid bin Musa] dari [Husyaim] dari [Abu Bisyr] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu 'Abbas] dia berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya tentang anak cucu kaum musyrikin, lalu beliau bersabda: "Allah maha mengetahui terhadap apa yang mereka perbuat."

【133】

Sunan Nasa'i 1927: Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid bin Nashr] dia berkata: telah memberitakan kepada kami ['Abdullah] dari [Ibnu Juraij] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku ['Ikrimah bin Khalid] bahwasanya [Ibnu Abu 'Ammar] mengabarkan kepadanya dari [Syaddad bin Al Had] bahwa seorang laki-laki dari seorang badui datang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu ia beriman dan mengikuti beliau. Kemudian dia berkata: "Aku akan berhijrah bersama engkau?" beliau berwasiat dengan orang tersebut kepada sebagian sahabat beliau. Setelah terjadi perang, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mendapatkan ghanimah (harta rampasan perang) berupa tawanan, beliau membagikan dan membagi untuknya, lalu beliau memberikan kepada para sahabat beliau sesuatu yang beliau bagi untuknya dan ia sendiri sedang mengatur urusan mereka. Setelah ia datang, ia memberikannya kepada orang itu, lalu ia berkata: "Apa ini?" mereka menjawab: "Bagian yang telah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bagi untukmu." Kemudian ia mengambilnya dan membawanya menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu bertanya: "Apa ini?" beliau bersabda: 'Aku telah membaginya untukmu.' Ia berkata: "Bukan untuk hal ini aku mengikuti engkau. Tapi aku mengikuti engkau agar aku dilemparkan ke sini -ia mengisyaratkan tombaknya ke tenggorokannya- lalu aku mati dan masuk surga." beliau bersabda: "Jika jujur kepada Allah, niscaya Allah akan membalas sikap kejujuranmu." Lalu mereka diam sejenak, kemudian bangkit melawan musuh, orang tersebut dibawa ke tempat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dengan cara diangkut, ia terkena tombak yang diisyaratkan, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apakah ia orangnya?!" mereka menjawab: "ya." Beliau bersabda: "Dia benar dalam berjanji kepada Allah, Allah membalasnya dengan kebenaran." Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengkafaninya dengan jubah Beliau, beliau mengajukan dan menshalatkannya. Do'a yang nampak dalam Shalat beliau yaitu, "Ya Allah, inilah hamba-Mu, ia telah keluar jihad di jalan-Mu, lalu ia terbunuh dalam keadaan Syahid, aku menjadi saksi atas hal tersebut."

【134】

Sunan Nasa'i 1928: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari [Yazid] dari [Abul Khair] dari ['Uqbah] bahwa suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam keluar untuk menshalatkan para sahabat yang gugur dalam perang Uhud, beliau menshalatinya sebagaimana menshalati mayit, kemudian beliau naik mimbar, lalu bersabda: " Aku pendahulu bagi kalian dan aku sebagai saksi atas kalian."

【135】

Sunan Nasa'i 1929: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari [Ibnu Syihab] dari ['Abdurrahman bin Ka'b bin Malik], [Jabir bin 'Abdullah] mengabarkan kepadanya: bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menggabungkan (menghimpun) dua orang yang gugur pada perang Uhud dalam satu kain, kemudian beliau bersabda: "Manakah diantara keduanya yang paling banyak hapalan Al-Qur'an?" ketika diisyaratkan kepada salah satu dari keduanya, beliau mendahulukannya ketika memasukkan kedalam lahd, beliau bersabda: "Aku adalah saksi atas mereka." Dan beliau menyuruh mereka untuk menguburkan mereka dengan darah yang ada pada diri mereka, mereka tidak dishalatkan dan tidak dimandikan.

【136】

Sunan Nasa'i 1930: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Yahya] dan [Nuh bin Habib] mereka berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdurrazzaq] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Abu Salamah bin 'Abdurrahman] dari [Jabir bin 'Abdullah] bahwa ada seorang laki-laki dari suku Aslam datang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, ia mengaku telah berbuat zina, beliau berpaling darinya. Kemudian ia mengaku lagi, dan beliau berpaling darinya. Kemudian ia mengaku lagi-telah melakukan zina-, dan beliau berpaling darinya hingga dia bersaksi atas dirinya empat kali. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya: "Apakah kamu gila?"ia menjawab, "tidak." Beliau bertanya: "Apakah kamu telah menikah?" ia menjawab: "Ya." Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh orang tersebut untuk dirajam. Setelah batu-batu menimpanya dan ia merasa tidak sanggup dan lemah, ia berlari, lalu ditangkap dan dirajam lagi, lalu ia meninggal dunia. kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berkoemntar kebaikan terhadapnya dan tidak menshalatkannya.

【137】

Sunan Nasa'i 1931: Telah mengabarkan kepada kami [Isma'il bin Mas'ud] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Khalid] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Hisyam] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Abu Qilabah] dari [Abul Muhallab] dari ['Imran bin Hushain] bahwa seorang wanita dari Juhainah datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lalu berkata: "Sungguh aku telah berzina!" sedangkan ia dalam keadaan hamil, lalu beliau menyerahkan wanita tersebut kepada walinya seraya bersabda: "Berbuatlah baiknya terhadapnya, jika ia telah melahirkan, datanglah engkau kepadaku bersamanya." Setelah ia melahirkan, walinya datang bersamanya, lalu beliau memerintahkan (untuk merajamnya), dan beliau menshalatinya. Lalu Umar berkata pada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: "Apakah engkau menshalatinya padahal dia berbuat zina?" beliau bersabda: "Sungguh ia telah bertaubat, andaikata taubatnya dibagikan antara tujuh puluh penduduk Madinah, niscaya akan mencukupi mereka. Apakah engkau menemukan taubat yang lebih mulia darinya yang telah mendern dirinya kepada Allah -Azza wa Jalla? -"

【138】

Sunan Nasa'i 1932: Telah mengabarkan kepada kami ['Ali bin Hujr] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Husyaim] dari [Manshur bin Zadzan] dari [Al Hasan] dari ['Imran bin Hushain] bahwa seorang laki-laki telah memerdekakan enam budak miliknya ketika akan meninggal dunia, padahal ia tidak memiliki harta selain mereka. Lalu hal itu sampai kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian beliau marah atas hal itu dan bersabda: "Sungguh semula aku telah berminat untuk tidak menshalatkannya." Kemudian beliau memanggil para budaknya dan membagi mereka menjadi tiga bagian, lalu mengundi di antara mereka. Beliau memerdekakan dua orang dan menjadikan empat orang tetap sebagai budak.

【139】

Sunan Nasa'i 1933: Telah mengabarkan kepada kami ['Ubaidullah bin Sa'id] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Sa'id] dari [Yahya bin Sa'id Al Anshari] dari [Muhammad bin Yahya bin Habbab] dari [Abu 'Amrah] dari [Zaid bin Khalid] dia berkata: "Seorang laki-laki meninggal pada perang Khaibar, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Shalatlah kalian atas kematian sahabat kalian, dia telah berbuat curang. kemudian kami memeriksa harta yang dia miliki, dan kami mendapatkan darinya tombak Yahudi yang senilai dua dirham'."

【140】

Sunan Nasa'i 1934: Telah mengabarkan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Dawud] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Utsman bin 'Abdullah bin Mauhab]: Aku mendengar ['Abdullah bin Abu Qatadah] menceritakan dari [bapaknya] bahwa jenazah laki-laki dari kaum Anshar dibawa kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam agar baliau menshalatinya, lalu beliau bersabda: "Shalatilah sahabat kalian, karena ia masih memiliki utang." Abu Qatadah berkata: "Utang itu menjadi utangku." Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya: 'Untuk melunasinya? ' ia menjawab, 'Untuk melunasinya.' Lalu beliau menshalatinya."

【141】

Sunan Nasa'i 1935: Telah mengabarkan kepada kami ['Amru bin 'Ali] dan [Muhammad bin Al Mutsanna] mereka berkata: telah menceritakan kepada kami [Yahya] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Abu 'Ubaid] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Salamah bin Al Akwa'] dia berkata: "Seorang jenazah pernah dibawa kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu mereka berkata: "Wahai Nabi Allah, shalatilah ia." Beliau bertanya: 'Apakah ia meninggalkan sesuatu? ' mereka menjawab: "tidak." Beliau bersabda: 'Shalatilah shahabat kalian.' Seorang laki-laki Anshar yang bernama Abu Qatadah berkata: 'Shalatilah ia dan utangnya menjadi tanggunganku.' Lalu beliau menshalatinya."

【142】

Sunan Nasa'i 1936: Telah mengabarkan kepada kami [Nuh bin Habib Al Qumasi] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdurrazzaq] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Abu Salamah] dari [Jabir] dia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah menshalati jenazah yang memiliki utang lalu didatangkan kepada beliau seorang yang telah meninggal, beliau bertanya: "Apakah ia masih memiliki utang?" mereka menjawab, "ya, ia memiliki utang dua dinar." Beliau bersabda: "Shalatilah sahabat kalian." Abu Qatadah berkata: "Dua dinar itu menjadi tanggunganku wahai Rasulullah!" lalu beliau menshalatinya. Setelah Allah memberi kemenangan kepada Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Aku lebih berhak terhadap setiap mu'min dari dirinya sendiri, barangsiapa meninggalkan utang, menjadi tanggunganku dan barang siapa yang meninggalkan harta, untuk ahli warisnya."

【143】

Sunan Nasa'i 1937: Telah mengabarkan kepada kami [Yunus bin 'Abdul A'la] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Ibnu Wahb] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Yunus] dan [Ibnu Abu Dzi'b] dari [Ibnu Syihab] dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah] bahwa ketika seorang mukmin meninggal dunia dan ia memiliki hutang, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya: "Apakah ia meninggalkan sesuatu yang bisa dipakai untuk melunasi utangnya?" Jika mereka menjawab, "Ya." Beliau menshalatinya. Jika mereka menjawab, "Tidak." Beliau bersabda: "shalatilah sahabat kalian." Setelah Allah memberi kemenangan kepada Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Aku lebih berhak terhadap setiap mukmin dari mereka sendiri, barangsiapa meninggal dunia dan ia memiliki utang, menjadi kewajibanku untuk melunasinya dan barangsiapa yang meninggalkan harta, hal itu untuk ahli warisnya."

【144】

Sunan Nasa'i 1938: Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Manshur] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Abul Walid] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Khaitsamah Zuhair] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Simak] dari [Ibnu Samurah] bahwa seorang laki-laki bunuh diri dengan mata tombak, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Adapun aku, tidak akan menshalatinya."

【145】

Sunan Nasa'i 1939: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin 'Abdul A'la] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Khalid] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Sulaiman]: Aku mendengar [Dzakwan] menceritakan dari [Abu Hurairah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda: "Siapa yang menjatuhkan diri dari gunung, lalu meninggal dunia, ia akan jatuh ke neraka jahannam, ia kekal serta abadi di dalamnya selama-lamanya. Barangsiapa yang menegak racun, lalu meninggal dunia, racunnya ada di tangannya, ia akan menegaknya di neraka jahannam, ia kekal serta abadi di dalamnya selama-lamanya. Dan barang siapa yang bunuh diri dengan besi, besi itu akan ada di tangannya, dengannya ia akan menghujamkan ke perutnya di neraka jahannam, ia kekal dan abadi di dalamnya selama-lamanya."

【146】

Sunan Nasa'i 1940: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin 'Abdullah bin Al Mubarak] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Hujain bin Al Mutsanna] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari ['Uqail] dari [Ibnu Syihab] dari ['Ubaidullah bin 'Abdullah] dari ['Abdullah bin 'Abbas] dari ['Umar bin Al Khaththab] dia berkata: Setelah Abdullah bin Ubai bin Salul meninggal dunia, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam diundang untuk menshalatinya. Setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri untuk melaksanakan Shalat, aku meloncat ke arah beliau, lalu aku berkata: "Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, engkau menshalati Ibnu Ubbay, padahal ia telah mengatakan hari ini dan itu begini dan itu begitu?! Aku menyebut kejelekannya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tersenyum seraya bersabda: "Tundalah -perkataanmu- dariku wahai Umar!" setelah aku mengulang menyebut-nyebut kejelekannya, beliau bersabda: " Aku telah diberikan pilihan, aku memilih. Andaikata aku tahu, kalau aku menambahnya lebih dari tujuh puluh ia akan diampuni, niscaya aku menambahnya!."Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melaksanakan shalat atasnya, kemudian beliau pergi dan tidak berada di tempat itu kecuali hanya sejenak, hingga turun dua ayat dari surah Bara'ah, "(Dan janganlah kamu sekali-kali menshalatkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendo'akan) di kuburnya. mereka telah kafir kepada Allah dan RasulNya dan mereka mati dalam keadaan fasik." (Qs. At-Taubah 9: 84). Setelah itu aku heran atas keberanianku terhadap Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika itu. Dan hanya Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengatahui."

【147】

Sunan Nasa'i 1941: Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] dan ['Ali bin Hujr] mereka berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdul 'Aziz bin Muhammad] dari ['Abdul Wahid bin Hamzah] dari ['Abbad bin 'Abdullah bin Az Zubair] dari ['Aisyah] dia berkata: "Tidaklah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menshalati Suhail bin Baidla' melainkan di dalam masjid."

【148】

Sunan Nasa'i 1942: Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid bin Naslr] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdullah] dari [Musa bin 'Uqbah] dari ['Abdul Wahid bin Hamzah], ['Abbad bin 'Abdullah bin Az Zubair] mengabarkan kepadanya bahwasanya ['Aisyah] dia berkata: "Tidaklah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menshalati Suhail bin Baidla' melainkan di dalam masjid."

【149】

Sunan Nasa'i 1943: Telah mengabarkan kepada kami [Yunus bin 'Abdul A'la] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Ibnu Wahb] dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Yunus] dari [Ibnu Syihab] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif] bahwasanya dia berkata: "Ada seorang wanita -miskin- yang tinggal di dataran tinggi mengadu kesakitan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya kepada mereka tentang keadaannya dan bersabda: "Jika ia meninggal dunia, janganlah kalian menguburkannya hingga aku menshalatinya." Kemudian ia meninggal dunia dan mereka membawanya ke Madinah setelah hari nampak gelap (setelah shalat 'Isya), saat itu mereka mendapatkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah tidur, mereka enggan untuk membangunkan beliau, lalu mereka menshalatinya dan menguburkannya di Baqi' Al Gharqad. Saat pagi harinya mereka datang menemui Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, lalu beliau bertanya kepada mereka tentang wanita itu. Mereka menjawab: "Ia telah dikuburkan wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, sungguh kami telah datang untuk menemui engkau, namun kami mendapatkan engkau sedang tidur, kami tidak ingin membangunkan engkau, beliau bersabda: "Berangkatlah." Lalu beliau berangkat dengan berjalan kaki dan mereka berjalan bersama beliau, hingga mereka memperlihatkan kuburannya kepada Nabi. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri dan mereka berdiri di belakang beliau, kemudian beliau melaksanakan shalat atasnya dan bertakbir empat kali."

【150】

Sunan Nasa'i 1944: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin 'Ubaid] dari [Hafsh bin Ghiyats] dari [Ibnu Juraij] dari ['Atha] dari [Jabir] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: " Saudara kalian An Najasyi telah meninggal dunia, berdirilah dan shalatilah ia." Lalu beliau berdiri dan berbaris bersama kami seperti berbaris untuk melaksanakan shalat jenazah dan beliau pun melaksanakan shalat atasnya."

【151】

Sunan Nasa'i 1945: Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid bin Naslr] dia berkata: telah memberitakan kepada kami ['Abdullah] dari [Malik] dari [Ibnu Syihab] dari [Sa'id bin Al Musayyab] dari [Abu Hurairah] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberitahukan kematian An Najazyi kepada orang-orang di hari kematiannya, beliau keluar bersama mereka ke tempat shalat, lalu berbaris, kemudian melaksanakan shalat atasnya dan bertakbir empat kali takbir."

【152】

Sunan Nasa'i 1946: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Rafi'] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdurrazzaq] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Ibnul Musayyab] dan [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah] dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberitahukan kematian An Najasyi kepada para sahabat di Madinah, lalu mereka berbaris di belakang beliau, kemudian menshalatinya dan bertakbir empat kali." Abu Abdurrahman berkata: 'Aku belum mengerti tentang Ibnu Musayyab sebagaimana yang kamu maksudkan.'

【153】

Sunan Nasa'i 1947: Telah mengabarkan kepada kami ['Ali bin Hujr] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Isma'il] dari [Ayyub] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: " Saudara kalian telah meninggal dunia, berdirilah dan laksanakanlah shalat atasnya." Lalu mereka berbaris menjadi dua barisan."

【154】

Sunan Nasa'i 1948: Telah mengabarkan kepada kami ['Amru bin 'Ali] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Dawud]: Aku mendengar [Syu'bah] berkata: "Sekarang Abu Jubair akan keluar (dari rumahnya), sekarang Abu Jubair akan keluar (dari rumahnya). Telah menceritakan kepada kami [Abu Az Zubair] dari [Jabir] dia berkata: "Aku berada di barisan kedua di hari ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menshalati An Najasyi."

【155】

Sunan Nasa'i 1949: Telah mengabarkan kepada kami [Isma'il bin Mas'ud] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Bisyr bin Al Mufadldlal] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yunus] dari [Muhammad bin Sirin] dari [Abul Muhallab] dari ['Imran bin Hushain] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: " Saudara kalian meninggal dunia, berdirilah dan laksanakanlah shalat atasnya." Ia berkata: "Lalu kami berbaris seperti saat berbaris untuk menshalati mayit dan kami menshalatinya seperti menshalati mayit."

【156】

Sunan Nasa'i 1950: Telah mengabarkan kepada kami [Humaid bin Mas'adah] dari ['Abdul Warits] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Husain] dari [Ibnu Buraidah] dari [Samurah] dia berkata: "Aku menshalati Ummu Ka'ab bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam disaat darah nifasnya keluar. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri dalam shalat pada posisi tengah jenazah tersebut."

【157】

Sunan Nasa'i 1951: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin 'Abdullah bin Yazid] dia berkata: [bapakku] telah menceritakan kepada kami, dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Sa'id] dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Yazid bin Abu Habib] dari ['Atha bin Abu Rabah] dari ['Ammar] dia berkata: "-Saat- jenazah bayi laki-laki dan seorang wanita datang, jenazah bayi laki-laki dikedepankan di dekat kaum dan wanita tersebut diletakkan di belakangnya, lalu keduanya dishalati dan diantara kaum tersebut ada [Abu Sa'id Al Khudri], [Ibnu Abbas], [Abu Qatadah] dan [Abu Hurairah], lalu aku bertanya tentang hal itu? mereka mengatakan: "Itu adalah sunnah."

【158】

Sunan Nasa'i 1952: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Rafi'] dia berkata: telah memberitakan kepada kami ['Abdurrazzaq] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Ibnu Juraij] dia berkata: Aku mendengar [Nafi'] menganggap bahwa [Ibnu Umar] pernah menshalati Sembilan orang jenazah secara bersama. Mereka meletakkan jenazah laki-laki di dekat Imam dan jenazah wanita di dekat kiblat, lalu mensejajarkan jenazah wanita menjadi satu barisan sambil diletakkan jenazah Ummu Kulstum binti Ali istri Umar bin Al Khattab dan anaknya yang bernama Zaid, keduanya diletakkan secara bersamaan. Dan yang menjadi Imam pada saat itu adalah Sa'id bin Al Ash sedangkan di antara para makmum terdapat Ibnu Umar, Abu Hurairah, Abu Sa'id dan Abu Qatadah. Lalu diletakan anak kecil tersebut di dekat imam. Ada seorang yang mengatakan: " Aku mengingkari hal itu, kamudian aku melihat kearah [Ibnu Abbas], [Abu Hurairah], [Abu Sa'id] dan [Abu Qatadah]. Lalu aku berkata."Apa-apaan ini!" mereka mengatakan: "Inilah sunnah."

【159】

Sunan Nasa'i 1953: Telah mengabarkan kepada kami ['Ali bin Hujr] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Ibnul Mubarak] dan [Al Fadhl bin Musa]. Dan diriwayatkan pula dari jalur lain, telah mengabarkan kepada kami [Suwaid] dia berkata: telah memberitakan kepada kami ['Abdullah] dari [Husain Al Muktib] dari ['Abdullah bin Buraidah] dari [Samurah bin Jundub] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menshalati Ummu fulan -yang meninggal dalam keadaan nifas-. lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri di posisi tengah jenazah tersebut.

【160】

Sunan Nasa'i 1954: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dari [Malik] dari [Ibnu Syihab] dari [Sa'id] dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberitahukan kematian An Najasyi kepada orang-orang, lalu beliau keluar bersama mereka kemudian berbaris bersama mereka dan bertakbir empat kali takbir.

【161】

Sunan Nasa'i 1955: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az Zuhri] dari [Abu Umamah bin Sahl] dia berkata: Seorang wanita dari penduduk daratan tinggi sakit, sementara Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang paling baik dalam urusan menjenguk orang sakit, lalu beliau bersabda: "Jika ia meninggal dunia, beritahulah aku." Lalu ia meninggal dunia di malam hari dan mereka menguburnya tanpa memberitahu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam saat pagi harinya, beliau bertanya tentang wanita itu, mereka menjawab: "Kami tidak ingin membangunkanmu wahai Rasulullah!" Kontan beliau mendatangi kuburannya, menshalatinya dan bertakbir empat kali (melakukan shalat jenazah).

【162】

Sunan Nasa'i 1956: Telah mengabarkan kepada kami ['Amru bin 'Ali] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yahya] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dia berkata: telah menceritakan kepadaku ['Amru bin Murrah] dari [Ibnu Abu Laila] bahwasanya [Zaid bin Arqam] menshalati seorang jenazah, lalu ia bertakbir lima kali dan berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah melakukannya -seperti ini-."

【163】

Sunan Nasa'i 1957: Telah mengabarkan kepada kami [Ahmad bin 'Amru bin As Sarh] dari [Ibnu Wahab] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku ['Amru bin Al Harits] dari [Abu Hamzah bin Sulaim] dari ['Abdurrahman bin Jubair] dari [bapaknya] dari ['Auf bin Malik] dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menshalati jenazah dengan berdo'a: "Ya Allah, berilah ampunan kepadanya. Kasihilah ia, maafkanlah ia dan selamatkanlah ia. Muliakanlah saat turunnya, luaskanlah kuburannya, mandikanlah ia dengan air, salju dan embun, bersihkanlah ia dari kotoran seperti baju putih yang dibersihkan dari kotoran, gantikan rumah yang lebih baik dari rumahnya, istri yang lebih baik dari istrinya, dan lindungilah dari adzab kubur dan adzab Neraka." Auf berkata: "Aku pun berharap, andaikata aku menjadi mayit itu, karena doa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk mayit tersebut."

【164】

Sunan Nasa'i 1958: Telah mengabarkan kepada kami [Harun bin 'Abdullah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ma'n] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Mu'awiyah bin Shalih] dari [Habib bin 'Ubaid Al Kala'i] dari [Jubair bin Nufair Al Hadlrami] dia berkata: aku mendengar ['Auf bin Malik] berkata: "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menshalati mayit, lalu aku mendengar dalam do'anya beliau mengucapkan: "Ya Allah, ampunilah ia, kasihanilah ia, selamatkan dan maafkanlah ia. Muliakanlah saat turunnya, luaskanlah kuburannya, mandikanlah ia dengan air, salju dan embun, bersihkanlah kesalahan darinya seperti baju putih yang dibersihkan dari kotoran, gantikanlah rumah yang lebih baik dari rumahnya, istri yang lebih baik dari istrinya, masukkanlah ia ke dalam surga, selamatkanlah ia dari neraka -atau beliau bersabda: - dan lindungilah ia dari siksa kubur."

【165】

Sunan Nasa'i 1959: Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid bin Nashr] dia berkata: telah memberitakan kepada kami ['Abdullah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Amru bin Murrah] dia berkata: Aku mendengar ['Amru bin Maimun] menceritakan dari ['Abdullah bin Rubai'ah As Sulami] -dan dia termasuk sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam- dari ['Ubaid bin Khalid As Sulami] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mensaudarakan antara dua orang, lalu salah satu dari keduanya terbunuh dan yang lain meniggal dunia setelahnya. Kemudian kami menshalatinya. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya: "Apa yang kalian ucapkan?" mereka menjawab, "kami berdo'a untuknya: "Ya Allah, berilah ampunan kepadanya, ya Allah, rahmatilah ia, ya Allah, pertemukanlah ia dengan sahabatnya!" Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Dimanakah letak keistimewaan shalatnya dibandingkan shalat kawannya (kawan yang meninggal duluan)? Dan dimanakah letak amalannya dibandingkan amalan (kawan yang meninggal duluan)? Perbedaan antara keduanya bagaikan antara langit dan bumi."

【166】

Sunan Nasa'i 1960: Telah mengabarkan kepada kami [Isma'il bin Mas'ud] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Zurai'] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Hisyam bin Abu 'Abdullah] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Abu Ibrahim Al Anshari] dari [bapaknya] bahwasanya ia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berdo'a saat menshalati mayit, "Ya Allah berilah ampunan bagi yang masih hidup di antara kami dan yang sudah meninggal dunia, orang yang hadir di antara kami dan yang tidak hadir, kaum laki-laki di antara kami dan kaum wanita, orang yang masih muda di antara kami dan orang yang sudah tua."

【167】

Sunan Nasa'i 1961: Telah mengabarkan kepada kami [Al Haitsam bin Ayyub] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Sa'd] dia berkata: [bapakku] telah menceritakan kepada kami dari [Thalhah bin 'Abdullah bin 'Auf] dia berkata: "Aku pernah menshalati jenazah di belakang [Ibnu Abbas], lalu ia membaca surah Al Fatihah dan surah lain, ia mengeraskan (bacaannya) hingga terdengar oleh kami. Setelah selesai, kutarik tangannya, lalu aku bertanya kepadanya? Ia menjawab, "Ini adalah sunnah dan kebenaran."

【168】

Sunan Nasa'i 1962: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Muhammad] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Sa'd bin Ibrahim] dari [Thalhah bin 'Abdullah] dia berkata: "Aku pernah menshalati jenazah di belakang [Ibnu Abbas], lalu aku mendengar ia membaca surah Al Fatihah, setelah selesai, kutarik tangannya, lalu aku bertanya kepadanya dengan berkata: "Engkau membaca -surah setelah Al Fatihah-?" Ia menjawab: "Ya, ini adalah kebenaran dan sunnah."

【169】

Sunan Nasa'i 1963: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari [Ibnu Syihab] dari [Abu Umamah] bahwasanya ia berkata: "Yang sesuai sunnah pada shalat jenazah adalah membaca Al Fatihah pada takbir pertama dengan suara pelan, kemudian bertakbir tiga kali dan mengucapkan salam pada rakaat terakhir." Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata: Telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari [Ibnu Syihab] dari [Muhammad bin Suwaid Ad Dimasyqi Al Fihri] dari [Dlahhak bin Qais Ad Dimasyqi] seperti itu juga.

【170】

Sunan Nasa'i 1964: Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdullah] dari [Sallam bin Abu Muthi' Ad Dimasyqi] dari [Ayyub] dari [Abu Qibalah] dari ['Abdullah bin Yazid] -saudara sepersusuan 'Aisyah- dari ['Aisyah] radliyallahu 'anha, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda: "Tidaklah seorang mayit dishalati oleh umat dari kalangan kaum Muslimin yang jumlah mereka mencapai seratus, semuanya memberikan kesaksian baik, kecuali akan diberi syafa'at padanya." [Sallam] berkata: Hal itu aku ceritakan kepada [Syu'aib bin Al Habhab] lalu ia berkata: [Anas bin Malik] telah menceritakan hal itu kepadaku dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

【171】

Sunan Nasa'i 1965: Telah mengabarkan kepada kami ['Amru bin Zurarah] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Isma'il] dari [Ayyub] dari [Abu Qilabah] dari ['Abdullah bin Yazid] -saudara sepersusuan 'Aisyah- dari ['Aisyah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Tidaklah seorang dari kaum Muslimin meninggal dunia kemudian dishalati oleh umat manusia yang jumlah mereka seratus, lalu kemudian mereka memberi kesaksian baik, kecuali akan diberi syafa'at padanya."

【172】

Sunan Nasa'i 1966: Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Muhammad bin Sawa Abul Khaththab] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Bakkar Al Hakam bin Farrukh] dia berkata: "Abul Malih pernah menshalati jenazah bersama kami, lalu kami mengira beliau telah bertakbir! Kemudian beliau menghadapkan wajahnya ke arah kami seraya berkata: "Luruskan barisan dan berikanlah kesaksian baik kalian." [Abul Malih] berkata: Telah menceritakan kepadaku [Abdullah] -yakni Ibnu Salith-dari salah seorang Ibu para Mukminin -yaitu [Maimunah] istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam-, ia berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan kepadaku, beliau bersabda: "Tidaklah seseorang meninggal dunia, kemudian mati dishalati oleh segolongan umat manusia, kecuali akan diberi syafa'at'." Lalu aku bertanya kepada Abul Malih maksud dari segolongan umat, ia menjawab: "Empat puluh orang."

【173】

Sunan Nasa'i 1967: Telah mengabarkan kepada kami [Nuh bin Habib] dia berkata: telah memberitakan kepada kami ['Abdurrazaaq] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Sa'id bin Al Musayyab] dari [Abu Hurairah] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa yang menshalati jenazah, baginya pahala satu qirath dan barang siapa yang menunggunya sampai dimasukkan ke dalam liang lahad, baginya pahala dua qirath. Dua qirath besarnya seperti dua gunung yang besar."

【174】

Sunan Nasa'i 1968: Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid] dia berkata: telah mengabarkan kepada kami ['Abdullah] dari [Yunus] dari [Az Zuhri] dia berkata: telah memberitakan kepada kami ['Abdurrahman Al A'raj] dari [Abu Hurairah] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga menshalatinya, baginya pahala satu qirath dan barang siapa yang menyaksikan hingga dikubur, baginya pahala dua qirath."

【175】

Sunan Nasa'i 1969: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] dia berkata: telah kami [Muhammad bin Ja'far] dari ['Auf] dari [Muhammad bin Sirin] dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang mengiringi jenazah seorang muslim dengan mengharap pahala, lalu menshalatinya dan menguburkannya, baginya pahala dua qirath, dan barangsiapa yang menshalatinya, kemudian pulang sebelum dikubur, dia pulang dengan membawa pahala satu qirath."

【176】

Sunan Nasa'i 1970: Telah mengabarkan kepada kami [Al Hasan bin Qaza'ah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Maslamah bin 'Alqamah] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Dawud] dari ['Amir] dari [Abu Hurairah] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barangsiapa yang mengikuti jenazah, lalu menshalatinya kemudian pulang, baginya pahala satu qirath. Dan barangsiapa yang mengikutinya, lalu menshalatinya, kemudian duduk hingga selesai dari penguburannya, baginya pahala dua qirath, masing-masing dari keduanya lebih besar dari gunung Uhud."

【177】

Sunan Nasa'i 1971: Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid bin Naslr] dia berkata: telah memberitakan kepada kami ['Abdullah] dari [Hisyam] dan [Al Auza'i] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Abu Salalmah] dari [Abu Sa'id] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apabila kalian melihat jenazah, berdirilah dan apabila mengiringinya, janganlah ia duduk hingga jenazah itu diletakkan.

【178】

Sunan Nasa'i 1972: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari [Yahya] dari [Waqid] dari [Nafi' bin Jubair] dari [Mas'ud bin Al Hakam] dari ['Ali bin Abu Thalib], disebutkan tentang berdiri ketika ada jenazah hingga diletakkan! Ali bin Abu Thalib berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri kemudian duduk."

【179】

Sunan Nasa'i 1973: Telah mengabarkan kepada kami [Isma'il bin Mas'ud] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Khalid] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Muhammad bin Al Munkadir] dari [Mas'ud bin Al Hakam] dari ['Ali] dia berkata: "Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri, lalu kami pun berdiri dan kami melihat beliau duduk, lalu kami pun duduk."

【180】

Sunan Nasa'i 1974: Telah mengabarkan kepada kami [Harun bin Ishaq] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Khalid Al Ahmar] dari ['Amru bin Qais] dari [Al Minhal bin 'Amru] dari [Zadzan] dari [Al Barra'] dia berkata: "Kami keluar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam -rangka mengiringi- jenazah. Setelah kami berhenti di kuburan -namun kuburan belum di gali-, beliau duduk dan kami pun duduk di sekitar beliau, seolah-olah di kepala kami ada burung."

【181】

Sunan Nasa'i 1975: Telah mengabarkan kepada kami [Hannad] dari [Ibnul Mubarak] dari [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari ['Abdullah bin Tsa'labah] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda untuk orang-orang yang terbunuh dalam perang Uhud, "Selimutilah mereka bersama darah yang ada pada tubuh mereka, sungguh tidak ada luka yang tergores di jalan Allah kecuali pada hari kiamat dia akan datang dengan berlumuran darah, warnanya seperti warna darah dan baunya adalah bau misik."

【182】

Sunan Nasa'i 1976: Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Waki'] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Sa'id bin As Saib] dari seorang lelaki yang bernama ['Ubaidullah bin Mu'ayyah] dia berkata: "Dua orang dari kaum Muslimin gugur pada perang Thaif, lalu mereka berdua dibawa kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau memerintahkan agar mereka dikubur sebagaimana mereka meninggal, dan Ibnu Mu'ayyah dilahirkan pada masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【183】

Sunan Nasa'i 1977: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Manshur] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Al Aswad bin Qais] dari [Nubaih Al 'Anazi] dari [Jabir bin 'Abdullah] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan orang-orang yang terbunuh dalam perang Uhud agar dikembalikan ke tempat mereka terbunuh, padahal mereka telah dipindahkan ke Madinah."

【184】

Sunan Nasa'i 1978: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin 'Abdullah bin Al Mubarak] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Sufyan] dari [Al Aswad bin Qais] dari [Nubaih Al? nazi] dari [Jabir] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Kuburkanlah orang-orang yang terbunuh di tempat mereka terbunuh."

【185】

Sunan Nasa'i 1979: Telah mengabarkan kepada kami ['Ubaidullah bin Sa'id] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Sufyan] dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Abu Ishaq] dari [Najiyah bin Ka'ab] dari ['Ali] dia berkata: "Aku pernah bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, " paman engkau, orang tua yang sesat telah meninggal dunia! Siapa yang menguburkannya?" beliau bersabda: "Pergilah, lalu kuburkan bapakmu dan janganlah sekali-kali kamu melakukan suatu hal, hingga kamu datang menemuiku." Kemudian aku menguburkannya dan datang menemuinya, lalu beliau memerintahkanku untuk mandi, aku mandi dan beliau berdoa untukku. Beliau menyebutkan suatu doa yang tidak aku hafal."

【186】

Sunan Nasa'i 1980: Telah mengabarkan kepada kami ['Amru bin 'Ali] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdurrahman] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Ja'far] dari [Isma'il bin Muhammad bin Sa'ad] dari [bapaknya] dari [Sa'ad] dia berkata: "Galilah lahd untukku, dan tegakkan (gundukkan tanah) di atasku, sebagaimana telah dibuatkan untuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【187】

Sunan Nasa'i 1981: Telah mengabarkan kepada kami [Harun bin 'Abdullah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu 'Amir] dari ['Abdullah bin Ja'far] dari [Isma'il bin Muhammad] dari ['Amir bin Sa'd] bahwasanya [Sa'd] ketika menjelang wafatnya berkata: "Galilah lahd untukku dan tegakkan (gundukkan tanah) di atasku, sebagaimana telah dibuatkan untuk Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam."

【188】

Sunan Nasa'i 1982: Telah mengabarkan kepada kami ['Abdullah bin Muhammad Abu 'Abdurrahman Al Adzrami] dari [Hukkam bin Salm Ar Razi] dari ['Ali bin 'Abdul A'la] dari [bapaknya] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu 'Abbas] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: " Liang lahad (galian yang dimiringkan) ditanah adalah untuk kita sedangkan Syaq (galian yang sekelilingnya di semen) adalah untuk selain kita."

【189】

Sunan Nasa'i 1983: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Yusuf] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ayyub] dari [Humaid bin Hilal] dari [Hisyam bin 'Amir] dia berkata: kami mengadu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada perang Uhud, kami berkata ya Rasulullah perintah untuk membuat kuburan setiap seorang diantara kami teramat sulit, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: " Buatlah kuburan, perdalam dan perbaguslah lalu kuburkan dua atau tiga orang pada satu kubur, " mereka bertanya siapa yang kami dahulukan ya Rasulullah, beliau menjawab: "Dahulukan diantara mereka yang paling banyak hafalan Qur'annya, " ia berkata dan ayahku adalah yang ketiga dari tiga orang yang dikubur di satu kuburan.Hisyam berkata: "Bapakku adalah orang ketiga dari tiga orang yang dimasukkan dalam satu lahd."

【190】

Sunan Nasa'i 1984: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Ma'mar] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Wahb bin Jarir] dia berkata: [bapakku] telah menceritakan kepada kami, dia berkata: Aku mendengar [Humaid bin Hilal] dari [Sa'd bin Hisyam bin 'Amir] dari [bapaknya] dia berkata: "Setelah terjadi perang Uhud, ada beberapa orang muslimin yang tertimpa musibah dan banyak orang yang terluka, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Gali, perluas dan kuburkanlah dua dan tiga orang dalam satu kuburan, serta dahulukan di antara mereka yang paling banyak hafalan Al Qur'annya."

【191】

Sunan Nasa'i 1985: Telah mengabarkan kepada kami [Isma'il bin Mas'ud] dari [Yazid bin Zurai'] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Abu Jamrah] dari [Ibnu 'Abbas] dia berkata: "Satu lembar kain yang terbuat dari kapas berwarna merah diletakkan di bawah jenazah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ketika beliau dikubur."

【192】

Sunan Nasa'i 1986: Telah mengabarkan kepada kami ['Amru bin 'Ali] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdurrahman] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Musa bin 'Ali bin Rabah] dia berkata: aku mendengar [bapakku] berkata: aku mendengar ['Uqbah bin 'Amir Al Juhani] dia berkata: "Ada tiga waktu yang ketiganya kita dilarang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam untuk shalat pada waktu tersebut, atau menguburkan orang-orang yang telah meninggal di antara kita, yaitu: ketika terbit matahari hingga naik, ketika siang hari hingga tergelincir dan ketika matahari mendekati terbenam."

【193】

Sunan Nasa'i 1987: Telah mengabarkan kepadaku ['Abdurrahman bin Khalid Al Qaththan Ar Raqqi] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Hajjaj]: berkata [Ibnu Juraij]: telah mengabarkan kepadaku [Abu Az Zubair] bahwasanya ia mendengar [Jabir] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berkhutbah, lalu menyebutkan salah seorang dari sahabatnya yang meninggal dunia, kemudian di kubur pada malam hari yang dikafani dengan kain kafan yang tidak besar, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mencegah jenazah dikubur di malam hari, kecuali terpaksa melakukan hal itu."

【194】

Sunan Nasa'i 1988: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin 'Abdullah bin Al Mubarak] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Sulaiman bin Al Mughirah] dari [Humaid bin Hilal] dari [Hisyam bin 'Amir] dia berkata: setelah perang Uhud, orang-orang merasa sangat letih, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Gali, perluas dan kuburkanlah dua dan tiga orang dalam satu kuburan." Mereka bertanya: "Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, siapa yang kita dahulukan?" Beliau menjawab: "Dahulukan di antara mereka yang paling banyak hafalan Al Qur'annya."

【195】

Sunan Nasa'i 1989: Telah mengabarkan kepadaku [Ibrahim bin Ya'qub] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Sulaiman bin Harb] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Hammad bin Zaid] dari [Ayyub] dari [Humaid bin Hilal] dari [Sa'd bin Hisyam bin 'Amir] dari [bapaknya], dia berkata: "Luka semakin parah pada saat perang Uhud, hal itu diadukan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau lalu bersabda: "Gali, perluas, baguskan dan kuburkanlah dua dan tiga orang dalam satu kuburan, serta dahulukan di antara mereka yang paling banyak hafalan Al Qur'annya."

【196】

Sunan Nasa'i 1990: Telah mengabarkan kepada kami [Ibrahim bin Ya'qub] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Musaddad] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdul Warits] dari [Ayyub] dari [Humaid bin Hilal] dari [Abu Ad Dahma'] dari [Hisyam bin 'Amir], bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Gali, baguskan dan kuburkanlah dua dan tiga orang dalam satu kuburan, serta dahulukan di antara mereka yang paling banyak hafalan Al Qur'annya."

【197】

Sunan Nasa'i 1991: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Manshur] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari [Humaid bin Hilal] dari [Hisyam bin 'Amir] dia berkata: "Bapakku terbunuh pada perang Uhud, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Gali, perluas, baguskan dan kuburkanlah dua dan tiga orang dalam satu kuburan, serta dahulukan di antara mereka yang paling banyak hafalan Al Qur'annya." Bapakku adalah orang ketiga dari tiga orang (yang dimasukkan dalam satu lubang), ia adalah yang paling banyak hafalan Al Qur'annya, dia didahulukan."

【198】

Sunan Nasa'i 1992: Berkata [Al Harits bin Miskin] secara baca, dan aku mendengarnya dari [Sufyan] dia berkata: ['Amru] mendengar dari [Jabir] dia berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mendatangi kuburan Abdullah bin Ubai, setelah ia dimasukkan ke dalam kuburannya, lalu beliau memerintahkan untuk dikeluarkan, dan beliau meletakkannya di atas lutut beliau, lalu beliau meniup sedikit air liur padanya dan memakaikan baju beliau." Wallahu A'lam.

【199】

Sunan Nasa'i 1993: Telah mengabarkan kepada kami [Al Husain bin Huraits] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Al Fadl bin Musa] dari [Al Hasan bin Waqid] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Amru bin Dinar] dia berkata: Aku mendengar [Jabir] berkata: "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh untuk mengeluarkannya Abdullah bin Ubai dari kuburannya, lalu beliau meletakkan kepalanya di atas lutut beliau kemudian meniupkan sedikit air liur dan memakaikan baju beliau." Jabir berkata: "Dan menshalatinya." Wallahu A'lam.

【200】

Sunan Nasa'i 1994: Telah mengabarkan kepada kami [Al 'Abbas bin 'Abdul 'Azhim] dari [Sa'id bin 'Amir] dari [Syu'bah] dari [Ibnu Abu Najih] dari ['Atha] dari [Jabir] dia berkata: "Seseorang dikubur bersama ayahku dalam satu kubur, namun hatiku tidak nyaman hingga aku mengeluarkannya dan aku menguburkannya pada kuburan yang lain."

【201】

Sunan Nasa'i 1995: Telah mengabarkan kepada kami ['Ubaidullah bin Sa'id Abu Qudamah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdullah bin Numair] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Utsman bin Hakim] dari [Kharijah bin Zaid bin Tsabit] dari pamannya [Yazid bin Tsabit] bahwasanya mereka keluar bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada suatu hari, lalu beliau melihat kuburan baru, beliau bertanya kuburan siapa ini?" para sahabat menjawab ini adalah kuburan fulanah, budak Bani Fulan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengetahui wanita itu yang mati pada waktu dluhur. Engkau sedang tidur siang, kami tidak ingin membangunkanmu karena kematiannya, kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri dan orang-orang membuat shaf di belakang beliau, lalu beliau bertakbir atasnya empat kali, kemudian beliau bersabda: "Tidaklah seseorang mati diantara kalian selama aku masih berada ditengah-tengah kalian kecuali kabarkan aku tentangnya, karena shalatku adalah rahmat baginya."

【202】

Sunan Nasa'i 1996: Telah mengabarkan kepada kami [Isma'il bin Mas'ud] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Khalid] dari [Syu'bah] dari [Sulaiman Asy Syaibani] dari [Asy Sya'bi]: telah mengabarkan kepadaku orang yang pernah bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melewati sebuah kuburan yang asing, lalu beliau menshalatinya dan para sahabat berbaris di belakang beliau. Aku bertanya: 'Siapakah dia wahai Abu Amru? ' Ia menjawab: " [Ibnu Abbas]."

【203】

Sunan Nasa'i 1997: Telah mengabarkan kepada kami [Ya'qub bin Ibrahim] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Husyaim] dia berkata: [Asy Syaibani] telah memberitakan kepada kami, dari [Asy Sya'bi] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku seseorang yang melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam melewati kuburan yang terasing, kemudian beliau melaksanakan shalat untuknya dan para sahabatnya berbaris di belakang beliau mengabarkan kepadaku." Ketika ditanyakan, 'Siapa yang menceritakan kepadamu' Ia menjawab: " [Ibnu Abbas]."

【204】

Sunan Nasa'i 1998: Telah mengabarkan kepada kami [Al Mughirah bin 'Abdurrahman] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Zaid bin 'Ali] yaitu Abu Usmah dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ja'far bin Burqan] dari [Habib bin Abu Marzuq] dari ['Atha] dari [Jabir] bahwasanya Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam shalat jenazah atas kuburan seorang wanita setelah ia dimakamkan.

【205】

Sunan Nasa'i 1999: Telah mengabarkan kepada kami [Ahmad bin Sulaiman] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Nu'aim] dan [Yahya bin Adam] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Malik bin Mighwal] dari [Simak] dari [Jabir bin Samurah] dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam keluar untuk mengiringi jenazah Abu Ad Dahdah, setelah kembali beliau ditawari -untuk menunggangi- kuda yang tidak berpelana, lalu beliau menungganginya dan kami berjalan bersamanya.

【206】

Sunan Nasa'i 2000: Telah mengabarkan kepada kami [Harun bin Ishaq] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Hafsh] dari [Ibnu Juraij] dari [Sulaiman bin Musa] dan [Abu Az Zubair] dari [Jabir] dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang bangunan diatas kuburan, diberi tambah-tambahan, disemen atau diberi tulisan-tulisan."

【207】

Sunan Nasa'i 2001: Telah mengabarkan kepada kami [Yusuf bin Sa'id] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] dari [Ibnu Juraij] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Abu Az Zubair] bahwasanya ia mendengar [Jabir] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang menembok kuburan, mendirikan bangunan di atasnya atau seseorang duduk di atasnya."

【208】

Sunan Nasa'i 2002: Telah mengabarkan kepada kami ['Imran bin Musa] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdul Warits] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ayyub] dari [Abu Az Zubair] dari [Jabir] dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melarang menembok kuburan."

【209】

Sunan Nasa'i 2003: Telah mengabarkan kepada kami [Sulaiman bin Dawud] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Ibnu Wahb] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku ['Amru bin Al Harits] bahwasanya [Tsumamah bin Syufayyi] berkata: kami bersama [Fadlalah bin 'Ubaid] di Negeri Romawi lalu teman kami meninggal dunia. Maka Fadlalah menyuruh untuk menguburkannya dengan meratakan tanah, kemudian ia berkata: "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyuruh untuk meratakannya."

【210】

Sunan Nasa'i 2004: Telah mengabarkan kepada kami ['Amr bin 'Ali] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yahya] dia berkata: [Sufyan] dari [Habib] dari [Abu Wail] dari [Abul Hayyaj] dia berkata: ['Ali radliallahu 'anhu] berkata: "Maukah kamu aku utus untuk melakukan sesuatu sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengutusku untuk melakukannya?! Janganlah engkau membiarkan kuburan yang tinggi kecuali engkau meratakannya dan tidak pula sebuah gambar di dalam rumah kecuali engkau musnahkan."

【211】

Sunan Nasa'i 2005: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Adam] dari [Ibnu Fudlail] dari [Abu Sinan] dari [Muharib bin Ditsar] dari ['Abdullah bin Buraidah] dari [bapaknya] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Aku telah melarang kalian berziarah kubur, maka -sekarang- ziarahlah kubur, dan aku pernah melarang kalian -memakan- daging kurban lebih dari tiga hari, maka simpanlah apa yang kalian kehendaki -dari daging-daging tersebut- dan aku pernah melarang kalian dari nabidz (minuman yang terbuat dari anggur) kecuali yang terdapat dalam tempat minum, maka minumlah yang ada dalam semua tempat minum dan janganlah kalian minum sesuatu yang memabukkan."

【212】

Sunan Nasa'i 2006: Telah mengabarkan kepadaku [Muhammad bin Qudamah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Abu Farwah] dari [Al Mughirah bin Subai']: telah menceritakan kepadaku ['Abdullah bin Buraidah] dari [bapaknya] bahwasanya ia pernah berada dalam suatu majelis dimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ada di dalamnya, lalu beliau bersabda: " Aku pernah melarang kalian memakan kurban kecuali -tidak lebih dari- tiga hari, maka sekarang makanlah, berikan makan dan simpanlah apa yang kalian kehendaki -dari daging-daging tersebut-, kuingatkan kalian agar tidak membuat minuman keras dalam batok (ad-duba'), wadah yang dicet dengan gala-gala (ter, zaft), pangkal pohon kurma yang dilubangi (an-naqir) serta wadah yang terbuat dari tanah liat atau rambut (al-hantam), namun buatlah minuman pada apa yang kalian ketahui serta jauhilah segala yang memabukkan, dan aku juga pernah melarang kalian berziarah kubur, barangsiapa yang ingin berziarah, maka berziarahlah dan jangan mengucapkan kata-kata kotor."

【213】

Sunan Nasa'i 2007: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin 'Ubaid] dari [Yazid bin Kaisan] dari [Abu Hazim] dari [Abu Hurairah] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah menziarahi kuburan ibunya, lalu beliau menangis dan menjadikan orang-orang di sekitarnya ikut menangis, kemudian beliau bersabda: "Aku telah meminta izin kepada Rabbku -Azza wa Jalla- untuk meminta ampunan baginya, tetapi Allah tidak mengizinkanku dan ketika aku meminta izin untuk menziarahi kuburannya, Dia mengizinkanku. Maka berziarahlah kalian ke kuburan, karena hal itu dapat mengingatkan kalian akan kematian."

【214】

Sunan Nasa'i 2008: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin 'Abdul A'la] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Tsaur] dari [Ma'mar] dari [Az Zuhri] dari [Sa'id bin Al Musayyab] dari [bapaknya] dia berkata: "Ketika Abu Thalib mendekati ajalnya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam masuk menemuinya dan di dekatnya ada Abu Jahal dan Abdullah bin Abu Umayyah. Lalu beliau bersabda: "Wahai pamanku, ucapkanlah 'Laa Ilaaha Illallah (tidak ada sesembahan yang berhak di sembah selain Allah) ' satu kalimat yang dengannya aku akan berhujah untukmu di sisi Allah -Azza wa Jalla-." Maka Abu Jahal dan Abdullah bin Umayyah berkata kepadanya: "Wahai Abu Thalib, Apakah kamu benci dengan agama Abdul Muthalib?" dan keduanya tetap mangatakan hal itu kepadanya, hingga kalimat terakhir yang ia ucapkan kepada mereka ialah, bahwa ia tetap berpegang pada agama Abdul Muthalib! Maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadanya: "Sungguh akan aku akan mintakan ampunan untukmu selama aku tidak dilarang." Lalu turunlah ayat, "Tidak sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik." (Qs. At Taubah 9: 113) Dan turun ayat, " Kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi." (Qs. Al Qashash 28: 56).

【215】

Sunan Nasa'i 2009: Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Manshur] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdurrahman] dari [Sufyan] dari [Abu Ishaq] dari [Abul Khalil] dari ['Ali] dia berkata: Aku mendengar seseorang memintakan ampunan bagi kedua orang tuanya sedang keduanya musyrik, maka aku bertanya kepadanya: "Apakah engkau memintakan ampunan untuk mereka berdua, padahal mereka musyrik?" ia menjawab, "Bukankah Nabi Ibrahim juga memintakan ampunan untuk bapaknya?" lalu aku menemui Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dan aku ceritakan hal itu kepada beliau, lalu turunlah ayat, "Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu." (Qs. At Taubah 9: 114)

【216】

Sunan Nasa'i 2010: Telah mengabarkan kepada kami [Yusuf bin Sa'id] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] dari [Ibnu Juraij] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku ['Abdullah bin Abu Mulaikah] bahwasanya ia mendengar [Muhammad bin Qais bin Makhramah] berkata: Aku mendengar ['Aisyah] bercerita, dia berkata: "Maukah kuceritakan kepada kalian tentangku dan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam?" Kami menjawab, "Ya." Dia berkata: "Ketika malam hari -yang menjadi giliranku- yang ketika itu beliau berada bersamaku -yakni: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam-, setelah pulang dari melaksanakan shalat Isya', beliau lalu meletakkan kedua sandal beliau di di depan kaki beliau dan membentangkan ujung kainnya di atas kasurnya. Tidak lama kemudian, beliau mengira bahwa aku telah tidur, beliau memakai sandal dan mengambil serbannya pelan-pelan, membuka pintu dan keluar pelan-pelan. Aku segera memakai baju di kepalaku, memakai kerudung, memakai kain bawah, lalu aku bergerak mengikuti jejak beliau, hingga sampai ke Baqi'. Kemudian beliau mengangkat kedua tangannya tiga kali dalam waktu yang lama, lalu pulang, maka aku pun pulang, beliau cepat-cepat -jalannya- dan aku pun cepat-cepat, beliau berjalan setengah berlari, lalu beliau sampai dan aku pun sampai, namun aku mendahului beliau, lalu aku masuk. Tidak lama setelah aku berbaring beliau masuk seraya berkata: "Apa yang terjadi padamu wahai Aisyah, nafasmu terengah-engah", ia berkata: "Tidak." Beliau bersabda: "Sungguh engkau akan memberitahuku atau Dzat yang maha lembut lagi maha mengetahui yang akan memberitahukan kepadaku!" Aku berkata: "Wahai Rasulullah! Demi bapak dan ibuku sebagai tebusannya!, aku yang akan memberitahukan berita yang terjadi." Beliau bertanya: "Apakah kamu adalah orang berpakaian hitam yang ku lihat di depanku?" Aku menjawab, "Ya". Lantas nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memukulku yang cukup menjadikanku kesakitan." Kemudian beliau bersabda: "Apakah kamu mengira bahwa Allah dan rasul-Nya berbuat zhalim kepadamu?" Aku menjawab, "Bagaimanapun manusia merahasiakannya, sungguh Allah mengetahuinya." Beliau bersabda: " Jibril menemuiku ketika kamu melihatnya dan ia tidak masuk menemuiku, sebab saat itu kamu melepas pakaianmu, lalu ia memanggilku, maka aku bersembunyi darimu. Aku kira kamu telah tidur, aku tidak ingin membangunkanmu dan aku khawatir akan mengagetkanmu, lalu Allah menyuruhku untuk pergi ke Baqi' dan memintakan ampunan untuk mereka." Aku bertanya: "Apa yang harus aku ucapkan wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?" Beliau menjawab: "Ucapkanlah: "Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada penghuni kubur dari kaum mukminin dan muslimin. Semoga Allah memberikan rahmat kepada orang-orang terdahulu di antara kita dan orang-orang yang akan datang kemudian, dan kami insya Allah akan bertemu kalian."

【217】

Sunan Nasa'i 2011: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Salamah] dan [Al Harits bin Miskin] secara baca, dan aku mendengarnya, lafazh ini miliknya, dari [Ibnu Al Qasim] dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Malik] dari ['Alqamah bin Abu 'Alqamah] dari [ibunya] bahwasanya ia mendengar ['Aisyah] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bangun pada suatu malam, lalu beliau mengenakan pakaiannya kemudian keluar, lalu aku menyuruh budakku Barirah untuk membuntutinya, iapun mengikutinya hingga beliau sampai di Baqi' kemudian beliau berdiri didekatnya sebagaimana yang Allah kehendaki, lalu beliau kembali, namun Barirah telah mendahului beliau dan mengabarkan kepadaku, aku tidak menceritakan sesuatupun kepada beliau hingga pagi, kemudian aku bertanya kepada beliau akan hal itu dan beliau bersabda: " Aku diutus kepada penduduk Baqi' agar aku shalat untuk mereka."

【218】

Sunan Nasa'i 2012: Telah mengabarkan kepada kami ['Ali bin Hujr] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Isma'il] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syarik bin Abu Namir] dari ['Atha] dari ['Aisyah] dia berkata: "Setiap kali Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bermalam di tempat Aisyah, beliau keluar ketika malam telah berlalu menuju ke Baqi', lalu berdoa: Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada penghuni rumah kaum mukminin, bagi kami dan kalian apa yang telah dijanjikan kelak, atau saling memberi syafa'at dan persaksian, dan kami insya Allah akan menyusul kalian. Ya Allah, ampunilah penghuni kubur Baqi' Al Gharqad."

【219】

Sunan Nasa'i 2013: Telah mengabarkan kepada kami ['Ubaidullah bin Sa'id] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Harami bin 'Umarah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Alqamah bin Martsad] dari [Sulaiman bin Buraidah] dari [bapaknya] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam jika mendatangi kuburan, beliau berdoa: "Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada kalian wahai penghuni kubur dari kaum Mukminin dan Muslimin, dan kami insya Allah akan bertemu kalian, kalian bagi kami sebagai pendahulu dan kami bagi kalian sebagai pengikut. Aku memohon keselamatan kepada Allah bagi kami dan kalian."

【220】

Sunan Nasa'i 2014: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Az Zuhri] dari [Abu Salamah] dari [Abu Hurairah] dia berkata: "Setelah An Najasyi meninggal dunia, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: 'Mintakanlah ampunan untuknya'!"

【221】

Sunan Nasa'i 2015: Telah mengabarkan kepada kami [Abu Dawud] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ya'qub] dia berkata: [bapakku] telah menceritakan kepada kami dari [Shalih] dari [Ibnu Syihab] dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Abu Salamah] dan [Ibnul Musayyab] dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memberitahukan kepada mereka kematian An Najasyi (penguasa Habsyah) kepada mereka di hari kematiannya, lalu beliau bersabda: "Mintakanlah ampunan untuk saudara kalian."

【222】

Sunan Nasa'i 2016: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdul Warits bin Sa'id] dari [Muhammad bin Juhadah] dari [Abu Shalih] dari [Ibnu 'Abbas] dia berkata: "Rasulullah melaknat para wanita yang berziarah kubur, Orang-orang yang menjadikan kuburan sebagai masjid dan memasang lampu-lampu disekitar kuburan."

【223】

Sunan Nasa'i 2017: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin 'Abdullah bin Al Mubarak] dari [Waki'] dari [Sufyan] dari [Suhail] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Duduknya seseorang diantara kalian diatas kobaran api hingga ia terbakar lebih baik baginya daripada ia duduk diatas kuburan."

【224】

Sunan Nasa'i 2018: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin 'Abdullah bin 'Abdul Hakim] dari [Syu'aib] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Khalid] dari [Ibnu Abu Hilal] dari [Abu Bakr bin Hazm] dari [An Nadlr bin 'Abdullah As Salami] dari ['Amru bin Hazm] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda: " Janganlah kalian duduk diatas kuburan."

【225】

Sunan Nasa'i 2019: Telah mengabarkan kepada kami ['Amru bin 'Ali] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Khalid bin Al Harits] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Qatadah] dari [Sa'id bin Al Musayyab] dari ['Aisyah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Allah melaknat suatu kaum yang menjadikan kuburan para Nabi mereka sebagai masjid."

【226】

Sunan Nasa'i 2020: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin 'Abdurrahim Abu Yahya Sha'iqah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Salamah Al Khuza'i] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Al Laits bin Sa'd] dari [Yazid bin Al Had] dari [Ibnu Syihab] dari [Sa'id bin Al Musayyab] dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Allah melaknat orang-orang Yahudi dan Nasrani yang telah menjadikan kuburan Nabi mereka sebagai masjid."

【227】

Sunan Nasa'i 2021: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin 'Abdullah bin Al Mubarak] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Waki'] dari [Al Aswad bin Syaiban] -dan dia adalah seorang yang tsiqah- dari [Khalid bin Sumair] dari [Basyir bin Nahik] bahwasanya [Basyir bin Al Khashashiyah] berkata: "Aku pernah berjalan bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melewati kuburan kaum Muslimin, lalu beliau bersabda: "Sungguh banyak kejahatan yang tak terkejar oleh mereka." Kemudian melewati kuburan kaum musyrikin, lalu beliau bersabda: "Sungguh banyak kebaikan yang tak terkejar mereka." Kemudian beliau menoleh sebentar, tiba-tiba beliau melihat seorang laki-laki berjalan di antara kuburan dengan memakai sandalnya, lalu beliau bersabda: "Wahai orang yang memakai sandal kulit, buang kedua sandalmu."

【228】

Sunan Nasa'i 2022: Telah mengabarkan kepada kami [Ahmad bin Abu 'Ubaidullah Al Warraq] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Zurai'] dari [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Anas] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: " Seorang hamba jika diletakkan di dalam kuburannya dan para sahabatnya telah pulang, sungguh mayit itu benar-benar mendengar suara terompah (sandal) mereka."

【229】

Sunan Nasa'i 2023: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin 'Abdullah bin Al Mubarak] dan [Ibrahim bin Ya'qub bin Ishaq] mereka berkata: telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Muhammad] dari [Syaiban] dari [Qatadah]: telah memberitakan kepada kami [Anas bin Malik] dia berkata: Nabiyullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: " Seorang hamba jika telah diletakkan di dalam kuburannya dan para sahabatnya telah berpaling, ia benar-benar mendengar suara terompah mereka." Beliau bersabda lagi: "Lalu dua malaikat mendatanginya, keduanya mendudukkan orang tersebut lalu berkata kepadanya: 'Apa yang kamu katakan tentang orang ini? ' Adapun orang Mukmin, maka ia menjawab: 'Aku bersaksi bahwa ia adalah hamba Allah dan rasul-Nya', lalu dikatakan kepada orang tersebut, 'Lihatlah tempat tinggalmu di neraka, sungguh Allah telah menggantikannya dengan tempat tinggal di surga'." Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Maka ia sekaligus melihat kedua-duanya."

【230】

Sunan Nasa'i 2024: Telah mengabarkan kepada kami [Ahmad bin Abu 'Ubaidullah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yazid bin Zurai'] dari [Sa'id] dari [Qatadah] dari [Anas] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: " Seorang hamba jika telah di letakkan di dalam kuburannya dan para sahabatnya telah berpaling darinya, ia benar-benar mendengar suara terompah mereka." Beliau bersabda lagi: "Lalu dua malaikat mendatanginya, keduanya mendudukkan orang tersebut lalu bertanya kepadanya, 'Apa yang kamu katakan tentang orang ini - yaitu Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam? - "Adapun orang mukmin ia akan menjawab: 'Aku bersaksi bahwa ia adalah hamba Allah dan rasul-Nya', lalu dikatakan kepada orang tersebut, 'Lihatlah kepada tempat tinggalmu berupa Neraka, sungguh Allah telah menggantikan dengannya tempat tinggal berupa surga'." Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Maka dia melihat keduanya." Adapun orang kafir atau munafik, maka dikatakan kepadanya: "Apa yang kamu katakan tentang orang ini?" maka ia akan menjawab: "Aku tidak tahu. Dahulu aku hanya mengatakan sebagaimana yang dikatakan oleh banyak orang." Lalu dikatakan kepadanya: "Engkau tidak tahu dan engkau tidak membaca." Kemudian ia dipukul dengan sekali pukulan dibagian antara kedua telinganya, hingga ia menjerit dengan jeritan yang dapat didengar oleh makhluk lain selain jin dan manusia."

【231】

Sunan Nasa'i 2025: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin 'Abdul A'la] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Khalid] dari [Syu'bah] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Jami' bin Syaddad] dia berkata: aku mendengar ['Abdullah bin Yasar] dia berkata: Aku pernah duduk bersama [Sulaiman bin Shard] dan [Khalid bin 'Urfuthah], lalu mereka menyebutkan tentang seseorang yang mati karena sakit perut, dan mereka ingin menyaksikan jenazahnya, seorang diantara mereka berkata kepada yang lain bukankah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Barangsiapa yang terbunuh karena sakit perut maka ia tidak akan disiksa dikuburnya?" kemudian yang lain menjawab, 'Benar'.

【232】

Sunan Nasa'i 2026: Telah mengabarkan kepada kami [Ibrahim bin Al Hasan] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Hajjaj] dari [Laits bin Sa'd] dari [Mu'awiyah bin Shalih] bahwasanya [Shafwan bin 'Amru] menceritakan kepadanya dari [Rasyid bin Sa'd] dari [seorang lelaki] dari sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa seseorang berkata: "Wahai Rasulullah, Mengapa kaum mukminin diuji (ditanya) di dalam kuburan mereka kecuali orang yang mati syahid?" beliau bersabda: "Cukuplah dengan kilatan pedang di atas kepalanya (orang yang mati syahid) sebagai ujian baginya."

【233】

Sunan Nasa'i 2027: Telah mengabarkan kepada kami ['Ubaidullah bin Sa'id] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [At Taimi] dari [Abu 'Utsman] dari ['Amir bin Malik] dari [Shafwan bin Umayyah] dia berkata: "Orang yang mati terkena penyakit wabah pes, sakit perut, tenggelam dan wanita-wanita yang sedang nifas adalah Syahid." Dan telah menceritakan kepada kami Abu Utsman berulang kali, dan dia pernah menyandarkannya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sekali.

【234】

Sunan Nasa'i 2028: Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Amru bin Muhammad Al 'Anqazi] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ibnu Idris] dari ['Ubaidullah] dari [Nafi'] dari [Ibnu 'Umar] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda: "Inilah orang yang karenanya arsy bergerak, pintu-pintu langit dibuka dan tujuh puluh ribu malaikat menyaksikannya. Sungguh ia telah di himpit dengan sekali himpitan kemudian dilepaskan."

【235】

Sunan Nasa'i 2029: Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Manshur] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdurrahman] dari [Sufyan] dari [bapaknya] dari [Khaitsamah] dari [Al Barra'] dia berkata: "Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat." (Qs. Ibrahim 14: 27). Dia berkata: 'Ayat ini turun menerangkan tentang siksa kubur.'

【236】

Sunan Nasa'i 2030: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Basysyar] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Muhammad] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari ['Alqamah bin Martsad] dari [Sa'd bin 'Ubaidah] dari [Al Barra' bin 'Azib] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam beliau membaca: {Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat} (Qs. Ibrahim (14): 27). Beliau bersabda: "Ayat ini turun menerangkan tentang siksa kubur. Dikatakan kepadanya: 'Siapakah Rabbmu?' Lalu ia menjawab: 'Rabbku Allah dan agamaku adalah agamanya Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam.' Maka itulah yang sesuai dengan firman-Nya, {Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat}" (Qs. Ibrahim (14): 27).

【237】

Sunan Nasa'i 2031: Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid bin Naslr] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdullah] dari [Humaid] dari [Anas] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mendengar suara dari dalam kuburan, lalu beliau bertanya: "kapan orang ini meninggal dunia?" mereka menjawab: "Ia meninggal dunia di zaman jahiliyah", maka beliau bergembira karenanya dan bersabda: "Kalaulah bukan karena kekhawatiranku jangan-jangan kalian tidak saling menguburkan, niscaya aku akan berdoa kepada Allah agar memperdengarkan siksa kubur kepada kalian."

【238】

Sunan Nasa'i 2032: Telah mengabarkan kepada kami ['Ubaidullah bin Sa'id] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Syu'bah] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku ['Aun bin Abu Juhaifah] dari [bapaknya] dari [Al Barra' bin 'Azib] dari [Abu Ayyub] dia berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam keluar setelah matahari terbenam, lalu beliau mendengar suara maka beliau bersabda: "Orang-orang Yahudi disiksa di kuburnya."

【239】

Sunan Nasa'i 2033: Telah mengabarkan kepada kami [Yahya bin Durusta] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Isma'il] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yahya bin Abu Katsir] bahwasanya [Abu Salamah] menceritakan kepadanya dari [Abu Hurairah] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda: "Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al Masih Ad Dajjal."

【240】

Sunan Nasa'i 2034: Telah mengabarkan kepada kami ['Amru bin Sawwad bin Al Aswad bin 'Amru] dari [Ibnu Wahb] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yunus bin Yazid] dari [Ibnu Syihab] dari [Humaid bin 'Abdurrahman] dari [Abu Hurairah] dia berkata: "Aku mendengar setelah itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam meminta perlindungan dari siksa kubur."

【241】

Sunan Nasa'i 2035: Telah mengabarkan kepada kami [Sulaiman bin Dawud] dari [Ibnu Wahb] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Yunus] dari [Ibnu Syihab]: telah mengabarkan kepadaku ['Urwah bin Zubair] bahwasanya ia mendengar [Asma bintu Abu Bakr] berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri, lalu menyebutkan fitnah yang akan melanda seseorang dalam kuburnya. Setelah beliau menyebutkan hal itu, kaum muslimin berteriak dengan keras, sehingga menghalangiku untuk memahami sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Setelah teriakan mereka tenang, aku bertanya kepada seseorang yang berada didekatku: "Hai, semoga Allah memberkahimu! Apa yang diucapkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di akhir sabda beliau?" Ia bersabda: "Sungguh telah diwahyukan kepadaku bahwa kalian akan menghadapi ujian di dalam kubur kalian yang menyerupai ujian Ad Dajjal."

【242】

Sunan Nasa'i 2036: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dari [Malik] dari [Abu Az Zubair] dari [Thawus] dari ['Abdullah bin 'Abbas] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan doa ini kepada mereka, sebagaimana beliau mengajarkan kepada mereka surat dari Al Qur'an: "Ucapkanlah, 'Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahanam, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al Masih Ad Dajjal dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan serta kematian."

【243】

Sunan Nasa'i 2037: Telah mengabarkan kepada kami [Sulaiman bin Dawud] dari [Ibnu Wahb] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Yunus] dari [Ibnu Syihab] dia berkata: telah menceritakan kepadaku ['Urwah] bahwasanya ['Aisyah] berkata: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam masuk menemuiku, dan di sampingku ada seorang wanita dari kaum Yahudi, ia berkata: " kalian akan di fitnah (diuji oleh dua malaikat) di dalam kubur", maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam terkejut dan bersabda: ' kaum Yahudi yang akan difitnah.' Aisyah berkata: "Lalu kami diam beberapa malam." Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: " telah diwahyukan kepadaku bahwa kalian akan difitnah di dalam kubur." Aisyah berkata: "Lalu setelah itu aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam meminta perlindungan dari siksa kubur."

【244】

Sunan Nasa'i 2038: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Yahya] dari ['Amrah] dari ['Aisyah] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam meminta perlindungan dari siksa kubur dan dari fitnah Ad Dajjal, beliau bersabda: " kalian akan mendapat ujian di dalam kubur kalian."

【245】

Sunan Nasa'i 2039: Telah mengabarkan kepada kami [Hannad] dari [Abu Mu'awiyah] dari [Al A'masy] dari [Syaqiq] dari [Masruq] dari ['Aisyah], Seorang Yahudi masuk menemuinya, lalu ia meminta sesuatu kepada Aisyah, maka Aisyah memberikan kepadanya, dan ia berkata: "Semoga Allah melindungimu dari siksa kubur!" Aisyah berkata: "Aku merasakan sesuatu pada diriku karena hal itu, hingga Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam datang lalu kuceritakan hal itu kepada beliau, beliau kemudian bersabda: " Mereka akan disiksa di dalam kubur dengan siksaan yang bisa didengar oleh binatang."

【246】

Sunan Nasa'i 2040: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Qudamah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Manshur] dari [Abu Wail] dari [Masruq] dari ['Aisyah] dia berkata: "Dua orang wanita tua dari kaum Yahudi Madinah menemuiku, lalu keduanya berkata: ' para penghuni kubur akan disiksa di dalam kubur mereka, lalu aku mendustakan mereka berdua dan aku tidak senang mempercayai mereka berdua! kemudian keduanya keluar dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam masuk menemuiku. Lalu aku berkata: "Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, ada dua wanita tua dari kaum Yahudi Madinah mengatakan: " para penghuni kubur akan disiksa di dalam kubur mereka?" beliau bersabda: "Keduanya benar, mereka akan disiksa dengan siksaan yang bisa didengar oleh semua binatang." Lalu aku tidak melihat beliau melakukan shalat kecuali beliau berlindung dari siksa kubur.

【247】

Sunan Nasa'i 2041: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Qudamah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Manshur] dari [Mujahid] dari [Ibnu 'Abbas] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah melewati salah satu perkebunan di Mekkah atau Madinah, beliau mendengar dua orang sedang di siksa di dalam kubur mereka, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Keduanya sedang disiksa dan keduanya tidak disiksa karena dosa besar." Kemudian beliau bersabda: "Benar, salah seorang di antara keduanya tidak membersihkan dari kencingnya dan yang lainnya melakukan adu domba." Kemudian beliau meminta pelepah (kurma) lalu memecahnya menjadi dua dan meletakkan di atas kuburan masing-masing satu pecahan pelepah. Ditanyakan, "Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, mengapa engkau melakukan hal ini?" Beliau menjawab: "Barangkali itu bisa meringankan - adzab - dari mereka berdua selama dua pelepah ini belum kering. Atau sampai dua pelepah ini kering."

【248】

Sunan Nasa'i 2042: Telah mengabarkan kepada kami [Hannad bin As Sari] dalam haditsnya dari [Abu Mu'awiyah] dari [Al A'masy] dari [Mujahid] dari [Thawus] dari [Ibnu 'Abbas] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah melewati dua kuburan, lalu beliau bersabda: "Sungguh keduanya sedang disiksa dan keduanya tidak disiksa karena dosa besar. Adapun salah seorang di antara keduanya tidak membersihkan diri dari air kencingnya dan yang lainnya selalu melakukan adu domba." Kemudian beliau mengambil pelepah (kurma) yang masih basah, lalu membelahnya menjadi dua, kemudian menancapkannya pada masing-masing kuburan satu belahan pelepah." Maka mereka bertanya, "Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, mengapa engkau melakukan hal ini?" beliau menjawab: "Barangkali dua pelepah ini bisa meringankan mereka berdua selama belum kering."

【249】

Sunan Nasa'i 2043: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari [Nafi'] dari [Ibnu 'Umar] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ketahuilah, salah seorang kalian - jika meninggal dunia - akan diperlihatkan tempat tinggalnya di waktu pagi dan sore. Jika ia termasuk penghuni surga, maka ia menjadi penghuni surga dan jika ia termasuk penghuni neraka, maka ia menjadi penghuni neraka, hingga Allah Azza wa Jalla membangkitkannya pada hari kiamat."

【250】

Sunan Nasa'i 2044: Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] dia berkata: telah memberitakan kepada kami [Al Mu'tamir] dia berkata: Aku mendengar ['Ubaidullah] menceritakan dari [Nafi'] dari [Ibnu 'Umar] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Salah seorang kalian jika meninggal dunia akan diperlihatkan tempat tinggalnya di waktu pagi dan sore. Jika ia termasuk penghuni neraka, maka ia menjadi penghuni neraka." Dikatakan, "Inilah tempat tinggalmu hingga Allah Azza wa Jalla membangkitkanmu pada hari kiamat."

【251】

Sunan Nasa'i 2045: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Salamah] dan [Al Harits bin Miskin] secara baca dan aku mendengarnya, lafazh ini miliknya, dari [Ibnul Qasim]: telah menceritakan kepadaku [Malik] dari [Nafi'] dari [Ibnu 'Umar] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jika salah seorang di antara kalian meninggal dunia, maka akan diperlihatkan tempat tinggalnya di waktu pagi dan sore. Jika ia termasuk peghuni surga, maka ia menjadi penghuni surga dan jika ia termasuk penghuni neraka, maka ia menjadi penghuni neraka, lalu dikatakan, "Inilah tempat tinggalmu hingga Allah -Azza wa Jalla - membangkitkan pada hari kiamat."

【252】

Sunan Nasa'i 2046: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dari [Malik] dari [Ibnu Syihab] dari ['Abdurrahman bin Ka'b] bahwasanya bapaknya [Ka'b bin Malik] pernah bercerita dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: " Ruh seorang mukmin beterbangan di pepohonan surga hingga Allah Azza wa Jalla membangkitkannya ke dalam jasadnya pada hari kiamat."

【253】

Sunan Nasa'i 2047: Telah mengabarkan kepada kami ['Amru bin 'Ali] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yahya] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Al Mughirah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Tsabit] dari [Anas] dia berkata: "Kami pernah bersama [Umar] berada di antara Mekkah dan Madinah, ia segera bercerita kepada kami tentang orang-orang yang meninggal dunia pada perang Badar. Lalu ia berkata: " Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam benar-benar memperlihatkan kepada kami tempat terbunuh mereka kemarin, beliau bersabda: 'Ini adalah tempat terbunuh si fulan - insya Allah - besok.' Umar berkata: 'Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan kebenaran, apa kesalahan mereka itu sehingga di masukkan ke dalam sumur?. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mendatangi mereka seraya memenggil, 'Wahai fulan bin fulan, Wahai fulan bin fulan, Apakah kalian benar-benar mendapatkan apa yang dijanjikan oleh Rabb kalian? Sungguh benar-benar aku telah mendapatkan yang dijanjikan Allah kepadaku.' Umar lalu berkata: 'Engkau berbicara dengan jasad yang tidak ada ruhnya? ' maka beliau bersabda: 'Kalian tidak lebih mendengar dari mereka terhadap apa yang ku katakan'."

【254】

Sunan Nasa'i 2048: Telah mengabarkan kepada kami [Suwaid bin Nashr] dia berkata: telah memberitakan kepada kami ['Abdullah] dari [Humaid] dari [Anas] dia berkata: Kaum muslimin mendengar pada malam hari di sumur Badar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri memanggil: "Wahai Abu Jahal bin Hisyam, Wahai Syaibah bin Rabi'ah, Wahai Utbah bin Rabi'ah, Wahai Umayyah bin Khalaf, Apakah kalian telah mendapatkan apa yang dijanjikan oleh Rabb kalian? Maka sungguh aku telah mendapatkan kebenaran dari apa yang telah dijanjikan Allah kepadaku." Mereka berkata: "Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, Apakah engkau memanggil kaum yang telah menjadi bangkai?", maka beliau menjawab: "Tidaklah kalian lebih bisa mendengar dari mereka terhadap apa yang kukatakan, tetapi mereka tidak mampu menjawab."

【255】

Sunan Nasa'i 2049: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Adam] dia berkata: telah menceritakan kepada kami ['Abdah] dari [Hisyam] dari [bapaknya] dari [Ibnu 'Umar] bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri di atas sumur Badar, lalu bersabda: "Apakah kalian telah mendapatkan kebenaran dari apa yang dijanjikan Rabb kalian?" beliau bersabda lagi: " mereka sekarang benar-benar mendengar apa yang kukatakan kepada mereka." Lalu hal itu dilaporkan kepada [Aisyah], maka ia berkata: "Ibnu Umar salah atau lupa, hanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: ' Mereka sekarang mengetahui bahwa apa yang kukatakan kepada mereka adalah kebenaran.' Kemudian ia membaca firman Allah -Ta'ala-, 'kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati mendengar…'." (Qs. An-Naml 27: 80). Hingga ia membaca satu ayat tersebut.

【256】

Sunan Nasa'i 2050: Telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dari [Malik] dan [Mughirah] dari [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Setiap bani (anak) Adam -dalam lafazh lain pada Hadits Mughirah: setiap Ibnu (anak) Adam- akan dimakan oleh tanah, kecuali tulang ekor yang menjadi asal penciptaannya dan karenanyalah ia akan disusun kembali."

【257】

Sunan Nasa'i 2051: Telah mengabarkan kepada kami [Ar Rabi' bin Sulaiman] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Syu'aib bin Al Laits] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari [Ibnu 'Ajlan] dari [Abu Az Zinad] dari [Al A'raj] dari [Abu Hurairah] dia berkata: dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda: "Allah Azza wa Jalla berfirman: 'Anak Adam telah mendustakan-Ku padahal tidak sepantasnya ia mendustakan-Ku, Anak Adam telah mencaci maki-Ku padahal tidak sepantasnya mencaci maki-Ku. Adapun pendustaanya kepada-Ku yaitu perkataanya, 'Bahwa Aku tidak akan mengembalikannya sebagaimana Aku telah memulai penciptaannya! ' padahal penciptaan terakhir tidaklah lebih sulit bagi-Ku dari yang pertama. Sedangkan caci makinya kepada-Ku yaitu perkataannya, 'Allah telah menjadikan seorang anak! Padahal Akulah Allah yang maha Esa tempat bergantung, padahal aku tidak beranak dan tidak diperanakan dan tidak ada seorang pun yang menyamai-Ku'."

【258】

Sunan Nasa'i 2052: Telah mengabarkan kepada kami [Katsir bin 'Ubaid] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Harb] dari [Az Zubaidi] dari [Az Zuhri] dari [Humaid bin 'Abdurrahman] dari [Abu Hurairah] dia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ada seorang hamba yang berlebih-lebihan atas dirinya sendiri hingga kematian menjemputnya. Ia berkata berpesan keluarganya, "Jika aku mati, maka bakarlah aku, kemudian lumatkanlah aku lalu taburkanlah saat ada angin di laut. Demi Allah sungguh jika Allah mentakdirkan atas diriku, niscaya Dia akan menyiksaku dengan siksaan yang tidak pernah ditimpakan kepada seorang pun dari makhluk-Nya! -Beliau bersabda-: Lalu keluarganya melakukan hal itu. Kemudian Allah Azza wa Jalla berfirman kepada segala sesuatu yang telah berikrar menghukumi dirinya sendiri 'Lakukanlah apa yang telah engkau putuskan untuk dirimu!." ketika ia berdiri di hadapan Allah -Azza wa Jalla - Dia berfirman, "Apa yang mendorongmu untuk melakukan apa yang telah engkau perbuat?" ia berkata: 'Rasa takut kepada-Mu."Lalu Allah mengampuninya."

【259】

Sunan Nasa'i 2053: Telah mengabarkan kepada kami [Ishaq bin Ibrahim] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Jarir] dari [Manshur] dari [Rib'i] dari [Hudzaifah] dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Ada salah seorang di antara orang-orang sebelum kalian berburuk sangka terhadap perbuatannya sendiri, setelah kematian menjemputnya, ia berkata kepada keluarganya: "Jika aku mati, bakarlah aku, lumatkanlah aku, lalu taburkanlah aku di laut, Allah jika mentakdirkan atas diriku, tidak akan memberikan ampunan kepadaku." Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Lalu Allah - Azza wa Jalla - memerintahkan para malaikat untuk mengambil ruhnya. Allah berfirman kepadanya: "Apa yang mendorongmu untuk melakukan apa yang telah engkau perbuat? Dia berkata: "Wahai Rabbku, tidaklah aku perbuat kecuali karena rasa takut kepada-Mu." Lalu Allah mengampuninya."

【260】

Sunan Nasa'i 2054: Dan telah mengabarkan kepada kami [Qutaibah] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari ['Amr] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu 'Abbas] dia berkata: "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkhutbah di atas mimbar, beliau bersabda: " Kalian akan bertemu Allah -Azza Wa Jalla- dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang serta tidak berkhitan."

【261】

Sunan Nasa'i 2055: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Al Mutsanna] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Sufyan] dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Al Mughirah bin An Nu'man] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu 'Abbas] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: "Manusia akan dihimpun pada hari kiamat dalam keadaan telanjang serta tidak berkhitan. Dan makhluk pertama yang akan diberi pakaian ialah Ibrahim Alaihissalam, kemudian beliau membaca ayat, "Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan megulanginya." (Qs. Al Anbiyaa' 21: 104).

【262】

Sunan Nasa'i 2056: Telah mengabarkan kepadaku ['Amru bin 'Utsman] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Baqiyyah] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Az Zubaidi] dia berkata: telah mengabarkan kepadaku [Az Zuhri] dari ['Urwah] dari ['Aisyah] bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Manusia akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang serta tidak berkhitan." Lalu Aisyah bertanya: "Bagaimana dengan aurat?" beliau menjawab dengan membaca ayat: "Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya." (Qs. Abasa 80: 37).

【263】

Sunan Nasa'i 2057: Telah mengabarkan kepada kami ['Amru bin 'Ali] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yahya] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Yunus Al Qusyairi] dia berkata: telah menceritakan kepadaku [Ibnu Abu Mulaikah] dari [Al Qasim bin Muhammad] dari ['Aisyah] dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: " Kalian dihimpun dalam keadaan tidak beralas kaki serta telanjang." Aku bertanya: "Laki-laki dan wanita sebagian mereka melihat sebagian yang lain?" Beliau bersabda: " Urusan sat itu lebih berat daripada disibukkan dengan hal itu."

【264】

Sunan Nasa'i 2058: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin 'Abdullah bin Al Mubarak] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Hisyam] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Wuhaib bin Khalid Abu Bakr] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ibnu Thawus] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Manusia akan dihimpun pada hari kiamat berdasarkan tiga kelompok: Mereka dalam keadaan berharap serta takut, dua orang di atas unta, tiga orang di atas unta, empat orang di atas unta, sepuluh orang di atas unta dan selebihnya dihimpun oleh api, api itu tidur siang bersama mereka ketika mereka tidur siang, bermalam bersama mereka ketika mereka bermalam, berada di pagi hari bersama mereka ketika mereka di pagi hari, dan api itu berada di sore hari ketika mereka di sore hari."

【265】

Sunan Nasa'i 2059: Telah mengabarkan kepada kami ['Amru bin 'Ali] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Yahya] dari [Al Walid bin Jumai'] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Abu Ath Thufail] dari [Hudzaifah bin Asad] dari [Abu Dzarr] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepadaku: "Manusia dikumpulkan pada hari kiamat dalam tiga kelompok. Satu Kelompok menunggang kendaraan dengan mendapat makanan dan pakaian, kelompok yang lain wajahnya diseret oleh para malaikat dan dihimpun api, dan kelompok ketiga, mereka berjalan dan berlari yang Allah mematikan mereka di atas hewan tunggangannya hingga tidak ada lagi yang tersisa, hingga ada seseorang yang memiliki kebun, dia diberi unta beserta barang bawaannya, namun dia tidak mampu lagi menerimanya."

【266】

Sunan Nasa'i 2060: Telah mengabarkan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] dia berkata: telah mengabarkan kepada kami [Waki'] dari [Wahb bin Jarir] dan [Abu Dawud] dari [Syu'bah] dari [Al Mughirah bin An Nu'man] dari [Sa'id bin Jubair] dari [Ibnu 'Abbas] dia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri untuk memberikan nasihat, lalu beliau bersabda: "Wahai manusia, kalian akan dihimpun menuju kepada Allah Azza wa Jalla - dalam keadaan telanjang-. Abu Daud berkata: "Dalam keadaan tidak beralas kaki serta tidak berkhitan." Waki' dan Wahab berkata dengan redaksi: "Dalam keadaan telanjang serta tidak berkhitan. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya." Beliau bersabda: "Orang yang pertama kali diberi pakaian pada hari kiamat adalah Ibrahim -Alaihis Salam- dan pakaian tersebut akan diberikan. [Abu Daud] berkata: beliau bersabda: "Didatangkan." [Wahab] dan [Waki'] berkata: "Mereka dikenai hukuman sebagai golongan sebelah kiri (karena kemurtadan setelah masa kenabian). Aku lalu berkata: "Wahai Rabbku! Sahabatku". Lantas ada suara: "Kamu tidak tahu apa yang mereka lakukan setelahmu" lantas kuucapkan sebagaimana ucapan seorang hambna yang shalih: "Dan aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku..." (Qs. Al Maaidah 4: 117) sampai firman-Nya, "dan jika Engkau mengampuni mereka…" (Qs. Al Maaidah 4: 118). Dan seterusnya. Lalu dikatakan, " mereka masih tetap berpaling." Abu Daud berkata: "Mereka murtad semenjak engkau berpisah dengan mereka-."

【267】

Sunan Nasa'i 2061: Telah mengabarkan kepada kami [Harun bin Zaid bin Abu Az Zarqa] dia berkata: [bapakku] telah menceritakan kepada kami, dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Khalid bin Maisarah] dia berkata: aku mendengar [Mu'awiyah bin Qurrah] dari [bapaknya], dia berkata: "Adalah kebiasaan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam jika sedang duduk, beberapa orang dari sahabatnya duduk menemaninya. Diantara mereka ada seorang yang memiliki anak kecil yang mendatangi beliau dari belakang punggungnya, lalu beliau mendudukkan di depannya. Pada suatu hari anak itu meninggal dunia. Maka orang tersebut berhalangan untuk menghadiri majelis karena ingat anaknya, ia bersedih atas kematiannya. Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam merasa kehilangan dan bertanya: "Mengapa aku tidak melihat si fulan?" mereka menjawab, "Wahai Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, Anak kecilnya yang engkau lihat telah meninggal dunia, " lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertemu dengannya dan bertanya tentang anaknya? Ia memberitahukan bahwa anaknya telah meninggal dunia, lalu beliau melawatnya, kemudian bersabda: "Wahai fulan, manakah yang lebih engkau cintai, engkau menikmati umurmu bersama anakmu? Atau kelak engkau tidak mendatangi salah satu pintu surga kecuali engkau mendapatkan anakmu telah mendahuluimu lalu membukakannya untukmu?" ia menjawab: "Wahai Nabi Allah, bahkan jika ia mendahuluiku menuju pintu surga lalu ia membukakannya untukku lebih aku cintai." Beliau bersabda: "Itulah bagianmu."

【268】

Sunan Nasa'i 2062: Telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Rafi'] dari ['Abdurrazzaq] dia berkata: telah menceritakan kepada kami [Ma'mar] dari [Ibnu Thawus] dari [bapaknya] dari [Abu Hurairah] dia berkata: "Malaikat yang diberi tugas mengurus kematian pernah diutus untuk menemui Musa Alaihis Salam. Setelah malaikat datang menemuinya, Musa memukulnya, lalu matanya buta sebelah dan ia kembali menemui Rabbnya seraya berkata: "Engkau telah mengutusku untuk menemui seorang hamba yang tidak menginginkan kematiannya." Maka Allah Azza wa Jalla mengembalikan matanya dan berfirman: "Kembalilah dan katakan kepadanya: "Hendaklah Musa meletakkan tangannya di atas punggung sapi jantan, maka yang ditutup oleh tangannya adalah bagian umurnya dan setiap rambut -yang ditutup oleh tangannya sama dengan masa- satu tahun." Ia bertanya: "Wahai Rabbku, kemudian apa?" Dia berfirman: "Itulah kematiannya." Malaikat berkata: "Sekarang akan beres", lalu ia memohon kepada Allah Azza Wa Jalla agar didekatkan dari bumi yang disucikan sejauh lemparan batu." Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Andai aku berada di sana, niscaya akan aku perlihatkan kuburannya kepada kalian di samping jalan di bawah bukit merah."